Chapter 10

Pagi ini luhan dan kyungsoo terlihat kalang kabut karena kesiangan- baba dan oppa mereka sudah berangkat ke kantor setengah jam yang lalu, dan sialnya lagi si brengsek oh sehun bahkan tidak mau mengantarkan mereka menuju stasiun dengan alasan ada meating penting.

Sepanjang jalan menuju halte bus, mereka berdua berlari seperti orang kesetanan, bahkan luhan tidak ingat jika ia masih memakai sandal jepit saat ini.

Tidak terhitung berapa kali mereka mengerutu dan mengumpat sampai akhirnya mereka sudah berada di dalam kereta yang menuju Gyeonghwa Station.

Kebetulan sekali mereka menuju arah yang sama hari ini, karena kyungsoo juga mempunyai jadwal untuk menjadi tour gaet para wisatawan asal jepang di daerah namsam tower, jadi mereka memutuskan berpisah di stasion pemberhentian dan melanjutkan perjalanan dengan menyewa taksi masing-masing.

Sesampainya di lokasi pemotretan, luhan tidak mungkin lolos dari dampratan kris karena keterlambatannya, apalagi karena sandal jepit yang di pakainya- demi tuhan high heels adalah amunisi para wanita di kantor RunAway dan luhan melupakaknnya.

Namun yang membuatnya bingung adalah hampir semua orang yang berada disana tidak ada yang lolos dari omelannya, termasuk chanyeol sang pimpinan team.

Dimatanya aura kris sangat menakutkan sekali hari ini, ia bahkan sampai bergidik melihat tatapan matanya yang tajam menatap sang model seakan-akan mengulitinya.

Menurut luhan, zitao sudah melakukan pekerjaannya dengan baik, namun kris tetap saja mencelanya- yixing bilang kejadian seperti ini sudah berlangsung sejak pukul 7 pagi tadi saat kris baru sampai di lokasi, ia sudah uring-uringan seperti ini.

Dan sasaran empuk kemarahannya adalah zitao, selama pemotretan berlangsung tak terhitung berapa kali kris memarahi dan mencela zitao hingga nyali gadis tersebut menciut, bahkan kai mulai tersulut emosi karena hal tersebut.

"HENTIKAN!" teriak kai membuat semua orang disana terlonjak.

"AKU YANG MEMILIKI KUASA PENUH UNTUK MENYELA MODELKU DALAM PENGAMBILAN GAMBAR INI, EDITOR WU!

-Tugasmu adalah mengedit hasil jepretanku, dan jika kau tidak puas dengan hasilnya- kau berhak mencelaku! BUKAN MODELKU!"

"kau tidak professional fotografer kim! Aku tahu dia sepupumu! Tapi bukan berarti ka-

"aku akan menegurnya jika dia jelek, sekalipun ia sepupuku- bahkan aku akan mengantinya saat ini juga jika ia tidak professional dengan cara membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaannya!"

Kai benar-benar marah kali ini, semua orang bahkan hampir tercekat terjebak diantara tatapan sengit antara sang fotografer dan sang kepala editor.

Baekhyun segera menyentuh lengan chanyeol yang sempat terbengong untuk menghentikan perdebatan di antara kedua pria tersebut sebelum terjadi baku hantam disini.

Chanyeol segera menyadari suasana yang akan menjadi semakin memburuk jika ia tidak segera mengambil tindakan dengan memisahkan keduanya dan menarik kris untuk kembali ke kantor saja.

"gweanchana tao-ya, kris hanya sedang mengalami mood swing, semua akan baik-baik saja." Teriak baekhyun menenangkan zitao setelah kepergian kris dan chanyeol.

"kau juga tenangkan emosimu fotografer kim, kita lanjutkan kembali perkerjaan kita, ayo semuanya fighting!" tambahnya.

Setelah chanyeol berhasil membawa kris pergi dari lokasi pemotretan, mereka sedikit dapat bernafas lega, apalagi dengan semangat yang di tularkan luhan dan baekhyun membuat mereka kembali nyaman dan dengan segera menyelesaiakan take demi take pengambilan gambar.

Meskipun pengambilan gambar hari ini berjalan cukup alot karena ulah kris yang tidak seperti biasanya tadi siang, akhirnya mereka semua dapat merengangkan otot kaku mereka yang berkerja seharian pada pukul 8 malam.

Para kru sudah mulai mengemasi peralatan mereka masing-masing, penangung jawab yang lainnya sepertinya juga sudah mulai membubarkan diri dari lokasi.

Luhan yang merasa zitao terlihat murung tidak seperti kemarin, menghampirinya dan mulai mengajaknya mengobrol sekedar menemani gadis panda tersebut menunggu kai, sepupunya.

"hai zitao, kau baik-baik saja? Kau terlihat kelelahan." Tanya luhan sambil mendudukan dirinya disamping zitao yang hanya di balas dengan senyum segarisnya.

"mengenai masalah hari ini~ jangan masukan hati, oke! Kris memang seperti itu kalau marah, seperti monster!" luhan bergidik.

"tenanglah~ dia mungkin hanya tertekan, aku juga di omeli tadi pagi, kita ada di kubu yang sama hehehe" zitao hanya membalas kekehan luhan dengan senyumannya.

"wae? Waeyo? Kenapa sedari tadi aku mengajakmu mengobrol, kau hanya tersenyum saja, bukankah zitao yang ku kenal beberapa minggu ini sangatlah cerewet, eoh?"

"apa kris selalu marah-marah seperti tadi lu?" Tanya zitao melenceng.

"eemmm tidak juga, dia memang galak- tapi terkadang dia juga sangat baik. Tapi lebih banyak galaknya! Hehehe-

-Asal kau tau, di kantor itu dia mendapat julukan Miranda Priestly versi namja."

"JINJJA?" zitao melotot menatap luhan tak percaya yang hanya di balas luhan dengan anggukan polos nan mantap.

"kris bilang, mereka yang bekerja di runaway diharuskan adalah mereka yang setidaknya mencintai fashion, dan kau tau zitao-

-and yeah, they should wear high heels to meet Kris Wu."

Tak hanya zitao, luhan yang menceritakan hal tersebut juga ikut bergidik mendengar ucaapannya sendiri, yah setidaknya ia tidak bohong mengenai hal tersebut, kris adalah seorang editor berdarah dingin yang sangat perfection.

"setidaknya terkadang dia juga seorang pria yang baik, dia pernah mentraktir kami- dia juga mau berkunjung kerumah kami, hehehe"

Obrolan mereka terhenti saat sehun dan kai mendekati keduanya.

"hai gadis-gadis, hal seru apakah yang kalian perbincangkan seserius ini?" Tanya kai yang di angguki sehun.

"tidak ada, kau sudah selesai kai? Ayo kita pulang, aku lelah sekali." Zitao segera beranjak merangkul lengan kai dan keduanya segera pamitan untuk pulang.

"ZITAO"

"ya luhan? Ada apa?" zitao segera menoleh saat luhan mengintrupsinya.

"besok setelah pengambilan gambar terakhir selesai~ datanglah ke rumahku untuk makan malam! mama ku ingin sekali bertemu denganmu!" ajak luhan.

"mama mu?" zitao kebingungan.

"yak! Mama ku bukan orang tua yang kolot asal kau tahu! Tentu saja dia mengenal model yang selalu memamerkan produk LV yang dia beli tiap musimnya~ Zitao Huang! Mama dan eomma ku sangat ingin bertemu langsung denganmu zi! Besok datanglah bersama kai~ ayo sehunna- Pay!" luhan melambai dan segera menarik sehun menuju mobil ferari merahnya sehun.

"kau percaya itu kai? Mama luhan sangat mengerikan jika ia pemburu LV tiap musim." Zitao masih syok.

"kau pikir bagaimana bisa luhan berakhir di kantor raunaway, jika tidak mempunyai mama yang gila fashion sepertimu, dan sepertinya kau bukan hanya akan bertemu mama luhan yang mengerikan saja, tapi juga eommanya yang lebih mengerikan" kai menaik-turunkan alisnya.

"nugu?"

"eommanya sehun! ia lebih mengerikan" ucap kai sambil bergidik membuat zitao menelan ludahnya dengan susah payah.

"jangan khawatir, mereka sangat baik kok! Eomma sehun itu adalah eommanya kyuhyun hyung!"

"ahhh jinjja?" zitao terkejut atas fakta tersebut.

"wae? Bukankah mereka terlihat mirip?"

"emmm kau benar- jika di pikir-pikir mereka mungkin mempunyai kemiripan!" pikir zitao.

"hahahaha sudah ayo pulang"

Kemudian mereka berdua segera melanjutkan perjalanan menuju mobil Lamborghini kai untuk segera pulang dan beristirahat.

-skip-

Hari ini adalah pengambilan gambar terakhir mereka, semuanya tampak puas karena pekerjaan mereka terselesaikan sesuai perkiraan.

Chanyeol selaku atasan mereka mengajak para penangung jawab team redaksi untuk makan malam, namun kris menolak dengan dalih mereka belum menembus penerbitan katalok nanti. Lagipula baik luhan dan yang lainnya pun juga mempunyai acara penting untuk mereka sendiri.

"sorry bos, hari ini aku harus membawa istriku ceak-up ke rumah sakit, beberapa hari ini kami terlalu sibuk, hehe" ucap jongdae merangkul sang istri, minseok.

"kami berdua juga sudah punya janji bos, mama yixing mengajak kami sekeluarga makan malam bersama untuk membahas acara pertunangan kami, hehe" jelas suho malu-malu.

Yah siapa sih orang kantor yang tidak mengenal pasangan suho-yixing yang sudah menjalin hubungan sejak duduk di senior high school, mereka mungkin akan membahas masa depan mereka bersama kedua orang tua mereka.

"baiklah tak masalah, itu bagus- dompetku tidak akan bolong karena ulah kalian." Hibur chanyeol.

"baiklah kalau begitu kami pulang dulu ya bos, dan semuanya BEY." Pamit mereka berempat.

"chanyeol-ah! Ayo makan malam dirumahku, mama sedang masak banyak malam ini." usul luhan.

"memangnya ada apa? Kau akan di jodohkan?" timpal kris mengejek hingga membuat chanyeol mendelik.

"sialan kau bos! Tidak yeol, mama hanya sedang bahagia saja, yah dalam rangka menyambut tamu sih- hehehe." Luhan tertawa garing hingga membuat kedua pria di depannya sweatdrop.

"aaah yasudahlah, terserah kalian- mau ikut tidak?" geram luhan yang segera dianguki keduanya.

"baiklah kajja- eitts tunggu, dimana baek-ie? Bukankah tadi ia kembali ke kantor bersama kita?" Tanya luhan.

"aku menyuruhnya mengunduh proposal designer Choi, hehehe" jawab kris.

"kalau begitu kita tunggu baek-ie" jawab chanyeol yang segera diangguki luhan.

Drrrt drrrt drrrt

"sebentar aku angkat telepon dulu, oke!" luhan menunjukkan handphonenya yang bergetar dan segera pamit menjauh.

"aaah wae sehunna?"

"dimana zitao? Eomma dan mama sudah mengoceh sedari tadi"

"aissssh- sabarlah sedikit, mereka baru selesai pemotretan- mungkin saja mereka sedang bersiap-siap, bawel"

"lalu kau sendiri? mau aku jemput? Ini sudah malam lu, katakan padaku kau ada dimana saat ini-

"sudahlah, dirumah saja, bantu kyungsoo,baba,dan appa menenangkan mama-mama rempong kita, arrachi? Disini sudah ada kris, chanyeol dan ba-

"MWO? YAK! XI LUHAN! KENAPA KAU BERSAMA MEREKA EOH? KAU TIDAK MENJAGA PERASA- AAAAK APPOOOO-

JANGAN BERTERIAK OH SEHUN, KAU MENGEJUTKAN EOMMA!

Timpal suara heechul dari seberang sana yang sepertinya sedang mengomeli anak bungsunya yang manja membuat luhan terkekeh karenanya.

"ada baekhyun juga disini- lagipula apa hakmu melarangku berdekatan dengan kris atau chanyeol, eoh?"

"YAK-

"kami akan segera datang, kandaaaaa~ bwee :p"

Luhan mengeluarkan jurus mehrongnya sebelum menutup panggilan line tersebut membuat sehun hanya bisa bersungut-sungut ria di seberang sana.

"menertawakan apa lu?" Tanya chanyeol.

"aah tidak, sehunna sedang merajuk, hehehe"

"dasar kekanakan, Tch! Kau dan baekhyun ikut mobilku, kajja!"

"lalu kris?"

Kris akan memeriksa proposal sebentar, setelah itu ia berjanji akan menyusul kita, lagi pula ia membawa mobil sendiri- sudah ayo! Baekhyun sudah menunggumu di basement." Luhan mengangguk dan mengikuti chanyeol ke parkiran.

"yak! Kalian lama sekali, eoh? Aku hampir mati kebosanan asal kalian tau." Luhan hanya tersenyum dan memasuki jok belakang yang segera di ikuti baekhyun.

"YAK! KALIAN BERDUA~ KALIAN PIKIR AKU SUPIR KALIAN, EOH?" gerutu chanyeol.

"waeyo?" Tanya baekhyun polos.

"tidak, pindah kedepan kubilang- palli palli"

"pindahlah baek- lagi pula aku ingin duduk di belakang sendirian, aku ingin melemaskan kakiku, memakai high heels seharian membuatku sakit pinggang! Aaaaaah" luhan mengerutu sambil meregangkan tubuhnya membuat baekhyun terhimpit dan mau tidak mau ia harus pindah ke jok depan samping kemudi.

Mereka segera meninggalkan gedung perkantoran mereka untuk menuju kediaman keluarga Xi, sesampainya mereka disana- mereka segera di berondong pertanyaan seputar zitao oleh kedua mama-eomma luhan, sehingga membuat luhan mau tidak mau harus menghubungi kai agar segera datang ke kediamannya sebelum terjadi perang dunia.

Sesampainya kai dan zitao disana, jaejoong dan heechul segera berteriak kegirangan melihat model favorite mereka sedang berdiri di depan mereka secara langsung.

Sontak hal tersebut membuat para pria yang ada disana memutar bola matanya malas, sedangkan luhan dan baekhyun sudah ber-high five-ria karena berhasil membuat kehebohan disana dan segera berlari ke dapur membantu kyungsoo menyiapkan gimbab.

"hahaha perutku sakit sekali hahahaha, kau tadi lihat ekspresi chanyeol lu? Hahaha telinga yodanya memerah mendengar teriakan melengking mama mu! Hahaha"

"kau benar baek hahaha, bahkan ekspresi sehun sudah seperti menahan buang iar melihat eomma heechul berjingkrak-jingkrak, haahahaha"

"Tch! Seru sekali, apa yang kalian tertawakan, eoh?" intrupsi kyungsoo yang sedang mengaduk sup jamur yang mendidih.

"aigooo hahaha kyung-ie, kau harus kedepan melihat mereka, hahaha" jawab luhan.

"waeyo? Model idola mama dan eomma sudah datang, eoh?" Tanya kyungsoo penasaran yang segera diangguki keduannya dengan masih tertawa.

"baiklah- supnya sudah matang, kajja kita kedepan, aku penasaran sekali mendengar kehebohan mereka dari tadi- apa chanyeol ada disini? Aku mendengar suaranya tadi" keduannya masih terpingkal dan hanya mampu mengangguk.

Di ruang keluarga kini zitao menjadi bulan-bulanan jaejoong dan heechul karena terlalu gemas dengan gadis panda tersebut, bahkan chanyeol dan sehun sudah kuwalahan mengejar mereka berdua yang terus memburu zitao yang berputar-putar mengelilingi meja.

Sedangkan kai tengah asik ikut mengobrol bersama yunho, yoochun, hangeng dan kyuhyun di teras depan karena menghindari kelakuan absurd wanita-wanita didalam sana.

'OMO! Mama- eomma, apa yang kalian lakukan, eoh? Kalian membuat zitao takut tahu! Hentikan-hentikan!" luhan yang baru saja keluar dari dapur, terkejut mendapati ke absurdan tersebut,

"aigoo lu, mama mu menarik rambutku keras sekali- ku pikir aku akan botak!" adu chanyeol

"eomma juga! Lain kali jangan memanjangkan kuku kalau hanya untuk mencakar putramu! Hissssh jinjja!" sungut sehun kepada heechul.

"OMO! Sehunna- kuku eomma patah, eottoke? mama baru me meni-pedinya tadi pagi, huaaaa" keluh heechul.

"Yak! Eomma! Kau lebih mementingkan kukumu dari pada anakmu, eoh? Lihat- lihat ini sampai berdarah karena cakaran mama." Protes sehun menunjukkan lengan dan pelipisanya yang berdaraah.

"OMO! Sehunnie gweanchanayeo?" sesal jaejoong dan heechul.

"aigooo, kajja sehunna kita obati ini dulu, ckckckck kasihan!" tuntun luhan menuju kamarnya.

Sepeninggal luhan dan sehun untuk mengobati luka goresnya, mereka segera bersikap sewajarnya, meminta maaf kepada para anak-anak atas ketidak nyamanannya dan segera menggiring mereka kearah meja makan, setelah sebelumnya meminta kyungsoo memanggil para lelaki yang sedang mengobrol di teras depan.

"sampai kapan tuan-tuan akan arisan disini, eoh? Kajja appa-baba yang lain sudah menunggu di meja makan." Gerutu kyungsoo di ambang pintu teras.

"baiklah kajja kita makan" ajak yunho yang di angguki para lelaki disana.

Yunho-Hangeng-Yoochun sudah lebih dulu masuk kedalam rumah, di ikuti kyuhyun yang sedikit menggoda kyungsoo yang menunjukkan muka masamnya.

"aigooo.. kau jelek sekali pororo, waeyo? Si hitam itu menyakitimu eoh?" kyungsoo mendelik.

"mwo- mwo- mwo? Jangan menatapku seperti itu, kau pikir aku tidak tahu hubungan kalian berdua eoh? Ingat, aku mengawasi kalian."

Tutur kyuhyun menajamkan pandangannya kearah kyungsoo-kai secara bergantian sebelum meninggalkan keduanya menuju meja makan.

"chagiya- aku merin"

"masuk kai, mama akan marah jika kita tidak segera masuk" potong kyungsoo datar dan meninggalkannya begitu saja.

Sikap dingin yang ditunjukan kyungsoo membuat tanda tanya besar di atas kepalanya, kai membatin mungkin kyungsoo sedang merajuk karena beberapa hari ini kai sangatlah sibuk hingga tidak terlalu memperhatikan kekasihnya tersebut.

Sesampainya di ruang makan, kyungsoo menegang melihat wanita cantik bak model yang ia lihat berpelukan dengan kekasihnya beberapa waktu lalu, terlihat duduk manis mengobrol bersama orangtuanya.

Kyungsoo memang belum sempat bertatapan muka atau menyapa teman modelnya luhan yang di idolakan mama dan eommanya, karena terlalu sibuk di dapur.

Setelah kini melihatnya secara langsung, ia merasa dunianya serasa runtuh, gadis itu sangat manis sekali saat tersenyum- semua orang terlihat menyukainya bahkan appanya sendiri begitu perhatian kepada gadis itu- pantas saja jika kai tertarik padanya.

"kyungie- kenapa kau hanya berdiri disitu, cepat kesini kau harus berkenalan dengan teman-teman lulu- terutama zitao hehe" kekeh eomma sehun.

Jadi namanya zitao, cantik seperti orangnya

Dengan langkah gontai kyungsoo berjalan kearah zitao dan mengulurkan tangannya canggung namun disambut antusias oleh zitao.

"Huang Zitao imnida! Hehe"

"Kyungsoo"

"kau cantik- luhan tidak bohong ternyata. Hehe" zitao masih tersenyum tolol membuat perempatan muncul di dahi kyungsoo.

Belum sempat ia bertanya lebih lanjut mengenai ucapan gadis tersebut, dari arah tangga sehun dan luhan turun dengan berisik- sepanjang jalan menuju ruang makan mereka tidak berhenti terlibat adu mulut.

"siapa yang kau bilang kekanakan eoh?"

"apa? Hanya pria kekanakan dan manja yang berteriak-teriak karena antiseptic."

"itu sakit lu"

"sakit katamu?"

Luhan berhenti di ujung tangga menatap garang sehun, sedangkan yang di tatap hanya mengangguk polos dengan wajah tanpa dosanya.

Bersamaan itu bel pintu depan bergema menandakan ada seorang tamu yang sudah tidak sabar minta di bukakan pintu masuk.

"buka pintunya lu~" teriak jaejoong.

"iya ma!" balasnya berteriak.

"seperti itu sakit katamu? Ini baru yang namanya sakit!"

AAAAAKKKKHHHH

Luhan menekan kuat pelipis sehun yang terluka membuat empunya berteriak kesakitan, sementara ia berlari ke depan sambil terbahak-bahak.

"ada apa sehun? Kenapa berteriak-teriak?" Tanya jaejoong.

"lulu menekan lukaku ma!"

"kau saja yang berlebihan." Sambung heechul.

"sudah-sudah jangan berdebat, cepat segera duduk sehunna" pinta hangeng.

"zitao kau suka gimbab?" zitao hanya tersenyum menjawab pertanyaan yoochun.

"dia suka sekali gimbab ajjushi" sambung kai cuek tidak menyadari aura panas di tubuh kyungsoo.

"selain gimbab, kau suka apa sayang?" timpal heechul.

Belum sempat zitao membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan eomma sehun, sebuah suara mengintrupsi.

"maaf aku terlambat"

"ooooh kris! Kau juga datang ternyata- duduklah nak!" sambut jaejoong antusias.

"kau lama sekali! Apa yang kau lakukan? Aku bersumpah jika baek-ie yang memeriksa dokumen tersebut dia akan menyelesaikannya tidak sampai 1 jam" gerutu chanyeol.

"sudahlah yeol, bukankah editor kita memang keras kepala" timpal luhan.

"sangat lu!" tambah baekhyun.

"YAK! KALIAN JANGAN MENGINTIMIDASIKU!"

Kris yang mengucapkan kalimat protes dengan logat chinanya membuat semua orang yang ada disana tertawa heboh karena kekonyolannya.

Mereka semua terlihat menikmati makan malam mereka yang berlangsung cukup menyenangkan hari ini, bahkan rasa lelah mereka tidak nampak sekalipun di wajah mereka- mereka terlalu asik dengan acara yang menyenangkan ini.

Setelah makan malam para orangtua mengajak anak-anak bermain kartu seperti kebiasaan mereka, namun sehun menmprotes bahwa ia akan kalah dalam permainan kuno ini dan segera di angguki kris, kai dan chanyeol yang memang tidak begitu mahir bermain kartu.

Lalu akhirnya para orangtua harus mengalah dengan bermain kartu sendiri di rumah sehun, karena anak-anak sepertinya memilih bersenang-senang dengan permainan 'Truth Or Dare' yang baekhyun usulkan.

"baiklah anak-anak, karena kami sudah terlalu tua untuk permainan ini- jadi akan lebih baik jika kami meninggalkan kalian" usul yoochun.

"kami ada di sebelah jika kalian membutuhkan kami, arrachi?" tambah yunho.

"yee aboenim" jawab mereka serentak.

Begitu para orangtua meningalkannya, mereka segera memulai permainan mereka dengan botol beer kosong di atas meja kecil.

"baiklah aku mulai"

Baekhyun yang begitu antusias dengan permainan ini menjadi tokoh pembuka untuk permainan ini. ia lalu memutar botol tersebut hingga tepat menunjuk pada diri kris.

"ASSA! Keberuntunganmu boss, oke, truth or dare?" baekhyun menatap kris antusias.

"truth"

"oke! Itu pilihanmu boss- sekarang jawab dengan jujur, diantara semua gadis yang ada disini-" baekhyun menjeda.

"siapa yang akan kau cium jika aku menyuruhmu melakukannya?" tambahnya menaik-turunkan kedua alisnya.

"jika itu luhan- akan ku patahkan lehermu!" desis sehun.

"jika kau berpikir akan mencium luhanku dan baekhyunku- ku kirim kau ke rumah sakit malam ini juga naga pirang!" omel chanyeol.

"apa? Jangan menatap kyungsoo ku seperti ajjushi mesum kau!" tambah kai.

"mwo?"

"cha- chakamma, kyungsoo mu? Kyungsoo mu? Yak hitam apa mak- yak! Do kyungsoo! Apa kau sedang mengencani pria pesek ini?" luhan melotot kebingungan.

"ya luhan- tapi tidak sebentar lagi, ayo kita lanjutkan permainan ini!" kyungsoo mengalihkan pembicaraan membuat kai mengerutkan keningnya bingung,

'apa dia melakukan kesalahan hingga kekasihnya samarah ini?'

"ayo kris, jawab!" Tanya baekhyun tidak sabaran.

"apa? Kalian mau aku menjawab apa? Tentu saja aku akan memilih zitao karena pria-pria culas ini sudah mengancamku untuk tidak memilih kalian."

Kris bersungut-sungut sambil memulai memutar botol untuk melanjutkan permainan selanjutnya, botol itu terus berputar hingga akhirnya tepat berhenti saat mengarah pada zitao.

"oke zitao, truth or dare?" kris memberikan pilihan.

"truth"

"oke! Tatap mataku zi- dan katakan dengan jujur, siapa pria yang kau cintai saat ini?"

"tidak ada!"

"bohong!"

"aku berkata jujur!"

Mendadak suasana menghening karena ketegangan diantara kedua manusia tersebut, bahkan kini keduanya larut dalam tatapan masing-masing hingga deheman chanyeol mengintrupsi mereka.

EKHEMMMM

"eehh.. a-aku melihat mu memeluk kai beberapa hari yang lalu nona huang!" cicit kyungsoo membuat semua mata menatap padanya.

"maksudmu?" Tanya chanyeol.

"iya, beberapa hari yang lalu aku melihat mereka berdua berpelukan sangat intim sekali"

"yak! Sayang, jadi ini alasannnya kau mendiamkanku beberapa hari? oh astaga- zitao itu sepupuku! Dia adik sepupuku sayang, dia sudah seperti adik kandungku sendiri-

Aku hanya menenangkannya karena seseorang membuatnya menangis beberapa hari yang lalu-" tambahnya menyindir kris.

Celetukan kai membuat suasana menjadi hening, luhan dan baekhyun yang mengerti siapa orang yang di maksud kai hanya diam saling berpandangan.

"maaafkan aku kyungsoo-ya! Aku tidak bermaksud memperburuk hubunganmu dengan kai- sungguh aku tidak-

"kalian sepupu?" ucapan zitao dipotong kyungsoo begitu saja.

"apa aku tidak memberitahumu tentang hal itu kyung? Sepertinya aku memberitahu mama dan eomma!" intrupsi luhan dan di balas gelengan oleh kyungsoo.

"ooohh jadi uri kyung-ie sedang cemburu eoh? Cemburu dengan kekasih hitamnya ini!" goda sehun.

"yak oh sehun!" protes kyungsoo yang segera di goda luhan dan sehun habis-habisan.

"zitao kau belum menjawab pertanyaanku!" kris masih menatap tajam zitao.

"ku rasa aku sudah berkata jujur- lalu?" tantang zitao.

"kita hanya butuh jawaban jujur kris- bukan penjelasan!" potong chanyeol.

Sebelum suasana memanas, baekhyun segera mengintrupsi pandangan mata sengit mereka dengan meminta zitao memutar botolnya.

Beruntung zitao sedang tidak ingin mencari masalah dengan kris, maka ia segera menuruti permintaan baekhyun, memutar kuat botol tersebut hingga berhenti tepat mengarah pada chanyeol.

"ahh itu aku! Jadi apa yang kau inginkan dariku nona huang?" pasrah chanyeol.

"maksudmu- kau memilih dare?" chanyeol mengangguk antusias.

Zitao segera menyeringai menatap luhan, membuat chanyeol mengerutkan dahinya karena bingung ketika melihat keduannya berlari kegirangan kearah lantai atas kamar luhan.

"apa kalian merencanakan sesuatu?" tanyanya curiga.

"tentu saja! Permainan ini tidak akan menarik tanpa rencana-rencana busuk kami yeol!" ucap baekhyun dan segera beranjak mengikuti kedua gadis tersebut.

Setelah menunggu beberapa saat ketiga gadis itu menuruni tangga dengan senyum mencurigakan membuat chanyeol bergidik.

"baiklah! Kau siap dengan dare mu kepala editor park?" Tanya zitao memastikan.

"Aku ingin kau memakai ini, hahahaha!" ujar zitao sambil mengeluarkan sekotak perlengkapan nail art.

"itu milikku!" potong kyungsoo.

"ijinkan kami meminjamnya kyung-ie!" mohon luhan dan kyungsoo hanya menganggukinya.

"OOWH JESUS!" chanyeol sangat tercengang.

Hingga ia tidak bisa berkutik saat luhan menarik tangan kirinya dan baekhyun tangan kanannya untuk memakaikan nail art warna-warni pada kuku-kuku besar chanyeol.

Kedua gadis tersebut tertawa bahagia melihat hasil pekerjaan mereka, sedangkan chanyeol terus meraung-raung memberontak.

"LUHAN! BAEKHYUN! DEMI TUHAN- AKU AKAN MENCIUM KALIAN JIKA KALIAN TIDAK BERHENTI"

Chanyeol berteriak-teriak dan berusaha membuat kedua gadis tersebut menjauh dengan berusaha mencium pipi mereka.

Melihat keseruan tersebut, kai dan sehun segera beranjak membantu keduanya untuk memegangi chanyeol agar tidak memberontak.

"kau tidak ingin mencium kami juga tuan park?" gurau kai.

Chanyeol yang merasa putus asa segera mengecup pipi kedua pria di samping kanan-kirinya sangat dalam, hingga keduanya segera melepaskan cengkraman mereka pada lengannya dan berangsur menjauh sambil menggosok pipi mereka di sertai umpatan-umpatannya.

Beruntung karena luhan dan baekhyun sudah menyelesaikan pekerjaan mereka tepat saat itu juga, dan segera berlari menjauh menyelamatakan diri dari amukan chanyeol.

"sialan kau park chanyeol!"

Sontak kejadian tersebut membuat kyungsoo, zitao dan kris tertawa kegirangan hingga bertepuk tangan membuat para orang tua hanya mengangkat kedua alis mereka bingung mendengar suara nyaring mereka.

"kalian keterlaluan! Lihat! Kuku ku jadi rainbow begini" keluh chanyeol putus asa.

"dan kau tidak boleh menghapusnya hingga lusa sajang-nim!" tambah zitao membuatnya terbelalak kaget.

"kau gila? Besok aku ada rapat dengan divisi percetakan! Aku akan di tertawakan habis-habisan jika seperti ini!" keluh chanyeol.

"itu masalahmu boss, hahahaha" baekhyun tertawa mengejek.

"ahhh jinjja! Baiklah saatnya balas dendam!"

Chanyeol segera memutas botolnya dengan meledak-ledak, tepat sekali ujung botol tersebut berhenti di depan luhan.

"yes! Keberuntungan untukku! Yeaaaaah" seru chanyeol girang.

"truth or dare lulu sayang?" tanyanya antusias.

Luhan yang tidak takut sama sekali dengan seringaian menyebalkan di wajah pria yoda tersebut hanya tersenyum saat mengatakan bahwa ia memilih dare.

"cium aku!"

"mati saja kau park!" celetuk kris saat chanyeol mengutarakan tantangannya dengan senyum bodohnya.

"kau akan mati di tanganku!" protes sehun.

Lain dengan sehun yang memprotes tantangan tersebut, luhan justru hanya menyeringan dan mendekati chanyeol secara seduktif hingga membuat pria-pria yang ada disana menelan ludah susah payah.

"As Your Wish, Chagi"

Dengan nada manja ia mengucapkan kalimat tersebut sebelum melumat bibir mantan kekasihnya secara sexy- bahkan chanyoel seperti kehilangan ruhnya ia hanya diam membeku.

Semua mata yang ada disana terbelalak lebar menyaksikan adegan tersebut, suasana sangat hening kali ini mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.

"demi tuhan! kyungsoo cubit aku!" ucap kai masih terbengong.

"aku bertaruh setelah ini mereka akan kembali bersama" tambah baekhyun.

PRAAAAANNGGG

-To Be Continue-

lulu dateng bawa chapter 10 nih,, semoga kalian masih setia nungguin ff ini.

jangan lupa Reviewnya ya- Terima kasih.