~Between Us~
..An Alternate Universe Fanfiction..
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Kim Junsu, Park Yoochun, Shim Changmin
Warn : Typo's, YAOI, OOC, Don't Like? Don't Read! And No bash Caracter!
Pair : Check out yourself!
Chapter 10 of ?
...
..
.
.
.
Jaejoong memasuki kamarnya dengan berderai air mata. Dan Junsu yang melihat dari lantai dua rumahnya hanya bisa tersenyum misterius begitu melihat Yunho yang menyusul Jaejoong dengan wajah panik.
'Ternyata Micky hyung memang bisa diandalkan.. Aku memang tidak salah meminta bantuannya' batin Junsu sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Yunho hyung.." Junsu berjalan menghampiri Yunho yang masih setia mengetuk pintu kamar Jaejoong.
"Pergilah.. Kurasa Jae hyung butuh waktu sendiri.."
"Tapi.." Yunho tampak ragu sambil memandang gelisah ke arah pintu kamar Jaejoong yang tertutup rapat.
"Tenang saja. Kalau ia sudah tenang, aku akan segera mengabarimu" potong Junsu sambil mengusap bahu Yunho dengan lembut.
Dan Yunho akhirnya hanya bisa pasrah untuk pergi meninggalkan rumah itu.
Sesungguhnya, ia ingin mengatakan perasaan yang sebenarnya pada Jaejoong. Tapi nyatanya, ia sendiri juga bingung harus memilih siapa. Karena sejak dulu, ketika ia dihadapkan pada pilihan Jaejoong atau Changmin, maka ia tak bisa memilih salah satunya.
Tok Tok Tok
Junsu mengetuk pintu kamar Jaejoong yang terkunci dari dalam.
"Hyung, ini aku.. Ayo buka pintunya"
Jaejoong yang awalnya ragu, akhirnya membuka pintu kamarnya begitu mendengar suara Junsu.
"Ne?" tanya Jaejoong dengan suara parau ketika ia membuka pintu
"Aku hanya ingin memberikan ini.."
Junsu menyerahkan dua buah voucher untuk paket liburan ke pulau Jeju.
"Ini hadiah dari Appa dan Eomma. Hadiah pertunangan kita.. Mereka ingin kita berlibur di sana dengan pasangan kita masing-masing. Lagipula, kita bisa sekalian merayakan ulang tahun Yunho hyung di sana.."
Jaejoong tak tahu harus menjawab apa setelah ia menerima 2 lembar kertas itu. Karena pikirannya saat ini sedang kacau.
"Aku harap, hyung tidak akan mengecewakan Eomma dan Appa.." ucap Junsu sebelum meninggalkan Jaejoong yang masih bergeming di tempatnya.
Di satu sisi, Jaejoong masih sakit hati dengan Yunho. Tapi di sisi lain, ia juga tidak ingin mengecewakan orang tuanya.
Dan Junsu yang berjalan menjauhi kamar Jaejoong, hanya bisa tersenyum senang. Karena tanpa Jaejoong jawab pun, Junsu tahu pilihan mana yang akan dipilih Jaejoong.
.
..
...
...
"Tidak makan siang dengan tunanganmu?" tanya Micky menggoda Junsu yang kini duduk di sampingnya di taman belakang sekolah.
"Hyung! Hentikan!" Junsu mempoutkan bibirnya merajuk pada Micky.
"Aku kan sudah bilang, aku hanya mencintaimu.." ucap Junsu malu-malu.
"Aigoo.. Kekasihku manis sekali kalau sedang malu-malu seperti ini.."
Chup~
Micky yang tak tahan melihat wajah manis Junsu yang merona, segera mencium pipi Junsu.
"Hyung! Kalau ada yang melihat bagaimana?!" ucap Junsu sambil menyembunyikan wajahnya pada lengan Micky.
"Biar saja.. Biar seluruh sekolah ini tahu, kalau kau adalah kekasihku!" ucap Micky dengan lantang. Dan tentunya membuat hati Junsu membuncah senang.
"Oh iya hyung.. Minggu depan, aku akan berlibur ke pulau Jeju. Kau ikut ya?" tanya Junsu sambil mengaitkan lengannya pada lengan Micky dengan manja.
"Berlibur dengan yang lain?" tanya Micky curiga
"Ne.. Dengan begitu, kita bisa melanjutkan rencana kita!"
Micky terdiam cukup lama mendengar kalimat antusias yang keluar dari mulut Junsu. Ia tak habis pikir kenapa Junsu tega melakukan semua ini hanya untuk menyakiti Jaejoong, kakak kandungnya sendiri. Ia sendiri saja yang bukan kakak kandung Changmin, ikut merasakan sedih jika adiknya terluka. Bagaimana mungkin justru Junsu ingin agar kakak kandungnya terluka.
"Dengar, sebelum kita melangkah lebih jauh.. Aku hanya ingin mengingatkan, bagaimana pun juga, Jaejoong adalah kakakmu.."
"Arraseo! Bilang saja kalau kau ragu untuk membantuku!" Junsu mengalihkan wajahnya dengan bibir yang dipoutkan.
"Hei.. bukan begitu maksudku.." Micky meraih tubuh mungil Junsu ke dalam pelukannya. "Tentu saja aku akan membantumu.. Aku hanya sekedar mengingatkan"
"Jadi, kau akan ikut ke pulau Jeju?" Junsu merubah kembali ekspresinya menjadi bersemangat.
"Ne.." Micky terpaksa menuruti kemauan Junsu untuk mengikuti permainannya.
Walau di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia tak ingin melihat Jaejoong terluka. Apalagi jika melibatkan perasaan Changmin.
.
..
...
...
"Joongie.. Kau tidak apa-apa?" tanya Micky khawatir saat melihat Jaejoong berwajah pucat.
"Aku tidak apa-apa.." jawab Jaejoong berbohong. Ia tetap melangkahkan kakinya cepat-cepat menuju gerbang sekolah.
"Kita ke tempat les bersama ya?"
"Ani! Aku bisa pergi sendiri! Lagipula, aku sudah terbiasa naik bus! Bukan mobil mewah seperti milikmu!"
"Joongie!" Micky terpaksa memegang erat pergelangan tangan Jaejoong untuk menghentikan langkah Jaejoong.
"Jangan memaksakan diri seperti itu.." bisik Micky dengan lembut. Kentara sekali dalam nada bicaranya, Micky benar-benar khawatir akan keadaan Jaejoong saat ini.
"hiks..hikss.."
Dan Micky tersentak kaget begitu mendengar isakan lirih Jaejoong yang menundukkan wajahnya dalam-dalam.
"Ikutlah denganku.." Micky mengendurkan pegangan tangannya pada pergelangan tangan Jaejoong, dan sebagai gantinya, ia menautkan jari jemarinya dengan lembut pada jemari Jaejoong. Kemudian membawanya masuk ke dalam mobil Micky.
"Hari ini, kita bolos les dulu ya? Aku akan mengajakmu ke suatu tempat"
Jaejoong tak menanggapi perkataan Micky. Ia hanya mengalihkan pandangan matanya ke luar jendela dengan tatapan sendu.
Jaejoong baru menyadari satu hal.
Sejak kapan ia merasa jaraknya begitu jauh dengan Yunho?
Jika dulu setiap hari mereka hampir menghabiskan waktu 24 jam bersama, tapi sekarang?
Mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Hingga rasanya menjadi langka waktu kebersamaannya bersama Yunho.
Jika dulu Jaejoong selalu bersama Yunho berangkat sekolah, pulang sekolah, bermain hingga larut malam, bahkan menginap dan tidur bersama.
Tapi sekarang?
Ia hanya bisa bertemu Yunho saat di sekolah. Karena sepulang sekolah Jaejoong akan pergi ke tempat les vokalnya kemudian menjemput Changmin dan menemani Changmin hingga malam tiba.
Dan jika dihitung-hitung waktu kebersamaannya dengan seseorang, maka dengan Changmin lah Jaejoong lebih banyak melalui harinya.
Oleh karena itukah, posisi Jaejoong di hati Yunho tergantikan oleh orang lain?
Tapi mengapa harus Changmin? Kenapa harus orang yang paling Jaejoong sayangi yang menggeser posisinya di hati Yunho..
"Kita sudah sampai.."
Jaejoong menarik dirinya kembali dari lamunan ketika mendengar suara husky milik Micky. Dan ia segera menghapus jejak air mata yang masih membekas di pipinya.
Dengan lembut, Micky membukakan pintu untuk Jaejoong dan menuntunnya keluar sambil tersenyum. Bak pangeran yang menuntun sang tuan puteri.
Dan Jaejoong sepertinya baru menyadari hal lain.
Bahwa..
Ia mulai jatuh hati pada pria yang berjalan di sampingnya dengan menggenggam tangannya lembut.
"Aku tahu kau belum makan siang, jadi kita makan dulu, ne?" ajak Micky sambil tersenyum lembut ke arah Jaejoong.
Dan Jaejoong hanya mengangguk sekali mengikuti Micky untuk memasuki salah satu restoran di sekitar Sungai Han yang mengapung indah.
"Kau tahu, kau itu terlihat sangat cantik saat sedang marah.." goda Micky saat mendudukkan dirinya berhadapan dengan Jaejoong. Membuat Jaejoong spontan mendelikkan matanya kesal ke arah Micky.
"YA! Beraninya kau meledekku!" protes Jaejoong sambil memukul bahu Micky cukup keras.
Sementara Micky? Ia hanya terkekeh senang dengan respon yang ia dapat.
"Aku tidak meledek.. Tapi melihatmu marah, jauh lebih baik daripada melihatmu menangis.."
DEG!
Lagi-lagi, jantung Jaejoong berdebar kencang saat melihat senyuman Micky yang menatapnya lembut.
"Aku... hanya..."
"Sudahlah.. Tidak perlu dibahas! Ayo pesan makanan! Biar aku yang traktir.." Micky memotong ucapan Jaejoong dengan mengambil buku menu yang ada di atas meja.
Dan Jaejoong pun akhirnya menarik senyuman manisnya memandang Micky yang kini sedang serius berkutat dengan buku menu di tangannya.
Hatinya menghangat saat menyadari, bahwa Micky memperhatikannya selama ini. Bahkan, ia tahu bahwa Jaejoong memang tidak keluar kelas untuk makan siang tadi.
"Micky.."
"Hm?" gumam Micky tanpa mengalihkan matanya dari buku menu di tangannya
"Minggu depan, ikut aku ya ke pulau Jeju?"
"!"
Sontak Micky mengalihkan matanya menatap Jaejoong tak percaya.
"Em.. itupun.. kalau.. kau mau.."
Micky mengerutkan alisnya sambil berfikir.
'Bukankah Su-ie bilang, Joongie hanya memiliki 2 voucher? Lantas kenapa ia malah mengajakku? Bukan Yunho?' batin Micky bingung.
"Baiklah.. Aku mau.." jawab Micky sambil tersenyum lembut yang dibalas dengan senyuman manis Jaejoong.
.
..
...
...
5 Februari..
Jaejoong dan Junsu sudah bersiap-siap menuju bandara dengan segala perlengkapan mereka yang terbungkus rapi dalam koper masing-masing.
Dan baik Jaejoong maupun Junsu mengatakan, bahwa mereka akan bertemu pasangan mereka masing-masing di bandara.
Namun yang tidak mereka ketahui, pasangan yang akan menemani mereka berlibur di sana adalah orang yang sama..
Sedangkan bagi Micky, ia sama sekali tak mempermasalahkan hal itu.
Bukankah rencananya justru akan berjalan dengan lancar jika ia bermain seorang diri, tanpa kehadiran Yunho dan Changmin. Tanpa harus menyakiti perasaan Yunho dan Changmin lebih dalam..
Hingga sampai di bandara, Jaejoong dan Junsu kini dilanda kepanikan masing-masing saat tak mendapati wajah Micky dimana pun.
Kecewa jelas tergambar di wajah kakak beradik Kim itu ketika memasuki pesawat yang sebentar lagi harus take off.
Dan pucuk dicinta ulam pun tiba..
Saat Jaejoong dan Junsu duduk di bangku pesawat mereka masing-masing yang berseberangan, sosok Micky pun akhirnya muncul memasuki lorong pesawat kelas VIP itu.
Kakak beradik Kim itu menunggu dengan antusias, dimanakah gerangan Micky akan mendudukkan dirinya.
Di samping Junsu yang tersenyum bahagia... Atau di samping Jaejoong yang tersenyum manis?
"Maaf, aku terlambat.."
Namun Jaejoong hanya bisa terperangah menatap Micky yang kini mendudukkan dirinya di samping Junsu.
Dan sedetik setelahnya, air mata berhasil lolos dari mata indahnya saat Micky mencium bibir Junsu dengan lembut.
Tepat di depan matanya..
'Maafkan aku, Joongie..'
.
..
...
...
Changmin melihat tanggal di kalendernya dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tahu, tepat jam 12 tengah malam nanti, pria yang dicintainya akan berulang tahun.
Dan jika di tahun-tahun sebelumnya ia akan merayakannya hanya berdua, maka ia tak yakin malam ini akan kembali terulang seperti tahun-tahun sebelumnya.
Walau ia tahu, bahwa Yunho tidak akan datang menemuinya malam ini, Changmin tetap membuat kado untuknya. Membungkusnya rapi dengan kertas hijau metallic dan pita berwarna silver. Serta membuatkannya sebuah cupcake dengan buah strawberry di atasnya. Dan ia meletakkan kado serta cupcake itu di meja nakasnya sebelum keluar ke arah balkon kamarnya.
Malam itu, Changmin memejamkan matanya untuk menyesapi setiap hembusan angin malam yang menerpa wajah manisnya yang berseri karena terpaan cahaya bulan. Ia bersandar pada pagar balkon kamarnya dengan membiarkan pintu serta jendela besar kamarnya terbuka lebar.
Tuiiiing... Ctar!
Hingga suara memekakkan telinga menyapa indera pendengaran Changmin dan memaksanya membuka mata untuk melihat apa gerangan yang terjadi di langit malam penuh bintang itu.
"!"
Sontak Changmin membuka matanya lebar-lebar saat ia menemukan puluhan kembang api menghiasi angkasa dengan indahnya.
Bukan. Bukan kembang api itu yang membuatnya terkejut..
Melainkan, kata demi kata yang terdapat pada puluhan, bahkan ratusan lampion kecil berwarna merah yang saat ini beterbangan di atas kepalanya.
'Mianhae.. Aku mencintaimu..'
'Kumohon.. Maafkan aku..'
'Saranghae..'
Tes
Changmin menitikan air matanya tanpa sadar. Dan ia segera menyekanya dengan punggung tangannya secara kasar. Ia tak ingin melihatnya dan beranjak memasuki kamarnya.
Namun baru saja ia membalikkan badannya..
Yunho sudah berdiri tegap di hadapannya dengan sebuket mawar putih di tangannya yang terangkat di depan dada.
"Aku tahu aku salah.. Dan aku berjanji akan menjelaskan semuanya pada Joongie dan kedua orang tua kami kalau aku tak pernah mencintainya.. Oleh karena itu, Kumohon—"
Yunho berlutut di hadapan Changmin dan mengarahkan buket bunga di tangannya pada Changmin.
"—maafkan aku.."
Tes
Air mata kembali menghiasi pipi chubby Changmin saat ia melihat ketulusan ucapan Yunho yang berlutut di hadapannya.
Sementara tangannya terulur untuk meraih bunga mawar putih dari tangan Yunho, kata-kata Yoochun terngiang di kepalanya.
'Hyung berjanji akan selalu di sisimu.. Percayalah.. Cukup percaya aku!.. Jangan pernah percaya pada yang lain!.. Karena mereka hanya akan menyakitimu.. Oleh karena itu, tutuplah hatimu untuk mereka.. Jangan biarkan ada satupun yang memasukinya.. Selain aku..'
"Aku.. memaafkanmu.."
Changmin membantu Yunho untuk berdiri di hadapannya untuk sedetik kemudian ia peluk dengan erat.
'Cukup malam ini saja.. aku pinjam Yunho hyung darimu, Jae hyung.. Untuk yang terakhir kali..' batin Changmin dalam pelukan Yunho.
"Ayo masuk ke dalam.. Angin malam tidak baik untuk kesehatanmu.." ucap Yunho melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Changmin untuk memasuki kamarnya.
Dan sesampainya mereka di dalam kamar Changmin, Yunho mendudukkan dirinya di tepi ranjang dan menarik pinggang Changmin untuk duduk di pangkuannya.
Mereka terdiam beberapa saat untuk saling menatap dan menyelami isi hati mereka masing-masing.
Hingga akhirnya Yunho memajukan wajahnya dan mempersempit jaraknya dengan Changmin. Merasakan hembusan nafas Changmin di wajahnya dan begitu pun sebaliknya.
Dan mata bambi yang tergenang air mata itu pun kini memejamkan matanya saat merasakan permukaan lembut menyentuh bibirnya. Membuatnya tanpa sengaja menjatuhkan buket mawar putih di tangannya ke atas ranjang.
Lembut, Yunho kali ini menciumnya dengan penuh kelembutan dan keyakinan.
Ia mengeratkan lengannya di pinggang Changmin ketika Changmin mulai menikmati ciumannya dan mengalungkan lengannya di leher Yunho.
"Aku mencintaimu.."
Yunho melepaskan tautan bibirnya hanya untuk membisikkan kata cinta untuk Changmin, kemudian kembali mengecup lembut bibir Changmin dan sedikit melumatnya.
Keduanya masih duduk berhadapan dengan Changmin yang duduk di atas pangkuan Yunho. Hingga akhirnya Changmin mulai memberanikan diri membalas melumat bibir Yunho yang kini memagutnya lebih liar.
Kedua tangan Changmin yang melingkari leher Yunho semakin mengerat saat kedua tangan Yunho mulai bergerilya nakal menelusup ke dalam piyama Changmin dan mengelus lembut punggung Changmin dengan seduktif.
Dan Yunho pun akhirnya membaringkan tubuh Changmin di ranjangnya tanpa melepaskan sedikitpun lumatan bibirnya di bibir Changmin. Dengan berhati-hati, Yunho menyangga tubuhnya dengan sebelah tangan agar tak menindih Changmin seutuhnya.
Perlahan, dan lembut, sebelah tangan Yunho yang masih berada di dalam piyama Changmin membelai perut rata Changmin. Menghantarkan sengatan listrik dengan sensasi yang menyenangkan pada tubuh Changmin yang bergetar halus. Hingga mengantarkannya pada nikmat fana.
Namun itu tak seberapa lama, karena denting jam pertanda waktu tengah malam membuat Changmin kembali sadar ke dunia nyata.
"Happy birthday.." bisik Changmin di bibir Yunho saat tautan bibir mereka sedikit berjarak.
Dan Yunho hanya tersenyum bahagia sebelum kembali memagut bibir Changmin dengan lebih liar dari sebelumnya.
"Aku ingin 'kau' yang menjadi hadiahku malam ini.." bisik Yunho di telinga Changmin sebelum mengulum telinga yang sensitif itu ke dalam mulutnya.
"Ngghh.."
.
.
.
.
.
TBC
...
..
.
Thank you soooo much for my beloved reviewer in Chapter 9:
ifa. p. arunda, ia tania, jaejae, niyalaw, s4kur4h4n4, Lovy, danactebh, shin min hyo, upiek, imdying, ajib4ff, banzaianime80, kame chan, homin lover, ri-chan, changmomoMINE, chunsatic729, uchimaki shippi-chan, mun, GaemGyu92, R, afifah. kulkasnyachangmin, yunlicha, Guest
FYI, maybe 2 chapters more this fanfics will end. Mengenai alur serta pairnya, memang nanachan plot untuk tidak tertebak. Kalo udah ketebak, gak seru doong? Dan tentang Yoochun dan Changmin, mereka sama sekali tidak ada hubungan darah!
Terima kasih yang sudah vote, nanachan akan akumulasi hasil voting dari chapter 1 sampai akhir. Sesuai janji, endingnya akan berakhir bahagia untuk hasil voting terbanyak. And these are the voted pair : HoMin/YunJae, ChunJae/YooSu, and YooMin.
Keep reading! Keep voting!
