Disclaimer : I don't own Beelzebub, Beelzebub is only belong to Tamura Ryuhei-sensei.
A/N: ini fanfic pertama saya, yaa rada-rada OOC sedikit. semoga menikmati ceritanya yang maybe gajelas :D
Chapter 10
Two Man
Disuatu pagi yang cerah, Maria tidak biasanya mengikuti kegiatan sekolah. Ia memang selalu datang ke sekolah semenjak Masternya, Mika sering datang ke sekolah, tapi ia tidak pernah mengikuti jam pelajaran sedikit pun. Semua guru menyebutnya 'Gadis genius' karena kemampuan otaknya yang luar biasa. Ia mampu menjawab semua pertanyaan hanya dalam waktu beberapa detik setelah membaca soal. Mustahil baginya untuk masih tetap berada di bangku kelas dua SMA, walaupun banyak orang yang setiap pertama kali melihatnya menyatakan bahwa dia terlihat seperti anak SMP. Alasan dia menjadi seorang siswi SMA karena Mika. Itu simple, Mika tidak pernah memiliki banyak teman, atau malah tidak sama sekali. Walaupun Mika tidak pernah berkata sesuatu tentang ini, Maria yakin Mika sangat kesepian, maka dari itu ia datang dan mendaftar sebagai pelajar di sekolah dimana Mika bersekolah. Banyak guru yang menganjurkan ia untuk pindah menjadi seorang mahasiswi, namun ia menolak.
Maria mengikuti jam pelajaran karena di minta oleh kepala sekolah untuk mendampingi salah satu siswa pindahan dari London, Inggris. Berhubung Maria sangat pintar dalam bahasa inggris dan merupakan siswi favorit sekolah, maka kepala sekolah mengutusnya untuk hal yang demikian.
"tch, dasar Isurugi sialan.. saat ini seharusnya aku mengawasi Mika sama, gara-gara dia aku harus berdiam di kelas yang membosankan ini, lagi pula, mana siswa baru yang katanya akan datang hari ini? Apa dia sepenting itu sampai-sampai aku harus mendampinginya?" desah Maria sambil memandang ke arah jendela ruang kelas.
"baik anak-anak, perhatian.. kita akan kedatangan siswa baru hari ini.. ayo masuk nak..!" sahut salah satu guru yang tiba-tiba saja berada didepan kelas.
Masuk lah sosok pria tampan dan memiliki body seperti seorang model, semua mata melihat ke arah pria itu dengan kagum. Rambut dan matanya yang berwarna kuning keemasan, membuat seluruh siswa langsung berpendapat bahwa pria ini adalah blonde, bukan orang jepang. Tidak ada sedikit pun wajah-wajah keturunan jepang yang ada di wajahnya. Namun semuanya terkejut ketika pria itu mulai menyebutkan namanya..
"perkenalkan, nama saya Kuronaga Kisetsu, salam kenal.." pria itu berkata sambil tersenyum sehingga semua wanita di kelas itu terpukau, kecuali Maria.
"Kuronaga-san, dalam beberapa waktu ini kamu akan didampingi oleh salah satu murid teladan kita.. Jean-san, tolong bantuannya yah!" guru itu kemudian pergi dan Kisetsu pun mulai berjalan ke arah bangku kosong yang ada disebelah Maria. Keadaan hening, semua merasa bingung karena sikap Maria tidak sama seperti sikap-sikap gadis lainnya. Jam pelajaran pun dimulai kembali.
"ding, dong, ding, dong" bel istirahat berbunyi. Guru segera meninggalkan kelas dan Kisetsu memulai mengambil langkah. Ia menarik bangku nya ke samping meja Maria.
Maria hanya terdiam tanpa ekspresi dan kemudian berkata "ada sebab apa kamu datang kemari? Untuk menyusul Mika sama?"
Kisetsu terdiam, sedikit terkejut kemudian tersenyum dan berkata "mm, bukan, aku kesini karena ada sesuatu yang ingin aku lakukan. Ada apa dengan nama Maria, Lyra? Itu bukan nama mu.."
"dari mana kamu tau namaku? Dan apa hal yang ingin kamu lakukan itu, jangan bilang hal ini akan melukai Mika-sama?" sahut Maria.
Kisetsu tetap pada senyumannya, ia kembali bertanya "aku tau karena aku mempunyai daftar nama siswa dikelas ini dan barusan saja guru yang tadi memanggil nama 'Jean' lalu kulihat di kelas ini yang memiliki nama itu Cuma kamu.. memangnya kenapa dengan nama 'Lyra'? itu nama pemberian ayahmu, iya kan?"
Maria mulai terlihat kesal, ia kemudian menjawab "dia bukan ayahku, Jabberwock bukan ayahku, jelas? Paham? Dia sudah meninggalkan ibuku demi kepentingannya sendiri, nama Jean itu adalah nama ayah dari ibuku sedangkan nama Maria adalah pemberian Mika-sama dan kamu tau itu, jadi gak usah pura-pura bodoh deh.."
Kisetsu sedikit kaget dengan statement Maria, namun ia kembali bertanya "apa kamu tau special class ada dimana?"
Pertanyaan Kisetsu mengundang banyak pertanyaan di benak Maria. Namun ia lebih memilih bertanya "siapa yang kamu cari?"
"Hildegard.." Kisetsu kini mulai menjawab dengan wajah seriusnya.
Maria terkejut karena ini hal yang aneh dimana Kisetsu menampakkan wajah serius dalam mengatakan sesuatu, karena biasanya dia hanya tersenyum tidak jelas.
"kenapa kamu bisa mengenal Hilda dan tau bahwa Hilda bersekolah disini?" Tanya Maria.
Kisetsu mulai mengambil nafas panjang, dapat diduga bahwa ceritanya akan rumit dan panjang.
"sebenarnyaaaaa…."
Ayo flashback sehari sebelumnya!
"perkenalkan, nama ku Kuronaga Kisetsu, aku adalah TUNANGAN-nya Hilde. salam kenal".
Semua keadaan menjadi membatu terutama Tatsumi yang tidak pernah menduga hal ini.
"t-tu-tu-tunangan?" sahut Tatsumi dengan wajah kagetnya.
"iyah, tunangan.. ada yang salah dengan hal itu?" Tanya Kisetsu dengan senyumnya.
"te-tentu ada yang salah…" sahut Tatsumi sambil menunjuk ke arah Hilda, dan melanjutkan perkataannya "tentu ada yang salah, mana ada pria yang mau dengan sosok wanita seper-" Tatsumi tersungkur di teras ruang tamunya setelah di hajar oleh Hilda.
Hilda yang saat itu masih kesal kemudian berkata "bukan hak mu mengatakan itu Oga.." namun ia terhenti kembali ketika Kisetsu bertanya "lalu apa maksud mu memeluk Hilde sebelumnya? Apa kamu menyukai Hilde?"
Pertanyaan Kisetsu tiba-tiba membuat keadaan menjadi hening. Semua terdiam, Hilda mulai menatap ke arah Tatsumi yang seolah-olah berkata 'benarkah?'. Kisetsu hanya menatap sinis Tatsumi saat itu. Beel-bou juga ikut-ikutan menatap Tatsumi seolah-olah berkata 'apa?!'.
Tatsumi terdiam cukup lama, wajahnya mulai memerah, sebenarnya ia ingin berkata yang sejujurnya bahwa ia merindukan Hilda, namun kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak sama dengan apa yang ada dihatinya "a-aku hanya terpeleset saat membu-buka pintu sampai akhirnya memeluk Hilda, hanya itu..!" jawab Tatsumi sambil memalingkan wajahnya dan kemudian bersiul-siul.
Terlihat wajah kecewa yang ada di wajah Hilda saat itu, Kisetsu mulai memperhatikan Hilda dan kemudian bertanya, "Hilde? kenapa kamu terlihat sangat kecewa? Apa kamu menyukai pria ini?"
Hilda mempersingkat waktu dan tanpa berpikir panjang menjawab "tidak, aku tidak menyukainya.."
Tatsumi kesal dengan pernyataan Hilda, ia mulai meremas-remas tangannya, ia ingin marah namun ia tahu bahwa itu hanya akan memperlihatkan yang sebenarnya.
Kisetsu mulai tersenyum kembali dan bertanya "lalu, apakah kamu menyukai ku?"
Tatsumi memalingkan muka dengan wajah kesal dan berpikir 'orang ini, akan kubunuh kau suatu saat!'
Semua mata kini tertuju pada Hilda, ia terdiam dan berpikir 'itu memang benar aku dulu menyukai Kisetsu-sama, tapi apa sekarang aku masih menyukainya? Dan terlebih aku tidak bisa membuatnya kecewa, apa yang harus aku lakukan?'.
Hilda menjawab "i-iya, maybe?".
Tatsumi kaget mendengar pernyataan Hilda, ia merasa hatinya terpecah belah, ia merasa jantungnya ditusuk tombak yang sangat tajam, ia juga merasa bahwa api neraka seakan-akan tengah membakarnya. Ia ingin berteriak, dan ingin marah, namun ia tidak bisa melakukan itu ketika ia melihat wajah Hilda memerah saat mengatakan hal itu. Tatsumi hanya berpikir 'Hilda menyukainya? Huh? Lalu apa point nya aku ada disini?'
Disatu sisi Kisetsu tersenyum bahagia mendengar pernyataa Hilda, ia berpikir 'ya walaupun maybe tapi setidaknya ia bilang iya!'
"na-namun, itu dulu, sekarang aku tidak tau apakah aku masih merasakan hal yang sama atau tidak.." lanjut Hilda. Hilda mengangkat wajahnya dan kaget dengan apa yang ia lihat.
Kisetsu yang tadinya terlihat senang kini mulai terlihat kecewa dan aura hitam dan gelap mengelilinginya sehingga membuat Hilda sedikit takut.
Sedangkan Tatsumi yang tadinya down kini terlihat sangat senang tersenyum lebar bahagia, seakan-akan ia tengah dikelilingi oleh taman bunga yang sedang bermekaran. Kedua tangannya saling melipat seolah-olah ia terlihat sedang memanjatkan doa dan menangis bahagia. Terlihat seperti mendapat hadiah lotre.
"e-excuse me…." Sahut Hilda, sekejap keadaan berubah.
Tatsumi kini terdiam dengan wajah serius namun tidak menghilangkan perasaan bahagianya, sedangkan Kisetsu tersenyum terlihat baik-baik saja.
'apa-apaan? Kenapa keadaannya jadi aneh begini?' pikir Hilda.
"Hilde, kamu bersekolah kan? Kalian sekolah dimana?" Kisetsu meluncurkan pertanyaan.
"ishiyama, tapi sekarang sedang di renov jadi sekarang aku ada di St. Ishiyama, special class" jawab Tatsumi sambil melancarkan senyum tindas nya.
"aku di St. Ishiyama di special class karena aku harus mengawasi bou-chama.." jawab Hilda dengan wajah tenangnya.
"oke, aku akan mulai bersekolah disana besok, hey, namamu Oga Tatsumi, iya kan? Tidak akan jadi masalah kan jika aku menyusul Hilde ke kelasmu?" Tanya Kisetsu dengan senyum sinisnya.
Tatsumi terdiam, ia berpikir bahwa ia sedang ditantang, ia pun menjawab "oke, tidak ada masalah buat ku! Jika kamu ingin melakukan sesuatu padanya, tidak ada urusan denganku!".
Back to Present
Maria menghela nafas dan kemudian berkata "suuunggguh cerita yang panjang, ya sudah aku akan mengantarkan mu kesana!"
Maria mulai berdiri dan mengantarkan Kisetsu kedepan pintu special class itu. "aku akan ke kelas Mika-sama!" sahut Maria kemudian ia mulai berjalan meninggal kan Kisetsu.
Kisetsu mulai membuka pintu kelas, seketika anggota Red Tail termasuk Aoi ikut kaget dengan kemunculan Kisetsu yang tiba-tiba, wajah mereka pun memerah. Kisetsu memberikan jurus senyumnya ke arah Red Tail, entah ada mantra apa didalamnya, terlihat seluruh anggota Red Tail menggebu-gebu ingin mendekatinya.
Kisetsu mulai memalingkan wajahnya ketika ia melihat Hilda. ia berjalan ke arah Hilda, Tatsumi merasa jengkel dengan sikap nya, namun ia sudah terlanjur janji untuk tidak menghalangi Hilda dan Kisetsu.
"Hilde, please, going out with me.." sahut Kisetsu dengan senyumannya yang membuat semua orang di special class itu berkata 'sebenernya apa sih yang direncanakan oleh author-san?"
sip lah. chapter 10 DONE !
R&R yoooooo :DD
spoiler buat chapter 11 : Crisis moment, check it out!
"ah, kyaaaaaaaa~ Maria-sama ke kelas kita..!" teriak banyak gadis-gadis yang histeris saat mereka melihat sosok Maria di ruangan kelas mereka. Bagaimana pun juga Maria adalah Idol sekolah, ia sangat begitu baik, sopan, dan ramah, terhadap orang lain. Selain itu, senyumnya yang menawan juga menjadi factor kenapa dia bisa menjadi salah satu Idol sekolah yaa walaupun semua itu hanya sandiwaranya saja untuk sekedar iseng-iseng.
