Pandanganya beralih pada seseorang yang sedang mengepel lantai. Dengan semangat sang maknae menungging sambil menggoyang goyang kan pinggul sampai pantatnya mengantul.

Mata jooheon turun ke paha, nampa sangat mulus saat sang empunya berbalik arah sambil berjongkok. Dan jangan lupakan keringat yang mengalir dari dahi hingga leher dan merembes dibahu dengan sexy nya.

Ah….. mimpi apa jooheon semalam, matanya benar benar melebar tatkala mendapat tontonan yang luar biasa disuguhkan oleh I.M.

.

.

.

I.M POV

Aku ingin segera selesai, aduh kepala ku rasanya berat sekali. Ku cepat kan cara kerjaku, entah ini bersih atau tidak aku tidak peudli. Yang terpenting aku harus segera menyelesaikan nya. Kepalaku semakin terasa berdebyut, dan pandanganku mulai berkunang kunang bahkan sudah mengabut, perutku rasanya juga mual. Aku tak tahan lagi dan ahirnya berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutku. Tak ku pedulikan teriakan kihyun yang sepertinya khawatir padaku.

"kyun-ah… kalau kau sakit istirahat saja….ya ampun sampai muntah begini…" Kihyun hyung mengusap punggungku.

"Ani hyung…. Seprtinya magh ku kambuh….." aku berujar lemas

"Ayo istirahat dulu ….." kihyun hyung berujar sambil membopong ku kedalam kamar.

Sesampainya dikamar aku benar benar tak boleh bergerak oleh kihyun hyung. Dia memberiku teh hangat dan mencarikan obat yang kuyakini aku tak punya.

"Sepertinya aku kehabisan hyung…. Kau tidak akan menemukanya….. sudah tidak usah..aku sudah agak baikan…." Sangkal ku sambil melihat kihyun hyung yang mengubek isi laciku untuk mencari obat pereda .

"walau hanya magh, kau tak boleh menyepelekanya Hyun-ah…kau istirahatlah. Jangan kemana mana…. Tunggu aku jika ingin melakukan sesuatu. Aku akan beli obat dulu. Tidak lama kog….." Tanpa menunggu protes dariku kihyun hyung berlari keluar kamar. Entahlah dia pergi membeli kemana.

.

.

.

Normal POV

Nampak jooheon memperhatikan kepergian kihyun dengan bibir mencebik kebawah.

"Huh…. Dasar umma…dia bahkan tak menganggapku ada….. akukan disini….kenapa tak menanyaiku….Aiiiissss …ini semua gara gara anak sialan itu….." sebal jooheon dan memasuki kamar Kihyun dan I.M. Mau melabrak mungkin….

Braaaakkkk…

Jooheon mendobrak pintu kasar. "Dasar bocah sialan…..apa sebenarnya mau mu.!" Bentak nya pada I.M

"Apa maksut hyung…..aku tak mengerti….?"

"Jangan sok lugu dihadapanku…..kau memcoba merayu umma untuk mengamankan posisimu, Annia…..!" Bentak Jooheon mencengkeram kaos I.M

"Aku….aku tak punya maksut seperti itu hyung…..sungguh…."

"Halah….alasan.! Lihat sekarang, apa yang sudah kaulakukan….! Berpura pura sakit agar mendapat perhatian lebih…..?" Makinya

"Atau agar umma melupakan ku dan hanya focus padamu….?" Lanjut Jooheon.

"Hyung…..aku benar benar tidak dalam keadaan baik saat ini…..aku tidak bohong hyung….aku tidak berpura pura…sungguh….."

"Tidak berpura pura…..dan apa itu ? Tidak dalam keadaan baik baik saja…? Baik lah , akan aku tunjukan padamu bagai mana rasanya TIDAK BAIK BAIK SAJA !" Jooheon menarik kasar rambut I.M dan menyeret nya.

Ia bawa I.M kekamar mandi dan membantingnya. Tak puas dengan itu , Jooheon menjambak , menarik lengan I.M kemudian ia masukan kepala I.M kedalam bak mandi yang penuh itu. Air mencuat karna tekanan yang diakibat kan tenggelamnya kepala I.M

Jooheon menahan kepala I.M sambil sesekali mengangkat ke udara. Namun tidak lama dia tenggelamkan lagi kepala bocah malang itu. I.M terbatuk saat jooheon mengangkat dan mendongkakkan kepalanya dengan jambakan.

"Bagai mana….. sudah merasa TIDAK BAIK BAIK SAJA !" teriak jooheon yang tak terbalas oleh I.M , ia justru sibuk mengambil nafas. Bibir nya komat kamit dan dia terus mengemut bibir bawahnya. Entah mual atau kedinginan.

Jooheon terus memandang bibir I.M yang di gigit sampai memerah, dan entah karna apa jooheon merasa gemas.

Tak kunjung mendapat jawaban dari I.M , membuat jooheon manjadi kalap.

Canghyun membuka matanya saat merasakan sesuatu yang basah dan kenyal menempel di bibirnya.

Matanya semakin terbelalak, Jooheon bukan hanya menempelkan bibirnya, tapi mulai melumat, menyedot , bahkan menggigit dengan kasar.

Jooheon semakin menganas dan I.M semakin ketekutan. Berusaha berontak, meronta ronta tatkala Jooheon semakin menghimpitnya ketembok.

Tak sampai disitu, Jooheon bahkan meremat pantat I.M dan tangan kananya berusaha merobek kaos I.M.

-Tbc-