Naruto © Masashi Kishimoto

[ Naruto Second Chance ]

#Fanfiction

#Author Hn&U

#Rated M

#AU

#OOC

.

.

#COMEDY

#ROMANCE

#SCHOOL

#FRIENDSHIP

#FANTASY

#GENDER_BENDER

.

.

.

.

#Chapter 10

.

.

.

.

"Aku harus siap-siap!"

Naruto melihat kurama yang kelihatan bersemangat untuk kencannya nanti, Naruto terus berpikir yang tidak-tidak. Membayangkan kakak Sasuke Uchiha dalam bahaya besar dan akan dimakan bulat-bulat oleh Kurama nanti lebih tepatnya seperti hubungan terlarang.

"Aku harus menolongnya!" teriak Naruto, setelah membayangkan yang belum pasti terjadi.

15 menit kemudian. Kurama keluar dari kamarnya dan merapikan pakai yang dia pakai. "Naru-chan, apa aku terlihat keren?"

Naruto hanya menganga lebar, dilihat dari sisi manapun Kurama terlihat seperti tipe para kaum hawa yang pasti langsung ambruk terpesona saat melihatnya. "Biasa saja" ujar Naruto.

.

.

.

.

Diluar apartemen. Gaara sudah menunggu dekat mobil berwarna merah jenis sport. "Kurama-san, apa tidak apa-apa, aku mengajak

Naru-chan keluar?"

"Tidak masalah, aku menghubungimu karena Naru-chan adik kesayanganku ini kesepian dan merenggek meminta ku agar menelphone mu supaya bisa menemaninya." ucap Kurama.

Naruto hanya diam seperti patung yang siap hancur, karena kata-kata Kurama adalah kebohongan yang membuatnya kini seperti gadis remaja yang tidak punya malu merenggek untuk ditemani.

"Kampret! Dewa gila! Dusta mu itu benar-benar ketelaluan!" kata batin Naruto.

"Selain itu, kita akan double date." ucap Kurama.

Naruto langsung lemas mendengar kata-kata Kurama, Gaara terlihat senang dalam sikap tenangnya.

"Jadi kita akan kencan bersama?" tanya Gaara.

"Ya, kau ajak Naru-chan naik mobil keren milikmu itu, sementara aku, naik motor sport baruku" ujar Kurama.

Angin bertiup ke arah Naruto saat dia melihat motor sport yang dia impikan muncul, terpakir didekat apartemen. "Motor sport baru..." gumam batin Naruto.

.

"Aku tunggu di rumah, siapa ya itu namanya? O'ya Sasuke Uchiha!" teriak Kurama bersamaan suara motor sport yang dia pamerkan, membuat Naruto iri.

"Aku mau motor sport!" teriak Naruto.

.

.

Gaara melihat ke arah Naruto yang kelihatan kehilangan semangat hidupnya karena keinginannya memiliki motor sport telah direnggut oleh Kurama, lebih tepatnya iri.

"Naru-chan, ayo cepat naik kita harus cepat nanti Kurama-san lama menunggu kita" ujar Gaara.

"Gaara-kun, aku mau motor sport" ucap Naruto lirih dengan binar-binar di mata biru langitnya. Gaara hanya sedikit tersenyum lalu dia menelphone seseorang.

"Cepatlah" ucap Gaara saat selesai menelphone.

.

.

10 menit kemudia. Pelayan yang memakai setelan berwarna hitam, membawa motor sport yang sama dengan milik Kurama.

"Terimakasih, tolong bawa pulang mobilku." ucap Gaara kepada pelayannya.

"Kereeen!" kata Naruto, terlihat senang dengan motor sport warna merah milik Gaara.

"Ayo kita berangkat" ucap Gaara, saat memberi helm kepada Naruto.

"A-aku boleh mengendarai motormu kan Gaara-kun?" ucap Naruto yang dibuat terdengar manja dan diakhiri dengan senyuman termanisnya, langsung berdampak pada remaja surai merah bata itu.

Tring!

Gaara merogoh saku, celana dan melihat layar smartphone warna merahnya.

"Bioskop ya?" gumam Gaara, saat membaca pesan Line dari Kurama.

"Gaara-kun, aku mau tesh motormu! Boleh tidak!" ucap Naruto langsung dibalas senyum oleh Gaara.

"Asal kau memberi ciuman hangat untukku" jawab Gaara.

"Sial" gumam Naruto.

Cup.

"Sudahkan? Jadi boleh aku pinjam motormu sekarang?" tanya Naruto setelah mengecup pipi kiri yang ada dihadapannya.

"Bodoh amat soal harga diri wanita yang terpenting sekarang naik motor sport!" kata batin Naruto.

.

.

Brumm! Bruum!

"Wah, aku suka bagian ini suara yang membuat berdebar!" gumam Naruto, saat menyalakan motor dan mengetesh lewat gas.

"Aku tahan bagian ini" ujar Gaara, saat menahan rok kekasihnya.

"Kampret! Aku lupa kalau pakai rok!" kata batin Naruto.

.

.

Sementara Kurama sedang bersama Itachi yang terlihat tenang dan biasa saja melihat film horror di bioskop.

"Sial diluar dugaan, aku kira dia akan takut terus memelukku." kata batin Kurama.

"Hn, membosankan" gumam Itachi.

Kurama pada akhirnya terlelap bersandar di bangku bioskop karena mati bosan, rencananya pun gagal total.

.

.

"Hn? Dia masih tidur" kata batin Itachi, melihat Kurama sedang terlelap dan kini Kurama menjadi objek utama Itachi.

.

.

Tring!

.

.

From Sasuke.

.

.

Itachi-nee, cepat pulang aku akan menjemputmu, kau dimana sekarang?

.

.

Itachi tidak membalas pesan dari Sasuke, malah memasukkan kembali handphone ke dalam tasnya.

"Hoaam! Hah? Bioskopnya sepi?" gumam Kurama, saat melihat keadaan ruangan bioskop hanya ada dia dan wanita sebelahnya yang terlihat seperti maniak warna hitam.

"Hn, apa tidurmu nyenyak?" tanya Itachi.

"Sorry, Ita-chan kencan pertama kita gagal" ujar Kurama.

"Hn? Tidak juga" jawab Itachi.

Mereka berdua memutuskan menuju Game Zone, tempat untuk bermain game. Kurama yang menyukai tipe game FPS ini kelihatnya sedang mati bosan lebih memilih bermain game.

Dar! Dar! Dar!

Itachi sukses menembak semua target yang ada dalam game, sementara Kurama hanya merasa kesal karena targetnya dibantai habis oleh Itachi.

"Tembakkan yang sempurna" gumam Kurama.

"Ini terlalu mudah" ucap Itachi.

"Baiklah kita main yanglain saja" ucap Kurama, saat menunjuk mini basket tidak jauh dari tempatnya.

.

.

Untuk kedua kalinya sang dewa kematian kalah dengan seorang manusia berjenis wanita.

"Sial dia ini terlalu sempurna" kata batin Kurama.

Srk.

"Ini lebih mudah lagi" ujar Itachi saat dia memasukan bola basket kedalam keranjang basket.

.

.

Mereka berdua mencoba semua game dan mini game disana alhasil Kurama kalah sempurna, mengakibatkan mati bosan menyeliputi Kurama.

"Hn, foto?"

Itachi melihat tempat untuk sepasang kekasih ber'foto berdua. Sebuah tempat untuk ber'foto bersama membuat kenangan untuk kedua pasangan. Kurama hanya tersenyum dan membawa Itachi ketempat itu.

"Hn, tempatnya hanya untuk dua orang" gumam polos Itachi.

"Semua hasil fotonya seperti, aku sedang kencan dengan mahkluk yang tidak memiliki ekspresi" kata batin Kurama.

"Ita-chan, coba kau senyum, jangan datar seperti papan" ujar Kurama sambil membuat Itachi tersenyum dengan kedua telunjuk.

"Malah terlihat horror" gumam Kurama.

"Hn? Apa harus tersenyum?"

Tanpa basi-basi Kurama membimbing yang ada disebelahnya untuk bersandar di pundak kanan, sambil menekan tombol menu untuk ber'foto. "Nah, kalau seperti ini terlihat romantis. 5..4..3..2..1.. Senyumlah sayang!" ucap Kurama seketikan membuat wanita

non-ekspresi itu tersenyum manis.

"Kampret! Dia manis sekali!" kata batin Kurama meniru kata-kata buruk Naruto.

Saat mereka berdua keluar dari Game Zone, Itachi melihat foto yang dia pegang. "Kenangan yang bagus" gumam Itachi.

"Itu tidak akan menjadi kenangan" ujar Kurama, saat dia menoleh dengan senyum yang sangat ramah.

"Hn?"

"Karena ini baru kencan pertama masih ada banyak lagi yang akan lebih romantis" gumam Kurama.

"Hn."

"Hn? Itu maksudnya iya kan?" tanya Kurama yang semakin bosan.

.

.

.

.

Naruto dan Gaara lupa dengan tujuan mereka untuk menyusul Kurama. Naruto hanya memanyunkan bibir, saat mengendarai motor. Gaara memeluk pujaan hatinya penuh perasaan dari belakang.

"Gara-gara rok kampret ini, aku tidak bisa ngebut! Malah melaju seperti semut, percuma aku naik motor sport!" gumam Naruto.

"Kau boleh ngebut Naru-chan, aku akan menahan rokmu agar tidak tertiup angin" ucap Gaara.

"Aah.. Jangan pegang itu! Dasar mesum kau kampret!" bentak Naruto.

.

.

BERSAMBUNG

NEXT

#Chapter 11

Author note : Bagi yang penasaran sama GaaraFemNaru, fufu.. Di chapter selanjutnya.