"Secret Admirer
Summary
Menjadi secret admirer bukan hal yang buruk, walaupun cukup menyakitkan. Berkali kali mencoba berpindah hati, tetap saja tidak ada yang sesuai di puzzle hati, selain dia. Kyungsoo! Let's move on! Huh... i can't.
Rate : M
WARNING NC!
Cast : KAISOO
Other cast : Chanbaek
Genre : Romance, Humor, Hurt
YAOI, Boys Love
Don't Like, Don't Read
Happy Reading
Chapter10[END]—
.
.
.
.
.
.
[PREVIOUS]
Kyungsoo tiba tiba menghadapkan dirinya ke arah Jongin yang berdiri disampingnya, perlahan memukul mukul dada Jongin,
"Babo!" Kyungsoo terus mengatakan itu disetiap pukulannya sambil menangis. Jongin membiarkan perilaku Kyungsoo yang memukulnya berkali kali sambil mengatakan maaf sebelum akhirnya memeluk tubuh mungil itu dengan erat.
"KAU TAHU KAU BODOH! KAU PAYAH!" Kyungsoo terus mengoceh didalam pelukan Jongin sambil terisak, "kau tidak tahu rasanya sakit memendam perasaan ini sejak tujuh tahun yang lalu, sungguh menyakitkan!" Kyungsoo semakin menjadi jadi meluapkan perasaannya,
"mianhae membiarkanmu menunggu sampai sejauh ini. mianhae, Soo. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk pada akhirnya menetapkanmu sebagai pendamping hidupku, dan Tuhan mewujudkan segala rencanaku"
Kyungsoo terus terisak mendengar pengakuan Jongin, bagaimana bisa semuanya terjadi seperti ini? Terlalu banyak hal hal yang akhirnya Kyungsoo sesalkan, tapi mengingat kembali apa yang terjadi padanya sekarang, Kyungsoo semakin merasa bahwa Jongin adalah takdirnya. Kyungsoo terus memeluk tubuh Jongin dengan erat, menggenggam takdir yang ia terima sekarang, bahwa Jongin adalah miliknya dan Jongin sangat sangat mencintainya.
"Jangan pernah pergi dari sisiku..." ucap Kyungsoo lirih didalam pelukan Jongin, Jongin mengangguk sambil berdeham,
"Kau mau kan menikah denganku?" ujar Jongin membuat Kyungsoo mengangkat kepalanya untuk menatap mata Jongin,
.
.
.
.
Chapter 10 [END]
.
.
.
.
.
.
.
Kyungsoo tak menjawab pertanyaan Jongin setelah ia memutuskan untuk mengangkat kepalanya dan menatap mata Jongin. Sembari memejamkan matanya, Kyungsoo menjinjitkan kakinya untuk menggapai bibir Jongin, perlahan Kyungsoo mencium bibir itu, hanya sekedar mencium tanpa memberikan sedikit lumatan lumatan pada ciuman ringannya. Jongin buru buru meraih punggung Kyungsoo dan mendekatkan tubuh itu erat semakin menempel pada tubuhnya. Jongin mulai membalas ciuman ringan yang Kyungsoo berikan dengan lumatan lumatan mesra hingga mereka saling berbagi saliva satu sama lain. Kyungsoo yang sedari tadi melingkarkan tangannya di tubuh Jongin pun semakin mengeratkan pelukannya karena sudah merasa semakin terbuai dengan perlakuan Jongin.
.
.
.
.
.
.
Secret Admirer
.
.
.
.
.
.
Kyungsoo dan Jongin kini duduk berdua didepan tenda kecil berwarna biru yang ada diruangan tersebut, mereka duduk saling berdekatan dengan Kyungsoo yang menyandarkan kepalanya dibahu Jongin sambil memeluk boneka berwajah Jongin yang merupakan pemberiannya pada Jongin kala itu. Mereka diam tak bersuara, merasakan sedikit demi sedikit sentuhan tubuh mereka, Jongin memainkan jemari Kyungsoo dan sesekali mencium punggung tangan kekasihnya tersebut, Kyungsoo hampir gila merasakan setiap sentuhan yang Jongin berikan padanya, walau sentuhan sentuhan itu masih dalam batas yang wajar.
"Jongin-aah..." panggil Kyungsoo sembari menghadapkan kepalanya ke arah Jongin yang kemudian menatap pria mungil itu dengan lembut.
"hmm?"
"aku tidak mengerti apa maksud dari keberadaan tenda ini?" tanya Kyungsoo dengan raut heran, Jongin tertawa kecil sebentar sebelum akhirnya terdiam dan menjawab,
"tenda ini bentuk keinginanku sejak tujuh tahun yang lalu dan sudah terwujud tadi malam" jawab Jongin dengan senyum manis di akhir kalimatnya. Kyungsoo tersenyum mendengar jawaban kekasihnya itu,
"lalu... sejak kapan kau memanggilku dengan sebutan 'soo?', Saat SMA kau tidak pernah memanggilku begitu?" tanya Kyungsoo lagi penasaran,
"kata siapa aku tidak pernah memanggilmu Soo saat SMA?" tanya Jongin balik,
"Memang tidak pernah, kok."
"Sejak tujuh tahun yang lalu, setiap hari aku memanggil 'Soo'... didalam hatiku"
"eiiisssshhhhhhh kolot sekali gombalannyaaaaa!" jawab Kyungsoo gemas sambil mencubit lengan Jongin, Jongin terkekeh dan tertawa geli,
"aku hanya takut kau merasa aneh saat aku memanggilmu begitu" ujar Jongin masih sambil tertawa kecil,
"aneh kenapa? itu kan namaku..."
"tapi bagiku itu panggilan sayang, hehehe"
"eisshh..." Kyungsoo tersipu lagi dengan perkataan Jongin membuat Jongin tertawa melihat raut Kyungsoo yang malu malu,
Setelahnya, Jongin menarik tubuh Kyungsoo masuk ke dalam pelukannya. Kyungsoo menatap Jongin yang terus menatapnya sambil merengkuh tubuh mungil itu dari samping, perlahan, Jongin mencium kening Kyungsoo dengan lembut membuat Kyungsoo memejamkan matanya dan tersenyum dalam ciuman manis yang Jongin berikan pada keningnya.
"kau mau pulang sekarang?" tanya Jongin pelan setelah melepas ciumannya dan mereka bertatap mesra, Kyungsoo mengangguk.
"aku mau mandi dulu..." jawab Kyungsoo.
"bersamaku?"
"iiiiiiissshhhh..." Kyungsoo mencubit lengan Jongin sambil tersipu malu. Jongin tertawa lagi setelah menggoda kekasihnya,
"jjamkkaman... biar aku siapkan air hangat untukmu" ujar Jongin sambil membangunkan tubuhnya sebelum beranjak menuju kamar mandi yang ada dikamarnya tersebut. Kyungsoo hanya tersenyum mendengar ucapan Jongin, hatinya benar benar berbunga-bunga atas perlakuan Jongin. Kyungsoo terus memeluk boneka berwajah Jongin yang sedari tadi berada didalam pelukannya selama Jongin sedang menyiapkan air hangat untuknya di kamar mandi.
.
.
.
.
.
Jongin keluar dari kamar mandi dan mempersilahkan tuan putrinya masuk ke dalam kamar mandi. Kyungsoo tertawa kecil karena Jongin benar benar memperlakukannya seperti tuan putri. Baru saja Kyungsoo menutup pintu kamar mandinya dan mau melepas pakaiannya, Kyungsoo menoleh mendapati bathup dikamar mandi tersebut penuh dengan bunga mawar. Hati Kyungsoo berdebar lagi, dengan spontan Kyungsoo melebarkan senyumnya. Ia tidak tahu bahwa Jongin benar benar seromantis ini.
"Jongin-aah..." panggil Kyungsoo pelan dari dalam kamar mandi, Kyungsoo cukup terkejut karena Jongin langsung menjawab panggilannya. Kyungsoo pikir Jongin tidak akan mendengar suaranya yang pelan itu,
"wae jagi?"
Kyungsoo tersenyum lagi mendengar jawaban Jongin, sungguh ia tidak kuat dengan segala keromantisannya dengan Jongin hari itu. Karena Kyungsoo terdiam dan tak menjawab, Jongin memanggil Kyungsoo lagi,
"Soo?" panggil Jongin membuat Kyungsoo tersadar dari lamunannya,
"eoh?"
"kenapa memanggilku?" tanya Jongin yang sedari tadi setia berdiri didepan pintu kamar mandi,
"gomawoo..." ucap Kyungsoo sambil tersenyum dengan Jongin yang juga ikut tersenyum didepan pintu kamar mandi,
"choah?" tanya Jongin dengan suara beratnya,
"neomu choahae" jawab Kyungsoo lagi masih sambil tersipu malu sebelum akhirnya ia mulai membuka pakaiannya setelah Jongin menyuruhnya untuk segera berendam dengan air hangat.
Jongin merapikan segala perlengkapan yang ada didalam tasnya, merapikan pakaiannya dan juga melipat pakaian Kyungsoo yang terdapat didalam tas miliknya. Benar benar pria idaman, bukan? Kyungsoo juga cukup terkejut mendapati semuanya sudah rapi dan sudah Jongin simpan dalam bagasi mobilnya, kecuali tas milik Kyungsoo yang berada didepan tenda.
"kau merapikan semuanya? bunga mawarnya? lampu lampu nya? boneka dengan wajahmu? semua yang tadi ada diruangan ini kau apakan?" tanya Kyungsoo sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk putih miliknya. Jongin yang sedang merapikan tenda pun langsung menoleh ke arah Kyungsoo yang sedang menatapnya heran.
"aku mau menyusunnya dikamar atas dirumah. kau tidak mau kan kenangan ini begitu saja tersimpan disini? aku sudah tujuh tahun menahannya hanya sampai menunggu hari ini tiba"
"eisshh berhentilah mengatakan hal hal yang manis dan menyentuh hatiku, aku bisa gila mendengarnya" jawab Kyungsoo frustasi, Jongin terkekeh geli masih sambil menyusutkan tenda miliknya.
"pakai dulu celana panjangmu, baru kita berangkat pulang" Kyungsoo menengok ke arah bawahnya dan baru ingat bahwa dia masih mengenakan celana pendek saja. Kyungsoo buru buru mengambil tas miliknya untuk mengambil celana panjang didalam tas tersebut karena sedari tadi Jongin terus mengoceh memarahinya untuk segera memakai celana.
Setelah akhirnya Jongin selesai menyiapkan segala perlengkapan mereka kemudian mandi, Jongin dan Kyungsoo berpamitan pada ahjussi pengurus basecamp untuk segera bergegas pulang.
.
.
.
.
.
.
.
Sekembalinya di Seoul, sekitar pukul jam tujuh malam mereka akhirnya sampai dirumah salah satu gurunya Taeoh. Jongin memang sudah menitipkan Taeoh pada gurunya itu untuk menunggu Jongin kembali pulang dan menjemput dongsaeng tersayangnya itu. Jongin dan Kyungsoo pikir Taeoh sudah tertidur, tetapi setibanya mereka untuk menjemput Taeoh, Taeoh sedang asik menggambar dan mewarnai diatas meja ruang tamu rumah sang guru. Taeoh berteriak memanggil Kyungsoo dan langsung berlari memeluk tubuh kekasih hyungnya itu,
"heyy~ hyung kandungmu itu yang mana?" ejek Jongin pada Taeoh yang lagi lagi sudah ada didalam pelukan Kyungsoo. Taeoh menjulurkan lidahnya mengejek Jongin, Kyungsoo tertawa, pun dengan sang guru yang sedari tadi melihati mereka.
"gomawo sonsaengnim sudah menjaga Taeoh dengan baik" ucap Kyungsoo pada sang guru dengan sangat sopan.
"Apakah Taeoh menyusahkan dan merepotkan?" tanya Jongin mengejek adiknya tersebut,
"ish HYEONNNNGGGGG!" Taeoh berteriak kesal pada Jongin membuat semuanya tertawa. Setelahnya, mereka bergegas pulang kerumah Jongin termasuk Kyungsoo.
Kyungsoo lagi lagi tak diizinkan pulang oleh Taeoh karena harus menemani Taeoh tidur malam itu, buru buru Jongin menelepon eommanya Kyungsoo untuk meminta izin lagi dan membicarakan sesuatu.
Kyungsoo menemani Taeoh didalam kamarnya sementara Jongin sibuk menyelesaikan pekerjaannya dikamar atas. Iya... bukan pekerjaan kantor, tapi merapikan barang barang kenangan mereka untuk disusun kembali dikamar atas yang tentu saja lebih luas.
Kyungsoo mendongengkan Taeoh disaat Taeoh tidur diatas kasurnya tanpa melepaskan pelukannya pada tubuh Kyungsoo. Kyungsoo bahkan tak bisa beranjak kemana mana sampai Taeoh benar benar tertidur lelap.
.
.
.
.
Kyungsoo kemudian mencari cari keberadaan Jongin setelah berhasil menidurkan Taeoh dengan sangat nyenyak. Kyungsoo memanggil manggil Jongin samppai akhirnya Jongin yang balik memanggil dan meminta Kyungsoo menemuinya naik ke lantai atas, Kyungsoo melangkahkan kakinya dan menapaki setiap anak tangga dengan pelan.
"kau sedang apa, eoh?" tanya Kyungsoo lagi sambil berjalan menuju dimana Jongin berada.
"disini sayang, dikamar" jawab Jongin membuat Kyungsoo tersenyum, rasanya baru tadi pagi mereka jadian, tapi kenapa terlalu banyak hal romantis seperti sudah berpacaran bertahun tahun? Kyungsoo melangkahkan kakinya menuju sumber suara Jongin dan baru teringat bahwa Jongin ingin menata barang barang yang ada dibasecamp untuk disusun dikamar atas,
"aahhh~~ kau sedang menata ruangannya ya?" tanya Kyungsoo sambil berjalan sampai tiba dikamar tersebut dan mendapati Jongin sedang bersantai disebuah sofa—didalam kamar tersebut. Kyungsoo menaikkan alisnya setibanya didepan pintu kamar yang terbuka,
"ohoo~~ aku pikir kau sedang sibuk menata ruangan, ternyata malah asik duduk disini. cepat sekali menata semuanya, hm?" oceh Kyungsoo sambil berjalan mendekati tubuh Jongin, Jongin menepuk nepuk sofa disampingnya isyarat meminta Kyungsoo segera duduk disampingnya. Kyungsoo mendudukkan dirinya diatas sofa—disamping Jongin sebelum akhirnya membelalakkan matanya mendapati sebuah layar proyektor dihadapannya.
"eoh? kau mau apa dengan layar ini? mau menonton? menonton apa?" tanya Kyungsoo terkejut. Jongin tiba tiba mendekatkan posisinya disamping Kyungsoo dan merangkul pundak kekasihnya itu,
"mau menonton film porno bersamamu, otte?"
"IIISSSHHH YYYAAAA!" Kyungsoo memukuli tubuh Jongin membuat Jongin terkekeh geli saat sang kekasih memukulinya tanpa rasa sakit sedikitpun. Kyungsoo menatap tajam Jongin membuat Jongin terus terkekeh menatapi kekasihnya itu,
"wae? kita kan akan menikah, memangnya salah menonton film porno berdua?" ejek Jongin lagi sambil tertawa, Kyungsoo terus menatapinya dan kini dengan wajah imutnya karena gemas dengan perkataan yang Jongin lontarkan, bagaimana bisa Jongin mengatakan hal hal seperti itu didepannya? Kyungsoo menghela nafasnya.
Jongin kemudian meraih tangan Kyungsoo dan mencoba menghentikan tawanya, Kyungsoo terdiam menatap Jongin karena kali ini Jongin menatapnya dengan wajah yang cukup serius,
"waaeee? kenapa tatapanmu begitu?" tanya Kyungsoo sambil memundurkan tubuhnya, Jongin tersenyum tipis. Ia kemudian meraih remote layar proyektor tersebut dan mengarahkannya pada sebuah dvd yang ada dibawah layar. Jongin mulai menyilangkan kakinya diatas sofa dan bersandar,
"sini..." ajak Jongin sambil membuka kedua tangannya meminta Kyungsoo untuk masuk kedalam pelukannya.
"waee?" Kyungsoo bertanya heran melihat perilaku Jongin yang memintanya untuk bersandar pada dada bidang Jongin yang sudah terbuka lebar dihadapannya, Jongin terus memintanya dengan terus membuka kedua tangannya sambil memperlihatkan ekspresi wajah memohon, Kyungsoo dengan pasrah mendekatkan lagi tubuhnya dengan tubuh Jongin dan masuk kedalam pelukannya. Kyungsoo menyandarkan tubuhnya pada sofa dengan tangan Jongin merangkul pundaknya. Kyungsoo meletakkan kepalanya pada dada bidang Jongin kemudian mereka sama sama menatap layar yang ada dihadapan mereka,
"sekarang apa?" tanya Kyungsoo lagi,
"sudaaahhh liat saja dulu jangan bawellllll" ejek Jongin sambil mempoutkan bibir Kyungsoo dengan tangannya. Kyungsoo terdiam dan benar benar mempoutkan bibirnya membuat Jongin terkekeh geli melihat raut wajah kekasihnya.
.
.
.
.
.
.
.
/Part 1/
"annyeong Kyungsoo-aah! Kim Jongin ibnida."
"annyeong"
"Kyungsoo-ssi? perkenalkan, aku Jongin."
"ah ani ani..."
Begitulah kira kira awal bagian dari video yang terputar jelas didepan layar. Video Jongin mencoba memperkenalkan dirinya pada Kyungsoo dengan beberapa versi,
"YAA! KAKU SEKALI" teriak Chanyeol yang tiba tiba muncul didalam layar sebelum akhirnya mereka tertawa bersama. Kyungsoo bisa melihat saat Chanyeol mengajarkan Jongin bagaimana caranya mendekati orang yang disuka, kemudian Baekhyun sesekali muncul dan mengacaukan kegiatan dua seme tersebut. Di video itu juga memunculkan saat Baekhyun merekam Jongin yang sedang asik duduk santai sambil menstalk media sosial milik Kyungsoo dirumahnya, kemudian Baekhyun dan Chanyeol mengejeknya, Taeoh juga muncul dan mengatakan annyeong untuk Kyungsoo, bahkan ia meminta Kyungsoo untuk segera main kerumahnya.
/Part 2/
"MWOYAA? HAHAHAHAH" Kyungsoo tiba tiba tertawa dengan kencang saat video tersebut menunjukkan part dua dan diawali dengan wajah Jongin tepat didepan kamera,
"YAA! Geumaneee! Jangan mengejek begitu!" rengek Jongin sambil mencubit pipi Kyungsoo yang sedang tertawa geli,
"apa kau meletakkan kameranya di motormu?" tanya Kyungsoo masih sambil terkekeh geli,
"hmm... ehehehe" Jongin hanya berdeham sambil cengengesan kemudian mengeratkan lagi rangkulannya pada Kyungsoo untuk melanjutkan tontonan mereka,
"kau tahu? aku sedang gugup" ucap Jongin sendirian didepan kamera sambil mengendarai motor.
"aku akan menjemput Kyungsoo dan mengantarnya pulang" ucapnya sambil tersenyum diakhir kalimatnya.
Kyungsoo terkekeh geli disetiap adegan yang muncul divideo itu, pasalnya, Jongin memang tidak melakukan apa apa karena kameranya hanya mengarah pada wajahnya saat mengendarai motor, makanya Kyungsoo terkekeh geli melihat raut wajah Jongin sedekat itu dengan kamera, ditambah lagi ekspresinya yang berubah-ubah, terkadang tersipu malu, wajahnya resah, gugup dan terkadang cengengesan seperti orang gila saat memboncenginya.
"Kyungsoo-aahh... kau lihat kita sedang dimana? kita sedang di ruang guru menemani Jongin" ujar Baekhyun saat kamera menyorot wajahnya dengan Chanyeol kemudian Baekhyun mengubah arah kameranya ke arah Jongin yang sedang duduk dihadapan sang guru BP.
"Chanyeol-aah? Sebenarnya Jongin sedang melakukan apa?" tanya Baekhyun dengan polos.
"Jongin akan mengadukan perilaku senior yang membully Kyungsoo dikamar mandi"
"woaahh, Jongin benar benar melakukannya? Kyungsoo-aah, kupikir Jongin benar benar menyayangimu" ujar Baekhyun lagi yang terdengar dari video tersebut.
Kyungsoo tersenyum tipis,
"YA! JONGIN-AH! Kau sedang apa?" tanya chanyeol yang sedang memegang kamera menanyakan pada Jongin disebuah toko. Jongin yang sedang sibuk mencari cari sebuah barangpun menoleh kemudian tertawa kecil ke arah kamera. Jongin kemudian meminta sang pemilik toko mencari barang yang ia cari tersebut, yaitu, slayer berwarna hitam.
Di video itu tampak Jongin sedang memposisikan kameranya diatas sebuah meja lampu kamarnya, kemudian Jongin memundurkan tubuhnya dan duduk dilantai hingga berada dibagian tengah frame kamera. Jongin tersenyum ke arah kamera kemudian tersenyum, "Tada~~~~ eheheheheh" Jongin cengengesan didepan kamera sambil menunjukkan sesuatu yang sedang ia pegang ke kamera, yaitu setumpuk kertas permintaan untuk Kyungsoo. Setelahnya Jongin berulang kali berlatih cara berbicara untuk memberikan hadiahnya itu pada Kyungsoo.
Kyungsoo tersipu lagi melihatnya,
/Part 3/
Baekhyun merekam kegiatan Jongin dan Chanyeol yang sedang mendekor cafe untuk dijadikan tempat dimana Jongin akan meminta Kyungsoo menjadi kekasihnya. Di video itu, Jongin banyak tertawa, dan kedua sahabatnya berulang kali mengajak bercanda. Kyungsoo tersenyum sekaligus ingin menangis melihat betapa romantisnya Jongin dan betapa setianya kedua sahabatnya itu. Sayangnya, tepat hari itu tiba, Kyungsoo juga melihat saat Jongin berjalan lemah menuju kedua sahabatnya yang tengah menunggu hingga akhirnya menyaksikan Chanyeol yang hampir bertengkar dengan Jongin.
Sampai dikesempatan kedua tiba, Jongin meletakkan kamera didepan motornya yang terparkir berdampingan dengan motor Sehun yang awalnya tak Jongin kenali, kamera itu menyorot arah jongin berjalan masuk menuju pintu rumah Kyungsoo dengan seikat bunga dalam genggamannya. Jongin bahkan berkata fighting didepan kamera sebelum memulai aksinya. tapi... beberapa menit kemudian, kamera itu menyoroti wajah lemah Jongin lagi yang kemudian sempat menoleh ke arah jendela kamar Kyungsoo.
Kyungsoo menangis diam diam saat melihat part tersebut, tapi tentu saja Jongin mengetahuinya. Karena selama Kyungsoo menatap layar, selama itu juga Jongin menatap pria mungil tersayangnya.
"wae? kenapa menangis sayang?" tanya Jongin sambil menatap wajah Kyungsoo dengan jarak yang sangat dekat, Kyungsoo balik menatapnya kemudian memandangi bola mata Jongin sejenak. Jongin merasa bingung sebelum akhirnya Kyungsoo merengkuh tubuh Jongin dan meletakkan kepalanya di ceruk leher Jongin, Kyungsoo menangis terisak. Merasakan hal itu, Jongin mengelus ngelus punggung Kyungsoo didalam pelukannya,
"uljima soo, tidak ada yang perlu ditangisi lagi" ujar Jongin,
"mianhae atas segala kebodohanku yang tak bisa menentukan dengan pasti bagaimana hatiku... mianhae Jongin-aah" jawab Kyungsoo sambil terisak, Jongin diam tak menjawab, ia tersenyum tipis kemudian mencium bahu Kyungsoo perlahan,
"kau tidak salah, sayang. Aku yang salah, aku yang tak berjuang menggapaimu."
"ani..."
"anggap saja kita sama sama berjuang, ne? jadi tidak ada yang perlu ditangisi dan disesali." jawab Jongin kemudian melepaskan pelukan mereka. Jongin mengusap airmata dipipi kekasihnya sebelum akhirnya mencium kedua mata yang tengah berair tersebut. Kyungsoo memejamkan matanya sampai Jongin mulai mencium seluruh bagian wajahnya. Ia membuka matanya saat Jongin merengkuh lagi tubuh mungilnya dan melanjutkan lagi video yang tersisa,
/The end of part/
Sebuah video dengan backsound lagu yang sangat romantis sebelum akhirnya memunculkan beberapa video dan foto yang hanya berisi Kyungsoo dan Jongin atau bahkan Kyungsoo saja.
Foto foto saat Kyungsoo tertawa dan tersenyum bersama Taeoh. Seluruh video mereka belajar kelompok bersama pun ada, tapi, Jongin mengambil beberapa moment pentingnya saja didalam video tersebut. Video Jongin berjalan mengikuti Kyungsoo dari belakang, beberapa video dan foto Kyungsoo tidur dikelas, video dan foto Kyungsoo bercanda dengan Baekhyun, video dan foto saat Kyungsoo sedang melakukan kegiatan ekskul, dan bahkan video dan foto Kyungsoo yang diambil Jongin secara diam diam selama Kyungsoo sibuk berlatih nyanyi hingga pulang malam. Video dan foto yang diambil Chanyeol dan Baekhyun di ulangtahunnya Jongin, video dan foto foto Kyungsoo saat excamp yang diambil oleh Xiumin atas permintaan Jongin, bahkan yang paling paling paling romantis adalah video selca Jongin bersama Kyungsoo yang sedang tertidur dipinggir danau, disitu bahkan ada bagian Jongin mengecup kening Kyungsoo kemudian Jongin diejek para seniornya.
Pipi Kyungsoo memerah, "mwoo~~~ kapan dia melakukannya? aku pikir itu mimpi..." gumam Kyungsoo sendirian. Jongin tertawa kecil mendengar gumaman Kyungsoo sekaligus sekaligus wajah kekasihnya yang semakin memerah.
Jongin tiba tiba menarik tangan Kyungsoo. Ia membawa tubuh Kyungsoo berjalan menuju sebuah dinding dan menunjukkannya sesuatu,
"kau kemarin belum lihat polaroid yang berjejer menggantung ini, kan?" tanya Jongin walaupun Kyungsoo sudah terpaku duluan melihat deretan foto fotonya yang Jongin ambil secara diam diam.
"soo?" panggil Jongin pada Kyungsoo yang tengah bertatap nanar dan tersenyum lirih menatap hasil foto Jongin,
Kyungsoo hanya berdeham setelah menoleh pada Jongin,
"aku mencintaimu"
Rasanya tak pernah berubah, jantung Kyungsoo selalu berdegup kencang setiap kali Jongin didekatnya, apalagi menatapnya, menggenggam tangannya dan kini mengatakan hal yang sejak lama ingin Kyungsoo dengar, Kyungsoo menitikkan airmatanya lagi, tapi kali ini sambil merengek kecil,
"heuu aku menangis lagiiii... ottokkeee?" rengek Kyungsoo dengan wajah memelasnya. Tentu saja Jongin terkekeh dan membuatnya ingin segera memeluk tubuh mungil itu lagi,
"peluk aku..." pinta Jongin kemudian membuka tangannya lebar lebar. Kyungsoo langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Jongin tanpa pikir panjang lagi,
"kau harus berjanji, jangan pernah menangis jika bukan didalam pelukanku" ucap Jongin sambil tersenyum, Kyungsoo mengangguk kemudian menelusup masuk pada dada bidang kekasihnya. Pelan pelan Jongin menggendong tubuh Kyungsoo ala bridal style, Kyungsoo cukup terkejut awalnya, tapi ia tak memberontak sama sekali. Kyungsoo malah mengalungkan kedua tangannya dileher Jongin kemudian tersenyum,
"mau tidur?" tanya Kyungsoo dengan aegyonya didepan dada Jongin membuat pria berkulit tan itu semakin gemas, Jongin membalasnya dengan tingkah aegyo juga,
"ne! mau tidur bersama calon pendamping hidupku!" ucapnya dengan suara yang dibuat buat imut sambil terus berjalan membawa tubuh Kyungsoo menuruni tangga,
"nugu?" Kyungsoo semakin menunjukkan raut imutnya,
"Do Kyungsoo, pria yang kucintai sejak tujuh tahun lalu dan kini sedang berada didalam pelukanku" jawab Jongin tepat saat ia hendak membuka pintu kamarnya. Menyadari hal itu, Kyungsoo langsung memberontak,
"YA! KENAPA KE KAMARMU?"
"eoh? kita kan mau tidur, tentu saja ke kamar"
"andwaaee! kita harus tidur bersama Taeoh!"
"shireo! aku inginnya tidur berdua saja denganmu sayanggggggggg"
"JONGIN-AAAHHH!" bentak Kyungsoo membuat Jongin terkekeh geli setelah berhasil mengerjai kekasihnya itu. Jongin membelokkan arah jalannya menuju kamar Taeoh kemudian membaringkan tubuh Kyungsoo disamping Taeoh, tapi Jongin tak mau beranjak dari posisinya saat itu. Saat kedua lengannya menahan tubuhnya disamping kedua sisi tubuh Kyungsoo dan kini mereka saling berhadapan,
"yaa mwoyaaa~~~~" bisik Kyungsoo sambil tersipu malu karena wajahnya dan wajah Jongin sangat dekat sekali.
Jongin hanya tersenyum kemudian menempelkan hidung mereka satu sama lain hingga mereka bisa saling merasakan nafas mereka yang berhembus dan saling terhirup.
Tangan Jongin dengan nakalnya mulai masuk kedalam baju Kyungsoo hingga membuat Kyungsoo tertawa kecil karena geli, Jongin juga ikut tertawa kecil. Kyungsoo bisa merasakan tangan Jongin semakin naik hingga ke dadanya dan kini mengelus nipplenya, Kyungsoo melenguh pelan,
"eunghh...yaa~~ kita baru saja pacaran tadi pagi dan kau sudah berani menelusup masuk kedalam tubuhku, eoh?" bentak Kyungsoo sambil berbisik, tapi Jongin malah semakin menjadi jadi memainkan nipple Kyungsoo,
"kita akan segera menikah sayang, kau adalah pendamping hidupku, soo"
"jongin-aaahh kenapa kau jadi sangat agresif begini, hm? kau tidak ingat bahwa kita sepasang sahabat?" ejek Kyungsoo membuat Jongin merubah ekspresi wajahnya,
"eoh? apa kau ingin kita kembali bersahabat lagi dan tersiksa menahan perasaan sendirian, eoh? kita bahkan sudah saling mencintai sejak tujuh tahun yang lalu, hm?" ejek Jongin sambil menggelitiki leher Kyungsoo dengan rambutnya. Kyungsoo susah payah menahan suaranya agar tak membangunkan Taeoh sebelum akhirnya Jongin meletakkan bibirnya pada bibir Kyungsoo kemudian melumat bibir merah nan tebal itu dengan pelan, mereka bahkan terus tertawa didalam ciuman mereka karena tangan Jongin terus memainkan nipple Kyungsoo membuat Kyungsoo kegelian. Meskipun begitu, tetap saja mereka terus melanjutkan aktivitas intim mereka meski sambil bercanda ria,
"Hyunggg sedang apaa?" suara Taeoh tiba tiba saja membuyarkan aktivitas mereka dan secara spontan Jongin langsung membaringkan tubuhnya disamping Kyungsoo. Kyungsoo yang juga terkejut pun buru buru memeluk tubuh Taeoh yang berada disampingnya dan membelakangi tubuh Jongin,
"kau terbangun?" tanya Kyungsoo pelan. Taeoh tak menjawab karena matanya sudah terpejam lagi, kemudian buru buru Kyungsoo menarik tubuh taeoh untuk masuk kedalam pelukannya membuat Jongin harus pasrah jika Kyungsoo tak bisa melanjutkan lagi kegiatan mereka. Jongin menghela nafasnya sebelum akhirnya Jongin mencium pipi Kyungoo dan beranjak pergi kekamar mandi menyelesaikan urusannya sendiri. Kyungsoo tersenyum tipis sambil menggeleng gelengkan kepalanya, bagaimana bisa mereka secepat itu melakukan hal hal yang intim padahal baru tadi pagi mereka mulai berpacaran. Kyungsoo mencoba memejamkan matanya, tapi jantungnya terus berdegup kencang, entahlah, Kyungsoo pikir itu adalah bentuk perasaan bahagianya saat itu. Kyungsoo tersenyum saat merasakan Jongin sudah kembali naik keatas kasur dan memeluk tubuhnya dari belakang. Kyungsoo mengenggam tangan kekar itu yang tengah terletak didepan perutnya.
"saranghae" bisik Jongin dari belakang tubuh Kyungsoo mengantarkan Kyungsoo pada mimpi indahnya. Dan kali ini, mimpi indahnya bukanlah sekedar mimpi lagi, tapi terus berlanjut didalam kenyataan. Kyungsoo sendiri tidak tahu bagaimana melukiskan perasaannya sekarang, ia bahkan sudah tak mampu berteori lagi. Bahagia yang kini menyelimutinya benar benar menghabiskan seluruh kosakata yang pernah ia kenal, semua abjad yang pernah ia pelajari dan semua definisi hidup yang selalu menjadi pedomannya melanjutkan hidup. Kyungsoo seperti sudah memasrahkan seluruh hidupnya pada Jongin, kekuatannya, kepercayaannya, bahkan sedih dan bahagianya. Jongin adalah satu satunya pedomannya melanjutkan hidup sekarang.
.
.
.
.
.
.
.
.
"JADI HYUNG AKAN MENIKAH DENGAN KYUNGSOO HYUNG?" teriak Taeoh didepan meja makan setelah Jongin mengatakan pada Taeoh mengenai rencananya itu.
Kyungsoo dan Jongin sama sama mengangguk,
"muah!~~"
Jongin tiba tiba mencium pipi Kyungsoo didepan Taeoh,
"sekarang hyung sudah boleh kan mencium Kyungsoo hyung?" tanya Jongin sambil tersenyum, tentu saja Taeoh meniyakan dengan raut gembiranya. Ia bahkan tak sabar menunggu hari itu tiba walaupun Taeoh sendiri tidak tahu kapan waktunya. Lagipula untuk anak seumuran Taeoh, mana peduli hal hal semacam itu, Taeoh hanya mempedulikan apa yang membuatnya bahagia dan segala keinginannya terwujud sempurna, sama saja seperti ia meminta dibelikan robot versi terbaru kemudian Jongin membelikannya, kira kira semacam itu bentuk bahagia seorang anak kecil.
Jongin dan Kyungsoo sama sama mengantar Taeoh ke sekolah, dan mereka lagi lagi tak berangkat ke kantor. Jongin yang memang sudah merencanakan semuanya ternyata sudah meminta izin cuti pada kantornya, tentu saja Kyungsoo merasa tidak adil.
"KAU CURANG!" teriak Kyungsoo didalam mobil.
"kau mau tetap ke kantor? aku akan menemanimu, soo..."
"tentu saja tidak. aku malas. yasudah! ayo kita pergi, kau mau bawa aku kemana di kencan pertama kita hari ini?"
Jongin hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Kyungsoo. Awalnya Kyungsoo tidak peduli dan terus mengajak Jongin berbincang ria di dalam mobil, sampai akhirnya ia menyadari sesuatu kemana Jongin membawanya pergi,
"KERUMAHKU?" teriak Kyungsoo lagi setelah sedari tadi bercanda ria dengan Jongin dimobil,
Jongin terus tertawa karena Kyungso terus memukuli tubuhnya, Jongin tetap tidak menjawab apa maksudnya membawa Kyungsoo pulang ke rumah.
Jongin menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Kyungsoo. Rumah yang selalu dicat berwarna putih dan selalu terlihat bersih.
Kyungsoo keluar dari mobil Jongin dan berjalan masuk kedalam rumahnya tanpa menunggu kekasihnya atau bahkan mempersilahkannya masuk. Kyungsoo terus saja berjalan masuk kemudian melemparkan tubuhnya diatas sofa.
"Kyungsoo-aah kau tidak kerja?" eommanya tiba tiba keluar dari kamar dan mendapati anaknya tengah duduk disofa ruang tamu tanpa basa basi. Kyungsoo terus menekuk wajahnya dan tak berbicara sama sekali,
"annyeonghasseyo eomma..."
"EOMMA?" teriak Kyungsoo lagi membuat eommanya mulai mengomelinya karena sedari tadi bersikap tidak wajar.
"ne Jongin-aah, jadi bagaimana? sudah menentukan tanggalnya?"
Kyungsoo membelalakkan matanya sebelum akhirnya berhenti bersandar pada sofa kemudian menatap Jongin dan eommanya secara bergantian,
"tanggal apa? apa yang sedang kalian bicarakan?"
Tapi keduanya tak menghiraukan Kyungsoo,
"tanggal 13 eomma, tepat sehari setelah ulangtahun Kyungsoo dan sehari sebelum ulangtahunku."
"aah~~ sebentar lagi sekali ya kalau begitu? apa tidak terlalu mendadak?" tanya eomma Kyungsoo khawatir.
"aku sudah menyiapkan undangannya dan membagikannya kepada orang orang terdekatku, eomma sudah membuat list tamu yang akan eomma undang kan? biar nanti aku berikan jumlah undangan yang eomma perlukan" jelas Jongin membuat eommanya Kyungsoo mengangguk,
"nee, asal semuanya kau atur dengan baik dan kau bertanggung jawab untuk itu semua, eomma akan mendukung apapun keputusanmu, Jongin-aah"
"YA! KALIAN BICARA APASIHHHH! KEPUTUSAN APA ISH!" teriak Kyungsoo yang lagi lagi tak sama sekali ditanggapi oleh Jongin dan eommanya.
"ne, yasudah kalau begitu aku akan urus hal yang lain dulu dengan Kyungsoo, eomma"
Buru buru Jongin menarik tangan Kyungsoo yang masih saja merengek membuat eommanya tertawa melihat betapa kekanak kanakannnya Kyungsoo dihadapan Jongin, dan tentu saja membuat ia juga sedih mengingat sebentar lagi Kyungsoo akan dibawa oleh Jongin untuk tinggal bersama.
Jongin tak langsung melesatkan mobilnya, ia membiarkan dulu dirinya dan Kyungsoo sama sama terdiam diatas kursi mobil. Kyungsoo memasang raut marah,
"aku membencimu" ucap Kyungsoo dengan tegas tanpa menoleh sedikitpun ke arah Jongin,
"waee, soo?"
"apa kau membuat rencana tanpa sepengetahuanku? aku kau membuat keputusan tanpa persetujuanku? apa kau melakukan segalanya tanpa perlu meminta izinku?"
"naee araa~~ aku tahu kau pasti kesal karena kau tidak mengerti apa apa sekarang"
"..."
"tatap mataku dulu sekarang. jangan ngambek begitu..." bujuk Jongin pada kekasih mungilnya itu, tapi tetap saja Kyungsoo tak menoleh,
"soo baby~~~ mianhae karena telah membuatmu kesal. dengarkan aku dulu, sayang"
aaahhh~~ mana mungkin Kyungsoo sanggup mendengar segala yang diucapkan Jongin, Jongin terlalu bersikap manis semenjak berstatus menjadi kekasihnya, dan Kyungsoo bisa gila mendengar setiap kata lembutnya.
Kyungsoo mempoutkan bibirnya dan menoleh ke arah Jongin, Jongin tertawa kecil menatapnya,
"aku sudah bilang bahwa kita akan menikah, kan?" tanya Jongin pelan.
Kyungsoo mengangguk,
"kita akan menikah ditanggal tiga belas bulan ini"
"MWOO? TIGA HARI LAGI? MICHYEOSOOO?"
"ne, memang aku sudah gila, dan tergila gila padamu..."
"yaa Jongin-aah..."
"aku sudah menyiapkan semuanya, aku sudah mencari wedding organizer terbaik. Kita hanya perlu fitting baju pernikahan dan kau tinggal menambahkan list tamu undangan sesuai keinginanmu. aku tau kau pasti kesal karena sikapku yang sewenang wenang, aku menelepon wedding organizer saat kita masih diatas gunung, meminta orang orang suruhanku menyiapkan undangan sesuai desain yang sudah kusiapkan sejak jauh jauh hari, bahkan membicarakan pernikahan ini bersama orang tuamu sejak sebelum kita bertemu lagi. apa kau pikir semuanya mudah? aku susah payah meyakinkan eomma untuk percaya padaku meski saat itu kita belum bertemu lagi, apa eomma tidak ragu? tentu saja ragu, ia bahkan takut bahwa anaknya tak akan menerimaku saat bertemu lagi. Tapi aku meyakinkan dia dan memohon restunya sebelum berjuang menggapaimu lagi, aku menyerahkan semuanya pada Tuhan, apapun recana terbaiknya, aku siap menanggung resikonya. kemud-..."
"muah!~~" kecup Kyungsoo sekilas pada bibir Jongin yang sedang mengoceh tiada henti.
"geumane."
Jongin terdiam tepat setelah Kyungsoo menciumnya dan menyuruhnya diam,
"percaya dirimu tinggi sekali. bahkan saat kau belum mendekatiku lagi kau sudah mempersiapkan pernikahan ini?" tanya Kyungsoo membuat Jongin mengangguk ngangguk.
"heol. kita bahkan tidak bertemu selama 5 tahun dan kau meminta restu orang tuaku tanpa sepengetahuanku..."
"kau tidak menyukainya?" tanya Jongin lirih.
"tentu saja suka, babo! aku tersentuh, aku bahagia, aku ingin menangis untuk semua ini." oceh Kyungsoo kemudian menunjukkan raut sedihnya lagi. Berkali kali Jongin menyentuh hatinya dan membuatnya tak kuasa menahan tangis.
"uljima~~~" Jongin membuka tangannya meminta Kyungsoo untuk memeluknya.
Lagi dan lagi mereka berpelukan, dan Kyungsoo terisak didalamnya.
.
.
.
.
.
.
.
Jongin dan Kyungsoo pergi untuk melihat gedung pernikahan mereka dan memulai untuk fitting baju. Karena mereka sama sama pria, tentu saja tidak membutuhkan waktu yang lama karena Kyungsoo sendiripun termasuk pria yang cukup simple dan tidak mau terlalu ambil pusing. Setelahnya, mereka menjemput Taeoh dari sekolah dan membawanya kerumah Kyungsoo. Jongin dan Kyungsoo mengurus undangan mereka dikamar Kyungsoo sementara Taeoh bermain dengan eommanya Kyungsoo.
"apa aku perlu mengundang Sehun?" tanya Kyungsoo saat sedang sibuk membantu Jongin membuat list nama nama tamu undangan yang rencananya akan segera dibagikan besok. Jongin menoleh saat sedang memainkan laptopnya,
"memangnya kenapa tidak?"
"hmm... ani~~ aku tidak enak saja dengannya..."
"memangnya kau pikir dia masih mencintaimu"
"YA!" Kyungsoo memukul lengan Jongin dengan kesal, dan tentu saja Jongin hanya bisa tertawa,
"sudah, kita undang saja semua teman satu sekolah, kalau bisa sampai tiga angkatan"
"kau pikir kita pasangan kerajaan?"
"kan semuanya aku yang membayar. uangku banyak kok..."
"eissh.. kenapa aku harus menikah dengan orang sombong seperti ini yatuhaaaann" gumam Kyungsoo sambil memukul pelan kepalanya sendiri. Merasa diejek, Jongin tertawa kemudian merangkul tubuh Kyungsoo yang sedari tadi bersandar disampingnya. Jongin menarik kepala Kyungsoo masuk kedalam dadanya kemudian mencubit pipi bulat itu dengan gemas hingga membuat Kyungsoo merengek pada Jongin. Jongin membiarkan Kyungsoo mengangkat kepalanya dan kini bersandar pada lengan Jongin sambil sama sama menatap laptop. Sore itu mereka sama sama menghabiskan waktu bersama dikamar Kyungsoo untuk menyelesaikan persiapan pernikahan mereka, tapi sepertinya Kyungsoo lebih santai karena Jongin sudah berjanji bahwa ia yang akan mengurus semuanya. Walaupun pada akhirnya Kyungsoo terus mengganggu Jongin dan mereka malah berakhir bercanda bersama dikamar Kyungsoo.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pukul delapan malam,
Mereka kembali bergelut lagi didepan laptop menyelesaikan persiapan wedding mereka. Taeoh yang sejak sore sudah bermain dengan eommanya Kyungsoo pun sepertinya sudah mulai nyaman dan tak mau lepas dari sang eomma. Sekaligus menghilangkan rasa kesepian yang dirasakan eommanya Kyungsoo, mereka bahkan belajar dikamar eommanya Kyungsoo kemudian tidur bersama. Kyungsoo dan Jongin bahkan tak disapa sama sekali sejak taeoh mulai bermain dengan eommanya, dan tentu saja, hal itu memerdekakan Jongin untuk bisa berduaan dengan Kyungsoo.
Kyungsoo yang baru saja selesai mandi langsung ikut menelungkupkan tubuhnya disamping Jongin yang juga sedang asik bertelungkup ria sambil memainkan jari diatas keyboardnya.
"Belum selesai?" tanya Kyungsoo pelan kemudian menangkupkan pipinya sambil menyandarkan siku diatas kasur,
"sedikit lagi... wae?"
"ani... hanya bertanya"
Jongin tiba tiba meletakkan tangan kanannya melingkari punggung Kyungsoo disampingnya, menarik tubuh mungil itu agar lebih mendekat. Jongin kemudian mengetik lagi,
"Jongin-aah... apa kau tahu?" ucap Kyungsoo sambil menatapi kegiatan Jongin,
"hmm?"
"jantungku selalu berdebar saat didekatmu. rasanya tidak pernah berubah sejak aku masih sekedar mengagumi sampai sekarang kita akan segera menikah" ucapnya.
"apa jantungmu sedang berdegup kencang sekarang?"
"hmmm..." Kyungsoo mengangguk mengiyakan.
Tiba tiba Jongin menutup laptopnya dan mulai menoleh pada Kyungsoo yang ada didalam rangkulannya,
"kau ingin membuatku mati didepanmu? berhentilah menatapku, membuat jantungku mau copot saja iiissh..." Kyungsoo mengomeli Jongin dengan santai berusaha untuk menyesuaikan degup jantungnya.
"kau pikir hanya kau saja yang merasakan itu, hm?" rengek balik Jongin membuat Kyungsoo berani menatap kembali kekasihnya.
"aku tidak tahu apakah ada kupu kupu yang terbang di perut dan dadaku? itulah yang selalu kurasakan setiap kali melihatmu..." ujar Jongin membuat Kyungsoo tiba tiba menutup telinganya dan menenggelamkan wajahnya pada kasur.
"GEUMANEEEE! KAU MEMBUATKU GILAA JONGIN-AAHHH!" Kyungsoo merengek sambil memejamkan matanya, Jongin tertawa kemudian merangkul lagi tubuh mungil itu mengajak masuk dalam dekapannya. Jongin melingkarkan tangannya pada punggung Kyungsoo kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah Kyungsoo yang sedang menunduk. Jongin menciumi pipi Kyungsoo dari samping membuat Kyungsoo kegelian kemudian menggeliatkan tubuhnya. Kyungsoo membuat tubuhnya terbaring dengan Jongin yang mulai menindih tubuhnya dari atas, Kyungsoo tertawa karena Jongin juga tertawa.
"melanjutkan yang kemarin?" tanya Jongin membuat pipi Kyungsoo memerah. Kyungsoo tak menjawab,ia hanya terus menatap mata Jongin diatasnya,
"jantungmu tidak berdegup kencang jika aku menatapmu begini?" tanya Kyungsoo penasaran pada Jongin yang hanya tersenyum tipis. Jongin kemudian menggenggam tangan Kyungsoo dan mengarahkannya pada dada bidang miliknya.
"OMO! bagaimana bisa kau tersenyum seperti itu disaat jantungmu berdebar tak karuan?" tanya Kyungsoo lagi setelah merasakan degup jantung Jongin dengan tangannya,
"karena melihat wajahmu. sekeras apapun detak jantungku, aku tidak akan bisa berhenti tersenyum jika melihat wajahmu"
"JONGIN-AAH! AKU SUDAH BILANG BERHENTI MENGATAKAN HAL HAL SEPERTI ITU!" Kyungsoo memejamkan matanya susah payah dengan wajah merengeknya,
"aku suka melihatmu tersipu malu begini, soo. Pipimu memerah hahaha~" Jongin terus mengejek Kyungsoo sampai akhirnya Jongin mulai mengecup kening Kyungsoo.
Kyungsoo membuka matanya perlahan dan menyadari bahwa Jongin tengah mengecup keningnya. Jongin kemudian menurunkan bibirnya menuju hidung Kyungsoo kemudian mengecupnya, dan terus turun sampai ke bibir Kyungsoo, kemudian melumatnya perlahan. Jongin terus melumat bibir Kyungsoo, mengemut bibir atas dan bawahnya bergantian membuat libido mereka sama sama naik. Kyungsoo yang kali ini mulai lebih agresif dengan tangannya mulai meraba tubuh Jongin yang sixpack. Gerakan tangan Kyungsoo memaksa Jongin untuk melepas pakaiannya hingga dengan cepat Jongin menuruti permintaan kekasihnya tersebut. Jongin mulai melumat lagi bibir Kyungsoo dengan Kyungsoo yang akhirnya ikut bergairah menghisap balik bibir Jongin kemudian mengajak lidah kekasihnya berperang didalam ciuman itu. Ciuman mereka semakin panas saat Kyungsoo tiba tiba meremas rambut Jongin. Jongin menurunkan bibirnya ke dagu mulus Kyungsoo hingga turun lagi ke leher putih milik kekasih mungilnya itu. Jongin mengecup apapun disana hingga membuat Kyungsoo melenguh saat Jongin tengah membuat banyak tanda kemerahan dileher putih mulus itu.
"Eunggghhh..." Kyungsoo melenguh pelan saat diam diam tangan Jongin meremas miliknya yang menegang. Buru buru Kyungsoo membalikkan tubuh Jongin hingga berada dibawahnya, Jongin terkejut kemudian tertawa.
"mwoyaaa~~ kau suka diatas?" ejek Jongin pada Kyungsoo yang wajahnya sudah memerah.
Kyungsoo memundurkan tubuhnya dan mengarahkan kepalanya kedepan milik Jongin yang sudah menegang. Jongin tertawa lagi saat Kyungsoo tanpa izin membuka celana Jongin perlahan dan mengelus miliknya. Jongin melenguh dibuat Kyungsoo, kekasih mungilnya itu dengan pandai memainkan tangan mungilnya pada miliknya sebelum akhirnya Kyungsoo mengulum dan melahap habis milik Jongin yang besar itu, bahkan dua kali lipat lebih besar dari milik Kyungsoo. Kyungsoo memaju mundurkan kepalanya sambil terus memainkan lidah didalam kulumannya. Jongin hampir lupa bahwa mereka sama sama sudah dewasa dan tentu saja sudah mahir melakukan berbagai hal tentang seks. Jongin meremas rambut Kyungsoo yang berada dibawahnya. Kyungsoo terus memainkan ujung milik Jongin dengan lidahnya, kemudian memaksa masuk milik Jongin kedalam mulutnya lebih dalam. Jongin meminta Kyungsoo untuk terus memaju memundurkan kepalanya dengan cepat karena Jongin merasakan cairannya akan keluar sebentar lagi.
"aakkkkhhhhh...!"
Cairan Jongin keluar didalam mulut Kyungsoo, Jongin buru buru menarik kepala Kyungsoo untuk segera berbagi cairan miliknya kemudian mereka berciuman lagi dan saling melumat satu sama lain. Jongin kemudian membalikkan tubuhnya dan membaringkan tubuh Kyungsoo dibawahnya,
Jongin yang sudah naked tanpa busanapun akhirnya melepaskan celana Kyungsoo kemudian mengangkat kaki Kyungsoo dan meletakkan kedua kaki mungil tersebut diatas bahu kekarnya. Jongin meletakkan kedua tangannya disamping kedua sisi leher Kyungsoo. Jongin menatap dalam mata Kyungsoo yang setengah terpejam kemudian tersenyum,
"genggam lenganku dengan kuat jika itu sangat menyakitkan, ne?" ucap Jongin lembut sambil mengusap surai milik Kyungsoo.
Jongin perlahan memasukkan miliknya pada lubang pink milik Kyungsoo membuat Kyungsoo meremas lengan Jongin dengan keras. Jongin langsung melumat bibir Kyungsoo lagi agar Kyungsoo sedikit melupakan rasa sakitnya.
Jongin menempelkan tubuhnya pada tubuh Kyungsoo dengan sangat erat sebelum akhirnya ia menghentakkan miliknya masuk lebih dalam. Tubuh Kyungsoo bergetar seiring dengan desahan yang tak sengaja Kyungsoo keluarkan ditengah tengah ciumannya dengan Jongin.
"aah... eumhh... ahhh... ahh... ahhhh..." desah Kyungsoo membuat Jongin semakin bergairah, Jongin tersenyum menatap wajah Kyungsoo yang melemas saat Jongin tak hentii hentinya menusukkan miliknya kedalam lubang milik Kyungsoo dengan cepat.
"eeunggghhh... mmmhhh... Jongin-aaahhh... aahhhh... ahh... ahh"
Jongin melumat nipple Kyungsoo karena semakin tak kuasa mendengar desahan kekasihnya, sementara miliknya terus saja menumbuk milik Kyungsoo membuat Kyungsoo tak berhenti mendesah. Kyungsoo meremas remas rambut Jongin saat Jongin masih asik menciumi tubuhnya dan menjilati nipplenya yang semakin mengeras. Sampai akhirnya Kyungsoo merasa sesuatu akan keluar dari miliknya. Kyungsoo dengan mandiri mengarahkan tangannya untuk mengocok miliknya, tapi Jongin menahannya dan membiarkan tangannya yang mengambiln alih. Jongin mengocok milik Kyungsoo dengan cepat sambil terus menghentakkan miliknya dengan semakin cepat juga. Kyungsoo mendesah seirama dengan hentakan yang Jongin berikan, susah payah Kyungsoo menahan cairannya saat Jongin terus menutup lubang penisnya,
"aahh.. Jongin-aaah... fasterrhhhh... ahhhh..."
"ahhh jangan ditutup sayanghhhh ahhh... ahh..."
"i wanna cumhhhh Jonginhhh aahhh...!"
"akhhhhhhh...!" teriak mereka bersamaan saat akhirnya Jongin membiarkan cairan milik Kyungsoo keluar ditangannya bersamaan dengan cairannya yang juga keluar didalam lubang Kyungsoo.
Jongin menyembunyikan wajahnya diceruk leher Kyungsoo sambil memeluknya. Mereka membiarkan tubuh mereka bergetar sebentar dan milik Jongin tetap bersarang pada lubang Kyungsoo. Jongin mengecupi bahu Kyungsoo naik hingga kelehernya kemudian menciumi seluruh bagian wajah Kyungsoo yang sudah berkeringat itu. Jongin kemudian membaringkan tubuhnya disamping Kyungsoo dan mengajak Kyungsoo masuk kedalam pelukannya sebelum akhirnya Jongin menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua tanpa sehelai busana. Jongin mengecup kening Kyungsoo dengan lembut, sementara Kyungsoo sudah memejamkan matanya sambil memeluk Jongin dengan erat,
"saranghae, soo..." ucap Jongin dengan lembut kemudian menarik tubuh Kyungsoo semakin dekat dan masuk kedalam dekapannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seoul, 13 Januari 2016
Kyungsoo tengah dipersiapkan masuk oleh pihak sang keluarga dengan diiringi appanya saat berjalan menuju altar. Dengan setelan kemeja dan celana berwarna putih, Kyungsoo berjalan mendekati sang pengantin yang tengah menunggunya.
Kim Jongin, seseorang yang akan segera menjadi pendamping sah hidupnya tengah tersenyum menyambut kedatangan Kyungsoo dengan stelan kemeja berwarna hitam dan kemeja putih didalamnya.
Tampan, dan benar benar benar tampan, batin Kyungsoo.
Jongin selalu tampan seperti saat pertama kali aku mengaguminya.
Jantungku berdetak kencang dan kakiku hampir melemah saat melangkah.
Apa hari ini adalah mimpi?
Seseorang yang selama ini kucintai dalam diam tengah berdiri menungguku dialtar dengan senyum manisnya.
Aku hampir gila untuk sekedar menyadarkan diriku sendiri bahwa yang terjadi dalam hidupku dalam beberapa hari ini adalah kenyataan.
dan kenyataannya adalah,
Kim Jongin, sang pendamping hidupku.
Jongin tersenyum melihat raut wajah Kyungsoo dengan appanya yang tengah menggengam tangannya sambil berjalan disampingnya. Jongin bisa lihat raut bahagia itu, tapi ia juga bisa melihat bahwa mata Kyungsoo tengah berkaca kaca.
Aku terus memandanginya tanpa bosan.
Seseorang yang selama ini kucintai dalam diam tengah berjalan kearahku bersama walinya.
Hanya memerlukan waktu sebentar untuk akhirnya kami mau memutuskan saling mengikat janji suci.
Sementara, tujuh tahun penantian dan kebodohan rasanya seperti hujan lebat yang tidak pernah berhenti.
Tapi sang hujan lebat itu membentuk pembiasan hebat.
Mengumpulkan satu persatu warna bias air dan membentuk indahnya pelangi.
Pelangi yang tak akan pernah menghilang warnanya.
Pelangi yang akan selalu muncul dalam kehidupan ku setelahnya.
Pelangi yang bukan sekedar hadir lagi didalam mimpi, tapi... tengah hadir didalam kenyataan.
Dan kenyataannya adalah,
Do Kyungsoo, sang pendamping hidupku.
Dia adalah pelangiku.
.
.
.
.
.
.
Jongin dan Kyungsoo saling berciuman didepan seluruh tamu undangan setelah sama sama mengucap janji suci, membuat semua bersorak bahagia dan bertepuk tangan. Mereka sama sama saling bertukar tatap bahagia kemudian tertawa.
"HYEEEEOONGGGGG!" teriak Taeoh kemudian berlari memeluk Kyungsoo, Taeoh tiada hentinya menciumi pipi Kyungsoo dan juga hyungnya sebelum akhirnya berlari lagi menuju eomma dan appanya Kyungsoo kemudian bermain bersama sepupu sepupunya yang datang hari itu.
"AAAAAKKKKK~~~ CHUKKAAEEEEEE!" teriak Chanyeol dan Baekhyun bersamaan sebelum akhirnya Baekhyun memeluk kedua pasangan baru tersebut dengan riang.
"Sungguh aku sedih melihat kalian berdua seperti inii..." ujar Baekhyun sambil terisak.
"yaa mwoyaaa~~~~ kenapa menangis begitu sih..." omel Kyungsoo kemudian menghadapakan tubuh Baekhyun ke depan tubuhnya, dan mereka semua terkejut mendapati wajah Baekhyun memerah dengan airmata mengalir di kedua sisi pipinya.
"uljimaaaaa~~~~~" pinta Kyungsoo dengan lembut sambil mengusap kedua pipi Baekhyun. Chanyeol buru buru merangkul kekasihnya itu,
"yaa! Chanyeol-aaah~~~ makanya cepat nikahi Baekhyun!" bentak Kyungsoo membuat Jongin ikut tertawa juga,
"arraa arraa~~ aku juga akan menikah dengannya tahun ini, tapi ternyata kalian mendahului kami" bisik Chanyeol pelan membuat Kyungsoo dan Jongin membelalakkan mata mereka bersamaan karena mendengar berita bahagia itu keluar dari mulut Chanyeol.
"neee~~ harusnya kita menikah diwaktu yang berdekatan, supaya bisa berbulan madu bersama sama" rengek Baekhyun lagi didalam rangkulan Chanyeol. Jongin buru buru membantah,
"ANDWAAAEEE! berbulan madu ya berbulan madu saja sendiri sendiri..."
"ohhh~~ begitu ya rupanya sahabatku yang sejak dulu minta bantuanku untuk dekat dengan Kyungsoo, sekarang setelah berhasil menikah dengannya, aku dilupakan. geuraeee~~" omel Baekhyun dengan tatapan sinisnya yang tentu saja membuat ketiga sahabatnya tertawa mengingat Jongin dan Baekhyun memang seringkali bertengkar meskipun sebenarnya mereka saling membutuhkan.
Setelahnya, Kyungsoo dan Jongin ditemui seluruh tamu undangan satu persatu secara bergantian, ramai senior ekskulnya Jongin mengejek, Luhan yang datang sendirian dan berbincang banyak dengan Kyungsoo, pun dengan Sehun yang semakin tampan datang dengan gagahnya memeluk tubuh Jongin memberikan ucapan selamat. Entahlah, apakah Sehun masih menyukai Kyungsoo? Yang jelas Sehun datang sendirian saja hari itu, dan sama seperti segala hal yang terjadi pada Jongin dan Kyungsoo, bahwa takdir Tuhan adalah nyata, sepertinya akan ada kisah baru di hari bahagia mereka,
"PRANGGGG!" bunyi suara gelas pecah jatuh dibawah lantai membuat seorang pria cantik itu kerepotan mengurus bajunya yang sedikit basah. Kyungsoo yang sempat ingin berlari membantu mantan kekasih dari suaminya tersebut, tertahan langkahnya oleh Jongin,
"wae?" tanya kyungsoo.
Jongin menengadahkan kepalanya ke arah Luhan menunjukkan pada Kyungsoo bahwa seseorang tengah menghampirinya,
"gwaenchana?" tanya Sehun pada pria cantik itu,
Luhan menoleh kemudian mereka saling bertukar tatap.
"gomawo..." ucap Luhan pada Sehun setelah sehun memberinya sapu tangan.
"Oh Sehun" Sehun mengulurkan tangannya kearah Luhan.
"Lu han" jawab Luhan sambil tersenyum.
Jongin merangkul tubuh Kyungsoo saat menatap Kyungsoo yang sedang tersenyum melihat Sehun dan Luhan. Jongin mencium kening Kyungsoo,
"apa kita perlu membantu mereka?" ucap Baekhyun tiba tiba pada pasangan yang sedang bercium mesra itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
THE END
yaudah chapter ini emang pengen isi yang manis manis aja haha martabak kali ah manis
betewe mohon maaf atas ketidaknyamanan dede dede emesh ya membaca ceritakuuuu,
gue udah warning NC jadi diskip aja NCnya,
yeyeyey END meskipun sebenernya gue pengen ngelanjutin marriage lifenya sih ahaha
tapi takutnyan malah terabaikan heuheu jadi...
tergantung respon kalian juga sih
paling gue lanjut met me in the rain dulu deng wkkwkwkw
POKOKNYA MAKASIH YA REVIEWNYA
SUMPAH GUE INGIN MEMBALAS REVIEW KALIAN SATU PER SATU
Buat yang masih jadi secret admirer... sabar yaahhh, mungkin akan berakhir seindah cerita ini
Rencana Tuhan nggak ada yang tau, ya kan?
Semangat terus pokoknya, aku sayang kalian dan SAYANG KAISOO:3
