Chapter 10

"IGE MWOYA?"teriak changmin yang terkejut dan dengan sangat ringan dia melayangkan tangannya tepat kearah wajah kibum. PLAKKK…

"berani-beraninya kau mencium pipiku yang mulus ini nampeneun namja!"teriak changmin sambil mendeathglare kibum dengan mata bambinya. Naas, bukannya takut kibum malah sangat gemas melihat tingkah changmin'nya' ini.

'ommo, betapa cantiknya anak ini… rasanya ingin kukurung dikamar dan melakukan 'this and that' sekarang juga.' Pikir kibum mesum. (author : aku jadi ingin tahu apa saja yang dipelajarinya diamerika sana? Kibum : (pasang wajah se 'cool' mungkin) style amerika.)

Dan berbagai teriakan demi teriakan yang dilemparkan changmin pada kibum tanpa menyadari kedua manusia yang super duper tampan yang ingin dibunuh kibum itu mengendap-endap pergi sejauh mungkin dari sana. Dan untunglah kibum tidak menyadari itu, karena perhatiannya kini hanya focus pada wajah yang memiliki paras yang amat sempurna itu. ehem-anak author-ehem.

"kita harus berterima kasih banyak pada changmin wonnie~ kalau tidak ada dia aku sudah tidak tahu lagi apa yang akan dia lakukan untuk membunuh kita."ujar kyuhyun setelah berhasil bebas dari titisan 'dewa kematian' itu.

"…."

"wonnie?"

"…."

"wonnie? Kau mendengarku tadi tidak?"Tanya kyuhyun yang merasa aneh saat siwon diam saja tidak menanggapi kata-katanya. Saat kyuhyun menoleh kearah siwon tanpa sadar kyuhyun melangkahkan kakinya mundur ketika melihat raut wajah siwon yang tiba-tiba mengeras menahan amarah.

"wonnie? Gwechanayo?"panggil kyuhyun sambil mencolek-colekkan bahu kekar siwon. Tanpa diduga-duga siwon yang selama ini rela mengiris jarinya hanya untuk mendapatkan perhatian dari kyuhyun kini tidak memperdulikan kyuhyun dan pergi meninggalkan kyuhyun sambil mengepal tangannya erat.

"yakkk, wonnie mau kemana kau?"teriak kyuhyun yang tidak dijawab oleh siwon. "aisshhh… ada apa dengan dia? Dasar idiot!"ejek kyuhyun namun ada 'sedikit' gurat kecemasan dalam wajahnya melihat tingkah laku yang tak biasanya diperlihatkan oleh sahabatnya itu.

Kyuhyun pun berjalan sendirian tanpa memiliki tujuan tertentu… sesekali dia menendang kerikil kerikil yang ada ditanah. Mula-mula kerikil lalu mengambil kaleng kosong yang tergeletak pasrah dan dengan sekuat tenaga kyuhyun menendangnya dengan amat sangat keras hingga…

PLETAKKK.

"yakkk, siapa yang sudah melempar kaleng ini, eoh?"teriak suara namja yang amat dikenal kyuhyun dari arah seberang. Tanpa mengetahui bahaya yang akan dihadapinya kyuhyun langsung menghampiri 'anak' kesayangannya itu yang mengusap-usap dahinya yang memerah.

"min~"panggil kyuhyun dengan gemetar.

Sungmin menatap kyuhyun dengan tajam dan tanpa aba-aba lagi sungmin langsung melebarkan matanya kaget saat merasa namja yang amat dibencinya itu kini telah merengkuh tubuhnya dengan sangat erat seolah-olah takut kehilangannya lagi. Dada sungmin berdegup dengan sangat cepat akan perlakuan yang diterimanya hingga membuat dia gelagapan dan mencoba melepaskan dirinya dari pelukan 'setan' itu.

"yakkk, apa-apaan kau ahjussi!"teriak sungmin setelah berhasil melepaskan dirinya.

"wae? Aku hanya ingin memelukmu."jawab kyuhyun polos.

"aiisssshh, siapa yang menyuruhmu boleh memelukku seenaknya eoh?"

"jadi aku boleh memelukmu jika meminta izin?"

"aissshhh jinjjaaaa… aku bisa benar-benar gila kalau terus dekat denganmu ahjussi."

"aku rela menampungmu kalau kau gila asal kau mau disampingku."

Blussshhh… wajah sungmin merona mendengar jawaban polos nan innocent dari kyuhyun. Daripada dia harus merona-rona ria tak keruan lebih banyak lagi. Sungmin pun memutuskan untuk pergi dari sana walau tak mudah jika namja itu mengekorinya dari belakang.

"yakkk, jangan mengikutiku!"teriak sungmin sambil mencepatkan langkah kakinya.

"aniyaaa, mau kemana pun kau pergi aku akan tetap mengikutimu meskipun kau mengusirku."ucap kyuhyun mantap sambil mempercepatkan langkahnya juga takut ditinggalkan oleh 'anak'nya itu.

"huweeeeee…. Ummmaaaaaaaaaaaaa…. ~"sungminpun berlari sangat kencang saat dia merasa kyuhyun yang masih mengejarnya.

"tungguuuuuuu akuuuuuuuu minnnnn~"

Untung saja tempat yang dilalui oleh mereka berdua saat itu sepi karena kalau tidak mungkin sekarang kyuhyun akan dihajar babak belur oleh orang-orang yang mengiranya ahjussi-ahjussi mesum yang ingin menculik namja manis bergigi kelinci.

.

.

.

.

.

.

Dengan wajah yang ditekuk changmin berjalan menuju taman bermain yang berada didekat rumah kyuhyun. Dia melihat sosok namja yang dikenalnya sedang duduk disana. Dia menghampirinya. Namja itu tersadar akan sosok lain didekatnya dan menoleh kearah changmin dengan tatapan kosong lalu namja itu kembali menatap lurus kedepan sambil meneguk soju yang dibelinya itu.

"kau kelihatan 'normal' jika sedang mabuk begitu."ucap changmin sarkatis.

"huh, dan kau kelihatan seperti yeoja yang mau diambil keperawanannya tadi saat dicium oleh bummie."balas siwon yang langsung mendapat bogeman mentah dari changmin.

"jaga ucapanmu, idiot!"

"huh, untuk apa aku menjaga omonganku pada orang yang tidak bisa menjaga keperawanan pipinya."changmin menoleh kearah siwon. Dia melihat siwon yang kini menatapnya berbeda dari biasanya. Bahkan, changmin tidak pernah melihat siwon menatap kyuhyun atau kibum dan siapapun itu dengan lembutnya. Siwon pun mendekati wajahnya dengan wajah changmin dan berhasil membuat changmin menutup matanya refleks. Entah kenapa, saat ini changmin tidak akan marah jika yang akan menciumnya saat ini adalah siwon seperti biasanya.

"changmin."

"ne."

"aku… aku mau… aku mau~"

"ya, lakukanlah idiot… tunggu apa lagi?"

"aku mau muntah… HOEEEKKKKKKKK."dan kalimat itu berhasil membuka kedua mata changmin. Dan dengan sangat tidak manusiawi siwon mengeluarkan seluruh isi perutnya tepat kewajah changmin. TEPAT DIWAJAH CHANGMIN. Dan itu membuat changmin berteriak sangat keras malam itu ditemani gonggongan anjing-anjing liar.

"huh, ternyata rivalku hanya orang idiot itu saja, menarik."ucap namja yang memiliki killer smile itu dari jauh. Ternyata, sedari tadi namja itu terus mengikuti changmin kemanapun ia pergi. Stalker eoh?

.

.

..

.

.

.

.

.

"hhh, kau benar-benar hhh… aigooo, nafaskuhhh… sesakkkhhh.."ucap sungmin putus-putus mencoba mengambil nafasnya sebisanya.

"minumlah dulu, kau pasti capek gara-gara lari dan teriak tadi."kata kyuhyun lembut sambil menyodorkan minuman instan pada sungmin yang dibelinya. Sungmin merampas minuman itu kasar dan dengan rakus dia meminum minuman itu hingga membiarkan tetesan air yang keluar dari mulutnya mengalir keleher mulusnya membuat sesosok namja sedari tadi melihatnya hanya dapat meneguk salivanya dengan susah payah.

'ommo, she… eh, damn he is so sexy.'teriak kyuhyun dalam hati.

"ahhhh~leganyahhhh."desah sungmin lega tanpa repot-repot mengelap mulutnya yang basah itu.

"min~"panggil kyuhyun dengan gemetar.

"hmm?"sungmin menatap kyuhyun dengan gerakan slow motion memberikan efek yang bersinar-sinar pada wajahnya membuat kyuhyun terpesona dalam pesona diberikan oleh sungmin. (jadi ingat film attack pin up the boys yang dimana wajah sungmin bersinar-sinar).

"mianheyo."ucap kyuhyun dengan tulus. Sungmin yang mendengar itupun terdiam, dia tahu jika namja didepannya itu benar-benar tulus namun masih ada sedikit rasa kecewa yang hinggap dihatinya akan apa yang dilakukan oleh namja itu pada dirinya.

"waeyo? Kenapa kau lakukan itu padaku ahjussi?"lirih sungmin menatap kyuhyun sendu.

"aku tidak mau kehilanganmu."jawab kyuhyun tak kalah lirihnya.

"bohong."ucap sungmin membuat kyuhyun menatapnya bingung. Namun, saat melihat raut wajah sungmin yang menahan tangis itu membuat kyuhyun menundukkan kepalanya kembali. Dia takut. Hanya itu.

"aku tahu kau bohong, ahjussi… jika kau memang benar-benar mencintaiku seperti yang kau bilang… kau pasti tahu alasan yang sebenarnya mengapa kau berpura-pura menjadi seperti 'itu'."terang sungmin tanpa mempedulikan airmata yang telah menetes diwajahnya.

"mianheyo."ulang kyuhyun kembali.

"HENTIKAN… AKU TIDAK BUTUH KATA-KATA ITU… KENAPA KAU LAKUKAN INI PADAKU, AHJUSSI…! APA KAU PIKIR AKU ADALAH ORANG YANG BODOH HAH?APAKAH KAU PIKIR BISA MEMBODOHI-"belum sempat sungmin menyelesaikan kata-katanya kyuhyun langsung menciumnya dengan tiba-tiba.

Sungmin awalnya kaget dan tidak membalas lumatan-lumatan itu. namun, lama kelamaan dia mulai hanyut dalam kelembutan kyuhyun yang memangut bibirnya dengan lembut. Kyuhyun melumat bibir sungmin dengan lembut dan penuh kehati-hatian seakan-akan bibir sungmin akan robek jika dia melumat lebih kasar dari itu. sungminpun akhirnya menyerah dan membalas ciuman dari kyuhyun tak kalah lembutnya, ketika kyuhyun melumat bibir bawahnya maka sungminpun melumat bibir atas kyuhyun. Tidak ada perang lidah atau apapun. Hanya kecupan dan lumatan lembut yang tercipta diciuman itu.

Lima menit telah berlalu dan tidak ada satupun diantara mereka yang mau menghentikan aktivitas itu. ketika sungmin mencoba melepaskan ciumannya untuk mengambil nafas dengan hitungan lima detik kyuhyun kembali menarik sungmin dan melanjutkan ciuman itu dan sebaliknya. Tidak ada yang mau berhenti. Tidak ada nafsu sedikitpun. Hanya sebuah rasa ingin melindungi dan dilingdungi dari ciuman itu. sungmin sangat menikmatinya walau rasanya asin karena dicampur oleh airmata keduanya yang mengalir dengan deras tanpa menyadari salju pertama yang turun menyelimuti tubuh mereka yang panas itu.

"ahjussi, lepas."akhirnya sungmin pun memutuskan untuk mengakhirinya dan dengan enggan kyuhyun melepaskannya walau sempat melumatnya sekilas tadi.

"min~aku masih ingin lagi~"rajuk kyuhyun dan kembali ingin meraup bibir sungmin lagi jika tidak ditahan oleh tangan sungmin.

"yakkk, kau belum sempat menjawab pertanyaanku tadi."ucap sungmin dan membiarkan kyuhyun memeluknya dan menenggelamkan wajahnya menghirup tengkuk sungmin yang telah menjadi candunya.

"pertanyaan apa?"Tanya kyuhyun dan menghirup dalam-dalam bau aroma yang dikeluarkan sungmin. Dia sangat menyukai aroma ini. Sangat.

"ahjussi~"sungmin pun mengeluarkan aegyo dengan mengembungkan pipinya membuat kyuhyun mencium pipi sungmin gemas. "yakkk, berhenti menciumku, mesum."

"aniyaaaaa, aku benar-benar rindu dengan tubuhmu ini min tentu saja kau juga. Kau pikir aku tidak stress huh, saat kau tidak ada dirumah 'kita' lagi."terang kyuhyun sesekali mencuri cium bibir sungmin yang memerah itu.

"aisshhhh, jangan alihkan pembicaraan dong kyunniee~"manja sungmin membuat kyuhyun menghentikan aktivitas-mari-mengrepe-grepe-tubuh-bunny-ming-nya .

"kau panggil aku apa tadi chagiya?"Tanya kyuhyun.

"kyunnie~"

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap sungmin tajam. Aura kelam mengelilingi tubuh kyuhyun membuat sungmin yang melihatnya ketakutan.

"jangan panggil aku dengan sebutan itu, menjijikan."ucap kyuhyun dingin. Sungmin tersentak kaget mendengar ucapan kyuhyun yang dingin itu. dia terkejut karena baru pertama kali ini kyuhyun marah kepadanya dan yang lebih membuat sungmin terkejut adalah saat kyuhyun mengatakan dia menjijikan. Ohhh, kyuhyun ada apa denganmu?

To be continued

Wahhhh, sudah chapter 10 aja nih dan aku baru sadar kalau selama ini aku belum membalas review-review dari para chingudeul… huweeee maafkan author nista ini. Soalnya, kemarin-kemarin itu keadaan author sedang down banget jadi terpengaruh dengan tulisan author… hikssss… AKU ORANG GAGAL *teriakpaketoa… maaf ya semoga chapter ini bisa menebus kesalahan-kesalahan author ya… sekali lagi terima kasih pada kalian yang sudah mau mereview. Khasamhamnida.