Sorry I Love You
Bandara Internasional Ngurah Rai
Donghae dan Hyukjae tiba di Bali setelah menempuh beberapa jam perjalanan, mereka segera melakukan cek paspor imigrasi dan pengambilan bagasi.
"Kau baik-baik saja?" tanya Donghae memperhatikan wajah Hyukjae yang sedikit pucat
"Aku baik-baik saja" sahut Hyukjae
"Kau terlihat pucat"
"Aku hanya merasa lelah Hae"
"Kalau begitu kau tunggu disini sebentar ne, aku akan mengambil koper kita"
"Baiklah Hae"
Donghae melangkah pergi menuju tempat pengambilan bagasi, tak lama Hyukjae menunggu, Donghae kembali membawa koper mereka,
"Kau masih kuat jalan?" tanya Donghae
"Ne.."
"Kita langsung ke hotel saja agar kau bisa beristirahat.." Donghae memegang tangan Hyukjae
Hyukjae terdiam saat Donghae menggenggam jemarinya,
"Kajja.." ajak Donghae
"Ah ne.." jawab Hyukjae dan melangkah bersama Donghae keluar dari Bandara, Donghae segera memesan taksi untuk mereka.
.
.
Pegawai hotel mengantar Donghae dan Hyukjae kekamar dan membawakan koper mereka,
"Beritahu kami jika tuan dan nyonya membutuhkan sesuatu" ujar pegawai hotel itu ramah sebelum pergi
"Baiklah" jawab Donghae
Pegawai hotel itu lalu melangkah pergi,
"Kau istirahatlah Hyuk" ujar Donghae pada Hyukjae
"Hae, apa kita akan menginap dalam satu kamar?" tanya Hyukjae
"Ne, Leeteuk sudah memesan kamar ini untuk kita, wae?"
"Tidak apa-apa.." Hyukjae tampak canggung
"Aku mandi dulu"
"Ne"
Donghae melangkah menuju kamar mandi untuk segera mandi, Hyukjae duduk ditepi ranjang, memperhatikan kamar yang tampak mewah itu, memikirkan ia akan menginap dikamar yang sama dengan Donghae membuat Hyukjae merasa tidak nyaman.
Suara ombak dari arah balkon mengalihkan perhatian Hyukjae, ia melangkah ke balkon, melihat pemandangan yang menghadap ke arah laut, Hyukjae menatapnya takjub, "Ini sangat indah.." ucapnya tersenyum.
Donghae yang baru saja selesai mandi melangkah keluar dari kamar mandi mengenakan handuk. Ia membuka kopernya untuk mengambil pakaian, pandangannya lalu tertuju pada Hyukjae yang berada dibalkon, Donghae menghampirinya
"Kau sedang apa?"
Suara Donghae mengalihkan perhatian Hyukjae, ia berbalik melihat Donghae, "Aku..sedang melihat pemandangan laut" jawab Hyukjae canggung melihat Donghae yang mengenakan handuk
"Kau tidak istirahat?"
"Aku akan mandi dulu..setelah itu aku akan istirahat"
"Kalau begitu kau mandilah"
"Ne" sahut Hyukjae dan segera berlalu dari hadapan Donghae, melangkah terburu-buru kekamar mandi.
Donghae mengernyit memperhatikan Hyukjae yang selalu tampak canggung padanya. Selesai berpakaian, Donghae mengambil ponselnya untuk memberi kabar pada Leeteuk dan ibunya.
.
.
Hyukjae yang baru saja selesai mandi tak mendapati Donghae dikamar, ia mengernyit, "Dimana Donghae?" gumamnya. Pandangannya lalu tertuju pada makanan diatas meja, Hyukjae melangkah ke arah meja dan mengambil secarik kertas yang Donghae tinggalkan disana,
"Aku keluar sebentar, kau makan dan beristirahatlah"
Hyukjae membaca tulisan tangan Donghae dikertas itu, pandangannya lalu beralih melihat makanan dan minuman diatas meja, Hyukjae yang merasa lapar lalu menyantap makan malamnya itu.
.
.
"Apa? Donghae dan wanita itu pergi bulan madu ke Bali?" Jungyeon terkejut mendengar apa yang baru saja Leeteuk katakan
"Iya bu" Leeteuk tersenyum, "Selama Donghae dan Hyukjae pergi, aku akan menginap disini"
"Kenapa kau biarkan mereka pergi?"
"Memangnya kenapa bu?"
"Bagaimana bisa kau membiarkan suamimu pergi bersama wanita lain?"
"Hyukjae bukan wanita lain bu, dia sudah menjadi istri Donghae juga"
Jungyeon mengernyit heran melihat putrinya yang tidak terlihat cemburu sama sekali, "Tetap saja seharusnya kau tidak membiarkan mereka pergi"
"Aku yang meminta mereka pergi berbulan madu bu"
"Apa?" Jungyeon menatap tak percaya mendengar apa yang baru saja putrinya itu katakan, "Kenapa kau melakukan itu?"
"Memangnya apa yang salah bu, aku pikir Donghae dan Hyukjae butuh waktu untuk berdua"
"Kau ini apa-apaan Teuk, apa kau sudah kehilangan akal sehatmu? ibu benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu!" Jungyeon yang kesal tak dapat menahan amarahnya
"Yeobo tenanglah" Jihyun mencoba menenangkan istrinya
"Bagaimana aku bisa tenang? putri kita ini sudah bersikap bodoh dengan meminta suaminya menikahi wanita lain dan sekarang dia juga meminta suaminya untuk berbulan madu bersama wanita itu, ini benar-benar membuatku gila!"
Leeteuk menangis mendengar perkataan ibunya,"Kenapa ibu tidak bisa memahamiku?"
"Apa lagi yang harus ibu pahami? Kaulah yang tidak bisa memahami ibu"
"Tidak ada wanita yang ingin berbagi suami dengan wanita lain bu, aku merasa sangat sakit, tapi apa yang bisa ku lakukan jika kekurangannya ada padaku? aku yang tidak bisa memberikan anak untuk suamiku!" ujar Leeteuk lalu beranjak dari sofa dan pergi kekamarnya.
Jungyeon menangis mendengar apa yang putrinya katakan, ia tak tega dan merasakan sakit yang putrinya rasakan,
"Sudahlah yeobo" Jihyun mengusap punggung Jungyeon, "Tidak ada gunanya terus menerus berdebat seperti ini, bagaimanapun sekarang Donghae sudah menikah dengan Hyukjae, dan mereka menikah karena permintaan putri kita, sebaiknya kau mencoba menerimanya, pikirkan perasaan putri kita" ucapnya berusaha memberikan pengertian pada istrinya itu
"Aku seperti ini juga karena memikirkan putri kita, aku tidak bisa terus menerus melihat Leeteuk melakukan hal yang akan menghancurkan rumah tangganya, aku tidak bisa.." isak Jungyeon.
.
.
Leeteuk melangkah masuk ke kamar dan menutup pintu, ia menangis menahan rasa sesak didadanya, ponselnya bergetar, Leeteuk meraih ponselnya itu dan melihat panggilan masuk dari Hyukjae, Leeteuk segera menyeka air matanya dan menjawab telepon Hyukjae,
"Ne Hyuk-ah?"
"Kau sedang apa Teuk?"tanya Hyukjae
"Aku sedang dirumah orangtuaku"
"Kau dirumah orangtuamu?"
"Ne, sampai kau dan Donghae kembali, aku akan menginap disini Hyuk"
"Ah begitu" Hyukjae tersenyum tenang mendengarnya
"Kau sedang apa?" Leeteuk balik bertanya
"Aku baru saja selesai makan malam, kau sudah makan?"
"Ne, aku sudah makan tadi"
Hyukjae menyadari suara Leeteuk terdengar berbeda, "Apa kau menangis Teuk?" tanyanya
"Tidak Hyuk, aku tidak menangis" jawab Leeteuk berbohong
"Tapi suaramu terdengar berbeda"
"Ah itu, aku hanya sedang batuk jadi suaraku sedikit serak"
"Kau sakit?"
"Hanya batuk, nanti juga akan sembuh"
"Apa kau sudah minum obat?"
"Ne, aku sudah minum obat tadi, kau tidak usah cemas ne, oh iya, dimana Donghae? Kenapa aku tidak mendengar suaranya?" Leeteuk mengalihkan pembicaraan
"Donghae sedang pergi"
Leeteuk mengernyit, "Donghae pergi kemana?"
"Aku tidak tahu, dia hanya bilang akan keluar sebentar"
"Jadi kau sendirian di hotel?"
"Ne.."
"Ckck, seharusnya Donghae mengajakmu"
"Tidak apa-apa Teuk, lagipula aku masih merasa lelah, aku ingin istirahat saja" ucap Hyukjae tak ingin Leeteuk kesal, "Kalau begitu kau istirahatlah ne, aku juga akan istirahat, besok aku akan meneleponmu lagi ne"ujarnya kemudian
"Ne, baiklah Hyuk"
Usai berbicara dengan Hyukjae, Leeteuk termenung memikirkan Donghae, "Kenapa Donghae pergi sendirian dan tidak mengajak Hyukjae?" gumamnya, pandangannya lalu tertuju pada sebuah bingkai foto diatas nakas, Leeteuk mengambilnya dan menatap sendu foto itu, fotonya bersama Donghae yang diambil saat masih kuliah dulu, air mata Leeteuk kembali menetes membasahi pipinya.
.
.
.
Hingar bingar suara musik menggema memenuhi ruangan salah satu club ternama di Bali yang Donghae datangi, ratusan pengunjung tampak bergoyang mengikuti musik, aroma alkohol yang pekat menjadi aroma khas tempat itu, Donghae yang tengah duduk disalah satu meja bartender meneguk wine digelasnya hingga habis, ia lalu menuang kembali wine kedalam gelasnya hingga gelas itu kembali penuh,
"Ahh.." Donghae meringis menyentuh kepalanya yang sakit, banyak minum membuatnya mulai mabuk, "Kenapa aku harus mengalami semua ini?" keluh Donghae kesal pada semua masalah yang terjadi dalam rumah tangganya, ia stres memikirkan sikap Leeteuk yang selalu saja memaksanya dalam segala hal tanpa memikirkan perasaannya, "Kenapa kau memaksaku melakukan semua ini Teuk-ah..? apa kau tidak tahu memikirkan aku merasa sakit? Rasanya sangat sakit.." ucapnya menangis.
.
.
"Kenapa Donghae belum kembali juga?" Hyukjae menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah satu malam, ia yang cemas lalu mencoba menghubungi nomor ponsel Donghae tapi tidak dijawab, "Apa Donghae baik-baik saja?" gumamnya tidak tenang.
Suara dari arah pintu mengalihkan perhatiannya, Hyukjae menghela nafasnya lega melihat Donghae yang baru saja kembali,
"Hae, kau baik-baik saja?" Hyukjae menghampiri Donghae yang melangkah sempoyongan
"Aku baik-baik saja"
"Kau mabuk?"
"Aku tidak mabuk"
Hyukjae segera membantu memapah Donghae ketempat tidur,
"Kau jangan pergi" Donghae menahan tangan Hyukjae saat Hyukjae melepas tangannya darinya
Hyukjae hanya diam melihat tangan Donghae yang menggenggam erat tangannya,
"Jangan pergi Teuk-ah.."
"Aku bukan Leeteuk Hae, aku Hyukjae"
"Kau jangan pergi" ujar Donghae lagi saat Hyukjae melepas tangan Donghae darinya
"Kau sedang mabuk Hae, sebaiknya kau beristirahat"
Donghae menangis, "Kenapa kau lakukan semua ini padaku Teuk? kenapa kau selalu memaksaku melakukan apa yang tidak kuinginkan? Aku benar-benar sakit"
Hyukjae terdiam mendengar apa yang Donghae katakan, ia sedih dan merasa bersalah
"Aku hanya mencintaimu Teuk, aku tidak bisa mencintai wanita lain tapi kenapa kau memaksaku melakukannya? Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaanku?"
Air mata Hyukjae menetes, "Maafkan aku.."
Donghae menyentuh wajah Hyukjae, "Kau jangan menangis.." ucapnya mendekatkan wajahnya
"Aku bukan Leeteuk Hae" Hyukjae mengelak dan mengalihkan wajahnya dari Donghae, ia beranjak dan terkejut saat tangan Donghae menariknya, Hyukjae terjatuh diatas tubuh Donghae
"Kau jangan pergi Teuk.." Donghae menatap Hyukjae nanar
"Sadarlah Hae, aku bukan Leeteuk, aku Hyukjae" Hyukjae mencoba bangun namun Donghae menahan tubuhnya dan berbalik menindih tubuh Hyukjae, "Apa yang kau lakukan Hae?"
Donghae tak menjawab, ia kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Hyukjae, Hyukjae memejamkan matanya panik saat bibir Donghae menyentuh bibirnya
"Hae..sadarlah..aku bukan.."
Belum sempat Hyukjae menyelesaikan perkataannya, Donghae melumat bibir Hyukjae, mengulum lidahnya hingga membuat Hyukjae kesulitan bernafas,
"Aku mencintaimu Teuk-ah.." Donghae melepas ciumannya dan bergerak turun, menciumi leher Hyukjae, menyentuh inci demi inci kulit putih Hyukjae dengan lidahnya.
"Jangan lakukan ini Hae.." Hyukjae menangis memohon Donghae untuk berhenti, tapi Donghae yang tengah dibawah pengaruh alkohol sama sekali tidak mendengarkannya, ia terus bergerak dan menyingkap pakaian Hyukjae, menyentuh dan mencumbui tubuh Hyukjae.
.
.
Isak tangis terdengar dikeheningan kamar, Hyukjae yang menangis meremas kuat selimut yang menutupi tubuh polosnya, mata sembapnya menatap Donghae yang kini tertidur didekatnya, "Kenapa kau lakukan ini Hae.." isaknya.
TBC
