Return [10]: Kenapa?

Sengoku BASARA © CAPCOM
Return © 406Mea

Warning: OOC, OC (Megohime), sekuel dari Backfire, takutnya mainstream.

DILARANG BACA FF INI SEBELUM BACA FF BACKFIRE!

Tapi terserah sih kalau mau kena spoiler gede-gedean.

Enjoy!

.r.

BEBERAPA minggu berlalu dengan cepat.

Masamune dan Yukimura tetap pada romantisnya mereka, saling mendukung satu sama lain untuk menyingkirkan Megohime. Mereka sama-sama tahu kalau Megohime benar-benar menginginkan Masamune kembali, tapi… apa motifnya? Apa Megohime benar-benar senafsu itu untuk mendapatkannya kembali?

Seharusnya… Megohime bisa melupakannya saja, move on kepada laki-laki lain, misalnya Ieyasu. Laki-laki itu sedang galau, katanya ingin punya pacar.

Beralih ke hubungan Sasuke dan Kojuuro, sampai sekarang Sasuke belum memberitahu apa alasannya mengakhiri hubungannya tiba-tiba. Itu… aneh. Kojuuro pun tidak nyaman dengan hal ini, akhir-akhir ini selalu terlihat murung. Masamune dan Yukimura sendiri maklum sih, Kojuuro belum mendapatkan alasan yang jelas.

Masamune dan Yukimura sebenarnya sudah menanyakan Sasuke alasannya, namun Sasuke selalu menutup diri. Dia pun tidak ingin berbicara dengan Kojuuro lagi.

Sedih… ya, memang sedih. Siapa yang tidak sedih jika ada di posisi Kojuuro? Putus tanpa alasan di saat mereka sedang kencan.

Saat Masamune bertanya kepada Kojuuro bagaimana perasaannya, dia hanya menjawab, "Aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatir." Padahal, Masamune sangat tahu Kojuuro tidak sedang baik-baik saja. Jelas terlihat dari raut wajahnya dan sikapnya belakangan ini.

Hubungan mereka berempat pun langsung merenggang saat itu. Maksudnya, mereka tidak pernah lagi kumpul-kumpul berempat, paling-paling hanya bertiga atau berdua saja. Dan, baik Masamune maupun Yukimura, membenci ini.

Terutama kepada Sasuke, tidak bisakah setidaknya dia berikan alasan?

Kan Masamune dan Yukimura jadi kesal sendiri.

Siang itu, pada jam istirahat, Masamune dan Yukimura memutuskan untuk mempertemukan mereka di perpustakaan. Dengan begitu, mereka tak akan rusuh.

"Bagaimana, Masamune-dono?" Yukimura berkata pelan dalam panggilan teleponnya. "Apakah Katakura-dono mau diajak ke perpustakaan?"

"Dia mau. Kalau begitu, kau bawa Sarutobi ke pojokan perpustakaan saja, yang mejanya menghadap ke dinding. Dengan begitu, dia takkan tahu kalau ada Kojuuro di sana," jawab Masamune, kemudian menghela napas panjang. "Kasihan Kojuuro kalau seperti ini terus."

Yukimura ikut menghela napas. "Oke. Kalau begitu aku langsung bawa Sasuke ke perpustakaan. Nanti aku misscall kalau waktunya pas."

"OK." Dengan itu, Masamune menutup panggilannya.

Yukimura langsung mengajak Sasuke ke perpustakaan. Sasuke, yang notabene sangat mencintai komik, tentu saja langsung setuju. Masih banyak novel di perpustakaan yang belum dia baca. Ah, Sasuke jadi teringat waktu dia ingin mencari informasi dari Masamune dulu, saat dia dan Kojuuro melaksanakan rencana pertama. Di saat itu, Masamune masih memanggilnya "Kresek".

Namun… panggilan itu berganti menjadi Sarutobi kembali karena Masamune dulu tak ingin menyakiti perasaannya, saat Sasuke menyatakan perasaan padanya. Ah, Sasuke jadi teringat masa-masa itu. Masa-masa tak menyenangkan karena harus merasakan cemburu.

Meski begitu, ada Kojuuro yang setia mengomelinya karena terus-terusan terbawa perasaan.

Soal Kojuuro… Sasuke sendiri tidak dapat menjelaskan kepadanya kenapa dia mengakhiri hubungan itu.

Tak lama kemudian, mereka sampai di perpustakaan.

Di dalam, Sasuke langsung rusuh sendiri mencari komik-komik. Yukimura tertawa kecil, kemudian mencari buku sederhana untuk… alibinya. Yukimura tidak benar-benar membaca, dia hanya menunggu Masamune dan Kojuuro datang untuk melaksanakan rencana.

Diam-diam, Yukimura menelepon Masamune, kemudian mematikannya lagi untuk sekedar memberitahu kalau dia sudah ada di perpustakaan. Sekarang, tinggal menunggu Masamune dan Kojuuro datang.

"Hmm…." Yukimura sok sibuk mencari buku. Dia pun mengambil buku berbahasa Inggris, kemudian mengajak Sasuke ke pojokan ruangan, sesuai rencana.

"Kok di pojok? Biasanya aku membaca di sana," protes Sasuke menunjuk meja di tengah ruangan.

Yukimura terkekeh. "Di pojokan lebih dingin, Sasuke! Langsung berhadapan dengan AC. Gerah nih, keringatan."

"Ya sudah kalau begitu." Sasuke mengangkat bahu, kemudian melangkah duluan ke pojok ruangan.

Mereka berdua pun duduk di sana. Sasuke fokus membaca komik, sementara Yukimura membuka lembaran-lembaran buku tersebut asal. Lagipula buku itu berbahasa Inggris. Dia sama sekali tidak mengerti.

"Apa enaknya membaca buku yang tidak kupahami, deh?!" Yukimura jadi kesal sendiri. Ups, ini pura-pura kok, agar Kojuuro dan Sasuke nanti bisa berbicara empat mata saja. "Sasuke, aku ambil buku yang lain dulu, ya."

Sasuke mengangguk tanpa suara.

Yukimura pun meninggalkan Sasuke, pergi ke pintu perpustakaan. Dan ternyata Masamune dan Kojuuro baru saja datang.

Omong-omong, Kojuuro tahu soal ini. Dia sendiri pun harus mendapatkan penjelasan.

"Katakura-dono," panggil Yukimura pelan. "Kau tahu kan, apa yang harus kau lakukan?"

Kojuuro mengangguk. "Doakan ya, semoga sekarang aku mendapatkan jawabannya."

Yukimura dan Masamune mengangguk. "Semangat!"

Kojuuro tersenyum, kemudian mendekati Sasuke—tentu saja Sasuke tidak menyadarinya saking fokusnya dia dengan komik. Masamune dan Yukimura mengintip diam-diam dari balik rak. Sementara Kojuuro… dia sedang membangun keberaniannya, dan mengempaskan harapan besar untuk mendapatkan jawaban agar dia tidak makin "sakit".

"Apa Masamune-dono yakin kali ini akan berhasil?" tanya Yukimura pelan.

Masamune mengangkat bahu. "Who knows?"

Yukimura tidak membalasnya lagi. Dia dan Masamune pun memperhatikan Kojuuro.

Kojuuro melangkah perlahan mendekati Sasuke. Sial, semakin dia mendekati Sasuke, semakin sakit perasaannya. Dia pun akhirnya memutuskan untuk duduk di sebelah Sasuke, kemudian menyentuh bahu Sasuke pelan. Sasuke tidak memberikan respon apa-apa. Mungkin saking fokusnya dengan komik kali, ya.

Kojuuro menghela napasnya.

"Sasuke."

"Hm." Hanya respon itu yang didapat.

"Sasuke, lihat aku."

"Siapa?"

Ini sengaja atau tidak, sih? batin Kojuuro, bingung.

Kojuuro berbisik di telinga Sasuke. "Katakura Kojuuro."

Dua detik kemudian, Sasuke terlunjak saking terkejutnya. Sial, dia benar-benar terlalu fokus.

"Apa lagi sih, Kojuuro?" Sasuke membuang mukanya. "Apa lagi yang kau mau?"

"Aku hanya ingin alasan darimu, Sasuke. Kenapa kau tiba-tiba mengakhiri hubungan kita?"

Sasuke hanya terdiam, kepalanya menunduk. Sasuke tidak ingin ditanyakan seperti ini. Dia tidak suka dipaksa seperti ini. Dia bukannya ingin menggantungkan Kojuuro, tapi masalahnya, dia tidak bisa menceritakan alasannya—apalagi Masamune dan Yukimura berpacaran. Sasuke takut membuat masalah baru.

"Sasuke, aku tahu ada sesuatu yang membuatmu kepikiran. Ada apa sebenarnya? Kau tahu, kau bisa bercerita kepadaku terus terang, tidak perlu sampai putus hubungan…."

Ya. Tapi, Sasuke tidak bisa menceritakannya.

"Aku tidak ingin membicarakannya, Kojuuro." Nada bicara Sasuke berubah kesal. "Aku akan menjawabnya, tapi tidak sekarang. Tidak bisakah kau mengerti perasaanku?!"

"Tidak bisa jugakah kau mengerti perasaanku?" Kojuuro membalikkan pertanyaan itu. "Semakin kau memendamnya, semakin juga kau menderita. Aku tidak memaksamu. Tapi, sebaiknya kau keluarkan segala uneg-unegmu secepatnya. Aku tidak suka kalau kau begini terus."

Setelah itu, Kojuuro pun langsung meninggalkan perpustakaan dengan perasaan campur aduk. Sementara Sasuke hanya terdiam. Perlahan dia menyentuh dadanya—perasaannya juga campur aduk saat ini. Dia tertawa kecil.

"Kojuuro… dari dulu kau tidak pernah berubah."

Masamune dan Yukimura tertegun di balik rak buku sementara tangan Sasuke tercengkram.

"Bagaimana aku bisa memaksakan diri mencintainya? Dia terlalu sempurna untukku… aku tidak pantas mendapatkannya."

Masamune menggertakkan giginya. Kau salah, Sarutobi. Kau pantas mendapatkannya karena dia mencintaimu. Apakah kau sebegitu tak tahu dirinya? Kojuuro selalu mengomelimu karena dia begitu melindungimu. Dia tak mau kau terluka. Ayolah, jangan berakting seperti kau ini tidak ada harganya!

Sementara Yukimura hanya mengernyitkan alis tak percaya. Apa Sasuke benar-benar berpikir seperti itu? Sedangkal itu? SEKLISE ITU? Bukan maksudnya Yukimura tak percaya dengan kakaknya sendiri, tapi… seharusnya Sasuke tidak berpikir seperti itu juga. Yukimura jadi curiga ada apa-apa di balik semua ini. Tidak mungkin Sasuke berpikir seperti ini.

"Kurasa Sasuke menutupi sesuatu," bisik Yukimura pada Masamune. "Masamune-dono, jangan ambil kesimpulan dulu. Kita harus tahu dulu apa yang membuat Sasuke jadi begini."

Masamune menghela napas panjang. "Aku kasihan sama Kojuuro. Masa iya Sarutobi tega seperti itu. Kesal sendiri jadinya."

"Aku mengerti. Tapi, tetap saja kita harus tahu alasannya dulu." Yukimura memperingatkan. "Sebaiknya kita beri dia waktu dulu. Kasihan jika dia selalu didesak seperti itu."

Masamune hanya membalasnya dengan anggukan.

Sementara itu, Yukimura dan Masamune memutuskan untuk kembali ke kegiatannya saat ini—Masamune mengejar Kojuuro sementara Yukimura pura-pura selesai mencari buku baru yang hendak pura-pura dibacanya. Rencana mereka hari ini gagal, namun tak apa. Hanya saja, jangan sampai dibiarkan terlalu lama atau Kojuuro perlahan-lahan akan menderita….

Kojuuro baru pertama kali merasakan patah hati. Rasanya aneh, dan seklise itu. Rasanya dulu dia selalu tidak ingin kalau perasaannya terbawa, tapi, kenapa tiba-tiba jadi seperti ini, ya? Mungkin cinta memang telah meluluhkan hatinya.

"Sasuke!" sapa Yukimura lagi.

Sasuke menatapnya dengan wajah suram. "Kenapa kau tidak datang daritadi? Aku merasa tidak punya perlindungan."

"Oh. Aku melihatmu mengobrol dengan Katakura-dono, dan kupikir memang seharusnya kalian memperbaiki hubungan. Jadi, aku tidak mengganggu kalian." Yukimura tersenyum kecil, kembali duduk di sebelah Sasuke. "Sasuke, maaf selama ini aku, Masamune-dono, dan Katakura-dono selalu memaksamu menjawab. Aku tahu kau punya alasan. Dan aku tahu kau perlu waktu. Jadi, saat kau siap menceritakannya, aku akan setia mendengarkanmu."

Sasuke tertegun.

Sanada Yukimura… adiknya, bisa berbicara seperti itu… seperti bukan dia.

Tanpa disadari, Yukimura memang semakin dewasa, dibandingkan saat dulu Sasuke bertengkar dengan Kojuuro sewaktu di Toyama.

"Tidak mungkin jika masalah itu bukan masalah yang besar! Buktinya kemarin kau menangis dan ditenangkan oleh Katakura-dono! Jujur saja, Sasuke. Aku tidak akan membocorkannya pada siapa-siapa!"

Jauh berbeda, ya? Waktu memang selalu mendewasakan seseorang. Seperti Yukimura, contohnya. Namun, sepertinya hanya Sasuke yang malah semakin kekanak-kanakkan. Tapi, dia sendiri juga mempunyai alasan.

Dan ini bukan waktu yang tepat untuk menceritakannya.

.r.

DI kelas.

"Kojuuro, sorry to say, tapi sepertinya untuk sekarang kau harus kesampingkan permasalahanmu dengan Sarutobi." Masamune menghela napas. "Jangan terlalu dipikirkan, Kojuuro. Bagaimana kalau nilai-nilaimu tur—"

"Aku tidak bisa, Masamune."

Masamune terdiam. Dia sebenarnya sangat mengerti perasaan Kojuuro saat ini, tapi, dia tidak ingin Kojuuro terus-terusan seperti ini. Mau bagaimana pun juga, Kojuuro harus bangkit. Tidak bagus untuk kesehatan fisik dan mentalnya. Lagipula, seharusnya Kojuuro bisa lebih kuat menghadapi ini.

"Dari dulu, dalam suatu masalah, aku tidak pernah mau perasaanku terbawa-bawa." Ucapannya berubah dingin. "Karena, setiap perasaanku terbawa, aku akan hancur."

Seandainya Masamune tahu semua detil tentang rencana Kojuuro dan Sasuke, sampai sekalangkabutnya mereka karena Sasuke mencintai Masamune dan Kojuuro mencintai Yukimura… pasti dia akan mengerti.

SEANDAINYA SAJA Sasuke mendengar ini, pasti dia akan sangat mengerti. Karena memang Sasuke lah yang terus bersamanya sejak Kojuuro mencintai Yukimura.

"Bahkan dapat dikatakan aku lebih melankolis daripada Sasuke, dan semenjijikkan itu." Kojuuro tertawa kecil. "Tapi aku tidak bisa."

Dan Masamune menyadarinya.

Bahwa orang yang keliatannya kuat dan berhati batu pun, bisa hancur seperti ini karena satu kata saja.

"Tapi, kau sendiri yang bilang kalau semakin kau memendamnya, semakin juga kau menderita!" seru Masamune kesal. "Kojuuro, kau harus bangkit!"

"Aku memang bilang begitu," ketus Kojuuro. "Itu karena aku tidak mau terlihat lemah di hadapannya."

Masamune tertawa sarkastik. "Kojuuro, astaga. Sepupuku ternyata sebodoh ini."

"Apanya?" tanya Kojuuro tersinggung.

"Kau penulis 'kan? Kau sering memberi Sasuke saran dan semacamnya 'kan? Kenapa kau tidak bisa menerapkan saran atau motivasi atau apalah itu kepada dirimu sendiri? Kalau kau bisa membuat Sarutobi move on dariku, kenapa kau tidak bisa membuat dirimu sendiri move on dari Sarutobi?"

Kojuuro tertegun.

Dan, pada akhirnya dia menyadari itu.

Bahwa berbicara memang lebih mudah daripada melakukan.

To be continued.

.r.

A/N

DEMI APAPUN MEA MINTA MAAF BANGET INI BARU UPDATE. PADAHAL UDAH SELESAI DARI KAPANTAU, CUMA MALES NULIS BALESAN REVIEW DOANK. TAPI YAUDAH LAH YA, YANG PENTING UDAH UPDATE KAN. Dan rencananya bakal update 2 kali seminggu kayak waktu Backfire nih, Minggu dan Kamis. Doain lancar ya

Puas kan gak ada Mego-nya sama sekali HAHA

Akar konflik selanjutnya sudah datang! Soal Sasu mutusin Koju, itu bukan tanpa alasan ya, itu adalah twist yang mengantarkan para karakter ke konflik utamanya. Penasaran gak nih? XP

Balesan review:

Chacha Rokugatsu: Ya ampun… saking ga pernahnya aku ngetag orang di fb ya :") tapi gatau kenapa aku ngerasa adegan nge-date nya itu aneh. Gak pernah nge-date yang jalan-jalan gitu sih XD Soal Mego, dia sebenernya cuma mau 'meninggalkan kenangan', mirip si Sasuke sama Kojuuro di Backfire chapter 17. Tapi ya gitu ga tepat waktunya. Soal KojuSasu… MWEHE

kuroi gane: Emang! :( Mihak Mego aja, kasihan dia dimusuhin readers mulu dari pertama debut… (Mego: jahat emang semuanya) ngakak parah demi pas yurian sama akihime XDD gak ada soal penyakit kok… mainstream XD
Udeh Mego sama Yuki aja kali yak? Biar impas… JANGAN DEH, MASAMUNE KEHILANGAN 2 2 NYA DONK :(

Shadow0Reader: Meg, mending lu gausah ada lagi di Return ini, kasihan readers pada emosi…
Megohime: "Gak ada yang mihak gw emang, hidup ini kejam!"
Tapi Sasuke bukan cewek XD gila emang si Sasuke, tiba-tiba mutusin gitu aja. Btw aku UN tanggal 2-8 Mei kemaren, alhamdulillah lancar :D

aka-chan: Kojuuro was happy but Sasuke wasn't. He was uncomfortable with Kojuuro…
Yukimura is getting used to these kind of "mego's plan" tho. He will be okay. He has gotten stronger! Well in the next chapter Mego will explain everything. Spoiler just for u and readers ;)

Jo Hikari Yoru Seinaru: OIYA YA. SCENE WAKTU MASAYUKI KAGET GAK ADA XD kasian Kojuuro ya. Soal hubungan mereka ke depan sih… RAHASIA MWEHE :V
Yang pasti buat chapter ini ke depannya gak bakal ada adegan romantis (ya paling dikit ajha) soalnya udah masuk konflik-konflik gede. Liat nanti ya ;)

Asyifa-Mitsune Hanayumi: jangan bilang sekarep mea dong, ngerasa bersalah nih :( gua juga laper pas deskripsiin makanannya. Mana pas ngetik itu lagi pengen-pengennya makan pula :( gakpapa kok wkwkw :v

Thank you all for reading. If you wanna join the series, you can move on to the next chapter, or even follow me to be notified of the future fictions. Good bye!

22 Mei 2017