Disclaimer: Masashi Kishimoto.
Sasuke duduk dikursi didepan pintu UGD dengan mata terpejam tapi masih sadarkan diri, dengan wajah yang sangat khawatir, bibirnya tidak henti-hentinya mengucapkan kata 'semoga Sakura baik-baik saja'. Itachi yang datang karena ditelepon oleh Kiba membawakan baju ganti untuk Sasuke.
"Ini, setidaknya ganti pakaianmu, Yukatamu penuh dengan darah." Kata Itachi memberikan sepasang baju untuk Sasuke, Sasuke menerimanya dan berjalan menuju toilet untuk mengganti pakaian. Begitu pula yang lainnya, masing-masing telah menelepon kerabatnya agar dibawakan baju ganti karena tidak ada satupun yang mau meninggalkan rumah sakit.
"Sebenarnya, apa yang terjadi?" tanya Itachi pada adiknya yang sudah kembali dari toilet.
"Aku tidak tahu, saat kita sedang menikmati Hanabi, Sakura…dia…tiba-tiba melepaskan genggamannya padaku, ketika aku menoleh, wajahnya sudah berlumuran darah, darah yang mengalir dari hidungnya…" jelas Sasuke. "Itachi, kau tahu kan…saat ini aku sedang mengikuti bimbingan." Itachi mengangguk.
"Aku mempelajari tentang leukemia dan penyakit jantung lebih dalam, dan salah satu pertanda memburuknya leukemia adalah, mimisan yang tidak berhenti, sama seperti Sakura..saat ini.." kata Sasuke yang gemetar.
"Sasuke, kita harus percaya pada Sakura… dia pasti bisa melewatinya…" kata Itachi menggenggam tangan adiknya.
Sasuke mengangguk, setelah satu jam berlalu, kakek Sakura keluar dari kamar UGD.
"Kakeeek…bagaimana keadaan Sakura kek?" tanya Sasuke yang khawatir, dan yang lainnya ikut berdiri menghampiri kakek.
Kakek melihat dengan pandangan sedih kearah Sasuke dan yang lainnya.
"Pendarahan yang keluar dari hidungnya, disebabkan oleh leukemianya yang memburuk, tapi Sakura selamat, dia tidak apa-apa." Jawab sang kakek.
Semua menghela nafas merasa lega karena Sakura tidak apa-apa.
"Aku akan memindahkan Sakura ke kamarnya, mungkin mulai saat ini, di kamar Sakura akan banyak alat-alat untuk membantunya agar tetap stabil." Kata sang Kakek.
"Maksud kakek?" kata Sasuke yang mencoba untuk mengintip Sakura, betapa kagetnya dia melihat tubuh Sakura yang dipenuhi banyak selang.
"S..Sakura…Kek..dia kenapa?" tanya Sasuke.
"Aku terpaksa memasangkannya, agar jantungnya bisa tetap stabil." Kata sang kakek. "Aku harus ke lab, kalian bisa mengantar Sakura ke kamarnya kalau mau."
Ketika suster membawa Sakura untuk ke kamarnya, yang lain melihat keadaan Sakura yang begitu menyakitkan, Ino yang tidak tahan lagi telah berlinangan air mata, begitu pula Hinata, mereka tidak tega melihat Sakura yang seperti itu. Sasuke hanya bisa berdiri tidak bergerak melihat Sakura dibawa, sedangkan yang lain mengikuti suster dari belakang.
Sasuke berfikir, kemana Sakura yang tadi tersenyum bahagia, kemana senyum yang seperti malaikat itu, sekarang Sakura jangankan tersenyum, membuka matanya saja tidak.
"Sasuke." Panggil Itachi. "Kau akan tetap disini atau ikut ke kamar Sakura?"
"Ah..maaf..aku bengong." Kata Sasuke.
Akhirnya kakak beradik itu mengikuti yang lainnya menuju kamar Sakura, sesampainya dikamar Sakura.
"Kalian boleh berada disini atas izin dari dokter Haruno, tapi jangan membuat kerusuhan, kalian harus tenang demi kenyamanan Sakura." Kata salah satu suter.
"Baik, sus.." kata Ino yang sambil berjalan kearah Sakura dan mengelus kepalanya.
"Cepat sembuh yah gadis bodoh." Kata Ino sambil menangis.
Sasuke datang bersama Itachi, semua tetap berada disitu, sampai Sasuke berdiri disamping Sakura, Ino menyingkir dan duduk disamping Hinata yang sedang duduk di sofa, Sasuke memandangi Sakura, dan menggengam tangannya yang menggunakan cincin. Lalu Sasuke berlutut dan mencium tangan Sakura. Hanya itu yang bisa dia lakukan, tidak berkata apa-apa, hanya terus berada disampingnya sampai semua tertidur, begitu pula Sasuke yang tertidur disamping Sakura.
Ketika pagi datang, Sasuke merasa tangannya bergerak, ketika dia membuka matanya, Sakura tersenyum padanya,
"Sakura!...bagaimana keadaanmu?" tanya Sasuke yang membuat semua bangun.
"Sakuraa." Panggil Ino dan Hinata yang langsung menuju kasur Sakura, begitu juga yang lainnya.
"Hehehhee..aku..tidak..apa-apa.." kata Sakura lemas. "Ada..apa~~dengan kalian…ha~ha~ha..lihat…wajah kalian…seperti mau tenggang..rasa saja…"
"Hahahaha..ini gara-gara kamu tahu..maknaya kamu harus sembuh supaya kita bisa bergmbira bersama lagi." Kata Naruto.
Sakura tersenyum mendengar kata-kata dari Naruto, dia merasa bersalah pada mereka.
Tiba-tiba handphone Ino berbunyi, dan ketika dia mengangkatnya, Ino harus pulang karena Ibunya mminta tolong kepadanya, begitu juga yang lain yang disuruh pulang sebentar. Kecuali Sasuke.
"Sasuke, aku pulang dulu…kalau ada apa-apa telepon aku." Kata Shikamaru.
"Ya..hati-hati." Jawab Sasuke.
"Aku juga sebaiknya pulang dulu, kau baik-baik Sasuke." Kata Itachi yang berjalan keluar.
Sasuke menatap ke Sakura, begitu Sakura menyadari tatapan Sasuke, dia tersenyum pada Sasuke, tapi Sasuke tidak membalas senyumannya, Sasuke malah berlutut disamping Sakura sambil memegang tangannya dan menangis, saat itu yang terdengar adalah hisakan Sasuke dan bunyi alat penditeksi detak jantung.
Piiip piiip piiip
"Sasuke..~~~…bangunlaah…. Jangan menangis seperti itu…" pinta Sakura
Sasuke tidak bangun, dia hanya mengangkat kepalanya dan memandang Sakura, Sasuke tahu keadaan Sakura sangat tidak wajar, dia sangat takut kehilangan Sakura sampai-sampai menjatuhkan citranya dengan menangis didepan Sakura seperti itu. Sakura mmeraih wajahnya Sasuke memakai tangannya yang digenggam oleh Sasuke.
"Aku akan baik-baik saja….aku janji…" kata Sakura tersenyum.
Sasuke hanya mengangguk dan mencium tangan Sakura lalu bangkit untuk mencium kening Sakura.
"Sasuke…" panggil Sakura. "Aku senang…kamu melamarku…..terima kasih.."
Sasuke hanya diam.
"Aku ingin…kalau kita menikah nanti….kita mempunyai 4 anak, yang 2 itu kembar…" kata Sakura sambil tersenyum.
Sasuke yang mendengar keinginan Sakura makin mengeluarkan air matanya dan duduk disamping Sakura.
"Ya…kita pasti akan mempunyai anak-anak yang lucu.." jawab Sasuke sambil menangis.
"Kalau4, 2 perempuan dan 2 laki-laki…kalau yang laki-laki pasti sangat tampan sepertimu." Kata Sakura.
"Ng…kalau perempuan juga pasti sangat cantik sepertimu." Jawab Sasuke sambil mengusap air matanya.
"oh ya? Menurutmu aku cantik?" tanya Sakura.
"Sangat." Jawab Sasuke.
"Hehehehe….~~~" tawa Sakura dengan lemas.
"Setelah menikah…aku ingin sekali pergi ke italy…melihat pemandangan disana sambil menaiki gondola… pasti sangat romantis…" kata Sakura.
"Tidak perlu menunggu sampai setelah menikah..aku bisa membawamu sekarang juga..asal kau sembuh, aku pasti membawamu." Kata Sasuke yang tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh.
"Benar?...janji yaah Sasu..ke" kata Sakura yang menunjukan kelingkingnya.
Sasuke melihat Sakura menunjukan kelingkingnya, ini seperti de javu, saat pertama kali mereka membuat janji, lalu Sasuke melingkarkan kelingkingnya pada Sakura.
"Aku janji." Kata Sasuke sambil tersenyum.
"Ah…Sa..suke…aku ingin minum…" kata Sakura.
"Ah..sepertinya suster belum mengganti air minummu, aku ambilkan yang baru dulu yah." Kata Sasuke.
"I…ya…" jawab Sakura sambil tersenyum lemas.
Sasuke berjalan menuju tempat air minum berada dan segera mengambil air, tapi ketika dia berjelan menuju pintu.
"Ah…arrgghh…ukkhh…" rintih Sakura.
Sasuke menjatuhkan tempat minum yang terbuat dari gelas itu dan langsung lari kearah Sakura.
"Sakuraaaa…kamu kenapa..ayo bertahanlaaah..aku moohhooonn" panic Sasuke sambil memegang tangannya. Tapi Sakura tidak bisa menjawab karena rasa sakit di dadanya itu, dia hanya bsia merintih dan meronta, Sakura menggenggam tangan Sasuke dengan sangat keras, tapi Sasuke tidak peduli, Sasuke hanya bingung, panic dan berteriak minta tolong.
"TOLOOONG! SIAPA SAJA TOLOONG! SUSTEEEER! TOLONG KEMARIII! SAKURA BUTUH PERTOLONGAN!" teriak Sasuke sambil menangis.
"AAAARRGHHHH.." rintih Sakura lebih keras.
Suster yang mendengar teriakan Sasuke segara datang kekamar Sakura dan segera mengecek mesin yang ada di samping Sakura, selagi tangan kiri Sasuke digenggam Sakura dengan sangat kencang, tangan kanannya sibuk memencet handphone untuk menelepon Shikamaru.
Suster cepat-cepat memberi tahu yang lainnya lewat telepon rumah sakit agar segera keruangan Sakura.
"Tolong panggil dokter Haruno keruangan cucunya, sekarang, emergency!" kata suster.
"Shikamaru!..shikamaruu cepat kesini..Sakura..dia…!" kata Sasuke yang tidak bisa menjelaskan. Tiba-tiba Sakura teriak kesakitan dan Shikamaru bisa mendengarmya.
"AAAAAAKKKKHHHH!" rintih Sakura.
"Cukup, jangan dijelaskan aku sudah mengerti, aku kesana sekarang bersama yang lainnya." Kata Shikamaru yang langsung menutup telepon.
Sasuke yang tidak bisa kemana-mana karena tangannya digenggam Sakura, hanya bisa menangis melihat Sakura yang merasa kesakitan. Dan kakekpun datang.
"Sasuke, lepaskan tangan Sakura..aku akan mengatasinya." Kata sang kakek dengan wajah yang pucat.
Sasuke pun mencoba untuk melepaskannya, tapi tidak bisa, Sakura terus meronta-ronta, hingga teriakan terakhir.
"AAAaaakkhhh…" rintihan terakhir Sakura, tubuhnya terdiam, tidak meronta lagi, dan mesin yang menditeksi detak jantungun telah berbunyi datar.
Piiiiiiiiiiiip
Genggaman Sakura yang tadinya kencang, sekarang mengendur. Sasuke hanya terdiam, dia tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Yang dia lihat sekarang adalah sang Kakek yang sedang menyetrum Sakura dengan alat agar jantungnya kembali bekerja.
"Siap…1..2…3"
JDER
Tubuh Sakura mengejang akibat sengatan itu, Sasuke hanya teridam melihat Sakura.
"ayo Sakuraaa…kamu pasti bisa…kamu cucuku yang paling hbat dan paling kuaat." Kata sang kakek. "Sekali lagi..1…2…3"
Kemudian tubuh Sakura mengejang lagi, tapi tidak ada reaksi, sudah 5 kali kakek melakukan itu, sampai akhirnya sang kakek yang mereka kenal dengan kakek yang ceria, kakek kali ini meneteskan air matanya dan mencium kening sakura, dia menangis sambil memeluk Sakura.
Para suster memundurkan langkah mereka, dan membuka topi mereka, bahkan para suster pun menangis terhisak-hisak. Sasuke bingung sebenarnya apa yang terjadi, dia masih belum paham.
Shikamaru dan yang lainnya pun datang, Ino yang melihat Sasuke berdiam diri dan mematung seperti itu, dan melihat sang kakek menangis sambil memeluk Sakura, langsung paham apa yang terjadi.
"Huaaaaaaa…..Sakuraaaaaa!" teriak Ino sambil menangis memeluk Shikamaru.
"Tidak..ini tidak mungkin…" kata Hinata yang menutup wajahnya.
"Tidak…ini bercanda kan…hei Sasukeee! Ini bercanda kan..!" kata Naruto sambil mencengkram baju Sasuke, tapi Sasuke tidak bereaksi apa-apa, menangis pun tidak, air mata yang dari tadi mengalir dari mata Sasuke, berhenti seketika.
"Bohong!...tidak mungkin..Sakuraa! hoiii…Sakuraaa…bercandamu ini tidak lucuu.." teriak Kiba.
Shikamaru yang merangkul Ino tidak bisa menahan air matanya, dia menunduk meletakkan kepalanya diatas kepala Ino.
Semuanya menuju kasur tempat peristirahatan Sakura, kecuali Sasuke, dengan pandangan kosong, dia berjalan keluar, dia berjalan tanpa arah, berjalan terus sampei keluar rumah sakit, pikirannya kosong, dia tidak percaya bahwa Sakura, gadis yang sangat dia cintai dan dia sayangi, telah meninggal dunia Sasuke terus berjalan, sampai ada beberapa orang yang menegurnya.
"Eh..Sasuke?" panggil seseorang itu.
Ketika Sasuke menoleh, ternyata orang-orang yang menyapanya itu adalah orang-orang dari klub basket yang habis dihajar olehnya waktu di pantai.
"Ehm..kami ingin meminta maaf padamu, dan pada Sakura.." kata salah satu dari mereka.
Sasuke melihat kearah mereka dengan pandangan muak, lalu mencengkram leher orang itu.
"Maaf?" kata Sasuke dengan amarah yang terpendam sambil mencengkram keras leher orang itu.
"S..Sasuke..kami kesini ingin meminta maaf..tolong maafkan kami.." kata orang yang lain.
"apa kalian fikir permintaan maaf kalian bisa menghidupkannya kembali?" kata Sasuke dengan nada yang masih sama.
"Ha?" orang-orang itu bingung, tidak mengerti apa yang Sasuke bicarakan.
"DIA SUDAH TIDAK ADA, DIA MENINGGAL TADI…APA KALIAN PUAAS? HAAH! KALIAN PUAS KAN..KALIAN SENANG KAN KALAU DIA MENINGGAL! BRENGSEK! SEHARUSNYA YANG MATI ITU ADALAH KALIAN!" kata Sasuke yang langsung memukul orang itu.
"S…Sa..Sasuke..Sakura Haruno? Meninggal?" tanya orang itu.
"DIAM! JANGAN SEBUT NAMANYA DENGAN MULUTMU YANG KOTOR ITU!" bentak Sasuke.
"K..Kami benar-benar minta maaf." Kata orang-orang itu sambil menunduk dan langsung pergi.
"Siaal! Siaaal! Siaaaaall!" rintih Sasuke kesal sambil terus berjalan.
Dan akhirnya Sasuke menghentikan langkahnya di jembatan konoha, dia teringat akan wajah senyumannSakura saat dia melihat pelangi, dia juga ingat saat ciuman pertama mereka dijembatan air matapun kembali membasahi Sasuke, kini raut wajah Sasuke bukan lagi marah, tapi sedih, sedih yang tak tertahankan.
"Huuu…huuuu..Saku..ra..ke..napaaa…" tangis Sasuke sambil berlutut sujud di jembatan itu.
Dirumah sakit.
"Kemana Sasuke?" tanya Kiba pada naruto.
"Tadi dia keluar, aku fikir dia ke toilet.
Ino masih tetap memeluk Sakura yang sudah tidak sadarkan diri, wajahnya begitu tenang, walaupun tadi dia merintih kesakitan, tai sekarang dia seperti sedang tidur, wajahnya sangat damai.
Hinata melihat sekeliling kamar Sakura dengan mata yang sembab, dia melihat skeliling, dan terlihat di meja sakura ada beberapa bingkai foto, fotonya bersama ino dan Hinata, bareng-bareng dan dengan Sasuke, serta foto kedua orang tuanya.
Hinata mengambil foto yang Sakura, Ino dan dirinya, melihat Sakura di foto itu dengan wajah yang ceria, dia tidak percaya kalau Sakura sekarang yang sedang terbaring dikasur sudah tiada, Hinata pun memeluk foto itu sambil menangis, tanpa sengaja dia melihat ke laci sakura yang setengah terbuka. Disitu ada sebuah buku, seperti buku diary. Hinata mengambilnya dan membacanya.
"Tidak mungkiin…Semuanya..coba baca ini…" kata Hinata.
"Astaga..Sakura…..ternyata…" kata Kiba.
"Kita harus memberi tahu Sasuke." Kata Ino.
"Ah…biar aku yang mencarinya." Kata Naruto yang mengambil buku diary itu.
Naruto mencari Sasuke keseluruh rumah sakit, tapi dia tidak menemukannya, dan Naruto mencoba menelepon Sasuke.
"Ada apa" Jawab Sasuke
"Sasuke kau dimana? Aku punya kabar untukmu.." kata Naruto.
"Naruto, saat ini aku sedang tidak.."
"Ini tentang Sakura…" serobot Naruto.
"….." Sasuke terdiam ."aku dijembatan konoha."
"Baiklah aku kesana." Kata Naruto dan langsung menutupnya.
Naruto berlari ke jembatan konoha, sesampainya disana, dia melihat Sasuke sedang duduk dijalanan jembatan itu.
"Hhh..apa yang kau lakukan disini Sasuke.." kata Naruto dengan nada prihatin.
Sasuke tidak menjawab, terlihat di sampingnya dia memegang sebotol air, dan kepalanya basah, sepertinya Sasuke benar-benar terpuruk, Naruto duduk disampingnya.
"Ini…" kata Naruto menyerahkan buku itu ke Sasuke. "Diary Sakura, kau harus membacanya."
Sasuke menerima buku itu dan membukanya halaman per halaman, dia membacanya.
'tuhan, kenapa engkau mengambil kedua orang tuaku…aku sangat kesepian..aku sedih sekali, sekarang aku Cuma punya kakek, tapi aku tidak boleh sedih, kalau aku sedih, aku takut kakek juga meninggalkanku, jadi aku harus tetap tersenyum apapun yang terjadi.'
'Ah..itu pasti saat orng tuanya meninggal..ternyata dia wanita yang kuat.' Pikir Sasuke dan membuka ke halaman berikutnya.
'uuhhh..hari ini kena ceramah kakek lagi..kupingku mau pecaaaaahh..kakek itu suka sekali berceramah tentang penyakitku, padahal aku tidak apa-apa.'
Sasuke sedikit tertawa karena membayangkan ekspresi Sakura. Lalu dia membuka halaman berikutnya.
'aku terbangun malam-malam, aku memimpikan orang tuaku, aku sangat merindukan mereka, maaf yah tuhan, aku melanggar janjiku agar tetap tersenyum, mudah-mudahan ini yang terakhir kalinya aku menangis'
Halaman berikutnya, terlihat dengan tanggal yang berbeda, sepertinya Sakura tidak rajin menulis diarynya, karena tanggalnya selalu melompat-lompat jauh.
'hari ini kakek membawa pasien barunya, mereka anak sekolahan, cowok semua, sepertinya dia terluka karena berkelahi, aku melihat anak yang bernama Sasuke, dia tampan sekali..tapi kelakuannya buruk, ingin sekali aku memarahinya, tapi tidak boleh..karena dia adalah pasien kakek.'
"Ini tentang kita." Kata Sasuke sambil tersenyum.
Naruto tersenyum melihat Sasuke tersenyum karena membaca diary sakura.
Dibaca lagi halaman berikutnya.
'sepertinya aku jatuh cinta pada Sasuke, ternyata dia sangat baik sekali.'
Sasuke tersenyum melihat kalimatnya.
'ya tuhaan…aku masuk sekolah..senangnyaaa…aku juga sudah jadian dengan Sasuke, aku adalah wanita yang paling bahagiaaa didunia ini..aku sangat mencintainya..aku juga menyayangi teman-temanku yang lain.'
Sasuke mulai memasang wajah sedih melihat tulisan itu.
'sakit..sakiiit sekali..kenapa rasa sakit ini timbul lagi…padahal kemarin idak apa-apa..uuhh..sakiit sekalii..ingin rasanya teriak.'
Sasuke sangat kaget melihat tulisan keluhan Sakura, karena selama bersamanya, Sakura tidak pernah berkeluh tentang penyakitnya sedikitpun.
'aku putus dari Sasuke, karena di pantai aku mendengar hal yang tidak enak, aku jadi berfikiran bodoh'
Halaman berikutnya.
'ya tuhan, kalau boleh aku meminta, aku ingin sembuh…aku ingin sehat seperti yang lain, aku rasa aku terkena hukuman darimu, karena aku telah meminta lebih, aku merasa tubuhku sudah lemah, sejak melakukan itu dengan Sasuke, entah kenapa aku merasa seperti digeogoti penyakit, aku ingin sembuh..'
Mata Sasuke terbuka lebar saat membacanya. "Kenapa dia tidak bilang padaku"
'aku sangat senang aku sudah mnjadi milik Sasuke, inilah hal terakhir yang bsia kuberikan pada Sasuke, aku tahu, aku tidak akan lama lagi, tapi aku masih ingin berusaha agar bisa bersama mereka.'
Akhirnya Sasuke meneteskan air matanya, sudah terlalu banyak air mata yang dikeluarkan oleh Sasuke hari ini. "Kenapa..dia tidak pernah memberi tahuku..kalau dia merasakannya...dia tidak pernah mengeluh sakit, dia selalu mengeluh seendirian ditengah malam."
Naruto melihat dengan tatapan sedih kearah sahabatnya itu.
'sakiiit…kenapa rasa sakit ini jadi sering dataang..aku tidak sukaa..pergilah rasa sakiit'
Sasuke membuka halaman yang lain.
'sakiit…sangaaat sakiit..padahal sudah menjalai chemo therapy, tapi sepertinya percuma, sebentar lagi aku janji akan pergi ke festival bareng yang lainnya, mudah-mudahan rasa sakit tidak datang.'
"dia merasakannya sendirian.." kata Sasuke sambil membuka halaman yang lain.
'besok festival..tapi..sakit sekalii…jantungku sakit sekaliii..tubuhku juga rasanya ada yang aneh…tidak..tidak boleh..aku harus kuat, aku akan bersenang-senang dengan yang lainnya.'
Itulah tulisan terakhir Sakura yang dibaca oleh Sasuke, Sasuke menangis sambil memeluk buku itu, Naruto hanya bisa memegang pundak Sasuke untuk menenangkannya, Naruto menemani Sasuke sampai Sasuke merasa tenang.
Tiba-tiba handphone naruto bergetar.
"Halo, ah Ino…ah..iya dia bersamaku..oh..ok, baiklah, aku akan memberitahunya..iya..sampai jumpa." Kata Naruto.
Naruto menoleh kearah sahabatnya. "Upacara pemakaman Sakura akan diadakan besok dirumahnya, kau mau disini atau kembali kerumah sakit?"
Sasuke bangkit tidak menjawab, sepertinya dia berjalan kembali kerumah sakit, Sasuke berjalna, keadaannya sangat hancur, Naruto mengikutinya dari belakang. Sesampainya dirumah sakit, Sasuke kembali ke kamar Sakura.
Terlihat disitu hanya ada suster.
"Kemana yang lain?" tanya Naruto.
"Mereka pulang, katanya mau memprispkan untuk besok." Jawab suster itu memberekan alat-alat yang ada di tubuh Sakura. Sasuke memandanginya dengan tatapan yang putus asa. Naruto merasa sepertinya dia harus meninggalkan Sasuke sendiri disini.
"Sasuke, aku pulang dulu, kalau ada apa-apa hubungi aku saja." Kata Naruto, tapi Sasuke tidak menjawabnya.
Sasuke hanya mmandangi Sakura dan duduk disamping gadis yang sangat dicintainya itu. Ketika semua sudah keluar, digapailah tangan Sakura yang mungil itu.
"aku tidak percaya kau meinggalkanku." Kata Sasuke sambil memandang kearah Sakura.
"Kau baru saja menceritakan tentang impianmu padaku….kita baru saja membuat janji….setidaknya….bawalah aku bersamamu…Sakura…aku mohooon…jangan tinggalkan aku…" kata Sasuke yang menangis di tangan Sakura.
Ketika sdang menangis, Sasuke mendengar ada yang masuk, yaitu sang Kakek.
"Dia anak yang tegar dan kuat, sampai detik terakhirpun, dia tidak mengeluarkan kata-kata sakit" kata sang kakek mendekati Sasuke dan mengelus kepalanya. "Kau sudah memberikannya kehidupan yang indah, terima kasih nak."
Sasuke menggelengkan kepalanya.
"Sakura lah yang telah memberikan kehidupan indah padaku, dialah yang telah mengajariku untuk menghargai hidup..kek…aku sangat mencintainya…" kata Sasuke menangis.
"Aku tahu…aku tahu nak…yang Sakura ceritakan setiap hari adalah tentang dirimu, Sasuke ini, Sasuke itu..itu yang dia ucapkan padaku." Kata sang Kakek. "Aku tidak menyangka dia mendahuluiku."
"Kakek tahu, sewaktu di festival, ternyata dia menahan sakit.." kata Sasuke.
"Aku tahu,dia memang seperti itu, suka menyembunyikan rasa sakitnya, dan malah memeperhatikan orang lain, tapi… karena itulah aku izinkan, aku tidak mau melarang apa yang Sakura inginkan, apa jadinya kalau aku melarang dia." Kata Kakek.
"Sewaktu di festival, aku….melamarnya..kek.." kata Sasuke.
"Dan.."
"Dia sangat senang, dia memelukku dengan wajah tersenyum, dia bilang dia mencintaiuku, dia bilang dia ingin mempunyai 4 anak dariku…" kata Sasuke sambil menangis yang main kencang.
"SShhhh….kalau kau menangis seperti ini, Sakura tidak akan senang di atas sana, kamu harus contoh Sakura yang kuat dan tegar." Kata sang Kakek memeluk Sasuke.
"Sekarang kamu pulanglah dulu, istirahat, besok pagi datang kerumah keluarga Haruno." Kata sang Kakek, dan Sasuke menurutinya.
Sasuke pulang dengan wajah yang sembab, Itachi langsung menyapanya.
"Hei..aku sudah dengar kabarnya…aku turut berduka Sasuke.." kata Itachi.
"Ya..terima kasih." Jawab Sasuke.
"Ah..ini..dari Kiba, katanya kaset rekaman yang dari handycamnya." Kata Itachi
Sasuke menerima kaset itu dan pergi menuju kamarnya, dia tergeletak dikasurnya dan mnghela nafas panjang-panjang, dipikirannya masih tetap Sakura, Sakura dan Sakura. Lalu entah kenapa dia sangat ingin melihat senuum Sakura, dia menyetel kset rekaman itu.
Itu adalah rekaan saat Sakura ulang tahun.
"Sakura, selamat ulang tahun…apa permintaanmu tahun ini."
"Te..terima kasih."
"Aaahh..jangan menangiiss.." terlihat Ino yang mmeluk Sakura.
"Selamat ulang tahun." Kali ini adegan saat Sasuke memberikan cincin untuk Sakura.
"Ayo, Sakura, kesan-kesanmu dihari ulang tahunmu."
"Hhhmm…"
"Aahh..kamu kelamaan Sakura."
"Hihihiii..kalian sahabat terbaik dan terhebat yang pernah kumiliki…terima kasih yaah."
"Lalu..lalu..apa kesanmu terhadap Sasuke?"
"Aku sangat mencintainya."
Lalu adegan itu berubah menjadi adegan saat mereka di pantai, terlihat wajah Sakura yang sdang tertawa bermain bola dan air, lalu rekaman terakhir saat di festival, Sasuke memandangi Sakura yang berada di dalam tv, Sasuke mendekati Sakura yang berada di dalam tv, dan Sasuke mencium tv tersebut sambil menangis, dia mencium saat adegan Sakura tersenyum lebar.
Itachi yang melihatnya dari luar kamar dengan sangat prihatin meneteskan air matanya, tidak pernah seumur hidup dia melihat adiknya yang sangat terpuruk seperti ini.
Sasuke yang tertidur di kamarnya, terbangun, pagi sudah tiba, dan Sasuke memakai baju yang serba hitam dan memakai jas hitam, dia membeli satu tangkai bunga berwarna merah dan pergi berjalan kearah rumah Sakura. Sesampainya dirumah Sakura, terlihat orang-orang yang sudah berkumpul dengan aura yang saling tangis menangis. Terlihat Kain datang dengan teman-temannya yang memasang wajah menyesal. Sasuke menghampiri sang kakek yang sedang berdoa di depan makam sakura yang ada fotonya.
"Foto yang bagus." Kata Sasuke, foto itu adalah foto Sakura saat di festival, dia memakai Yukata dan sedang tersenyum bahagia.
"Ya..dia sangat cantik bukan, sengaja aku memakamkannya disini, agar tidak jauh dari makan orang tuanya." Kata sang kakek. "Ah Sasuke, ini aku ingin kau melihatnya." Kata sang kakek menyerahkan cd.
"Apa ini?" tanaya Sasuke.
"Kau lihat saja bersama yang lain, aku sudah melihatnya." Kata sang kakek.
Sasuke menerima cd itu dan langsung berdoa didepan makam Sakura, lalu meletakkan bunga yang dia beli tadi. "Kek, boleh kupinjam kamar Sakura?"
"Silahkan" ijin sang kakek.
Sasuke berjalan kearah kamar Sakura, ketika dia memasuki kamar Sakura, dia mengingat kejadian malam itu, ketika mereka saling memiliki satu sama lain, Sasuke langsung menyalakan tv dan memasukan cd tersebut, tiba-tiba Shikamaru, Kiba, Naruto,Ino, hinata,Gaara dan Chidori datang.
"Ah..Sasuke ternyata kamu disini, kami mencarimu dari tadi." Kata Ino.
"Sedang apa kamu disini?" tanya kiba.
"kakek memberikan ini padaku." Kata Sasuke sambil menunjukan cd yang tidak jadi dia masukkan.
"Ayo nyalakan, aku ingin lihat apa cd itu." Kata Hinata.
Sasuke menyalakan cd itu, terlihat Sakura yang sedang berusaha memakai Yukatanya sendiri, Sakura berusaha sendiri sampai dia terjatuh karena dia menginjak yukatanya sendiri.
Yang lain hanya tertawa melihat tingkah Sakura.
"Adik yang paling menyusahkan." Kata Gaara.
Tiba-tiba Sakura berada didepan kamera dengan wajah cengengesan.
"hehehee..maaf yah Chidori, walaupun kau memberiku Yukata, tapi aku tidak bisa memakainya..sepertinya nanti aku ingin meminta tolong pada suster saja."
Kata Sakura sambil duduk dan berbicara kearah kamera.
"Hhhmm..mungkin, sewaktu kalian melihat video ini, aku sudah tidak ada..uukkhh…" kata Sakura sambil menahan rasa sakit.
"Hehehhee…sepertinya tubuku sudah tidak sanggup, maaf yah, kalau selama ini aku merepotkan kalian semua."
"Dia masih tetap bodoh." Kata Ino yang mulai menangis.
"aku ingin memberikan kata-kata terakhirku untuk kaluan…pertama untuk Kakekku tersayang…aku sangat menyayangi kakek..aku pasti akan rindu sekali dengan ceramahan kakek, semoga kita bertemu lagi yah ..kakek jaga kesehatan, jangan sampai sakit, dan kalau kakek mau, kakek boleh kok mengencani nenek tetangganya Kiba..hahahahaa"
Perkataan Sakura membuat semua tertawa.
"untuk Gaara, terima kasih yah sudah memberikanku kesempatan untuk merasakan rasanya jadi siswi sekolahan…aku sangat bangga punya kakak sepupu sepertimu, aku saaayaang padamu, awet-awet yah dengan Chidori."
Gaara tersenyum lembut mendengar perkataan Sakura.
"Chidoriii….kamu teman wanita pertamakuu..aku sangat sayang padamuu..hhh..andaikan aku bisa melihatmu menikah dengan Gaara..tapi tidak apa, terima kasih Yukatanya yaaah.."
Chidori menutup mulutnya menahan tangis an dipeluk oleh Gaara.
"Ino dan Hinata…kalian berdua sudah seperti saudara perempuanku, kalian selalu melindungiku dari cewek-cewek penindas waktu disekolahan, aku ingat sekali saat Ino menjambak Karin..hahaha..kamu keren sekali Ino…aku ingin merasakan jalan-jalan bareng kalian lagi, Hinata..kamu jangan terlalu diam, banyak-banyaklah bicara..dan Ino, jujurlah pada Shikamaru tentang perasaanmu."
Hinata dan Ino saling berpelukan tidak tahan dengan air matanya. "Itu sudah kulakukan, bodoh." Kata Ino sambil menangis.
"Shikamaru.. kamu jangan terlalu egois dan cuek pada Ino, kasihan dia… terima kasih yah selama ini kamu sudah mengantar jemputku ke sekolah, oh iya… mobilmu sangat nyaman, aku suka."
"jelas nyaman, itu mahal.." kata Shikamaru yang menahan tangis. "Sial!" kata Shikamaru yang akhirnya menangis.
"Kibaaa….aku ingin sekali memiliki Akamaruu..dia sangat lucuuu..aku ingin sekali bermain bersamanya lagii..kamu jaga baik-baik Akamaru, terima kasih yah Kiba kau sudah menjadi pengawalku bersama Naruto."
"apapun akan kuberikan, asal kau kembali.." kata Kiba yang menangis.
"Naruto… terima kasih yah sudah menjagaku, kamu teman yang baik, kalau boleh meminta, aku ingin sekali bersaudara denganmu, tapi kalau kebanyakan minta nanti jadinya sial loh..hahahaa..kamu baik-baik yaaah.."
"Tanpa kau minta…sakura…aku sudah menganggapmu sebagai adikku…" kata NAruto sambil menangis.
"Dan..Sasuke…terima kasih sudah mencintaiku…aku sangat beruntung bisa bertemu dan mengenalmu, aku sangat ingin menjalani impianku bersamamu..sangaat ingin…" terlihat Sakura yang bergetar karena ingin menangis.
"aku juga masih ingin menghabiskan waktu bersama yang lainnya…tapi sepertinya tuhan tidak mengizinkan…Sasuke…aku sangat mencintaimu, senang rasanya dicintai oleh Sasuke, raanya hangat, aku juga senang saat malam itu kau memelukku, aku akan mencintaimu selamanya, akan kubawa sampai mati rasa cintaku padamu…aku sangat beruntung dicintai dan mencintaimu...Sasuke baik-baik yaaah..jangan sampai sakit, istirahat yang cukup, karena aku tahu, saat ini kamu pasti kurang istirahat, jangan terlalu terpuruk ya sayang…aku tidak mau melihatmu terlalu sedih…lohhh…kenapa aku menangiiiss..uuhhh…kenapa sih air mata ini, tidak mau berhenti…yasudah..semuanyaaa…jangan menangis yaaah..aku mencintai kaliaaan." Terlihat senyuman Sakura yang benar-benar untuk terakhir kalinya, dia tersenyum sambil menangis, dan videonya pun selesai.
"...…."
"bisa-bisanya dia bilang jangan menangis, sedangkan dia sendiri mengucapkannya tersenyum sambil mengeluarkan air mata.." kata Sasuke yang menutupi wajahnya dengan lengannya.
Mereka pun kembali ke acara pemakaman Sakura, setelah mendengar ceramah dan segala macam, semua kembali kerumahnya masing-masing.
5 tahun kemudian.
Sasuke berjalan memakai jas putih panjang menuju makam Sakura, dia berlutut dan meletakkan bunga di sana.
"Sakura, sudah 5 tahun..apa kabar…aku sangat merindukanmu, aku sangat rindu senyumanmu, saat aku rindu padamu, aku selalu melihat video-videomu… " Sasuke terdiam dan menyenderkan kepalanya kebatu nisan.
"Sangat sepi dunia tanpamu…" kata Sasuke
Dia tetap berada di posisi tersebut sampai ada yang memanggil.
"Dokter Uchiha, sudah waktunya memeriksa pasien." Kata supir yang mengantar Sasuke.
"Ya..sebentar lagi." Jawab Sasuke.
"Sakura, aku sudah menjadi Dokter spesialis leukemia sekarang, aku juga belajar mengenai penyakit jantung, aku ingin menyelamatkan orang-orang sepertimu… kau tahu… disini aku menemukan seorang ibu yang mempunyai anak kembar…aku teringat padamu, andai kamu masih hidup, mungkin saat ini kita sudah punya anak…" Sasuke memandangi makam Sakura dan menciumnya di bagian foto.
"Aku memeriksa pasien dulu yah, aku akan menjengukmu lagi, jangan pernah lupa kalau aku juga akan selalu mencintaimu….akan kubawa juga sampai mati…" kata Sasuke.
Dengan begitu, Sasuke pergi beranjak dari makam Sakura, dengan memakai jas Dokter yang berwarna putih, dia kembali kerumah sakit, dan ketika sampai dirumah sakit.
"Ah…Kakek.." sapa Sasuke.
"Cucukuu…apa kabaar." Kata sang kakek.
"Baik..kakek sendiri?" jawab Sasuke.
"Aku baik…"
"Kek..maafkan aku yah, kalau permintaanku kemarin agak egois.." kata Sasuke.
"Tidak apa..toh kau sudah melamarnya dulu, dan dia juga menerimamu kan..secara tidak langsung kalian sudah menjadi suami istri..hahahahaa." kata sang kakek.
"Terima kasih kek..Ah..aku harus memeriksa pasien kek." Kata Sasuke.
"Ya,,baiklah, selamat bekerja." Kata sang kakek.
Sementara itu, Ino dan yang lainnya berkunjung kemakam Sakura, mereka sudah setahun tidak mengunjungi makam Sakura.
"Waah..sudah lama yah Sakura.." kata Ino yang langsung menutup matanya untuk berdoa.
"Ah..sepertinya ada yang aneh." Kata Hinata.
"Huh..ini pasti Sasuke yang memintanya." Kata kiba.
"Kakek mengizinkannya pula..hahaha..benar-benar kakek yang baik." Kata Naruto.
"Hah? ada apa?" kata Ino.
"Lihatlah nama Sakura di batu nisan." Kata Shikamaru.
Beloving Wife, Friend, Daughter, and Grandchild.
Uchiha sakura
"Huh…dasar si Sasuke itu…" kata Ino.
"Tapi, mungkin ini yang terbaik untuk Sakura." Kata Hinata. "karena dia tidak harus merasakan sakitnya lagi, dan tidak harus menderita setiap malamnya, kini dia beristirahat dengan tenang."
"Ya, kau benar." Jawab Ino.
Merekapun berdoa untuk Sakura, setelah itu mereka kembali keptempatnya masing-masing, untuk mencapai impiannya, mereka berjuang untuk mencapai impiannya selagi bisa, Sakura mengajarkan mereka pelajaran yang penting tentang hidup. Kalau Sakura berfikir dia bersyukur beruntung bertemu mereka, maka bereka lebih beruntung bertemu dengan Sakura, karena Sakura mengajarkan hal yang luar biasa untuk mereka.
Sore hari setelah hujan berhenti, Sasuke berdiri diatas jembatan konoha yang indah dan menunggu sesuatu yang muncul, ketika dia melihat keatas, terlihat pelangi melukis langit dengan indah, Sasuke tersenyum mengingat wajah Sakura, setiap dia melihat pelangi, dia selalu mengingat wajah Sakura yang indah. Sasuke tersenyum dan merasakan angina segar yang menghembus melewatinya, sekilas dia mendengar.
'Sasukee…aku mencintaimu..'
Sasuke menoleh, mencari siapa yang mengucapkan itu, akhirnya dia tersenyum, dan berkata.
'Sakura, aku juga sangat mencintaimu, aku sangat beruntung telah mencintaimu.'
okaaay...this the end...
terima kasih yaah atas dukungannya...
makasih juga untuk review-reviewnyaa...
maaf kalo endingnya agak g bagus...hehehehee...
review juga yah my another fict..tapi masih dalam proses...hehehhee...dan aku usahakan ceritanya lebih baik dari ini...oke...luv u..mmuuaaaahhhh
