RAINY NIGHT CHAPTER 5
Sekali publish/upload langsung 5 chapter! Hehe. Maaf belum lanjut Kiss The Baby Sky juga. Maaf untuk yang nungguin, diusahain setelah ini semoga bisa lanjut Kiss The Baby Sky juga ya asap. Oh ya, buat yg suka koleksi foto2 TVXQ dan JYJ. Bisa dilihat/ditengok di web namanya pinterest, dengan username jeslyneyunita board tvxq dan jyj. Cek di triple w dot pinterest dot com slash jeslyneyunita slash tvxq atau triple w dot pinterest dot com slash jeslyneyunita slash jyj. Itu adalah virtual board tempat author koleksi dan update photos terbaru mereka (terutama jyj), so cuma mau share aja ke kalian semua. hehe Thank you!
Thanks untuk semua responsenya, review, favourite, following. Semuanya membuat author terus lanjut cerita ini. Maaf untuk update yang lama (gak ada internet selama di Jakarta).
Dan yang review minta Yoochun pertahanin Junsu. Iyah cerita ini memang fokus ke couple ini dan cerita Yoochun memperjuangkan Junsu, hehe. Terima kasih lagi semuanya. Thanks for reading, and have a good day people!
Time already passed like this
I try looking for your traces but they are erased
The last memories of you
Are locked in the rims of my tears -InHeaven-JYJ-
12:30 kantor Yoochun
Yoochun duduk menyandar di kursi kerjanya sambil menyangga handphone ditelinga kananya, dan jari jari tangan kiri nya yang memegang erat sebuah foto.
Matanya menatap kosong tapi juga penuh dengan rasa penasaran
Tut…Tut…Tut…
Hanya itu suara yang terdengar dari handphone nya. Terus menunggu hingga telepon terputus sendiri, dan kembali menyentuh pilihal call Jung Junsu setelahnya, berulang-ulang.
Ini hari Kamis jam makan siang, dia selalu menghubungi Junsu di hari ini. Tapi sejak pagi Junsu tak sekali pun mengangkat teleponnya. Membuat Yoochun terus mencoba hingga siang ini.
Masih tak ada jawaban. Yoochun membuka laci meja dengan tangan kirinya dan meletakkan foto yang tadi ia genggam kedalam dompetnya kembali di laci itu. Pria ini menghela nafas sebentar, mengutak-atik handphonenya sebentar- mendial nomor lain
Tut..Tut..
"yeoboseyo dengan kediaman keluarga Jung" akhirnya suara seseorang terdengar juga
"oh, yeoboseyo, bisa bicara dengan Jung Junsu, ahjussi?" Tanya Yoochun sopan kepada laki-laki yang sepertinya lebih tua darinya ini
"Nona Junsu baru saja keluar rumah. Maaf dengan siapa saya bicara?"
"ohh begitu. Aku, hmm aku Park Yoochun ahjussi"
"ohh, Tuan Park"
"heeh"
"ada pesan yang bisa saya sampaikan mungkin,untuk nona Junsu, Tuan Park?"
"emm boleh deh ahjussi tolong titip pesan untuk Junsu agar segera menghubungiku" jawab Yoochun
"baiklah tuan, ada lagi yang bisa saya bantu?"
"tidak, itu saja ahjussi. Terima kasih ya"
"sama-sama. Terima kasih juga tuan. Selamat siang" tutup seorang pelayan keluarga Jung itu dengan sopan
"selamat siang" balas Yoochun lalu kembali meletakkan handphonenya dimeja dengan asal.
Yoochun menggigit bibirnya sekilas, hendak kembali fokus ke sisa pekerjannya saat ternyata handphone itu bergetar sedikit. Drrt.
Yoochun meraihnya dengan cepat dan membaca pesan Junsu
Oppa sorry aku sedang sibuk, maaf tidak bisa mengangkat telepon. Nanti kuhubungi lagi. Thx
Kamar Junsu 17:30
Junsu terlihat sibuk bulak-balik kamarnya membereskan isi sebuah koper besar dipojok kamarnya. Dengan rambut yang diikat, kaus biasa dan celana rumah, bulir-bulir keringat kecil terlihat di ujung pelipisnya. Tidak hanya Junsu, Jaejoong, ibunya juga terus bulak-balik membawa beberapa barang dan di-pack kedalam koper tersebut.
Drrt Drrt Drrt Drrt
Handphone putih Junsu bergetar di atas meja samping ranjang untuk kesekian kalinya. Junsu berhenti sejenak dan melihatnya sekilas, 6 pesan whatsapp, 4 pesan line,dari teman-teman terdekatnya, dan beberapa miscall dari Yoochun. Gadis ini duduk sebentar disamping ranjang. Menulis pesan untuk Yoochun
Oppa sorry, tadi ada apa menelepon?
Tok tok tok, Junsu dan Jaejoong menengok kepintu masuk kamar itu. Yoon ahjussi, salah satu pelayan senior dirumah ini menengokkan kepala kedalam kamar
"permisi Nyonya, nona Junsu, tadi siang ada telepon dari Tuan Park Yoochun mencari nona Junsu. Tuan Yoochun juga meminta ada menghubunginya kembali setelahnya"
Jaejoong dan Junsu sama-sama diam beberapa detik, baru buru-buru Junsu menjawab "ohh, heeh ahjussi sudah aku contact. Terima kasih Yoon ahjussi" jawab Junsu sambil tersenyum menganggukkan kepala
"baiklah, saya permisi nona, Nyonya" Yoon ahjussi pamit mudur menutup pintu kamar kembali rapat-rapat
"loh kok Yoochun telepon Junsu? Kalian tidak bertemu?" Tanya Jaejoong sang umma
"ahh,, bertemu kok omma… tadi handphone ku mati jadi oppa tidak bisa menghubungi" Junsu menjawab dengan hati-hati sambil membereskan rambutnya sedikit, mencoba rileks "mungkin Yoochun oppa menelpon kerumah untuk mengecek apakah aku sudah keluar rumah apa belum" lanjut Junsu
"ohhh begitu…." Jaejoong kembali sibuk menata isi koper putrinya.
Junsu dibelakang menghela nafas lega. Ah iya, Yoochun oppa menghubunginya dari siang tapi baru sekarang dia baru ingat. Pikir Junsu
Drrtt
Junsu membuka kembali handphonenya
Kamu tadi kemana? Hari Sabtu kujemput seperti biasa?
Ah iya, aku juga belum bilang kalau sabtu ini tidak bisa pergi. haduhhh. Runtuk Junsu sedikit dalam hatinya. 5 hari terakhir ini sangatlah sibuk bagi Junsu, bertemu dengan banyak orang, merapikan pekerjaan yang tersisa, beres-beres dari kantor nya juga dari kamar tidurnya ini seperti sekarang, bersiap meninggalkan Seoul esok hari. Jadilah banyak hal kecil yang terlupakan.
Sedang keluar dengan teman. Ah sabtu ini tidak bisa oppa, sorry baru kabarin sekarang. Ketik Junsu
Yoochun membalas dengan cepat setelahnya,
Besok memang kemana?
Hmm besok saja kukasih tau oppa, aku masih ada urusan sekarang, mian
Oke baiklah, kabari aku besok ya
Okk. Thx oppa
Tulis Junsu terakhir lalu melempar handphone nya ketengah kasur. Kembali sibuk merapikan barang-barangnya yang masih cukup berantakan
"jangan lupa tiket, passport, dan barang-barang lain di tas Su, siapkan dari sekarang supaya besok tidak ketinggalan" ucap Jaejoong sebelum hendak turun untuk makan malam dulu
"iya omma, okee" balas Junsu dengan senyum manisnya lalu menutup pintu kamarnya.
Jumat 14:05 Kantor Yoochun
Drrt Drrt Drrt
Suara getar handphone terdengar lagi dari dalam laci meja kerjanya. Yoochun yang sedang konsentrasi dengan pekerjannya sedari tadi tidak terlalu mengihraukan handphonenya. Setelah bergetar beberapa kali, baru akhirnya ia mengecek handphone itu.
Dan tak sampai satu menit ia membaca pesan yang diterima. Pria tinggi ini langsung mengambil kunci mobil, dompet dan jam tangannya dan langsung pergi keluar membanting pintu ruangannya tersebut; tanpa memakai jasnya terlebih dahulu, tanpa mengatakan apapun kepada sekretarisnya yang hanya bisa bengong- melihat bos nya yg main terburu-buru pergi ke lantai bawah.
Sedan Mercedes Benz hitam yang dikendarai supir Yoochun melaju dengan cepat keluar dari parkiran gedung, menembus jalanan kota Seoul yang untungnya tidak terlalu macet di jam segini. Matanya fokus terpaku pada jalanan, menginstruksikan sang supir untuk mengendarai secepat tapi tetap seaman mungkin, di lampu merah ia mendial nomor telepon rumah Junsu
"yeoboseyo dengan kediaman keluarga Jung" sapa suara seseorang yang sama seperti kemarin
Yoochun menjawab dengan suara yang sedikit bergetar-kepanikan tercetak jelas dari suaranya tersebut
"yeoboseyo.. ah.. ahjussi, Junsu.. Junsu bernagkat hari ini?" Tanya Yoochun terbata-bata. Masih mencoba berharap bahwa semuanya ini tidak benar
"benar Tuan, flight nona Junsu siang ini jam 3 sore"
"arghh!" keluh Yoochun sekilas, refleksnya. "Junsu ke kota mana di Inggris ahjussi? Manchester? London?"
"mm.. Manchester tuan Park. Nona Junsu tidak bersekolah di Manchester tapi akan tiba lewat airport Manchester" jawab Yoon ahjussi dengan nada sedikit bingung. Terutama mendengar nada bicara Yoochun yang sepertinya sedang memiliki sesuatu yang penting sekali
"ah baiklah ahjussi. Terima kasih sekali ya informasinya!"
"ah iya, terima kasih juga, selamat siang Tuan Park"
"neeee" jawab Yoochun sekilas lalu langsung memutuskan telepon dengan lemas. Matanya kembali tertuju pada jalanan diluar dengan tatapan kosong. Jantungnya berdegup dengan cepat, berharap dan berdoa- sekali ini saja, ia ingin sekali bertemu dengan Junsu. Bahkan untuk semenit saja, ia ingin mengucapkan selamat jalan kepada Junsu. Perasaan Yoochun terasa campur aduk detik itu juga. Antara marah, kecewa, berharap ini tidaklah nyata, dan perasaan penasaran yang begemuruh didadanya.
Bagaimana bisa ia baru tahu kalau Junsu pergi hari ini juga? Junsu tidak boleh pergi. Junsu.. Junsu.. Apakah Junsu akan kembali? Bagaimana jika ia tidak kembali? Apa Junsu sudah memberitahu keadaan sebenarnya hubungan mereka kepada orang tua mereka? Apa aku masih bisa bertunangan dengan Junsu setelah dia kembali? Semua pertanyaan itu menjadi satu berkutat didalam otak Yoochun. Hatinya terasa resah dan sangatlah kuatir, sesuatu yang tidak bisa dikendalikan oleh kepalanya sendiri
Yoochun oppa, hari ini aku berangkat ke UK untuk melanjutkan master
Sorry baru memberi tahu hari ini. Aku pamit dulu ya. Annyong
Begitulah isi pesan Junsu barusan, yang membuat mata Yoochun terbelalak dan membuatnya langsung terburu-buru menuju airport detik itu juga.
15:30
Hujan rintik-rintik semakin lama semakin menderas membasahi kota Seoul. Satu persatu titik air itu tertangkap didalam pandangan Yoochun. Pandangannya masih kosong, ia masih tergolek lemas di bangku belakang mobilnya.
Hanya berbeda dengan satu jam lalu, jantungnya sudah tidak bergedup keras sekarang, semua pertanyaan tadi terlupakan begitu saja, yang ada dipikirannya sekarang adalah gambaran wajah Junsu yang terakhir ditemuinya hari Sabtu minggu kemarin, gambaran wajah Yunho ahjussi dan Jaejoong ahjumonim yang ditemuinya di airport. Semuanya terjadi begitu cepat, pikir Yoochun smbil mengusap wajahnya dengan tangan kanan. Dilirik jam di pergelangan kirinya. Satu jam, dalam satu jam lebih ini saja, satu hal penting telah banyak berubah.
Yoochun meraih handphonenya di saku kiri dan men-dial satu contact. Lee Sungmin.
"yeoboseyo" sapa Sungmin nun jauh disana
"yeoboseyo. Min….." balas Yoochun dengan suara datar
"ada apa Chun?"
"Junsu min… Junsu.. pergi ke UK"
"hahhhh? Junsuuu? Yang benar Park Yoochun" suara Sungmin langsung meninggi, jauh berbeda dengan suaranya yang sangat santai tadi
"iyaa. Melanjutkan master disana. Barusan pesawatnya take off" jawab Yoochun sambil memijit-mijit dahinya.
"kok bisa? Kau baru tahu? Sudah bertemu dengannya tadi?"
"tidak bertemu sama sekali. Aku baru tahu saat dia memberi kabar 1 jam sebelum take off. Aku menyusul ke airport tapi sudah telat" Yoochun menjelaskan. Ia sangat ingin bercerita dengan seseorang. Maka menelpon Sungmin, sahabatnya, adalah pilihan yang tepat di saat-saat seperti ini
"haahh,.,, haishh…" Sungmin ikut menghela nafas juga mendengar cerita Yoochun. Benar-benar malang temannya satu ini
"kau dimana? Kita bertemu lah sekarang juga"
"sedang jalan balik ke kantor"
"ya, bertemu dulu di coffee shop biasa, ok? Aku kesana sekarang juga" balas Sungmin sambil suara kertas bisik-bisik terdengar juga dibelakangnya. Pria ini menutup berkas-berkas yang ia sedang kerjakan tadinya, menunda pekerjaan sebentar dan bergegas bertemu lansung dengan Yoochun
"baiklah"
"alright I'll see you there"
"hmm, thanks min" tutup Yoochun
"neee" dan tut. Sungmin memutuskan pembicaraan
Yoochun segera menginstruksikan supirnya untuk mengambil arah ke sebuah coffee shop di pusat kota, tempat ia biasa selalu bertemu dengan Sungmin
Tuk. Tuk. 2 cangkir chocolate panas diletakkan Sungmin ditengah meja yang diduduki Yoochun.
"jadi Junsu ke UK?" Tanya Sungmin yang segera mengambil duduk dihadapan pria yang sedang melipat tangannya diatas meja dengan masih cemberut ini
"heeh"
"Kok Juni? Kan intake nya September/oktober?" Tanya Sungmin lagi
"Summer school dulu sekalian kata ahjussi, hffft" jawab Yoochun sambil menghela nafas lagi, menyangga wajahnya dengan satu tangan, dan mulai menyesap gelas cokelat panasnya sedikit-sedikit
"Ohh" Sungmin manggut-manggut mendengarkan
"Park Yoo Chun" panggil Sungmin
"hmm?"
Sungmin menatap kedua mata Yoochun dalam "Kau benar-benar suka sama junsu? Jangan mengejarnya demi hal lain jika kau tidak benar-benar menyayanginya" ucapnya dengan sangat tegas dan pasti
Yoochun yang mendengar ucapannya langsung membuka mulut sedetik kemudian
TBC to chapter 6
JKT 27/6/14 21:50
