Fanfics CT: Nikoh! Mi-kun!
by Shirayuki Misaki
Nah, ini sudah chapter 10! Apa Misaki berhasil menyelamatkan Rukia?? Kita baca saja!!
Chapter 10: Rukia diculik!? part 3 – Keadaan genting –
Cerita sebelumnya:
Pada hari libur, semua anggota klub berniat bermain sepakbola bersama namun Rukia diculik oleh dua orang misterius. Misaki dan Matsuyama berusaha menyelamatkan Rukia dan menyelam di laut tanpa bantuan apapun. Saat dihadang oleh musuh, Matsuyama menyuruh Misaki untuk pergi duluan dan melawan musuh itu sendirian............
Misaki segera berenang menuju tempat disekapnya Rukia. Misaki tidak bisa menoleh ke belakang karena dia ingat kata-kata Midori dulu, "teruslah ke depan, jangan menatap ke belakang lagi."
Misaki mulai sedih saat mengingat Midori yang sudah tiada. Dia hanya bisa menggigit bibir dan meneteskan air mata selama perjalanan. Di hatinya, ada rasa bersalah dan rasa takut akan keselamatan Matsuyama dan Rukia. Di saat itu juga, muncul lagi makhluk yang sama persis saat Misaki masih bersama Matsuyama tadi. Makhluk itu menyerang Misaki dan Misaki segera menghindar namun lengan kirinya terkena serangan makhluk itu.
"Ukh!" Misaki mulai kesakitan. Namun dia mulai menyerang makhluk itu dengan menggunakan teknik kamikaze alias berani mati. Di saat itu juga, muncul seseorang yang menyerang makhluk itu.
"Hai!" sapa orang itu. Misaki – dengan tatapan sayu – menatap sebuah kapal selam kecil yang dikendarai seseorang, itu Musashi!!
"Pergilah!! Aku akan menghadang dia!!"
Misaki hanya mengangguk dan terus berenang pergi. Musashi juga memulai ancang-ancang untuk menyerang.
Akhirnya sampai juga di sebuah bangunan di bawah laut. Setelah masuk ke dalam dan sampai di ruangan yang masih berisi udara, Misaki hanya terengah-engah dan mengatur napasnya kembali.
Apa Matsuyama sudah duluan kesini?, pikirnya. Sesaat dia berjalan, dia bertemu dengan orang-orang itu. Di tengah-tengah mereka, tentu saja ada Rukia yang bersama mereka.
"Misaki-san!!"
"Rukia-chan!!" Misaki segera menghampiri Rukia namun luka di lengan kirinya langsung membuat Misaki jatuh.
"Uuuuukh.............!"
"Kau membawa uangnya?" tanya orang itu.
"Iya. Tapi lepaskan Rukia-chan dulu!!"
"Seharusnya uangnya dulu, baru anak ini." kata orang kedua.
"Tidak!! Lepaskan Rukia-chan!!!" seru Misaki ngotot. Kedua orang itu saling berpandangan, lalu salah satu dari mereka membuka tirai hitam.
"Kau rupanya ngotot juga, apa kau kenal orang itu?"
Pandangan Misaki beralih ke arah sebuah tabung air yang besar. Misaki terkejut sekali, disana ada Matsuyama!!!
Matsuyama segera mengetuk-ngetuk tabung itu pertanda meminta tolong pada Misaki.
"Hey Misaki! Ini aku!! Bebaskan Shirayuki! Ternyata aku kalah!!" seru Matsuyama. Di saat itu juga, muncul air jernih yang akan memenuhi tabung air yang sedang kosong.
"Misaki!!! Selamatkan Shirayuki tanpa memberi uang itu!! Kau tidak usah memikirkan aku!! Cepat!!" seru Matsuyama. Airnya sudah mencapai lutut Matsuyama.
"Matsuyama............."
"Nah, mana uangnya?" orang itu mulai memaksa.
"Tidak akan!!!" Misaki langsung memukul orang itu. Saat rekannya juga ikut menyerang, dia tendang sebuah kardus hingga mengenai muka mereka.
"Ayo hajar terus!! Misaki!!!" seru Matsuyama. Airnya sudah mencapai perutnya. "Hhhhhh, gawat.........."
"Matsuyama!" pandangan Misaki teralih pada Matsuyama. Namun Misaki tidak goyah, dia tetap berkonsentrasi melawan dua orang itu hanya dengan barang-barang seadanya.
"Misaki!!" Matsuyama berteriak untuk terakhir kalinya karena airnya sudah sampai dagunya. Akhirnya Matsuyama tenggelam sepenuhnya. Matsuyama hanya bisa mengetuk-ngetuk saja.
Berusahalah, Misaki. Jangan pikirkan aku! Selamatkan Shirayuki!!"
"Hikaru!!!" Rukia terkejut saat melihat Matsuyama yang tenggelam. Saat Rukia ingin pergi, orang itu menarik paksa Rukia.
"Kyaaaaaaaah!!!" Rukia jatuh hingga kakinya berdarah. Matsuyama terkejut.
Shirayuki!!! , desisnya.
Misaki sendiri masih kerepotan melawan orang-orang itu. Hingga akhirnya dia sendiri terpukul dan dikeroyok oleh dua orang itu. Rukia mulai menangis ketakutan karena kejadian ini persis saat Setsuna dipukul hingga babak belur.
Misaki mulai terluka sedangkan Matsuyama sudah tidak sanggup menahan napasnya lagi. Misaki mulai memaksakan diri sambil meletakkan uang itu untuk melawan orang-orang itu.
"Misaki-san!! Kau harus menyelamatkan Hikaru!!! Biarkan saja aku!!!"
"Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu disini............... Aku, aku harus melawan mereka!!!"
Rukia hanya bisa menangis lagi. Sekali lagi dia memandang tabung air. Dia kaget karena Matsuyama sudah tidak sanggup lagi. Bahkan dia menutup mulutnya terus-terusan.
"Hikaru!!! Kau tidak apa?!" seru Rukia sambil mendekati tabung air itu. Matsuyama menatap Rukia, hanya diam tanpa kata namun raut wajahnya yang menjawab pertanyaan tadi.
Aku..........., aku sudah tidak sanggup lagi............
Spontan saja Matsuyama mengeluarkan napasnya. Sekali lagi dia memegang kepalanya. Dia berusaha menahan rasa sakit.
"Hikaru!! Kau tidak boleh mati!!!" cetus Rukia histeris. Saat Rukia menangis, Matsuyama menatap Rukia lagi dan menggeleng-gelengkan kepala.
Jangan! Kau jangan menangis lagi. Misaki akan menyelamatkanmu, tenang saja...........
"Ta-tapi Hikaru..........., nanti kau bisa mati! Aku tidak mau ada korban hanya karena aku!!"
Percayalah, Shirayuki........, Misaki bertekad untuk menyelamatkanmu. Aku hanya mengantarnya saja. Kau harus selamat..........
Matsuyama meringis lagi. Matsuyama sudah tidak sanggup menatap wajah Rukia lagi. Sedikit demi sedikit napas terus keluar.
"Hikaru!!!" Rukia kembali menangis. Misaki yang refleks langsung mengambil tongkat dan menghancurkan tabung air. Namun saat dipukul, tabung itu tidak pecah.
"Tidak mungkin............" desis Misaki.
"Heh anak kecil!! Temanmu tidak akan selamat karena tabung air itu tidak terbuat dari kaca!!" seru orang-orang itu sambil tertawa licik, menertawakan Misaki dan Rukia yang tengah berputus asa setelah melihat Matsuyama sekarat.
"Matsuyama tidak boleh mati.............."
Chapter 10 – tsuzuku –
Matsuyama-kuuuuuun!!! T_T Jangan matiiiiii!! Apa Matsuyama dan Rukia akan selamat? Lihat saja di chapter 11!!
