Desclaimer : Aoyama Gosho
Happy Reading..
Stay on My Side
.
"Kau sedang menunggu email dari seseorang?" Tanya Akako khawatir melihat Saguru yang sedari tadi mengutak-atik handphone nya."
"Aa.. Tidak." Jawab Saguru sambil tertawa nervous.
"Miyano kan? Tak apa, kenapa kau menutupinya dariku?"
"…" Saguru hanya diam menatap Akako, heran karena ia bisa menebaknya.
"Aku tau, pertemuan kita ini dia yang merencanakannya." Ucap Akako tersenyum sambil menerawang jauh.
"Maaf, bukannya aku ingin menutupinya darimu. Hanya saja, aku khawatir dari semalam email dan teleponku tak di jawabnya, bahkan saat ini handphonenya tidak aktif." Ucap Saguru menjelaskan, sambil tetap mencoba menghubungi Shiho. 'Dimana kau Shiho…'
XXX
"Aa-apa yang kau lakukan…" Ucap Shiho gugup saat melihat orang itu membuka kancing kemejanya dan berjalan mendekat.
"Tentu saja kita akan bersenang-senang.." Ucap orang itu.
Shiho hanya menatap horror orang itu. 'Sial.. kenapa ikatan ini kencang sekali. Aku sama sekali tidak bisa bergerak.' Batinnya sambil mencoba menggerak garakkan tangannya, sia-sia.
"Tenang sayang, kau tak perlu takut begitu. Aku jamin kau akan menyukainya." Ucapnya sambil membuka ikatan pada tangan dan kaki Shiho.
Dan ketika orang itu berhasil membuka ikatan pada kakinya, Shiho menendang wajah orang itu telak, hingga hidungnya berdarah dan terjungkal kebelakang dengan tidak elitnya. Dan tentu saja itu merupakan bahaya bagi Shiho karena orang itu terlihat sangat murka.
"Hhh, kau.. Sini..!" Ucap orang itu seraya mencengkram bahu Shiho kencang, membawanya dari kursi itu dan membantingnya ke ubin yang dingin dan kotor. Sementara Shiho sama sekali tidak melawan karena orang itu terlalu kuat.
"Lihat! Kau harus membayar perbuatanmu." Ucap orang itu sambil menyeka darah yang keluar dari hidung dan bibirnya, mendekat dan mulai mencoba untuk menyentuh dan mencium Shiho.
Gadis itu memberontak sekuat tenaga, teriak meminta pertolongan, berharap ada seseorang yang akan mendengarnya. Tangan dan kakinya bergerak mencoba menjauhkan dirinya dari laki-laki yang mulai membuka pakaiannya itu.
Merasa terganggu, orang itupun mulai tidak sabar dan lagi-lagi ia memukul wajah Shiho dengan keras sehingga membuat gadis itu pingsan seketika.
Orang itupun tersenyum puas melihat Shiho yang tak sadarkan diri.
.
.
.
.
.
Gubrak
.
Mendengar suara pintu yang di buka paksa, orang itupun menolehkan kepalanya
.
Ppssyuu
.
Dan langsung disambut oleh selongsong peluru yang menghujam tepat di dada kirinya.
Orang itupun menatap nanar orang yang sudah menembaknya sambil memegang dada telanjangnya dan jatuh tersungkur tak bernafas.
.
.
.
"HHh, Hhh.. Haibara.. Haibara.. Haibaraaa.." Ucap laki-laki itu, seraya berlari mendekat, menopang tubuh dan menatap gadis dihadapannya dengan khawatir.
Melihat keadaannya yang begitu mengenaskan, membuatnya seolah bercermin atas apa yang sudah dilakukannya, hasil dari kelalaian tugas dan tanggung jawabnya sendiri.
Sadar akan pakaian yang dikenakan Shiho sobek di beberapa bagian, iapun melepas blazernya dan memakaikannya pada Shiho.
Ia memeluknya, menatap wajah cantiknya yang memerah dan berdarah, menyeka darah yang keluar dari ujung bibir dan pelipisnya dengan tangan tulusnya sambil terus menggumamkan kata "maaf,, maaf,, maafkan aku,"
Tak terasa setetes air mata lolos dari mata tajamnya dan membasahi wajah tampannya. Menyesal? Ya, ia teramat menyesal. Seolah segala kejadian buruk yang menimpa gadis dalam dekapannya itu adalah akibat dari kesalahannya.
.
Matanya, tak henti menatap wajah gadis itu.
Tangannya, tak henti mengelus lembut pipi gadis itu.
Segala kerinduan yang ditahannya selama ini, seolah tumpah begitu saja.
.
Ia tau, ia sangat sadar kalau semua yang terjadi pada Shiho adalah kesalahannya, tapi entah mengapa ada perasaan senang dan tenang. Saat ia sadar bahwa Shiho ada didekapannya saat ini, bersamanya saat ini. Setidaknya ia aman dan nyaman saat ini, duduk sambil mendekap gadis yang entah kanapa, selalu dirindukannya.
Ia melihat Shiho gelisah dalam ketidak sadarannya, matanya bergerak-gerak cemas. "Kudo.." Igau gadis itu, membuat Shinichi membelalakkan matanya, tak menyangka kalau gadis itu mengigau, memanggil namanya.
.
Ya, Shinichi Kudo. Disinilah ia sekarang, bak pahlawan kesiangan yang datang setelah semuanya telah terlambat. Terlambatkah ia? Tidak, tapi hampir.
Setengah mati ia mencari gadis itu setelah ia melihat ia di bawa dan di masukkan ke dalam mobil dan ia tak bisa melakukan apapun saat itu karena sesaat sebelum kejadian itu, ia sedang menghubungi teman masa kecilnya di Japan, ia tau ia tidak boleh lengah sedikitpun menjaga gadis itu, namun bayangan Ran yang sedang menangis karena teleponnya tak kunjung di angkat membuatnya mengangkat telepon dari Ran saat itu.
Bersyukur. Ya, ia sangat bersyukur pada saat itu karena ia ingat, entah bagaimana caranya ia selalu berhasil memasang alat pelacak pada Shiho, entah itu di tasnya, sepatunya ataupun baju bagian belakangnya tanpa disadari oleh Shiho.
.
"Kudo.." Igau gadis itu, lagi. Melihat mimik ketakutan, kegelisahan dari wajah Shiho membuat bagian dari dirinya terasa perih. "Haibara.. sadarlah.., aku disini.. " Hanya itu yang bisa di ucapkan Shinichi.
Dan sekali lagi, ia mengigau menyebut namanya.. "Kudo..!" Dan kali ini ia tersentak dan membuka matanya cepat.
Wajah yang teduh, tatapan mata yang tulus, membawa keamanan dan kenyamanan saat kau melihatnya, itulah yang dirasakan Shiho sesaat setelah ia membuka matanya.
Tak ada kata yang keluar dari bibirnya, hanya perasaan tidak percaya akan apa yang dilihatnya saat ini. 'Kudo, kau.. tidak mungkin, bangunlah Shiho, bangun..' pikir Shiho.
Mengerti akan apa yang dipikirkan gadis itu, "Jangan takut, Haibara.. Aku disini, aku disini untukmu.." Ucapnya Seraya mengeratkan pelukannya pada gadis itu, membenamkan wajahnya dilehernya seolah ingin memberi tahu pada gadisnya bahwa ia adalah nyata.
Saking tidak sadarnya, Shiho bahkan tidak dapat menangkap nada ketulusan dan kelembutan dari ucapan Shinichi tadi, yang tentu saja belum pernah ia perdengarkan sebelumnya pada orang lain. Bahkan pada orang tuanya dan Ran sekalipun. Hanya Shiho.
Kesadaran Shiho sepenuhnya pulih ketika ia merasakan kehangatan dari tubuh Shinichi, dan tanpa disadari cairan bening keluar dari matanya, lalu tak sengaja matanya menangkap pria yang tersungkur di tanah itu dan langsung teringat kejadian tadi. "Orang .. itu.." gumam Shiho.
Mendengar nada kecemasan dari gumamman Shiho, Shinichi pun mencoba menenangkannya. "Ssstt, tak apa. Aku berjanji akan selalu melindungimu kan? Kau ingat? " ucap Shinichi sambil mengelus punggung Shiho mencoba menenangkannya.
Shiho tahu, ia sadar bahwa ia tak seharusnya begini. Shinichi sudah ada yang punya, tak seharusnya ia merasa sebaik ini dalam pelukan seseorang yang sudah memiliki pasangan. Tapi apa daya, ia sudah terlalu nyaman dalam keadaan seperti ini, berdua saja, dalam dekapan laki-laki yang selama ini diam-diam dirindui dan dicintainya.
Dan Shiho pun tidak akan pernah menyangka bahwa Shinichi pun merasakan hal yang sama dengannya.
.
.
"Sasaki.. Apa yang...?" Melihat rekannya yang tengah tersungkur dengan banyak darah yang keluar dari dadanya membuatnya kaget dan mengedarkan pandangannya, dan matanya menangkap dua orang yang tengah berpelukan. Sherry dan.. Tanpa pikir panjang orang itu langsung meneluarkan pistol dan menembakkan kearahnya.
Shiho yang memang posisinya menghadap ke arah pintu, melihat seseorang yang siap melepaskan pelatuk pistolnya ke arah Shinichi, dengan reflek ia berdiri dan melindungi tubuh Shinichi dengan tubuhnya.
.
Dorrr
.
"Hgghhh."
.
"Haibaraaa.."
TBC
Author's Note : Sudah beberapa hari ini ga bisa dibuka di semua browser laptop author (di blokir kayaknya, mungkin ada yang tau dan bisa bantu?.). Jadi baru bisa update sekarang, inipun lewat android, jadi kalo banyak salahnya mohon di maklum.
Balasan Review
KiraScarlet1412 : ok, ini di lanjut
HaiMiyano : is that so? Yang penting di update kan.. :p
M4dG4rl : :)
Kudou Aichi : ok, ini di update.
Uchiha azaka : ;)
