Take Me To The Beginning

--

--

Chapter 10

[Miracle]

Warning : YAOI, BL, SEMI RATED M, MPREG!

Story : Chanbaek – Other cast SM

{CB}

Lelaki berdarah China-Kanada itu menghabiskan sepanjang waktu nya untuk menyesali semua. Ia tidak memiliki muka untuk menampakkan diri di depan seseorang yang di cintai karena sudah terlalu dalam ia menyakiti.

"A-aku hamil Yifan, aku tidak tau jika ternyata aku memiliki rahim." seharusnya Yifan saat itu berbahagia. Tapi yang terjadi dia malah sibuk menenangkan diri karena ketakutan konyol nya. Ia takut menjadi ayah, takut mengganggu pekerjaan nya, dan takut kasih sayang Joonmyeon akan terbagi. Ia hanya ingin Joonmyeon memusatkan seluruh perhatian untuk nya seorang, egois.

"Hueeekk. Hueeekk. Mmhhh…" Yifan memejamkan mata saat bayangan Joomyeon yang tersungkur di depan kloset melintasi pikiran nya. Masih tergambar jelas dalam ingatan nya saat Joonmyeon mengerang, mengeluarkan seluruh isi perut nya. Menahan sakit nya gejolak karena kehidupan baru yang tumbuh di dalam perut.

"Aku ingin minum coklat panas bersama mu, mau kah ?" Dulu seharusnya Yifan mengangguk setuju, kemudian menuntun Joonmyeon untuk duduk dan menghabiskan waktu berdua di temani segelas coklat panas. Tapi semua sudah terlambat, kebencian pada calon anak nya membuat Yifan berlalu pergi meninggalkan Joonmyeon sendiri. Ia luput mendampingi suami nya menikmati masa tersulit atas kehamilan nya-

{CB}

Pagi ini Sehun sudah selesai di mandikan, namun rewel saat akan di pakai kan baju. Bayi gembul itu lebih memilih bergelandotan pada ibu nya dan terus menyusu tanpa mau melepas.

"Kenapa tidak pakai baju ?" Chanyeol datang dengan baju kerja rapi, namun dasi nya masih tersampir bebas di leher.

"Seperti yang kau lihat, ia terus menyusu seolah tak ada hari esok." Chanyeol mengangguk, dan duduk di samping Baekhyun. Mencondongkan tubuh nya kedepan memudahkan suami nya untuk menata dasi kerja nya seperti biasa.

"Pegangi Sehun dulu.." Chanyeol menuntun tangan nya untuk memegangi Sehun yang masih terus menyusu. Sedangkan tangan Baekhyun di alihkan untuk menjalin dasi di leher Chanyeol agar terbentuk rapi.

"Hari ini aku ingin membawa Sehun ke toko. Ada janji temu dengan Kyungsoo dan Joonmyeon Hyung." Chanyeol menatap ragu.

"Kau yakin ingin membawa Sehun ke toko tanpa aku ? Tanpa mami atau mama ?"

"Di sana ada karyawan ku Chanyeol, tenang saja." Baekhyun menepuk pundak Chanyeol sekali, setelah menyelesaikan jalinan dasi nya.

"Bulan depan kita akan pindah ke rumah baru. Sehunnie semakin besar, apartemen kita tidak akan lega untuk tempat bermain nya. Kau tidak ingin ku beri babysitter ?" Chanyeol menatap teduh ke dalam mata suami mungil nya.

"Tidak, kau tau sendiri anak mu bagaimana ? Aku hanya butuh tukang bersih-bersih saja. Karena jika sudah pindah ke rumah yang lebih besar pasti butuh tenaga ekstra." Chanyeol mengangguk kemudian. Menyadari anak nya sangat pemilih untuk di dekati. Hanya ingin bersama ibu nya. Sehun memang antipati dengan orang asing yang baru di temui.

"Pakai baju mu nak, kau bisa sakit." Chanyeol menepuk paha montok putra nya dengan gemas.

"Baek…" Baekhyun mendongak menatap Chanyeol.

"Kenapa setelah Sehun lahir aku jadi memiliki keinginan hidup lebih lama bersama kalian ?" Baekhyun tertawa mendengar perkataan suami nya yang tidak terduga.

"Itu karena kau merasa sempurna." Chanyeol mengangguk, memutar posisi untuk memeluk dua kesayangan nya itu.

"Ini berat… Tapi aku harus pergi bekerja. Padahal aku ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan kalian." Chanyeol menampakkan raut sedih dan kecewa, karena waktu bersama keluarga kecil nya yang terbatas.

"Daddy harus pergi bekerja, karena bulan ini gucci akan launching banyak produk baru." Chanyeol tertawa mendengar kode tersirat yang di berikan Baekhyun.

"Kau mengikuti update gucci sampai sejauh ini ?"

"Iya, supreme juga selalu ku ikuti update nya. Tapi aku harus berhenti menjadi konsumtif. Sekarang Sehunnie jauh lebih penting daripada brand-brand mahal yang menguras dompet itu."

"Tunjuk apapun yang kau suka, jangan menahan keinginan mu untuk sesuatu. Sehun sudah ada anggaran tersendiri kan ? Selama aku bisa akan ku usahakan untuk kebahagiaan dan kebaikan kalian." Baekhyun rasa nya ingin menangis mendengar ucapan Chanyeol yang satu ini. Ia cukup tau dengan menempatkan diri sebagai tanggung jawab Chanyeol, tapi bukan berarti ia bisa bergantung selalu.

"Daddy hati-hati, semangat selalu. Kita menunggu di rumah." Baekhyun mengayun-ayun kan tangan mungil Sehun. Menerima kecupan hangat di bibir tipis nya dengan lumatan singkat.

{CB}

Ini pemandangan menyebalkan menurut Chanyeol. Yixing terus tersenyum seperti orang gila. Dan terus bersiul menyuarakan nada-nada acak yang bising.

"GOOOD MOORRRNIIING DADDY SEHUNNIE!" lihat, seluruh dunia juga tau jika Chanyeol adalah ayah Sehun. Tapi respon nya tidak berlebihan seperti Yixing sekarang.

"Lebih baik kau pulang hyung ! Aku yakin kau sakit." Yixing tertawa dengan kaki yang terus melangkah membuntuti Chanyeol menuju ruang kerja nya.

"Aku sehat, sangaaattt sehat. Bagaimana kabar adik ipar dan keponakan ku yang tampan ?"

"Mereka baik, berat badan Sehun terus bertambah begitupun tinggi nya. Dia semakin aktif. Dan Baekhyun….. ku rasa dia semakin seksi karena walaupun makan dengan porsi banyak tapi akan di keluarkan seimbang untuk asi Sehun" Chanyeol menjawab lancar tanpa menghentikan tangan nya untuk terus memilah-milah berkas.

"Hari ini Joonmyeon ada jadwal temu dengan Baekhyun di toko nya. Jika tidak salah, ada satu lagi teman Baekhyun yang ikut bergabung." Chanyeol berhenti sejenak, memicingkan mata nya menatap sejurus ke arah Yixing.

"Kau menyukai Joonmyeon ?" Yixing menutup mulut nya rapat saat mendapati pandangan Chanyeol yang menyiratkan sebuah kemarahan.

"Ch-Chanyeol…" Chanyeol membanting pena nya ke atas meja, setelah menyadari jika dugaan nya tepat sasaran.

"Aku tidak bisa mengatur perasaan ku sendiri."

"Tapi Joonmyeon milik orang hyung, astaga!" Chanyeol mengurut kening nya yang mulai pening. Ini dilema untuk nya, bagaimanapun Yixing sudah di anggap sebagai keluarga inti. Jika Yixing mengalami patah hati, maka perasaan itu pula yang akan di alami Chanyeol.

"Dia orang pertama yang bisa menembus hati dingin ku. Kau tau aku seperti apa ?" Chanyeol tau selama ini tidak ada yang mampu menyentuh hati Yixing untuk masalah cinta. Semua perasaan nya hanya di curahkan untuk bekerja. Tapi ia menambatkan hati pada orang yang salah, pada milik orang lain. Sebelum terlalu jauh, setidak nya Chanyeol ingin menyadarkan Yixing agar sakit hati yang di dapat nya nanti tidak memperburuk keadaan nya.

"Hyung, pilih siapapun untuk kau cintai. Tapi bukan Joonmyeon.." Yixing hanya menggeleng lemah, dan terduduk lemas di sofa.

{CB}

Sehun sudah memasuki usia enam bulan dan mulai di beri makanan pendamping asi. Setiap hari nya Baekhyun akan di sibukkan dengan ragam menu sehat untuk anak nya. Rutinitas nya di mulai pagi buta. Menyiapkan makan untuk diri nya dan Chanyeol. Kemudian menyiapkan menu untuk Sehun. Ia sangat menikmati peran baru nya sebagai ibu. Jika ada waktu luang ia akan menyempatkan diri ke toko. Seperti siang ini, ia memasuki toko buku nya dengan Sehun dalam gendongan. Bayi laki-laki itu terlihat belepotan karena biskuit dalam genggaman nya. Sehun sangat suka makan dan ngemil.

"SEHUNNIE ?" Krystal menyambut kedatangan mereka dengan binar bahagia. Karyawan wanita satu-satu nya yang di miliki Baekhyun itu selalu antusias jika bos nya datang bersama Sehun. Bahkan Krystal mengikrarkan diri nya sebagai 'Sehun stan'.

"Tolong kau asuh Sehun selama aku berkumpul dengan teman-teman ku. Ah… tolong sterilkan juga meja ujung, akan ku gunakan nanti." Krystal mengambil alih Sehun untuk di gendong. Sedikit mengangkat alis nya saat menyadari betapa banyak barang bawaan yang di tenteng oleh bos nya.

"Bos, kau membawa seluruh isi rumah mu dalam satu tas ?" Baekhyun menatap tas jinjing besar yang sudah di letakkan di atas sofa di dalam ruang kerja nya.

"Ini perlengkapan Sehun semua. Ada baju ganti, pempers, biskuit, mainan nya, dan bantal ayam."

"Bahkan kau membawa bantal ?" Baekhyun mengangguk.

"Sehun tidak akan bisa tidur tanpa Chikini."

"Chikini ?" Krystal menatap bingung, masih dengan mengayunkan tubuh nya menjaga agar Sehun tetap nyaman.

"Nama bantal ayam milik Sehun."

Chikini adalah nama bantal ayam milik Sehun. Chanyeol yang memberi nama, karena menurut Chanyeol itu bentuk ayam terburuk yang pernah ada. Sehun memang tidak akan bisa tidur tanpa bantal ayam nya. Bantal ayam itu pemberian Heechul, yang di beli dari Jepang sepulang liburan bersama Yoona. Bantal itu berbentuk bulat, dengan warna pelangi. Mungkin karena warna yang cerah membuat Sehun tertarik. Kebiasaan nya sebelum tidur adalah menyusu Baekhyun, dengan tangan mungil nya yang terus memainkan Chikini.

"Jika bantal itu hilang bagaimana ?"

"Kita harus bersiap sakit telinga, mendengar suara tangisan nya yang melengking sampai ke pluto." Baekhyun memberi kecupan di pipi Sehun, yang di sambut semburan biskuit.

"Sehunnie…" marah nya tertelan rasa gemas, karena mendengar kikikan Sehun.

"Kau bermain bersama aunty Krys ya.. Mommy ada tamu" tawa riang Sehun seketika terganti dengan cebikan bibir. Ini pertanda buruk, jika tidak segera di tenangkan Sehun akan menangis.

"Mom...mom…" Baekhyun mendengus pelan, kemudian mengambil tissue basah untuk membersihkan seluruh wajah anak nya yang ternoda remahan biskiuit.

"Sehunnie tidak ingin bersama ku ? Padahal aunty Krys sangat merindukan mu…" Krystal menampakkan wajah sedih saat Sehun di ambil kembali oleh ibu nya.

"Semakin besar Sehun sangat pemilih. Dengan daddy nya pun ia enggan jika bukan kemauan nya sendiri."

{CB}

Sehun sangat jahil dengan Luhan, terus membuntuti Luhan kemana pun anak pasangan Kim itu pergi. Beda nya jika Luhan sudah bisa berjalan dan berbicara, sedangkan Sehun hanya bisa merangkak serta mengoceh.

"Hyun, adik Sehun sangat nakal. Dia terus mengejar dan merebut apa yang ku pegang" Baekhyun menoleh menyaksikan anak nya yang terlihat berbahagia setelah berhasil merebut mainan milik Luhan.

"Hannie mengalah ya, adik Sehun masih kecil jadi belum mengerti." Kyungsoo memberi sahutan untuk seruan protes Luhan.

"Hannie bisa ambil mainan lain, okay ?" Baekhyun mengusak puncak kepala Luhan. Bocah itu mengangguk dan berlalu pergi untuk mengambil mainan yang lain dan bergabung kembali bersama Sehun.

"Apa ada kabar lagi dari panti asuhan ?" Baekhyun membuka suara dengan menyeruput ringat teh hangat buatan Johyuk.

"Belum, dan ku harap tidak ada kabar apapun Baek." Baekhyun mengangguk, meletakkan kembali cangkir nya.

"Ada teman ku lagi yang ingin bergabung. Ku harap kau nyaman Soo."

"Siapa ?"

"Baekhyun…" suara itu secara otomatis membuat dua orang yang sedang duduk menikmati obrolan menolah. Berdiri seorang lelaki berkulit sangat putih tanpa cacat. Menggunakan stelan serasi, tampak semakin menarik.

"Hai..." Joonmyeon yang berjalan mendekat membuat Kyungsoo seperti mengenal sangat lama. Rasa nya seperti telah menghabiskan banyak waktu bersama, padahal fakta yang ada mereka baru bertemu hari ini melalui Baekhyun.

Kyungsoo ingin menangis kemudian berlalu pergi saat mendapati Joonmyeon kian mendekat. Ini tidak wajar, Kyungsoo seperti bertemu malaikat pencabut nyawa. Dada nya sesak terhimpit oleh desakan tak kasat mata.

"Soo… Kyungsoo…" Baekhyun setengah menjerit menyaksikan keadaan sahabat nya yang menyedihkan. Ia jatuh terduduk tiba-tiba di atas lantai tanpa ada sebab yang jelas. Joonmyeon ikut panik sebelum mata nya menangkap dua orang bayi yang sedang menikmati mainan mereka. Joonmyeon tau yang sedang tertawa dan menampakkan mata bulan sabit adalah Sehun. Tapi fokus nya bukan di sana, ia menatap bayi yang lebih besar dengan dada bertalu. Joonmyeon seperti mengenal bocah itu lama. Usia nya sama, seharus nya anak nya juga sebesar itu. Seharus nya…..

"JOONMYEON HYUNG ?!!"

{CB}

BUGH! BUGH! BUGH!

"HYUNG, HENTIKAN!" definisi malaikat yang di sematkan Chanyeol untuk Yixing seketika musnah. Lelaki keturunan China yang sudah di anggap seperti saudara kandung itu dengan membabi buta menyerang Yifan. Chanyeol cukup kualahan dengan tenaga Yixing yang berkali-kali lipat bertambah. Emosi yang berapi menyuntikkan energi lebih ke dalam tubuh tegap Yixing.

"YIXING BERHENTI ! INI RUMAH SAKIT !" Yixing menegakkan tubuh nya kembali, merapikan jas kerja nya yang sedikit terangkat. Jika Chanyeol sudah memanggil nya dengan nama tanpa akhiran 'hyung' ini adalah pertanda jika ayah Sehun itu sedang marah.

"Apa yang kau pikirkan hah ? kau marah karena apa ?!" Chanyeol menatap nyalang ke arah Yixing dengan nafas tersengal.

"Dia--" Chanyeol membawa telunjuknya menunjuk tubuh Yifan yang tersungkur dengan luka lebam di seluruh wajah.

"Dia kemari menjemput su-ami-nya!"

"Suami macam apa ?! dia bajingan !" Yixing sudah bersiap menendang kaki Yifan namun berhasil di halangi Chanyeol.

"Kendalikan dirimu hyung, kau terlalu terbawa perasaan!"

"YA ! CIN-TA ! aku ingin mempertahankan apa yang aku cintai."

"Tapi Joonmyeon milik Yifan, hyung.." Chanyeol masih berusaha keras memberi pengertian kepada Yixing. Merendahkan suara nya yang sempat meninggi.

"Bukan, semenjak Joonmyeon memutuskan pergi. Dia bukan milik siapapun, dan aku ingin memiliki nya!" Yixing berucap penuh ancaman kemudian berlalu pergi. Meninggalkan Chanyeol dan Yifan di depan ruang rawat tempat Joonmyeon berada.

"Ayo bangun…" Chanyeol mengulurkan tangan nya untuk membantu Yifan bangkit. Menuntun tubuh yang sedikit lebih tinggi itu untuk duduk dengan nyaman di antara deretan kursi tunggu.

"Maafkan Yixing…" Yifan hanya menganggu menerima sapu tangan dari Chanyeol untuk membasuh noda darah di sudut bibir.

"Aku yang seharusnya meminta maaf kepada nya. Sudah membiarkan apa yang ku miliki pergi, tapi datang untuk meminta kembali. Sungguh tak tau malu.." Yifan menertawakan diri nya sendiri. Chanyeol tau rasa perih di sekujur tubuh nya tidak sebanding dengan derita hati seorang suami yang masih mencintai milik nya.

"Itu berarti kau masih mencintai. Perbaiki apa yang salah, meskipun aku tidak tau ada apa antara kalian. Tapi aku yakin ini pasti berat, dan bertambah berat dengan kedatangan hyung-ku." Yifan tersenyum tipis sebagai siratan rasa terimakasih nya atas nasihat bijak Chanyeol.

{CB}

"Chanyeol….." Baekhyun berhambur ke pelukan Chanyeol ketika suami nya itu baru selesai menutup pintu utama apartemen.

"Kenapa hm ?"

"Ak-aku… Khawatir dengan mereka berdua. Aku tidak tau apa yang terjadi hingga mereka berdua bisa sama-sama sekacau itu." Chanyeol menuntun Baekhyun untuk memasuki ruang tamu. Ia meletakkan tas kerja nya di atas sofa kemudian berdiri berhadapan, memegang pinggul Baekhyun erat.

"Aku takut… Hiks.. Padahal mereka belum pernah bertemu sebelum nya." Chanyeol membawa tangan nya untuk menyelipkan rambut Baekhyun yang berterbangan di pipi ke belakang telinga.

"Bukan salah mu… Kyungsoo mungkin hanya kelelahan. Dan Joonmyeon sedang mengalami depresi berat."

Joonmyeon memang langsung di larikan ke rumah sakit setelah pingsan tanpa sebab. Sedangkan Kyungsoo di antar pulang oleh karyawan Baekhyun karena mengalami hal serupa. Sahabat nya itu terus melamun dengan mendekap erat Luhan dalam gendongan, tanpa peduli dunia. Baekhyun di rundung khawatir karena keadaan mereka yang memburuk secara tak langsung di sebab kan pertemuan mereka hari ini. Baekhyun berinisiatif menghubungi suami nya karena merasa kualahan dengan situasi yang ada. Dan itu cukup membantu, tapi sayang semua malah menjadi buruk karena keributan yang di lakukan Yixing kepada Yifan.

"Besok aku akan menghubungi Jongin untuk menanyakan kabar Kyungsoo. Dan Joonmyeon sedang di tangani dokter serta Yifan." Baekhyun bersandar pada dada Chanyeol, menggambar garis abstrak disana dengan jemari lentik milik nya.

"Ini rumit, semoga mereka segera menemui akhir. Aku lebih prihatin pada Kyungsoo, kenapa dia menjadi seperti ini ?"

"Sssttt… Kita bahas besok lagi ya ? Sekarang dimana anak nakal itu berada ? Dan apa saja yang dilakukan nya seharian ini ?"

"Dia sedang mengarungi mimpi bersama Chikini. Dia mulai berani menyemburkan makanan nya ke wajah ku. Merebut semua mainan milik Luhan, kemudian membuang nya. Dia sangat jahil dan nakal Chanyeol." si tinggi tertawa lebar mendengar penjelasan suami nya. Di kepala nya berputar bayangan Sehun saat menyembur, atau saat berebut mainan.

"Ck, bantal ayam jelek itu selalu lebih beruntung daripada aku. Bisa menghabiskan banyak waktu bersama Sehun. Ehmm… Kalau mommy Sehun seharian ini melakukan apa saja ?" Baekhyun mendongak untuk menatap wajah Chanyeol.

"Aku menghabiskan sepanjang hari ku untuk merindukan mu, daddy."

"Apa ini artinya….."

"ARGH! HAHAHAH, daddy geli." Chanyeol mengangkat tubuh baekhyun dengan hidung nya yang terus mendengus-dengus seluruh area sensitif milik suami nya.

"Kita buatkan Sehun adik ?"

"Kau gila ?! Dia masih enam bulan. Gunakan pengaman Chanyeol, aku tidak mau memiliki anak lagi. Sehun masih terlalu kecil."

"Kau tidak meminum pil yang di berikan mami ?"

"Sudah, tapi aku takut itu tidak akurat. Kau tau sendiri jika kita sudah bercinta selalu lupa daratan ?"

"Persetan Baek, jika ini jadi. Aku akan bekerja keras untuk menghidupi anak-anak kita."

"Chanyeol, aww! Eunnghhh.."

{CB}

Yang lebih kecil memasrahkan diri nya pada yang lebih tinggi. Memejamkan mata menikmati semua sentuhan yang di berikan.

"Aku adalah pemuja tubuh mu." bisikan nya terasa pelan dan berat. Chanyeol memberikan gigitan kecil pada leher mulus suami nya, terlalu gemas dengan keindahan yang nyata. Dan ingin terus memberi tanda seperti sedang melukis di atas buku gambar.

"Euunngghh, chan…" Baekhyun meracau pelan ketika Chanyeol mulai memainkan puting nya dari balik baju.

"Call me daddy.." Chanyeol melumat habis bibir Baekhyun. Menghisap tanpa sisa dengan rakus tapi pasti.

"Buka baju mu, baby." Chanyeol memerintah suami nya sesaat setelah melepas ciuman panas mereka. Namun Baekhyun masih enggan, tetap tertidur manja di atas sofa dengan bibir bawah di cebikkan.

"Tidak mau, daddy saja yang membuka nya." dan Chanyeol kehilangan kewarasan melihat suami nya yang selalu menggoda.

Jemari besar nya membuka satu per satu kancing baju yang di gunakan Baekhyun. Kemudian turun ke bawah, melepas celana pendek yang di kenakan.

"Baek…." Chanyeol berhenti saat tersadar oleh sesuatu.

"Apaaa lagiiihh ?" Baekhyun merasakan pening luar biasa saat nafsu yang sudah memuncak harus di buang telak karena panggilan dari Chanyeol.

"Aku ingin menyusu seperti Sehun." cengiran lebar itu membuat Baekhyun naik pitam. Ini menyebalkan karena biasa nya dengan tidak sopan Chanyeol meraba-raba dan memegang sembarangan. Tapi kenapa kali ini harus ijin ?

"DUMBO SIALAN!"

{CB}

"Kyungsoo…. Ayo makan ?"

"Tidak Jongin, aku hanya ingin berada di dekat Luhan." Jongin mulai ketakutan melihat Kyungsoo yang tidak baik-baik saja sepulang pergi bertemu Baekhyun tadi siang.

"Kyungsoo lihat aku!" Jongin menangkup kedua pipi suami nya dan menatap lekat.

"Kau kenapa ? Jawab aku ada apa ?" Jongin menaikkan nada nya tegas. Membuat mata bulat milik suami nya mulai menimbun banyak air.

"Te-teman Baekhyun, aku bertemu seseorang dengan duplikasi sama seperti Luhan, Jongin. Aku baru saja membicarakan tentang panti asuhan. Dan tiba-tiba lelaki itu datang, hidung pipi bibir semua sama seperti Luhan. Aku terserang panik berlebihan, respon otak dan tubuh ku tidak bekerja sama dengan naluri ku." Kyungsoo menggerak-gerakkan tubuh nya gusar. Menjelaskan dengan acak, namun masih bisa tertangkap jelas muara nya.

"Di dunia ini banyak wajah yang sama, ini hanya kebetulan okay ? Jangan panik." Kyungsoo menyambar tubuh Jongin cepat dan menangis sekeras mungkin. Air mata yang sudah di tahan sedari siang ternyata hanya mampu di simpan sampai sini.

"Senyum nya sama, sorot mata nya sama. Sama-sama indah, aku takut Jongin. Hiks."

"Kau salah prediksi, ini hanya kebetulan. Luhan anak kita, kau ingat ?" Kyungsoo menggeleng masih dalam pelukan Jongin.

"Kenyataan nya dia memang bukan anak kita Jongin. Tapi aku hanya ingin Luhan yang menjadi anak ku, bukan yang lain… Hiks."

"Tenangkan dirimu, Luhan tak akan dimiliki siapapun." Jongin menangkup sekali lagi wajah sendu suami nya. Menyalurkan ketenangan dengan memberi lumatan lembut pada benda lunak berbentuk hati itu. Kyungsoo terpejam, merasakan hangat di seluruh tubuh nya yang tadi menggigil. Lumatan Jongin sampai ke hati nya yang guncang, mengalir bersama darah nya hingga memberi efek tenang.

"Maafkan aku… Aku terlalu panik."

"Kudengar dia juga pingsan, apa kau tau ?" Kyungsoo mengusap ingus nya kemudian menelengkan kepala.

"Samar-samar aku melihat Baekhyun yang kebingungan dan karyawan nya yang mulai terlihat berkerubung. Seperti nya dia memang pingsan, tapi entah.." Jongin mengangguk melingkarkan lengan nya pada bahu sempit Kyungsoo, menuntun menuju ranjang agar berbaring nyaman di sisi Luhan.

"Tidurlah bersama Luhan, dia tadi menangis melihat mu seperti itu. Terus memanggil mama nya tapi kau hanya memandang kosong kedepan." Kyungsoo mengangguk lagi, menarik selimut sebatas dada. Menghadap miring ke arah Luhan, dan mendekap erat tubuh anak nya yang masih setia terlelap.

{CB}

Suara tetesan cairan infus menembus sepi di antara ruang rawat tempat Joonmyeon berada. Yifan bagai patung yang tidak bergerak atau bahkan berkedip. Memandangi wajah suami mungil nya tanpa bosan. Bibir indah nya masih pucat dan terlihat sedikit kering. Yifan menuntun tangan nya canggung untuk membelai pipi putih Joonmyeon. Rindu setengah mati menimpa dada nya, setelah hampir setengah tahun Joonmyen membawa seluruh hati nya pergi. Joonmyeon hanya menyisakan sesal yang menyiksa Yifan setiap saat. Rindu yang menggebu, dengan segala bumbu rasa sakit tak terjelaskan.

"Kau-- terlalu baik untuk ku memang. My Queen, kau pantas di cintai orang seperti Yixing. Tapi ijinkan aku menebus semua, kebodohan yang melukai mu." Tangis nya berusaha di tahan tapi tidak bisa. Bibir tebal Yifan bergetar hebat menyampaikan lara mendalam yang datang bersamaan dengan air mata nya yang jatuh.

"Yi-fan…" suara itu, yang selalu membuat Yifan hampir gila jika tak mendengar nya.

"J-joonie…" Yang lebih tinggi mendongak dari posisi menunduk nya. Tangan Joonmyeon yang tidak di tancapi jarum infus, lemah terangkat. Menyapu air mata Yifan yang jatuh membasahi pipi pria Wu itu.

"Jangan menangis, kau sangat jelek." kekehan serak yang keluar dari bibir Joonmyeon pun masih mampu membuat darah Yifan berdesir menyenangkan.

"Katakan cara terbaik mengendalikan rasa menyesal yang sudah mendarah daging ? Tangis ku juga tidak akan membuat mu kembali pada ku. Aku sudah menjadi pengecut yang bersembunyi di balik kebohongan fatal. Menyakiti malaikat serupa ratu seperti mu." Yifan menempelkan telapak tangan Joonmyeon pada sisi pipi nya, mengecup berkali-kali sebagai obat sakit.

"Hanya lupakan, dan menjadi lebih baik. Walaupun fatal, tapi aku bukan Tuhan yang bisa memberi mu hukuman."

"Kau masih seperti biasa, terlalu baik dengan mendaur ulang sampah seperti ku."

"Berhenti menyebut diri mu sampah." Joonmyeon memalingkan wajah ke arah berlawanan. Menghalau air mata nya agar tak terlihat oleh Yifan.

"Mana ada Ayah yang membuang anak nya ke panti asuhan ? Membuat skenario dengan mengatakan bahwa dia sudah mati saat kau melahirkan nya ? Kau bahkan masih mempercayai ku walaupun mayat nya tidak benar-benar ada di depan mata mu ? Sebutan apa yang tepat untuk orang seperti ku selain-- sampah ?" Joonmyeon bangkit mengabaikan rasa tak berdaya di sekujur tubuh. Lupa jika selang infus bisa saja lepas dengan hentakan keras nya untuk memeluk kepala Yifan dan menenggelamkan di antara perut ramping nya.

"Tolong berhenti menyebut diri mu sampah. Jika kau memang sampah aku rela memungut mu kembali, membersihkan mu seperti kau seolah tidak pernah berada di antara kotoran itu." Yifan memeluk pinggang Joonmyeon terlampau erat. Merasakan air mata nya membasahi baju rumah sakit yang di kenakan suami nya.

"A-aku-- tadi bertemu seorang anak seusia anak kita. Kepala ku tiba-tiba terasa pening melihat tawa nya, seolah refleksi diri ku. Dia sangat mirip dengan ku, hingga cara nya tersenyum. Aku berhalusinasi terlalu banyak, dan berakhir di sini sekarang-"

"Ya… dan Chanyeol segera menghubungi ku." Joonmyeon masih memberi elusan lembut pada rambut Yifan yang masih bersandar nyaman pada perut nya.

"Yifan-"

"Hm ?"

"Kau terjatuh ? Lebam ini berasal dari mana ?" Joonmyeon mengamati seksama bekas keunguan pada tangan Yifan.

"Aku baru saja berperang, mempertahan kan milik ku. Ini jauh lebih mencengkam daripada berebut wilayah di medan perang. Tapi--" Yifan menggantung ucapan nya dan mendongak menatap penuh cinta kepada Joonmyeon.

"Hm ? Kenapa ? Ada yang salah ?"

"Tapi dari sini aku belajar, bahwa menyia-nyiakan barang berharga adalah kebodohan. Jika kau mau menerima ku kembali, aku akan berubah menjadi lebih baik. Mari bersama dan mencari anak kita." Joonmyeon memeluk Yifan lagi.

"Jika aku tidak mau kembali padamu ?"

"Aku akan mati saja Joonmyeon." yang lebih kecil tertawa renyah.

"Aku rasa sudah mulai menyukai Yixing." Joonmyeon menahan geli saat mendapati kilatan emosi dari wajah tampan Yifan.

"Tapi aku akan terus menyukai mu- TIDAK ! aku akan terus mencintaimu." mereka berdua terbahak bersama, menuntaskan rasa rindu masing-masing. Memulai dari awal dan menata ulang kepercayaan yang sempat di rusak Yifan. Mencari anak mereka, di bawa kembali pulang untuk di besarkan bersama. Menebus dua tahun yang hilang, membayar hutang kasih sayang yang tak pernah tersampaikan.

{CB}

Cucian yang menumpuk membuat Baekhyun harus rela menghabiskan pagi nya di depan mesin cuci. Memastikan pakaian yang di cuci bersih dari noda, terutama pakaian milik anak nya.

Ibu satu anak itu berjalan memasuki ruang keluarga bermaksud memungut sisa pakaian kotor yang di letakkan sembarangan oleh Chanyeol.

"Chanyeol ?!" Baekhyun memekik dengan diameter mata nya ikut membesar. Chanyeol selalu teledor jika di mintai bantuan menjaga Sehun di pagi hari. Eyeliner warna coklat dan hitam milik Baekhyun sudah lebur tak berbentuk. Sehun menjadikan nya sebagai pensil warna dengan objek utama, wajah ayah nya.

"Chanyeol bangun !" Baekhyun menggendong Sehun dengan sisi tangan nya yang bebas menggoyang acak tubuh suami nya.

"Eunghhh, ada apa ?" suara serak menjelaskan bahwa ia telah melalui tidur nyenyak.

"Eyeliner ku lihat ! Ini baru ku beli dan kedua nya rusak karena kau selalu tertidur saat ku minta menjaga Sehun."

"Kyaaaa… Nyol… Nyol…" Sehun berteriak senang menyaksikan maha karya yang di buat.

"Panggil daddy Sehun, bukan Nyol !" Chanyeol bersungut menyadari panggilan Sehun untuk nya.

"Berkacalah, dan lihat wajah mu yang sudah jelek kini semakin jelek !" Chanyeol lari ke ujung ruangan, di depan kamar mandi. Ada wastafel lengkap dengan kaca dinding. Chanyeol berkaca disana, menamatkan rupa nya yang acak-acakan.

"SEHUUUUUUNNNNNNN !!!!!!"

"Kyaaaa…. Nyol… Nyol…. Kekekek." Baekhyun ikut tertawa melihat anak nya terpingkal senang. "HAHAHAH… Lain kali jangan tidur saat mengasuh bayi."

Sang kepala rumah tangga melupakan rasa jengkel nya, kemudian mengejar main-main untuk menangkap Sehun yang sedang di gendong Baekhyun.

"Chanyeoooolll….. Berhenti. Aku dan Sehun bisa terjatuh. Hahhaha"

"Nyol…. Nyol…."

"Sehunnie jangan memanggil daddy seperti itu." Chanyeol terengah dan berhenti sejenak. Menuntun dua kesayangan nya untuk duduk di atas karpet yang tergelar bebas di ruang tamu.

"Ikuti daddy ya… Panggil DA-DDY, ayo coba."

"Nyol…" Sehun mengangguk dalam pangkuan ibu nya, mengikuti instruksi Chanyeol.

"Kita coba lagi, DA-DDY… DA-DDY… DA-DDY.."

"Nyol…." Lagi, Sehun masih mempertahankan ucapan nya.

"Sehunnie…. DADDY, DADDY, PANGGIL DADDY." Baekhyun tak kuasa menahan tawa, ketika wajah antara frustasi itu terlihat semakin idiot saat merengek meminta Sehun memanggil daddy.

"Nyol, nyol, nyol…."

"Sehunnieeeee……" dan Chanyeol berselonjor menghentak-hentakkan kaki hampir menangis.

"Biar ku coba…. Panggil mommy ?" Baekhyun mengambil alih perhatian Sehun untuk bergantian mengikuti ucapan nya.

"Mom…. Mom… Mom…"

"Kau bisa memanggil mommy ? Tapi tidak bisa memanggil daddy ?"

"Mom… Mom… Mom…. Cu cu cu cu" Sehun mengabaikan Chanyeol dan mulai mengais kerah ibu nya. Pertanda mulai haus setelah lelah bermain bersama orang tua nya.

"Susu lagi ? Baru saja bermain sudah meminta susu." Baekhyun membuka dua kancing teratas menampakkan dua puting merekah milik nya. Sebelah kiri sudah tenggelam tertelan oleh anak nya. Dan tiba-tiba--

"C- chanyeol… Apa yang kau lakukan ?" Baekhyun terserang panas di bagian pipi melihat Chanyeol ikut menghisap bagian kanan puting nya yang bebas.

"Aku juga haus mommy…" Chanyeol mendongak sekejap kemudian melanjutkan kegiatan nya.

"Jika kau haus ambil minum di dapur, ini jatah anak mu. Kau ingin di hajar mama ya ?" kedikan bahu menjadi jawaban atas ocehan panjang Baekhyun, pada akhir nya ia mengalah juga.

Baekhyun mengamati dua belahan jiwa nya yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Hisapan kuat terkadang ngilu di rasakan pada kedua sisi puting nya. Tangan nya yang bebas di bawa untuk menghapus bekas eyeliner yang masih menempel di pipi Chanyeol. Chanyeol hanya mampu memejamkan mata merasakan jari lentik itu membelai wajah nya. Mungkin ini alasan Sehun selalu tertidur saat sedang menyusu.

"Chanyeol…" ploop! Chanyeol melepaskan kuluman nya pada puting Baekhyun.

"Hm ?"

"Aku ingin terus seperti ini, membesarkan Sehun bersama mu. Menjalani hari-hari menyenangkan bertiga. Apa do'aku akan di dengar ?"

"Aku yang akan mengabulkan."

"Jika justru kau sendiri yang menghancurkan ?"

"Kau bisa meninggalkan ku dan membawa Sehun. Karena siksaan yang sesungguh nya saat aku harus berjauhan dari kalian berdua." Baekhyun mengangguk dan tersenyum setelah mendapat hadiah kecupan mesra dari suami nya.

"Cuci muka mu dan pergi makan, setelah ini kita harus pergi membeli eyeliner baru. Kalian menghancurkan kehidupan ku." ucap Baekhyun dramatis.

"Kehidupan ?"

"Iya, eyeliner adalah hidup ku tau ?!"

"Huh ? HAHAHAH. Aku akan membelikan eyeliner sekaligus perusahaan nya."

"Pembual !"

*Halooo maap untuk kemoloran update nya.

*buat yg bingung sama scene joonkyung. Itu aku buat mereka jadi terikat satu sama lain karena Luhan. Joon sebagai yg melahirkan, sedangkan Kyung sebagai yang merawat. (Kalo ngga masuk nalar maafkan, itu berdasarkan imajinasi ku sendiri) dan masih jadi misteri si Luhan ntar ikut siapa ? :D scene ini terinspirasi dri kemiripan Joonmyeon sama Luhan di spoiler elyxion pas pose dari samping. Semoga ngerti.

*Yep, yg jawab klo Luhan anak krisho syelamaaattt, klo ada paket nyampe kerumah kalian itu pasti………………. Dari kurir bukan dari aku apa lagi dari mbah Sooman. :D

*Yixing ?

*Ahsyudahlah aku mau buat yg manis" aja buat chanbaek, ngenes aku tuh liat mereka sangat angst di kehidupan nyata.

*Terimakasih untk yg sdh FAV, FOLL, REVIE * KU CINTA KALIAAAANN.

Thankseu - Salam CBHS