I Want To Become An Angel, I Want To Meet Her
.
.
.
Kuroshitsuji©Yana Toboso
.
.
.
Epilog
9 Tahun Kemudian
Sudah 9 tahun Ciel dan Sebastian menjalin hubungan. Selama 9 tahun itu mereka tetap melanjutkan pekerjaan mereka. Sebastian, tetap melanjutkan karier-nya sebagai artis sekaligus penyanyi. Sedangakan Ciel, tetap menjadi direktur perusahaan . Tahun ini mereka berencana akan menikah sebelum hukuman Sebastian berakhir.
Ciel yang terlalu sibuk dengan pekerjaan, tidak memiliki waktu untuk bersama Sebastian, begitu pula dengan Sebastian. Walaupun orangtua Ciel sudah mengurus semua urusan tentang pernikahan mereka tapi, tetap saja mereka terlalu sibuk dengan urusan masing-masing.
Hingga akhirnya, mereka berdua dipaksa untuk mengambil cuti dari pekerjaan masing-masing dan dipaksa untuk bertemu dengan orangtua Ciel di rumah Ciel.
"Kalian ini, masih saja terlalu sibuk dengan pekerjaan kalian. Apakah kalian tidak ingat kalau pernikahan kalian bulan depan? Walaupun papa sudah mengurus beberapa urusan tapi, kalianlah yang menentukan tanggal pernikahan, model cincin, dan baju pengantin kalian. Apakah semua itu juga harus papa yang urus?" tegur Vincent –ayahnya Ciel-
"Tidak, pa" jawab mereka berdua bersamaan.
"Nah, itu kalian tau. Terus kenapa sampai sekarang kalian belum juga mengurus sisanya?" tegur Vincent lagi.
Sebastian dengan ragu-ragu menjawab pertanyaan Vincent.
"Kalau masalah cincin, saya sudah memilihnya dan untuk masalah baju pengantin kami, mhmm… Lizzy yang akan mengurusnya" jawab Sebastian ragu-ragu.
"Kalau masalah tanggal pernikahan kalian?" tanya Vincent lagi
Kali ini Ciel-lah yang menjawab pertanyaan papa-nya. Tapi, sebelum menjawab, Ciel melirik mamah-nya yang daritadi tidak berkomentar apapun.
"Mhmm… aku dan Sebastian memutuskan akan menikah pada tanggal 7 Juli" kata Ciel ragu-ragu.
"Baiklah, berarti papa tidak perlu khawatir tentang hal yang lainnya. Bukankah begitu, mah?" kata Vincent sambil melihat ke arah istrinya, Rachel.
"Ya, tentu" kata Rachel sambil meminum tehnya.
"Jadi, apakah kami boleh pergi?" tanya Sebastian.
"Karena, semua masalah sudah selesai, kalian boleh pergi dan menikmati masa-masa kalian sebelum menikah" kata Vincent sambil menyeruput tehnya.
Mereka berdua pun langsung berdiri dan berpamitan dengan Vincent dan Rachel. Saat sampai diluar, mereka pun menghela nafas secara bersamaan.
"Akhirnya, kita bisa melewati masa tegang itu" seru Ciel.
"Iya" jawab Sebastian "lalu sekarang kita pergi kemana?" tanya Sebastian.
"Sebelum aku menjawab, aku ingin bertanya. Apakah benar cincin pernikahan kita sudah kamu pilih?" tanya Ciel sambil menatap Sebastian dengan deathglare nya.
"Mhmm.. tentang itu…" kata Sebastian gugup sambil keringat dingin.
"Sebby…" kata Ciel dengan nada menggoda (padahal masih marah)
"Iya, Ciel?" jawab Sebastian ketakutan dan mengeluarkan keringat yang sangat deras (bayangin aja Sebby yang keringet dingin ngeliat Grell striptis)
"KENAPA KAMU BELUM MEMILIH CINCIN PERNIKAHAN KITA? SEKARANG KITA PERGI KE TOKO PERHIASAN UNTUK MEMILIH CINCIN TERSEBUT! AYO!" (capslock jebol) kata Ciel sambil berteriak di kuping Sebastian dan menariknya (baca: diseret)
"Iya…" kata Sebastian dengan pasrah ditarik(baca: diseret) Ciel ke toko perhiasan
07 Juli 20xx
Sekarang, adalah hari berbahagia untuk Ciel dan Sebastian. Pernikahan mereka diadakan di taman dengan konsep White and Black with Colourful Colour (Maksudnya, hiasan-hiasannya warna hitam putih cuman ditambah dengan berbagai warna dari bunga).
Ciel yang mengenakan gaun pengantin yang sangat indah berwarna putih dan dihiasi mawar (buatan) berwarna biru… Rambutnya yg dikuncir kebelakang dan bergelombang serta dihiasi mahkota kecil yang cantik dengan permata berwarna biru dan dia pun membawa bouquet mawar putih kecil.
Sedangkan Sebastian, menggunakan tailcoat berwarna hitam dihiasi dengan mawar putih yang ditaruh dibagian saku dadanya (maaf, dakuw tidak ngerti masalah baju jd bayangin aja orang-orang yang nikahan ala barat)
Saat sudah mencapai altar, sang pendeta pun memulai proses pernikahan.
"Sebastian Michaelis, apakah kamu bersedia menerima Anastasya Cecilia Phantomhive sebagai istrimu?" tanya Pendeta
"Ya, saya bersedia" jawab Sebastian mantap.
"Dan kamu, my dear Anastasya Cecilia Phantomhive. Apakah kamu bersedia menerima Sebastian Michaelis sebagai suamimu?" tanya Pendeta lagi.
Dengan muka bersemu Ciel pun menjawab "Ya, saya bersedia"
"Dengan ini saya nyatakan, kalian berdua menjadi pasangan suami-istri yang akan selalu bersama sampai kematian tiba"
Lalu, Sebastian dan Ciel pun berciuman. Semua orang bertepuk tangan. Setelah itu Ciel mulai bersiap-siap untuk melempar bouquet-nya. Saat sudah dilempar, Lizzy yang berada dikerumunan orang-orang yang siap menangkap boquet itu, mendapatkan bouquet tersebut. Sebastian dan Ciel tersenyum melihat senyum bahagia Lizzy.
Pesta pun dilanjutkan dengan berdansa, berfoto bersama, memotong kue pernikahan, dan makan siang. Saat makan siang, semua orang yang dekat dengan Ciel ataupun Sebastian memberikan pidato pendek dengan kata-kata selamat untuk kedua mempelai tersebut, tentu diawali oleh Vincent dan diakhiri oleh Sebastian.
Pesta pun berakhir, semua tamu undangan sudah pulang kecuali Ciel dan Sebastian serta kerabatnya yang lain. Mereka sedang membantu membereskan tempat itu. Setelah hampir cukup rapih, Vincent menyuruh pasangan baru itu untuk pulang ke rumah baru mereka. Awalnya, mereka berdebat sama Vincent agar tetap disana untuk membantu tapi, akhirnya mereka menyerah dan segera pulang.
Sesampainya dirumah baru mereka, Sebastian langsung menggendong Ciel yang tertidur dimobil. Sebastian menggendong Ciel dengan ala Bridal St yle. Mereka berdua langsung menuju kamar. Sebastian menidurkan Ciel diatas kasur dan bergumam "akhrinya kita menikah juga" kata Sebastian berkata lembut sambil mengelus muka Ciel. Karena sentuhan itu, Ciel pun menggeliat seperti kucing dan membuat Sebastian tertawa pelan.
Saat melihat ke arah jam, Sebastian berpikir untuk membangunkan istrinya untuk mandi. Tapi, melihat muka Ciel yang sepertinya kecapekan, dia nggak jadi ngebangunin Ciel. "Ya sudahlah. Mungkin dia kecapekan" gumam Sebastian sambil berjalan menjauh dari kasur dan menuju kamar mandi.
Selesai mandi, Sebastian masih melihat istrinya tidur dengan pakaian pengantinnya. Lalu, dia pun menuju lemari untuk mengambil piyama tidurnya dan memakainya.
Setelah selesai, dia langsung berbaring dikasur dan menggeser tubuh Ciel agar Ciel tidur di pelukannya. Ciel yang risih hanya menggeliat. Tapi, lama kelamaan dia merasa nyaman berada di pelukan Sebastian.
Sebastian mengelus kepala Ciel dengan lembut sambil menatap wajah Ciel yang seperti malaikat itu. "Good Night, sayang… Sleep well" lalu Sebastian mencium kening Ciel dan Sebastian pun menyusulnya ke alam mimpi.
Pagi-pagi sekali, saat matahari belum terbit, Sebastian terbangun. Sebastian ingin membangunkan istrinya tapi, saat melihat sekelilingnya, ternyata Ciel sudah terbangun dan sedang duduk dikursi yang ada dibalkon.
Tentu pagi itu sangatlah dingin, jadi saat Ciel sudah bangun dia langsung mengambil mantelnya dan keluar secara diam-diam agar Sebastian tidak terbangun.
Sebastian pun mengambil jaketnya dan pergi ke balkon untuk menyusul Ciel.
"Wah, aku tidak tahu kalau kamu bisa bangun pagi!"
Ciel sontak kaget dan langsung menengok ke belakang.
"Ah, iya. Aku sepertinya tidak bisa tidur. Jadi, aku memutuskan untuk pergi ke balkon saja dan menikmati udara" kata Ciel.
Sebastian pun berjalan mendekati Ciel dan memeluknya dari belakang.
"Kau tahu? hukuman ku akan selesai. Tinggal 1 tahun lagi" kata Sebastian.
"Lalu?" tanya Ciel.
"Apakah kamu mau memiliki seorang anak?"
Muka Ciel langsung memerah saat mendengar perkataan Sebastian tadi.
"Apa maksudmu?" tanya Ciel
"Kita hanya mempunyai waktu selama 1 tahun untuk menjadi keluarga. Saat hukuman ku selesai entah apa yang akan terjadi pada diriku. Kalau kamu yang pastinya akan kembali lagi ke sisi-Nya" jawab Sebastian "jadi, apakah kamu mau memiliki seorang anak?" tanya Sebastian.
"Sebastian, menurut peraturan langit. Malaikat diperbolehkan memiliki anak dari seorang manusia. Tapi, agar anak itu dapat kembali ke surga, anak itu akan mendapatkan tes apakah dia layak untuk kembali ke surga atau tidak" jelas Ciel
"Tapi, aku yakin, anak kita dapat melewati tes itu" Ciel pun diam sebentar dan melanjutkan perkataannya "aku ingin memiliki anak" kata Ciel sambil tersenyum dan merona.
Sebastian yang mendengar kata-kata Ciel, tentu bahagia dan dia pun memeluk Ciel lebih kencang.
"Terima kasih Ciel, terima kasih" Sebastian pun mencium kepala Ciel.
Matahari pun terbit dan Sebastian masih tetap dalam posisi memeluk Ciel dari belakang. Yap, sekarang saatnya memulai kehidupan keluarga yang hanya 1 tahun itu.
London
11 bulan kemudian
Sudah 2 bulan sejak anak Ciel dan Sebastian lahir. Sepasang bayi kembar yang rupawan yang memiliki persamaan dengan kedua orangtuanya yaitu mata sebiru langit seperti milik Ciel dan rambut sehitam ebony seperti milik Sebastian.
Kedua anak itu diberi nama, yang laki-laki Steven William Mark Michaelis sedangkan yang perempuan Stevani Liliana Hana Michaelis. Tentu itu adalah nama yang bagus untuk kedua bayi tersebut
.
.
.
.
"Sebastian…" panggil Ciel
"Ya?" jawab Sebastian yang sedang menidurkan Steven dan Stevani
"Aku ingin berbicara denganmu. Agar tidak ingin menggangu anak-anak, lebih baik kita berbicara di taman saja" kata Ciel.
"baiklah" Sebelum keluar, Sebastian mengecup kedua kening anaknya dan dia pun keluar.
Awalnya, Sebastian dan Ciel berjalan-jalan sebentar ditaman rumah mereka yang cukup luas itu. Akhirnya, mereka berdua duduk di ayunan yang ada ditaman. Mereka berdua tetap diam, sampai Ciel membuka pembicaraan.
"Sebastian?" panggil Ciel
"Ya?" jawab Sebatstian
"Masa hukuman mu tinggal 1 bulan lagi kan?" tanya Ciel
"Ya, masa hukuman ku tinggal 1 bulan lagi" jawab Sebastian datar.
Tiba-tiba Ciel berdiri dan marah-marah ke Sebastian.
"Bagaimana dengan anak kita? Siapa yang akan mengurus mereka? Aku tidak ingin mereka memiliki perasaan kalau mereka ditelantarkan orangtuanya! Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan anak kita!" Ciel pun menangis, entah kenapa dia menjadi begitu emosional saat mengingat masa hukuman Sebastian.
Sebastian lalu berdiri dan memeluk Ciel sembari mencoba untuk menenangkan dia.
"Ciel.. sebenarnya aku juga khawatir dengan anak-anak kita jika kita tinggalkan. Tapi Ciel, kamu harus melaksanakan tugasmu kembali dan aku? Entah apa yang akan terjadi dengan diriku!" kata Sebastian.
"Aku yakin anak kita tidak apa-apa, Ciel. Aku yakin karena orangtua mu, Ciel. Mereka bisa meyakinkan anak kita agar mereka mengerti tentang kondisi kita. Tuhan pun akan memberikan keringanan agar anak kita dapat kembali ke surga, karena anak kita memiliki darah seorang malaikat dari kamu. Mereka bisa kembali kepada kamu!" seru Sebastian.
Ciel masih tetap menangis sedangkan Sebastian langsung terdiam. Mereka berdua benar-benar tidak tahu apa yang harus mereka lakukan agar tetap bersama kedua buah hatinya.
"Lalu, bagaimana dengan kamu?" kata Ciel sembari terisak.
Sebastian tidak dapat menjawab pertanyaan Ciel. Dia hanya diam. Dia benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaannya.
"Aku…"
"Apa? Bagaimana dengan dirimu? 1 bulan lagi. Dapatkah kamu meluangkan waktu untuk mereka? Aku sudah meluangkan waktu untuk mereka tapi, bagaimana dengan dirimu?"
Sebastian terkejut dengan pertanyaan Ciel. Dia pikir, dia bertanya bagaimana dengan dirinya nanti setelah hukuman ini selesai.
"Aku akan meluangkan waktu untuk mereka. Besok aku akan ke manager ku bahwa aku aka berhenti dari pekerjaan itu" kata Sebastian sambil tersenyum.
"Terima kasih Sebastian" Ciel pun membalas senyuman Sebastian.
.
.
.
Sebastian's Pov
Hari ini aku harus menepati janjiku pada Ciel. Aku pun pergi ke kantor manager ku. Selama perjalanan aku sedang memikirkan kata-kata yang tepat agar nanti Angela tidak marah. Tapi, aku yakin Angela akan mengerti.
(skip time)
Sekarang aku sudah didepan kantornya. Memasuki kantornya saja, sudah seperti masuk neraka bagaimana dengan melihat mukanya? Mungkin lebih dari sekedar neraka.
Saat memasuki kantor itu, hawa tidak enak sudah beredar dimana-mana. Para karyawan yang seperti mayat hidup berjalan kesana kemari. Kasihan sekali mereka, pasti Angela yang melakukan ini semua. Aku pun menuju ke meja receptionist agar aku bisa mendapatkan izin untuk menemui Angela. Dapat ku lihat, perempuan yang ada di meja itu, tampaknya sedang tertidur dan ada tulisan disampingnya :
"BAGI PARA PENGUNJUNG/TAMU YANG INGIN MENEMUI MRS. ANGELINA DIPERSILAHKAN MENGAMBIL KARTU PENGUNJUNG/TAMU DAN LANGSUNG MENUJU LANTAI 5 DIMANA KANTOR MRS. ANGELA BERADA"
Sepertinya yang menulis tulisan itu adalah Angela dan dia pun menaruhnya dekat dengan receptionist itu. Aku pun segera mengambil kartu pengunjung/tamu dan segera menuju ke lantai 5 dimana aku akan menemukan neraka yang lebih jahanam.
Aku berjalan menuju lift, saat pintu lift terbuka, aku menemukan 2 orang yang tertidur di lift tersebut. Aku berpikir mungkin karena pekerjaan yang diberikan Angela terlalu banyak mereka menjadi begini.
Aku pun menaiki lift itu dan menekan lantai yang dituju. Perasaanku sangat tidak enak. Kalau memikirkan apa yang akan terjadi nantinya setelah aku mengatakannya mungkin aku akan disiksa. Aku tepis semua pikiran itu dan menenangkan pikiran.
(skip time)
Sekarang aku sudah berada di dalam ruang kerja Angela dan berdiri dihadapannya. Dia sedang sangat sibuk menandatangani kontrak dan lain sebagainya.
"Angela" sapa ku
"Silahkan duduk Sebastian" jawabnya tegas.
"Tidak perlu ini akan cepat" balasku
"Baiklah" katanya "Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Angela
"Mhmm.. begini… karena masa hukuman yang diberikan Tuhan hampir berakhir, aku ingin keluar dari dunia entertaiment dan memberikan waktu untuk keluargaku" ucap Sebastian lantang.
Angela tampak berpikir. Sembari tersenyum, dia pun berdiri dan mendekati Sebastian. Sebastian yang melihat kejadian aneh itu sweetdrop dan mundur beberapa langkah.
"Aku tahu kau datang kesini akan mengucapkan itu" kata Angela
"Eh?" Sebastian tampak kebingungan dengan kata-kata Angela.
"Yasudah sana, pulang ke keluarga kamu. Mulai hari ini kamu sudah keluar dari dunia entertaiment. Lagi pula aku sudah menemukan pengganti mu kok. Oh ya, konser mu yang waktu itu, aku bilang pada fans dan semua orang yang datang setelah kamu pulang tentunya, kalau kamu akan berhenti dari dunia entertaiment karena suatu hal" jelas Angela panjang lebar.
Sebastian hanya bisa diam terkejut, dia tidak menyangka kalau managernya akan melakukan hal itu. Secara tiba-tiba, Sebastian memeluk Angela.
"Terima kasih Angela, aku tidak akan melupakan hal ini. Oh ya, terakhir ini." Sebastian mengambil sebuah kaset, kertas, dan flashdisk dari kantong jaketnya dan memberikannya kepada Angela.
"Ini…"
"Ya, itu adalah beberapa lagu terakhir ku. Aku sudah merekamnya. Terserah mau kau apakan. Oh ya dan di kertas itu ada not dan liriknya, jadi mungkin kau bisa memberikannya kepada penyanyi lain dan di flashdisk itu terdapat musik instrumental lagu ku" jelas Sebastian.
"Terima kasih Sebastian. Sudah sana cepat pulang. Aku banyak urusan dan nanti keluargamu tidak mendapatkan waktu bersamamu lagi. Waktu sangat berharga Sebastian" kata Angela sambil mengusir Sebastian.
Sebastian hanya tertawa kecil. Sebelum pulang dia mengucapkan terima kasih lagi ke Angela dan berpamitan. Lalu, Sebastian pun langsung berlari menuju keluar untuk pulan dan menemui Ciel serta kedua buah hatinya.
(Skip Time)
"Ciel!" teriak Sebastian dari luar yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah.
"Aduh, Sebastian kamu seperti anak kecil saja!" tegur Ciel.
"Hehehe, maafkan aku…" tiba-tiba Sebastian merasakan ada sesuatu yang akan datang dan membuatnya ketakutan.
"Sebastian ada apa?" tanya Ciel. Tapi, tiba-tiba dia juga merasakan hal yang sama dengan Sebastian. "Dia datang.." ucap Ciel.
Tiba-tiba cahaya yang sangat terang menerangi seluruh ruangan. Sebastian dan Ciel tidak bisa berdiri. Anak-anak mereka menangis dengan kencang. Dua sosok manusia menggendong anak mereka.
"SIAPA KALIAN? JANGAN BAWA ANAK KAMI" seru Sebastian.
"Tenang Sebastian, kamu jangan panik. Mereka berdua tidak akan mengapa-apakan anak kita" kata Ciel sambil menengankan Sebastian.
"Jangan khawatir Sebastian. Kami adalah…"
"Orangtua Ciel…" kata mereka.
Lalu, cahaya itu menghilang dan memperlihatkan wujud dua orang yang mereka kenal yaitu Vincent Phantomhive dan Rachel Phantomhive. Sebastian dan Ciel mencoba berdiri dan ternyata bisa. Rasa ketakutan tadi menghilang.
"Kalian mau apakan mereka berdua?" tanya Sebastian.
"Kami akan merawat anakmu" jawab Rachel.
"Tapi, kami kan masih ada. Kami masih memiliki waktu disini" seru Sebastian.
"Tentang itu, masa hukuman mu dipercepat Sebastian. Sekarang saatnya kalian berdua kembali ke Surga" jelas Rachel
"Kembali ke Surga? Itu tidak mungkin. Aku akan kembali ke neraka. Iya kan Ciel?" Sebastian tampak kebingungan dengan semuanya.
"Tidak, Sebastian. Kau akan kembali bersamaku. Ke Surga" kata Ciel tegas.
"Tapi…"
Tiba-tiba sebuah cahaya yang tadi datang lagi dan memunculkan sebuah suara yang sangat tegas dan menakutkan.
"Tidak ada tapi-tapian Sebastian. Sekarang saatnya kamu dan Ciel kembali ke rumah ku" kata suara itu.
"My Lord? Apakah itu anda?" tanya Sebastian.
"Ya, ini saya. Penciptamu." kata-Nya
"Sebastian, ayo kita kembali. Jangan khawatir tentang anak kita. Orangtuaku akan menjaga mereka. Kita akan kembali Sebastian. Semuanya akan dijelaskan disana" ajak Ciel.
"Baiklah"
Tiba-tiba tubuh mereka di bungkus cahaya dan mereka pun semakin lama semakin menghilang.
"Ayah, Ibu. Jaga anak kita sampai kita kembali lagi. Sampai saatnya tiba untuk mereka kembali kepada kami" seru Ciel sebelum menghilang.
"Ya, kami akan menjaga mereka. Kami janji akan mendidik mereka dengan benar. Kalian cepat datang kembali ya? Cepat jemput mereka agar mereka tau kalau mereka punya orangtua" seru Vincent.
"Baik…" dan tubuh mereka berdua pun menghilang ditelanoleh cahaya yang sangat menyilaukan.
Vincent dan Rachel hanya bisa diam. Mereka menatap cucu-cucunya dengan wajah sendu. Mereka berharap Sebastian dan Ciel akan menjemput anak-anaknya. Lalu, Rachel mengemasi barang-barang cucunya. Setelah selesai, mereka berdua pun pulang. Meninggalkan rumah milik Sebastian dan Ciel dan membawa Steven dan Stevani ke rumah mereka.
THE END
Hello semuanya...
Maaf baru dilanjutin setelah beberapa bulan _
Pengen bikin sekuelnya cuman... takut membosankan...
Oh ya, buat yang The One That I Love.. bkln dilanjutin kok.. tenang aja..
RnR please XD
