Tittle : Psycho Brothers

Author : Febri Kim

Cast : Kim Jongdae, Lu Han, Kris Wu

Genre : GS,Romance, Psycho, Angst, Crime

NB : Kalo ada kesamaan jalan cerita saya mohon maaf, karena emang ini tiba-tiba muncul setelah mengingat ff-ff yang saya baca. Don't be siders bcs I hate it


CHAPTER 9


Jongdae dan Chanyeol berjalan mendekati Baekhyun yang baru keluar dari kerumunan siswa-siswa yang berada di pintu aula. Ia tentu saja kaget karena jam sudah menunjukkan pukul 8 namun semua murid di kelasnya kosong, bahkan kelas lainnya juga kosong. Akhirnya ia memutuskan untuk berkeliling sekolah bersama Chanyeol untuk mencari anak-anak di seluruh penjuru sekolah dan menemukan semua siswa termasuk kedua kakaknya, Minseok dan Yixing berada di aula (Kedua kakak Jongdae berangkat terlebih dahulu karena Chanyeol berjanji menjemput Jongdae dan nyatanya mereka hampir telat karena Chanyeol bilang motornya mogok)

"Baekhyun-ah, apa yang terjadi?" tanya Jongdae sambil menepuk pundak Baekhyun

"Lihatlah ini" ucap Baekhyun lalu menunjukkan foto di ponselnya

Jongdae memekik kaget saat melihat foto di ponsel Baekhyun. Foto dua orang mayat yang saling menindih dengan keadaan perut terbuka lebar dan mulut yang dijahit rapat

"Darimana kau mendapatkan itu? Apa yang terjadi?" tanya Chanyeol sambil menenangkan Jongdae

"Jessica sunbae dan Taekwoon sunbae menjadi korban pembunuh gila tadi malam. Satpam sekolah bilang, ia sempat melihat Kris sunbae bersama Jessica sunbae sebelum ia pulang. Sebenarnya ada pergantian shift, namun satpam shift malam sedang sakit dan satpam sebelumnya menitipkan kuncinya pada Kris sunbae. Beliau juga berpesan untuk mengantarkan kunci itu ke rumahnya saat ia selesai" jelas Baekhyun

"Kris oppa?" tanya Jongdae tak percaya

Baekhyun mengangguk,"Sekarang mungkin ia tengah diwawancarai" jawab Baekhyun

Jongdae berusaha berjalan menuju kakaknya –dengan bantuan Chanyeol dan Baekhyun tentu saja–

"Aku memang bersama Jessica tadi malam, tapi aku sama sekali tidak meperdulikan gadis itu karena dia salah satu maniakku. Tiba-tiba, aku mendengar sebuah suara dari aula. Aku segera berlari menuju aula dan menemukan Taekwoon bertarung dengan seseorang, otomatis aku langsung membantunya. Aku bahkan mendapat pukulan di pelipisku dan ujung bibirku" jelas Kris lalu menunjukkan lebam di pipi dan ujung bibirnya

"Setelahnya, aku segera berlari mencari pertolongan. Tapi sayangnya tidak ada orang sama sekali disini. Jadi aku memutuskan untuk menelepon polisi, tapi baterai ponselku habis. Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil senjata sebagai perlindungan. Namun saat aku kembali, seseorang itu sedang berkutat dengan sesuatu, aku mendekatinya dan memukulkan senjataku. Ia kaget dan kami sempat terlibat pertarungan kecil, ia berhasil kabur. Aku mengejarnya tapi sayangnya dia lolos" lanjut Kris

"Lalu kenapa kau tak segera mencari pertolongan atau pulang untuk menelepon?" tanya sang polisi

"Aku memang berlari pulang. Namun sebelum aku sempat membuka pagar rumah, ia memukulku dan aku tidak tahu apa-apa setelahnya" jawab Kris

"Aku bahkan menemukannya tergeletak di depan rumah" sahut Luhan

"Kau siapa?" tanya sang polisi curiga

"Aku kembarannya, kembar tak identik dan kami sangat-sangat berbeda" jawab Luhan

"Bagaimana kau bisa menemukannya?" tanya sang polisi lagi

"Aku baru saja pulang dari membeli pizza untuk adik perempuanku karena dia merengek minta pizza padaku dan Kris juga belum pulang. Ia juga tidak mau memesan delivery order, akhirnya aku lah yang keluar untuk membeli pizza" jawab Luhan

"Bisa saja pembunuhnya masih berkeliaran di sekitar sini. Dari berita yang aku dengar, ada napi yang kabur dari penjara dan ada pasien rumah sakit jiwa yang mengaku sebagai dokter kabur. Dan lagi, kita juga belum bisa menemukan pelaku pembunuh berantai bulan lalu" sahut salah satu petugas forensik

Polisi yang tadi menanyai Kris dan Luhan mengangguk-anggukan kepalanya,"Bisa jadi juga" jawabnya lalu beralih pada Kris dan Luhan

"Baiklah. Terima kasih atas informasinya, kami akan mencari tahu siapa dalang di balik semua ini" ucap sang polisi

Luhan dan Kris tersenyum lalu mengangguk. Setelah polisi itu pergi, Jongdae segera menghampiri kakaknya dan langsung menjewer kedua pria tinggi itu

"Argh...Argh...Dae-ie, lepaskan telingaku" pinta Luhan sambil memegangi tangan Jongdae yang menjewer telinganya

"Kau ini adikku atau bagaimana? Bagaimana kau bisa langsung menjewer kami argh... Jongdae-ya lepaskan" ucap Kris

Jongdae melirik kedua kakaknya tajam dan semakin mengencangkan jewerannya, "Kalian berdua berhutang penjelasan padaku" desis Jongdae


Kris dan Luhan duduk di sofa ruang tengah dengan menundukkan kepala mereka, dan di depan mereka ada Jongdae,Yixing, Minseok, dan Chanyeol yang tengah menatap mereka tajam sambil menyilangkan tangan di depan dada (Sebenernya Chanyeol ngikut Kris ama Luhan, tapi kan dia gak salah. Jadi ngikut trio J.Y.M #plak). Semua siswa dipulangkan untuk berjaga-jaga jika saja si pelaku masih berkeliaran di sekitar sekolah dan menyerang siswa lain

Jongdae menghela nafasnya,"Jelaskan padaku bagaimana semuanya terjadi" ucap Jongdae. Dia bahkan menggunakan banmal pada kedua kakaknya, dan itu berarti dia sangat marah

"Aku tidak tahu bagaimana itu terjadi. Terakhir kali yang aku ingat adalah aku berjalan di koridor untuk pulang dan setelahnya aku tidak tahu. Bahkan saat aku sadar, aku sudah memasuki rumah dengan keadaan yang.. yah.. kau tahu... mengenaskan" jawab Kris

Jongdae mengalihkan pandangannya pada Luhan," Aku benar-benar pergi membeli pizza sesuai keinginanmu semalam. Tapi sebelum aku ke kamarmu, aku menghajar si tiang ini dan menyuruhnya membersihkan diri sebelum aku dan dia bicara di ruang tengah" jelas Luhan

"Sudah aku katakan untuk memasukkan mereka ke tempat rehabilitasi. Kenapa kau tidak menurut padaku? Kalau seperti ini jadinya bagaimana? Aku memang tidak suka pada Taekwoon dan Jessica, tapi bukan berarti seperti ini akhirnya. Dan kau Kris, aku baru meninggalkanmu kurang dari seminggu kau sudah seperti ini. Lalu bagaimana jika aku tinggal sebulan? Bisa-bisa kau membunuh adikmu sendiri. Dan kau Lu, seharusnya kau membicarakan ini pada kami. Bukannya memutuskan sendiri! Beruntung polisi tadi percaya, kalau tidak? Habis kalian" omel Yixing

"Aku tidak tahu harus berkata apa pada kalian. Tapi sepertinya aku benar-benar harus meninggalkan apartemenku untuk tinggal disini" ucapan Minseok membuat Luhan tersenyum cerah

"Bukan karenamu. Tapi Jongdae, ia baru saja menjadi korban keganasan kalian. Dan lebih baik aku yang menjaganya. Kalian benar-benar tidak bisa dipercaya" lanjut Minseok

"Maafkan kami" ucap KrisLu bersamaan

"Maaf tidak akan membuat nyawa mereka kembali. Chanyeol-ah, bawa Jongdae ke kamarnya dan panaskan lasagna yang ada di kulkas. Dia belum sarapan tadi pagi" ucap Yixing

"Wow... bagaimana eonni bisa tahu tentang itu?" tanya Jongdae kagum

Yixing tersenyum dan menusuk perut Jongdae,"Bilang pada perutmu untuk tidak berdisko terlalu keras"

Jongdae menatap perutnya polos lalu menatap Yixing sambil tersenyum pepsodent

"Kau tahu? Biasanya orang yang berjodoh itu persis, dan senyummu tadi persis sekali dengan Chanyeol" bisik Minseok

Blush

Pipi Jongdae langsung merona merah saat Minseok membisikkan kata itu pada Jongdae. Jongdae buru-buru merengek pada Chanyeol untuk membantunya berjalan menuju kamar

"Urusan kedua kakakmu ini, serahkan pada kami!" ucap Minseok

"Aku percayakan pada kalian eonni!" balas Jongdae


Chanyeol kembali memasuki kamar Jongdae –setelah mengambilkan makanan Jongdae– dengan nampan yang dibawanya, dilihatnya Jongdae sedang mendengarkan sebuah lagu sambil menutup matanya. Lelaki itu tersenyum dan meletakkan nampan makanan di meja belajar Jongdae lalu mendekati kekasihnya itu. Ia melepaskan salah satu headset yang dipakai Jongdae

"Hey, sedang mendengarkan apa?" tanya Chanyeol

Jongdae menoleh ke arah Chanyeol dan tersenyum,"Aku sedang mendengarkan lagu yang akan aku dan Baekhyun nyanyikan untuk lomba 3 bulan lagi" jawab Jongdae

"3 bulan lagi? Lalu kenapa kau latihan sekarang?" tanya Chanyeol

"Sebenarnya aku akan menyanyikannya sambil menari, tapi sayang keadaan kakiku seperti ini" jawab Jongdae

"Lalu? Kau paksakan begitu?" tanya Chanyeol

"Jangan khawatir, aku bisa duduk" jawab Jongdae

"Memangnya lagu apa yang akan kau bawakan?" tanya Chanyeol

Lelaki itu berjalan dan mengambil nampan makanan lalu meletakkannya di nakas samping ranjang Jongdae

"Goodnight Like Yesterday" jawab Jongdae lalu mengambil garpunya untuk memotong lasagna tersebut dan memakannya

"Goodnight Like Yesterday? Lagu yang mana itu?" tanya Chanyeol

"Aku tidak bisa menyanyikannya sekarang. Yang jelas itu termasuk lagu ballad" jawab Jongdae

"Lagu ballad tapi ada dance? Kau yakin?" tanya Chanyeol

"Tentu saja" jawab Jongdae senang

Tiba-tiba saja, ponsel Jongdae berbunyi dan menandakan ada pesan masuk. Jongdae buru-buru membuka ponsel sambil memakan lasagnanya

From : Byun Baek

Aku baru saja mendapat pesan dari Do Saem, kita diundang ke acara resepsi pernikahannya dan kita akan tampil sebagai pengisi acara. Do saem meminta supaya kita bernyanyi untuk beliau dan suaminya. Apa kau keberatan kalau aku pergi ke rumahmu? Aku tidak mau Park Dobi itu melihatku seakan ingin menelanku bulat-bulat-_-

Jongdae terkikik geli dan kembali memakan lasagnanya sebelum membalas pesan Baekhyun

To : Byun Baek

Benarkah? Do saem? Menikah dengan siapa? Wah... Do saem pasti terlihat cantik dengan gaun pengantin. Kau tahu kalau pesona Do saem itu nomor satu. Aku yakin akan banyak namja yang patah hati kalau sampai mendengar berita ini. Kau boleh ke rumahku sekarang! Dan masalah Park Dobi itu, serahkan saja padaku

Jongdae meletakkan ponselnya setelah mengirim pesan pada Baekhyun, ia menoleh pada Chanyeol yang tengah asyik memakan lasagna miliknya

"Ya! Itu punyaku!" seru Jongdae

"Ehehehe... maafkan aku. Aku lapar" jawab Chanyeol lalu tersenyum pepsodent

Jongdae memutar bola matanya malas dan mengambil garpu dari tangan Chanyeol

"Kau aku ijinkan memakannya bersamaku tapi dengan syarat kau keluar dari kamarku saat Baekhyun kesini" ucap Jongdae

"Untuk apa dia kesini?" protes Chanyeol

"Dia ada urusan denganku" jawab Jongdae

Ponsel Jongdae kembali berbunyi dan menandakan ada pesan masuk

From : Byun Baek

Baiklah aku kesana sekarang! Dan untuk yang patah hati, mungkin memang banyak karena Do saem menikah dengan kepala sekolah asli kita, Kim saem. Dan lagi, satu sekolah diundang ke acara resepsi pernikahan mereka yang katanya akan diadakan di Banyan Tree

"MWORAGO?!"


Yixing dan Minseok sedang bersantai di pinggir kolam renang menunggu Kris dan Luhan yang sedang mengambilkan minuman mereka

"Apakah ini berlebihan?" tanya Yixing

"Tidak juga, kurasa ini cocok untuk mereka. Lagipula hanya seminggu" jawab Minseok

Beberapa lama kemudian, Kris dan Luhan menghampiri Minseok dan Yixing. Kedua gadis itu menghukum Luhan dan Kris dengan menjadikan mereka berdua sebagai pelayan selama satu minggu. Dan selain di sekolah, mereka diwajibkan memakai pakaian maid. Jika pakaian maidnya adalah pakaian laki-laki, mungkin mereka akan sedikit lega. Tapi ini diharuskan memakai pakaian maid perempuan dan memakai high heels

"Ini pesanan yang anda minta nona" ucap Kris lalu meletakkan piring di meja sebelah Yixing

"Good job" ucap Yixing lalu mengambil piring berisi nasi goreng

"Ini jus jeruknya nona"

Luhan memberikan jus jeruk yang tadi dibawanya pada Minseok dan langsung diterima oleh Minseok. Yixing dan Minseok baru saja memasukkan makanan dan minuman yang tadi dibawa Luhan dan Kris saat…

"MWORAGO?!"

Kedua gadis itu langsung tersedak saat mendengar suara teriakan yang nyaring nan cempreng dari lantai dua. Dan sudah dipastikan itu suara Jongdae

"Kim Jongdae! Apa yang terjadi padamu hah?!" teriak Luhan

Luhan baru saja akan pergi ke kamar Jongdae saat ia dipanggil lagi oleh Minseok

"Panggil Chanyeol saja. Kalian berdua, tetap disini" ucap Minseok

Luhan mendengus kesal dan kembali mendongakkan kepalanya ke balkon yang merupakan balkon kamar Jongdae

"Chanyeol… oh Chanyeol! Keluarlah!" teriak Luhan dan Kris bersamaan

"Ada apa hyu….ng?"

Chanyeol terdiam saat melihat Luhan dan Kris dibawah sana yang mengenakan seragam maid milik perempuan dan juga memakai wig palsu. Sedetik kemudian, Chanyeol langsung tertawa

"Jangan tertawa!"

Chanyeol langsung menghentikan tawanya dan membungkuk,"Ada apa hyungnim?"

"Tadi kenapa Jongdae berteriak?" Tanya Kris

"Oh itu… Do sonsaengnim akan segera menikah. Dengan kepala sekolah asli katanya, Kim saem. Tapi aku tidak tahu tentang Kim saem. Dan satu sekolah diundang ke acara resepsi pernikahannya yang katanya diadakan di Banyan Tree" jawab Chanyeol

"APA?! BANYAN TREE?! KIM SAEM?!"

Chanyeol mengedipkan matanya polos,"Memangnya kenapa? Kenapa semuanya begitu kaget?" Tanya Chanyeol

"Asal kau tahu, Banyan Tree adalah hotel dengan fasilitas yang cukup mewah dengan biaya yang tidak sedikit. Kim saem adalah kepala sekolah sekaligus pemilik sekolah tempat kita semua bersekolah sekarang, beliau juga memiliki perusahaan besar dimana-mana. Beliau juga merupakan pengusaha yang cukup kaya dan terkenal. Kim Corporation masih berada di bawahnya" jelas Yixing

"Kim Corporation?"

"Kim Corporation, perusahaan milik Kris dan Luhan" jawab Minseok

"APA?!"

Chanyeol segera berlari ke dalam dan entah untuk apa. Keempat manusia di bawah hanya bisa berdoa semoga ia tidak melakukan apa-apa pada Jongdae

Drrt… Drrt…

"Yeoboseyo?"

"Kau tahu kalau Presdir Kim dari JKL Company akan melangsungkan pernikahan kan?"

"Arraseoyo. Aku baru mendengarnya tadi. Ada apa?"

"Kau dan Luhan harus datang kesana sebagai pewaris Kim Corporation, buatlah Presdir Kim tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan kita"

"Aku akan membicarakannya dengan Luhan. Tapi… apa boleh aku memperkenalkan Jongdae?"

"Tentu saja. Dia kan adikmu, jadi dia juga bagian dari Kim Corporation"

"Meskipun dia adalah adik angkat?"

"Yang tahu Jongdae adalah adik angkat kan sudah kau musnahkan kemarin"

"Paman tahu darimana?" Tanya Kris takut

"Aku punya caraku sendiri. Tapi tenang saja, akutidak akan melaporkanmu. Yang terpenting adalah, kau harus bisa menarik Presdir Kim untuk bekerja sama dengan kita. Mumpung marganya sama denganmu"

"B-Baiklah paman"

Kris mematikan sambungan teleponnya dan beralih pada Luhan,"Kita harus datang kesana"

"Resepsi pernikahan Presdir Kim?" Tanya Luhan

"Kau sudah tahu?" Tanya Kris

"Paman Minho menugaskanku lebih darimu Kris" jawab Luhan lalu mengalihkan pandangannya pada Minseok dan Yixing

"Pewaris tahta tidak akan pergi tanpa pasangan. Benarkan Kris?" Tanya Luhan

Kris mengerutkan keningnya sebelum sadar akan perkataan Luhan,"Kau benar" jawab Kris

"Jadi kalian balas dendam?" Tanya Yixing

"Tidak balas dendam. Hanya meminta calon pengantin untuk menemani kami dan membantu Jongdae berdandan. Dia sangat benci berdandan" jawab Kris

"Arraseo, apa yang harus kami lakukan TUAN MUDA?" Tanya Minseok malas

Kris dan Luhan terkikik

"Lakukan apa yang seharusnya ibu presdir lakukan. Berdandanlah yang cantik" jawab Luhan

TBC


BACK WITH ME!

AKU LAGI SENANG KARENA URI CHENCHEN BAKAL MAIN DRAMUS! BARENG LUNA! YEEEE!

Tapi, masalah rumor Luhan... itu cuma rumor kan? Gak beneran kan? Temen aku sampe nangis-nangis ini... mudah-mudahan cuma rumor. Oke, disini ada karakter baru. Kim Saem sama Do Saem. Sedikit clue, mereka berdua adalah orang-orang penting. Kalo kalian ngerti, jangan ditulis di kolom review. Tebak aja gimana mereka bisa jadi orang penting^^

XOXO

Febri Kim