Life- Appa and Sandeul 1©hyejinpark2017
Happy reading
.
.
.
"Omma jangan pergi, nanti kalau omma pergi sandeulie sama siapa?"
Sedari tadi Sandeul terus merengek lantaran tidak mau ditinggal ibunya pergi ke Jepang lantaran harus mengurus sang adik Lee Sungjin yang kembali membuat masalah.
Ayah mertua Kyuhyun bahkan sampai dibuat stress akibat ulah putra bungsunya tersebut. Bahkan kini sang ayah yang terkena serangan jantung tengah di rawat secara intensif di rumah sakit.
Bagaimana tidak terkena serangan jantung coba, putra bungsu yang selalu ia banggakan itu tengah membuat ulah karena membawa lari putri mafia di Jepang. Dan parahnya lagi, Sungjin mengajak pacarnya itu kawin lari. Lalu setelah itu dengan seenak jidat merengek meminta bantuan ayahnya karena takut di kejar.
"Omma" kembali si kecil Sandeul merengek memegangi kaki ibunya.
"Aigoo Sandeulie jangan begini ya, omma janji takkan lama. Hanya tiga hari saja. Sandeulie kan anak pintarnya omma" bujuk sang ibu.
Bibir tipisnya mengerucut, mata keturunan Cho Kyuhyun itu memincing tajam, pipi bakpao kemerahannya menggembung dan memerah tanda sebentar lagi lengkingan lima oktaf menggema di rumahnya.
"TIDAK MAU! SANDEULIE TIDAK MAU JADI ANAK PINTARNYA OMMA KALAU BEGITU" bantahnya dengan napas terputus, dan suara serak lalu batuk.
"Nah, kan itu akibatnya kalau berteriak seperti itu... sakit kan?"
Kyuhyun sebenarnya sudah mau melerai dan menyudahi perdebatan antara ibu dab anak tersebut. Namun delikan tajam dari sang istri mengurungkan niatnya.
"Beginilah jadinya kalau kita terlalu memanja Sandeul, yeobo"
Kira-kira begitulah maksud tatapan Sungmin padanya. Kalau sudah begitu, Kyuhyun cuma bisa menghela napas lalu menggendong Sandeul yang masih meratap iba meminta ikut di bawah kaki ibunya.
"Aigoo, cantiknya appa kenapa tidak mau jadi anak pintar hm?" Tanyanya menyeka ingus dan air mata si anak.
Sandeul menggeleng lalu berontak, ia menendang - nendang kakinya ke udara, berontak dalam gendongan ayahnya.
" Habisnya kalau Sandeul pintar nanti ditinggal omma. Sandeul mau ikut appa"
"hiks, ughhh Sandeul sebal dengan samchon. Gara gara samchon omma tidak ngajak deullie pergi... hiks"
Ibu dan ayahnya lalu saling tatap dan menghela napas lelah.
"Yeobo, apakah tidak papa kau ke sananya sendirian? Aku ikut saja ya, biar nanti Sandeulie kita titipkan pada ommaku saja"
"Huwaaaa, Andweee!"
Ups, rupanya Kyuhyun lupa jika si anak berada di gendongannya. Kini Sandeul bahkan tengah memukul punggungnya. Dan meminta turun dari gendongan Kyuhyun.
" Gwancanha lagi pula ada Donghae oppa yang menemani ku kan. Ini menyangkut kehormatan keluarga Lee, Kyuhyun ah. Appa juga sedang dirawat. Aigoo, bocah nakal itu. Kalau ingin menikah ya bilang saja kenapa harus kawin lari segala... "
Sementara istrinya hanya memijat pelipisnya saja. "Dan lagi kalau kau ikut bagaimana dengan pekerjaan mu, bukankah lusa kau masih harus rapat dan meninjau proyek di Bucheon. Sandeul juga harus sekolah kan"
"Omma Sandeul ijin saja ya... kalau omma pergi appa pergi Sandeul sama siapa?"
" Kan masih ada Cho halmonie" jawab ibunya, mengusap keringat bocah yang sudah lelah menangis itu. Sandeul menggeleng lagi, lalu menatap iba pada ibunya.
Kyuhyun pun berinisiatip membawa Sandeul jalan-jalan sebentar lalu menwarinya ice cream. Baru setelah itu Sungmin pergi diam-diam ke bandara dengan diantar pak Kim.
"Aigoo, Sungjin-nah kau membuat kami semua jadi repot begini"
Monolognya bahkan kini tangannya sudah gatal ingin menguliti adiknya itu...
Dan ingatkan Sungjin untuk berhati-hati setelah ini.
-Fin-
hyejinpark
18:59.20170503
Hai, ternyata saya rindu buat menulis. Dan kebetulan lagi libur dan ada waktu luang. Sebenarnya ada banyak sekali ide, hingga hampir meledak tapi mau bagaimana lagi, saya stuck harus mulai dari mana. Belum lagi urusan di real life... so,
See ya...
