Dan ini dia! Chapter kesepuluh dari ficku yang beraneka ragam ini meski agak aneh tapi, yah lanjutkan saja dan seperti yang aku ucapkan kemarin akan ky selesaikan seri dari Cerita AGKZ dan berlanjut ke AGK dengan kata lain bakal aku skip dan langsung ke inti cerita, bagi yang tak suka silahkan Get out jika, cerita ini tak sesuai harapan karena aku nulis dengan keinginan saya sendiri dan tanpa ada paksaan dari pihak terkait maupun intuisi pemerintah (njirrr dikira FBI kali yak -_-) ahhhh, baiklah ini mungkin cuman sekedar pidato saya yang cukup singkat sekali jika ditanya pendapat Pribadi ohhh, dan lagi ini mah, yah begitulah hahahaha
P.s : ada yang udah lihat Chapter terbaru TG :RE? Hmmm jika udah aku senang waktu Kaneki ketemu kembali dengan onee-sama ini dan ini salah satu Pair yang kusuka selain TouKen ( Touka x Kaneki) dan KaRiz (Kaneki x Rize) kesamaan mereka sama2 di buat troll ama mangakanya sendiri dan itu daruq! -_- untung ajah Touka gak terlalu -_-
.
...
.
- Tempat Cornelia
*trangg *trangg *trangg!
Akame mengayunkan Pedangnya serangan Tentacle yang diarahkan kepadanya, dia melihat celah dan langsung maju dan menyerang Lelaki Kulit hitam ini tapi, Jamo melihat ini dia langsung mundur dan langsung menyerang balik dengan cakar tapi, Akame tangkis dengan Pedang dan langsung mundur lagi.
Kini Giliran Cornelia yang maju dia menggenakan Tongkat besi yang dia dapat dari Tatsumi untuk sementara pengganti Shingu dia yang hancur, dia sodorkan ke depan dengan cepat dan bertubi-tubi tapi, Jamo entah kenapa bisa menghindar seolah bisa tau arah serangannya.
"Maaf, saja tapi aku juga!" Ucap Tsukushi mulai menembak dengan [Phromoteus] dan menembakan Peluru ke atas dan sesuai dengan keahlian Shingu miliknya dan tak lama Peluru itu berbelok arah ke bawah.
Jamo melihat ke atas dan mengetahui hal ini "ohhh, trikmu lumayan hebat juga yah Gadis kecil, aku sungguh terkejut" dia langsung menjauh "tapi, kurasa cara yang sama takkan berlaku kepada-Guahhhhhh!" dia terpental berkat sebuah serangan telak di wajah.
"Dia terlalu banyak bicara" Komentar Cornelia yang nyatanya itu ulahnya sendiri "kuharap kau juga tak melupakanku karena itu, kau bodoh" dia menjulurkan lidah mengejek.
"Bagus Cora!" Ucap Akame memuji.
Jamo menyeka mulutnya dengan kesal "Gadis bangsat! Setelah ini bersiaplah untuk berteriak!" dia tersenyum bejat membayangkan jika dia menang.
*Slashhh!
Akame langsung mengayunkan Pedangnya namun masih bisa dihindari "maaf saja, aku tak suka cara kau bicara dan ini bukan sesuatu yang bisa kau ambil"
"Hmmmm! Aku suka Gadis seperti kau!" Jamo menjilat mulutnya dengan ekspresi mesum yang tinggi "tapi, entah kenapa wajahmu mengingatkanmu pada Gadis kutawan tadi"
'Kurome!' Akame shock karena ciri-ciri seperti itu sudah jelas sekali identik dengan adiknya.
"Dia sama seperti Guy" Cornelia Pokerface.
"Yah, meski aku tak bisa bersenang-senang karena suatu hal" Ucap Jamo yang memainkan Tentacle miliknya, dia malas membayangkan hal itu lagi "tapi, kurasa Boss kita tertarik dan akan menjadikan dia Istri, dan upsss! Aku banyak bicara juga"
"Dia seorang Pedhopil" Komentar Tsukushi terlihat gemetar.
Untuk Cornelia dia melihat sedikit Gosong dan bau hangit dan Tentacle musuh dan dia tau siapa yang punya kekuatan seperti ini 'kurasa, kau selamat juga yah, Tatsumi' dia tersenyum senang karena orang yang dia Cinta baik-baik saja.
*Slashhhh!
"Aughhhhh!"
"Kau banyak bicara juga rupanya!" Ucap Akame dengan cepat memotong salah satu tentacle.
"Guhhhh! Kau bangsat kecil" Jamo menggertakan Giginya dengan kesal dan marah "akan, kuhancurkan kau dan akan kukuliti semu- Arrggghhhhh!" dia merasa sebuah tembakan Panas mengenai punggungnya.
Tsukushi melihat kesemptan ini langsung menembak "maaf, saja aku tak mau tinggal diam dengan orang Pedophil seperti dirimu"
Cornelia sudah di belakang Lelaki itu "Sayang sekali jika, aku tak ikutan maka ini tak menarik" dia langsung menghempaskan Tongkatnya tepat dibagian kepala dengan sangat kencang dan langsung Pria itu tersungkur.
"Guhhhhh!"
"Kita berhasil" Ucap Tsukushi terlihat senang.
"Jangan dulu senang" Ucap Cornelia tetap waspada "karena aku tau dia takkan kalah semudah yang kita kira"
"Kurasa Cora, memang benar" Ucap Akame dia melihat Bayangan agak besar dan memunculkan wujud Asli "sekarang dia akan mulai serius kali ini untuk membunuh kita"
Ketiga Gadis ini melihat wujud sesungguhnya dari Lelaki itu, wujud yang tadi seperti manusia pada umumnya dengan Tentacle kini berubah drastis, tubuhnya mulai membesar, wajah dia mengerikan, tangan dia seperti cakar hewan buas, hanya saja kakinya yang normal dan dengan ekor yang terlihat seperti tombak runcing kulit darah yang menyatu.
"Dia monster" Komentar Tsukushi terlihat mengigil ketakutan "bagaimana bisa kita melawannya"
"Hentikan rasa pengecutmu itu!" Teriak Cornelia memberi Gadis Berambut Psndek itu semangat bertarung "kita disini bukan untuk jadi penonton atau pemangsa karena, kita tau jika kesini kita sudah dengan konsekuensi ini"
"Baiklah saatnya bunuh Target" Ucap Akame mulai terlihat serius.
.
.
.
.
.
.
- Tempat Tatsumi
Tatsumi sekarang berada bersama adik Akame yaitu Kurome dia berdua berada disebuah ruangan yang agak Gelap setelah bebas kini mereka mencari Shingu dan akhirnya ketemu, Kelompok Pembunuh Kerajaan sudah lebih dulu berlari sambil membantu yang lain dan kini hanya tinggal mereka dengan santai.
"Jangan khawatir, Kakakmu akan baik-baik saja" Ucap Tatsumi mengelus rambutnya dan membuat Gadis kecil tenang "lagipula dia tak sendiri ada Cornelia dan juga Tsukushi"
"Iyah maaf, jika seperti ini" Balas Kurome dengan suara pelan "aku hanya khawatir saja terhadap Nee-Chan"
"Ya, tak masalah ngomong-ngomong apa yang terjadi sebelum aku menyelamatkanmu?" Tanya Tatsumi yang tadi melihat Para Gadis yang jadi tahanan kehilangan Pakaian "apa mereka melukaimu?"
"Tidak, aku tak ada masalah dan luka" Jawab Kurome dengan senyum.
"Lalu apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Tatsumi sangat penasaran.
Kurome menjelaskan semuanya yang terjadi dari yang ia tau mulai dari bagaimana bisa ditangkap dan dijadikan Tahanan, lebih Parah lagi diperlakukan tidak senonoh oleh Pria Berambut Kribo itu dan teman Gadis yang lain terkena Pelecehan seksual itu tapi, untuk Kurome tidak karena entah kenapa sebelum dipegang tangan musuh sudah menghangus seperti terbakar meski dirinya tau alasan tersendiri.
"Ohhh, begitu Hahahaha bagus juga!" Tatsumi tertawa mendengar Penjelasan yang terakhir "seharusnya jika, ada kesempatan kau tendang dia bagian bawah niscaya langsung tak bisa bernafas hahahahah"
Kurome tau apa maksudnya dan langsung blush kecil "Tatsu-Nii Ecchi! Kau tak boleh seperti itu" dia tak lama langsung tertawa senang "hmmmm! Memang itu ide bagus, bagaimana kalau dicoba dulu dengan Tatsu-Nii?!" dia menunjukan ekspresi jahil.
"Tidak, aku masih sayang nyawa" Tatsumi Sweatdrop mendengar ini dan langsung menutupi bagian masa depannya tapi, dia sedikit mendengar kegaduhan disana-sini "hei, kau dengar itu?"
"Dengar" Kurome mengangguk meski dia hanya mendengar sedikit.
"Kurasa yang lain sudah beraksi dengan misinya" Ucap Tatsumi menatap atas.
"Hmmmn!" Kurome hanya mengangguk sambil memakan buah manis yang diberikan Tatsumi "mereka berisik dari arah sana saja" dia menunjuk arah Barat Daya.
"Kurasa kau benar" Tatsumi mengangguk setuju "ayo kita susul mereka karena tak baik kita diam saja tanpa membantu yang lain" dia tanpa ragu langsung menarik lengan Gadis kecil yang lagi nyemil dan seolah tak peduli dengan sekitar.
"Hmmmmm!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
Poney memutar Badan ke belakang, dia menendang wajah Pria di depannya namun, Orang itu menangkis balik dengan memegang Kaki Poney dan langsung melemparkan Gadis kecil itu ke tembok.
Najasho langsung bersiap ambil langkah dan sudah mengaktifkan Shingu miliknya, dia mulai mengayunkan Pedangnya tapi, Pria itu terlihat mengeluarkan sesuatu seperti Pedang dari telapak tangan dan saling bentrok.
*Tranggg!
"Kau lumayan bocah!" Komentar Pria berbadan besar dan kekar, dengan Rambut botak dan kulit hitam yang diketahui bernama Zuko ini
"Ini, baru saja mulai" Ucap Najasho dia mencoba mementalkan balik.
Namun, bukan dia yang mulai tapi Zuko langsung hempaskan ke depan, dia melihat ada kesempatan dan mengayunkan Pedang dari sisi kanan Najasho cepat sadar dan menangkis balik namun serangan pedang lain datang dan Najasho menyadari ini dan langsung mundur meski Perutnya sedikit tergores.
"Tchh!" Najasho mendecak kesal, sementara Pria itu hanya menyeringai puas.
"Jangan senang dulu!" Teriak Poney yang sudah berdiri di depan Zuko sambil menendang ke arah Wajah.
Tapi, Zuko menahan serangan itu "hehehe semangat yang bagus tapi, maaf saja itu tak cukup" dia secara cepat langsung mengeluarkan Pedangnya dan membuat Gadis Kuncir itu tergores di bagian bahu.
'Hmmmm! Orang yang kuat dan sesuai dengan keadaan' Batin Najasho yang mengamati situasi ini dan dia menghitung jumlah kalung kepala Tengkorak yang dia kenakan 'delapan? Sesuai dengan jumlah ternyata orang ini kuat juga' dia tak bisa main-main.
"Ayolah, kemarilah? Kita baru saja pemanasan?" Ucap Zuko dengan nada menanantang namun, tak ada satupun yang berbicara atau bergerak sama sekali "apa ini? Hening? Baiklah kalau begitu aku yang akan mulai" dia langsung cepat menghilang.
!
"Ugghhhh sial!"
"Gawat!"
Najasho dan Poney langsung panik karena orang itu berdiri diantara mereka "Perhatikan sekitar dan jangan biarkan fokusmu tak beraturan meski hanya satu detik karena sebagai musuh akan kumanfaatkan itu" dia membuka telapak tangan.
Najasho siap menangkis jika itu keluar Pedang tapi, kenyataan itu lain dia berada di sebuah ruangan kecil transparan bersamaan dengan Poney dan dia tau ini gawat.
"Siapa bilang tehkniku seperti itu saja?" Ucap Zuko menyeringai karena ini berhasil dan tak lama muncul percikan kilat dari tangan "SHOCKER SCRRAM!" Kilat itu menjadi besar dan langsung menyentrum mereka.
*Bzzzrttrrr!
"Guahhhhh!"
"Kyahhhh!"
Dan langsung mendorong mereka jauh "hmmmm! Ini benar-benar sangat menyenangkan meski aku tau ini belum berakhir" dia memilih siapa yang akan diserang lebih dulu dan menoleh ke arah Poney "baiklah, yang Gadis dulu terasa lebih mudah"
"Sial!" Najasho melihat ini langsung panik dan memaksakan diri bangkit dan mengejar.
Poney juga melihat hal yang sama disatu sisi dia tak bisa menyerang balik "Payah! Ini benar-benar tak berguna sama sekali!" dia membenci dirinya sendiri karena tak bisa membantu bahkan saat ini dia agak sulit berjalan 'baiklah, kurasa ini saatnya' dia hanya menutup mata dan membiarkan saja tapi, yang terjadi.
*Jlebbbb!
*Cratttt!
Poney membuka matanya dan sangat shock melihat Pemandangan di depan "ka-kau?! Tapi, kenapa?!" dia kehabisan kata-kata karena Najasho melindungi dirinya sebagai tameng dan terlihat darah menetes dari lantai.
"Ughhh! Berhenti membuat repot orang lain ikan kecil" Ucap Najasho agak kepayahan meski berhasil menahan tapi tetap saja kedua Pedang itu menancap disisi Perutnya meski tak dalam "ughuukkk! Kita tak bisa berakhir jika belum menyelesaikan misi kita"
"Pasangan yang harmonis" Komentar Zuko sangat senang dan bahagia melihat Pemandangan haru ini "kurasa akan lebih bagus jika mati bersama dan saling berpelukan dengan kolam renang darah"
"Maaf saja yang mandi darah kurasa itu kau" Ucap Najasho dia langsung menangkis balik dan melepas Pedang dari Perutnya dan dia melihat kesempatan terbuka lebar 'baiklah, ini dia bersiap' dia langsung mengayunkan [Water Dragon Sword] dan tepat menyabetkan tepat di bagian dada dan memuncratkan darah segar.
*Crattttt!
"Arggggghhhhh!"
"Jangan sombong kau!" Poney langsung berdiri dan kesal karena di rendahkan dan merepotkan dan buru-buru dia menarik Najasho ke belakang dan maju ke depan sambil mengaktifkan Shingu [Yocto Bottoms] Dan muncul kilatan kecil di kaki "dan ini untuk yang tadi!" dengan sekuat tenaga dia menendang perut Lelaki itu dan menghempaskannya jauh ke tembok.
*duarrrrr!
"Hahaha kau lihat? Aku bukan Ikan teri yang merepotkan seperti kau bilang" Ucap Poney berbangga diri.
"Terserah" Balas Najasho cuek dan tak peduli seperti biasa "dan jangan lengah, terkadang aku malas menyelamatkanmu dua kali" Gadis Berambut Orange ini hanya menjulurkan lidah mengejek dan tak lama terdengar suara.
"Kurasa ini benar-benar yang disebut Pertarungan"
"Aku harus mengalahkan orang ini" Guman Najasho Rambutnya yang Pendek kini memanjang karena ini tehknik dari Shingu miliknya "baiklah, Poney jika kau ada tenaga sebaiknya gunakan yang berguna jika, tidak diam saja disana sambil menonton"
"Hah, jangan bercanda siapa juga yang mau jadi penikmat saja" Ucap Poney yang sudah terlihat seperti biasa lagi "akan kutunjukan padamu jika ikan kecil bisa melakukan banyak hal hebat"
"Terserah"
.
.
.
.
.
.
.
- Tempat Green
Kedua orang ini bisa dibilang dalam keadaan sangat buruk bukan karena luka atau darah sehabis bertarung tapi, tubuh mereka kotor sekali dipenuhi banyak lumpur dan ranting dengan Rambut yang berantakan seperti tak terurus ini benar-benar lucu sehingga sulit membedakan mana yang orang asli atau tembok.
"Hadehhh! Yang benar saja dipikir tak bakal ada jebakan" Guy menghela nafas dengan jalan sempoyongan seperti kekurangan Jiwa "tapi, ini semua salah sama sekali"
"Jebakan tadi lebih bagus dari yang tadi, karena hanya masuk ke lumpur hisap" Ucap Green yang terlihat tak peduli dengan kondisinya "tapi, untungnya aku sadar dan langsung bergerak jika tidak, kita sudah terhisap ke dalam sana"
"Hahhhh aku yakin yang lain akan menertawakan kita" Ucap Guy sudah pasrah dia tak bisa membayangkan jika teman-temannya melihat ini "terutama para Gadis! Bisa-bisa aku kehilangan martabatku"
"Kau ini serius sedikit kenapa?" Green Sweatdrop.
"Kau harusnya tau, Penampilan adalah segalanya untuk menarik Perhatian Para Gadis!" Teriak Guy dengan Aura yang masih depresi "aku, ingin Cornelia memperhatikanku tak peduli apapun itu"
"Kau ini banyak bicara, setelah ini langsung mandi" Ucap Green yang sudah tak tahan dengan keluhannya.
"Hei, kau dengar itu?" Tanya Guy menempelkan telinganya ke tembok.
"Cuma sedikit" Balas Green mengangguk.
"Kurasa itu yang lain" Ucap Guy.
"Bagaimana kalau kita susul mereka?" Green memberi usul.
Guy sedikit berfikir dan bicara "yah, kurasa boleh mengingat kita tak bertemu musuh sama sekali jadi, lebih bagus membantu mereka"
"Hmmm!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
Akame memutar badannya dia mengayunkan Pedang Lurus ke depan Pria itu menghindarinya, dia melihat celah dan mengayunkan Pedang ke sisi kanan namun, sebelum itu terjadi Jamo sudah menangkap tangannya tapi, Gadis ini tak kehilangan akal cerdik dia melepaskan Shingu miliknya dan otomatis Fokus Pria itu agak kacau dan Akame langsung menendang bagian Perut dan membuatnya menjauh.
"Kau, lumayan cerdik juga" Komentar Jamo memegang Perutnya.
"Hmmmm!" Akame dengan wajah datar hanya membalas seperti itu.
*Jdorrr *Jdorr
"Sudah kubilang trik yang sama takkan terjadi" Ucap Jamo menghindar tembakan itu dengan mundur karena sasaran tembakan Gadis itu ke kanan otomatis berbalik jadi dia mundur "baiklah, giliran serangan balasan" dia langsung menembakan Tentacle yang sudah seperti tombak tajam dengan cepat.
*Trangg!
Cornelia langsung menangkis balik "jangan bermain jarak dekat aku tau kau hebat tapi, Shingu milikmu itu menjadi sedikit hambatan"
Jamo maju cepat dan berada di depan Gadis Pirang itu dia menyerang dengan cakarnya yang sangat cepat tapi, Cornelia bisa mengimbanginya dengan sangat cepat bahkan serangan Pria itu tak ada yang melukainya sama sekali.
*trangg
Cornelia langsung pentalkan serangan itu "maaf, saja tapi kau ada celah disana" dia mengayunkan Tongkatnya lurus tepat dibagian dada membuat Pria itu mengerang kesakitan dan Gadis Pirang ini langsung pentalkan orang itu jauh.
*Jduarrr!
"Yoshh! Berhasil!" Ucap Tsukushi senang.
"Tidak" Balas Akame tegas dia melihat sesuatu seperti bola cairan yang mendekat kemari "kau bisa lihat itu, serangan tadi takkan mudah mengalahkannya begitu saja"
"Apapun itu sebaiknya jangan ditangkis" Ucap Cornelia langsung menarik Tsukushi jauh dan Akame juga menghindar dan serangan bola cair itu hanya mendarat di tanah tapi, terlihat bekas tanah berlubang yang hangus.
"Lihat?" Akame menunjukan bukti.
*Crrrttttt!
*buammm!
*Argghhh
*trangg!
Tapi, serangan Tentacle itu langsung cepat ke arah mereka, Akame berhasil tangkis, Cornelia berhasil tahan meski tubuhnya terpental ke tembok sementara Tsukushi yang terlihat tak siap akhirnya terkena serangan tusukan itu tepat dibagian bahu.
"Sial!" Akame mengumpat karena kelengahan dia sendiri dan bersiap memotong Tentacle itu.
"Kau pikir aku akan biarkan saja Gadis kecil" Ucap Jamo melepaskan Tentacle miliknya dan langsung menembas ke arah Akame yang terlihat shock dengan serangan dadakan tadi.
"Tchh!" Akame mendecak kesal dia melihat bahunya terkena Gores.
"Baiklah, aku rasa ini cara terbaik untuk menyelesaikan ini" Ucap Jamo membuka mulut terlihat dia mengeluarkan sesuatu seperti Asap ungu yang pekat dan memenuhi ruangan 'sayang sekali aku takkan terkena efek ini' dia menyeringai puas.
"Uhukkk! Asap apa ini?!" Tsukushi terbatuk karena menghirup Asap aneh ini.
"Jangan dihisap ini beracun" Ucap Cornelia yang menutup hidung.
'Aku rasa bukan' Batin Akame mengendus tapi tak merasakan efek apapun tapi, dia langsung sadar akan hal 'tunggu! Jangan bilang ini!..' tak lama dia mendengar suara teriakan dari kedua temannya.
"Kyahhhh!"
"Ahhhhhhh!"
"Maaf, sekali itu cuman asap biasa yang kuberi dengan warna" Jamo menyeringai karena rencana dia berhasil "dan seharusnya kalian sadar bahwa ini hanya pengalihan mata" dia menatap dua orang korban yang berada dalam lilitan leher Tentacle miliknya
"Sial!" Akame terlihat Frustasi karena kedua temannya kena jebak.
"Kemarilah selamatkan kedua temanmu" Ucap Jamo memancing dia dengan sengaja mempererat Tali Tentacle untuk mengunci leher mereka "jika, tidak mungkin aku akan paksa untuk melakukannya"
"Abaikan dia Akame!" Teriak Cornelia yang berusaha melepaskan ikatan ini dari lehernya namun tak ada hasil.
"Ughhhhh! Kita baik-baik saja" Ucap Tsukushi berusaha untuk tetap bertahan.
Akame tak menggubris perkataan temannya dan langsung maju ke depan namun saat melangkah kaki dia tak sengaja menginjak Cairan dan membuatnya terpeleset ke bawah, Jamo memanfaatkan kesempatan ini dan menyerang langsung dengan Tentacle tapi, Akame masih bisa menahan dengan kedua tangan.
"Ohhhh, kau Gadis yang cukup tangguh juga" Jamo tersenyum puas.
'Tchhh! Ini Racun' Batin Akame yang melihat Tentacle Tombak itu sudah dilapisi Cairan ungu, di satu sisi teman-temannya dalam bahaya tapi, dirinya juga tengah dalam keadaan sulit dan berharap ada seseorang yang lain membantu tapi, terlihat Tuhan mengabulkan Doanya.
*Cplattt!
"Owww! Apa itu" Jamo merasa nyeri di pipinya karena ditampar sesuatu dan dia menoleh ke belakang.
Akame melihat penyerangan longgar dan langsung lepas dan mengambil Shingu miliknya buru-buru dia maju ke depan dan langsung menebas Pedangnya dan berhasil menggores Dada Lelaki itu dengan telak membuat Jamo berteriak kencang.
"Arrrrggghhhhh!" Jamo merasakan sakit yang luar biasa dan tak sadar bahwa sudah melepaskan dua korbannya.
Akame buru-buru membawa mereka ke Tempat yang agak jauh "kalian tidak apa-apa?" dia bertanya khawatir.
"Iya, terima kasih" Balas Cornelia memegang lehernya, Tsukushi hanya mengangguk.
Jamo langsung bangun dan sangat kesal sekaligus marah ia ingin membalaskan dendam namun, sebelum itu terjadi sebuah Tali besar mengikat kakinya sebelum Jamo bereaksi menghindar tubuh dia sudah terpental lebih dulu ke tembok.
*Duarrrr!
Ketiga Gadis ini melihat hal yang serupa dan bingung apa yang terjadi disini dan tak lama terdengar suara lain.
"Ini benar-benar tepat waktu"
Dan mereka tak lama tersenyum.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
Di dalam sebuah Kuil di Tempat lain tampak Wanita yang belum di ketahui namanya masuk dan melihat beberapa mayat terkapar dengan banyak bersimbah darah dan dia terlihat menikmati Pemandangan ini.
Tampak Senyum yang tertarik dengan hal ini tapi, memiliki maksud sadis yang lain
"Menarik"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Dan cutttt kita selesai lagi dengan fic yang lain dan aku akan break sejenak dan begitulah tak ada yang perlu dipentingkan whahaha see ya!
Pm
.
RnR
