Main Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Author : Cho Ocean

Rate : T

Genre : Romance,Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .

Warning : GS, dan aku selalu buat genre HURT jadi yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.

Kyuhyun (N ) 22 tahun

Sungmin (Y) 21 tahun

.

.

Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,

.

.

.

My Princess

Chapter 9

Setelah beberapa hari menyembunyikan dirinya didalam rumah, kini Sungmin memutuskan untuk kembali masuk kuliah. Meskipun hati dan kakinya berat melangkah menuju kampus tetapi hanya bersembunyi pun tidak akan mengubah apapun. Dengan degup jantung yang berdetak cepat, Sungmin memantapkan diri memasuki kelas yang sudah ramai. Sungmin menundukan kepalanya, tidak berani untuk menatap sekeliling dan menemukan Kyuhyun disana. Sungmin dengan gemetar mendudukan dirinya dibangku paling depan, Sungmin mengeratkan cengkramannya ditasnya, pandangannya kaku kedepan, tidak berani mengubah gerakan kepalanya untuk menoleh kebelakang meskipun hatinya sangat ingin melihat Kyuhyun terutama reaksi Kyuhyun yang selama ini berusaha menemuinya namun selalu ditolaknya.

BRAK

Seisi kelas memandang kearah pintu yang dibuka dengan kasar, dan Sungmin sangat terkejut karena ternyata pelakunya adalah Kyuhyun. Sungguh Sungmin belum siap bertatap muka, Sungmin berpikir jika kyuhyun sudah sampai dikelas. Sungmin mencoba mengalihakan tatapannya kearah lain saat Kyuhyun berjalan kearahnya. Sungmin sama sekali tidak memiliki nyali untuk sekedar bertukar pandang dengan Kyuhyun. Isi kepala Sungmin sudah dipenuhi oleh pikiran-pikiran apa yang akan terjadi, namun ternyata tak ada satupun yang ada dalam pikiran Sungmin terjadi karena pada kenyataannya, Kyuhyun melewatinya begitu saja seolah tak mengenalnya. Satu sisi Sungmin merasa lega namun sakit secara bersamaan. Bagaimana tidak jika Kyuhyun bahkan acuh seolah tak mengenalnya, apakah namja itu marah padanya? Setidaknya itulah yang ada dipikiran Sungmin sekarang. Mata Sungmin berkaca-kaca mendapati kenyataan Kyuhyun kembali tidak menganggapnya ada seperti dulu, namun iya juga tersenyum pahit menyadari jika inilah yang diinginkannya bukan? Menjauhi Kyuhyun, harusnya ia bersyukur karena sikap Kyuhyun yang seperti ini mempermudahnya menjauh dari Kyuhyun namun sakit tetaplah sakit. Dengan cepat Sungmin berdiri dan berlari meninggalkan kelas tanpa memperdulikan teman-teman dikelasnya yang memandangnya aneh dan Kyuhyun yang menatapnya sendu.

.

.

.

" Hiks Appoyeo " Sungmin menangis hebat sesampainya diatap kampus, kini taman bukanlah tempat yang akan dikunjunginya jika dalam keadaan seperti ini karena ia tahu jika Kyuhyun mungkin akan menemukannya disana meskipun ada keraguan apakah Kyuhyun akan mencarinya sekarang ini.

" Kenapa aku selalu tidak bisa merasakan kebahagiaan? Bahkan dari kedua orang tuaku pun tidak, apakah aku tak pantas ya Tuhan? Hikss " Sungmin menekuk kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya dikedua lututnya. Isakan dari mulut Sungmin masih terdengar jelas meskipun ia menyembunyikan wajahnya.

" Kenapa yeoja suka sekali menangis sih " Sungmin menghentikan tangisnya dan mendongakan kepalanya melihat seseorang yang tampak terusik dengan tangisnya. Sungmin hanya menatap polos namja yang kini tengah menguap lebar dengan rambut yang sedikit berantakan, menandakan namja itu baru bangun dari tidurnya. Sungmin menengok kesana kemari melihat kondisi atap, Sungmin merasa bingung karena bagaimana bisa seseorang bisa tertidur diatap yang bahkan tidak menyediakan bangku untuk tidur.

Namja itu mendudukan dirinya disamping Sungmin dan menarik bahu Sungmin agar duduk dengan tegak.

PUK

Setelahnya namja itu menyenderkan kepalanya dibahu Sungmin membuat Sungmin semakin menatapnya bingung.

" kau mengganggu tidurku jadi kau harus bertanggung jawab dengan meminjamkan bahumu untukku " jelas namja itu dengan mata terpejam dan menyamankan kepalanya dibahu Sungmin. Bahkan Sungmin tak dapat berkata-kata dan hanya diam saja, setidaknya ia tidak sendiri sekarang.

Menit demi menit berlalu tanpa sadar Sungmin memejamkan matanya karena matanya mulai lelah dan mengantuk akibat menangis terlalu lama, tanpa sadar Sungmin menyenderkan kepalanya diatas kepala namja yang juga menyender pada bahunya.

Namja itu membuka kedua matanya dan melirik kearah Sungmin, namja itu tersenyum kemudian mengahapus jejak air mata dipipi Sungmin.

" Wajah manis ini tidak pantas dikotori dengan air mata kesedihan " Namja itu memandang lama wajah tentram Sungmin yang terlelap.

.

.

.

Sungmin terbangun dari tidurnya ketika merasakan matahari semakin terik dan menyengat, diedarkannya pandangan diatap mencari namja yang tadi bersamanya namun spertinya namja itu sudah pergi. Sungmin menghela nafasnya kemudian bangkit dari duduknya namun ia melihat sekaleng minuman dingin disampingnya dengan sebuah note.

Minumlah, cuaca sangat panas

WB

" Wb? " Sungmin tersenyum menerima minuman itu, digenggamnya erat minuman dan note itu kemudian bergegas pergi dari atap, mungkin lebih baik ia segera pulang karena tak ada lagi jam kuliah karena Sungmin melewatkan semua jam kuliahnya hari ini. Biarpun masih mengganjal tetapi tak dapat dipungkiri hatinya sedikit lebih ringan.

Dengan senyum mengembang Sungmin melangkah menuju parkiran namun langkahnya terhenti ketika disamping mobilnya terpakir mobil Kyuhyun dimana Kyuhyun yang kini sedang bicara dengan kekasihnya, Seulgi. Mencoba tak menghiraukan, Sungmin memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan Kyuhyun yang mentapnya sendu dan Seulgi yang tanpa ekspresi.

" Mobilnya sudah menghilang " ucap Seulgi dengan nada dingin kemudian masuk kedalam mobil tanpa menunggu tanggapan dari Kyuhyun.

" Hahhh " Kyuhyun menghela nafas sebelum akhirnya menyusul Seulgi memasuki mobilnya.

Selama diperjalanan Kyuhyun membisu, sedangkan Seulgi sudah merasa tidak nyaman dengan kecanggungan yang terjadi diatara mereka. Sejak ia meminta Kyuhyun memilih antara dia dan Sungmin, saat itu Kyuhyun berfikir sangat lama sebelum akhirnya menjawab akan memilih Seulgi dan hal itu sukses membuat Seulgi terlonjak gembira tapi sepertinya kini Seulgi sangat menyesal dengan keputusannya itu. Meskipun Kyuhyun berada disisinya tetapi ia tau namja yang kini masih menyandang status sebagai namjachingunya sudah berpaling pada wanita lain. Seulgi bimbang, tetap menahan Kyuhyun meski hati namja itu bukan miliknya atau melepas Kyuhyun dan ia tidak mendapatkan apapun. Dan pilihan Seulgi jatuh pada pilihan pertama, ia tau pada akhirnya dia akan menderita karena Kyuhyun tidak mencintainya lagi namun itu lebih baik asal Kyuhyun terus berada disampingnya. Egois? Seulgi bahkan tidak peduli dengan kata-kata itu. Baginya jika Kyuhyun tidak bisa mempertahankan Seulgi dihatinya asalkan Kyuhyun selalu disampingnya, dia tidak akan pernah membiarkan Kyuhyun terlepas dari genggamannya.

SRET

Kyuhyun menoleh kearah Seulgi yang menggenggam tangannya, yeoja itu tersenyum padanya. Tapi entah kenapa Kyuhyun merasa sangat sulit membalas senyuman Seulgi, hatinya sedang risau memikirkan yeoja lain, bahkan membuatnya lupa jika disampingny ini ada yeojachinggunya. Entahlah semuanya terasa hambar, tak lagi manis seperti dulu. Sejenak Kyuhyun berfikir apakah keputusannya untuk memilih Seulgi sudah benar? Entahlah, bahkan hatinya masih bimbang, ia tak mengerti apa yang kini ia rasakan terhadap Seulgi dan Sungmin. Yang ia tahu semuanya sudah berbeda dan ia tidak tau harus bagaimana menghadapi perasaannya yang berubah saat ini.

" Oppa, aku mencintaimu " Ucap Seulgi tiba-tiba sambil menatap Kyuhyun dalam namun Kyuhyun tak bergeming. Kyuhyun berusaha untuk tersenyum dan melepaskan genggaman tangan Seulgi untuk mengusap lembut surai yeoja itu tanpa sedikitpun mengeluarkan sepatah kata untuk membalas ungkapan cinta yeoja itu, dan hal itu sukses membuat Seulgi kembali tersenyum kecut dan menekan rasa sakit dihatinya tapi itu hanya sejenak karena didalam hatinya terus ia lafalkan kata jika Kyuhyun tetap miliknya dan itu cukup.

.

.

.

Hari ini Sungmin datang lebih cepat kekampusnya namun tidak langsung masuk kekelas seperti biasanya. Sungmin memilih menuju atap sebelum jam kuliahnya dimulai. Sungmin melihat kekiri dan kanan mencari namja yang kemarin memberinya minuman kaleng dingin. Ditangannya kini ada sekotak bekal makanan yang sengaja dibuatnya sendiri untuk diberikan kepada namja itu.

" Mencariku? " Bisik seseorang di belakang Sungmin.

" OMO " Sungmin dengan cepat membalikan tubuhnya sambil memasang wajah terkejutnya yang justru terkesan imut.

" Apa semengejutkan itu? " Sungmin masih diam sambil memegang dadanya yang berdebar kencang karena terkejut.

" Tentu saja, kau tiba-tiba berbisik ditelingaku secara tiba-tiba " Sungmin merengut kesal namun lagi-lagi membuat wajahnya semakin lucu dan itu membuat namja itu betah untuk menatap wajah Sungmin lama-lama.

" Mianhae, lagi pula ada apa kau mencariku? " Tanya namja itu dengan penuh percaya diri.

" Ck, memangnya aku mencarimu? Kenapa geer sekali sih? " Sungmin mendengus sebal namun tidak benar-benar kesal.

" Baiklah jika tidak mencariku, aku pergi dulu " Namja itu membalikan tubuhnya dan memegang gagang pintu atap bersiap pergi.

GREP

" Tunggu " dirasakan Sungmin menggenggam bajunya, sejenak namja itu tersenyum karena rencananya menggoda Sungmin untuk berpura-pura pergi ternyata berhasil.

" Wae? Bukankah kau tidak mencariku? " Tanya namja itu berpura-pura memasang tampang malas.

" Isshhh, baiklah aku memang mencarimu, puas? " Sungmin mempoutkan bibirnya tanpa sadar.

" Ada perlu apa denganku? " Tanya namja itu dengan wajah angkuh sambil melipat kedua tangannya didada.

" Ige " Sungmin menyodorkan bekal makanan yang sejak tadi digenggamnya.

" Ige mwoya? " Sungmin menarik tangan namja itu dan meletakan bekal itu ditelapak tangannya.

" Bekal makan siang untukmu sebagai ucapan terima kasihku karena kau memberikanku minuman kemarin, gomawoyeo.. hmm nuguseo? " Namja itu terkekeh melihat tingkah Sungmin yang menggemaskan menurutnya. Tanpa menjawab, namja itu menarik tangan Sungmin dan mengajaknya duduk.

" Kebetulan sekali aku lapar dan kau harus menemaniku makan, arrachi? " Sungmin mempoutkan bibirnya kesal meskipun begitu ia tetap menuruti kemauan namja dihadapannya.

" kau belum menjawab pertanyaanku, kau siapa? " Namja itu mengunyah makanannya cepat kemudian menelannya.

" Kuberitahu setelah aku selesai dengan sarapanku jadi kau cukup duduk manis, atau kau mau aku suapi? Aku tak keberatan membagi makanan ini denganmu " Sungmin berdecih sebal melihat tingkah namja dihadapannya ini.

" Kau makanlah sendiri " Jawab Sungmin acuh kemudian mengalihkan pandangannya kelangit yang tampak mendung pagi ini.

Namja itu kembali menyatap makanannya sambil memandangi wajah Sungmin, bibirnya tak bisa jika tidak melengkungkan senyumannya saat melihat Sungmin yang mengerucutkan bibirnya.

" Kau sedang menggodaku eoh? " Sungmin memandang namja itu dengan kerutan dikeningnya.

" Huh? Maksudmu? " Tanya Sungmin tak mengerti.

" Kau sejak tadi mempoutkan bibirmu seakan-akan mengundangku untuk menciummu, atau jangan-jangan itu tujuanmu melakukannya? " Tanya namja itu itu sambil mengerlingkan matanya pada Sungmin membuat Sungmin menjulurkan lidahnya keluar sambil memegang dadanya seperti orang mau muntah.

" Kau ini kenapa sepercaya diri itu? Bahkan aku melakukannya tanpa sadar " Gerutu Sungmin yang di balas tawa renyah dari namja itu.

" Sudah jangan tertawa terus, cepat selesaikan sarapanmu, jam kuliahku akan segera dimulai " Sungmin merebut kotak bekal makanannya dan mengambil sumit dari tangan namja itu. Sungmin mengambil lauk dan menyodorkannya ke depan mulut namja itu.

" Palli, buka mulutmu, menunggumu makan sendiri sangat lama " Namja itu lagi-lagi tak bisa jika tidak menyunggingkan senyumannya dan dengan senang hati membuka lebar mulutnya menyambut suapan makanan dari Sungmin.

Tak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan sarapan karena Sungmin tak memberikan kesempatan bagi namja itu mengkosongkan mulutnya karena itu sama saja membiarkan namja it uterus bicara dan memperlambat semuanya.

" Cha, sudah selesai, aku harus kembali ke kelas dank au, siapa namamu? " Namja itu ikut berdiri saat Sungmin berdiri.

" Woo Bin, Kim Woo Bin " Namja itu mengulurkan tangannya dan disambut Sungmin dengan senyum cerah.

" Senang berkenalan denganmu, kuharap setelah ini kita bisa menjadi teman baik " Woo Bin tersenyum dan membalasnya dengan anggukan tanda setuju.

" Baiklah, aku harus segera ke kelas, annyeong " Sungmin berbalik hendak pergi namun Woo Bin menangkap pergelangan tangannya dan menyodorkan sebuah ponsel pada Sungmin.

" Berikan nomor mu " Jawab Woo Bin saat melihat ekspresi kebingungan Sungmin, dan tanpa bertanya lagi Sungmin mengambil ponsel itu dan mengetikan nomor ponselnya.

" Ini, sudah yah aku pergi dulu " Dan Woo Bin pun tersenyum melihat Sungmin berlari menjauh.

" My Princess " Guman Woo Bin sambil mengetiknya di ponsel yang berisi nomor Sungmin.

.

.

.

Jam istirahat tiba, sepanjang pelajaran tadi Sungmin tak bisa berkosentrasi karena Kyuhyun terus menatapnya. Meskipun jarak duduk Sungmin dan Kyuhyun yang jauh tetapi karena sejajar dan tak ada orang lain yang berada diantara mereka membuat Sungmin dapat merasakan jika Kyuhyun terus menatapnya sepanjang pelajaran dan itu membuatnya gelisah. Namun saat bel istirahat berbunyi, Kyuhyun melenggang keluar kelas begitu saja tanpa menghiraukan Sungmin yang dilanda kebingungan akan sikapnya itu.

" Hahhh " Sungmin menghela nafas sebelum bangkit dan bejalan menuju kantin, perutnya sudah bergejolak meminta diisi makanan.

Sungmin berjalan dengan pandangan kosong sampai-sampai tak menyadari Woo Bin yang kini sudah berjalan sejejr dengannya dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku celananya.

SRET

Woo Bin menarik Sungmin kedalam pelukannya saat menyadari Sungmin hampir menabrak tembok dihadapannya.

" Ada apa denganmu? Kenapa melamun eoh? " Sungmin yang masih terkejut dengan kejadian tadi hanya diam didalam pelukan Woo Bin, namun tiba-tiba pelukan Woo Bin ditubuhnya menghilang begitu saja dan diganti dengan jeritan terkejut Sungmin.

" Kyaaaa " Sungmin terkejut saat melihat Woo Bin terhempas dilantai dengan sudut bibir yang berdarah. Dengan cepat Sungmin menoleh kebelakang dan lagi-lagi Sungmin terkejut karena Kyuhyun yang melakukannya. Sungmin belum bisa mencerna semuanya bahkan saat Kyuhyun menarik tangannya menjauh dari Woo Bin dan seluruh anak kampus yang menyaksikan kejadian itu.

Sesampainya diparkiran, Kyuhyun menggiring Sungmin masuk kedalam mobilnya dan bergegas meninggalkan parkiran kampus mereka dengan wajah yang mengeras menahan amarah. Selang perjalanan selama sepuluh menit, Sungmin baru sadar dari keterkejutannya dan menoleh menatap Kyuhyun yang tampak begitu menyeramkan. Niatan untuk marah lenyap digantikan rasa takut yang menjalar diseluruh tubuhnya sampai-sampai Sungmin dibuat mengigil padahal AC mobil Kyuhyun suhunya normal. Tak pernah Sungmin melihat Kyuhyun semarah ini, karena takut Kyuhyun semakin marah akhirnya Sungmin memutuskan diam dan mengikuti kemana Kyuhyun membawanya pergi.

Tiba-tiba mobil Kyuhyun berhenti disebuah tempat yang bahkan Sungmin tidak tahu itu dimana. Dihadapannya ini hanya ada hamparan ilalang, dengan takut-takut Sungmin menoleh kearah Kyuhyun yang kini menatapnya tajam. Jujur saja kini jantung Sungmin sudah berdetak begitu kencang karena rasa takutnya pada Kyuhyun, namun detik berikutnya rasa takut itu berubah menjadi rasa terkejut saat Kyuhyun menariknya kedalam pelukan namja yang begitu dicintai dan dirindukannya itu. Taka da sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya, yang ada Kyuhyun yang memeluknya dengan erat dan Sungmin yang perlahan membalas pelukan Kyuhyun. Mata Sungmin berkaca-kaca karena merasa kalah untuk kesekian kalinya. Kyuhyun yang merasakan tubuh Sungmin bergetar dan isakan keluar dari bibir Sungmin sontak semakin mengeratkan pelukannya pada Sungmin.

" Hikss Hikss " Tak tahan dengan tangis Sungmin yang semakin mengeras, Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin dan menarik Sungmin untuk berpindah duduk dipangkuannya. Sungmin sudah tidak perduli dengan apa yang Kyuhyun perbuat pada dirinya, yang di inginkannya hanya menangis dan meluapkan beban hati yang menyesakan dada. Kyuhyun melingkarkan tangan kirinya dipinggang Sungmin dan tangan kanan yang menekan kepala Sungmin yang bersandar didadanya.

" Hiks hiks " Sungmin mencengkram kemeja Kyuhyun dan menyembunyikan wajahnya dleher Kyuhyun. Tanpa banyak kata, secara tidak langsung keduanya meluapkan beban dihati keduanya, Kyuhyun yang juga merasa terbebani selama ini pun akhirnya mengeluarkan air matanya dan semakin memeluk Sungmin. Persetan dengan Seulgi, persetan dengan apa yang terjadi bahkan jika Sungmin marah setelah ini pun tak apa. Yang terpenting Kyuhyun hanya ingin memeluk Sungmin, walau tanpa satu kata pun yang terucap.

.

.

.

Sejak lima menit lalu mobil Kyuhyun sudah berhenti didepan rumah Sungmin namun tak ada tanda-tanda Sungmin akan keluar dari mobilnya dan Kyuhyun pun tak berniat membawa Sungmin pulang sebenarnya kalau saja Ryeowook yang tiba-tiba menelponnya karena panik Sungmin belum juga pulang.

SRET

Kyuhyun menarik dagu Sungmin agar menatapnya kemudian mengusap jejak air mata di pipi Sungmin. Keduanya saling menatap satu sama lain, Sungmin sudah bersiap ingin menangis kembali.

" Stttt, uljima " Bisik Kyuhyun sambil menatapnya sendu, setalah diam begitu lama akhirnya Sungmin dapat mendengar Suara Kyuhyun yang sangat dirindukannya.

" Wae? Hikss wae? " Tanya Sungmin yang kembali menangis.

" Aku tak tahu, semuanya menjadi sulit, bahkan aku tak tahu dimana jalan keluarnya " Kyuhyun menunduk setelah mengatakan itu, Sungmin dengan cepat memeluk leher Kyuhyun. Keduanya kembali menangis dalam diam sampai ponsel Kyuhyun yang berbunyi menandakan telepon masuk. Ketika dilihatnya nama Seulgi yang tertera, Kyuhyun hanya menghela nafas beratnya dan menatap Sungmin yang ternyata sudah keluar dari mobilnya dan meninggalkannya begitu saja.

" Kau tau Min, ini juga sulit untukku " Lirih Kyuhyun sebelum menjalankan mobilnya ketempat yeoja yang menghubunginya.

.

.

.

" Dari mana saja oppa? Aku sejak siang tadi berusaha menghubungimu namun tak menjawab satupun telepon dariku, wae? " Kyuhyun memijat pelipisnya saat Seulgi mengomel padanya sesampainya di apartemen yeoja itu. Bahkan Seulgi sudah bertanya begitu yeoja itu membuka pintu apartemen dan mandapati Kyuhyun disana. Kyuhyun menghela nafasnya dan menatap Seulgi lirih.

" Aku lelah " ucap Kyuhyun membuat Seulgi terperangah, tentu saja yeoja itu tidak bodoh dengan kata lelah yang Kyuhyun ucapkan.

" A.. Apa maksud oppa? " Seketika Seulgi panik saat Kyuhyun menatapnya serius.

" Kurasa kita harus mengakhirinya " Seulgi berdiri dari duduknya dan menatap Kyuhyun nyalang.

" APA YANG HARUS DIAKHIRI HUH? AKU TAK AKAN MENGAKHIRI APAPUN YANG KURASA MEMANG TAK PERLU BERAKHIR ! PILIHANMU SUDAH TEPAT DENGAN MEMILIHKU DAN KAU TAK BISA MUNDUR LAGI OPPA ! AKU TAK AKAN MELEPASMU DENGAN MUDAH, KAU DENGAR ? TAK AKAN PERNAH ! " Teriak Seulgi dengan kalap kemudian berlari menuju kamarnya tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun.

BRAK

Seulgi membanting pintunya dengan kencang, Kyuhyun memejamkan matanya dan menyenderkan punggungnya ke sofa ruang santai diapartemen yeoja itu.

" Min.. Sungmin, saranghae " air mata itu menetes dengan lancangnya tanpa peringatan. Beban hati Kyuhyun begitu berat, bahkan dia tidak tau bagaimana jalan kembali kearah Sungmin. Seulgi begitu kencang mengikatnya sampai-sampai untuk bernafas pun rasanya sulit, apalagi untuk berlari kearah Sungmin. Seandainya ia bisa bernafas dengan baik, menggunakan sebelah kakipun pasti sanggup ia lakukan untuk mengejar Sungmin. Selama ini ia terlalu bodoh dan munafik atas perasaan yang dirasakannya pada Sungmin. Namun kesadaran itu tiba-tiba didapatnya saat Sungmin berada dipelukan namja lain, namja yang pasti bukan dirinya bahkan dikenalnya pun tidak. Tak pernah selama ini Kyuhyun melihat namja lain disekitaran Sungmin, dan itu membuatnya tak bisa menerima apa yang terjadi tadi siang sehingga menarik Sungmin menjauh dari sesuatu yang dianggap Kyuhyun sebagai ancaman.

Kyuhyun bangkit dari duduknya dan bergegas kesuatu tempat dimana seharusnya ia berada, tak peduli sesampainya nanti dia akan mati kehabisan nafas, yang terpenting berjuang demi sesuatu yang memang pantas diperjuangkan itu lebih baik dari pada terus hidup dalam kubangan penderitaan yang tak tau kapan akan berakhir.

.

.

.

TING TONG TING TONG

Kyuhyun menekan bel rumah Sungmin dengan brutal, terdengar derap langkah kaki seseorang yang kini membuka pintu rumah Sungmin.

DRAP DRAP DRAP

Ryeowook terkejut saat melihat kedatangan Kyuhyun malam-malam dan lagi Kyuhyun yang tiba-tiba lari kearah kamar Sungmin namun Ryeowook tidak mencegahnya karena ia tau ada yang harus diselesaikan mereka.

BRAK

Sungmin berjingkit terkejut saat mendengar dobrakan pintu kamarnya dan keterkejutannya tidak sampai disitu saat melihat namja yang dicintainya itu berjalan kearah ranjangnya dengan nafas terengah dan peluh membanjiri pelipisnya. Sungmin tak sanggup berkata apapun selain menunggu apa yang Kyuhyun lakukan, setelah Kyuhyun sudah berdiri disapingnya, keduanya terdiam dan menatap satu sama lain, sebelum kata yang terlontar dari bibir Kyuhyun mengalun indah disaluran pendengarannya, menjalar hangat menuju hatinya.

" Saranghae, jeongmal saranghaeo " Setelahnya Kyuhyun menunduk dan menyambar lembut bibir Sungmin dan melumatnya, Sungmin bahkan tak diberi kesempatan untuk menjawab. Hati keduanya seakan meledak, apalagi kini Sungmin membalas pergerakan bibir kyuhyun diatas bibirnya, menjawab seluruh rasa bahagia dihatinya, melupakan apapun yang tidak perlu diingat selain dirinya dan Kyuhyun saat ini. Setelah beberapa saat, Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka dan menatap dalam mata Sungmin dengan kening mereka yang menyatu.

I Feel I Love You ( Kurasa aku mencintaimu )

I Think I need You ( Kurasa aku membutuhkan ( cinta ) Mu )

Sesangmodeunge areumdawoyeo ( Seluruh dunia ini indah )

Geudareul ttara haessaldo chumeul chuneyo, gedaeyeo ..

Eonjena hamkke haejwoyo ( Cahaya mentari mengikutimu dan menari-nari, sayangku ..

Bersamalah selalu denganku )

Geudewa majugeotneun I gill wieseo na hanbeon deo nege malhaeyeo.. I LOVE YOU

( Berjalan bersamamu dijalan ini, sekali lagi aku katakan AKU MENCINTAIMU )

~ I FEEL YOU – HONG DAE KWANG ~

TBC

Maaf atas keterlambatannya, maaf kalau jelek, pendek, ga ada feel. Seharusnya ff ini publish minggu lalu tapi laptop rusak dan yah begitulah. Gak tau deh mau dibawa kemana cerita ini, gak yakin juga mau post tapi yasudahlah, hanya ini yang bisa aku kasih, sekali lagi mianhae.. gomawo yang udah tunggu ff ini, yang udah kasih semangat. Jangan lupa review yaahhh ^^