because of you !
Cast :
Lee Donghae
Lee Hyuk Jae
Lee Sungmin
Kim Ryeowook
Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Henry Lau
other member SJ
YAOI BoyxBoy | couple tebak sendiri aja XD|
Donghae namja manis yang terpaksa memasuki dunia yang tidak ia sukai, music? Kenapa dia membenci hal yang disukai hampir semua orang? Tapi kenapa pada akhirnya dia menikmati dunia yang ia benci sampai ia benar benar tidak mau melepaskannya?
Chapter 10
Tik-tok-tik-tok
Hanya dentingan jam yang menjadi teman paling setia Donghae saat ini, meski waktu sudah menunjukan pukul 1 malam namun Donghae tetap setia menunggu Eunhyuk yang belum kunjung pulang.
Donghae mengangkat kakinya keatas sofa yang ia duduki, menekuknya dan memeluk kedua lututnya erat, ia membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya.
"Hoaaam!" entah untuk keberapa puluh kali ia menguap, meski begitu ia tetap ingin menunggu kepulangan Eunhyuk.
Namun, tanpa ia sadari matanya mulai terpejam.
KREK~
Saat mendengar suara pintu terbuka, dengan refleks Donghae terbangun
BRUK~
"Aaah!" namun sayang karna posisi Donghae yang terlalu menepi membuatnya terjatuh menghantam dinginnya lantai.
Donghae mencoba bangun namun sepertinya kakinya menerima benturan cukup keras membuatnya kembali terduduk.
Disaat itupula Eunhyuk melewatinya begitu saja tanpa peduli apa yang tengah terjadi pada Donghae.
"Eunhyuk,, Eunhyuuuk! Tunggu!" Dengan susah payang akhirnya Donghae berhasil berdiri dan mencoba mengejar Eunhyuk yang sudah menaiki tangga.
Eunhyuk tetap tidak perduli meskipun sebenarnya ia menyadari kehadiran Donghae.
Eunhyuk mencobmenutup pintu kamarnya namun Donghae menahannya agar tidak tertutup.
"Hyukie kau dari mana saja? Kau tau aku terjatuh karna menunggumu hah?" Bentak Donghae.
"Bukan urusanmu! Ini sudah malam, cepat sana kau tidur!"
BRAK~ Eunhyuk menutup pintu itu dengan kasar, membuat Donghae terkejut bukan main.
'Ke,,kenapa dengannya? Apa yang sebenarnya terjadi?' Donghae menatap kosong pintu yang sudah tertutup rapat itu.
'Mianhe Donghae mianhe! Bahagialah dengan dia! Oh god kenapa ini sakit!' lirih Eunhyuk dari balik pintu itu, lirihan yang sungguh memilukan.
```` Because of you````
Dengan tergesa-gesa Donghae menuruni tangga menuju lantai bawah untuk sarapan.
"Loh disini tidak ada eunhyuk?" Donghae terlihat kecewa saat orang yang membuatnya buru-buru turun ternyata tidak ada di meja makan.
"Tadi dia buru-buru pergi sekolah tanpa sarapan." Ujar Ryeowook menghidangkan makanan di atas meja.
"Tanpa mau menungguku? Huh menyebalkan!" Donghae menekuk wajahnya kesal jika mengingat kejadian semalam.
"Apa kalian ada masalah?" Ujar Shindong.
Donghae terdiam ia mulai memutar memory otaknya atas apa saja yang ia lakukan dn ia katakan bersama Eunhyuk kemarin.
"Masalah? Kurasa tidak ada? Kenapa?" Ujar Donghae bingung,
"Dia berkata ingin mencari apartement murah dan pergi dari sini."
Kata-kata Shindong berhasil membuat Donghae terdiam tanpa mampu berkata apa-apa lagi.
"Sudahlah kau berangkat sekolah denganku saja! Cepat nanti kita terlambat." Shindong berdiri dari duduknya dan mulai memakai tasnya.
Shindong menarik tangan Donghae memaksanya untuk berdiri, Donghae yang masih terbawa dengan lamunannya mengambil tasnya dan mulai berjalan mengikuti langkah Shindong yang menariknya.
```` Because of you````
Donghae berjalan malas menuju kelasnya.
"Setidaknya aku masih bisa berbicara dengannya di kelas!" Donghae tersenyum mengingat meskipun Eunhyuk sudah pindah ke apartement barunya dia akan tetap bisa dekat dengannya di kelas, bagaimana tidak mereka duduk berdampingan bukan.
Dia mulai memasuki kelasnya, kelas yang sungguh ramai sangat ramai, terlihat banyak namja bermain menaiki meja dan kursi, kerumunan yeoja sibuk dengan alat make up yang tergeletak begitu saja pada meja di tengah tengah mereka.
'dasar yeoja!' pikir donghae.
"Aah! hei kemana matamu!" Bentak Donghae pada namja yang tak sengaja mendorongnya hingga kakinya terbentur kaki meja cukup keras.
"Kau saja yang kurang hati hati!" sahut namja itu datar dan kemudian pergi meninggalkan donghae.
Begitulah setiap harinya kelas ini, berisik dan berantakan.
Donghae mengedarkan andangannya keseluruh kelas mencoba menemukan sosok namja yang ia rindukan sejak malam.
Donghae meletakan tasnya diatas mejanya, ia mulai duduk di kursinya menopangkan wajah manisnya pada kedua lipatan tangan yang ia letakan di atas meja.
"Kemana dia?" Gumamnya.
Dilihatnya kursi sebelahnya sudah terdapat tas disana, tpi entah mengapa dia merasa ganjil dengan tas itu.
'ini seperti bukan tas miliknya!' pikirnya.
Donghae mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela, dilihatnya beberapa siswa tengah asik bermain basket dilapangan, ia kembali mengalihkan pandangannya pada langit biru yang cerah pagi ini, pergerakan awan putih itu membuatnya sedikit lebih tenang.
KREEEK~ terdengar suara kaki kursi yang beradu dengan lantai kelas ini, sepertinya penghuni kursi disamping Donghae itu telah datang.
Mendengar itu Donghae mulai memalingkan wajahnya ke arah kursi dampingnya.
"MWO? Siapa kau hah?" Donghae terkejut saat yang duduk dikursi itu ternyata bukan Eunhyuk, bukan namja yang ia cari sejak tadi.
"Eh? Kau tidak mengenal teman sekelasmu sendiri?" Namja itu balik bertanya.
'ah? bahkan dengan Eunhyukpun aku baru mengenalnya saat kita masuk trainee SM bersama.' Pikirnya terdiam.
"Hei Lee Donghae!" Namja disamping donghae itu mengayunkan telapak tangannya tepat di depan wajah Donghae, membuat Donghae tersentak dari lamunannya.
"Ah? Haruskah aku menghapal semua siswa di kelas ini!? Kemana Euhyuk hah?" ujar Donghae sinis.
"Aiish namja ini!? Benar kata eunhyuk dia sangat manis tapi juga sangat menyebalkan!" Gumam namja disamping donghae iyu.
"Apa? Kau bilang apa?" Donghae terlihat bingung saat gumaman sosok namja itu tak bisa ia dengar dengan jelas.
"Aku Minho, Choi Minho. Eunhyuk bertukar duduk denganku, disana!" Namja bernama Minho itu menunjukan kursi lain tepat terhalang 2 meja dari tempat Donghae sekarang duduk.
'Dia? Namja yang kemarin berbicara lama dengan Eunhyuk!?' Donghae terlihat kesal melihat Eunhyuk duduk bersama namja yang bernama taemin itu.
"Ada apa?" Minho terlihat bingung dengan ekspresi kesal Donghae.
"Aniya!" Donghae mengalihkan pandangannya.
"Annyeong haseyo!" Suasana kelas tiba tiba sunyi saat seorang seosaengnim memasuki ruang kelas itu.
Donghae masih tetap berfokus pada langit biru melalui jendela kelasnya.
```` Because of you````
Bel istirahat sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu, namun Donghae masih enggan beranjak dari tempat duduknya.
Matanya terus memancarkan sinar pembunuh kala sikap Eunhyuk terlihat begitu dekat dengan teman sebangku barunya.
Donghae hanya bisa menghela napas panjang saat Eunhyuk dan Taemin teman sebangkunya itu keluar kelas.
Donghae terdiam memandang layar ponselnya saat sudah hampir 10 kali dia menelpon Eunhyuk dan tak mendapat jawaban satupun.
'Apa yang salah denganku?' pikirnya.
TEENG~TENG~TEENG~
Bel masuk sudah berbunyi, Donghae terkejut saat Minho masuk bersama Taemin.
'Kemana dia?' pikirnya.
"Hey kau! Kebiasaan melamunmu itu harus di buang!" namja bernama Minho itu menepuk pelan bahu Donghae yang tengah terdiam.
"Kemana dia? Bukannya tadi dia bersama Taemin?" Ujar Donghae setelah Minho mulai duduk dibangkunya.
"Dia? Siapa?" Tanya Minho setengah berbisik saat seonsaengnim mulai memasuki kelas.
Donghae hanya diam memperhatikan penjelasan seonsaengnim di depan kelasnya, memperhatikan? Benarkah itu memperhatikan? Saat pikiranmu melayang kearah lain? Ku rasa tidak.
Sesekali mata Donghae tertuju pada kursi yang terhalang 2 meja dari tempat duduknya, tidak ada siapa-siapa disana, hanya ada tumpukan buku dan tas yang tergeletak begitu saja di atas meja.
"Kau mencari Eunhyuk?" Ujar Minho setengah berbisik karna masih ada seonsaengnim didepan.
Donghae terlihat gugup mendengar pertanyaan Minho barusan,
"Tidak!" Jawaban singkat terlontar begitu dingin dari mulut Donghae, jawaban singkat yang terkandung 100% kadar kebohongan itu sukses membuat Minho menyeringai.
"Aku tau diamana kekasihmu itu berada! Aku tau kau merindukannya bukan" Seringai Minho menyeruak saat kalimat itu keluar dari mulutnya.
"HYAA!"
"Hey Lee Donghae! jangan membuat keributan!" Suara membentak keluar begitu tegas dari mulut namja paruh baya yang tengah berdiri didepan kelas karna ulah teriakan Donghae yang cukup keras.
Semua mata kini tersorot tajam ke arah Donghae.
"Mianhe Kim seonsaengnim!" Donghae mulai kembali duduk dan menatap sinis ke arah Minho yang sepertinya tengah menahan tawanya
'Sial shit!' Umpat Donghae.
```` Because of you````
Kini ruangan kelas begitu sepi sangat sepi bagaimana tidak ini sudah hamir 10 menit berlalu setelah bel pulang berbunyi,
Namun masih terlihat satu orang namja yang tengah meletakan wajah manisnya di atas lipatan kedua tangannya yang ia letakan diatas meja.
Matanya tersorot sayu menatap tumpukan buku dan sebuah tas yg masih tergeletak berantakan pada meja yang terhalang 2 meja dari mejanya.
'Jika tau begini tadi aku tanyakan saja pada Minho! Menyebalkan!' pikirnya.
BUK~ Donghae mulai bangkit dari duduknya dan cukup keras memukul meja dihadapannya.
"Aaah! Shit!" Donghae mulai berjalan menuju arah tumukan buku yang sedari tadi hanya ia pandangi, ia memasukannya ke dalam sebuah tas yang tergeletak di meja itu.
"Jika bertemu nanti aku akan benar-benar marah padanya! Lihat saja nanti!"
BRAK~ Donghae membanting pintu kelasnya cukup keras ah tidak sangat keras,
Dia berjalan cepat meninggalkan ruang kelasnya, dentuman sepatunya menggema di tengah koridor kelas yang sepi hanya di lewati 1 atau 2 siswa disana.
Kini mata donghae tengah menyelusuri setiap sudut sebuah ruangan yg dipenuhi dengan beberapa rak kayu penuh buku, sudah setiap sudut ruangan ia kunjungi namun tetap saja orang yang ia cari tak ada disini.
"Haah melelahkan!" Donghae mulai mendudukan tubuhnya pada salah satu kursi diruangan itu.
"Aaah kau menyebalkan!"
"ssssttt ini perpustakaan jangan berisik!" Setiap pasang mata menatapnya kesal, gerutu salah seorang siswa keluar dari mulutnya saat mendengar donghae setengah berteriak memecah keheningan ruang prpustakaan itu.
Donghae keluar dari ruang perpustakaan itu dan kembali menuju tempat lain,
Kini dilihatnya beberapa siswa tengah asik menyantap hidangan yang tersedia pada meja dihadapan mereka,
kkrruuk~kkrruukk~
"Aku lapar!" Donghae memegang pertutnya yang beberapa saat lalu berbunyi.
"Ahjuma aku minta roti rasa coklat ne!" Ujarnya pada salah seorang bibi penjual disana.
Ini sudah hampir 20 menit berlalu Donghae mencari Eunhyuk yang entah pergi kemana, akankah chap ini akan habis hanya untuk pencarian Eunhyuk -_- sepertinya judul harus di ganti (oke abaikan bagian ini ._.v)
Sudah hampir 20 menit Donghae mencoba menemukan Eunhyuk, namun tetap saja ia tidak tau dimana eunhyuk berada, ia yang mualai lelah mencoba duduk pada salah satu bangku panjang yang terletak di tepi lapangan olahraga di sekolah itu.
"Perpustakaan? Sudah, Kantin? Sudah, ruang musik? Sudah, ruang olah raga? Sudah, bahkan seluruh kamar mandi sudah! Hhmm? Ah kamar mandi yeoja? Tidak tidak aku tau dia mesum tapi mana mungkin dia berani!" Donghae mengayunkan kakinya yang terguntai dari atas bangku panjang itu.
Pluk~Pluk~
"Aaah apa itu!" Donghae memegangi kepalanya saat beberapa butir kerikil kecil menimpanya, Donghae mendongakan wajahnya ke arah kerikil itu berasal.
Dilihatnya kearah atap sekolah yang tepat diatasnya.
"Ah? Aku tau!" Donghae segera berlari kembali memasuki gedung sekolahnya, menaiki setiap angga menuju ke lantai atas,
Drap~drap~drap
"Hah,,hah,,hah,!" perlahan langkahnya pelan napasnya tak teratur saat ia mulai menaiki beberapa anak tangga terakhir.
Ia genggam perlahan knop pintu yang akan membawanya pada atap sekolahnya itu.
KREK~
Decitan kayu pintu itu terdengar memekik, hembusan angin terasa begitu sejuk.
Donghae melangkahkan kakinya sorot matanya menyapu sudut tiap sudut tempat itu.
Senyumannya mengembang saat sosok yang ia cari tengah bersandar pada pagar besi, memejamkan matanya dan sebuah earphone menempel di telinganya.
Donghae melangkahkan kakinya kesal menuju sosok itu, meski begitu raut wajahnya tak bisa berbohong bahwa dia sedang senang sekarang.
"Hey Eunhyuk!" Donghae menarik earphone yang terpasang pada telinga sosok itu.
"Kau? Kenapa kemari?" Sosok namja itu mulai berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan Donghae.
"Kau kemana saja? Kenapa tidak masuk kelas di 2 pelajaran terakhir?" Ujar Donghae kesal.
"Bukan urusanmu!" Sosok namja itu melangkahkan kakinya melewati Donghae, namun dengan cepat Donghae menarik tangannya.
"Kenapa kau menghandar dariku?" Donghae mencoba menatap mata eunhyuk.
"Tidak ada apa apa!" Eunhyuk melepas genggaman tangan Donghae, membuang jauh jauh sorot matanya dari arah Donghae.
"Hyukkie-ah jujur lah! Apa aku salah?" Ujar Donghae lirih.
"Bencilah aku! Bencilah diriku seperti aku membenci dirimu!" Ujar Eunhyuk Tegas.
Donghaeterdiam, kalimat itu bagaikan sebuah petir yang menyambar hatinya di siang bolong, mata donghae mulai memerah tangannya bergetar.
"Kenapa? hyuk kenapa? Tatap mataku hyukkie!" Donghae menarik lengan baju Eunhyuk kesal, mencoba menarik sorot mata Eunhyuk ke arahnya, namun sia-sia, Eunhyuk tetap mengalihkan pandangannya ke arah lain, arah dimana ia tidak menemukan Donghae.
"Aku capek!" Eunhyuk pergi begitu saja melewati Donghae.
"Hyaa Eunhyuk-ah! Hei tunggu du,, aaah!" Donghae tersungkur saat kakinya tersandung sebuah tongkat besi yang tergeletak sembarangan disana.
Eunhyuk terdiam sejenak dan kemudian melangkahkan kakinya kembali.
BRUK~
Dengan kasar Eunhyuk menutup pintu arah masuk.
"hyaaa aku membencimu hyuk aku benar benar membencimu! Itu yang kau mau bukan!" Teriakan Donghae terdengar begitu kencang.
"Bencilah aku dan lupakan aku!" Eunhyuk yang tadi tersandar di balik pintu akhirnya mulai berjalan menuruni tangga dengan sebuah senyuman pahit mengembang di bibirnya.
tuk...tuk...tuk...tuk...
suara derap langkah kaki di setiap anak tangga itu begitu memekik, senyuman itu masih mengembang manis di bibirnya, senyum bahagia? Ku rasa tidak.
"Aku akan membencimu!" Lirihan suara datar itu tersapu oleh angin, matanya memerah padam, tubuhnya masih terduduk menahan sakit pada kakinya yang memar karna jatuh tadi.
```` Because of you````
Seorang namja berparas manis tengah asik menyesap coklat panas dalam cangkir yang ia genggam, matanya lurus menatap langit dari balik jendela besar kamarnya, kakinya ia tekuk dan ia peluk dengan sebelah tangannya.
"Turunlah Hae! Kau harus sarapan dan harus pergi sekolah!" Terdengar sebuah teriakan dari balik pintu ruangan itu.
Donghae namja manis itu tak bergeming sedikitpun masih dengan posisinya sekarang.
Donghae meletakan cangkir coklat pada meja di hadapannya, ia melangkahkan kakinya pada sebuah cermin besar didalam kamarnya.
Dia terlihat begitu manis dengan balutan piyama biru bergambar nemo masih melekat pada tubuhnya.
"Aku benci Enhyuk!" Ujarnya tepat dihadapan cermin besar itu, matanya mulai memerah.
"Hae-ah buka pintunya!" Terdengar suara lain dari balik pintu kamar bercat biru itu.
Donghae terkejut, suara itu sepertinya suara yang ia kenal.
"hae-ah jika tidak di buka aku akan mendobraknya." Suara dingin itu terdengar lagi,
Donghae segera menghampiri pintu itu, meski sedikit ragu akhirnya ia membuka pintu kamarnya itu.
Dilihatnya sosok namja tampan berkemeja putih tengah tersenyum padanya, dengan repleks ia memeluk namja tampan dihadapannya itu.
"Ada apa denganmu?" Namja tampan itu membalas pelukan Donghae.
"Aku hanya sedang kesal pada seseorang!" Donghae melepas pelukannya dan berjalan menuju kasurnya diikuti oleh namja berparas tampan itu.
"Kenapa tidak pergi sekolah? Hari ini sekolah libur?" Ujar sosok namja tampan itu pada Donghae,
"Aniya! Lalu kau sendiri kenapa kau datang kesini, bummie?" Tanya Donghae pada sosok yang duduk dihadapannya itu.
"Keberangkatan kita akan di majukan minggu ini, persiapkan dirimu." Ujarnya,
DEG~ Donghae terdiam, ia merasa detak jantungnya berhenti seketika, entah mengapa kalimat itu enggan sekali ia dengar.
"Masih ada kesempatan 5 hari lagi untuk berkemas." Ujar sosok bernama bummie, ah tepatnya kibum itu, ia tersenyum meraih tubuh Donghae dan memeluknya.
'5 hari? Bagai, bagaimana dengan Eunhyuk? Ah tidak tidak bahkan dia sudah memintaku untuk membencinya!' Pikiran Donghae kini mulai melayang.
"Apa kau senang?" Ujar Kibum membuyarkan semua lamunan dalam pikiran Donghae.
Donghae mengangguk pelan membuat kibum tersenyum dan mempererat pelukan mereka.
```` Because of you````
Donghae menyandarkan tubuhnya pada sandaran kasur miliknya,
ia tatap luka memar di kakinya.
Sudah 5 menit berlalu setelah kepulangan kibum ia masih tetap terus menatap luka memar itu.
Luka memar yang ia dapat saat terjatuh, terjatuh karna seseorang yang entah meski ia cintai atau ia benci.
"Kau bodoh hyuk kau bodoh! Aku membencimu sangat membencimu!" Matanya memerah, butiran air bening jatuh begitu jadi mengalir pada pipi mulusnya.
Tempat lain.
"Jangan paksakan kehendakmu padanya! Kau akan menyakitinya!" Bentakan seorang namja cantik itu menggema pada sebuah ruangan cukup besar bercat putih.
"Aku mencintainya umma! Bukankah kau juga menyetujuinya!" Suara lain terdengar lebih datar,
Sosok namja cantik itu melangkah menghampiri namja lain yang tengah duduk di tepi ranjang berukurang king size di ruangan itu, namja itu mulai duduk disampingnya.
"Kibum-ah! dengarkan umma! Aku akan menyetujui hubungan kalian jika tidak ada yang tersakiti, mengerti!" Jelasnya.
Sosok bernama kibum itu berdiri dan mulai melangkahkan kakinya keluar.
"Tidak, aku tidak akan menyerah! Aku akan mengembalikan ini seperti semula! Akan aku bersihkan dulu orang itu!" Lirihny a tanpa di dengar siapapun, ia mengepalkan tangannya kesal, dan mulai menuruni tangga menuju ruangan lain.
Heechul sosok namja cantik itu hanya bisa menghembuskan napas berat melihat tingkah Kibum yang menurutnya semakin egois.
"Susah menasehati seorang remaja!" Sosok namja berkaca mata masuk menghampiri heechul yang masih terduduk.
Heechul tersenyum menatap sosok namja tampan itu.
Namja itu meletakan buku yang ia pegang di atas meja kecil di samping kasurnya, dan kemudia duduk di samping heechul.
"Dia sudah tumbuh menjadi soso keras kepala sepertimu!" Ujarnya lagi.
"Tapi hankyung-ah! Dia berlebihan!" Ujar Heecul pada sosok bernama hankyung itu, sosok namja yang berstatus suaminya dan appa dari kibum.
"Kau juga sama saja. Biarkan dia memilih jalannya, kebahagian mereka adalah mereka sendiri yang mengatur!" Hankyung tersenyum pada istrinya, senyuman yang manis dan menenangkan, membuat sosok sedingin Heechul ikut tersenyum sangat manis.
Gomawo buat semua yang reviews saya sangat menghargai waktu kalian untuk menulis sebuah komentar pada kolom reviews yang sudah tersedia :D Oh iya Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir batin. *bow
TBC...
Reviews to Next !
Mianhe jeongmal mianhe *bow
ni ff abal baru update lagi -_-
author ga pernah dapet mood buat ngelanjutin soalnya ._.v
