Kakashi, Obito, Rin : 23 tahun
Sakura dan teman - teman : 15 tahun
Kompetisi voli putri berjalan lancar, bahkan Konoha High School mendapat juara 1.
" selamat...kalian sudah mnejadi juara..." kata Kakashi dengan menampilkan senyuman simpulnya. Walaupun lelah, mereka tetap menampilkan senyuman bahagianya.
" hehehhehe...siapa dulu dong...tim putri voli KHS..." kata salah satu anak perempuan menjawab, yang juga menjadi pemain inti. Perkataanya disambut oleh gelak tawa anak putri yang lain.
" intinya, kalian tadi bermain bagus. Pertahankan permainan kalian untuk tahun – tahun ke depan..." kata Kakashi lagi.
" ne Sensei...kita tidak merayakannya?" salah seorang siswi bertanya.
" itu benar...kita harus merayakannya..." timpal anak yang lain lagi.
" kalian bisa merayakannya sendiri, aku banyak pekerjaan..." jawab Kakashi.
.
.
Sakura yang dari tadi hanya mendengarkan hanya mendengus kesal setelah Senseinya menolak ikut.
' alasannya saja...'
" ayolah Sensei...bagaimanapun juga Sensei pelatih kami..."
" maaf tapi aku benar – benar tidak bisa ikut..." kata Kakashi. Ia lalu membalikkan badannya,
" ja nee..." kata Kakashi sambil berjalan dan melambaikan tangannya ke aah sekelompok anak perempuan tadi.
.
.
" yahh sayang Kaka-Sensei tidak ikut..."
" ya sudah, mau bagaimana lagi...ayo kita berangkat..." kata anak perempan dengan nada ceria.
" heyy Sakura...kau ikut tidak? " Sakura yang menatap punggung Senseinya pergi pun langsung tersadar ketika ada yang meneriaki namanya.
" ahhh ano senpai...sepertinya aku juga tidak ikut...aku harus bekerja..." kata Sakura berbohong.
" apa tidak bisa kau ijin saja?" tanya Senpainya tadi.
" aku tidak mau gajiku di potong lagi..." Sakura pun meliha ke aah jam tangannya.
" ahhh Senpai aku pergi dulu ya... je neee..." Sakura pun dengan segera langsung berlari menuju ke arah yang sama denga Kakashi tadi. Kakak kelasnya pun hanya menggelengkan kepalanya dan kembali menyusul teman – temannya.
.
.
Kakashi duduk di bus setelah berhasil menghindar dari ajakan anak muridnya tadi. Ia dengan tenang duduk sambil menunggu bus itu berjalan.
drepp...dreppp
lagkah kaki terdengar mendekat bangku Kakashi. Saat sudah sangat dekat, Kakashi menoleh ke sebelahnya ingin mengetahui siapa yang duduk di sebelahnya.
" Haruno?nagapain kau ada di sini?" tanya Kakashi sedikit terkejut.
" memangnya aku tidak boleh di sini?"
" bukan itu...kau tidak ikut bergabung dengan mereka?"
" tidak...aku mau merayakannya dengan Sensei..."jawab Sakura. Maat Kakashi pun sukses melebar.
"aku tau kalau Sensei itu hanya menghindar saja...jadi nanti Sensei temani aku belanja beli makanan dan kita akan merayakannya di rumah Sensei... dan aku tidak menerima penolakan..." kata Sakura cepat, bahkan sebelum Kakashi bisa menjawabnya. Kakashi tersenyum,
" kenapa kau mau merayakanya denganku?" tanya Kakashi. Sakura pun menoleh ke arah Kakashi.
" karena...entah...aku hanya mau merayakannya sama Sensei saja..." jawab Sakura enteng. Pada akhirnya, keudanya terdiam dan tidak melanjutkan pembicaraan mereka lagi.
.
.
Saat sampai di halte, mereka berjalan ke supermarket terdekat untuk membeli makanan. Dan sesuai janjinya, Kakashi pun menemani Sakura berbelanja. Mereka pun masuk ke dalam supermarket dan mereka berkeliling sambil memilih – milh bahan yang mau mereka beli.
.
.
Drttt...drtttt...
merasa poneselnya bergetar, Sakura pun mengambil ponselnya dan melihat sebuat notifikasi pesan masuk dari nomor tak dikenal.
from : xxxxxxxxx
kau tidak akan bisa lolos dariku pinky...dan Sensei kesayanganmu itu tidak akan ada di saat kau membutuhkannya...
.
.
Isi pesan tersebut sukses membuat Sakura membulatkan matanya. Sakura tau siapa yang mengirim pesan ancaman tersebut. Kiara. Sakura mengepalkan tangannya. Tidak apa kalau hanya dia yang diancam, namun ia kesal karena Senseinya juga dilibatkan.
' lebih baik Kakashi-Sensei tidak perlu tau...' kata Sakura dalam hati.
.
.
Kakashi yang melihat Sakura tertinggal di belakangnya sambil memegang handphonenya pun berjalan ke arah Sakura. Kakashi menarik tangan Sakura yang membuat Sakura menyadari kedatangan Kakashi.
" heyyy...Sensei kenapa pegang – pegang tanganku?" kata Sakura sambil berusaha menyamakan langkahnya dengan Kakashi dan menyembunyikan rona wajahnya.
" kau lambat sekali..." kata Kakashi tanpa menoleh ke arah Sakura.
" huhh Sensei itu yang terlalu cepat..." bela Sakura. Kakashi tidk menjawab karena tau kalau ia menjawab maka perdebatan tidak dapat dihindari lagi. Sakura pun tersenyum, merasakan hangat tangan Senseinya. Rasanya ia tidka ingin melepaskannya.
' jangan sampai Sensei kena masalah karena aku...'
_,,_,,_,,_,,_
RUMAH KAKASHI
Saat sampai di rumah Kakashi, Sakura langsung menuju dapurnya dan menyiapkan makanan untuk mereka. Sementara Kakashi hanya membantu Sakura sedikit saja. Contoh guru yang tidak bertanggung jawab. Setelah selesai menyiapkan makanan, mereka berdua memilih memakan makanan mereka di ruang tengah. Mereka berbincang mengenai sekolah, teman, hal – hal yang menarik. Bahkan Kakashi menceritakan sedikit masa SMA-nya.
.
.
" Sensei...aku mau bertanya suatu hal..." kata Sakura serius.
" apa itu?"
" ummmm aku tidak sengaja melihat wallpaper laptopmu...dan aku melihat seorang perempuan dengan rambut panjang warna kuning tua..." Sakura berhenti sebentar melihat ke arah Senseinya yang sedikit terkejut sebelum melanjutkan ceritanya.
" dia itu siapa?" tanya Sakura akhirnya. Kakashi mengambil nafas panjang.
" kurasa tidak ada salahnya menceritakannya padamu...toh kau juga sudah menceritakan ceritamu..." kata Kakashi. Sakura pun tersentak, dan memposisikan dirinya nyaman.
" pertama, dia termasuk dari orang – orang yang sangat dekat denganku...kedua dia adalah mantan kekasihku..." Sakura sedikit terkejut dengan pernyataan Senseinya.
" dan yang ketiga...dia sudah tidak ada..." walaupun diucakan dengan nada datar, namun tetap menyiratkan kesedihan yang mendalam. Sakura pun terkaget, dia merasa sedikit menyesal.
" ummm maafkan aku Sensei aku tid—"
" tidak perlu..." Sakura tidak sadar matanya sudah mulai berkaca – kaca. Kakashi pun melalnjutkan ceritanya.
.
.
" namanya Kohashi Yumi. Dia adalah orang pertama yang membuatku bahagia berada dekat dengannya..." Kakashi tersenyum sedih mengingat masa lalunya.
" harinya sudah malam dan hujan deras saat kecelakaan itu terjadi..." Sakura menatap Kakashi, ia seperti teringat tragedi yang menimpanya.
" kalau kau mau bertanya apa kecelakaan ini sama dengan kecelakaan yang kau alami, jawabannya adalah 'iya' " pernytaan Kakashi kembali membuat Sakura terkejut.
" sebelum kau bertanya lagi, biar kulanjutkan dulu ceritanya..." kata Kakashi tenang. Sakura pun kembali memfokuskan diri mendengar cerita Kakashi.
" kami baru pulang dari acara prom night universitas. Saat itu aku yang membawa mobil. Dan masih dalam keadaan sadar. Karena harinya sudah malam dan waktu itu juga hujan badai, terpaksa aku mengendarai mobil dengan pelan. Dan saat kami berhenti di lampu merah, tiba – tiba mobil datang dengan cepat dari arah belakang, dan menabrak mobil kami. Aku sempat melihat kalau mobil kami menabrak mobil di sebrang jalan sebelum mobil itu di tabrak oleh mobil yang menabrak kami." Kakashi berhenti dan melihat ekspresi Sakura, yang seakan tidak percaya dengan ceritanya.
" aku ingat aku masih sadar, dan saat aku menoleh ke arah Yumi...di sudah tidak sadar. aku tidak bisa melakukan apa – apa sampai ambulan dan polisi datang." Kakashi pun terdiam sebentar sebelum melanjutkan lagi eeritanya.
" saat di rumah sakit, aku baru sadar kalau aku kehilangan mata kiriku akibat pecahan kaca dan terpaksa harus mencari donor mata." Kata Kakashi sambil menunjukkan mata kirinya yang memang tampak jelas ada sebuah luka vertikal. Itu menjelaskan kenapa ada luka di mata kirinya dan warna mata Kakashi yang berbeda.
" dan di rumah sakit itu juga aku diberitahu kalau Yumi tidak selamat. " kata Kakashi datar.
" kau tahu?waktu aku di rumah sakit aku juga melihat seorang anak kecil berambut warna pink tidur di sebelah ranjangku, dan waktu itu aku berpikir dia juga pasti korban kecelakaan...dan ternyata memang benar." Kata Kakashi sambil memandangi Sakura.
.
.
Sakura hanya bisa terdiam setelah mendengar cerita dari Kakashi. Dia tidak percaya kalau Kakashi adalah salah satu korban kecelakaan beruntun yang dialaminya dulu.
" berarti mobil yang kulihat dalam garasi itu memang mobil Sensei?" tanya Sakura.
" iya...aku tidak pernah mengendarainya lagi semenjak kecelakaan itu. Aku hanya memperbaikinya saja " kata Kakashi menjelaskan.
' pantas saja Sensei selalu naik bus ke sekolah...'
" ummm kalau aku boleh tau...pacar Sensei itu bagaimana?umm maksudku sifatnya bagaimana?" Kakashi menaikka alisnya sebelah.
" dia itu...mirip denganmu..." kata Kakashi.
" ehhhh?"
" iya dia itu orangnya periang, ceroboh, senang marah – marah, jelek saat menangis..." Sakura tertawa kecil mendengar penjelasan Senseinya.
" yang berbeda itu, dia sangat hebat dalam pelajaran matematika...dia bahkan mengambil jurusan guru matematika...tidak sepertimu yang sangat bodoh dalam matematika..." Sakura mengerucutkan bibirnya mendengar ejekan dari Kakashi.
" sekarang aku tau kenapa Sensei mau jadi guru matematika..." kata Sakura lagi. Kakashi hanya tersenyum saja.
.
.
" sekarang kita impas..." kata Kakashi.
" apanya yang impas?" tanya Sakura bingung.
" aku sudah mengetahui masa lalumu dan kau sudah mengetahui masa laluku..." kata Kakashi lagi.
" ahhh Sensei benar..."
" nah kalau begitu, kalau ada masalah kita harus saling cerita..." balas Kakashi.
" baiklah...berarti, kalau Sensei dalam masalah, Sensei harus cerita denganku dulu..." kata Sakura ceria.
" iyaa..." kata Kakashi menghela nafasnya. Sakura pun menyodorkan jari kelingkingnya.
" janji?" Kakashi melihat jari Sakura yang sudah siap dan tersenyum simpul.
" janji..." kata Kakashi sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan Sakura.
.
.
" ne Sensei...di luar hujan...aku tidak bisa pulang..dan sekarang aku bosan.." kata Sakura.
" memangnya kau mau ngapain?mau belajar?" tanya Kakashi.
" TIDAKKKK! Apapun...selain belajar..." kata Sakura menolak. Kakashi tertawa melihat tingkah anak muridnya.
" kau mau nonton film?" tawar Kakashi.
" ohhh apa filmya?" tanya Sakura tertarik.
" kau bisa melihat kasetnya di situ..." kata Kakashi sambil menunjuk ke bagian bawah meja televisi. Sakura pun dengan cepat melihat – lihat kaset film yang ada di sana.
.
.
" Sensei!kita nonton ini saja ya?" kata Saura semangat sambil menunjukkan film Kimi No Nawa.
" terserah kau saja..." kata Kakashi. Sakura pun melompat kegirangan. Ia langsung memasukkan kaset itu ke DVD Player, lalu Sakura berlari ke dalam kamar Kakashi untuk mengambil selimut. Mereka berdua pun duduk sambil memakan cemilan yang masih tersisa, dan tanpa sadar, mereka kini sudah tidak canggung lagi satu sama lain.
TBC...
MAAF AGAK LAMA UPDATE..SOALNYA BARU SELESAI USBN...
DAN KEMUNGKINAN BISA TELAT UPDATE LAGI...GARA - GARA MINGGU DEPAN SUDAH UNBK...
SEMOGA READER MASIH MENIKMATI CERITA
DAN TERIMA KASIH JUGA KARENA TELAH MEMBERI REVIEW...
JA NEEE...
