Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Other Cast : Cho Hangeng, Cho Heechul, Bang (Cho) Yong Guk, Zelo, Himchan (B.A.P), Kim Yesung. Kim Ryeowook (GS)

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

.

Previous Chapter

"Kau mengandung Putraku Sungmin~ah."

DEG

"A—Apa?."

.

.

Chapter 10


Near Dark


Tangan mungil itu tampak gemetar...ia tau, Pangeran Dhampyr di hadapannya tak kan mungkin bermain dengan ucapannya. Masih dengan sorot mata tak tentu arah, Sungmin menatap namja vampire itu, bagaimanapun fakta yang ia dengar masih sepenuhnya mengguncang benaknya.

"Kau— Apa maksud semua ini Pangeran?"

Kyuhyun mengernyit mendengarnya, walau samar...tapi ia meresapi ada perasaan kecewa melingkupi ucapan tersebut. Dengan sigap Kyuhyun merangkul bahu Sungmin dan mendekapnya erat, berusaha meyakinkan perasaan hangat yang berdesir hanya untuk namja cantik itu.

"Bicaralah? Apa yang sebenarnya kau lakukan padaku? Aku namja...bagaimana mungkin aku...hamil?"

"Terima takdirmu." Tekan Kyuhyun seraya menguatkan dekapannya.

"A-apa?."

"Kau tak mungkin mengingkarinya, selain menerima dan mengasihinya sebagai darah dagingmu Sungmin~ah."

Sungmin tampak mengerjap beberapa kali, sungguh...itu diluar logika. Akan tetapi pergerakan kecil di dalam perutnya terlalu nyata untuk di sangkal. Dengan ragu ia memejamkan mata, dan menyusupkan kepalanya makin ke dalam dada bidang itu.

"Pangeran."

"Hn?."

"D-dia bayi?." Ujarnya lirih, sembari meremas kuat-kuat pakaian depan Kyuhyun.

"Ya...dan Dia juga Putramu."

Sungmin bergerak kecil merenggangkan pelukan Kyuhyun. Untuk sesaat ia memandang lekat manik obsidian di depannya, kemudian beralih menatap perutnya...meraba dan membelainya dengan pelan.

"A—aegya?." Terdengar konyol baginya, tapi janin itu memang benar adanya. Sungmin tak mengingkari bahkan menyesalinya...selama itu adalah buah cintanya dengan Kyuhyun. Tidakkah selama ini jiwa dan juga cintanya telah dimiliki seutuhnya oleh Pangeran Kegelapan itu.

"Aku—." Sungmin seketika menghentikan kalimatnya begitu menatap Kyuhyun, namun sedetik kemudian ia mengulas senyum ragu. Perlahan namun pasti Pangeran Dhampyr itu merengkuhnya agar berbaring.

Kedua mata itu saling bertemu pandang, menyelami perasaan hangat yang mungkin tersirat di dalamnya. Kyuhyun membelai pipi Sungmin, dan berakhir dengan mengecup bibir Cherry itu, menyesap dan melumatnya tanpa sedikitpun menuntut.

"Mmhh~." Lenguh Sungmin. Semakin lama pagutan itu makin menguat dan basah. Sungmin sempat meronta panik kala Pangeran Dhampyr itu melesakkan lidahnya terlalu dalam, membelai langit-langit mulutnya dengan penuh gairah. Terlalu nikmat memang...akan tetapi ia masih makhluk peralihan...dan belum seutuhnya menjadi Dhampyr sejati, tentu namja cantik itu masih begitu ringkih mengimbangi cumbuan Kyuhyun.

"Eumphh~ Kyu—uhmphfth." Lenguhnya lagi, namun kali ini dengan memukul-mukul pelan bahu Kyuhyun.

Merasa iba, Kyuhyun mengakhiri cumbuan basahnya dan mengecup lama kening namja cantik itu. sesekali ia terkekeh geli melihat Sungmin nampak begitu kepayahan bernafas.

"A—ku ses—sak.. .hhh...hh..hh."

"Maafkan aku Dear." Bisiknya sembari mengulum tawa. Ia menyandarkan kepala Sungmin di dadanya dan mengusapnya berulang-ulang.

"Kau bisa membunuh aegya." Gerutu Sungmin seraya mempoutkan bibir.

Kyuhyun tampak mengernyit mendengar respon tak terduga itu, walau lirih namun dari penekanan ucapan tersebut...ia yakin Sungmin telah menerima kehadiran Putranya.

"Kau menerimanya?."

Sesaat Namja cantik itu diam sambil memainkan surai coklat yang menutupi sebagian mata Kyuhyun. Tapi setelahnya ia tersenyum manis dan mengangguk cepat.

"Apapun untukmu aku bersedia melakukannya. Terlebih bayi ini—." Sungmin mengusap pelan perutnya. "Membuatku semakin yakin dengan perasaanmu Kyunnie." Lanjutnya sembari membelai pipi kanan Kyuhyun.

Rasa bahagia itu menelusup cepat dalam relung hatinya...sungguh...Sungmin benar-benar menakjubkan. Namja yang terpilih dan jatuh mencintainya dengan segala ketulusan itu...demi apapun di dunia ini, Sungmin adalah hal yang berharga dalam hidupnya.

Kyuhyun kembali terkekeh senang, ia memegangi kedua pipi Sungmin hingga bibir cherry itu tampak terpout lucu.

"Kau memanggilku Kyunnie eum?...Hhh aku rasa mate-ku sudah berani rupanya." Ujarnya, tanpa peringatan ia menyambar cepat bibir yang masih terpout itu.

"Uummmh~."

.

.

.


####

Senyumnya terulas manis menghias ufuk di senja itu, Sungmin benar- benar girang kala Pangeran Dhampyr itu memenuhi permintaannya. Berjalan mengelilingi istana walau terkadang keduanya melayang di udara. Bias-bias mentari senja nampak menerpa ribuan pepohonan dan bunga di sekitarnya...begitu berkilau dan semerbak. Namja manis itu tak pernah menduga akan seindah ini tempatnya berpijak...terlebih di sampingnya saat ini, adalah Kyuhyun. Seseorang yang selalu menjaganya sepenuhnya. Dan...Ia pun mencintai Pangeran Dhampyr itu.

"Apa kau senang?." Ujar Kyuhyun seraya menggenggam jemari mungil Sungmin.

"Uhm...gomawo." Tukasnya mengangguk cepat, sesekali ia mengayunkan kedua tautan tangan mereka dan tertawa lepas saat Kyuhyun membawanya terbang lebih tinggi.

.

.

.

"Ah bunga itu!." Pakik Sungmin begitu keduanya melintasi hamparan bunga yang terus mengalunkan nada indah. Terlihat aneh dan menyeramkan...tapi itu benar-benar nyata. Sungmin kembali mengingat waktu ketika Zelo mengajaknya bermain untuk pertama kali, ia menginginkan salah satu kuntum dari tanaman mitologi tersebut...tapi Zelo menentangnya keras.

"Hn...kau menyukainya?."

Mata bulat Sungmin mengerjap beberapa kali. Namun terbesit keinginan besar di dalamnya...Tanpa menerka dua kalipun Pangeran Dhampyr itu tau apa isi hati namja cantiknya.

Ia tersenyum lembut sambil membelai kepala Sungmin."Beri aku sesuatu yang manis, maka akan ku bawa kau ke bawah melihatnya." Tukasnya sembari mengulas smirk tipis.

Sungmin menggigit bibir bawahnya, saat ini tak ada satupun benda manis yang di bawanya. Ia bergerak gusar meraba-raba tubuhnya, barangkali ada secuil makanan manis yang melekat di pakaiannya. Tak peduli dirinya akan terlihat bodoh karna hanya satu yang diinginkannya, membawa pulang bunga misterius itu.

"Dear?." Panggil Kyuhyun dengan kening berkerut heran, melihat namja cantiknya tampak begitu sibuk menelisik seluruh pakaiannya.

"Tunggu sebentar Pangeran, aku sedang mencarinya!." Sungut Sungmin dengan bibir terpout kesal.

Pangeran Dhampyr itu hanya terkekeh pelan melihat Sungmin kembali menunjukkan sisi polosnya... sangat menggemaskan.

.

.

'CTAK'

"Ukh...Y-YAHH! Apa yang kau lakukan!." Gertak Sungmin tak terima sembari mengusap kasar keningnya yang memerah...hasil jitakan jari Kyuhyun.

"Kau bodoh sekali huh?."

"B-bodoh?! Apa kau tak melihat aku sedang berusaha mencarinya. Kau yang bodoh meminta benda itu di tempat seperti ini!." Nada Sungmin makin meninggi, berulang kali ia mengerucutkan bibir...terlalu kesal menghadapi Pangeran Dhampyrnya. Akan tetapi apa yang ia lakukan hanya semakin membuat Kyuhyun terkikik senang, wajah baby face itu makin menggemaskan saat memendam amarah.

"Aku memintamu memeberiku sesuatu yang manis, bukan bertingkah bodoh seperti itu."

"Tsk! Aku sedang mencari sesuatu yang manis untukmu—

Sungmin tiba-tiba menghentikan ucapannya, ia menatap lekat wajah Kyuhyun. Samar-samar benaknya mulai menemukan jawaban.

"Sesuatu yang manis." Gumamnya tanpa melepas pandang pada wajah tampan di hadapannya.

Seringaian di bibir merah itu, meyakinkannya untuk melakukan sesuatu. Dengan perlahan ia meraih rahang Kyuhyun dan menatap dalam bibir merah itu. "Mungkinkah sesuatu yang manis itu—

'Chupp'

Kedua matanya terpejam kala mengecup bibir Pangeran Dhampyrnya. Perasaan yang sama kembali merambat saat menyentuh lapisan merah itu, begitu lembut dan manis.

Sungmin mulai memberanikan diri mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun dan menyesap bibir merahnya secara perlahan.

"Mmh~."

Merasa terbuai, Sungmin makin memiringkan kepalanya...mencoba meraup nikmat dari bibir Kyuhyun.

Sementara namja Dhampyr itu tampak tersenyum puas, melihat Sungmin melumat dan menghisap bibirnya dengan intens. Kyuhyun belum berniat melakukan pergerakan apapun, untuk sekedar mengecup atau bahkan membalas lumatan lembut itu. Sebelum ia menerima lidah Sungmin di dalam mulutnya.

"Hnngg." Dengungnya seraya meremas kuat pakaian depan Kyuhyun, meminta namja tampan itu membalas pagutannya, tapi...Kyuhyun tetap saja tak bergeming, dan hanya membelai punggung sempitnya dengan lembut.

Merasa jengah...Sungmin makin menarik leher Kyuhyun hingga namja tampan itu merunduk. Tanpa pikir panjang, Sungmin melesakkan lidahnya ke dalam ruangan lembab itu...dan menyesap saliva yang mengalir dari dalamnya.

.

.

"Unnggghhh~." Lenguh Sungmin nikmat, saat Kyuhyun begitu lihai membalas ciumannya. Organ kenyal itu turut membelit dan menekan lidahnya dengan sensual. Sungmin makin merintih...lalu menarik keluar lidahnya dari mulut Kyuhyun, ia benar-benar tak tahan dengan cumbuan penuh gairah Pangeran Dhampyr itu.

"Hhh...hhh Aku—Eumphhfth."

Belum sempat ia bernafas dengan benar...Kyuhyun kembali menyambar bibirnya dan melesakkan lidahnya tanpa peringatan. Membuat tubuh mungil itu berjengit terkejut dalam dekapannya.

"Mmmmphhh."

Lagi...tubuhnya terus menerus tersentak bahkan menggigil kala lidah basah itu menyentuh titik-titik nikmat dalam mulutnya. Sungmin teramat menyukainya...gerakan kasar yang membelai langit-langit mulutnya dan apapun itu, Sungmin benar-benar menyukainya.

"Ahnnn Kyu—umm...annhh."

.

.

Desir angin dingin berhembus menerpa tubuh keduanya, namun lumatan dan hisapan-hisapan lembut keduanya mampu meleburkan suhu beku tersebut. Kyuhyun makin mendekap erat Sungmin dan memagutnya lebih dalam lagi. Sungmin hanya miliknya...dan selamanya akan begitu.

.

.

"Sangat manis." Bisik Kyuhyun setelah mengakhiri cumbuan basahnya, ia menyentuhkan kening keduanya...mencoba meresapi hembusan nafas hangat masing-masing.

"Kyuu~." Semburat merah terulas begitu saja di kedua pipi Sungmin, dengan tersipu ia melesakkan wajahnya ke dalam dada Kyuhyun. Tak menginginkan Pangeran Dhampyr itu melihat rona wajahnya.

Kyuhyun tersenyum hangat mendengar panggilan kecil itu...lebih menyenangkan di bandingkan Sungmin memanggilnya dengan nama tahtanya.

"Tetaplah seperti itu."

"Mwo?."

"Ani." Singkat Kyuhyun sambil merengkuh pinggang Sungmin, dan membawanya mendarat di tengah hamparan bunga darah.

.

.

.

Kedua matanya mengerjap polos begitu mengamati lekat salah satu tangkai bunga itu. Ajaib ...Lantunan nada indah semakin terdengar jelas, bunga itu benar-benar bernyanyi.

"Aku boleh menyentuhnya?." Ujar Sungmin ragu-ragu.

"Tentu saja."

Sungmin melonjak girang, kedua tangannya begitu gemas...menyentuh bahkan menarik-narik tiap petal bunga merah tersebut, semakin lama pergerakannya makin rusuh, membuat nada yang terlantun terdengar sumbang.

"Boleh ku petik?." Tanyanya lagi tanpa mata berkedip.

"Apapun untukmu."

Sungmin seketika menegakkan badan, meski senang namun tak dipungkiri ia terkejut akan jawaban itu. bukankah dahulu Zelo melarangnya keras memetik bunga tersebut, tapi kini Kyuhyun mengizinkannya tanpa beban sedikitpun.

"Tapi bunga ini—

"Benar, Bunga penghisap darah." Sergah Kyuhyun tiba-tiba sembari merengkuh pinggang Sungmin. "Tapi sekarang kau bukan manusia lagi...Bunga ini tak kan mengancammu, milikkilah jika kau menyukainya Dear."

Ah...benar, hidupnya kini tak seperti dulu...segalanya telah dirombak secara utuh oleh Pangeran Kegelapan itu. meski diluar logika...tapi sungguh Sungmin menikmatinya, memiliki keluarga baru dan juga Kyuhyun sudah lebih dari cukup melengkapi hidupnya.

Sungmin terkikik kecil saat Kyuhyun mengambil beberapa kuntum bunga darah itu untuknya, dengan penuh semangat ia meraih dan mendekapnya.

"Sebaiknya kita pulang Min." Ujar Kyuhyun seraya memandang jauh langit di atasnya, senja makin tenggelam tergantikan malam yang begitu pekat. Dan sudah waktunya, namja cantik itu menghisap darahnya.

Sungmin hanya mengangguk seadanya, seluruh perhatiannya masih terpaku pada kuntum-kuntum bunga miliknya. Hingga ia tak sadar...Pangeran Dhampyr itu mendekap tubuh mungilnya dan melenyapkan tubuh keduanya dalam sekejap mata.

.

.

.

"Apa mereka akan tetap hidup?." Tanya Sungmin cepat, ketika Kyuhyun memasukkan bunga darah itu dalam sebuah vas dan meletakkannya di atas meja. Berulang kali Sungmin bergerak mengelilingi meja tersebut, demi menatap detail bunga kesayangannya.

"Selama vas ini terisi darah...tanaman ini akan tetap hidup."

"Darah? Apa ini darah manusia?"

"Darah rusa."

"Ah...aku mengerti." Sungmin mengangguk paham, lalu menopang dagu dengan kedua tangannya di atas meja. Tak jarang namja manis itu menggerakkan kepalanya ke kanan dan kekiri mengikuti lantunan nada lirih dari bunga darah itu.

Pangeran Bungsu itu kembali terkekeh pelan, melihat Sungmin kembali menunjukkan sisi kekanakannya. Ia beralih mendekati Sungmin dan mengusap sayang kepala namja mungilnya.

"Kembali ke ranjangmu Dear." Bisik Kyuhyun tepat di telinga Sungmin, dan merengkuh cepat perut namja cantik itu hingga terbaring di ranjang king size miliknya.

"Aku belum ingin tidur—

"Sshhh diam di tempatmu, dan cepat minum." Tegas Kyuhyun sambil mengarahkan pergelangannya yang telah tersayat, tepat di bibir Sungmin.

Namja cantik itu sudah pasti tak bisa menentangnya, dengan patuh ia meraih tangan Kyuhyun dan mulai menyesap darah yang mengalir dengan perlahan.

.

.

"Mmmhh." Lenguh Sungim di tengah hisapannya, darah beraroma keras itu terasa segar dan menyejukkan. Seolah raganya kala itu benar-benar dipenuhi energi magis Pangeran Dhampyrnya.

.

.

Sungmin mengerjap beberapa kali begitu usai menghisap darah Kyuhyun, tak berniat bergerak sedikitpun...bahkan ketika Pangeran Bungsu itu menyeka sisa darah di sudut bibirnya pun ia masih mengerjapkan mata.

"Apa perutmu terasa sakit lagi?." Ujar Kyuhyun cemas begitu melihat namja cantiknya hanya diam.

Sungmin hanya mempoutkan bibir meresponnya dan menggeleng beberapa kali, membuat namja Dhampyr itu makin mengernyit heran.

"Sampai kapan aku menghisap darahmu? Apakah untuk selamanya."

Pangeran Dhampyr itu tersenyum sesaat, ia memeluk tubuh Sungmin dan mengecup puncak kepalanya berulang-ulang.

"Apa kau tak menyukai darahku eum?."

"B-bukan seperti itu, aku sangat menyukainya...tapi meminum darahmu membuat hatiku sakit. K-kau tau...aku..a—ku mencintaimu Pangeran."

Untuk sesaat Pangeran itu diam tertegun,namun tiba-tiba ia tertawa keras...membuat namja mungil dalam dekapannya bersungut kesal dan memukul keras dadanya.

"Yya! Kau sedang menertawakanku?! Aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku Pangeran!."

Kyuhyun menutup mata dengan sebelah tangannya, meski demikian tawa ringannya belum juga terhenti. Sungguh Ucapan polos dan raut wajah Sungmin terlalu menggemaskan untuknya.

"Hn...aku hanya terlalu senang, kau berbicara semanis itu Dear."

Kedua manik foxynya masih menatap tajam, dengan kesal ia merangkak naik ke atas tubuh Kyuhyun dan menduduki perutnya.

Pangeran Dhampyr itu sempat terkejut melihat reaksi tak terduga Namja cantik itu, tapi setelahnya ia beralih membelai surai hitam Sungmin yang telah memanjang sebatas bahunya. Walau tak bicarapun Kyuhyun tau, Sungmin tengah menahan kesal.

"Mianhae, aku tak bermaksud menertawakanmu Min...percayalah."

"Aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku!." Tekan Sungmin, seraya memukul pelan dada Kyuhyun.

Tak ada jawaban, Hanya seulas senyum manis dan usapan lembut di kepalanya. Pangeran Dhampyr itu menarik tengkuk Sungmin agar menunduk dan mencium cepat bibir cherrynya.

"Akupun bersungguh-sungguh mencintaimu Sungmin~ah."

Kedua pipi chubby itu seketika merona, entahlah kata cinta yang ia dengar dari Pangeran Kegelapan itu...selalu memacu detakan keras dalam dadanya. Sungmin mengerjap polos, kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang itu, tanpa sedikitpun mengubah posisinya dari perut Kyuhyun.

"Pangeran..."

"Hn..."

"Sebenarnya kita ini apa...hanya sepasang kekasih atau...suami istri?."

'Hmpfthh'. Kyuhyun kembali mengulum tawa, cepat-cepat ia menutup bibir dengan punggung tangannya. Atau Sungmin akan kesal karena mendengarnya.

Ia berdehem kemudian sedikit mengangkat tubuh Sungmin ke atas, demi menyamankan posisi namja cantik itu yang berbaring di dadanya.

"Haruskah aku menjawabnya?."

"Tentu saja!...aku takut, Baby lahir...kau akan meninggalkanku bahkan membuangku!."

Kyuhyun sedikit berjengit mendengarnya, ia tak pernah menduga namja cantiknya menyimpan keraguan seperti itu. dengan perlahan tangan besarnya mengusap punggung sempit Sungmin dan mengecup puncak kepalanya berkali-kali.

"Jangan pernah meragukanku, aku tak mungkin meninggalkanmu Dear... kau Mate-ku...istriku yang abadi."

Sungmin sedikit mengernyit, terlalu aneh mendengar ungkapan tersebut...namun ia pun tak memungkiri...hatinya berdesir hangat karena kepastian itu. Ia hanya mengangguk beberapa kali dan tersenyum manis.

"Kapan kau menikahiku?." Bisik Sungmin seraya terkikik kecil.

" Tentu saja sebelum kau datang dan mengetahui tempat ini,bahkan kau sama sekali belum melihatku."

Benar...lebih dari 5 tahun lalu...Pangeran Dhampyr itu telah mengklaim jiwa dan tubuh Sungmin, menjadikan namja cantik itu satu-satunya miliknya yang berharga.

"Ck... kau mengerikan sekali Pangeran." Gumamnya, namun terdengar riang...karna memang Sungmin tengah tersenyum manis.

.

.

.

"Tidurlah Min."

Sungmin cepat-cepat menegakkan kepala, dan menatap lekat Kyuhyun.

"Wae?." Ucap Kyuhyun, sedikit heran...tiba-tiba saja namja mungilnya menatapnya seperti itu.

"Bisakah kau tak memanggilku 'Min', Aku tak suka."

"Benarkah? Tapi itu namamu Dear."

"Tsk! Aku tak menyukai panggilan itu!."

Kyuhyun terkekeh pelan. "Sungmin~ah?." Ucapnya sembari membelai pipi babyskin Sungmin.

Namja cantik itu berdengus dan menggelengkan kepalanya tak suka.

"Cho Sungmin?."

"..."

"Bunny?."

"..."

"Minnie?."

"Tsk!."

Kyuhyun menghela nafas panjang, melihat Sungmin kembali membuang muka dan mempoutkan bibirnya.

"Mimi?...Minnimie...Sung—

"Aishh, Yah! aku bukan perempuan!."

Tawa ringan itu kembali mengalun, Kyuhyun tak pernah bisa mengalihkan pandangannya pada wajah menahan kesal namja cantiknya. Terlalu menggemaskan dan kekanakan.

"Ming..."

Sungmin seketika mengangguk senang dan tersenyum manis menampilkan dua gigi kelincinya. Membuat Pangeran Dhampyr itu meraup cepat bibir cherrynya karna terlalu gemas.

"Eumpfthh~."

Hisapan dan lumatan itu, lambat laun menguat dan makin memanas...mengiringi gerakan lihai Kyuhyun, memutar posisi dan membelenggu tubuh mungil itu di bawah kuasanya. Berulang kali Sungmin berusaha bangkit, namun pergerakan jemari Kyuhyun yang membuka satu-persatu kancing kemejanya membuatnya membeku seketika. Ia tau apa yang akan terjadi pada tubuhnya selanjutnya...terlebih kecupan dan geratan taring yang mulai menjamah nipplenya...tak pernah berhenti membuatnya mendesah dan memanggil-manggil nama namja tampan itu.

"Ahnnh...Kyuu—uh ...Ahh!."

.

.

.


"Cepat bawa aku pulang! Atau aku bunuh diri!." Teriak seorang namja ulzzang, sebuah frying pan berada di genggaman tangan kirinya dan siap ia benturkan di kepalanya detik itu.

"H-himchannie...jauhkan benda itu, jangan melakukannya ku mohon."

Kedua mata kucingnya makin menghunus tajam, Himchan tak akan menyerah sebelum keinginannya benar-benar terpenuhi. Dan ia pun tau...Pangeran Sulung itu terlalu mengasihi dirinya melebihi apapun. "Aku akan bunuh diri." Desisnya seraya mengangkat tinggi-tinggi panci penggorengan itu. "Kau tak kan bisa melihatku di dunia manapun, jika aku mati!." Lanjutnya lagi.

"M-mwooo? Andwaeee! J-jebal jauhkan—

"Hana..."

"Himchannie..."

"Dul..."

"Aisshh dengarkan aku~

"Se—

"B-baik...baik, aku akan membawamu pulang...t-turunkan benda bodoh itu ku mohon."

Bibir plump itu mengulas smirk puas, begitu mendengar ucapan Yong Guk. Tanpa pertimbangan ia membuang frying pan tersebut, dan berlari memeluk Pangeran Dhampyr itu.

"Ku pegang janjimu Pangeran Yongie." Bisiknya lirih.

Yong Guk tampak memijit keningnya, benar-benar pening menghadapi namja ulzzang itu.

'Aku harus secepatnya merubahmu menjadi Dhampyr Himchannie...atau kau akan melakukan hal mengerikan ini lagi, tidak! Aku tidak ingin kau mati...kau milikku'. Ucap Yong Guk dalam hati, ia makin mendekap erat tubuh kurus itu dan mengecupi tengkuknya berulang-ulang.

"Yya! Jangan menciumku seperti itu...cepat bawa aku pulang!."

Walau berat hati, ia tetap memenuhi permintaan Himchan. Bagaimanapun rasa cintanya untuk namja bermarga Kim itu teramat besar. Tapi tetap saja...Yong Guk tak akan melepas Himchan begitu saja.

"Tutup matamu."

"Untuk apa?."

"Ck! Melakukan teleportasi! Cepat tutup matamu!."

Himchan bersungut kesal, tapi pada akhirnya ia memejamkan mata dan memeluk erat Pangeran Sulung itu.

"Berjanjilah setelah melihat kedua orang tuamu, kau kembali bersamaku."

"Aishhh Arrayoo!"

.

.

.

Skip Time

"Hiks..."

"Ssshh ulljima Wookie...aku yakin uri aegya akan kembali."

"Dia di luar sana seoorang diri Yeobbo...aku—hiks ...Himchan pasti ketakutan."

Yeojja mungil itu, makin terisak keras dalam dekapan suaminya. Ia tak tau apa yang sebenarnya tengah terjadi pada putranya. Setelah Sungmin menghilang...Putra ulzzangnya pun turut menghilang. Terlebih cara menghilangnya pun di luar logika, ia yakin betul Himchan tengah mandi pada saat itu...tapi tiba-tiba saja jejaknya lenyap.

"Hhh...bocah itu pasti melarikan diri, karna kau tak bersedia memberinya dongsaeng, jika saja kau—

"Yesungie!."

Namja itu seketika bungkam mendapat tatapan tajam istri manisnya, ia mengangguk mengerti dan kembali memeluk Wookie dengan hangat.

"Hiks...Himchan." Isaknya lagi.

"Sshh...kita sudah berusaha keras mencarinya Yeobbo...Hanya Tuhan yang—

"APPPAAAA...EOMMAAA!."

Sepasang suami istri itu berjengit seketika saat mendengar teriakan yang begitu di kenalnya.

"Itu...Channie?." Gumam Yeojja itu, sembari melihat ke sekitar...berusaha menemukan suara Putranya.

"Benar itu Himchan...uri aegya Yeobbo."

Keduanya cepat-cepat bangkit demi mencari kepastian akan keyakinannya. Namun tiba-tiba...

'Wussssshhh'

Sesuatu melesat cepat, menciptakan angin besar dan menghempas apapun yang di laluinya. Suami istri itu begitu terkejut dengan kedatangan angin tak terduga tersebut, terlebih karna kuatnya hempasan angin membuat tatanan rambut yeojja manis itu rusak total. tapi ia lebih terkejut melihat sosok tinggi besar tertutup jubah hitam di hadapannya.

"N-nugu?." Ucap Yesung ragu-ragu.

"Apppa...Eomma, Boggoshippooo!." Seorang namja kurus tiba-tiba saja menyeruak keluar dari jubah hitam tersebut dan memeluk keduanya dengan erat.

"Chagggiiii!." Pekik Wookie senang, demi apapun di dunia ini tak ada yang lebih membuatnya bahagia dan bersyukur selain melihat Putranya kembali tanpa luka gores sedikitpun.

"Eomma takut kehilangnanmu!. Eomma benar-benar akan mati jika kau meninggalkan kami, Yya! nappeun namja!"

Himchan terkikik kecil dan menatap lekat Wookie, namun seketika itu ia terlonjak tekejut melihat rambut ibunya tampak berdiri tak beraturan.

"Eomma rambutmu?."

"Ahh...ige mwoya? Aishh Yeobbo ppali rapikan rambutku."

Dengan senang hati Yesung memenuhinya, menyisir dan merapikan surai hitam itu dengan jemari tangannya.

"EHHEMMMM!." Yong Guk berdehem keras mencoba mengambil perhatian keluarga Kim itu, sungguh ia kesal bukan main merasa dicampakkan.

"Siapa pemuda itu?."

"Dia Vampire...Appa." Jawab Himchan ringan.

"MWOO?! Vampire...Y-yah! menjauh...menjauh dari Anakku!." Pekik Yesung seraya mendekap erat putranya.

Yong Guk tampak berdengus jengah...Ayah dan anak rupanya sama saja, begitu berisik dan suka beteriak.

"Ahjjushi...tenanglah, aku tak akan menyakiti keluargamu bahkan putramu."

"Benar appa...Dia tak akan menyakiti kita, Pangeran Yong Guk sangat baik."

'Blush'

Namja garang itu seketika merona, melihat Himchan membela dirinya di depan suami istri itu, ah! mungkin lebih tepatnya calon mertuanya.

"Benarkah? Kau tidak di gigit?."

"Aniyaa...lihat, aku tampak sehat bukan? Pangeran selalu menjagaku."

Yong Guk makin melambung mendengarnya, dengan pasti ia berjalan mendekat dan tersenyum ramah pada keluarga itu.

"Himchannie...waktunya kau kembali, kau sudah bertemu dengan kedua orang tuamu bukan...jadi sekarang penuhi janjimu." Ujarnya seraya menepuk kepala namja ulzzang itu.

"Shirreo...tanpa orang tuaku, aku tak akan kembali!."

"Mwoo? Tapi kau sudah berjanji padaku!."

Yong Guk begitu terperangah melihat sikap itu, saat Himchan membelanya terlihat begitu manis. Tapi kini, wajah ulzzang itu tampak berang...sangat kontras sekali.

"Himchannie—

"Pulang saja sendiri, jika kau tak memenuhinya!."

Pangeran Sulung itu kembali mendesah berat, sekali lagi...ia tak kan mampu menentang semua permintaan namja ulzzangnya.

"Baiklah...aku akan membawa serta kedua orang tuamu."

"Jjeongmal? Jjeongmal?..."

"Neee." Desahnya pasrah. Seraya menarik tangan Yesung dan Wookie. Sementara Himchan tampak begitu riang mengikutinya dari belakang.

"T-tunggu...apa maksud semua ini, kami akan di bawa kemana?." Tanya Yesung takut-takut.

"Ke alamku." Singkat Yong Guk.

"A-apa? T-tidak...tidak! ini tidak benar...lepas—

"Appa...di sana sangat menyenangkan kau akan menyukainya, percayalah padaku...Appa tak perlu ke kantor setiap hari, semuanya tersedia di sana, dan Sungmin juga ada di sana."

"Sungmin di sana Chaggi?". Wookie membulatkan mata lebar mendengar Putra Lee Hyukjae berada di tempat yang sama dengan Himchan.

"Ne Eomma...Sungmin hidup di sana".

"Ada pantai?." Tanya Yesung tiba-tiba.

"M-mwo...uhm A-ada, benarkan Pangeran?."

"N-ne."

Yesung tampak diam sesaat, mempertimbangkan ucapan putranya...tapi setelahnya ia tertawa lebar dan melesat cepat ke dalam kamarnya.

"Yeobbo, apa yang akan kau lakukan?." Teriak Wookie heran.

Tak lama kemudian Pria tampan itu keluar lengkap dengan kostum pantai motif bunga dan kaca mata hitamnya, terlebih di tangan kanan dan kirinya bertengger koper raksasa. Tampak beberapa underwear mencuat keluar dari koper tersebut karna terlalu tergesa-gesa saat memasukkannya.

"Aku siap berangkat!." Pekik Yesung girang,seraya memakaikan sebuah sunglass untuk istrinya.

"A-apa? Yeobbo kau bercanda bukan?."

"Aishh Wokie~ah...kau tau perusahaan kita hampir bangkrut , ini waktunya kita memperbaiki hidup yang lebih baik." Tegasnya santai, Yesung mendekati Yong Guk dan memaksa namja garang itu membawa dua koper besarnya.

Wajah Yong Guk seketika mengeras menerima perlakuan tersebut. Dirinya seorang Pangeran sudah pasti itu membanting harga dirinya. Dengan geram ia menatap Yesung hendak menghardiknya, namun belum sempat suaranya terbuka...

Yesung telah lebih dahulu menyerahkan tubuh Wookie padanya, memaksanya untuk menggendong bridal yeojja mungil itu.

"Himchannie...kau naik ke punggungnya, arrachi? Biar Appa berpegang pada kakinya." Ujarnya sembari menggelayut erat di kaki Yong Guk, layaknya seekor koala besar.

"Uhumm! Appaa." Himchan melompat cepat ke atas punggung Yong Guk, membuat namja tinggi itu tanpak terhuyung-huyung ke depan

"Y-YAACKK!Kalian tak berhak memperlakukanku seperti ini! Aku bukan kuda tumpangan dan aku Penguasa—

"Kajja berangkat pangeran." Pekik Himchan dan Yesung bersamaan.

Sekali lagi...harga dirinya benar-benar hancur tak bersisa membiarkan satu keluarga Kim itu menggelayuti tubuhnya tanpa dosa.

"MICHIYYEOSSEOOOO!."

.

.

.

SNAPP

BRUGHH

"A-awwhhh." Pekik Yesung , begitu ia dan keluarganya mendarat di sebuah tempat. Begitu memukau dan bersinar.

"M-menyingkirh da—ri...tubuh—ku... arghtt." Rintih Yong Guk, seraya mencakar-cakar tanah. Ia benar-benar sesak tertimpa 3 tubuh di atasnya.

"Yeobbo...tempat ini sangat indah, ommona lihat burung hitam ini...kepalanya seperti babi." Ujar Wookie takjub begitu sesuatu yang hitam melayang dan bertengger di tangannya.

"Eomma itu kelelawar." Celetuk Himchan.

"Kelelawar? Mwooo?...Yaiiikkhhhh!Yeobboo...aku takut kelelawar." Wookie beringsut cepat, masuk ke dalam pelukan suaminya...setelah membuang kasar makhluk nocturn tersebut.

'Chup'. "Aku di sini Yeobbo." Ujar Yesung seraya mencium bibir mungil Wookie.

"Men—yingkir dari tubuh... arkh!."

.

.

"Putraku...Yong Guk." Seorang pria kekar tiba-tiba muncul dan membulatkan mata lebar, melihat putranya terkapar dengan tiga manusia di atasnya.

"A—appa...tolong, bawa dua manusia bodoh ini pergi!."

Hangeng menghela nafas berat, putranya kembali berbuat ulah dengan membawa manusia ke alamnya. Dan ia tau siapa suami istri tersebut.

"Tuan Kim...sebaiknya anda mengikuti sa—

"Whoaa...apa kau seorang pemandu wisata? Ohh kajja...kajja, aku ingin ke pantai."

Sergah Yesung tiba-tiba, dan secepat kilat ia mendekati Hangeng meminta pria tinggi nan kekar itu segera mengajaknya berkeliling menemukan pantai.

Penguasa tertinggi kerajaan Dhampyr itu kembali menghela nafas, tapi ia tetap tersenyum ramah dan membawa sepasang suami istri Kim pergi meninggalkan putranya.

.

.

"Kim Himchan." Perlahan namun pasti, Yong Guk bangkit...dan berdiri dengan keagungannya.

Sementara Himchan tampak menciut takut melihat Pangeran Dhampyr itu memanggilnya dengan wajah tertunduk. "W-wae?." Lirihnya kemudian.

Tanpa suara, Yong Guk menggenggam cepat tangan Himchan, dan tanpa peringatan membawanya melayang ke purinya.

.

.

'Brugh'

"Sesuatu harus ku lakukan padamu, sebuah hukuman kecil mungkin." Desis Yong Guk setelah menghempas tubuh Himchan di ranjang.

"M-mwo? Andwae...aku tidak ingin di hukum! Pangeran...Y—yahh! Pangeran! Eumphh~"

Jeritannya terbungkam telak, begitu Pangeran Dhampyr itu melumat kasar bibirnya.

"Ahnn...le-pashh Mmmphhfth!"

.

.

.


"Akkh!...nnhh~ Ahh! Akkhh...ahhh~." Sungmin memekik nikmat, kala tubuhnya terhentak-hentak ke dapan. Ia nyaris limbung karna lemas, namun tangan Kyuhyun dengan sigap memegangi pinggulnya agar tetap menungging...dan menghujamkan penisnya lebih cepat lagi.

Namja cantik itu menggeleng tak mampu, sudah lebih dari tujuh kali ia klimaks...tapi Pangeran Dhampyr itu masih saja bergairah menggagahi tubuhnya .

"Ahh...c-cukuph...nghh a—ku...AH! AH! AHHHH!." 'Spulrt'

Sungmin jatuh melunglai setelah sari kental itu kembali meletup dari junior mungilnya, meski demikian...tubuh bagian bawahnya tetap menungging dan dihentak kuat oleh organ besar Kyuhyun. Sungmin tak lagi berdaya untuk mendesah saat Kyuhyun beralih menaikkan sebelah kakinya, dan kembali menusuk rektumnya dari samping.

"Hnnghh..ukhh... nnh~."

.

.

.

"Ssshh Minghh!."

"Mha—ahh!." Tubuhnya tersentak dengan pupil membulat lebar, saat sperma panas itu kembali mengisi penuh perutnya. ia mencengkeram kuat lengan kokoh Kyuhyun, berusaha melampiaskan perasaan nyeri sekaligus nikmat yang mendera.

"Pe—nuh...mmhh." Lirihnya lemah, dan mengernyit ketika Kyuhyun menarik keluar kejantananya dengan perlahan. Sungmin dapat merasakan dengan jelas...sesuatu yang panas dan kental meleleh keluar dari lubang analnya. Ia menggeliat tak nyaman, karna pangkal pahanya terasa lembab dan lengket.

"Tidurlah Dear...aku akan membersihkan tubuhmu." Bisik Kyuhyun lembut, ia beringsut turun dan membuka lebar kaki Sungmin, memperlihatkan rektum yang dipenuhi lelehan sperma.

Sungmin hanya mendengung lirih dengan mata terpejam, ia benar-benar lelah untuk sekedar melihat apa yang tengah Kyuhyun lakukan, kemudian jatuh tertidur.

Pangeran Dhampyr itu tersenyum tipis melihatnya, ia kembali menatap rektum Sungmin kemudian menggunakan jari tengahnya untuk menguak lubang anal tersebut. Seketika itu pula spermanya kembali meleleh keluar dalam jumlah yang cukup banyak.

Kyuhyun meneguk ludah payah, tak dipungkiri apa yang dilihatnya membuat libidonya kembali tersulut, namun wajah sayu dan lelah itu mengurungkan nafsunya. Ia menggeram sesaat kemudian mencium rektum merah itu, menghisap kuat sperma yang tertinggal di dalamnya hingga tak bersisa.

"Kyu—uhh." Rintih Sungmin di tengah tidurnya. Sementara Pangeran Dhampyr itu hanya meliriknya sekilas, dan kembali menjilat seluruh seperma di pangkal paha Sungmin.

.

.

"Saranghae." Bisiknya seraya mengecup perut Sungmin, Kyuhyun beralih mendekap tubuh polos itu...dan turut memejamkan matanya dengan nyaman.

.

.

Beberapa jam kemudian

"Mingming!."

"Pelankan suaramu...kau bisa membangunkannya." Kyuhyun menatap tajam Dhampyr muda itu, dan kembali mengalihkan pandangan pada buku tebal yang di bacanya.

"Aishh Sungjin~ah...kita datang lain kali saja, Sungmin masih~ Eh...S-Sungjin?." Zelo begitu terkejut, kala tak menemukan Sungjin di sisinya, dan membulatkan mata lebar melihat namja cilik itu merangkak naik ke atas ranjang, mendekati Sungmin yang tengah terpejam.

"Sungmin Hyung." Panggilnya lirih.

"Ssshh...jangan membangunkannya, Pangeran Kyuhyun akan murka." Bisik zelo lirih, sungguh ia begitu takut Kyuhyun geram.

"Aku merindukannya!." Tekan Sungjin sambil mendelik kesal.

"Tapi kau tak bisa melakukannya Sungjinnie!."

"Ck! Tapi aku merindukan Hyung-ku!."

"Tapi tetap saja kau tak bisa—

"Sungjin~ah...kau di sini?."

Keduanya seketika bungkam, dan menoleh secara bersamaan.

"Hyung...kau baik-baik saja?." Sungjin menghambur cepat dan memeluk Sungmin dengan erat.

Namja cantik itu masih mengerjap tak mengerti, bagaimana bisa Sungjin berada di alam Dhampyr...mungkinkah Kyuhyun yang membawanya kemari? lantas...apa yang terjadi pada Sooman dan istrinya?.

"N-ne...aku baik-baik saja, Sungjin~ah...siapa yang membawamu kemari?."

"Ahh...Yong Guk Ahjjushi yang membawaku kemari, karna aku sudah mati Hyung...surga ini sangat menyenangkan." Ucap Sungjin riang.

Sungmin hanya tersenyum lembut mendengarnya, kendati demikian banyak pertanyaan yang berputar dalam benaknya mengenai keberadaan dongsaeng kecilnya itu.

Ia beralih menatap Kyuhyun, mencoba menemukan jawaban namun tiba-tiba...

"Ukkhhh~." Sungmin mengernyit sakit dalam pelukan Sungjin, tubuhnya pun tampak gemetar.

"H-hyungie...Gwaenchana?."Panik Sungjin.

Kyuhyun bergerak sigap mengambil alih tubuh Sungmin, dan kembali membaringkannya di ranjang.

"Zelo...bawa Sungjin pergi untuk sementara ini." Titahnya tanpa mengalihkan pandangannya pada namja cantik yang merintih itu.

"Kajja kita pergi~

"Ahsss Shirreo, aku ingin menemani Sungmin Hyung!" Kekeuh Sungjin

"Sungjin...biarkan Sungmin istirahat, kau bisa menemuinya esok hari."

"Kau dengar itu? Kajja pergi...Biarkan Pangeran Kyuhyun menyembuhkan Minnieming."

Sungjin tak sekalipun melawan, ia menunduk lesu seraya meraih tangan Zelo . Dalam sekejap mata keduanya lenyap dari ruangan mewah tersebut.

.

.

.

"Nnghh~." Sungmin meringkuk mendekap perutnya, dan kembali merintih.

Pangeran Dhampyr itu menatap cemas, ia tau Putranya tengah menghisap darah Sungmin...tentu saja namja cantik itu merintih kesakitan.

"Dear?."

Sungmin berusaha menatap Kyuhyun dan memaksa tersenyum lembut. "G-gwaenchana Pangeran, B-baby mungkin ber—gerak di dalam." Ucapnya terbata-bata.

Kyuhyun kembali menghela nafas berat, ia menggenggam jemari Sungmin dan menciumnya lama.

Walau menahan sakit, namun Sungmin dapat melihat dengan jelas kerisauan Kyuhyun, ia menyentuh pipi kanan Kyuhyun dan membelainya sesaat...mencoba meyakinkan namja tampan itu...bahwa ia baik-baik saja. "Peluk aku."

Kyuhyun tersenyum hangat, ia membaringkan tubuhnya lalu memeluk Sungmin dengan perlindungan penuh. Berulang kali Kyuhyun mengusap lembut perut namja cantik itu, berusaha sedikit memberinya ketenangan.

"Ini le—bih baik ." Bisik Sungmin lemah seraya memejamkan matanya.

"Kembalilah tidur Dear."

"Uhm..."

.

.

.

Beberapa bulan Kemudian.

Hari terus berganti...Tanpa Sungmin sadari, makhluk mungil yang kini berlindung dalam rahimnya, kian tumbuh pesat, bahkan pergerakan yang ia lakukan pun makin intens.

.

.

"Mhmph!." Pekik Sungmin tertahan saat Pangeran Dhampyr itu masih terbuai melumat bibir cherrynya.

Merasa terkejut, Kyuhyun lekas melepas pagutannya dan memandang Sungmin cemas. Seketika itu...ia bergerak sigap mendekap tubuh Sungmin dan membuatnya berbaring.

Selalu seperti ini...Sungmin akan menggigil dan merintih kesakitan saat Putranya menghisap darahnya dari dalam. Dan Pangeran Dhampyr itu tak bisa berbuat apapun untuk menghentikannya, karena memang...Putranya butuh asupan darah ibunya untuk tetap tumbuh.

"Sssh...tenanglah Dear." Bisik Kyuhyun sembari mengusap perut Sungmin yang tampak membuncit, berkali-kali ia mengecup kening Sungmin...berusaha sedikit menguatkannya. Namun di balik semua itu ia cukup merasa miris, melihat tubuh Sungmin semakin menyusut, terlebih pipi yang sebelumnya Chubby tampak begitu tirus.

"B-baby...arghh hiks."

Sungmin menggeleng tak mampu, berulang kali ia mecengkeram dan mencakar sprei dibawahnya. Janin di dalam perutnya makin membesar dan rasa sakit itu pun makin hebat ia rasakan. Entah apa yang dilakukan Putranya di dalam, tapi satu yang pasti... itu bukan sekedar pergerakan kecil bayi pada umumnya. Ia merasa perutnya tercabik dari dalam...begitu nyeri dan panas.

"ini makin sa—kith ngghh." Rintih Sungmin terbata-bata seraya meraba tangan Kyuhyun dan meremasnya sekuat mungkin.

Kyuhyun menghela nafas pelan mendengarnya, tapi sungguh ia benar-benar cemas. Apa yang dirasakan Sungmin saat ini belum seberapa, namja cantik itu masih harus menanggung rasa siksa itu selama 6 bulan ke depan, mungkin akan lebih sakit...mengingat, semakin besar janin itu maka semakin kuat pula ia menghisap darah ibunya.

"Bertahanlah." Singkat Kyuhyun, ia tak mampu berucap apapun...keringat dingin dan rintihan-rintihan itu. cukup telak membuatnya terbungkam ...hanya kecupan dan usapan energi magis yang dapat ia kerahkan demi menenangkan Sungmin.

"Hiks".

Pangeran Dhampyr itu makin panik...Ia pun tak mengerti bagaimana mungkin Sungmin belum menjadi seorang Dhampyr. Bukankah di dalam tubuh namja cantik itu telah mengalir darahnya...seharusnya tidak seperti ini.

.

.

"Putraku..." Tiba-tiba saja seorang pria kekar muncul dan menyentuh pundak Kyuhyun.

"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa Sungmin belum menjadi seorang Dhampyr Appa?."

Hangeng menghela nafas sesaat. "Sungmin berbeda dengan manusia lainnya. Sisa Rose Blood dalam tubuhnya bereaksi keras dengan darahmu dan itu menghambat perubahan yang kau lakukan. Perlu waktu lama merubah Sungmin menjadi seorang Dhampyr sejati."

'SHIT!' Kyuhyun mengumpat keras dalam hatinya, ia tak pernah mengetahui fakta tersebut sebelumnya, dan bertindak gegabah memasukkan rahim itu ke dalam perut Sungmin. Jika saja sebelum penyatuan itu, ia meminta pertimbangan Appanya, mungkin Sungmin tak akan menderita seperti ini.

.

.

"Kkhh...arghht! Hiks appo!."

"Mmianhae Dear." Ucap Kyuhyun lemah, dengan gemetar ia memeluk tubuh Sungmin yang terus menerus menggigil sakit. Demi apapun...Pangeran Dhampyr itu merasa bersalah saat ini.

"Hiks...G-gwaenchana...Gwaen—channa Pangeran Arghhtt."

"M-ming?"

.

.

.

.

.

TBC

Annyeooong Near Dark Chap 10 Hadir ^^

Mianhae lama update, karena author sedang banyak ujian kuliah T_T,

*Ah yang kemarin menanyakan umur, Author Yeojja Line 93 (20 th).

*Iya, Near Dark tamatnya ga sepanjang Caffe latte dan Sick Of Hope kok Chingu. Maunya end chap berapa? hehe

*Ah nomor hp saja ne, kl mau knal dekat dengan author mesum macam saya 085642019226

*Minggu depan lanjutin AWS (A Winter Story) dulu atau Near Dark Chingu?

Dan untuk:

Cho Na Na , Ria, RithaGaemGyu, Michelle BunnyKyu , pumpkinsparkyumin , shika , kyuminsaranghae , hatakehanahungry, baekhyunniewife , coffeewie137, elle shann, KYUMINTS , Zen Liu , KimMiyoungYesungie , Voice 13Star , Princess kyumin, DIAHDEGA , Yuuhee , cho hyo woon , SSungMine , , Miinalee, Bunny Black FLK 136 , Yani137 , ChanMoody , sissy , deviyanti137 , nurkwang love, Mirukia , manize83 , Phia89, bebek, Shywona489 , hwangpark106 , MalaJaeWook , ken rhiyukikaka , KMaddict , Adekyumin joyer , Dessy Kyumin Shipper, Chlie hanariunnse , gyumine, kyumin pu , Minge-ni , Myst-girl ,Qhia503, TsubakiMing, vey900128, TifyTiffanyLee , Ranmayora1817 , nova137, Lilin Sarang Kyumin , Ranny , evil vs bunny , Reva kyuminelf , winecoup137 , simijewels , minnie kyumin, Bunbunchan , AreynaSyndrome , hae-yha, dJOYers, Maximumelf , Iam E.L.F and JOYer , reaRelf , L137 , colywinejoy , Zahra Amelia , blue love137 , KyuMinrealformELF, Yc K.S.H, Mingre, Kang Dong Jae , Ming's Baby Belly , , wyda joyer , Cungie Cho , KyoKMS26, evilminnie14, minguest137 , winecouple , is0live89 , SunghyoJoY, seokwang14 , SparKyuVil , stevani , LikaaJoy137, Minhyunni1318, Choi Yuan , Cho Yooae , yeminmine , bbang2chan, KMS , cottoncandyme, keyla HB malik, freychullie , lee sunri hyun, sitara1083, Cywelf, ryeosomNia14, cho min cho , novapuspa sari 777 , leefairy, sitapumpkinelf, Endeh , KyuMin ADDICT, , kyuppilming , Gyumina, zaAra evilkyu , smartkyuu, Jie Yoo Park137 , riii-ka, mikan ELF, km137 , real286, Syifa, lemonade , imAlfera , abilhikmah , dirakyu, kyuminlovelys, liu13769 , fariny, dan Para Guest.

Gomawoooo atas review dan dukungan Chingu di chap 9 cupid 'sKyumin hanya bertahan karena dan demi kalian ^^

Yang blm d sbutin, tolg bilang ne...soalnya kl snyl lemot sering kpotong2 & mungkin authrnya jg g teliti ...

Untuk Chap ini Mohon Reviewnya

.

Annyeongg... SARANGHAE...SARAAAANGHAAAEEEE.