Chapter 9
Disclaimer : Masashi Kishimoto
WARNING! OOC, Abal, Gaje, Cerita aneh, Typo, entahlah pokoknya abstrak hahahaha
FIVE
"bisa kah kau hentikan wajah mengerikanmu itu forehead ? lihat hinata sangat ketakuan dengan wajah mu itu, bahkan tadi pagi dia tidak berani untuk menyapamu" tegur ini
Rupanya sakura masih kesal akibat insiden semalam, dan pagi ini mood nya benar-benar sangat buruk. Sepanjang hari di sekolah wajahnya di tekuk dan marah-marah tanpa alasan. Membuat semua orang yang di temuinya ragu dan takut untuk menyapanya karena wajah sakura sangat menyeramkan saat ini, bahkan hinata sahabatnya sendiri takut untuk melakukan itu.
"benar, bisa-bisanya kau melampiaskan kekesalanmu pada orang tak bersalah sakura" sahut tenten
"seharusnya kau jangan memikirkan masalah itu, jangan terlalu di ambil hati. Aku tau kau kesal tapi berpikirlah. Marah-marah seperti itu hanya akan membuang energimu, lebih baik sekarang kita pikirkan bagaimana cara untuk membalas mereka" ucap temari sambil meminum jus jeruk yang tadi dia pesan.
Mereka berlima sedang ada di kantin pada istirahat jam makan siang, saat itu kantin tidak begitu ramai.
Sakura masih tak merespon ucapan sahabatnya, dia segera mengalihkan perhatiannya pada hinata yang sejak tadi diam saja dengan wajah menunduk.
"gomen hinata, aku sudah membuatmu takut" terdengar nada bersalah dari sakura
Merasa namanya terpanggil, hinata pun mendongak dan menatap sakura.
"bu-bukan begitu sakura chan, aku ha-hanya khawatir saja pa-pada sakura chan. A-aku takut jika aku bi-cara dengan sakura chan i-itu hanya akan mem-buat sakura chan marah karena merasa ter-ganggu" ujar hinata
"kau ini bicara apa ? ahh intinya maaf kan aku, aku benar-benar merasa bersalah pada kalian yang sudah menjadi korban kemurkaan ku pada uchiha hiks" jawab sakura dramatis
Ino menatap sakura dengan pandangan jijik
"sudahlah, jadi.. apa kalian ada rencana hmm ?" Tanya tenten sambil mengaduk-ngaduk jus jeruknya dengan sedotan yang isinya tinggal setengah
"aku belum punya rencana apapun" jawab ino sambil memasukan potongan salad ke dalam mulutnya
"a-ano, aku punya rencana" ucap hinata ragu-ragu
Seketika meja makan yang berisikan lima orang gadis itu henting. Bagaikan mesin waktu yang berhenti, mereka semua kecuali hinata tiba-tiba berhenti dari kegiatan masing-masing. Mereka membeku di tempat. Sakura yang sedang meminum jus strawberry langsung dari gelasnya, temari sedang mengaduk-ngaduk minumannya, tenten yang siap memasukan ramen ke dalam mulutnya dengan mulut menganga lebar dan ramen masih menggantung di tangannya dan ino yang sedang mengunyah saladnya. Mereka semua melotot tak percaya.
.
"byuuuuuurrrrrrrrrrr…" sakura menyemburkan jus yang ada di dalam mulutnya, beruntung tidak mengenai siapapun
"cih.. menjijikan sakura!" omel temari
"uhuk! A-air air uhuk uhuk….." ino tersedak dengan saladnya
"baka, ini cepat minum !" tenten memberikan ino minum
Ucapan hinata barusan membuat semuanya kaget bahkan sakura sampai menyemburkan minumannya dan ino tersedak dengan saladnya.
"eh, apa yang ku ka-takan salah ?" Tanya hinata khawatir
"apa kau bercanda hinata ?" ujar sakura tak percaya sambil mengelap bibirnya dengan tisu
"aku se-rius" cicit hinata
"uh ehem.. kau benar-benar mengejutkan hinata. Kau hampir saja membunuhku dengan pernyataan mu barusan" Sahut ino yang mencoba menormalkan suaranya
"huaaaa kau banyak kemajuan hinataaaaa" ujar tenten senang dan langsung memeluk hinata yang duduk di sebelahnya
"baiklah kita coba dengarkan rencana hinata, jadi apa rencanamu hinata ?" Tanya temari antusias
"ettoo.. jadi be-begini….."
Hinata pun menjelaskan rencana yang dimiliki nya sedetail mungkin dan keempat sahabatnya manggut-manggut tanda mengerti.
.
.
Di sudut kantin
"apa dia gila?" bisik naruto pada neji
"entahlah" jawab neji asal
"sasuke, naruto ingin bertanya padamu. Katanya apa kau gila ?" ucap sai polos dengan senyum palsunya
Yang namanya dipanggil pun segera menoleh
"hn" jawab sasuke
Hanya itu jawaban yang di berikan sasuke
"mendokusei.. bisakah kau hentikan senyum mu itu sasuke, itu benar-benar merepotkan" sahut shikamaru sebal
"lihat karena sejak tadi kau senyum-senyum tak jelas, para gadis ini tak mau pergi dari sini" dengus neji
"ah benar sasuke, aku jadi tidak bisa menikmati ramen ku ini karena sejak tadi para gadis ini disini dan sangat berisik sekali huuuuh" ujar naruto cemberut, dasar maniak ramen
Kita lihat di sudut kantin paling ujung, para gadis sedang berkumpul membentuk sebuah lingkaran. Seperti para kumpulan semut yang sedang menggerumuti gula. Coba kita lihat lebih dalam apa yang sedang terjadi.
Oh rupanya para gadis-gadis ini sedang mengelilingi lima pangeran konoha senior high school, tapi ada pemandangan yang sangat berbeda disini. Uchiha Sasuke si manusia es batu dan angkuh itu sedang tersenyum ? kau yakin dia tersenyum ?
Sejak 20 menit yang lalu ketika sampai di kantin, tak henti-hentinya sasuke tersenyum tanpa alasan. Dia seperti sedang membayangkan sesuatu entah apa yang dia bayangkan. Dan karena ulah sasuke itu, para gadis pun segera berkumpul di meja sasuke dkk membentuk lingkaran karena tidak mau melewatkan momen langka ini. Yeah, melihat seorang Uchiha Sasuke tersenyum seperti itu mungkin hanya akan terjadi setahun sekali ckck kasian sekali. Tapi sasuke apa kau tidak kasihan dengan para sahabatmu yang tak bisa menikmati makan siangnya saat ini ?
"apa dia sedang membayangkan sesuatu yang mesum ?" bisik naruto
"kau tanyakan saja langsung padanya" sahut neji
"aku mendengar itu dobe, apa kau mau mati ?"
Dalam sekejap senyum sasuke lenyap dan kembali memasang wajah stoic nya
"pergi dari sini, kalian mengganggu" ujar sasuke dingin pada para gadis
"huhh padahal aku masih ingin berlama-lama melihatnya"
"benar, jarang sekali bisa melihat sasuke kun tersenyum seperti itu. Benar-benar tampan"
"ketampanannya meningkat 5 kali lipat hihihi"
Dan masih banyak gerutuan serta kikikan para gadis yang di tujukan untuk sasuke. Sampai akhirnya mereka semua pun bubar.
"wawu wija wukan wal wesum, wapa wyang kaw swedang bwayangkwan tweme? (lalu jika bukan hal mesum, apa yang sedang kau bayangkan teme)" Tanya naruto dengan mulut yang penuh dengan ramen
"telan dulu ramen mu itu naruto, menjijikan" dengus neji
"hehehehe" naruto memberikan cengiran khasnya
"bisa kah kau berhenti mengucapkan kata mesum ?" tatapan sasuke mengintimidasi naruto
"eh, ba-baiklah. Tapi aku sangat penasaran teme dengan apa yang sedang kau bayangkan tadi sampai kau bisa tersenyum seperti itu. Tidak biasanya kau begitu. Beritahu akuuu" rengek naruto
"ra-ha-si-a" jawab sasuke sambil menyeringai
"aku tau sasuke apa yang membuatmu sebahagia ini" inner salah seorang sahabatnya
.
.
..
KRIIIIIIINGGGGG….
"baiklah kurasa cukup pertemuan kita kali ini, dan minggu depan kita akan mengadakan ulangan" ujar asuma sensei, guru sejarah di konoha senior high school dan pergi meninggalkan ruang kelas
"haahh ulangan"
"lagi-lagi ulangan"
"kenapa dia suka sekali menyiksa dengan ulangan yang jawabannya bisa berlembar-lembar itu"
"bahkan aku selalu tidur ketika dia sedang menjelaskan tentang sejarah konoha "
"benar-benar membosankan"
Itulah gerutuan-gerutuan yang terdengar di dalam kelas 3-A karena merasa kesal pada senseinya itu yang senang sekali mengadakan ulangan yang jawabannya bisa berlembar-lembar.
"come on guys" ajak sakura pada para sahabatnya.
Dan belum sampai 5 detik para gadis itu sudah menghilang dari dalam kelas. Sasuke dkk pun heran melihat tingkah para musuhnya yang hari ini tidak membuat keonaran dengan mereka.
"kau tau ? aku merasa hari ini adalah hari terbaik selama aku sekolah disini" ujar neji
"aku setuju dengan mu neji, hari ini bukan hari yang merepotkan untuku" sahut shikamaru
"mungkin mereka sudah menyerah, gara-gara kemarin" sambung sai
"ahh tapi aku merasa kesepian ketika mereka cuek bebek pada kita hari ini" ujar naruto lemas
"mendokusei…" dengus shikamaru
"jangan buang waktu, ayo kita pulang" ajak sasuke
Mereka semua pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar kelas, namun ketika mencapai pintu ada suara yang menghentikan mereka.
"sasuke, naruto, sai, neji, shikamaru jangan kabur kalian!" teriak shino si ketua kelas yang rupanya masih membereskan buku-bukunya di atas meja
Mereka berlima berhenti dan menatap shino seolah bertanya "ada apa?"
"apa kalian lupa bahwa hari ini adalah tugas piket kalian berlima ?" ujar shino sambil membetulkan letak kacamatanya dan berjalan menghampiri sasuke dkk.
"jangan lupakan tanggung jawabmu di kelas ketua osis" lanjut shino sembari menepuk bahu sasuke dan meninggalkan mereka
"sepertinya, dia masih dendam padamu sasuke ketika menerima kenyataan bahwa dia harus kalah dari mu dalam pemilihan ketua osis" dengus neji
"hn" jawab sasuke dengan wajah stoic
"haaaaa…..kenapa di dunia ini harus ada yang namanya pikeeetttt" erang naruto frustasi
"kenapa kita bisa lupa jika hari ini adalah bagian kita berlima" ujar sai
"mendokusei aku ingin cepat-cepat pulang kerumah untuk tidur" desah shikamaru sebal
"ayo kerjakan!" perintah sasuke
Akhirnya mereka mengerjakan tugas piketnya dengan baik, menyapu lantai, mengepel lantai, membersihkan papan tulis, menyiram bunga dan membuang sampah. Benar-benar siswa teladan ckck.
.
Hampir 1,5 jam mereka melakukan tugas piket tersebut hingga pukul 5 sore. Mereka berlima berjalan di koridor yang sudah lengang. Sepertinya semua orang sudah pulang dan hanya ada beberapa siswa yang masih lalu lalang di sekolah yang mungkin juga mendapat giliran piket sama seperti mereka.
Mereka sudah sampai di parkiran dan berjalan menghampiri motor sport mereka masing-masing. Motor sasuke berwarna dark blue, naruto berwarna orange, sai berwarna hitam, neji berwarna silver dan shikamaru berwarna merah.
"kenapa mobil gadis-gadis merepotkan itu masih disini ?" batin shikamaru
Tapi tampaknya shikamaru tidak menghiraukan hal tersebut karena dia sudah sangat lelah dan ingin cepat-cepat pulang ke rumah. Kau melakukan kesalahan besar tuan pemalas ckck
Mereka keluar dari parkiran secara beriringan karena memang rumah mereka satu arah, satu kompleks dan hanya berbeda blok. Ketika sampai di perempatan kompleks mereka pun berpisah.
..
.
Suasana sore saat itu benar-benar sangat damai, warna gradasi senja yang sangat indah, dan semilir angin sangat menenangkan. Benar-benar hari yang indah tanpa adanya gangguan dari gadis bar-bar itu. Yah, itulah yang mereka pikirkan saat di jalan pulang ke rumah masing-masing tapi sepertinya kesenangan itu tak bertahan lama.
"kenapa seperti ini?"
Sasuke pun menepikan motornya ke pinggir jalan dan turun dari motornya. Dia langsung jongkok dan mengecek kondisi ban motor belakang. Ban motornya kempes ? tapi bagaimana bisa ? sasuke pun melihat dengan teliti kondisi bannya tersebut. Namun dia tidak menemukan lubang atau robekan yang bisa membuat bannya menjadi kempes. Tak hanya ban belakang namun ban motor bagian depannya juga mengalami hal yang serupa.
"cih kuso" erang sasuke frustasi tapi tetap dengan wajah stoicnya
Kenapa sasuke tidak mencari tempat pengisian angin saja di sekitar sana ? apa kalian lupa jika dia sudah masuk kompleks perumahan dan disana tak ada hal semacam itu.
Dengan berat hati dia pun mendorong motornya dengan wajah yang sudah sangat kelelahan akibat tugas piket nya hari ini dan di tambah lagi harus mendorong motor sampai rumah yang jaraknya kira-kira masih 150 meter. Poor sasukeee..
Segala macam umpatan sasuke ucapkan ketika mendorong motor
"ku pikir ini benar-benar hari yang indah, kuso" maki sasuke entah pada siapa
.
TIN..TINN…..
Sasuke terkejut karena suara klakson mobil yang sangat tiba-tiba, namun kemudian langung memasang wajah stoic nya kembali ketika tau siapa yang melakukan hal bodoh seperti itu. Sebuah mobil mini cooper berwarna pink berjalan pelan menyamakan kecepatannya dengan pria disampingnya yang sedang mendorong motor
Kaca pengemudi pun terbuka, terlihatlah gadis cantik bersurai pink yang melepas kaca hitamnya dan menyampirkannya di atas kepala. Tak hanya itu tangan sebelah kirinya bertengger manis di atas pintu kemudi dan tangan kanannya memegang kemudi.
"wahh tuan uchiha, ada apa dengan motor mu itu?" ledek sakura
Namun sasuke tak bergeming dia tetap melanjutkan perjalanannya
"apa kau butuh tumpangan tuan ?" Tanya sakura dengan senyum mengejeknya
Lagi-lagi sasuke tidak menghiraukannya
"ohh baiklah, diam berarti iya. Jangan salahkan aku, aku sudah berbaik hati menawarkan tumpangan gratis padamu uchiha"
"ini pasti ulahmu haruno" desis sasuke
"aku ? apa kau punya bukti jika aku yang melakukan itu ?" balas sakura santai
Sasuke kembali diam, yeah memang sasuke belum mempunyai bukti tapi sasuke sangat curiga dengan tingkah kelima gadis bar-bar itu yang tiba-tiba menjadi jinak. Mereka seperti sudah merencanakan sesuatu dan terlihat ketika mereka pulang sekolah tadi kelima gadis itu buru-buru keluar kelas. Mungkin saat sasuke dkk mendapat tugas piket para gadis itu sedang melancarkan aksinya. Yah kurang lebih seperti itulah pemikiran sasuke.
"kau akan dapat balasan pink" ujar sasuke ketus
"aku nantikan itu uchiha, byeeeeee" sahut sakura dan mobilnya langsung melaju dengan kecepatan tinggi
Sasuke memandang kepergian sakura dengan pandangan yang sulit di artikan.
.
.
Di sisi naruto
"dasar motor sialan kenapa harus di saat aku benar-benar lapar, aku butuh rameeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen!"
Poor naruto
.
.
Di sisi sai
"hei motor kenapa kau tidak bisa di ajak kompromi hari ini, padahal aku dan teman-teman baru saja mengklaim bahwa hari ini adalah hari terbaik kami, ohh aku harus menyelesaikan lukisanku untuk hadiah ulang tahun kakek besok malam"
Poor sai
.
.
Di sisi shikamaru
"haah.. kenapa para gadis itu benar-benar merepotkan, mereka membuat jam tidur siangku berkurang. Hoaaaaaaaaaaam" sepertinya shikamaru menyadari semua hal ini, tapi kau telat shika
Poor shikamaru
.
.
Di sisi neji
"jadi aku harus mendorong motor ini ? kupikir para gadis itu sudah menyerah. Awas kau hinata, semua novel koleksi mu akan aku hancurkan" desis neji kesal (gomen hinata chan jadi pelampisan nya nejii)
Poor neji
.
Istirahat jam makan siang (beberapa jam lalu)
"a-ano, aku punya rencana" ucap hinata ragu-ragu
Seketika meja makan yang berisikan lima orang gadis itu henting seketika. Bagaikan mesin waktu yang berhenti, mereka semua kecuali hinata tiba-tiba berhenti dari kegiatan masing-masing. Mereka membeku di tempat. Sakura yang sedang meminum jus strawberry langsung dari gelasnya, temari sedang mengaduk-ngaduk minumannya, tenten yang siap memasukan ramen ke dalam mulutnya dengan mulut menganga lebar dan ramen masih menggantung di tangannya dan ino yang sedang mengunyah saladnya. Mereka semua melotot tak percaya.
"byuuuuuurrrrrrrrrrr…" sakura menyemburkan jus yang ada di dalam mulutnya beruntung tidak mengenai siapapun
"cih.. menjijikan sakura!" omel temari
"uhuk! A-air air uhuk uhuk….." ino tersedak dengan saladnya
"baka, ini cepat minum !" tenten memberikan ino minum
Ucapan hinata barusan membuat semuanya kaget bahkan sakura sampai menyemburkan minumannya dan ino tersedak dengan saladnya.
"eh, apa yang ku ka-takan salah ?" Tanya hinata khawatir
"apa kau bercanda hinata ?" ujar sakura tak percaya sambil mengelap bibirnya dengan tisu
"aku se-rius" cicit hinata
"uh ehem.. kau benar-benar mengejutkan hinata. Kau hampir saja membunuhku dengan pernyataan mu barusan" Sahut ino yang mencoba menormalkan suaranya
"huaaaa kau banyak kemajuan hinataaaaa" ujar tenten senang dan langsung memeluk hinata yang duduk di sebelahnya
"baiklah kita coba dengarkan rencana hinata, jadi apa rencanamu hinata ?" Tanya temari antusias
"ettoo.. jadi be-begini, ta-tadi aku mengecek agenda pi-ket kelas dan kebetulan mereka ber-limalah yang a-akan piket hari ini…" Ucap hinata memberi jeda
"nah selagi me-reka piket ba-bagimana jika motor mereka kita kerjai ? de-ngan mengempesi ban motor mereka se-mua." Jelas hinata
Sakura, ino, tenten dan temari pun saling pandang tersenyum mengerikan.
"kau hebat hinataaaaaaa" teriak mereka bersamaan sambil memeluk hinata, yang di peluk hanya tersenyum dan mukanya sudah memerah
Sepertinya hinata buka gadis polos lagi terbukti dia adalah otak dari semua rencana ini. Hinata sudah terkontaminasi oleh sahabat-sahabatnya itu. Ckck hinata yang malang
.
.
TBC
Salam kenal mina-san, maaf yah kalo ceritanya abal gaje entahlah abstrak pokoknya muehehehe..
Maklum ini adalah fic pertama author, dan jika ada pertanyaan silahkan tanyakan lewat kolom riview.
Jangan jadi silent readers yaa karena author butuh saran dan kritik yang membangun :)
Terimakasih atas perhatiannya
