Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Date A Live © Koshi Tachibana

.

.

.

Pairing:

Naruto x Tohka

Shidou x Origami

Rating: T

Senin, 18 Januari 2016

.

.

.

SHINOBI AND DATE MISSION

Chapter 10. Akhir pertarungan besar

By Hikasya

.

.

.

CHAPTER YANG TERAKHIR!

.

.

.

"Bijuudama!"

"Afterlif - Crown Canon!"

Bom bijuu yang Naruto tembakkan beradu dengan laser cahaya dari Origami. Kedua serangan itu bertemu di tengah-tengah, tampak sama kuat tapi semakin lama bola hitam bijuudama dari Naruto terkikis dan perlahan mengecil hingga lenyap. Susunan pilar-pilar emas dari Origami terus menembakkan lasernya secara kontinyu.

Naruto terkejut, bijuudama miliknya kalah. matanya membulat menatap horor laser cahaya yang bergerak ke arahnya.

SYUUUT!

Sebuah kunai bergerak cepat menuju laser cahaya. Itu adalah kunai khusus. Dari kunai tadi, muncul aksara kanji berupa rangkaian segel rumit yang membentuk kubah seperti barrier pelindung.

Laser cahaya mengenai kubah tadi, namun tidak menembusnya. Laser itu seperti diserap oleh serangkaian segel yang tertulis di barrier itu. Hingga tembakan laser Origami habis dan berhenti, semuanya diserap. Origami terkejut serangannya bisa ditahan oleh lawannya, bahkan tidak terjadi ledakan sama sekali.

ZZZZZSSSSHT!

Seorang pria paruh baya muncul di samping Naruto. Pria berambut pirang yang mirip sekali dengan Naruto, hanya saja dengan warna kulit yang lebih cerah.

"Bersiaplah untuk ledakan, Naruto!" katanya.

Jauh dari Kota Tenguu, sebuah gunung besar yang tinggi menjulang hingga menyentuh awan, muncul seberkas cahaya. Sebuah laser, menghantam gunung tadi lalu terciptalah ledakan raksasa. Cahaya menyilaukan muncul akibat ledakan itu, radius ledakan mencapai 10 kilometer. Suara ledakan bahkan dapat terdengar dari jarak 100 kilometer. Setelah ledakan selesai, yang tersisa hanyalah lubang berupa kawah raksasa dengan lebar puluhan kilometer. Gunung besar yang awalnya tinggi menjulang sampai ke awan, kini sudah tidak ada lagi.

"Apa itu?" tanya Naruto setelah mendengar suara ledakan yang sangat kuat tadi pada ayahnya.

"Tou-chan memindahkan serangannya ke gunung."

"Tapi ..."

"Tidak apa-apa, gunung itu tidak berpenghuni."

"Syukurlah ..."

Naruto menghembuskan napas leganya. Sesaat Minato memperhatikan keadaan sekitar yang tampak kacau. Lantas pandangannya pun tertancap pada Origami.

"Jadi, dia lawan yang kau hadapi?" tanya Minato sembari menunjuk Origami yang melayang terbang.

"Iya, Touchan. Dia, sangat kuat."

Naruto menganggukkan kepalanya sambil melihat ke arah Origami. Kedua mata Minato pun menyipit tajam.

"Touchan mengerti, Naruto. Ini pasti akan sangat sulit karena dia bisa terbang di udara sedangkan kita hanya bisa bertarung di darat."

"Jadi bagaimana? Apa Touchan punya strategi?"

"Ada satu cara, hanya ini yang bisa kita lakukan. Kau di garis depan, menyerang langsung gadis itu. Touchan akan memberikan support penuh padamu agar bisa menyerangnya. Touchan yakin, dilihat dari keadaannya sekarang, dia petarung jarak jauh yang sanggup menembakkan laser pemusnah. Dia harus kau serang dari dekat, Naruto."

"Bagaimana caraku menyerangnya?"

"Kau hanya perlu mengeluarkan jutsumu atau serangan apapun yang kau punya ke depan. Touchan yang akan menteleportmu dengan hiraishin, mendekati gadis itu"

"Senpou: Oodama Rasengan!"

Naruto membuat rasengan berukuran besar di telapak tangannya.

"Kau cepat mengerti Naruto, jika bertarung," puji Minato. Ia tersenyum kecil. Begitu juga dengan Naruto.

Minato menyentuh bahu anaknya, membuat tanda segel hiraishin di sana. Setelah itu, dia mengambil kunai khusus cabang tiga miliknya. Lalu ...

SYUUUT!

Melemparkan kunai itu ke arah Origami.

Origami tidak mengubah ekspresi datar di wajahnya, akan lemparan kunai itu. Memiringkan kepalanya ke samping untuk menghindari kunai dan ...

ZZZZSSSSSHHHT!

"RASAKAN!" Naruto muncul tepat di belakang Origami ketika kunai Minato sudah melewati Origami.

CRAAAASSSH!

Rasengan bola besar dari Naruto tertahan oleh pilar-pilar emas yang merapat melindungi tubuh Origami.

Dari dalam pilar emas, Origami mengarahkan telapak tangannya ke arah Naruto. Menggunakan kekuatan telekinesis untuk mementalkan tubuh Naruto. Namun ...

ZZSSSSSHT!

Naruto sudah hilang sebelum terkena serangan Origami. Lalu muncul lagi di samping ayahnya.

"Kerja bagus, Naruto," kata Minato.

Minato yang telah mensupport serangan Naruto agar bisa mengenai Origami yang jauh terbang di udara. Menggunakan teknik hiraishin substitusi, Minato bisa menukarkan posisi kunai hiraishin miliknya dengan posisi Naruto di mana keduanya telah Minato beri tanda segel hiraishinnya.

"Tapi ini baru permulaan!" tambah Minato lagi.

"Mal'akh - heavenly Wings!"

Origami mengubah beberapa pilar emas miliknya menjadi berbentuk sayap yang melekat di punggungnya. Tubuh Origami pun berubah menjadi partikel berelemen cahaya.

ZSSSSHT!

DHUUUUAAAAR!

Origami secepat kilat, degan kecepatan yang menyamai Hiraishin langsung menyerang Naruto dan Minato. Mengayunkan satu pilar emas miliknya dengan tangan kanan layaknya sebuah pedang, hingga menghancurkan pijakan Naruto dan Minato sebelumnya.

Beruntung Minato cepat tanggap, dengan hiraishin, dia kabur membawa Naruto bersamanya ke posisi lain di mana ada segel hiraishin yang ia pasang. Sekarang dia dan anaknya terpaut jarak cukup jauh dari Origami yang masih berwujud cahaya di tempatnya berdiri tadi.

Minato mengambil enak kunai hiraishin dari kantong ninja miliknya, melemparkan keenam kunai tersebut sekaligus ke segala arah, dua di antaranya diarahkan pada Origami. Membuat rangkaian handseal, dan ...

"Taijuu Kunai Kagebunshi no Jutsu!"

Kunai-kunai milik Minato menjadi banyak, hingga jumlahnya ribuan, tersebar di seluruh arena pertarungan yang merupakan Tenguu Disneyland yang telah hancur dan rata dengan tanah. Sebagian kunai telah menancap di tanah dan sebagian lagi masih terlempar di udara,

"Naruto, siapkan jutsumu!"

"Baik, Touchan! Senpou Futon: Tsuin Rasenshuriken!"

Naruto membuat rasenshuriken, dua buah di masing-masing tangannya.

ZZZZZSSSHT!

Naruto menghilang, dan muncul di samping Origami. Caranya sama dengan yang tadi, di mana dia melakukan substitusi posisi dengan kunai hiraishin yang berada di dekat Origami.

SHIIIIINGGG!

Mengarahkan satu buah rasenshuriken yang berputar sangat kencang pada Origami. Dengan rasenshuriken ini, dia yakin dapat melukai Origami walau dilindungi oleh pilar emas miliknya.

Ternyata Origami tidak bertahan, namun masih dalam wujud cahaya bersayap. Dia menghindar dengan kecepatan seperti cahaya.

Posisi berbalik, Origami yang sekarang berada di belakang Naruto, sambil bersiap menebaskan satu pilar emas miliknya.

Naruto hilang lagi dari posisi itu, berpindah ke posisi lain. Bersubstituasi dengan salah satu dari ribuan kunai hiraishin lainnya.

Kali ini Naruto berpindah ke udara, namun ternyata dapat dikejar oleh Origami yang sanggup bergerak secepat cahaya.

Origami lagi-lagi mengayunkan pilar emas di tangannya yang di gunakan seperti pedang. Naruto hampir saja kena, namun ...

Naruto sudah berpindah posisi lagi ke kunai yang lain. Naruto sekarang berada di atas Origami, bersiap melemparkan rasenshuriken miliknya. Namun ...

Secepat cahaya, Origami berhasil menghindar.

Begitulah seterusnya, saling serang dan saling menghindar. Hingga belum ada satupun masing-masing yang berhasil menjatuhkan serangan di tubuh lawannya.

Origami yang berwujud cahaya serta sayap emas di punggungnya, benar-benar bergerak sangat cepat. Kecepatan yang tidak mungkin ditandingi oleh siapapun. Walaupun dengan support dari Minato yang berkali-kali menteleport Naruto dengan hiraishin menggunakan media ribuan kunai yang tersebar, sanggup mengimbangi Origami.

Origami tahu kalau seperti ini terus tidak akan ada akhirnya. Oleh karena itu, dia secepat kilat bergerak ke arah Minato. Dia tahu kalau yang menteleport Naruto ke semua titik adalah Minato.

Muncul tepat di depan Minato, bersiap menusukkan pilar emas yang telah ia buat runcing. Hampir menembus tubuh Minato, namun ...

Minato telah menteleportkan dirinya ke posisi lain yang jauh. Selain menteleport Naruto, dia juga bisa sambil menteleport dirinya sendiri, sehingga tidak ada celah baginya untuk diserang.

Ini memang serangan kombinasi ayah-anak yang luar biasa. Serangan mematikan tanpa celah sama sekali.

Origami tidak kehabisan akal, secepat cahaya dia terbang tinggi hingga mencapai awan.

Tubuhnya kembali seperti sedia kala, sayap emasnya juga kembali ke bentuk semula sehingga tujuh pilar emas miliknya kembali lengkap. Pilar-pilar itu dia susun dan arahkan ke bawah, lalu ...

"Shemesh - the Sun!"

Dari ujung pilar itu, laser-laser cahaya pemusnah dia tembakkan ke bawah. Bukan menembakkannya pada Naruto atau Minato, namun menembak semua kunai Hiraishin. Ribuan kunai tidak ada yang luput dari hujan laser Origami.

Origami lalu turun terbang rendah, kembali ke arena pertarungan.

Senyum meremehkan tercetak di bibir Origami, "Kuakui kalian berdua sangat hebat, tapi itu belum cukup untuk mengalahkanku."

"Aku pasti akan mengalahkanmu, Origami!" sergah Naruto dengan keras."Apapun yang terjadi, aku akan mencoba untuk bertahan dan melakukan apa saja untuk menghentikan semua perbuatanmu. Aku akan menghentikanmu. Menyegel kekuatanmu agar kau tidak berbuat lebih jauh seperti ini. Kau tidak bisa dihentikan dengan kata-kata saja. Tapi, dihentikan dengan perbuatan. AKU AKAN MENYEGEL KEKUATANMU DENGAN PERASAAN CINTA, ORIGAMI!"

Suara lantang Naruto menggema di area yang sudah kacau balau itu. Membuat Origami dan Minato tertegun mendengarnya. Minato memperhatikan Naruto dengan serius. Wajah Naruto terlihat tegang penuh dengan cahaya kemarahan dan kasih sayang.

'Naruto ...,' batin Minato di dalam hatinya.

Mengubah wajahnya kembali datar, Origami menatap ke arah Naruto dengan pandangan yang sayu.

"Apa? Menyegel kekuatanku dengan perasaan cinta? Apa kau bercanda, Naruto?"

"Aku tidak akan menarik kata-kataku. Aku akan menghentikanmu secepatnya agar tidak ada lagi korban-korban yang berjatuhan. Aku akan menyegel kekuatanmu. Bersiaplah untuk menerima kekalahanmu, Origami."

"Sungguh lucu sekali. Kau pikir semudah itu menyegel kekuatanku. Aku tidak akan membiarkanmu melakukan penyegelan itu terhadapku. Hanya saja ..."

"Kalau aku yang tidak berhasil menyegel kekuatanmu. Pasti Shidou yang bisa melakukannya. Dia yang akan menyegel kekuatanmu itu. Aku mempercayakan Shidou untuk melakukan penyegelan terhadapmu saat akhir kekalahanmu. Namun, yang penting saat ini, aku akan berusaha untuk mengalahkanmu sampai kau tidak bisa berbuat apapun lagi. Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk melindungi Ayahku, kekasihku, teman-temanku dan semua orang di dunia ini. Jangan sebut aku seorang shinobi, jika aku tidak bisa mengalahkanmu. Aku adalah shinobi yang berasal dari desa Konoha, anak dari Hokage keempat. Namikaze Naruto, yang akan menjadi shinobi melampaui para Hokage sebelumnya. Aku tidak akan kalah. Aku akan menang karena aku adalah shinobi yang akan tetap berjuang dengan tekad api. Itulah motto dari desaku. AKU AKAN MENGALAHKANMU SEKARANG JUGA! KAU AKAN KALAH, ORIGAMI!"

Kedua mata Origami sedikit membulat dengan perkataan Naruto yang begitu sangat lantang. Naruto mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Kedua matanya menajam.

Sang Ayah tersenyum simpul melihat semangat tekad api desa Konoha masih berkobar di dalam diri Naruto. Dia merasa sangat bahagia karena anaknya masih mengingat tentang desanya, yang kini sudah tidak ada lagi. Sekarang saatnya untuk melanjutkan pertarungan kembali. Apalagi Origami terdiam setelah mendengar perkataan Naruto itu.

'Shidou ...,' batin Origami sesaat saja.

Kemudian Minato mengacungkan jempolnya pada Naruto. Naruto meliriknya.

"Touchan bangga padamu, Naruto."

Naruto menyengir lebar sekilas. Setelah itu, ia bersikap serius.

"Hehehe ... Terima kasih. Touchan masih punya teknik lainnya, kan?"

"Tentu saja, Touchan akan membantumu dengan semua yang Touchan punya."

Minato menepuk pundak Naruto. Mereka tersenyum sebentar. Origami merasa muak melihat mereka.

"Terus saja mengoceh. Kalian berdua akan benar-benar kubunuh di sini!" Origami tidak terima jika dirinya kalah. Karena itulah, dia menyerang duluan.

"Kadour - Sword of Light!"

Origami mengubah semua pilar emasnya menjadi serpihan cahaya berupa kepingan-kepingan kecil benda tajam yang dapat ia gerakkan sesukanya.

Naruto tidak tinggal diam, dia membuat kubah chakra lagi berwujud monster Kyuubi raksasa.

WHUUUSSH!

Gelombang pertama serpihan cahaya dari Origami datang menyerang. Naruto menggunakan lengan chakra Kyuubi yang dia buat memanjang sehingga menepis semua serpihan itu. Walaupun berhasil ditepis, namun lengan chakra Kyuubi juga hancur karena betapa tajam dan kuatnya serpihan-serpihan cahaya tersebut.

Tidak berhenti sampai di sana, gelombang serpihan lain bergerak menyerang langsung ke tubuh Kyuubi. Kubah chakra Kyuubi yang melindungi dia dan ayahnya berlubang. Namun, lengan chakra lain langsung menepis serpihan itu sebelum membuat lubang menjadi lebih besar. Lubang itu menutup, kubah chakra Kyuubi mampu berregenerasi.

Origami terus menyerang dengan cara yang sama. Hingga beberapa saat kemudian dia berhenti karena merasa sia-sia. Kubah chakra Kyuubi berhasil melindungi Naruto.

Origami pun menggunakan cara lain, dengan serangan frontal. Dia mengarahkan telapak tangannya ke depan, ke arah Naruto dan Minato yang terlindung di dalam kubah chakra berwujud Kyuubi raksasa. Dengan banyak sekali energi sihir yang dia alirkan tangannya, kali ini Origami membuat daya dorong yang luar biasa kuat untuk mementalkan Kyuubi dengan kemampuan telekinesis yang ia miliki.

BUUUGGGH!

SREEEK!

Kyuubi terpental ratusan meter ke belakang. Terseret di permukaan tanah hingga menghantam puing-puing bangunan yang tersisa. Gaya dorong kekuatan Origami kali ini tidak main-main.

"Uuggh!" Naruto mengerang kesakitan karena serangan Origami barusan.

"Naruto, Touchan punya rencana ... Buat serangan terkuat yang kau miliki!" kata Minato yang masih bersama Naruto di dalam kubah chakra Kyuubi.

"Baik, Touchan!"

Naruto mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan. Rahang sosok Kyuubi terbuka lebar. Partikel biru merah berkumpul menjadi satu seperti bola hitam berdiameter 10 meter di depan mulut itu. Naruto menambahkan daya rusaknya dengan mengubah bentuk bola itu menjadi bentuk lain.

"Bijuudama Rasenshuriken!"

Origami tidak diam menunggu. Dia menyusun kembali pilar-pilar emas miliknya dan membuat serangan seperti sebelumnya. Serangan laser cahaya yang sanggup melenyapkan gunung dan membuat ledakan hingga radius puluhan kilometer.

"Afterlif - Crown Canon!"

SYUUUUT!

Laser cahaya Origami melesat lebih dahulu, namun ...

Sosok Kyuubi raksasa yang jadi target laser itu tiba-tiba hilang dari pandangan mata Origami.

Tanpa disangka, sosok Kyuubi muncul tepat di belakang Origami. Minato meninggalkan satu kunai hiraishin miliknya di posisi itu sebelum dihantam kekuatan telekinesis Origami tadi.

Origami tidak terlindung, pilar-pilar emas miliknya masih berkumpul membentuk canon yang menembakkan laser cahaya.

Minato benar-benar pandai menganalisis data pertarungan lalu membuat strategi jitu.

Origami tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Dia pun terpaksa menerima serangan langsung.

KABOOOOOOOMMMMMMMM!

Ledakan besar tercipta di tengah arena pertarungan. Disneyland yang tadinya sudah hancur dan tinggal puing, kini benar-benar lenyap tak bersisa. Meninggalkan kawah raksasa dengan lebar puluhan kilometer, hasil ledakan dari bijuudama rasenshuriken milik Naruto.

Minato dan Naruto kini berdiri di tepi kawah, menghindar dari ledakan serangannya sendiri dengan hiraishin Minato.

Tersisa adalah Origami yang jatuh terduduk di pusat kawah raksasa.

"Ughhh!" Origami mengerang kesakitan. Dia benar-benar terluka parah, astral dress putih miliknya tampak compang-camping.

TAP! TAP! TAP!

Langkah kaki berhenti tidak jauh dari Origami. Tidak hanya satu, tapi ada banyak orang.

Naruto dan Minato yang lebih dahulu ada di sini. Lalu Shidou yang datang bersama Yoshino, Tohka, Kotori, Kurumi, dan Mana. Lalu Miku, Kaguya, dan Yuzuru yang tak sadarkan diri, dibaringkan tak jauh dari orang-orang yang berdiri di dekat kawah raksasa itu.

"Ini sudah berakhir, Origami ..." kata Naruto. Ia berwajah sayu sambil memandang Origami yang sudah terduduk tak berdaya di pusat kawah itu. Origami menundukkan kepalanya sambil memegang lengan kanannya. Telapak tangannya bertumpu di atas permukaan tanah.

Shidou berjalan mendekati Naruto. Setelah itu, ia berdiri di samping Naruto. Naruto dan Minato menyadari kehadiran Shidou. Shidou bermuka kusut sambil memandang Origami yang sudah melemah.

"Origami ..."

Mendengar suara Shidou, Origami mengangkat kepalanya. Tatapannya yang sayu, memandang wajah Shidou dengan lemah.

"Shidou ..." ucap Origami pelan.

"Origami, apa itu kamu?" tanya Shidou tampak penasaran.

Origami menganggukkan kepalanya. Shidou syok seketika.

"Ke-Kenapa? Kenapa kamu melakukan semua ini, Origami? Apa tujuanmu yang sebenarnya?" tanya Shidou lagi.

Origami terdiam sebentar. Kedua matanya menatap sedih ke arah Shidou. Sedetik kemudian, ia menjawabnya.

"Aku ... Akulah pemimpin spirit sebenarnya, Shidou."

"Apa?"

Shidou kaget. Ia syok lagi. Begitu juga yang lainnya kecuali Kurumi, Naruto dan Minato. Tohka, Mana, Yoshino dan Kotori juga memasang wajah syoknya. Mereka baru tahu tentang semua itu.

"Ja-Jadi, Origami adalah pemimpin spirit selama ini?" Tohka yang masih berwujud gadis spirit berpakaian gaun ungu dengan armor perang, ternganga di tempat.

Kurumi yang berdiri di samping Tohka, masih berwujud spirit, menganggukkan kepalanya.

"Itu benar, Tohka. Dialah yang mengendalikan semua spirit selama ini. Dialah Ratu spirit yang telah menghancurkan sebagian bumi yang lain. Termasuk mengendalikan ketiga spirit yang menyerang kita tadi. Origami-lah yang menjadi dalang utama di balik kekacauan selama ini. Dia adalah spirit kelas dewa yang sangat kuat. Dia memang pantas untuk menjadi pemimpin setiap spirit," jelas Kurumi.

Tohka manggut-manggut dengan muka yang serius.

"Oh, begitu."

"Jadi, selama ini kamu tidak tahu?"

"Tidak."

"Huh, sudah kuduga," Kurumi berwajah sewot."Kamu memang spirit yang payah juga."

Tohka mendelik ke arah Kurumi.

"Diam kau, Kurumi!"

"Huh ... Awas nanti! Aku akan mengambil Naruto-san darimu, Tohka."

Kurumi tersenyum sinis. Tohka menatap Kurumi dengan tajam. Kemudian mereka saling membuang muka masing-masing.

Adegan tertancap antara Shidou dan Origami. Origami melanjutkan perkataannya.

"Tujuanku melakukan semua ini, hanya untuk menghancurkan bumi yang dipenuhi oleh orang-orang yang berkekuatan istimewa. Aku ingin kehancuran, kematian dan penderitaan. Semua itu sangat menarik buatku. Apalagi aku ingin menjadi spirit yang sangat kuat di dunia ini dan membuktikan bahwa kekuatanku ini tidak ada tandingannya. Aku dibutakan untuk tidak melihat siapapun. Hatiku bergerak untuk menghancurkan dan membinasakan bagi siapa saja yang ingin menghalangi rencanaku untuk menghancurkan bumi. Namun, ketika aku turun ke bumi ini secara langsung dan ikut berbaur dengan manusia, aku mendapatkan suatu hal yang membuat hatiku mulai terbuka. Semua itu terjadi ketika aku bertemu denganmu, Shidou. Kamu sudah mengajariku tentang banyak hal di dunia ini. Kamu menjadikan aku sebagai teman baikmu. Kamu sudah membuatku berpikir lebih jernih. Kamu sudah membuka pikiranku yang semula ingin menghancurkan bumi, menjadi ingin hidup lebih lama bersamamu. Aku ... Aku menginginkan perhatian, kasih sayang dan cinta darimu. Aku sangat mencintaimu, Shidou. Hanya itu yang aku inginkan darimu."

Mendengar pengakuan Origami yang begitu tiba-tiba, membuat semuanya terkejut. Syok lagi. Terlebih bagi Shidou sendiri.

"Eh, dia mencintai Shidou-san?" gumam Yoshino yang berdiri di belakang Shidou. Ia berada di antara Mana dan Kotori. Wajahnya menjadi kusut karena tahu kalau ada gadis lain yang juga menyukai Shidou. Sama seperti dengan yang ia rasakan sekarang.

Bibir Origami bergetar, menahan rasa sakit yang terus menjalari tubuhnya. Kedua matanya mulai berkaca-kaca. Shidou tertegun karena menyadari kesedihan yang terpancar di balik kedua mata Origami. Kesepian, kesedihan dan keterpurukan karena rasa cinta yang tidak terbalaskan membuatnya menjadi sakit dan penuh dendam seperti ini.

"Origami ... Aku baru tahu kalau kamu juga mencintaimu. Aku juga ..."

"Sudah terlambat, Shidou ...," perlahan-lahan Origami bangkit dari duduknya. Menyembunyikan ekspresi wajahnya di balik rambutnya karena kepalanya ditundukkan kembali.

"Aku tidak mau mendengar kata-kata siapapun lagi. Kamu sudah terlambat untuk menyadari perasaanku ini, Shidou. Yang aku tahu perhatian dan kasih sayangmu cuma buat Tohka. Kamu mencintai Tohka. Bukan mencintai aku. Aku sudah merasa sakit. Aku tidak tahan lagi. Aku akan mengakhiri semua ini," lanjut Origami lagi dengan nada yang serak.

"Origami, hentikan! Hentikan semua ini! Sudah berakhir! Berhentilah!" Shidou merasakan kebencian Origami yang mulai menusuk hatinya. Ia merasakan firasat yang sangat buruk.

"Tidak! Ini belum berakhir!" seru Origami.

SRIIIIING!

Aura energi sihir negatif berwarna hitam tiba-tiba saja menguar-nguar dari tubuh Origami. Rasa marah dan emosi negatif menguasai hati Origami,"INI BELUM BERAKHIIIIIIIRRRRR. . . . . . ! DEMON KING: SATAN!"

Inverse Form, terjadi pembalikan energi sihir di tubuh Origami. Membuatnya mampu memanggil Demon King miliknya, wujud jahat dari malaikat yang dimiliki oleh spirit kelas atas seperti Origami. Energi sihir yang dimiliki Origami pada wujud ini, jauh lebih kuat dari wujud sebelumnya yang seperti malaikat.

Kini penampilan Origami jauh lebih gelap dari sebelumnya. Masih berambut putih tapi agak kehitaman. Kedua mata sayu, kosong, dan berwarna biru kehitaman. Di kepalanya, terpasang sebuah mahkota hitam dengan permata yang lebih gelap. Berpakaian gaun kembang berenda bertingkat berwarna hitam setengah paha. Kedua kakinya memakai kaos hitam di atas lutut dan sepatu hitam datar yang mengkilat. Semuanya serba hitam.

Origami terbang melayang ke atas, hingga berhenti di ketinggian 500 meter di atas permukaan tanah.

"Akan kuhancurkan kalian semua dengan serangan terakhirku ini, sekaligus seluruh dunia ...!" tukas Origami menggema.

Dia mengangkat tangannya ke atas. Dengan segenap kekuatan sihir yang dia punya, dia mengumpulkan molekul-molekul udara dari seluruh angkasa. Memampatkannya hingga membentuk suatu materi plasma, yakni wujud materi keempat selain padat, cair, dan gas. Materi dalam wujud plasma hanya bisa terbentuk pada tekanan yang sangat tinggi dan suhu yang mencapat 15 juta derajat celcius. Plasma yang dibuat Origami sama dengan plasma yang terdapat dalam inti matahari.

Bom plasma telah selesai dibuat Origami di angkasa. Ukurannya tidak terlalu besar, berbentuk bola bercahaya putih dengan diameter 15 meter. Namun, itu saja sudah cukup untuk melenyapkan seluruh bumi dalam sekejap. Ledakan bom plasma seperti yang terjadi di dalam inti matahari, yang mana itulah sumber energi yang membuat matahari bersinar terang sepanjang masa. Jika bom plasma itu benar-benar dijatuhkan ke bumi, maka tidak akan ada apapun yang tersisa.

Origami berniat melenyapkan seluruh kehidupan yang ada di bumi ini.

Melihat hal ini, tidak ada yang bisa mereka perbuat. Menggabungkan kekuatan saja tidak cukup. Walaupun dengan kekuatan penuh mereka semua, tidak akan sanggup menghentikan ledakan bom plasma.

Semuanya tampak kaget dan sangat syok dengan semua ini. Mereka melihat dengan penuh wajah pucat, ke arah Origami yang bersiap-siap akan menghantam bumi dengan kekuatannya yang mematikan.

Mereka panik. Tidak tahu harus berbuat apa untuk menghentikan Origami kali ini. Origami memang benar-benar kuat.

"Bagaimana ini, Touchan?" tanya Naruto. Dia sudah tampak frustasi.

"Touchan juga tidak tahu," bahkan Minato tak kalah frustasinya dengan Naruto. Naruto menghelakan napasnya dan menggerutu tidak jelas.

Tohka menyadari akan bahaya ini. Terlintas ide yang muncul di otaknya di saat-saat genting seperti ini.

"Naruto-kun!" panggil Tohka cepat."Masih ada satu cara."

Naruto menyadari dirinya dipanggil oleh Tohka. Ia pun menoleh ke arah belakang.

"Katakan, Tohka-chan!"

"Kemarilah."

Naruto mendekati Tohka dengan cepat. Namun, tanpa disangka-sangka ...

CUP!

Tohka malah mencium bibir Naruto. Ia memegang kedua pipi Naruto. Ciuman penuh perasaan, perasaan cinta Tohka untuk Naruto yang teramat dalam.

Naruto sendiri kaget dibuatnya. Begitu juga dengan Kurumi yang lainnya.

Tohka selesai mencium Naruto. Kedua pipi Naruto memerah. Wujud diri Naruto masih dalam keadaan mode sennin biju.

"Toh-Tohka ... Ini ...," Naruto tampak gugup. Ia memandang wajah Tohka dengan heran karena Tohka tersenyum padanya. Tangan Tohka tidak memegang kedua pipi Naruto.

"Naruto-kun.. lihatlah apa yang ada di tanganmu."

Naruto menuruti perkataan Tohka. Kedua matanya membulat ketika melihat sesuatu mulai muncul di tangannya.

"Ini ... Sandalphon!" kata Naruto, mengangkat benda yang di tangannya. Pedang sandalphon milik Tohka.

"Pedang sandalphon ini adalah malaikat pelindungku. Pedang ini akan mewujudkan keinginan terdalam pemakainya. Tanyakanlah keinginan sejatimu, setelah mendapat jawabannya di hatimu, maka ayunkan pedang ini. Jika jawabmu benar, malaikat akan menjawab keinginan itu."

Naruto menatap Tohka lagi. Tohka tetap tersenyum padanya. Sedetik kemudian, Naruto juga tersenyum. Ia mengangguk mengerti.

"Terima kasih, Tohka-chan," tangan kiri Naruto menggenggam erat tangan kanan Tohka, sedangkan tangan kanannya memegang erat pedang sandalphon.

Bersama Tohka, Naruto melangkah maju,"Kita lakukan bersama, Kyuubi."

"Oke!" jawab Kyuubi yang ada di tubuh Naruto.

Naruto membuat kubah chakra berwujud Kyuubi raksasa. Ia dan Tohka berada di dalam kubah itu, tepat di kepala sosok Kyuubi.

Semua orang menjauh dari Naruto dan Tohka. Berjarak beberapa meter dari kawah tersebut.

SHIIIINGG!

Dari ketiadaan, muncul pedang raksasa di tangan sosok Kyuubi. Pedang sandalphon raksasa dalam bentuk final form.

Origami sudah menjatuhkan bom plasma, serangan terakhirnya yang sanggup membuat kiamat di muka bumi.

Naruto dan Tohka saling pandang. Mereka mengangguk bersamaan sambil menggenggam tangan dengan erat.

"Ayo, kita lakukan bersama, Tohka-chan!"

"Iya, Naruto-kun!"

Pandangan mereka tertancap kembali pada sasaran. Dengan keyakinan dan perasaan cinta keduanya, mampu melahirkan suatu kekuatan besar yang akan menghentikan semua serangan Origami ini. Semoga harapan mereka terkabulkan dan berhasil menyelamatkan dunia di ambang kehancuran beberapa menit lagi.

Sosok Kyuubi mengangkat pedang sandalphon tinggi-tinggi, mengayunkannya tepat pada bom plasma yang di jatuhkan Origami. Membuat gelombang energi sihir luar biasa dari pedang sandalphon yang bergabung dengan semua chakra Kyuubi.

PAAAAAATS!

Gelombang energi sihir itu, akhirnya mampu melenyapkan bom plasma ciptaan Origami.

DAAAAAAAAASH!

Naruto dan Tohka tertawa senang karena serangan Origami berhasil dihentikan.

"Berhasil, Tohka-chan!" Naruto tampak terengah-engah.

"Iya, Naruto-kun! Kamu berhasil melakukannya," Tohka melirik ke arah Naruto.

Mereka berpelukan sebentar di dalam sosok Kyuubi berwujud raksasa. Kyuubi tersenyum penuh perasaan bahagia karena Naruto dan Tohka sudah menyatukan kekuatan masing-masing untuk menyelamatkan dunia ini.

Ya, semuanya sudah berakhir. Minato dan yang lainnya begitu senang melihat akhir pertarungan besar ini. Pemenangnya adalah Naruto dan Tohka.

SYUUUT!

Origami yang telah kehabisan tenaga, akhirnya jatuh. Namun, sebelum sempat mencapai permukaan tanah, Shidou telah lebih dahulu menangkapnya.

HAP!

Shidou berhasil menangkap Origami dalam gendongannya dengan gaya bridal style. Mereka berada tepat di pusat kawah tadi.

Shidou berlutut di tanah. Membaringkan tubuh Origami di atas pahanya. Kepala Origami disanggah dengan tangan kirinya. Tubuh Origami kelihatan sudah lemas. Ia sudah tidak bertenaga lagi. Masih berwujud spirit berpakaian serba putih yang sudah compang-camping. Ia tidak pingsan dan menyadari kalau ada Shidou di dekatnya.

"Shidou ..." panggil Origami dengan pelan.

"Origami ... Sudah. Sudah, hentikan semua ini. Jangan turuti kemarahan dan rasa kebencian di hatimu. Buanglah rasa itu jauh-jauh. Jadilah, Origami yang baik. Seperti Origami yang kukenal selama ini. Jangan lagi kamu melakukan semua ini," ujar Shidou dengan nada lembut."Aku mengerti. Aku paham dengan semua perasaanmu. Aku baru tahu kalau kamu mencintaiku, Origami. Aku sungguh kaget dan juga senang mendengarnya."

Origami mengerutkan keningnya, tanda tidak mengerti.

"Se-Senang. Apa maksudmu, Shidou?"

Shidou hanya tersenyum. Ia menundukkan kepalanya dan mengangkat kepala Origami lebih tinggi. Origami kaget ketika Shidou hampir mendekati wajahnya dan ...

Terjadilah penyegelan kekuatan Origami. Shidou mencium Origami dengan penuh perasaan. Kedua mata Origami sedikit membulat.

Ciuman yang singkat hanya beberapa detik. Shidou pun membisikkan sesuatu pada Origami.

"Aku juga mencintaimu, Origami."

"Benarkah? Benarkah itu, Shidou?"

Shidou menganggukkan kepalanya. Ia tersenyum. Origami begitu senang mendengarnya. Secara langsung, ia memeluk leher Shidou. Shidou membalasnya.

Ternyata Origami menangis. Ia menangis di dalam pelukan Shidou. Tubuhnya gemetaran hebat.

"Terima kasih, Shidou. Aku tidak menyangka kalau kamu juga mencintaiku. Hiks ... Hiks ... Hiks ..."

"Ya, aku tahu. Jadi jangan menangis lagi ya."

"Iya. Aku menangis karena senang. Hiks ... Hiks ... Hiks ..."

Pada akhirnya, Origami pun sadar dan berhasil mendapatkan cinta Shidou. Mereka asyik berpelukan di pusat kawah itu, untuk sementara waktu.

Di sisi lain, tak jauh dari kawah tersebut.

Naruto dan Tohka kembali kepada teman-temannya yang telah menunggu mereka. Mereka menyambut kedatangan Naruto dan Tohka dengan penuh sukacita.

Naruto sudah kembali seperti keadaan semula. Tohka, Kurumi, dan Kotori sudah berwujud seperti gadis biasa. Mana, Minato dan Yoshino berdiri di antara Naruto dan Tohka.

"Wah, selamat buat kalian berdua ya!" sahut Yoshinon, boneka kelinci yang berada di tangan kiri Yoshino."Salam kenal. Aku Yoshinon dan ini adalah Yoshino. Senang berjumpa dengan kalian."

Naruto dan Tohka tersenyum pada Yoshino dan Yoshinon.

"Hai, salam kenal juga. Aku Namikaze Naruto. Panggil saja Naruto."

"Aku Yatogami Tohka. Panggil juga Tohka saja."

"Baiklah, Naruto dan Tohka!" Yoshinon tertawa lebar sambil merentangkan kedua tangannya.

"Ngomong-ngomong kamu juga spirit?" Naruto menunjuk ke arah Yoshino.

Yoshino mengangguk. Dijawab oleh Yoshinon,"Begitulah."

"Tapi, kekuatannya sudah disegel oleh Shidou-nii," tutur Mana.

Naruto menoleh ke arah Mana,"Oh, begitu."

"Ngomong-ngomong, Shidou-nii di mana?" Kotori celingak-celinguk. Merasa kehilangan sang kakak.

Naruto menunjuk ke arah kawah. Di mana Shidou dan Origami sedang berpelukan erat.

"Haaaah? Apa yang mereka perbuat di sana?" Kotori syok melihat apa yang terjadi pada Shidou dan Origami."SHIDOU-NII, APA YANG KAU LAKUKAN ITU? ORIGAMI, MENJAUHLAH DARI KAKAKKU SEKARANG JUGA!"

Kotori pergi menghampiri sang kakak. Mana mengejarnya.

"KOTORI! JANGAN GANGGU MEREKA! BIARKAN SAJA!"

"AKU TIDAK TERIMA KALAU SHIDOU-NII MALAH BERPACARAN SAMA SPIRIT BERBAHAYA ITU! AKU AKAN MENGHENTIKANNYA!"

"KALAU KAU NEKAD JUGA! AKU AKAN MELAWANMU!"

"COBA SAJA KALAU BISA!"

"AHA, SIAPA TAKUT!"

Mereka malah bertengkar adu mulut. Tiada yang mampu menghalangi mereka. Sehingga membuat Naruto dan yang lainnya ternganga melihat pertengkaran di antara Mana dan Kotori.

Setelah itu, Minato menepuk pundak Naruto. Naruto menoleh ke arah ayahnya.

"Kerja yang bagus, Naruto," Minato berdiri tepat di tengah Naruto dan Tohka, lalu memegang bahu Tohka."Kamu juga, Tohka. Kamu memang pasangan yang terbaik untuk Naruto. Kalian memang hebat. Aku merestui hubungan kalian ini. Kalian berpacarankan sekarang?"

Kedua pipi Naruto dan Tohka memerah bersamaan. Mereka mengangguk juga bersamaan.

Mendadak muncul Kurumi yang merangkul lengan kanan Naruto. Naruto menoleh ke arahnya disertai dengan tatapan membunuh dari Tohka. Minato pun heran melihat mereka.

"Kurumi ..." Naruto kaget sedikit karena tangannya dirangkul oleh Kurumi.

"Sesuai janjimu, kalau sudah selesai bertarung, kamu harus berkencan denganku. Aku ingin membalas budimu yang telah menolongku, waktu itu. Jadi, ayo kita pergi berkencan sekarang, Naruto-san," Kurumi langsung menarik tangan Naruto. Naruto pun terseret oleh langkah Kurumi.

Tapi, tangan kiri Naruto ditangkap oleh Tohka. Tohka menahan Naruto agar tidak diseret oleh Kurumi.

"Jangan ikuti dia, Naruto-kun. Aku yang menjadi pacarmu. Bukan Kurumi. Jadi, kamu harus kencan juga denganku sekarang."

"Tohka, kamukan sudah berkencan dengan Naruto tadi. Jadi, giliran aku yang berkencan dengan Naruto-san."

"TIDAK! NARUTO-KUN ADALAH MILIKKU SEKARANG! JADI, KAU TIDAK BERHAK MEMILIKI NARUTO-KUN JUGA!"

"NARUTO-SAN ADALAH MILIKKU! BUKAN MILIKMU!"

"KURUMI, JAUHI NARUTO-KUN! JANGAN DEKATI DIA!"

"AKU TETAP AKAN DI DEKAT NARUTO-SAN! DIA HARUS BERKENCAN DENGANKU!"

"ARGH! KURUMI!"

BLA ... BLA ... BLA ...

Mereka bertengkar untuk merebut perhatian Naruto. Naruto pun kewalahan menghadapi dua gadis yang saling menarik dua tangannya sekaligus. Dia benar-benar frustasi dibuatnya.

"HENTIKAAAAN! HENTIKAAAN, KATAKU!" teriak Naruto sekeras mungkin."TOUCHAN, TOLONG AKU!"

Sementara itu, Minato hanya tertawa kikuk bersama Yoshino di sampingnya. Dia hanya berseru seperti ini,"Hadapi masalahmu sendiri, Naruto. Kamu yang berbuat, maka kamulah yang bisa menyelesaikannya."

"APA-APAAN ITU, TOUCHAN?" teriak Naruto lebih keras lagi.

"Misi kencan ini sudah hampir selesai. Tugasmu selanjutnya adalah menyegel ketiga spirit yang pingsan itu, Naruto. Touchan serahkan tugas itu padamu, nak."

"A-APA?!" pekik Naruto dan Tohka bersamaan.

Minato menyengir lebar sambil mengacungkan jempolnya. Naruto dan dua gadis itu, yang berdiri tak jauh darinya, ternganga bersama-sama.

Tugas lain harus diselesaikan Naruto. Mau tidak mau, dia harus melaksanakan perintah sang Ayah. Ia pun membentuk sebuah segel tangan.

"KAGE BUSHIN NO JUTSU!"

Naruto melepaskan beberapa kloningnya untuk melakukan penyegelan terhadap tiga spirit yang pingsan yaitu Miku, Kaguya dan Yuzuru. Sementara satu kloning lainnya, menarik paksa Tohka yang merangkul lengan kiri Naruto. Sehingga Kurumi pun bisa menarik Naruto asli pergi dari sana. Satu kloning Naruto yang memeluk Tohka dari belakang, berusaha menahan Tohka yang ingin mengejar Naruto asli dan Kurumi.

Terlihat dari jauh, Naruto asli melambaikan tangannya pada Tohka.

"Maaf, Tohka-chan. Aku harus pergi kencan dulu dengan Kurumi. Sampai nanti!"

"TUNGGU! NARUTO-KUN! JANGAN TINGGALKAN AKU!"

"Tohka-chan, biarkan aku pergi. Aku yang lain ada di sini, menemani kamu. Aku dan aku yang asli, sama saja, kan?"

Kloning Naruto yang berbicara pada Tohka. Tohka pun terdiam sejenak.

"Ta-Tapi, kamu adalah tiruannya Naruto-kun."

"Haaaah, itu sama saja, kan? Aku adalah dia. Hanya saja aku yang asli harus menjalani misi penting yaitu menyegel kekuatan Kurumi. Jadi, ini kesempatan bagusnya untuk menyegel kekuatan Kurumi."

"Begitukah ...," Tohka menyadari sesuatu yang ganjil."Jika kamu menyegel tiga spirit yang pingsan dan juga Kurumi. Berarti kamu harus mencium empat gadis itu. Itu berarti ..."

DZIIIING!

Wajah Tohka menggelap. Tubuhnya gemetaran. Kloning Naruto pun keheranan.

"Kamu kenapa, Tohka?"

"WAAAAAH, NARUTO-KUUUN! AKU TIDAK RELA KAMU MEMBERIKAN CIUMANMU ITU PADA GADIS LAIN! AKU TIDAK RELA. KAMU YANG BERHAK MENCIUMKU! NARUTO-KUN, KAMU JAHAT!"

Tohka meronta-ronta dalam pelukan kloning Naruto. Kloning Naruto pun kewalahan menahan Tohka yang mengamuk-ngamuk. Membuat Minato dan Yoshino sweatdrop melihatnya.

Begitulah akhir dari pertarungan besar ini. Kekuatan ketiga spirit yang masih pingsan yaitu Miku, Kaguya, dan Yuzuru sudah disegel lewat ciuman oleh kloning-kloning Naruto. Cuma tinggal Kurumi saja. Jadi, Naruto asli sedang berusaha untuk menyegel kekuatan Kurumi itu. Semoga saja berhasil.

Mana dan Kotori yang saling bertengkar di tepi kawah. Tidak ada yang mengalah.

Shidou dan Origami yang saling berpelukan. Mereka sudah resmi berpacaran mulai hari ini.

Shinobi dan misi kencan sudah selesai dan tetap akan berlanjut. Naruto sudah berhasil menyelamatkan dunia dari ancaman spirit. Dunia aman dan damai telah datang untuk menyambut mereka semua.

.

.

.

TAMAT

SAMPAI JUMPA DI SEASON 2-NYA!

.

.

.

A/N:

Chapter 10 sudah update!

Chapter yang terakhir.

Terima kasih atas perhatianmu dari awal sampai akhir.

Terima kasih buat Mahmud Khem.

Selasa, 19 Januari 2016

Hikasya

Harap berikan review terakhirmu ya!