Uzushiuogakure adalah sebuah desa yang menutup dirinya dari desa desa lain di dunia Shinobi. Mereka hanya membuka ikatan dengan desa kerabat mereka, yakni Konohagakure. Namun hal tersebut berubah ketika seorang Uzukage (pemimpin desa Uzu) muda naik menjabat menjadi yang keempat. Anak muda yang beru berusia 24 tahun tersebut adalah seorang prodigy Uzumaki yang terkenal dengan penguasaan sepuluh Sumi-kyō dan keahlian Fuinjutsu yang hebat. Yondaime Uzukage muda yang memiliki kharisma tinggi, tenang, ramah, baik terhadap semua orang serta dikenal sangat pandai dalam bertarung itu bernama Uzumaki Naruto.
Naiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta memprediksikan kematian seseorang. Naruto yang mengunjungi Negara tersebut pertama kali langsung jatuh hati begitu bertemu dengan sang Ratu dalam sebuah jamuan yang mewah. Pertemuan dua hati yang suci pun terjadi, dengan hidupnya gerbang Saiken yang berada di wilayah barat Uzushiogakure, sang Uzukage pun datang melamar Ratu dari Negara Iblis, dan lamaran tersebut diterima dengan rasa cinta yang besar.
Dua pemimpin menyatu, namun kekuatan keduanya yang besar membuat takut desa desa Shinobi lainnya, dan akan menjadi awal dari sebuah bencana untuk Uzushiogakure..
Uzushiogakure telah hancur, namun sang Uzukage tetap berusaha bangkit demi kebangkitan desa dan cinta sucinya. Uzumaki Naruto secara heroic menaklukkan 5 desa besar, mengumpulkan orang-orangnya dan kembali memeluk istrinya dalam kehangatan.
Kedua pemimpin itu kembali bersatu, dan kekuatan keduanya mengalahkan desa desa Shinobi lainnya, dan menjadi awal dari kebangkitan untuk Uzushiogakure!
Naruto by Masashi Kishimoto
The Uzukage Hiden: Princess from Land of Snow by Doni Ren and Icha Ren
(Based The Uzukage main story)
This Story for Naruto Lovers, and for Anella Gathra
Pairing : NaruShion
Rate : T+
Genre : Adventure, Romance
Warning : Typo, Abal abal, Gajeness, Kacau, Tata Kata Aneh Aneh, OOC, DLL
Normal POV
Strong n Smart!Naru
Older!Naru
Older!Shion
.
.
.
Summary: Shion mendapatkan dua tiket untuk menonton Film The Adventure of Princess Gale secara mengejutkan. Mengajak suaminya, Yondaime Uzukage, keduanya menonton serial Film terfavorit di Negera Api tersebut dengan artis terkenal Fujikaze Yukie. Keduanya tidak tahu akan terbawa konflik Negeri Salju, sebuah negeri yang menantikan musim semi namun tak kunjung datang.
Cerita ini bersetting 1 tahun 5 bulan pasca insiden penghancuran Uzu 17 Oktober lalu.
Chapter 10: Shion
"Hyouton no Haku dari Kirigakure ya?" tanya Gai sedikit memastikan sosok berwajah cantik yang menyelamatkannya dari tusukan tombak es Rouga. Yuki Haku tersenyum dan mengangguk pelan.
"Uzukage-sama telah mengirim pesan kepada kami untuk membantu masalah Yuki no Kuni yang mencapai tahap konflik seperti di Kiri…" Haku mengalihkan pandangannya ke arah Rouga "…Syukurlah kami bisa tepat waktu."
'Aura ini,' Rouga mengatupkan kedua rahangnya rapat-rapat 'Aura dari seorang ninja pembunuh. Aku dapat merasakan kedinginan yang mencekam di sekitarnya!' Rouga memandang sekelilingnya ketika terdengar bunyi seperti air yang membeku menjadi es. Saat dia memandang ke atas, 21 cermin es muncul di sekelilingnya membentuk formasi kubah. Haku yang sudah menggerakkan one-handsealnya tersenyum tipis. Dia sekilas melirik ke arah Gai.
"Keluar dari sini Gai-san. Ini akan menjadi serangan berbahaya…"
"Maaf Haku. Jika bisa bergerak maka aku akan membantumu menghajar orang itu, te-tetapi setelah membuka gerbang ketujuh Hachimon, tu-tubuhku…"
Haku mengerti maksud dari Gai. Dia langsung memutar pedangnya sehingga mata pedang itu menghadap ujung runcing dari tombak es Rouga dan membelahnya menjadi dua. Rouga melompat mundur ke belakang. Dia harus keluar dari cermin-cermin es ini.
"Tidak akan bisa…" Haku melompat mundur ke belakang untuk masuk ke dalam sebuah cermin es di belakangnya. Saat Rouga ingin berlari keluar di antara celah cermin-cermin es, Haku muncul di cermin yang berada di depan Rouga dan melempar lima senbon ke ninja Yukigakure tersebut. Rouga melompat ke kanan untuk menghindarinya. Dia cukup terkejut dengan kemunculan Haku di cermin es tersebut.
"Bagaimana bisa…?" gumam Rouga dengan suara bergetar.
"Selamat datang di dunia cerminku, Hyouton: Makyo Hyousho!" Haku menghilang dari cermin es di depan Rouga dan melompat keluar dari cermin es yang berada di dekat Gai. Dia memanggul Gai dan membawa ninja Konoha itu keluar dari formasi cermin es-nya. Rouga mendecih pelan ketika Haku begitu cepatnya muncul di sebuah cermin yang berada di sisi kanannya.
"Kau kira aku akan kalah dengan teknik menyedihkan seperti ini?!" Rouga menggerakkan segel tangan dan tumpukan salju bekas binatang saljunya bersatu membentuk seekor banteng berukuran besar. Kedua tanduk banteng itu melengkung ke depan. Haku hanya memandang datar Rouga, tidak meremehkan namun tidak memuji juga.
"Hyouton-mu sangat menggelikan…" gumam Haku, yang secara perlahan menutup wajah cantiknya dengan topeng pembunuhnya. Banteng salju Rouga berlari ke arah cermin es Haku dan bermaksud menghancurkan formasi cermin es tersebut dengan tanduknya. Ketika setengah wajah Haku tertutupi topeng pembunuhnya, mata Haku menajam.
"Akan kutunjukkan kepadamu pengguna Kekkai genkai Hyoton sejati!"
Rouga menoleh ke belakang ketika dari cermin es yang menghadap ke arah bantengnya muncul tombak es besar yang berkilat ditimpa cahaya ruangan. Ketika banteng Rouga beberapa langkah lagi akan berhasil menanduk formasi cermin es Haku, tombak es besar itu menghujam tubuh banteng tersebut dan menjadikannya setumpuk salju tak berguna. Rouga menelan ludahnya.
"Nah…" Haku tidak mau berlama-lama lagi. Tiba-tiba di 21 cermin es muncul bayangan Haku, yang semuanya memegang lima senbon pada tangan kanannya. Mata Rouga melebar kaget.
"Aku…"
Rouga tidak terima. Dia bahkan belum merealisasikan keinginannya untuk bertarung dengan Yondaime Uzukage. Dia kalah sebelum beradu tinju dengan Uzumaki Naruto.
"Aku tidak menerima semua ini!" kata Rouga dengan suara setengah kesal.
"Itu kata-kata terakhirmu?" mata Haku menajam di balik topengnya "Sayonara…"
Dan ribuan senbon menghujani tubuh Rouga tanpa ampun.
.
.
.
Blosh Blosh Blosh. Suara tembakan alat penyegel chakra yang keluar dari armor lengan kiri Mizore terus terdengar karena ninja Yuki bertubuh gempal itu menembakkan alat penyegel chakranya kepada Yugito. Dengan kecepatan dan kelincahannya, Yugito berlari mengelilingi ruangan tingkat pertama kastil untuk menghindari tembakan Mizore. Yugito melirik sekilas ke arah Mizore dan memutar tubuhnya menghadap ke depan. Mizore sedang menekan beberapa tombol di armor kirinya.
'Sepertinya alat penembak di lengan kirinya perlu diisi ulang dan hanya bisa menembakkan 5 alat,' Yugito memandang sebuah alat penyegel chakra yang tergeletak di permukaan salju 'Ini kesempatanku untuk serangan balik!'
Yugito melesat cepat mendekati Mizore dengan kecepatan Neko-nya. Mizore menggeram kesal. Peluh keringat membasahi wajahnya, dia menekan tombol-tombol pengisian ulang dengan kasar.
"Sialan, prosedur pengisian alat penyegel chakra di armor ini begitu ribet!" Mizore memandang ke depan. Dia menekan tombol terakhir dan menginjak belakang skateboardnya.
'Aku punya 5 tembakan terakhir, karena jika seranganku meleset semua…' mata Mizore menajam '…Aku akan kalah!'
Mizore melesat ke arah Yugito menggunakan skateboardnya di permukaan salju. Chouza memandang kedua shinobi tersebut. Dia cukup tegang karena keduanya memutuskan memperpendek jarak pertarungan.
'Akan kubuat kau menyesal karena telah berani menantangku!' Mizore mengacungkan lengan kiri berarmornya ke depan, lebih tepatnya ke arah Yugito. Sebuah meriam muncul di punggung lengan kiri armor Mizore. Yugito terlihat lebih waspada.
Blosh! Tembakan pertama…
Yugito melakukan gerakan zig-zag menghindari tembakan tersebut dan kembali berlari ke posisi awal. Mata Mizore melebar kaget.
Blosh! Tembakan kedua…Nii Yugito langsung menundukkan kepalanya dan alat penyegel chakra itu tidak mengenai sasaran.
'Sialan!' batin Mizore. Dia kesal dan marah.
Blosh! Tembakan ketiga…saat Yugito berlari sambi mengelakkan tubuhnya miring ke kanan, Mizore langsung melakukan tembakan keempat. Double Shoot, yang dilakukan secara beruntun.
Tash! Alat penyegel chakra keempat terpental ke arah kanan Yugito ketika tangan kanannya yang dilapisi chakra biru bercorak hitam Nibi mementalkan alat tersebut. Mata Mizore melebar. Yugito 10 langkah lagi berada di depannya.
"Aaaah, sialaaaaaan!" Mizore menembakkan alat penyegel chakra terakhir ke arah perut Yugito. Ninja Yuki itu langsung menggerakkan segel tangan sehingga dua armor tangannya dilapisi aura pekat keunguan. Skateboardnya sedikit membelok ke kanan.
Swuush…alat penyegel chakra itu hanya melewati pipi kanan Yugito. Ninja Kumo itu melirik cepat alat penyegel chakra tersebut. Secara slowmotion iris gelap Yugito terlihat memperhatikan alat penyegel itu.
Grep!
Menggunakan chakra Nibi yang berwarna biru bercorak hitam, Yugito menangkap alat penyegel chakra yang melewati pipi kanannya dan melemparnya ke arah Mizore. Tentu saja Mizore tidak menyangka alat penyegel chakra yang ditembaknya, berbalik melesat ke arahnya. Kecepatan lemparan Yugito pada alat penyegel chakra itu tidak bisa dihindari Mizore, ninja gempal itu terkena alat penyegel chakra di perutnya sehingga aura keunguan di kedua armor lengannya menghilang. Mizore terjatuh dari skateboardnya dan berguling-guling di atas permukaan salju.
"Ada kata-kata terakhir?" tanya Yugito sambil membungkukkan tubuhnya dan mengangkat tangan kanannya yang dilapisi chakra biru bercorak hitam dalam jumlah cukup besar.
"Ko-konoyaro…" kata Mizore dengan tubuh bergetar. Yugito menghela napas perlahan.
"Itu kata-kata terakhir yang buruk," Yugito mengibaskan tangan kanannya yang dilapisi chakra Matatabi ke arah Mizore tanpa ampun "NEKO CLAW!"
DHUARRRHH! Asap keputihan dan hamburan salju menjadi saksi kemenangan telak sang Jinchuuriki Nibi.
.
.
.
Utakata memandang Asuma yang terlihat kelelahan dalam pertarungannya melawan Fubuki di tingkatan kedua kastil ini. Utakata teringat Tamago-nya di Kiri, dan dia melewatkan acara makan masakan Hotarou demi memenuhi permintaan dari Yondaime Uzukage. Siapa yang ingin menolak permintaan tolong dari Uzukage terkuat sepanjang sejarah Uzushiogakure? Utakata tentu saja akan menjawab "Tidak. Aku lebih suka merasakan sejuknya Kiri daripada dinginnya Yuki no Kuni…"
Tetapi dirinya dipaksa oleh Haku dan Yugito karena mereka mendedikasikan diri sebagai Trio Pengawal Yondaime Uzukage…JULUKAN MENGGELIKAN MACAM APA ITU?!
'Oke, cukup untuk isi hatiku…saatnya memenuhi pesanan Naruto-san dan aku akan memakan masakan Hotarou secepatnya jika cepat menyelesaikan masalah di sini.' Bagus Utakata, kau akhirnya sedikit mengerti situasi. Pemuda dengan mata tajam dan rambut kecoklatan yang menutupi wajah kirinya itu segera meniup gelembungnya dan menggerakkan segel tangan. Fubuki yang terbang di atas kepalanya hanya mengernyitkan kening.
"Suiton: Mizurappa!" Utakata memegang pipa gelembung di tangan kanannya dan menyemburkan air deras dari mulutnya mengenai gelembung-gelembung yang telah ia terbangkan. Gelembung-gelembung tersebut pecah. Air semburan Utakata melesat ke arah Fubuki, membuat Kunoichi itu terbang ke kiri dan ke kanan menghindari serangan air Utakata.
"Jangan bercanda! Serangan rendahan seperti itu tidak akan pernah bisa menyentuhku!" Fubuki melesat turun mendekati Utakata sambil menggerakkan segel tangan. Utakata tersenyum. Gelembungnya yang pecah tadi berisi gas asam dari Saiken yang ia gabungan dengan teknik tiupan gelembungnya. Mata Fubuki melebar dan dia terbatuk-batuk akibat menghirup gas beracun tersebut. Terbangnya oleng ke kanan dan Utakata segera menyambutnya dengan sigap. Jinchuuriki Rokubi itu segera melompat di atas tubuh Fubuki.
Duakh! Tumit kaki kanan Utakata menghantam rusuk kiri Fubuki. Mata Fubuki melebar kesakitan. Dia berputar dan memegang kaki kanan Utakata saat mereka melesat jatuh ke bawah.
"Masih bisa!" Utakata menghantam wajah Fubuki dengan tumit kirinya. Pegangan tangan Fubuki pada kaki kanan Utakata terlepas. Utakata langsung menghantam 5 kali perut Fubuki dengan tumit kanan-tumit kirinya secara bergantian. Tubuh Fubuki jatuh ke lantai basah ruangan tingkat kedua kastil sehingga menimbulkan keretakan di sana. Saat Utakata berputar ke depan untuk melesatkan serangan terakhir tendangan tumit kanannya, Fubuki menyilangkan kedua tangannya di depan wajah untuk menahan tendangan tumit berbahaya tersebut.
Dhuaarrhhh! Seperti yang dipikirkan Fubuki, tumit kanan Utakata menargetkan perutnya, namun kedua lengan Fubuki yang disilangkan berhasil menahan serangan tumit tersebut.
"Heh," Utakata melompat salto belakang dan menggerakkan segel tangan lalu meniup pipa gelembungnya. Saat Fubuki ingin bangkit dari posisi menyedihkannya, gelembung besar melingkupi seluruh tubuhnya dan mengurungnya, sehingga tubuh Fubuki melayang ke atas karena gelembung tersebut.
"Ketika aku menjetikkan jari, maka gelembung yang berisi cairan ledakan itu akan meledak…"
Keringat dingin mengalir di pipi Fubuki mendengar penjelasan Utakata,
"…Termasuk orang di dalamnya…" Utakata menutup matanya dan menjetikkan jari kanannya dengan tenang. Fubuki berteriak di dalam gelembung Utakata, namun teriakannya tak terdengar.
BLAAARRHH! Hanya itu yang terdengar di tingkat kedua kastil tersebut, disertai armor-armor besi yang jatuh ke lantai dihiasi darah dan menimbulkan bunyi besi berdenting.
.
.
.
Kekalahan para penjaga kastil diakibatkan dua hal. Yang pertama runtuhnya dua menara depan dan hancurnya gerbang depan. Yang kedua adalah serangan dari dalam yang dilakukan para tawanan penjara bawah tanah. Para tawanan membunuh para pasukan Dotou dengan sadis. Beberapa dari mereka membawa sebagian penjaga kastil untuk disiksa di ruangan torture penjara Yuki no Kuni.
"TOLOOONG! TOLOOONG AKUUU! JANGAN LAKUKAN ITU KEPADAKUUU!" seorang penjaga diseret ke dalam kastil oleh para tawanan yang tertawa gila. Penjaga-penjaga itu menuai apa yang mereka taburkan, akhirnya kastil Yuki no Kuni berhasil jatuh ke tangan para pejuang setia Kazahana Sotetsu.
Sandayuu terduduk di depan gerbang kastil yang hancur dan kobaran-kobaran api pertarungan yang terlihat sendu di malam buram tersebut. Sandayuu memandang ke arah Nouda yang diikat di depan gerbang bersama penjaga-penjaga kastil yang masih hidup. Sandayuu menutup matanya. Ketika ada sentakan kecil untuk menyuruhnya mencari Koyuki, dia teringat bahwa ninja-ninja Konoha dan Yondaime Uzukage ada di dalam kastil.
'Saya percayakan Koyuki-sama kepada anda semua…' batin Sandayuu.
Para warga ibukota memandang tak percaya ke arah kastil megah Yuki no Kuni. Kastil yang dikatakan tak akan pernah ditembus walaupun oleh seekor semutpun itu akhirnya terbakar hebat, runtuh dan menjadi puing-puing bangunan yang menggelikan. Para warga pendukung Dotou tahu bahwa rezim Dotou telah hancur berantakan. Mata mereka memandang ke arah kastil seperti memandang ketiadaan hampa yang benar-benar kosong dan menyedihkan.
Bunyi beberapa pedang yang jatuh ke tanah bersalju terdengar di sana, menandakan para pengawas ibukota sudah menyerah dengan apa yang terjadi. Beberapa dari mereka jatuh berlutut dan tidak dapat menerima kejadian luar biasa ini, namun bukti sudah menunjukkan bahwa para pejuang berhasil mengalahkan mereka.
Drraarrhhh…beberapa batu dari menara depan-kanan kastil jatuh ke bawah. Suatu pemandangan yang memastikan kepada para pendukung Dotou bahwa kastil Yuki no Kuni telah jatuh.
Melupakan sejenak pemikiran para pendukung Dotou yang putus asa, di belakang kastil megah itu berdiri empat manusia dalam situasi penuh ketegangan. Dotou menodongkan kunainya ke leher Koyuki yang ketakutan, Obito menggeram marah namun ragu-ragu bertindak, sedangkan Yondaime Uzukage hanya menampilkan senyuman misteriusnya, entah mengejek atau murni tersenyum. Di tengah keempatnya berdiri tegak meja dengan lubang hexagonal, meja yang menjadi kunci terbukanya "Harta Karun" Negeri Salju. Sesuatu yang diinginkan Dotou dari dulu sejak dia menggulingkan pemerintahan abangnya.
"Bi-bisa kita bicarakan baik-baik?" tanya Obito dengan suara sedikit gugup. Kunai itu semakin mendekati leher putih Koyuki. Bagian tajamnya perlahan-lahan menekan kulit sang putri.
"Jangan berbicara seperti itu…" Naruto sedikit sweatdropped dengan kata-kata Obito "Berikan dia kalungnya, nyawa Koyuki-hime lebih penting daripada harta itu," Naruto melirik ke belakang, ke arah kastil yang terbakar hebat. Kebakarannya bukan hanya di tingkat dua lagi, namun di tingkat pertama dan ketiga. Kobaran api paling besar terlihat di depan kastil.
"Lagipula kastil yang ia banggakan sudah musnah." Kata sang Uzukage dengan nada sedikit dingin.
"Heh…bicarakan saja seenaknya, Uzukage keparat! Ketika aku mendapatkan harta karun Yuki no Kuni…akan kujadikan desamu seperti kastil itu-"
"Jangan pernah membicarakan masalah desaku!" Naruto memandang Dotou dengan mata membulat horror. Koyuki bahkan merinding melihat ekspresi wajah sang Uzukage seperti hantu yang ingin memenggal korbannya "Mungkin kau akan tahu bagaimana sakitnya hal tersebut ketika aku menusukmu berulang-ulang kali dengan senjataku…"
"Kau begitu sensitif ketika membahas masalah Uzu ya, Uzukage-sama? Khekhekhe…" setetes keringat jatuh dari dagu Dotou. Dia mengumpat di dalam hati. Bisa-bisanya Yondaime Uzukage membuatnya takut.
"Jadi bagaimana dengan kesepakatan kita?" Dotou semakin menekan kunainya ke kulit Koyuki. Dia harus fokus ke tujuan utamanya, yakni mendapatkan Kristal hexagonal asli. Naruto melirik ke arah Obito dan memberikan pandangan tajam namun disertai kepercayaan. Obito memandang mata biru sang Uzukage. Safir biru Naruto mengingatkan Obito akan langit cerah tanpa awan.
"Baiklah…" Obito memandang Dotou dan mengeluarkan kalung Kristal Hexagonal dari kantong celananya. Obito memutuskan percaya kepada kata-kata Naruto "Ini adalah kalung yang asli. Namun saat pertukaran terjadi, ketika aku melempar kalung ini maka kau harus mendorong Koyuki-sama ke arah kami. Jika kau tidak menyetujuinya makan aku tak akan menyerahkan benda ini kepadamu."
"Nak, kemampuan transaksimu boleh juga…" Dotou memandang tajam kalung itu di tangan Obito "Tetapi aku perlu memastikan kalau itu yang asli. Jika tidak-"
"Lakukan saja!" Naruto memotong perkataan Dotou dengan suara dingin. Dotou memandang tajam sang Uzukage.
"Jangan harap kau bisa mengintimidasiku, Uzumaki Naruto…walaupun kau diberitakan berhasil mempercundangi 5 Kage dari 5 desa besar, tetapi aku bukan mereka…aku lebih kuat daripada mereka…"
Naruto menganggukkan kepalanya. Dotou masih bicara dengan suara bergetar sedikit marah,
"Lagipula nyawa Koyuki berada di tanganku…jika kalian melakukan tindakan bodoh, lehernya ini akan langsung kupenggal sekarang!"
"K-kau mengancam kami?!" Obito menajamkan pandangannya. Sharingannya terlihat seperti titik darah di kelopak matanya. Naruto menghela napasnya dan menoleh ke arah Obito dengan wajah sedikit memelas.
"Lempar saja kalung itu kepadanya, Obito…"
"T-tetapi Uzukage-sama-"
"Percayalah kepadaku."
Lagi-lagi sang Uzukage mengatakan hal tersebut. Obito menutup matanya dan mempertimbangkan hal tersebut. Tiba-tiba Naruto kembali berbicara dan membuat Obito berpikir dua kali.
"Aku sudah menjadi cheetah."
Cheetah? Apa artinya? Obito membuka matanya dan memandang Naruto yang tersenyum ke arahnya. Tiba-tiba Obito menyadari sesuatu dan Naruto juga tahu bahwa Uchiha itu akhirnya menyadari kemauan dari sang Uzukage, atau lebih tepatnya taktik dari sang Uzukage.
"Baiklah…" Obito memandang sejenak kalung itu kemudian melemparnya kepada Dotou. Pemimpin Yuki no Kuni itu menangkapnya dengan tangan kirinya yang bebas dan sedetik kemudian Naruto muncul di hadapannya sambil memegang tangan kanannya yang menodongkan kunai ke leher Koyuki. Mata Koyuki melebar kaget. Naruto begitu cepat muncul di hadapannya.
"Kau, bagaimana?!" Dotou memandang kalung yang dipegang tangan kirinya. Ada tanda Fuin di sana. Napas Dotou tertahan ketika Naruto menarik tangan kanan Dotou menjauhi leher Koyuki dan menyuruh sang putri lari.
"Cepat, Koyuki!"
Koyuki berlari menjauhi Dotou, terjatuh, lalu bangkit dan langsung disambut Obito. Dotou menggeram marah dan menarik Naruto ke arahnya lalu menghujam perut sang Uzukage dengan tangan kirinya. Mata Naruto membulat dan dia langsung jatuh berlutut. Saat lutut kanan Dotou mengarah ke arah wajahnya, Naruto memiringkan kepalanya sehingga lutut itu hanya mengenai angin. Dotou langsung melempar sang Uzukage ke atas, kemudian menggerakkan segel tangan.
"Yami Ryuu!" kata Dotou, dan sebuah bayangan hitam berbentuk seperti naga serta bermata merah melesat ke atas untuk menghantam tubuh sang Uzukage. Naruto melempar pisau lipat di tangan kanannya ke samping Dotou dan muncul dengan kilatan cahaya di sana.
Duakh! Dotou menghajar wajah sang Uzukage dengan tangan kirinya. Sepertinya Dotou telah memperkirakan pergerakan sang Uzukage. Naruto terpental beberapa kali ke belakang dan punggungnya menabrak salah satu dari 5 cermin melengkung di sana. Dotou terkekeh pelan dan mencabut pisau lipat itu dari tanah.
Siing! Naruto muncul di hadapan Dotou dengan seringaian tipis serta darah yang mengalir di sudut bibirnya. Uzukage keempat muncul di sana karena fuin di pisau lipat tersebut. Sang Uzukage memukul dagu Dotou sehingga pemimpin Yuki no Kuni itu mundur dua langkah dan pegangannya terhadap pisau lipat sang Uzukage melemah.
"Itu adalah hadiah dari Shodaime Uzukage-sama," Naruto merebut pisau itu dari tangan Dotou dan menendang dagu pemimpin Yuki itu dengan kaki kanannya. Dotou terpental ke belakang dan tubuhnya menghantam meja berlubang hexagonal dan berguling-guling di dekat meja tersebut. Sang Uzukage memutar pisau lipat Shodaime Uzukage di tangan kanannya sambil tangan kirinya mengelap darah yang ada di sudut bibir.
"Kau tidak cocok memegangnya kawan…" kata Naruto dengan suara tenang. Obito memandang dua ninja tersebut. Mau itu Dotou ataupun Yondaime Uzukage tetap mempertahankan tatapan pertarungan mereka, hanya saja Yondaime Uzukage lebih terlihat tenang walaupun napasnya juga terengah-engah.
"Hehehehe…aku percaya bahwa Rouga seimbang denganmu," Dotou mundur perlahan mendekati meja berlubang hexagonal dan sedikit terhuyung. Tentu saja kepalanya sedikit pusing akibat pukulan uppercut dan tendangan ke dagu sang Uzukage. Tangan kanan Dotou memegang sudut meja hitam tersebut untuk menahan beban tubuhnya. Dia masih bisa tertawa walaupun keadaannya terlihat lebih payah daripada sang Uzukage.
"Hehehehe…heh…heh…aku…aku belum serius, Uzumaki Naruto."
"Aku juga." Jawab Naruto cepat. Kedua rahang Dotou terkatup rapat dan matanya memandang Naruto seperti segumpal daging yang ingin ia bakar. Kalau perlu dicincang. Namun Dotou lebih memikirkan tujuan utamanya…
"Aku…keh…aku akan…aku akan mendapatkan harta karun itu!" Dotou mengangkat kalung hexagonal di tangan kirinya dengan wajah senang. Matanya melebar. Dia terkejut, namun bukan karena fuin Hikari Sunshin di sana, namun karena kalung itu palsu.
"APA MAKSUDNYA INI?!" Dotou memandang murka Obito "KAU MEMBERIKANKU KALUNG PALSU! SEBANYAK APA SIH KALIAN MENUKARNYA DENGAN YANG ASLI?!"
Obito tentu saja kebingungan. Dia mendapatkan kalung itu dari Asuma. Kalau mau simpel, tanya saja Asuma…namun Obito memikirkan lebih lanjut, kemungkinan Asuma sudah mempersiapkannya dan memberikan Obito kalung yang palsu sebagai rencana cadangan jika Dotou menggunakan Koyuki-hime sebagai penawar kalung Kristal Hexagonal tersebut.
"KAU MEMBERIKAN SOUVENIR IMITASI KALUNG YANG BANYAK DIJUAL DI PASAR DERMAGA YUKI NO KUNI!" Danzo melempar kalung palsu itu ke tanah bersalju dan menginjaknya dengan penuh amarah, amarah yang sampai ke ubun-ubunnya. Obito dan Koyuki langsung memandang Naruto yang tertawa dengan nada tertahan. Benar-benar jenis tawa orang jahat yang menahan tawanya sejak dari tadi.
"Heh…hemh…heheheh…" Naruto memegang keningnya sehingga sebagian wajahnya tertutupi telapak tangan kanannya "Heheheh…" Naruto menurunkan tangan kanannya dan memandang tajam Dotou. Pemimpin Yuki itu memandang sang Uzukage dengan tatapan kesal.
"Kau…" Dotou maju selangkah dan memandang Naruto penuh kebuasan "KAU YANG MENUKARNYA, UZUMAKI NARUTO?!"
"Ya…" Naruto memiringkan kepalanya "Itu memang souvenir yang kubeli di pasar dermaga bersama Chouza-san saat pertama kali kami sampai di Negeri ini."
Masih ingat?
Flashback in Chapter 3
"Untuk seukuran dermaga dari sebuah Negara, ini benar-benar terlihat sepi…" Naruto yang berjalan-jalan di pasar dermaga bersama Chouza memandang sekelilingnya dengan tatapan menyelidik "Bahkan untuk membantu mengikat kapal di tiang dermaga saja hanya ada dua orang dari dermaga. Lihat pasar di sini…" Naruto memandang hanya tiga toko saja yang buka "Benar-benar tidak bisa dibilang pasar."
"Menurut anda pasar itu harus ramai, Uzukage-sama? Maaf pertanyaan saya jika membuat hati anda tersinggung."
Naruto tertawa pelan. Mereka berhenti di salah satu toko yang tidak tutup, toko souvenir khas Yuki no Kuni.
"Pasar dikatakan pasar karena keramaiannya. Masih banyak tempat jualan tidak dinamakan dengan pasar, Chouza-san…pasar juga memiliki ciri khas identik dengan gaya ekonomisnya," Naruto memilihkalung imitasi berbentuk hexagonal Kristal "Pasar juga identik dengan keributan. Coba saja dengar kata-kata seseorang di suatu ruangan. Ehem…ketika dia mengatakan "Ruangan ini kok ribut seperti pasar ya?", dalam pikiranmu apa?"
"Seribut itukah tempat bernama pasar tersebut?" Chouza memilih gantungan kunci berbentuk donat putih. Naruto menyarankan pemimpin Klan Akimichi itu memilih kalung yang sama dengan dirinya, namun Chouza menolak dan tetap ingin membeli gantungan kunci donat putih tersebut.
Flashback End
Ciri khas dari Uzumaki Naruto. Jika saja Shion tahu kelicikan suaminya, maka dia pasti akan menerjang kepala merah jabrik itu sekarang. Namun tentu saja, salah satu faktor kenapa Uzumaki Naruto ditakuti oleh 5 Kage saat pengangkatannya menjadi Yondaime Uzukage di usia yang masih muda adalah taktik-nya. Sebagai seorang prodigy Uzumaki, Naruto tentu saja sangat memasteri Fuinjutsu khas Uzumaki, tetapi salah satu faktor yang membuat dia dijuluki Uzukage terbaik sepanjang sejarah Uzu adalah persiapan rencananya.
Dotou perlu mencatat itu di sejarah hidupnya. Ya kalau dia masih bisa mencatatnya setelah bertarung dengan Yondaime Uzukage.
"Ka-kapan kau menukarnya, Naruto?!" tanya Koyuki, tak kalah kagetnya. Setelah tahu kalungnya ditukar (oleh Asuma), tentu saja terjadi pertukaran dua kali itu adalah sesuatu yang mengejutkan. Naruto memandang Dotou dan mengangkat kalung asli dengan Kristal hexagonal dari balik jaket hitamnya. Dotou memandang tajam kalung yang diangkat tangan kanan Naruto.
'Itu memang yang asli…' batin Dotou.
"Saat serangan kereta api Dotou, ketika sebuah kunai melesat ke arah Asuma dan aku menangkisnya," Naruto menghela napas perlahan "Asuma cukup ceroboh menyimpan benda penting ini. Sebagai ninja, aku juga diajarkan bagaimana caranya mencuri tanpa ketahuan…yah walaupun itu dilarang sebagai seorang Uzukage."
"Anda memang menyebalkan." Komen Obito. Jujur.
Flashback Chapter 4
Asuma mengangkat kuat pedang chakranya sehingga daya tekan kunai ninja Yuki itu berkurang. Asuma melakukan tendangan putar menuju pipi kanan ninja Yuki tersebut lalu melesatkan tendangan kaki kanan ke atas, menuju dagu ninja Yuki itu hingga dia terpental ke atas. Ninja Yuki itu tergeletak ke tanah bersalju dengan mata tanpa pupil serta mulut menganga lebar. Asuma sedikit terengah-engah. Dua kunai melesat ke arahnya tanpa aba-aba. Mata Asuma melebar kaget.
Trang!
Dua kunai itu tertancap di sekitar Asuma. Dia memandang sosok yang berdiri di hadapannya dengan wajah tenang tanpa emosi.
"Uzukage-sama…"
Flashback End
Dotou menundukkan kepalanya. Tidak ada jalan lain. Dia mengangkat kepalanya dan menggerakkan segel tangan. Pakaian kebesarannya terkoyak saat armor yang dipakainya mengkompres semua chakra di tubuhnya menjadi intensitas chakra penuh kekuatan. Kristal berbentuk bola di tengah dada Dotou bersinar terang berwarna kemerahan dan aura kehitaman muncul di sekitar Dotou. Naruto dapat melihat pembuluh darah di sekitar leher dan wajah Dotou timbul akibat tekanan chakra yang tinggi. Sang Uzukage memasukkan kalung asli milik Koyuki ke saku jaketnya dan memasang kuda-kuda. Dia tahu Dotou akan memiliki kecepatan serangan yang mengerikan dan kekuatan yang hebat. Armor ninja yang dipakainya bukan armor sembarangan. Armor berwarna dominan hitam dan biru gelap itu terlihat berbeda dari armor tiga ninja setia dari Yukigakure.
"Hayaide, tolong ya…" kata Naruto di dalam mindscapenya.
"Kita tidak membutuhkan Goriko?" tanya Hayaide, sedikit menyarankan juga.
"Maksudmu menggabungkan kekuatan dan kecepatan?"
Hayaide mengangguk. Naruto memandang Dotou yang berteriak kencang. Salju di sekitar kaki pemimpin Yuki itu terbang dan berputar cepat mengelilingi Dotou. Mata Obito melebar. Dia harus membantu Yondaime Uzukage mengalahkan penjahat kelas berat dari Yuki tersebut.
"Maaf Hayaide, aku ingin menyimpan chakra lebih untuk malam pertama dengan istriku. 10 ronde kalau bisa…" Naruto terkekeh pelan melihat wajah sweatdropped Hayaide.
"Shion-sama akan membunuhmu 100 kali jika mendengarnya, Uzukage-sama…"
Naruto mengangguk dan tersenyum tulus. Dia melirik ke arah Obito yang berlari ke arahnya dengan Sharingan menyala. Naruto tahu Obito ingin membantunya.
"Jangan bertanya lagi, Uzukage-sama…anda pasti tahu bahwa saya ingin membantumu mengalahkan Dotou!" Obito berdiri di samping Naruto dan mengacungkan kunainya. Tak ada kegentaran di pandangan Obito. Yang terpenting Koyuki sudah aman dan kalung itu juga aman. Naruto melirik ke arah Koyuki dan tersenyum tipis.
"Masih berpegang teguh pada keragu-raguan anda, Koyuki-sama?" tanya Naruto. Koyuki tersentak kaget. Dia menundukkan kepalanya dan berpikir lebih dalam. Semua yang ia alami. Semua perkataan Naruto, perkataan Shion, perkataan Obito hingga tindakan Obito yang pantang menyerah karena keyakinannya. Bahkan Obito sekarang berdiri di depannya karena berhasil lolos dari penjara tersebut karena keyakinannya. Naruto juga sudah menetapkan janjinya, karena keyakinan pemimpin keempat Uzu itu juga.
"Jika kau masih ragu…" Naruto memegang salah satu pisau lipat Shodaime di tangan kanannya. Ready for Fight "…Akan kami buktikan dengan mengalahkan orang gila kekuasaan di sana."
Mata Koyuki melebar. Obito juga. Uchiha itu mengerti dan berterima kasih di dalam hati karena Naruto mempersilahkannya berduet untuk mengalahkan Dotou.
"Salah," Naruto menggaruk belakang kepala jabriknya "Akan kita buktikan bahwa dengan keyakinan, sehebat apapun kepemimpinan Kazahana Dotou," Naruto tersenyum tipis "Kazahana Koyuki pasti bisa menjadi pemimpin sah Yuki no Kuni!"
Mata Koyuki melebar. Kata "Kita" sudah menjadi arti penting bagi dirinya. Yondaime Uzukage memasukkan dirinya sebagai salah satu sosok yang mampu mengalahkan Dotou walau hanya menggunakan keyakinan. Tiada kata yang tepat selain kata terima kasih dari Koyuki untuk sang Uzukage. Pandangannya tertuju ke arah Dotou yang sedang menggerakkan segel tangan. Tiap gerakan segel tangan tersebut diikuti pergerakan aura hitam di sekujur tubuhnya.
"Obito…tidak ada rencana dalam duet kita kali ini," Naruto menggaruk belakang kepalanya dan tersenyum kikuk "Kita kalahkan Dotou, dan kita jangan sampai tewas di tangannya. Hanya itu saja."
"Hanya itu saja?" ulang Obito tidak percaya. Ayolah…Yondaime Uzukage selalu dikenal dengan strategi bertarungnya yang penuh kecerdikan.
Naruto mengangguk. Dotou mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan dan langsung menembakkan dua bayangan hitam berbentuk naga ke arah dua ninja tersebut, disertai teriakan kencang.
"Yami Ryuu!"
"KALIAN BERDUA,"
Naruto dan Obito memandang sekilas sang putri negeri salju yang berteriak kepada mereka.
"MAJULAAAAH!"
"INI TITAH DARI SANG PUTRI," Naruto melesat maju dengan kecepatan tinggi. Obito memandang gerakan dua naga itu dengan Sharingannya. Dia belum dapat memperkirakan pergerakan selanjutnya dari dua bayangan tersebut.
"MAKA AKAN KAMI TERUSKAN!" kata Naruto yang melompat ke atas menghindari sabetan bayangan naga, kemudian berputar ke depan di udara dan berpijak tenang di tanah bersalju tersebut. Seekor bayangan naga melesat dari atas dan menyerang sang Uzukage dengan hantaman kepala yang keras. Kepulan asap putih muncul, namun Naruto keluar dari asap tersebut dengan gerakan salto ke kanan tanpa luka sedikitpun.
'Dia cepat…' Dotou mengarahkan tangan kanannya ke arah Naruto dan bayangan naga hitamnya membelok menyerang Naruto dan ingin melilit sang Uzukage. Obito melirik ke kanan, bayangan naga tersisa menyerangnya dari sisi kanan. Obito melompat salto belakang tiga kali untuk menghindari terkaman bayangan naga tersebut.
Dhaarhh!
Naruto mundur terseret ke belakang ketika bayangan naga Dotou hanya melilit angin kosong dan menimbulkan ledakan. Sang Uzukage memandang Obito yang masih dapat menghindari serangan naga tersebut karena Sharingannya. Naruto memandang kembali ke depan ketika bayangan naga hitam itu menyerangnya dari depan, sejajar dengan perutnya.
"Upps.." Naruto melakukan setengah kayang sehingga bayangan naga hitam itu melewati wajahnya. Sang Uzukage berguling ke kiri lalu berlari cepat mendekati Dotou. Kecepatan akibat penggunaan Hayaide memang luar biasa membantu.
"Kita tidak bisa menghindar terus," Hayaide berdehem pelan dalam mindscape Naruto "Lakukan serangan balasan."
"Ingatkan aku memasukkan gula saat istriku menghidangkan teh panas nantinya, Hayaide."
"Permintaan macam apa itu? Kita sedang tidak membahas makan malam!"
Naruto tertawa pelan dan berada 5 langkah lagi dari Dotou. Urat-urat di kening Dotou muncul karena tidak dapat menahan emosinya. Yondaime Uzukage memang cepat. Naruto melebarkan jarak kedua kakinya dan melesatkan pukulan tangan kirinya ke dada tengah Dotou.
Tidak terjadi apa-apa.
"Apa ini? Kau sebut itu pukulan, Yondaime Uzukage?"
Naruto mengangkat kepalanya dan memandang dingin wajah mengejek Dotou "Temanku sudah menunggu…"
Mata Dotou melebar ketika merasakan tubuhnya tidak dapat digerakkan. 5 rantai muncul dari kepalan tangan kiri Naruto. Penyegelan gerakan yang berbahaya. Naruto melompat mundur ke belakang dan berdiri di samping Obito yang sudah menggerakkan segel tangan untuk jutsu Katon. Dua bayangan naga hitam Dotou juga sudah menghilang.
"Katon," Obito menyemburkan api mendatar ke rantai Yondaime Uzukage yang berada di dekat kepalan tangannya "Ryuuka no Jutsu!"
Broooarrhhh! Api itu menyulut rantai tersebut dan menyatu ke 5 rantai yang mengikat Dotou untuk membakar adik Sotetsu tersebut karena berada di tengah ikatan rantai. Gabungan antara Fuinjutsu: Jigoku no Yotai dan Katon: Ryuuka no Jutsu menghasilkan teknik kombinasi sederhana yang menakjubkan. Naruto memandang tajam ke depan. Iris birunya memantulkan bayangan hitam Dotou yang terikat rantai dan terselimuti api.
'Ber-berhasil kah?' batin Koyuki dengan jantung berdebar.
"Dia bergerak!" Obito menunjuk ke arah Dotou dengan wajah kaget. Pemimpin Yuki no Kuni itu memutuskan ikatan rantai terbakar Naruto dan keluar dari kobaran api dengan tubuh tak sedikitpun terbakar. Armor Dotou bahkan terlihat mengkilat diterpa sinar rembulan. Naruto memandang aura kegelapan yang menyelimuti Dotou, sepertinya aura itu-lah yang melindungi pria berbadan besar tersebut dari kobaran api Obito.
"Butuh seratus tahun bagi kalian untuk mengalahkanku jika memakai jutsu seperti itu!" Dotou berlari mendekati Naruto dan Obito dengan kecepatan tinggi. Mata Koyuki melebar kaget ketika Dotou berada di depan Naruto dan melakukan tendangan samping kanan ke pipi kiri sang Uzukage. Naruto menahan tendangan itu menggunakan lengan kirinya.
Krek…Naruto dapat mendengar tulang lengan kirinya retak. Sang Uzukage terpental ke samping kanan dan berguling-guling di tanah bersalju tanpa daya. Obito memandang kaget kejadian itu dan lehernya langsung dicekik Dotou penuh kemarahan.
"Aku akan mematahkan lehermu terlebih dahulu…" Dotou menyeringai tipis ketika melihat wajah Obito tampak kesulitan bernapas. Dotou semakin tinggi mengangkat cekikannya hingga kaki Obito terjuntai di udara. Sebuah pisau lipat melesat di dekat rusuk kiri Dotou. Secara slowmotion Dotou melihat pisau tersebut dan tahu siapa yang akan muncul di sisi kirinya.
"Kau sudah ketah-"
"Fuinjutsu: Jesucha Teishi!"
Naruto berdiri di sisi kiri Dotou dengan tangan yang sudah selesai merapal handseal. Jesucha Teishi, salah satu Fuinjutsu favorit Yondaime Uzukage. Fuinjutsu jarak dekat yang menyegel gerakan lawan dalam lingkaran fuin berhasil Naruto terapkan pada Dotou. Tubuh Dotou tak bergerak, hanya getaran dari tubuhnya yang berusaha melepas diri dari fuin tersebut.
Mata Naruto sedikit menajam ketika aura kegelapan menyelimuti tubuh Dotou dengan cepat, bola Kristal di tengah dada armor Dotou bersinar kemerahan pekat.
Naruto dengan cepat memegang kedua lengan Obito dan melepas cekikan Dotou dari leher Uchiha tersebut. Saat keduanya melompat menjauhi Dotou, segel Jesucha Teishi Dotou pecah dan luapan aura kehitaman meluber ke segala arah, dimana Dotou yang berdiri di tengah aura kehitaman tersebut mengepalkan kedua tangannya sangat kuat dan berteriak penuh amarah. Salju di sekitarnya bertebaran ke segala arah. Koyuki menutup mulutnya, adik ayahnya benar-benar memiliki kekuatan yang mengerikan.
"Kau memang mampu mengalahkan 5 Kage, Uzukage keempat…" Dotou menyeringai penuh kesombongan "TETAPI LEVELKU DENGAN LEVELMU SANGAT JAUH BERBEDA!"
Siingg! Dotou muncul di antara Naruto dan Obito lalu menendang rusuk kiri Obito sehingga Uchiha itu terpental ke kanan sangat jauh dan tertelungkup beberapa meter dari posisi awalnya dengan wajah kesakitan. Naruto sempat menundukkan kepalanya ketika Dotou melesatkan kaki kanannya ke arah kepala sang Uzukage. Naruto berguling cepat ke depan dan melempar pisau lipatnya ke arah sisi kanan Dotou. Ketika tangan Dotou ingin menghantam Uzukage di sisi kirinya, sang Uzukage muncul di sisi kanan Dotou sambil mencabut pisau lipatnya dengan tenang.
'Sunshin cahayanya begitu menyebalkan, apalagi gerakannya sangat cepat!' Dotou melirik ke kanan ketika Naruto mengarahkan pisau lipat ke dada armornya, lebih tepat ke arah Kristal. Dia segera menghantam leher sang Uzukage dengan sikut kanannya, membuat pegangan Naruto pada pisau lipat terlepas dan sang Uzukage mundur 3 langkah ke belakang sambil terbatuk-batuk serta memegang lehernya yang agak kesakitan.
"HYAAAAAH!" Dotou berputar menghadap Naruto dan melesatkan pukulan tangan kirinya ke kepala sang Uzukage. TRAK! Kekkai bola biru yang melindungi Naruto retak. Mata Dotou melebar. Dia melirik ke arah kedua tangan Naruto. Kedua tangan itu baru selesai merapal segel tangan. Bahkan saat kesakitan sang Uzukage masih mampu berpikir untuk menggerakkan segel tangan agar bisa membuat jutsu yang melindungi dirinya dari serangan cepat.
"MASIH BELUUUM!" Dotou menghantam kekkai bola biru dari Fuinjutsu: Boru no Kokubo itu menggunakan tinjuan tangan kanannya. Hasilnya kekkai Naruto pecah. Saat sang Uzukage ingin melompat menghindar ke belakang, tangan kiri Dotou menarik kaki kiri sang Uzukage dan menghempaskannya ke tanah bersalju. Koyuki memandang takut bahwa Uzukage keempat sepertinya terpojokkan oleh pamannya. Obito yang masih memegang rusuk kirinya memandang cemas ke arah pertarungan dua manusia tersebut. Obito berusaha memandang wajah Naruto dari kejauhan. Saat dia memfokuskan pandangannya, Obito dapat melihat ketenangan wajah sang Uzukage walaupun Dotou berdiri superior di atas tubuh pemimpin keempat Uzu tersebut.
"Kau benar-benar sialan!" Dotou mengambil Kristal hexagonal asli di saku jaket hitam Naruto dengan kasar. Dia mengangkat Kristal hexagonal itu di depan wajahnya dan memandangnya dengan nafsu. Dotou menyeringai. Ini adalah Kristal yang asli…dengan Kristal ini, harta karun Yuki no Kuni akan menjadi miliknya.
Nafsu, keserakahan dan ketamakan adalah salah satu sifat ketidakpuasan manusia…Dotou memandang Yondaime Uzukage dengan tatapan liar. Dia mengarahkan telapak tangan kirinya yang bebas ke wajah tampan Naruto. Di telapak tangan itu terkumpul aura kehitaman yang menandakan bahwa Dotou akan menembakkan aura kehitaman itu ke wajah sang Uzukage untuk menyelesaikannya dalam satu serangan. Serangan yang menjadikan Uzumaki Naruto tinggal sejarah.
"Aku akan membantu istrimu dalam mengerjakan proses pemakamanmu. Izinkan aku menuliskan namamu di batu nisan, Yondaim Uzukage…"
Naruto terkekeh pelan. Tidak ada raut ketakutan di wajahnya. Dotou mendengus pelan dan berharap itu hanya gertakan sambal sang Uzukage kepadanya. Dengan sekali gerakan, aura kehitaman melesat ke arah wajah sang Uzukage dan meledak hebat di sana. Koyuki ternganga. Hamburan salju dan asap keputihan malam itu menjadi saksi kematian dari sang Uzukage keempat. Saat asap di sekitar Dotou menghilang, tidak ada tubuh itu di sana.
"Maafkan aku tidak memberitahumu soal rencana aslinya, Obito…" Naruto berdiri di samping Obito dan mengambil sesuatu dari kantong penyimpan senjata ninja Konoha tersebut. Obito memandang kaget sang Uzukage yang berdiri di sampingnya sambil melempar-lempar pisau lipat yang diambil dari kantong penyimpan senjatanya.
"Se-sejak kapan anda menaruh pisau lipat kedua anda di kantong penyimpan senjata saya, Uzukage-sama?" tanya Obito dengan suara sedikit serak. Naruto tersenyum tipis.
"Sejak kau berkata ingin membantuku dan aku mengatakan tidak ada rencana. Maaf Obito, selain diajari bagaimana cara ninja mencuri, aku juga diajari bagaimana cara ninja meletakkan alat penyadap di tubuh lawannya. Teknik itu kuterapkan kepadamu dan pisau lipat ini…" Naruto menghunuskan pisau lipatnya ke arah Dotou. Jelas ada tanda fuin di sana. Tangan kanan Naruto memegang pisau lipat satunya. Kini sang Uzukage sudah bersiap dengan gaya bertarung menggunakan kedua pisau lipatnya.
"Anda memang menyebalkan…" komen Obito. Jujur. Naruto tersenyum dan memandang Koyuki dengan penuh ketenangan. Kedua iris Koyuki bergetar takjub. Yondaime Uzukage tidak pernah berubah atas keyakinannya. Yondaime Uzukage ingin menunjukkan keyakinan kepada dirinya.
"Heh…mengalahkanmu memang sulit," Dotou mengangkat Kristal hexagonal itu di depan wajahnya dengan gerakan angkuh "Tetapi Kristal ini berhasil kudapatkan. Ini membuktikan level kita berbeda, Uzumaki Naruto!"
Dotou berjalan menuju meja hitam dengan lubang hexagonal di tengah-tengahnya. Pemimpin Yuki no Kuni itu memasukkan Kristal tersebut ke dalam lubang yang berbentuk sama dan mundur dua langkah. Dia tertawa jahat dan melebarkan kedua tangannya, seperti orang yang menunggu datangnya wahyu dari langit kepada dirinya.
"HUAHAHAHAHAHA, DATANGLAH HARTA KARUNKU, DATANGLAH….DATANGLAAAH!"
Mata Dotou melebar ketika merasakan getaran hebat di bawahnya. Dia terhuyung-huyung ketika guncangan kuat terjadi di tanah yang berada di bawahnya. Naruto berlutut dengan menumpu lutut kanannya di tanah dan memandang datar ke arah rembulan. Getaran hebat itu berhenti dan terdengar bunyi seperti mesin generator. Tiba-tiba bulan di atas langit bersinar lebih terang, bukan karena keajaiban ataupun getaran hebat itu pertanda bulan yang bersinar buram di Yuki no Kuni akan menjadi lebih cerah, namun salju yang turun di sana berhenti sehingga cahaya bulan bisa lebih leluasa menyinari Negeri salju itu tanpa ada hambatan dan gangguan dari butiran salju.
"Pa-panas?" Obito memandang sekelilingnya. Dia tidak demam. Yang ia rasakan bahwa suhu di sekitarnya menjadi lebih hangat.
"Ini adalah…" Naruto memandang rembulan yang menyinari salah satu cermin di belakang kastil. Cermin itu memantulkan cahaya bulan ke cermin lainnya dan cermin lainnya memantulkan cahaya itu ke cermin lain sehingga 5 cermin raksasa melengkung itu bersinar dan memusatkan cahayanya di tengah cermin, menampilkan hologram yang sedikit kabur. Secara cepat, bunga-bunga yang biasanya muncul di musim semi bermekaran di belakang kastil dan salju perlahan-lahan mencair karena perubahan suhu yang mulai naik menjadi hangat. Para penjaga dan pejuang yang bertarung di depan kastil berhenti karena melihat banyak sekali pohon-pohon yang memunculkan daunnya. Semua penduduk ibukota Yuki no Kuni keluar dari rumah mereka ketika merasakan kehangatan di luar rumah. Semuanya memandang ke sekeliling dengan perasaan takjub, kebingungan, sekaligus bersyukur…
"Ini adalah…" Sandayuu memandang haru ke sekelilingnya "…Musim semi!"
"A-apa-apaan ini?! Apa yang sebenarnya terjadi di sini?!" Dotou memandang sekelilingnya dengan tatapan tidak percaya. Naruto memandang datar Dotou. Dotou yang kalut. Dotou yang kebingungan. Dotou yang tidak terima.
'Jadi kristal hexagonal itu adalah kunci untuk menghidupkan mesin generator raksasa yang ada di bawah negeri ini. Generator raksasa ini membuat panas yang terkonduksi ke seluruh permukaan tanah Yuki no Kuni sehingga salju-salju di tanah mencair sehingga panas terdistribusi ke seluruh negeri salju. Suhu yang berada dalam jangkauan untuk pemekaran bunga-bunga serta pertumbuhan tanaman lainnya menjadikan negeri ini didatangi oleh musim semi…' Naruto memandang sekitarnya dengan wajah tenang '…Sotetsu-sama, ini adalah harta karun yang terbaik untuk anak anda.'
Tiba-tiba terdengar suara Koyuki kecil yang menggema di seluruh ibukota kastil Yuki no Kuni, yang terdengar oleh para penjaga dan pejuang, para pengawas ibukota hingga para penduduk ibukota Yuki. Semua ninja Yukigakure memandang ke arah belakang kastil. Semuanya..semua mata tertuju ke sana. Ke arah hologram yang menampilkan Koyuki dan ayahnya, Kazahana Sotetsu, sedang berbicara di dalam kamar yang memiliki 5 cermin di sekeliling mereka.
"Ayah…ayah…apa aku terlihat cantik?"
"Hahahaha, kau memang cantik sayang. Kau adalah bunga yang mekar paling indah di Negeri kita…"
Koyuki kecil menggembungkan pipinya. Sotetsu mengelus kepala putrinya.
"Kenapa kau cemberut?"
"Ayah bercanda. Mana mungkin ada bunga yang mekar di Yuki no Kuni. Bunga kan hanya muncul di musim semi, sedangkan negeri kita tidak pernah merasakan yang namanya musim semi."
"Hahahaha…" Sotetsu kembali tertawa "…Kalau boleh bermimpi dan ingin mimpi itu menjadi kenyataan. Hm, apakah kau ingin bermimpi bahwa Yuki no Kuni bisa dihampiri musim semi, Koyuki?"
Koyuki kecil mengangguk penuh semangat "Mmh..dan aku ingin sekali melihat bunga-bunga apa saja yang ada di sana, ayah."
Sang ayah kembali tertawa. Dia menyejajarkan wajahnya dengan wajah Koyuki sehingga wajah Sotetsu terlihat di hologram besar tersebut. Wajah seorang pemimpin yang bijak dan baik, dengan kacamata bulat yang sederhana membingkai matanya.
"Koyuki…nanti saat besar kau ingin menjadi apa?"
"Aku ingin menjadi putri yang cantik, ayah…"
"Hahaha…kau memang cantik. Saat besar nanti kau akan menjadi putri yang memimpin Negeri Salju dengan kebijaksanaan dan kecantikanmu."
Entah kenapa, air mata mulai mengalir dari kedua mata Koyuki dewasa yang menonton memori penuh kenangan tersebut. Air matanya yang ia rasa sudah kering dan lenyap, tiba-tiba muncul karena melihat pembicaraan sederhana antara dirinya dan sang ayah. Koyuki tidak perlu obat tetes mata lagi. Hatinya yang menjadi batu kini pecah dan mengeluarkan air-air ketulusan dari jiwanya. Semua yang Koyuki rasakan juga dirasakan oleh para pejuang setia Sotetsu, bahkan para penjaga kastil yang mengkhianati Sotetsu menundukkan kepala. Mereka terlihat malu, menyesal dan semua perasaan bersalah menyatu di hati mereka. Begitu pula para Ninja Yukigakure. Beberapa warga ibukota yang masih setia kepada Sotetsu menangis terisak-isak. Malam itu semakin terasa indah ketika Koyuki memanggil ayahnya kembali di hologram besar tersebut.
"Ayah?"
"Hm…ada apa?"
"Aku juga memiliki keinginan yang lain selain menjadi seorang putri,"
"Hm? Apa itu?"
Koyuki terisak. Dia menangis tersedu-sedu. Bersamaan, dengan suara bergetar dia mengucapkan kalimat yang sama dengan yang diucapkan Koyuki kecil di hologram tersebut. Kalimat yang berhasil ia realisasikan saat dirinya dewasa.
"Aku juga ingin menjadi seorang artis!"
Naruto selesai menggerakkan segel tangan dan kilatan cahaya kebiruan muncul di tangan kanannya. Kicauan seribu burung mengiringi jutsu elemen petir tersebut. Mata biru Naruto memandang Dotou yang terperangah dengan adegan mengharukan di hologram tersebut.
Tak! Pisau lipat kanan sang Uzukage muncul di hadapan Dotou. Mata Dotou melebar ketika Naruto muncul di hadapannya dengan Chidori yang dihiasi 7 warna pelangi dari cahaya rembulan. Cahaya kebiruan itu tercampur dengan cahaya warna-warni yang dibaluti kilatan listrik. Terlambat bagi Dotou untuk menghindar.
"CHIDORI!"
TREK! Kristal Dotou retak. Naruto memandang tajam Kristal tersebut. Benar-benar berbeda. Bahkan Chidori hanya mampu meretakkannya saja. Dotou menghantam perut Naruto dengan tangan kanannya sehingga sang Uzukage terpental ke belakang. Saat melesat di udara, Naruto mengumpulkan konsentris chakra di telapak tangan kirinya dan dalam satu titik sehingga di telapak tangan kirinya berkumpul chakra yang dihiasi warna 7 pelangi yang indah. Obito dan Koyuki memandang takjub jutsu yang lagi-lagi dikeluarkan Naruto bahkan saat dirinya terpental di udara. Dotou yang memandang jutsu 'berbahaya' dari sang Uzukage segera memandang pisau lipat di dekat tubuhnya dan segera ingin membuang pisau lipat itu menjauhi dirinya.
Duakh! Dotou menendang pisau lipat itu ke kanan sehingga pisau lipat sang Uzukage berputar-putar di udara menjauhi Dotou. Namun pisau lipat yang satunya sudah tertancap di sisi kiri Dotou.
Jangan lupakan Yondaime Uzukage punya dua pisau lipat warisan dari Shodaime Uzukage.
"Ra," Dotou melirik ke kirinya ketika jutsu bola spiral chakra yang dihiasi pelangi 7 warna menghantam Kristal di tengah dadanya "RASENGAAAN!"
TRASSSHHHH! Kristal yang sudah retak itu pecah. Naruto yang muncul di sisi kiri Dotou dengan Sunshin cahayanya menghancurkan Kristal itu dalam satu kali serangan Rasengan. Dotou terpental berputar ke belakang dan tubuhnya menghantam salah satu cermin hingga melekat beberapa detik di sana. Perlahan-lahan tubuhnya jatuh ke bawah disertai beberapa pecahan kaca cermin yang ikutan jatuh ke bawah. Dotou sudah kalah. Dan dia sudah menjadi sampah setelah merasa hebat katena telah menggulingkan pemerintahan abangnya.
Naruto muncul dengan Hikari Sunshin di dekat pisau yang ditendang Dotou lalu memasukkan pisau lipat itu ke saku jaketnya. Dia kemudian muncul dengan sunshin cahaya di pisau lipat yang menjadi media serangan Rasengannya tadi. Sang Uzukage berjalan mendekati Dotou dengan tangan kanan yang menggenggam pisau lipat itu penuh ketenangan.
"Berakhir sudah…" Naruto memandang Dotou yang terengah-engah dengan mata sayu kesakitan. Dotou yang tertelungkup di tanah memandang penuh amarah kepada sang Uzukage.
"K-kenapa kau begitu ikut campur urusan negeri ini, Yon-Yondaime Uzukage?"
Pertanyaan penasaran dari Dotou hanya dijawab dengan singkat oleh Naruto. Dia mendekatkan pisau lipat di tangan kanannya ke leher pemimpin Yuki no Kuni tersebut.
"Karena aku benci tipe pemimpin sepertimu."
Dotou terkekeh pelan, walaupun kekehannya terdengar menyedihkan.
"Kau pikir dirimu sudah hebat sebagai seorang pemimpin. Kehancuran negerimu seperti sajak-sajak kemunafikan yang menggelikan. Angkara murka yang menyedihkan. Kau lebih rendah daripadaku dalam sistem kepemimpinanmu, Uzumaki Naruto…heheheh…heheheh…bahkan,"
Mata Naruto menajam. Dotou memandang penuh ejekan ke arah Naruto, seperti ingin menunjukkan kepada Uzukage keempat bahwa dirinya masih menang…
"Bahkan kau tak tahu bahwa aku sudah bekerja sama dengan seseorang."
"…"
"Kau tak bisa bertanya?! Apa kau kaget? Apa kau kaget Uzukage sialan?!" Dotou mengatupkan kedua rahangnya sangat rapat. Dia mengangkat kepalanya lebih tinggi untuk menantang sang Uzukage dengan segala kekerasan hatinya.
"Tujuanku memang mencuri Kristal hexagonal itu untuk mendapatkan harta karun yang disembunyikan oleh Sotetsu. Untuk memuluskan tujuanku, aku juga akan mendapatkan senjata-senjata Uzukage jika berhasil membunuh dirimu!"
"Apa maksudmu?" kini suara Naruto terdengar khawatir.
"Ohok! Heheheh…jangan memasang wajah seperti itu, sialan! Hahaha…ohok! OHOK! Di saat, di saat kau bertarung denganku untuk menyelamatkan Koyuki, di saat yang sama temanku dari Sunagakure pasti sudah menangkap istrimu yang tidak bersamamu sekarang. Kau memang diberi dua pilihan, selalu dekat istrimu untuk menjaganya atau menyelamatkan Koyuki dan tidak membawa Shion karena akan sangat membahayakan sang Ratu…kau, kau memilih yang kedua! Akhirnya kau selalu dijauhkan dari kebaikan Kami-sama, Uzukage keempat. Kyuubi di dalam tubuh istrimu akan menjadi milik Sunagakure-"
Crasshhh!
Naruto bangkit berdiri setelah membuat luka robek di setengah leher Dotou menggunakan pisau lipatnya. Dia memandang datar Dotou yang terlihat kesusahan menarik napas. Darah mengucur deras dari luka di lehernya. Sang Uzukage sengaja tidak langsung membunuh pemimpin Yuki tersebut.
"Kh…kh..Kau…Ka..lah. Kau…telah…kalah…" kata Dotou, dengan darah yang mengalir dari luka di leher dan juga sudut bibirnya. Mata Dotou melebar, Yondaime Uzukage menyeringai sadis dan menghilang dalam balutan cahaya emas yang elegan.
.
.
.
Shion sedang meniup coklat panasnya dengan wajah innoncent. Dia memandang ke jendela bar yang tidak lagi dituruni salju. Shion juga merasa malam ini lebih panas daripada malam-malam sebelumnya. Apa suhu di Yuki no Kuni sedikit naik karena pengaruh bulan? Shion menggelengkan kepala. Sang Ratu kini mengenakan gaun yang ia pakai saat dirinya dan Yondaime Uzukage menonton Film Princess Gale di Hi no Kuni, sesuai permintaan aneh suaminya. Dia memandang Ro-san yang penuh semangat mengelap gelas cawan menggunakan kain putih kebanggaannya.
"S-Shion-sama, boleh saya duduk di dekat anda?"
Shion menoleh sedikit ke belakang. Pak Sutradara Makino tersenyum kikuk sambil menggoyang-goyangkan speaker di tangan kirinya. Shion tidak punya masalah serius jika menolak sang sutradara, Ratu Negeri Iblis menganggukkan kepala dan sang sutradara langsung duduk di depan Ratu dengan langkah-langkah semangat.
"Ada apa, Pak Sutradara?" tanya Shion. Tetap datar tak beremosi.
"Tidak. Saya hanya ingin mendiskusikan soal film ini kepada anda. Bagaimana menurut anda? Apakah film ini perlu diputar dengan adegan yang benar-benar kami rekam atau kita reka ulang menjadi scene baru. Kami juga tak menyangka bahwa Fujikaze Yukie adalah putri negeri ini."
"Setiap orang punya rahasia…" kata Shion, yang kemudian meniup coklat panasnya dengan wajah lucu. Menyebutkan kata rahasia membuat sang Ratu teringat suaminya.
"Menurut saya film ini dibuat dengan adegan yang telah banyak anda rekam saat kita berada di negeri ini. Lagipula Yuki no Kuni punya kelas tersendiri sebagai sebuah negeri." Shion menopang dagunya perlahan "Anda adalah sutradara yang terkenal akan sifat ngototnya, kenapa menanyakan hal yang membuat sifat ngotot anda itu sedikit terbuang?"
Pak Sutradara Makino tertawa pelan. Dia menggoyangkan speakernya tiga kali ke atas dan ke bawah di tangan kirinya. Mata Shion sedikit melebar melihat goyangan speaker tersebut. Itu seperti sebuah…tanda.
"Pak Makino, sepertinya saya perlu ke atas sebentar,"
Pak Makino memegang lengan kanan sang Ratu yang sudah berdiri dari kursinya. Ro menghentikan kegiatan mengelap gelas cawannya dan memandang kebingungan gelagat dari dua orang yang ada di depannya.
Mata Pak Sutradara terlihat menajam di balik kacamata hitamnya.
Bersamaan, dua orang kru menemukan Pak Sutradara Makino asli di hutan dekat terowongan kereta api (tempat Dotou menyerang pertama kali) dalam keadaan menggigil hampir mati dan kedua tangan terikat di sebuah pohon. Kedua kru film sedang mengelilingi Yuki no Kuni untuk mencari spots bagus sehingga scene terakhir dari Film Ketiga Princess Gale bisa memperlihatkan lokasi terbaik di Negeri Salju tersebut.
Kembali ke Bar Shiro Yuki,
Trassshhh! Kaca-kaca jendela bar pecah dan lima belas ninja Suna melewati kaca dengan cepat. Seorang shinobi Suna melempar sebuah kunai ke tengah dada Ro-san sehingga pria botak itu terjengkang ke belakang dan tergeletak di lantai bar, belakang meja bartendernya, dengan cucuran darah dari tengah dadanya.
"Ro-san?!" Shion memanggil takut nama pria tersebut. Beberapa kru film yang ada di tingkat dua bar turun karena mendengar keributan. Pilihan mereka salah, para ninja Suna dengan cepat menghabisi mereka tanpa tersisa. Para kru film jatuh bergelimpangan di tangga bar dan di lantai-lantai bar. Shion seperti memandang apa yang ia pandang saat insiden kehancuran Uzu setahun lebih yang lalu. Darah, mayat dan tawa orang jahat. Sang ratu memandang Pak Sutradara yang menyeringai dan menarik kulit wajahnya penuh horror.
"Yondaime Uzukage telah meninggalkan anda, Shion-sama…" seorang shinobi Suna berkepala plontos dengan luka horizontal dari pipi kiri hingga hidungnya menyeringai "Sekarang dia akan kembali kehilangan istrinya!" Hoichi mendorong tubuh Shion sehingga sang Ratu menghantam sisi depan meja bartender dan gaunnya tersingkap, memperlihatkan paha mulus sang ratu. Hoichi, nama ninja Suna botak tersebut, menelan ludahnya. Dia tersenyum sadis.
"Setelah aku mengambil Kyuubi di dalam tubuhmu, mungkin tubuhmu boleh dicicipi juga," Hoichi menggoyangkan speaker jingganya ke atas dan ke bawah dengan santai, seorang ninja Suna berjalan cepat mendekati pemimpin mereka untuk memberikan kecapi kepada ninja Suna berkepala plontos tersebut.
"Uzumaki Naruto akan menyesal telah meninggalkanmu dan lebih memilih menyelamatkan Kazahana Koyuki, hahahahaha! Cerita ini akan menjadi Happy Ending untuk Koyuki, namun Sad Ending untuk kalian berdua! HAHAHAHAHAHA-"
"Hentikan tawamu atau kujadikan kepalamu sebagai penghias di singgasana Uzukage-ku…"
Benar saja. Tawa Hoichi berhenti.
Semua ninja Suna terperangah tak percaya. Mulut mereka menganga seperti orang bodoh.
"Satu millimeter saja kau sentuh kulit istriku," Naruto yang muncul dengan Sunshin Cahaya elegannya di depan sang Ratu memutar pisau lipat di tangan kanannya dengan tatapan penuh intimidasi "Maka akan kurentangkan kulit tubuhmu di jalanan hingga 1 kilometer!"
Lebay memang. Itulah yang Shion batini, tetapi…
Naruto menyeringai tipis.
'Kalian telah memilih lawan yang salah…' batin sang Ratu ketika mata biru Naruto berkilat begitu bersemangat.
Sang Ratu menatap tanda fuin di bagian bawah gaunnya. Inilah alasan Naruto menyuruhnya memakai gaun tersebut. Gaun yang ia pakai saat menonton Film Princess Gale di Hi no Kuni. Gaun yang sudah di Mark oleh Fuin Hikari Sunshin sang Uzukage sehingga Pemimpin Uzu itu bisa berteleport di dekatnya kapan saja.
"Naruto…" Shion berdiri di belakang suaminya, reflek dia memegang jaket belakang Naruto dengan gaya yang lucu. Naruto tidak melirik istrinya, namun sang Uzukage hanya berdehem pelan.
"Tidak ada bayaran untuk penyelamatanmu. Kau sudah memperkirakan kejadian ini kan?" Shion bertanya dengan mata khawatir "Apakah kau menunggu momen yang tepat, yakni menyingkapnya setelah menyelamatkan Koyuki dan Negerinya?"
Naruto mengangguk. Dia memandang para kru film yang tergeletak di lantai dan tangga menuju lantai dua, dihiasi darah dan erangan kesakitan. Naruto memegang kepalanya dengan tangan kanan karena merasakan bagian tubuhnya tersebut berdenyut kesakitan. Memandang para kru film dan ceceran darah mereka membuat Uzumaki Naruto teringat puing-puing kehancuran desanya dulu.
"Maafkan aku sedikit terlambat, Shion. Dotou bukan tipe orang yang bisa dikalahkan dengan mudah."
"Owwhh…jadi si Dotou telah kalah ya?" Hoichi terkekeh pelan "Anda memang cocok dengan julukan yang orang-orang berikan kepada anda, Uzukage-sama….tetapi, dari mana anda tahu bahwa saya menyamar menjadi Pak Sutradara?"
"Kau kidal." Jawab Naruto singkat. Mata Hoichi melebar.
"Kau pasti telah mempelajari latar belakang dan kesukaan Makino sebelum menyamar menjadi dirinya. Hanya sayang kau kurang tahu kebiasaan Pak Makino," Naruto memandang speaker jingga yang dipegang tangan kiri Hoichi "Pak Sutradara Makino selalu mengoceh sambil memegang speaker jingganya dengan tangan kanan, bukan tangan kiri."
"Sejak kapan anda menyadarinya, Uzukage-sama?" tanya Hoichi, dengan setetes keringat mengalir di pelipis kirinya.
Flashback Chapter 4
"Siaaaaal! Aku terlambaaat!"
Semua memandang ke arah datangnya suara. Pak Makino bersama kru film Princess Gale yang menaiki dua traktor salju langsung turun dan berlari mendekati areal pertarungan. Pak Makino memukul-mukulkan speaker jingga di tangan kirinya dengan wajah kesal. Asuma, Obito, Chouza, Sandayuu serta pasukan 54 penjaga kastil Yuki no Kuni tertawa terbahak-bahak. Yondaime Uzukage dan Shion hanya tersenyum tipis.
Flashback End
"Dalam pembicaraanku dengan Pak Makino, dia selalu memegang speaker jingga itu di tangan kanannya, namun saat kau datang menyamar menjadi dirinya setelah kami bertarung dengan Dotou di depan terowongan kereta api, Pak Makino atau dirimu memegang speaker itu di tangan kiri," Naruto memandang kecapi yang disodorkan salah satu ninja Suna kepada ninja botak itu "Boleh kutebak kalau kau bermain kecapi dengan tangan kiri?"
Hoichi melempar speaker itu ke arah wajah Yondaime Uzukage namun dengan mudah sang Uzukage menepisnya ke kanan dengan tangan kirinya. Hoichi langsung membunyikan kecapinya dengan wajah dipenuhi semangat.
"SESUAI GELARMU, SANG PRODIGY UZUMAKI, KAU BENAR-BENAR MENGESANKAN YONDAIME UZUKAGE!" Hoichi menyeringai "Benar…aku adalah kidal. Aku memetikkan kecapi ini dengan tangan kiriku!"
Naruto tersenyum tipis.
Hoichi Vs Naruto! Pertarungan akhir dan pengungkapan rahasia sebenarnya dari kunjungan ke Negeri Salju ini!
TBC
AN:
Mohon maaf atas keterlambatannya gan. ane akhir-akhir ini disibukkan dengan tugas dari bos sehingga untuk mengetik chapter ini menjadi sangat lambat. Ditambah karena chapter ini mengungkapkan sebagian besar rahasai TU HIDEN: Princess From Land of Snow yang telah ane konsep sebelumnya.
Pada saat Chapter 4 sebenarnya ane berharap ada yang nanya "Apakah Pak Makino ditulis memegang speaker jingga di tangan kirinya adalah Typo?" tetapi tidak ada yang menanyakannya sehingga ane tetap menyimpan rapat rahasia itu. Bagi Readers yang menanyakan siapkah parasit di pihak pejuang Sotetsu sendiri, Hoichi yang menyamarlah yang menjadi biang keroknya.
Untuk Question and Answersnya kita tunda dulu chapter ini, karena masih banyak tugas yang ane harus ketik.
Oh ya, selamat Hari Kartini dan semoga wanita-wanita pecinta FFn tetap Berjaya di dunia Ffn hehehehe…
Chapter depan, Chapter terakhir fic ini dengan judul sang actor utama penuh tipu muslihat dan karakter tak tertebak,
Next Chapter, Chapter 11: Uzumaki Naruto!
Akan ane ungkap, rahasia di TU HIDEN ini, dan jika Readers jeli dan tahu gaya penulisan ane, Readers bisa menebak alur dari TU HIDEN ini.
Salam Hormat dan mohon reviewnya,
Tertanda. Doni Ren
