Pertama-tama, terima kasih kepada yang sudah mau mereview, fav, dan follow. Terima kasih banyak, ya!

I am sorry for the long update. LutfiyaR tidak punya inspirasi, jadinya melanjutkan chapter 1.

~o~o~o~

Disclaimer : I do not own Kuroko No Basuke and Katekyo Hitman Reborn

~o~o~o~

Seluruh anggota Kiseki No Sedai benar-benar menyebalkan. Mukuro baru bertemu satu dari mereka dan dia sudah diyakinkan dengan pernyataan itu.

Dan fakta bahwa Sasagawa Ryohei telah menculik Lambo juga tidak membantu.

Setelah acara makan steak untuk merayakan kemenangan mereka melawan tim Ryohei (yang akan berubah jadi neraka kalau saja Mukuro tidak menghilangkan steaknya dengan trik sulap ilusi), Lambo dengan kemampuan menghilangnya membuat mereka mencarinya kemana-mana.

Mukuro tidak peduli Ryohei adalah seorang petinju. Dia akan menghabisi mereka berdua tanpa ampun.

"Tapi, biar aku beritau satu hal. Jika alasan Lambo bermain basket berubah karena Mukuro-"

Mukuro yang hendak mendekati keduanya, berhenti melangkah begitu mendengar namanya disebut.

"Suata saat kau dan Mukuro akan berpisah."

Sasagawa Ryohei yang biasanya berisik dan suka berteriak ekstrem itu sedang berbicara dengan suara pelan dan penuh keseriusan.

"Aku merasa suatu saat, kemampuannya akan setingkat dengan Kiseki No Sedai dan mulai berpisah dengan timnya. Pada saat itu Mukuro pasti juga akan berubah dari yang sekarang, kan?"

Sasagawa sedang memperingatkan Lambo dengan kata-katanya yang menyakitkan dan bocah sapi itu hanya terdiam menatapnya.

Mukuro tidak suka ini. Dia akan terus bermain basket bersama Lambo dan yang lainnya.

~o~o~o~

Alis Mukuro berkedut. Dari seluruh tempat makan yang ada kenapa mereka harus disini?

"Tidak kusangka kita bertemu secepat ini! Aku senang to the extreme! Kenapa kalian tidak segera mulai memesan?"

"Jangan berisik, Idiot!"

"Bakadera, jangan keluarkan dinamitmu disini!"

Mukuro duduk di sebelah Gokudera Hayato, di depannya Lambo dan Sasagawa Ryohei sedang sibuk beradu argumen. Dia merasa teman Gokudera sengaja membuat mereka duduk di satu meja seperti ini.

Tapi, tak butuh waktu lama bagi anggota Kiseki No Sedai untuk terlibat dalam perbincangan yang serius.

Mukuro memutar mata, merasa bosan dengan pembicaraan mereka.

"Kufufu... Kalian semua benar-benar aneh. Tidak perlu memikirkannya dalam-dalam. Kita bermain basket karena itu menyenangkan."

"Kaulah yang aneh, Rambut Nanas."

Karena inilah Mukuro tidak menyukai Gokudera Hayato. Dia selalu berkata 'Melempar bola basket sama mudahnya dengan melempar dinamit.' dan mengejek lawannya.

Mukuro bahkan tidak tau apa hubungannya dinamit dengan bola basket. Tapi, lemparannya sungguh mengagumkan. Anggota Kiseki No Sedai, tidak diragukan lagi, terdiri dari pemain basket yang luar biasa.

Waktu makan mereka berakhir tanpa kehilangan satu orang pun termasuk Lambo.

"Apakah Hibari Kyoya memang sekuat itu?" tanya Mukuro teringat apa yang Gokudera katakan padanya tentang Ace dari Kiseki No Sedai.

"Itu benar. Dia bahkan lebih kuat darimu," jawab Lambo. Saat dia berbicara tentang Kiseki No Sedai, wajahnya selalu menampakkan ekspresi serius. Mukuro jadi penasaran apa yang telah terjadi di masa lalu mereka.

~o~o~o~

Kekalahannya masih meninggalkan rasa yang tidak enak.

Laki-laki bernama Hibari Kyoya ini berbeda dari anggota Kiseki No Sedai yang lain. Dia lebih hebat daripada Sasagawa Ryohei dan lemparannya lebih sulit dihentikan daripada Gokudera Hayato.

Laki-laki yang selalu terlihat dingin dan tak bisa disentuh itu bersungguh-sungguh saat berkata bahwa dia akan menggigitnya sampai mati.

Untuk mengalahkan Hibari Kyoya dibutuhkan kekuatan yang jauh lebih besar.

Jadi Mukuro membuat keputusan.

"Lambo, dalam mengalahkan kekuatan yang luar biasa, aku tidak berpikir kita bisa menang hanya dengan bekerja sama."

Dia akan mencari kekuatan yang jauh lebih besar lagi. Dengan begitu Lambo mungkin bisa menemukan kekuatannya juga.

~o~o~o~

Hal yang paling Ryohei suka selain bertarung diatas arena tinju adalah permainan menarik yang tidak akan membuatnya bosan.

Orang yang membuatnya melihat basket sebagai permainan yang menarik adalah Hibari Kyoya. Sejak pertama kali melihatnya bermain, Ryohei memutuskan untuk menjadikannya rival. Yang selalu ada di pikirannya adalah cara mengalahkan Hibari.

Selalu berusaha untuk melampauinya...

Ryohei meninju lantai. Hari ini juga dia telah kalah dari Hibari. Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan daripada biasanya dan air matanya tidak berhenti turun.

Tapi, dia mulai mengerti apa yang sebenarnya Lambo cari.

~o~o~o~

Hari ini benar-benar mengejutkan. Mukuro bertemu dengan saudara yang sudah lama tidak ia temui, Chrome Dokuro, dan sempat bertanding dengan salah satu anggota Kiseki No Sedai, Yamamoto Takeshi.

Dia ramah dan murah senyum, tapi saat sedang marah senyumannya berubah menjadi seringai menakutkan dan ekspresinya berubah total. Sayangnya, sebelum Mukuro bisa melihat kemampuannya, hujan turun dengan deras dan pertandingan pun dihentikan.

"Kau tidak akrab dengannya, ya?" tanya Mukuro saat mereka dalam perjalanan pulang diatas kereta.

"Bukannya seperti itu. Malah aku menyukainya. Dia adalah yang paling baik diantara anggota Kiseki No Sedai." Seperti biasa, ekspresi Lambo selalu berubah setiap Mukuro bertanya tentang Kiseki No Sedai. "Tapi, orang idiot itu tidak serius dalam bermain basket. Dia sangat hebat meski tidak niat."

Bahkan saat Yamamoto dan Mukuro berhadapan saat pertandingan tadi, dia tetap memasang senyum ceria dan bertingkah santai.

Mukuro mendecakkan lidah. Grup Kiseki No Sedai ini memang menyebalkan. Pantas saja Lambo ingin menghancurkannya.

~o~o~o~

Gokudera tersenyum tipis. Permainan basket bersama semuanya ini sangat menyenangkan. Apakah ini yang Lambo cari selama ini?

Mereka semua bertarung sekuat tenaga meraih kemenangan. Lambo menembus pertahanan dengan teknik barunya dan Mukuro mulai bisa menggunakan kemampuannya dengan baik. Kelihatannya nasehat yang dia berikan kepada mereka saat pelatihan kamp berguna juga.

Tidak ada yang saling menyerah. Perasaan seperti ini tidak pernah dia rasakan saat SMP.

Pada akhirnya hasilnya seri. Anehnya, Gokudera tidak menyesal sama sekali.

"Rukudou Mukuro, kau pasti tidak puas, kan?"

"Kufufu... Tentu tidak. Kita selesaikan urusan kita nanti."

Lain kali, Gokudera dan timnya akan mengalahkan mereka semua.

~o~o~o~

Mukuro tidak akan ragu mengatakan bahwa Sawada Tsunayoshi, kapten dari Kiseki No Sedai, adalah lawan yang menakutkan.

Dia serius ingin menusuknya tadi. Jika Mukuro tidak menghindar, apa yang akan terjadi padanya?

"Rambut Nanas, sekarang sudah saatnya!"

"Berhenti memanggilku begitu."

"Tapi, rambutmu memang terlihat seperti nanas."

"Apa sekarang saat yang tepat untuk membicarakan gaya rambutku?"

Mata Lambo menyipit tajam. Sesuatu yang hanya dilakukannya diatas arena. "Tidak ada gunanya memikirkan lawan yang belum kau hadapi."

"Aku tau. Lagipula, pikiranku sudah penuh dengan dia."

Mukuro merenggangkan otot tangannya. Tiba saatnya pertandingan melawan Hibari Kyoya. Ini waktunya membalas kekalahan.

~o~o~o~

Lambo mungkin hanyalah bocah cengeng yang berisik dan merepotkan. Tapi, dia berjuang lebih dari siapapun dalam bermain basket.

Mukuro tidak mau mengakuinya, tapi perjuangan Lambo sudah menyelamatkannya jadi kali ini dia akan membalasnya. Melihat bocah sapi itu menangis karena keputus-asaan membuatnya kesal.

"Aku akan menggigitmu sampai mati, Herbivora."

"Kerahkan seluruh tenagamu, Hibari Kyoya."

Mukuro tidak akan kalah. Kali ini, yang akan merasakan keputus-asaan adalah lawannya.

~o~o~o~

"Begitu, ya. Aku sudah kalah."

Perasaan menyakitkan yang sudah lama tidak dirasakannya kembali berpendar di hatinya.

Hibari Kyoya telah kalah. Sudah berapa lama sejak dia mengalami ketegangan ini?

"Lain kali aku akan menggigitmu sampai mati, Lambo."

"Ya."

Hibari meninju tangan Lambo. Ini akan menjadi tos yang terakhir. Tapi, bukan berarti ini akan menjadi pertemuan terakhir mereka.

~o~o~o~

"Yamamoto, kali ini kita kalah tapi berikutnya kita akan menang."

"Aku mau berhenti."

Yamamoto pikir Chrome akan memukulnya lagi, tapi gadis itu malah tersenyum. Aneh sekali, yang selalu tersenyum kan dirinya.

"Benarkah? Apa kau yakin?"

Baru saat itu, Yamamoto menyadari bahwa dia tidak tersenyum lagi. Malah air mata mengalir di pipinya.

Ternyata Lambo memang benar.

Lain kali saat mereka bertanding dia akan bertarung dengan serius sejak awal.

Karena aku sangat menyukai basket. Benarkan, Lambo?

~o~o~o~

"Aku tunggu di semi final."

Lambo berbisik pelan saat melewatinya.

"Tentu saja." Ryohei membalas sama pelannya. Ini adalah arena pertandingan. Teriakannya tidak akan mengubah segalanya. Dia akan membuktikan kata-katanya dengan basket.

~o~o~o~

Gokudera menatap mantan kaptennya yang berdiri di kejauhan. Sepasang mata oranye membalas tatapannya.

Tsuna tersenyum kearahnya. Lawan berikutnya adalah dia.

~o~o~o~

A/N : Maaf, cuma nyampe season 2.

Waktunya perkenalan tokoh! Meski kayaknya udah pada tau semua. Kali ini lengkap dengan alasannya.

Rukudou Mukuro-Kagami Taiga (Entah? LutfiyaR juga tidak tau kenapa Mukuro yang menjadi Kagami)

Lambo Bovino-Kuroko Tetsuya (Karena Lambo yang paling lemah)

Sasagawa Ryohei-Kise Ryouta (Karena Ryohei yang paling berisik)

Gokudera Hayato-Midorima Shintarou (Jika Tsuna adalah kapten maka Gokudera adalah wakilnya)

Hibari Kyoya-Aomine Daiki (Karena Hibari yang paling kuat)

Chrome Dokuro-Himuro Tatsuya (Karena Chrome yang paling cocok menjadi saudara Mukuro)

Yamamoto Takeshi-Murasakibara Atsushi (Karena Yamamoto yang paling tinggi)

Sawada Tsunayoshi-Akashi Seijuurou (Di dunia manapun Tsuna berada, dia tetap akan menjadi seorang pemimpin)

Yang menjadi Momoi bisa Haru atau Kyoko. Untuk karakter sisanya itu tidak penting. Di chapter ini LutfiyaR hanya ingin menggambarkan Vongola sebagai Kiseki No Sedai.

Jika LutfiyaR masih tidak mendapatkan inspirasi, fanfic ini mungkin akan berakhir. Maaf dan terima kasih khusus kepada Atari-san yang sudah mau mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir. Review-mu selalu membangkitkan semangatku.

Jaa nee~!