Warning : Chapter terakhir! Sediakan kripik kentang di samping anda dan kecilkan suara anda jika sedang membaca cerita ini dan jangan lupa bahwa typo selalu berada di mana-mana!

Happy Reading!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Taekwoon POV

Apakah ini mimpi? Kenapa terasa seperti dunia nyata? Seingatku.. aku sedang berbicara dengan Hakyeon tentang apa yang akan kita katakan pada orangtuanya dan orangtuaku. Namun, bau aneh tiba-tiba saja tercium dan aku merasa mengantuk begitu pula dengan Hakyeon. Setelahnya aku tidak mengingat apa-apa.

Yang lebih membuatku bingung adalah...

KENAPA AKU BISA BERADA DI ALTAR GEREJA SEKARANG DENGAN PAKAIAN SERBA PUTIH?! Batinku berteriak.

Apa lagi rencana eomma sekarang? Menikahkanku dengan seorang yeoja pilihannya lagi? Astaga... Tanpa di ketahui oleh diriku.. Dia melakukannya lagi...

"Ck. Eomma" decihku tidak suka.

Tong... Tong... Tong...

Bunyi lonceng gereja membuat semua orang di dalam gereja kini berdiri semua.

Dan aku berdiri tak nyaman di sana hingga mataku menatap sosok yang sangat ku cintai berjalan dengan mengaitkan tangannya dengan seorang namja paru baya berumur sekitar 50 tahun di sebelahnya. Dan kalau benar dia pasti Mr. Cha yang sangatlah di takutin oleh semua kolega-kolega bisnis. Rumornya Mr. Cha sangatlah sadis bila itu sudah menyangkut keluarganya.

Dan itu membuatku mengingat dengan jelas apa yang terjadi padaku dan perusahaanku saat itu.

Ah, sepertinya aku harus berpikir 2x sebelum membuat marah Mr. Cha. Batinku

Taekwoon POV End

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hakyeon POV

Pagi-pagi sekali Sanghyuk membangunkan ku dari tidur yang menurutku sangat di paksakan.

Namun, semua yang mereka lakukan membuatku bingung.

Kenapa aku harus memakai kemeja pink dengan jas berwarna putih?

Memangnya ada acara apa yang berlangsung sangat pagi-pagi sekali?.

"Kita mau kemana?" Tanyaku saat mobil sudah mulai berjalan.

"Ke gereja, hyungie" Jawab Sanghyuk

"Ooh... Tapikan ke gereja ngak perlu seformal ini..." Ucapku melihat apa yang ku pakai

"Ah, banyak tanya... Lihat saja nanti" ucap Jaehwan malas

"Ish... Kau dongsaeng kurang ajar" ucapku menjewel kupingnya.

"Yak! Sakit hyung..." ucap Jaehwan memengang teliganya setelah ku lepas.

10 menit lamanya kami di sini, di dalam mobil menunggu mobil tersebut sampai pada tempat tujuan.

"Kenapa sangat sepi?" Gumamku memperhatikan sekeliling gereja.

Setelah kami sampai dan keluar semuanya. Tiba-tiba saja Sanghyuk dan Jaehwan berlari menjauh dari tempat kami berdiri dengan menarik juga eomma ke dalam gereja.

Hingga tersiksa hanya aku dan appa. Aku hanya mengedikkan bahu tanda tak peduli.

Hingga suara lonceng gereja terdengar di teliga kami.

Tong... Tong... Tong...

"Ayo" ucap Appa mengaitkan tangannya ke samping. Aku yang bingung hanya mengikuti saja yang terjadi dengan mengaitkan juga tanganku pada appa.

Kami melangkah ke arah gereja dengan kepala ku sedikit tundukkan.

Hingga suara pinta terbuka dan aku melihat sosok yang sangat ku cintai berdiri di depan sana dengan pakaian serba putih yang sedikit berlawanan warna dengan yang diriku pakai.

'Apa maksudnya ini?' Batinku bingung.

Kenapa semua orang berdiri? Kenapa di belakang Taekwoon ada pastor? Apakah ini adalah acara pernikahan? Siapa yang menikah? Dan mana pengantin perempuannya? Jangan-jangan... Aku... yang saat ini menjadi pengantin perempuan? tidak mungkin...

Banyak pertanyaan di kepalaku membuatku tanpa sadar sudah berdiri di samping Taekwoon sambil mengaitkan tanganku padanya.

Apakah ini mimpi? Kalau memang benar ini mimpi... Tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini... Aku ingin terus merasakanya. Batinku.

Hakyeon POV End.

.

.

.

,

.

.

.

.

"Mari kita mulai acara sakral ini." Ucap Pastor mengumungkan

"Saudara Jung Taekwoon akankah kau menerima saudara Cha Hakyeon sebagai pendamping hidupmu dan hidup dalam suka dan duka bersama?" Tanya pastor kepada Taekwoon

"Ya, saya Jung Taekwoon menerima saudara Cha Hakyeon sebagai mendamping hidup dan hidup dalam suka dan duka bersama" jawab Taekwoon.

"Saudara Cha Hakyeon akankah kau menerima saudara Jung Taekwoon sebagai pendamping hidupmu dan hidup dalam suka dan duka bersama?" Tanya pastor kepada Hakyeon

"Ya, saya Cha Hakyeon menerima saudara Jung Taekwoon sebagai mendamping hidup dan hidup dalam suka dan duka bersama" jawab Hakyeon

"Dalam ikatan kasih tuhan, kalian di pertemukan dan dalam kasihnya juga kalian di persatukan. Kata-kata yang telah diucapkan akan selalu menjadi satu pengikat di antara kalian." Ucap pastor memberikati keduanya.

"Silakan mencium pasangan anda." ucapnya kemudian.

Setelah dipersilahkan Hakyeon dan Taekwoon saling memandang dan memegang tangan satu sama lain.

"Yeonni, aku sangat mencintaimu" ucap Taekwoon

"Woonnie, aku juga sangat mencintaimu" balas Hakyeon

mereka bertatapan dengan mesranya hingga sebuah suara menghancurkan suasana romantis yang dibuat oleh mereka.

"Aish... Kalian lama sekali... Cepatlah... Kalau Taekwoon hyung tidak ingin mencium Hakyeon hyung biar aku saja yang menciumnya." Ucap Hongbin dengan suara yang dapat didengar oleh semua orang disana termaksud Sanghyuk dan tanpa disadari oleh dirinya, dia sudah memancing kecemburuan dan kemarahan 2 orang.

(aish, kong kamu menggangu)

Mendengarnya sontak semua orang yang berada disana ber'kor'ia secara bersamaan kearah Hongbin.. Dan Sanghyuk?

Dia sendiri rasanya ingin sekali memukul mulut yang sudah berani mengatakan kata-kata itu. Sepertinya Sanghyuk cemburu eoh..

Sedangkan Jaehwan dan Wonshik hanya tertawa kecil atas perkataan Hongbin yang menurut mereka sedang memancing kecemburuan Sanghyuk itu.

ayolah, tinggalkan mereka, mari kita lanjutkan melihat pasangan pengantin ini.

Hakyeon merasa geli dengan ucapan Hongbin sedangkan Taekwoon yang mendengarnya ingin sekali memukul kepala adik kesayangannya itu dengan palu karena sudah mengatakan hal itu.

tanpa menunggu lama, Taekwoon menarik dan mencium Hakyeon tepat dibibirnya dan melumatnya sedikit.

Hakyeon yang menerima ciuman mendadak dari Taekwoon sedikit kaget dengan aksi Taekwoon membuat semburat merah berada di pipinya setelah ciuman yang dibilang cukup singkat itu terlepas dari bibirnya.

siulan dari berbagai orang dikeluarga mereka membuat Hakyeon yang sudah malu semakin malu... membuatnya memukul lengan Taekwoon yang tanpa rasa malunya kembali menunjukkan wajah datarnya.

apakah kalian tahu? dia sebenarnya merasa sangat malu akan aksinya tadi yang menurutnya sangat... sangat... memalukan dan mendebarkan. (awh! gigit bibir)

tidak ingin terlalu lama jadi perhatian mereka. Taekwoon mengaitkan tangannya kesamping diikuti dengan Hakyeon yang tangannya dia kaitkan pada lengan Taekwoon.

mereka berjalan menuju pintu dan berjalan menuju sebuah mobil yang ternyata sudah disediakan untuk mereka dan membawa mereka kesebuah tempat untuk merayakan pernikahan tersebut.

dibelakang mereka semua keluarga mereka mengikuti menggunakan mobil lain.

hingga mereka sampai disebuah restoran mewah milih Keluarga Cha.

"Blue Ocean"

itulah nama restauran tersebut. Restauran tersebut terkenal akan fasilitas yang dimilikinya serta pelayanan yang sangat memuaskan.

dengan ruangan yang besar dan juga mereka terkenal dengan dekorasi pesta kebun yang sangat menganggumkan.

dan disanalah mereka sekarang. dipesta kebun yang sangat luas tersebut.

Hakyeon dan Taekwoon adalah orang paling bahagia saat ini.

senyuman terus merekah diwajah Hakyeon dan Taekwoon hanya sedikit menampilkan senyumannya.

walau sebenarnya dia sangat ingin berteriak disana dan mengklaim Hakyeon sebagai miliknya, agar tak ada satupun orang yang boleh mendekatinya. hanya dirinya dan akan selalu menjadi miliknya...

Hakyeonnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

pesta kebun tersebut terus berlanjut hingga sebuah keributan dibuat oleh 4 orang yang sangat di sayangi oleh mereka.

yah mereka... Jaehwan, Wonshik, Hongbin, dan Sanghyuk.

berdiri ditengah-tengah pesta tersebut.

Terlihat Wonshik yang berlutut layaknya seorang namja melamar sang yeoja sambil mengenggam tangan kanan Jaehwan.

"Cha Jaehwan... kau tahu aku bukanlah seseorang yang bisa membuat suasana romantis layaknya didrama-drama korea saat ini... dan kau juga tahu kalau aku bukanlah seorang namja yang akan menginkari janji dan membuat pacarnya bersedih karena diriku... walau harus mati ditangan Mr. Cha sekalipun tak apa... asalkan aku bisa terus bersamamu... karena aku terlalu mencintaimu dan cintaku ini hanya kau yang dapat memilikinya... maukah... maukah kau menjadi pendamping hidupku?" ucap Wonshik atau yang mereka kenal sebagai Ravi itu panjang lebar dan gugup.

ini yang dinantikannya, dia sudah merencanakan hal ini terlalu lama dan hari ini mungkin adalah hari yang tepat untuk melamar Jaehwan, itulah yang pikirkan Wonshik.

"aku..." Jaehwan bingung akan menjawab apa tentang lamaran yang dirasanya sangat tiba-tiba tersebut. tapi, menurut ravi ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba.

Jaehwan mengingit bibirnya begitu pula dengan semua orang yang berada disana. berharap-harap cemas akan jawaban Jaehwan.

terima. terima. terima.

kata-kata itu terus mereka ucapkan dalam hati masing-masing karena tidak ingin membuat pesta besar keluarga Cha hancur dan berantakan karena teriakkan heboh orang-orang disana.

Hakyeon sampai mengingit jarinya Taekwoon saking takutnya dan Taekwoon sendiri hanya bisa berharap Jaehwan cepat-cepat memberikan jawabannya pada Ravi karena jarinya terasa sakit sekali.

"Aku... Aku..." Jaehwan mengingit bibirnya, dia takut sangat takut... Akan jawaban yang akan dikeluarkannya.

Diraihnya tangan Wonshik dan membuatnya berdiri bersama dengannya.

Wonshik merasa jantungnya berdetak dengan sangat cepat menantikan jawaban dari Jaehwan.

Dia, Jaehwan perlahan mendekatkan wajahnya pada Wonshik dan membisikkan sesuatu ditelinganya.

Membuat semua orang yang berada disana, semakin dibuat penasaran akan jawaban Jaehwan.

"YAY!"

Tiba-tiba saja Wonshik yang mendengar apa yang dibisikkan Jaehwan padanya berteriak dan melompat kegirangan membuat mereka kaget.

Berlari memeluk Hakyeon dan Taekwoon yang berada berdiri tidak jauh dari mereka dan juga memeluk Hongbin dan Sanghyuk yang agak jauh dari tempat Hakyeon dan Taekwoon berada.

Dan tak lupa dia, Wonshik mencium tangan Mr. Cha dan Mrs. Cha

Mengajak menari dan berputar-putar semua orang disana yang senang akan jawaban Jaehwan yang menurut mereka adalah jawaban yang menerima dirinya sebagai suaminya kelak.

Wonshik kembali menemui Jaehwan yang menutup wajahnya dengan tangannya ditengah-tengah kerumunan orang tersebut.

Jaehwan menutup wajahnya karena malu atas kelakuan Wonshik yang menurutnya sangat memalukan.

Dan kata-kata selamat dari berbagai orang diberikannya pada Wonshik atas jawaban Jaehwan serta siulan-siulan yang menghebohkan.

Ah, ayolah... Jaehwan itu sebenarnya sangat senang kalau Wonshik menjadi pendamping hidupnya.

Dan dia tidak bisa... Tidak menerimanya... Karena selama 3 tahun berpacaran dengan namja yang sudah membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama waktu mereka kecil.. dia sudah menantikan kata-kata itu keluar dari mulut Wonshik.

Pacar yang tidak peka akan perasaannya saat bekerja dan selalu ada disaat dia membutuhkannya. Namun, sangat perhatian,lembut dan baik hati.

"Hwanie... Lihat aku..." Ucap Wonshik mencoba melepaskan tangan Jaehwan pada wajahnya yang sudah penuh dengan semburat merah dipipinya.

Mendengarnya perlahan-lahan Jaehwan melepaskan tangannya dari wajahnya.

Dan menatap Wonshik yang berdiri dihadapannya.

Mereka saling memandang satu sama lain. Sampai mereka tak mendengar suara-suara riuh disekitar mereka yang sebenarnya masih ada dan menganggap bahwa sekarang adalah dunia mereka sendiri.

Terlalu larut didalam dunia mereka sendiri. Sampai-sampai mereka tak menyadari seseorang yang cemberut dan mempoutkan bibirnya lucu.

Aish... Dia ingin sekali menjitak seseorang disampingnya ini.

Seandainya saja hubungan mereka ini tidak dilandasi oleh permintaannya waktu itu.

Dia juga ingin merasa dimanjakan oleh pacarnya sendiri.

Dan Sanghyuk merasa hubungan mereka ini tidak resmi sama sekali.

Uuh... Dan dilain pihak Hongbin juga merasa cangung bila sudah berada didekat Sanghyuk.

Dia juga merasakan apa yang dirasakan Sanghyuk, dia merasa hubungan mereka belum resmi sama sekali dan itu membuat kepalanya pusing setiap kali memikirkannya.

Dia sendiri masih bingung, bagaimana caranya dia bisa membuat hubungan mereka menjadi resmi.

Apakah dia harus meminta izin Mr. Cha dan Mrs. Cha?.

Ahh, memikirkannya saja sudah membuat pusing kepalanya.

"Hongbin hyung..."

Merasa dipanggil Hongbin memalingkan kepalanya keasal suara...

"ya? Ada apa Sanghy.."

Cup

Hongbin membelakakan matanya saat dirasakan sepasang bibir menyentuh bibirnya.

"Mulai sekarang kita resmi pacaran" ucap Sanghyuk setelah melepaskan tautan bibir mereka dan melengang pergi dari hadapan Hongbin dengan cepat karena malu akan aksinya tersebut.

"Eh? Sanghyuk tunggu! Tunggu!" Panggil Hongbin mengejar Sanghyuk yang berjalan sangat cepat.

Disaat bersamaan semua teriakkan histeris Hakyeon layangkan dan Mrs. Cha pingsan ditempat dan ditangkap dengan sigap oleh Mr. Cha

Jaehwan dan Wonshik malah asyik-asyiknya berciuman mesra mengabaikan semua orang disana.

"AHHH! PESTA PERNIKAHANKU KENAPA JADI AJANG LAMARAN DAN PERESMIAN HUBUNGAN!" Teriak Taekwoon mengagetkan semua orang termasuk Hakyeon, Jaehwan, Wonshik Hongbin dan Sanghyuk serta orang-orang yang berada disana yang langsung memasang wajah cengo mereka mendengar Taekwoon yang berteriak untuk pertama kalinya didalam hidup mereka.

GUBRAK!

Seketika semua orang jatuh karena teriakkan tersebut.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

5 tahun kemudian...

28 April 20XX

Jam 08.46 AM

Disebuah masion megah bergaya eropa barat hidup 2 orang manusia dengan 1 anak perempuan yang sangat pendiam dan jaimnya minta ampun #miripsiapayah?#

"HHYYYAAAAA Taekyeon! Apa yang kau lakukan pada dapur eomma?" Tanya Hakyeon histeris melihat dapurnya hancur berantakan karena ulah si anak.

Tepung berserakan dimana-mana, telur-telur hancur dan pecah diatas lantai. Dan minyak-minyak juga berserakan dan juga entah dapat darimana anaknya ini... Sebuah cokelat menempel didinding dan lemari es mereka membentuk gambar sebuah keluarga bahagia disana.

"TAEKWOOONNNNN! BANGUN TUKANG TIDUR!" Teriakkan Hakyeon sungguh mengelegar keseluruh ruangan didalam ruangan tersebut.

Mendengar teriakkan Hakyeon dengan cepat Taekwoon melesat keluar kamar masih dengan baju piama tidurnya.

Tap Tap Tap Tap Tap Tap

"Ada apa yeobo? Kenapa pagi-pagi sudah teriak-teriak?" Tanya Taekwoon mengucek matanya.

"KAU!" tunjuk Hakyeon kepada Taekwoon dan kemudian mengarahkan tangannya kearah anak perempuan mereka.

"bawa Taekyeon bersamamu!" ucap Hakyeon histeris mengelengkan kepalanya.

lagi-lagi dengan sigap Taekwoon membawa Taekyeon didalam dekapannya menjauhi sang eomma.

"HUUUAAAA DAPURKUUU..."

meratapi nasibnya Hakyeon mulai membersihkan kekacauan yang anaknya buat didapur bersihnya tersebut.

apa salah Hakyeon hingga diberikan seorang anak perempuan yang menurut Hakyeon, nakalnya minta ampun. #timpukkepalaHakyeon.

Ting Tong~ Ting Tong~

"siapa yang bertamu pagi-pagi begini?" ucap Hakyeon pada dirinya sendiri.

Ting Tong~ Ting Tong~

Bel rumah kembali terdengar.

"Iyaiya... Tunggu sebentar!" Teriak Hakyeon berjalan menuju pintu utama

Cklek...

"Hay, hyung..." Sapa Jaehwan yang ternyata datang bersama sang suami Wonshik kerumahnya dengan keponakan namjanya yang baru berusia 2 tahun tersebut.

"Hay... Ayo, masuk.. masuk.." ucap Hakyeon menyuruh mereka masuk.

Namun, sebelum pintu kembali ditutup tiba-tiba terdengar suara cempreng ala ahjumma-ahjumma tidak jauh dari sana. #oops!#

"HYUUNNGGIIIEEE!" Teriak Sanghyuk langsung mendobrak pintu sebelum ditutup membuat Hakyeon yang sudah terbiasa dengan teriakkan Sanghyuk itu memundurkan badannya dari pintu.

BRAK!

Dan Sanghyuk langsung melompat memeluk Hakyeon yang tepat berada didepannya.

Dan terima dengan sangat baik oleh Hakyeon namun, kakinya tiba-tiba saja oleng dan membuat mereka berdua jatuh dengan Hakyeon yang berada dibawah.

Poor Hakyeon.

Dengan segera Hongbin yang tepat dibelakang mereka membantu Sanghyuk dan Hakyeon berdiri.

"HYUKKIE! JANGAN MEMPERBURUK HARIKU!" Teriak Hakyeon akhirnya.

"Oops!, Mian hyungie..." Ucap Sanghyuk menampilkan senyuman cengiran yang semakin membuat Hakyeon memasang muka betenya.

"Ahjussi Hwannie, Ahjussi, Shikkie, Ahjussi Binnie, Ahjussi Hyukkie dan baby Minnie kenapa semuanya berkumpul disini lagi?." Tanya Taekyeon yang berlari keluar mendengar keributan dipintu depan.

"Hay, Jaehwan, Wonshik dan baby Min.." Sapa Taekwoon yang mengikuti Taekyeon keluar.

"Hay, juga hyung.." balas mereka.

"Hay, Hongbin, Sanghyuk.." Sapa Taekwoon lagi.

Dan kembali balas oleh mereka.

"Hay, hyung.." Balas mereka.

"Ahjussi Hwannie... Boleh Yeonnie bermain bersama baby Minnie?" Tanya Taekyeon polos

"Tentu saja, jja.. Kalian pergilah bermain disana" ucap Jaehwan menunjuk kearah area bermain.

Oh, ayolah... Hari-hari Hakyeon sepertinya akan semakin buruk bila mereka sudah berkumpul seperti ini dirumahnya.

Dan kejadian selanjutnya, sudah Hakyeon ketahui bagaimana selanjutnya.

Dia Hakyeon mendudukkan dirinya disebuah sofa diruang tengah rumahnya.

1 jam berlalu dengan damai

2 jam sedikit-sedikit suara ribut mulai terdengar.

3 jam suara ribut mulai terdengar...

Prang!

HYAAA...

Taekyeon... Jangan mengoles cokelat dimuka Minnie

Hwaaa... Eomma...

Dan teriak-teriakkan selanjutnya membuat Hakyeon meremas rambutnya.

3

2

1

"DDDIIIIIIAAAAAAAAMMMMMMM!" Teriak Hakyeon lebih mengelengar dari yang sebelumnya.

Dan seketika semua orang terdiam ditempat.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

END.

HUAAA... apa ini... kenapa endingnya seperti itu?.

ah, sudahlah... bingung saya mau buat endingnya seperti apa, jadilah seperti ini.

hehehe... Neomu Gomawo tang sudah menyempatkan diri anda membaca dan mereview cerita saya temtang "Only U" yang berakhir dengan ending seperti itu.

dan neomu gomawo juga yang sudah mengfollow dan mengfav cerita saya ini tentang "Only U". #deepbow

byee... sampai ketemu di ff-ff saya yang lainnya...

~Key~