Stronger

Disclaimer : Naruto is belong to Masashi Kishimoto, but Sasuke is MINE #dibakarsakura,

Warning : OOC, Aneh, Gaje, Typo and Miss Typo bertebaran dimana-mana, penulisan tidak menggunakan kaidah EYD yang benar #apadah

Author Bacot Area : Okeh, akhirnya setelah ehemsetengahtahunlebihehem Aphro menghilang dari dunia perfanfic-an Indonesia#eh?, saya balik lagi tapi kali ini bawa FF pair Sasusaku, hehehehe Enjoy this one guys, Mind To RNR Mina?

"Apa yang kau lihat saat ini pada diriku,

Itu bukan aku yang sebenarnya.

Dendam, amarah, keputusasaan,

keinginan kuat untuk memiliki mu lagi

tak bisakah kau lihat itu dimataku saat ini?

yang kau lihat pada diriku saat ini, hanya sebuah topeng

topeng yang ku gunakan untuk merebutmu kembali "

Tokyo International Hospital

Hana memandang dari balik kaca ruang rawat bayi-bayi yang baru lahir kedua bayi kembarnya yang berada dalam incubator dengan beberapa selang di tubuh mereka. ingin menangis rasanya melihat kondisi menyedihkan kedua bayi kembarnya. Racun yang masuk kedalam tubuhnya ternyata dengan cepat mampu melukai bayinya. Tangisan salah satu bayinya membuatnya menatap khawatir dan panik kearah mereka di tambah tangisan salah satu bayinya yang lain. Kedua tangannya menyentuh kaca pembatas dan berniat untuk masuk kedalam.

"Kemana semua suster Itachi-kun, Daichi dan Daisuke menangis mereka bisa kelelahan kalau begitu terus." Itachi menyentuh pundak istrinya dan memanggil dua orang suster untuk kembali menangani bayi kembar mereka.

"Pasti menyakitkan sekali…" Itachi bisa mendengar dengan jelas isakan Hana saat melihat salah satu suster mencoba menenangkan bayi mereka

"Pasti tidak enak harus berada dalam incubator untuk waktu lama seperti itu…" Itachi mengecup puncak kepala Hana

"Sejauh ini mereka melakukan tugas mereka dengan baik, sayang. Bayi kembar kita sudah mulai membaik kau tidak perlu se-khawatir itu." Hana memandang Suaminya

"Ini salahku…" Hana mengusap wajahnya kasar dengan kedua tangannya

"Mereka seperti ini saat ini karena kesalahanku." Itachi menggeleng tegas

"Kau justru yang membuat mereka masih ada di sini dan lahir kedunia. Kau yang mati-matian bertahan untuk mereka, jadi ini semua bukan salahmu. Sama sekali bukan." Hana tersenyum mendengar kalimat Itachi

"Tapi tetap saja aku tak bisa kalau harus melihatnya tersiksa. Kami-sama kapan mereka akan sembuh dan sehat seperti bayi normal lainnya?" Ujarnya lalu mendesah putus asa.

"Sebentar lagi, dokter Tsunade bilang kita butuh waktu satu minggu lagi untuk memastikan kesehatan mereka." Ujar Itachi

"Aku harap ini terakhir kalinya aku melihat bayiku tersiksa dengan jarum infuse dan selang-selang itu." ujar Hana

"Kaa-chan…" Wanita bersurai coklat itu menoleh dan mendapati putrinya dalam gedongan Zac, seorang bodyguard yang di sewa Sasori untuk menjaga Sakura

"Ah… Meiko-chan ke sini sayang, kita lihat adikmu." Meiko turun dari gedongan Zac dan meminta duduk di pangkuan ibunya yang duduk di kursi roda, Hana menahan nyeri yang kembali ia rasakan pada perutnya saat membukuk dan membawa gadis kecilnya ke pangkuannya

"Apa mereka yang ada di kotak kaca itu?" Tanya Meiko yang menunjuk incubator dengan antusias

"Iya sayang, tapi jangan berisik mereka baru saja tertidur." Meiko mengangguk patuh

"Tapi kenapa banyak selang, Tou-chan?" Itachi membungkuk dan mengecup sayang pipi chubby malaikat kecilnya

"mereka sedikit sakit sayang, jadi harus di rawat." Meiko mengangguk mengerti

"Kalau mereka sembuh aku boleh ajak mereka main?" Itachi tersenyum dan mengacak Surai coklat gadis kecilnya dengan sayang

"Dimana Sasuke-jii dan Guilliana-baasan?" Tanya Hana

"mereka akan menyusul, Kaa-chan." Ujar Meiko sambil memainkan ikal surai coklat Hana, sementara istri Uchiha Itachi itu hanya tersenyum dan memeluk buah hatinya

"Kau harus kembali keruang rawat, sayang. kondisimu belum pulih benar." Hana mengiyakan perintah suaminya dan membiarkan Itachi mendorong kursi rodanya kembali keruang rawatnya.

Itachi sedang berada di cafeteria saat itu, ia duduk sendirian sambil menyesap secangkir kopi hitam yang di pesananya. Sulung Uchiha itu meninggalkan Meiko bersama Hana di ruang rawatnya untuk menenangkan fikirannya, Hana sudah sadar dan bayi mereka selamat walau harus tetap di rawat secara intensif lalu apa lagi yang harus ia khawatirkan? Tentu saja, dokter Tsunade baru saja mengajaknya bicara empat mata setelah ia keluar dari ruang rawat Hana. Kerusakan rahimnya cukup parah, mau tak mau dokter harus mengankat rahimnya jika tidak nyawa Hana akan terancam.

Ini pilihan yang sulit untuknya, dia tak bisa mengambil keputusan ini sendirian sedangkan Hana tak tahu apapun tentang kondisinya. Ia bahkan belum berani memberi tahu istrinya bagaimana kondisinya yang sesungguhnya. Ia takut kehilangan Hana, tapi Hana juga akan menolak mentah-mentah pengangkatan rahimnya dan akan kembali mengalami depressi berat jika tahu ia tak bisa mengandung lagi. Itachi mengusap wajahnya kasar dan menghela nafasnya lalu kembali meneguk kopi hitamnya.

"Nii-san …." Sulung Uchiha itu menoleh dan mendapati adiknya berdiri di hadapannya dengan secangkir kopi di tangannya lalu ikut duduk bergabung dengannya.

"Apa yang nii-san sembunyikan dariku soal Sakura?" Itachi menaikan sebelah alisnya, ia tidak bodoh, ia sudah bisa membaca kemana arah pembicaraan adiknya

"Jadi kau sudah tahu…" Sasuke memandang tajam kakaknya

"Kenapa Nii-san tega membohongiku?" Itachi tersenyum pahit

"Sakura yang memintanya padaku, Sasuke. Aku tak bisa menolaknya." Sasuke menghela nafasnya berat

"Aku ingin nii-san ceritakan padaku semuanya, tanpa ada bagian yang di potong." Itachi tersenyum mendengar kalimat penuh penekanan adiknya

"kalau itu maumu." Itachi terdiam sesaat dan menghela nafasnya

"Kau berhasil membuat gadis Hyuga yang polos itu marah dengan menikahi sahabat dekatnya sendiri. Aku baru menemui fakta tentang Hinata beberapa tahun terakhir ini. dia adalah seorang gadis polos yang lugu dan berubah menjadi seorang pysco setelah perceraian kedua orangtuanya dan meninggalnya ibu kandung nya secara tiba-tba."

"Ayahnya mengurungnya selama bertahun-tahun di rumah keluarga Hyuga itu dan membuatnya banyak menyaksikan hal-hal keji yang di lakukan ayahnya untuk mencapai tujuannya. Tak hanya Hinata bahkan Neji dan Hanabi perlahan-lahan juga seperti itu. Hinata tak akan membiarkan siapapun menghalangi langkahnya untuk mencapai tujuan yang di inginkannya, Sasuke. Begitu juga dengan kedua saudaranya."

"Orangtua Sasori meninggal di bunuh oleh Hiazhi yang berhasil di sembunyikan dari public dengan sangat sempurna oleh seluruh keluarga Hyuga. Apa yang terjadi pada Sakura tak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada Orangtua Sasori hanya saja, aku sempat menangkap basah pembicaraan Neji dan Hinata saat tak sengaja bertemu mereka di acara pernikahanmu." Sasuke menggenggam erat kedua tangannya

"Manusia-manusia terkutuk itu benar-benar…" Itachi menepuk bahu adiknya pelan

"Sasori sedang bersama mereka, bangkrutnya perusahaan itu karena ulahku, aku menempatkan mata-mataku selama empat tahun ini untuk bekerja di department keuangan dan bisnis mereka. Kerja sama bisnis antara Akasuna dan Uchiha hanya rancangan belaka, lanjutkan acting perselingkuhanmu dengan Sakura, hal itu bisa menyiksa mental Hinata dan itu yang di inginkan Sakura, ia ingin menyiksa mental Hinata seperti wanita jalang itu menyiksanya." Sasuke mengangguk mengerti

"Sasori akan membuat mereka telibat hutang besar dengan perusahaan Akasuna yang akan berakhir dengan penyerahan seluruh aset dan kalau beruntung, aku akan mengungkap bisnis gelap mereka yang merugikan Negara milyaran Yen selama beberapa tahun ini." Sasuke menyimak kalimat kakaknya

"Sakura bilang dia kehilangan bayi kami…" Itachi mengangguk mengerti

"Dia masih bisa hamil Sasuke, kau bisa membuat Kenzo yang lain setelah kasus ini selesai tapi harus ku katakan padamu. Rahim istrimu tak sekuat dulu kau harus berhati-hati." Sasuke tersenyum maklum

"Bagaimana kondisi Hana-nee ?" Itachi menyandarkan tubuhnya

"Aku berniat membuat Hinata membayar mahal untuk apa yang dia lakukan pada istriku." Sasuke menyesap kopinya

"Apa yang terjadi? Bukankah kau bilang bayi dan istrimu selamat?" Itachi mengangguk dan mendesah frustasi

"Tapi dia membuat rahim istriku mengalami kerusakan parah dan harus diangkat secepatnya. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan untuk mengatakan padanya tanpa membuatnya frustasi." Ujar Itachi

"Jalan buntu." Sulung Uchiha itu memandang adiknya

"apa maksudmu?" Sasuke menyesap kopinya lagi dan memandang kakaknya sinar Onyx Itachi yang biasa menunjukkan kharisma dan wibawa sebagai pemimpin itu lenyap sekarang

"Mustahil kalau kau memberi tahunya kalau akan sangat tidak mungkin baginya melahirkan lagi dan harus mengangkat rahimnya. Ingat reaksi kaa-san saat ia keguguran saat mengandung adik kita dan reaksinya saat sejam setelah hal itu dokter memutuskan untuk memfonis kaa-san tidak bisa mengandung lagi? semua wanita akan bereaksi sama Nii-san , siap tidak siap, tega tidak tega kau harus tetap mengatakannya kepada Hana-nee dia berhak tahu, semua hal medis ini menyangkut dirinya." Itachi mengangguk mengerti.

"Akan ku katakan padanya Nanti." Ujar Itachi.

Sasuke balas menepuk pelan pundak kakaknya mencoba menekankan kalau semuanya akan baik-baik saja. Sasuke diam dan mengamati kakaknya yang terlihat sangat terbebani dengan semua masalah baru yang datang. Bungsu Uchiha itu menghela nafasnya pelan sebelum kembali beranjak ke meja kasir dan memesan dua cangkir kopi lagi untuknya dan Itachi.

Akasuna Corp, Sasori's Office

Sasori memandang bertanya Tunangannya yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Sabaku Temari memandangnya dengan padangan menyelidik dan penuh pertanyaan. Sasori yakin kabar tentang kerjasamanya sudah terdengar sampai ke telinga tunangannya yang cantik ini.

"kau memberi bantuan kepada mereka?" Ujar Temari, wanita cantik itu jelas terlihat geram

"hn… untuk pancingan." Temari membelalakan kedua irish Jadenya

"Kau gila? Sasori ingat apa yang mereka lakukan padamu! Mereka merebut semua yang kau miliki, mereka membunuh keluargamu!" Sasori berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan kearah mini bar

"Tenanglah, aku tahu apa yang sedang ku lakukan. Lebih baik kau kunjungi Sakura dan melakukan fitting untuk gaun pengantinmu." Ujar Sasori acuh

"Tapi aku…"

"Aku tahu, kau juga sudah membuat janji dengan even organizer kita kan? pernikahan kita tinggal sebentar lagi lebih baik kau tepati janjimu." Sasori kembali menyesap Wisky yang ada di tangannya

"Aku berharap kau bisa ikut." Sasori menoleh dan tersenyum simpul kepada wanita yang berdiri di hadapannya

"Aku janji lain kali pasti aku ikut denganmu, saat ini kau pergi dulu sendiri." Temari mengangguk maklum dan setelah mengecup singkat bibir Sasori wanita cantik itu melenggang meninggalkan ruangan tunangannya.

Seorang pria betubuh tegap masuk kedalam ruangannya tepat setelah Temari keluar dari dalam ruangannya, Pria itu membungkuk singkat sebelum menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat padanya. Sasori tersenyum puas mendapati hasil kerjanya yang tak sia-sia, ia akan segera menghubungi Itachi setelah ini.

"Jadi dia setuju ya?" Pria itu mengangguk

"Nagato…" Pria yang di panggil Sasori itu menoleh

"Pastikan kali ini Hyuga Neji tak akan lolos dari genggaman kita. Selidiki bisnis gelapnya dan keluarga Hyuga dan serahkan laporannya secepat mungkin kepada ke polisian jepang, kalau memang perlu sewa beberapa mata-mata yang terpercaya atau minta bantuan beberapa temanmu dalam FBI. Mereka pantas di lenyapkan." Pria itu mengangguk

"Baik, Sasori-sama ..." Ujarnya sebelum membungkuk dan meninggalkan Sasori kembali sendirian di dalam kantornya.

Uchiha Mansion

Suasana di dalam ruang makan mewah itu terlihat semakin tegang dari hari ke hari. Hinata Hyuga berusaha keras menahan emosinya di depan kedua mertuanya yang menganggapnya sebuah patung belaka. Semenjak kejadian itu Mikoto dan Fugaku semakin membencinya dan ini salah dari Guilliana, wanita itu yang membuatnya kehilangan kontrol akan dirinya sendiri dan dia juga yang membuatnya nekat melakukan itu pada-nya, lagi pula untuk apa si bodoh Hana itu menghalanginya dia fikir dengan mengorbankan dirinya ia akan tinggal diam? Hinata cepat-cepat menyelesaikan acara Sarapannya hari ini. dia harus bertemu seseorang sebelum mengunjungi kakaknya di kantornya .

Mikoto melihat gerak-gerik tak biasa dari wanita indigo yang duduk di hadapannya saat ini. Hinata tak biasanya cepat-cepat menghabiskan makanannya dan pamit untuk keluar tak lama kemudian. Ia penasaran dengan apa lagi yang akan di lakukan menantunya yang jahat itu. Mikoto tahu Hinata sangat marah dan putus asa setelah mengetahui kedekatan dan hubungan special Sasuke dengan Guilliana, tak hanya Hinata, Mikoto pun sebenarnya tak begitu suka dengan sikap anak bungsunya yang sering kali di gosipkan memiliki hubungan special dengan rekan bisnisnya saat ia menemani Fugaku menengok perusahaan mereka.

Mikoto berharap Sasuke menceraikan dulu istrinya baru memiliki hubungan dengan Guilliana, jika seperti ini maka nama baik keluarga Uchiha akan tercemar. Ingin sekali rasanya melarang si bungsu untuk bertindak seenaknya tapi apa yang bisa ia lakukan? Toh ia juga tak bisa membiarkan anaknya terus menerus murung seperti mayat hidup begitu saja. Tak perlu fikir panjang lagi Ibu dua anak ini langsung meninggalkan suaminya dengan alasan berbelanja ke supermarket terdekat dan diam-diam mengikuti menantunya. Tanpa di temani Body Guard dan hanya bersama seorang supir yang tak lain adalah Ibiki.

Mikoto memandang heran saat mobil yang di kemudikan Hinata berbelok kedalam sebuah daerah yang menurut pemberitaan setempat memiliki tingkat kriminalitas yang cukup tinggi. Wanita paruh baya itu turun dari mobilnya dan masuk kedalam sebuah pub kumuh mengikuti langkah menantunya, irish kelam Mikoto melebar mendapati Menantunya masuk kedalam dan menemui dua orang pria salah satunya memakai kaca mata Hitam dan salah seorang yang lain adalah Neji Hyuga. Mikoto duduk di salah satu meja di dekat mereka dan diam-diam menguping pembicaraan kakak beradik Hyuga dan salah seorang yang di curigai Mikoto sebagai seorang komplotan Mafia Yakuza.

"Jadi, apa yang bisa ku lakukan untuk kalian?" Mikoto bisa melihat dengan jelas topeng polos dan diam menantunya menghilang begitu saja saat Hinata mengeluarkan sebuah amplop besar berwarna coklat.

"Ini, uang ini untuk mu dan ini masih separuhnya." Pria itu memandang heran Hinata sementara Mikoto harus menulis asal pesanannya diatas memo saat seorang pelayan menghampirinya.

"Lima puluh juta yen?" Hinata mengangguk, pria itu tersenyum dan memandang Hinata juga Neji bergantian

"baiklah, jadi apa tugasku." Tanya pria itu

"Bunuh Itachi Uchiha, Sasori dan Guilliana Akasuna." Keringat dingin mengalir begitu saja, tangan Mikoto gemetaran begitu mendengar nama anaknya di sebut-sebut.

"Aku tidak mau tahu bagaimana caranya yang jelas jangan sampai aku dengar berita kalau kau gagal." Kalimat penekanan itu kembali terdengar dari Neji Hyuga

"Baik. Akan ku lakukan." Ujar pria itu, Mikoto tak sengaja menyenggol salah seorang pelayan saat ia berdiri dan akan terburu-buru meninggalkan pub itu, membuat beberapa gelas beer jatuh dan pecah.

Dengan cepat istri Uchiha Fugaku itu meminta maaf dan mengeluarkan beberapa lembar uang lalu pergi keluar sebelum Neji dan Hinata dapat menangkapnya. Ibiki memandang bertanya nyonya besar Uchiha itu saat ia keluar dan memaksanya untuk tancap gas langsung ke kantor polisi atau menemui kedua putranya. Keman pun asalkan itu bisa membuatnya menyelamatkan putra sulungnya dan nyawa lain yang akan di hancurkan Hinata. Irish kelam Mikoto terbelalak dan semakin panik melihat dua mobil jeep hitam mengejarnya dengan Mobil Hinata dan Neji menyusul mereka. ia mengambil ponselnya dan menghubungi suaminya tapi tak ada balasan begitu juga dengan kedua putranya yang tak mengangkat telfonnya. Orang terakhir yang di fikirnya bisa membantu hanyalah Guilliana, tak perlu fikir panjang lagi wanita paruh baya itu menekan tombol panggilan kilatnya dan menghubungi Guilliana Akasuna.

Mikoto beruntung sekali lagi karena wanita cantik itu mau membantunya dan dengan cepat mengirim anak buah kakaknya yang berhasil menyelamatkannya. Tubuh Mikoto gemetaran saat ia turun dari mobil dan masuk kedalam boutique milik Guilliana setelahnya. Wanita merah jambu itu memberikan segelas coklat untuk menenangkan Mikoto yang sudah mendapatkan Panic attack sejak tadi.

"Baa-san apa yang terjadi?" Mikoto meletakkan gelas coklatnya dan menggenggam erat tangan Guilliana

"tolong, Bantu Itachi dan Kakakmu selamat dari Hinata." Sakura menaikan sebelah alisnya

"Maksud Baa-san?" Tanya Sakura heran

"Hinata dan Neji meminta bantuan seorang mafia untuk membunuh mereka termasuk dirimu. Aku mohon berhati-hatilah dengan mereka, kalau bisa hindari percikan api sekecil apapun." Sakura tersenyum mengerti.

"Aku akan antar Baa-san pulang, terimakasih karena sudah memberi tahuku. Aku berhutang satu nyawa pada Baa-san ." Ujar Sakura sambil memberikan senyum indahnya

"Boleh ku tanya tentang hubunganmu dan Sasuke?" Sakura menghela nafasnya mendengar pertanyaan wanita yang ada di hadapannya sata ini.

"Kami hanya rekan Bisnis, itu saja." Ujar Sakura lalu ia membantu Mikoto merapihkan barang-barangnya dan mengantarnya pulang ke Mansion Uchiha. Wanita muda itu mengemudikan sendiri Porche pemberian Sasori menyusuri jalan-jalan di kota Tokyo untuk sampai ke kediaman Mikoto. Setidaknya ia harus mengantar ibu mertuanya sendiri dan memastikan kalau dia aman dari ancaman para Hyuga itu.

Sakura berpapasan dengan Hinata saat memasuki pintu depan sementara wanita Hyuga itu sudah memandang tajam ibu mertuanya dan menghalangi mereka masuk. Sakura mencoba mengabaikan wanita itu begitu saja tapi Hinata justru mendorongnya kebelakang sampai hampir terjatuh dan wanita itu mendekati Mikoto.

"Kaa-san, Aku sangat membenci penghianat tapi aku jauh membenci seseorang yang selalu ikut campur urusanku dan menghalangi jalanku. Kalau kaa-san berani melakukan hal tak termaafkan itu, aku tak punya pilihan lain selain membungkam mulutmu. Jadi usahakan untuk tetap diam dan bertingkah seperti gadis kecil yang pintar." Ujar Hinata

"Sampai matipun tak akan pernah ku biarkan kau merusak keluarga ku. Kalau kau ingin melenyapkan mereka, kau harus melenyapkan aku terlebih dahulu. Kau tidak pernah tahu bagaimana rasanya kehilangan putramu karena kau tak pernah memilikinya. Terkutuklah dirimu dan seluruh keluarga Hyuga atas apa yang sudah kau lakukan pada keluarga Uchiha dan Akasuna." Ujar Mikoto lalu wanita itu menghampiri Sakura.

"Terimakasih sudah mengantarku Guilliana-chan." Sakura mengangguk dan setelah Mikoto masuk Hinata ganti menghampiri dirinya

"Kau mengunjungi seekor serigala betina yang kelaparan di dalam sarangnya, kau benar-benar dalam bahaya besar." Ujar Hinata

"Dan se-ekor singa betina tak akan kalah melawan se-kumpulan serigala berotak udang, sekalipun dia sendirian. Aku tak selemah yang kau kira, Hyuga Hinata." Ujar Sakura sebelum kembali masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Hinata yang berdiri memandang sinis kearahnya yang sudah berlalu meninggalkan mansion Uchiha. Istri Uchiha Sasuke itu bergegas masuk kedalam, ia harus membuat pelajaran dengan ibu mertuanya dan membungkam mulutnya agar tak memberikan informasi berharga apapun pada Itachi dan Sasori.

Tbc. Updatenya telat (-_-") maaf banget ya minaa, minggu kemarin sibuk banget jadi ga sempet update dan sekarang aku update chapter barunya dari stronger, semoga suka ya, dan jangan lupa juga baca FF MC aku yang Beneath Your Beautiful, need more review dari kalian semua. Thnks.

Aphrodite girl 13