10.

"Memakai wig tidak serta merta membuatku memiliki payudara, sangat disayangkan." komentar Hakutaku sambil memainkan wig panjang yang dipakainya saat ini.

Sepasang mata Hozuki berkilat. Di sebuah meja yang terletak cukup dekat dengan mereka, sudah tersedia banyak alat penyiksa. Iblis itu meraih sebuah pematik api, menyalakannya, dan membakar ujung cambuk yang kemudian dipergunakannya untuk mencambuk sekumpulan pria yang mengaduh kesakitan.

Yang menarik dari penampilan sang Kishin adalah, wig palsu panjangnya yang terus bergerak lembut mengikuti gerakkan iblis itu.

"Maafkan kami, seandainya saja kami tidak kekurangan tenaga kerja, barangkali tuan Hozuki tidak perlu turun tangan seperti ini." ujar Okou dengan ekspresi bersalah di wajahnya.

"Ah, kufikir ia menikmatinya." balas Hakutaku sambil tersenyum. "Lagipula bukankah memang tidak mudah untuk mencari iblis wanita yang memiliki kemampuan menyiksa? Jangan terlalu diambil pusing."

.

.

*Perempuan-End*