TITLE : LONG JOURNEY

.

MAIN CAST :

KIM JONG WOON/YESUNG

CHO KYUHYUN/ CHO KUI XIAN

CHOI SIWON

LEE TAEMIN

.

OTHER CAST :

KIM YOUNG WOON-PARK/KIM JUNG SOO

CHO JUNHO-KIM/CHO JUNSU

LEE SUNGMIN- KIM RYEOWOOK

LEE DONGHAE- LEE HYUKJAE

KIM KIBUM

KIM HEECHUL

.

GENRE :

Romance/Drama (Maybe)

.

WARNING :

Cerita ga jelas, Yaoi/BL, M-Preg, Many Typos, Bahasa Aneh, dan masih banyak penyakit lainnya. Tapi ide cerita ini murni keluar dari otakku sendiri..Sueeer deeh..^^


Haiii, apakah masih adakah yang menunggu FF ini? Semoga masih ada ya… Maaf update-nya kelamaan, soalnya aku nungguin Yeye rubah warna rambutnya dulu sih...:p

Dan sebelumnya aku minta maaf, kayanya tiap chapter selalu aja ada typo.. Thanks buat yang udah ngoreksi dichapter-chapter kemaren…^^

Padahal udah dibaca berulang-ulang tapi ternyata tetep aja typo lagi typo lagi.. emang ada yang salah sama mataku -_-"

Ya sudahlah, intinya semoga semuanya masih bisa menerima segala kekurangan yang ada ya..^^


.

.

.

Happy Reading!

Don't Like… Don't Read… And No Bash Please…!^^

.

.

CHAPTER NINE

.

.

.

No One POV

.

Brak!

Taemin membanting pintu rumahnya dengan kasar. Dengan langkah cepat dan wajah yang masih terlihat marah ia langsung mencari keberadaan Ayahnya.

"Appa..Appa.." panggilnya setengah berteriak

Ia membuka kamar orangtuanya dan hanya menemukan Key –ibunya- yang kini menatapnya bingung.

"Dimana Appa, 'Omma'?" tanyanya sedikit tak sabar.

Key berjalan menghampiri Taemin yang masih berdiri diambang pintu.

"Hei sayang, ada apa? kenapa wajahmu ditekuk seperti itu hm?"

Taemin memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Key "Appa dimana 'Omma'" tanyanya sekali lagi.

"Appa belum pu—"

Belum sempat Key melanjutkan perkataannya, sebuah suara menginterupsinya.

"Ada apa ini?" tanya Minho yang kini sudah berdiri dibelakang Taemin.

Taemin langsung menoleh dan langsung menyerbu Minho, bergelayut manja dilengan ayahnya itu "Appa!"

Minho mengangkat alisnya dan mengusap lembut rambut Taemin "Hm.."

"Percepat pernikahanku dengan Kyuhyun sekarang. Aku tidak mau tau. Kau harus melakukannya untukku Appa"ucap Taemin cepat

Minho menatap bingung anaknya yang masih bergelayut dilengannya itu.

"Tapi kenapa tiba-tiba? Bukankah kita sudah sepakat pernikahan ini akan dilaksanakan tahun depan.."

"Aku tidak mau menunggu hingga tahun depan Appa"paksa Taemin

Minho sedikit terkekeh dengan sikap anaknya itu "Katakan pada Appa, kenapa kau ingin semuanya dipercepat,hm?"

"Apa aku harus membutuhkan alasan untuk mempercepat pernikahan ini?"

"Tentu saja.."senyum Minho

Taemin menghela nafasnya kasar dan melepaskan gelayutannya, menatap sang ayah "Aku mencintai Kyuhyun. Dan Kyuhyun juga mencintaiku. Bukankah itu sudah cukup untuk dijadikan alasan agar aku bisa menikah dengannya?"

Minho kembali tersenyum "Kau ini sungguh tidak sabaran, tapi apa kau yakin, hm? Bukankah seharusnya Kyuhyun yang menghadap Appa dan mengatakan hal ini?"

"Aku sudah sangat yakin Appa dan aku juga yakin Kyuhyun akan setuju dengan keputusanku ini. Jadi kumohon Appa, percepat semuanya. Katakan juga pada Cho Ahjussi" pinta Taemin manja

Minho menatap Key untuk meminta pendapat 'istrinya' itu tapi Key hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya menandakan ia setuju dengan permintaan Taemin.

Minho pun merangkul sayang putra tunggalnya itu. "Baiklah, Appa akan bicarakan hal ini dengan Junho.."

Senyuman pun langsung mengembang dibibir Taemin "Gomawo Appa..!" Ia langsung memeluk sang ayah. Minho hanya tersenyum dan mengusap punggung Taemin.

"Selama itu bisa membuat anak tersayangku ini bahagia, apapun akan appa lakukan untukmu.."

Tanpa bisa Minho dan Key lihat sebuah seringai samar diperlihatkan oleh Taemin dibalik punggung ayahnya itu.

'tidak ada yang bisa merebutmu dariku, Kyu..'

.

.

.

...

.

.

.

Beep ..

Yesung membuka pesan yang baru masuk diponselnya. Dan alisnya langsung bertaut saat melihat pesan siapa yang masuk.

"Siwon?"gumamnya

"Yesung, bisakah kita bertemu malam ini?"

Kenapa tiba-tiba Siwon ingin bertemu dengannya? Ada hal apa? Bukankah Siwon membencinya sekarang? Yesung terlihat sedikit berpikir tapi kemudian mulai mengetikkan kalimat diponselnya.

"Baiklah Siwon, Kita bertemu dimana?" tulisnya

Beep ..

"Aku akan menunggu ditaman dekat kantormu jam 7 malam. Bagaimana?"

Jari-jari tangan Yesung kembali bergerak mengetik sesuatu diponselnya.

"Baiklah, aku akan datang kesana.."

Yesung menghela nafas dalam. Ia masih tidak mengerti untuk apa Siwon memintanya bertemu. Bukankah terakhir kali Siwon mengatakan ia tidak akan pernah peduli lagi. Dan Yesung pikir itu berarti Siwon memang tidak ingin lagi bertemu dengannya.

Yesung pun mengangkat bahunya dan kembali meneruskan pekerjaannya yang sempat terhenti.

.

.

.

Yesung melirik jam yang melingkar ditangannya dan dengan langkah tergesa-gesa ia berjalan keluar dari gedung kantor menuju tempat yang sudah dijanjikan Siwon siang tadi.

Ia pun menunggu taksi dihalte yang berada tak jauh dari gedung kantornya itu. Namun ia sedikit terkejut saat sebuah mobil berhenti tepat didepannya. Dan tentu saja ia tau siapa pemilik mobil itu.

"hyung? "

Kyuhyun menurunkan jendela mobilnya dan tersenyum "Jongwoon, syukurlah kau belum pulang. Kenapa tidak mengangkat telponku?"

"Eh? Oh, aku tidak tau kau menelpon hyung..maaf.."Yesung tersenyum canggung sembari mengusap tengkuknya.

"Ya sudah tidak apa-apa.. Ayo naiklah, kita pulang.."ajak Kyuhyun

"Mm.. Ta- tapi.."

Kyuhyun menaikkan alisnya "Tapi apa? memang kau mau kemana?"

Yesung sedikit gelapan pasalnya ia memang tidak mengatakan pada Kyuhyun tentang Siwon yang mengajaknya bertemu.

"A-aku. Mm, aku…aku ada urusan sebentar hyung.."

"Urusan? Dengan siapa? Kalau begitu biar aku antar.."

Yesung menggeleng pelan membuat Kyuhyun kembali harus mengerutkan keningnya bingung. Ia pun keluar dari mobilnya dan menghampiri Yesung.

"Memang kau mau bertemu dengan siapa Jongwoon? Dan kenapa sepertinya aku tidak boleh mengantarmu?"

Yesung menelan ludahnya gugup menatap Kyuhyun "Ji-jika aku katakan, apa kau akan melarangku dan memarahiku hyung?"tanyanya pelan

Kyuhyun tersenyum dan mengacak lembut rambut Yesung "Kenapa aku harus memarahimu, hm?"

"Mm…Karena aku akan bertemu dengan... Si-siwon" ucap Yesung gugup dan hal itu mampu membuat senyum diwajah Kyuhyun seketika itu juga langsung menghilang.

"Untuk apa kau bertemu dengannya lagi?" Bahkan kini nada suara Kyuhyun terdengar dingin.

Yesung kembali harus menelan ludahnya dan menatap Kyuhyun dengan sedikit takut-takut "I-itu dia yang mengajakku bertemu hyung…"

"Tidak. Kau tidak boleh bertemu dengannya.."

"Tapi hyung.."

Kyuhyun menatap tajam Yesung "Bagaimana kalau dia menyakitimu Jongwoon-ah?"tanya Kyuhyun sedikit keras.

Yesung terdiam. Mungkin perkataan Kyuhyun ada benarnya. Bagaimana jika Siwon memang merencanakan sesuatu. Tapi kemudian Yesung menggelengkan kepalanya. Ia mengenal Siwon cukup baik. Tidak. Tidak mungkin Siwon melakukan sesuatu yang buruk menurutnya.

"Tapi aku yakin dia tidak akan menyakitiku hyung"ucapnya pada akhirnya

"Bagaimana kau bisa tau huh?"

Yesung kembali terdiam. Sesungguhnya ia tau Kyuhyun bersikap seperti ini karena ia hanya mengkhawatirkan dirinya. Yesung pun menghela nafasnya pelan dan tersenyum "Bagaimanapun juga aku sudah menyakiti Siwon dan aku harus bertanggung jawab karena hal itu. Aku harus meminta maaf padanya hyung, jadi kumohon ijinkan aku bertemu dengannya.." mohonnya

Kyuhyun menatap Yesung ragu.

"Kumohon hyung…"mohon Yesung lagi sembari meraih tangan kedua Kyuhyun dan menggenggamnya.

Raut wajah Kyuhyun yang sempat menegang itupun akhirnya melembut. Ia membalas genggaman tangan Yesung "Tapi apa kau yakin Jongwoon-ah?"

Dengan cepat Yesung mengangguk "Percaya padaku, Siwon bukan orang seperti itu hyung..."

Kyuhyun menghela nafasnya "Baiklah, aku percaya. Tapi setidaknya biarkan aku mengantarmu dan meyakinkan diriku kalau kau akan baik-baik saja. Aku tidak akan menggangu pembicaraan kalian disana. Aku hanya akan menunggumu sampai kau menyelesaikan semuanya. Oke?"

Yesung tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia kembali melirik jam tangannya "Hyung, aku sudah terlambat Kita pergi sekarang?"

Kyuhyun pun melepaskan genggaman tangan Yesung dan mengangguk walaupun sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya ia masih tidak yakin mengapa ia menyetujui permintaan Yesung untuk bertemu dengan namja yang bernama Siwon itu.

.

.

.

Kyuhyun memarkirkan kendaraannya dipinggir jalan. Tak jauh dari tempatnya sekarang ia bisa lihat sebuah taman yang menjadi tempat Yesung dan Siwon bertemu. Ia mengedarkan pandangannya sekilas dan matanya menangkap sosok Siwon yang tengah duduk disebuah bangku menunggu kedatangan Yesung. Ia pun menoleh pada pada namja manis disampingnya itu.

"Aku bisa melihat kalian dari sini. Jadi lebih baik aku menunggumu disini saja.."

Yesung hanya mengangguk sebelum akhirnya ia membuka pintu mobil dan berjalan menghampiri Siwon.

Kyuhyun menatap punggung Yesung dengan perasaan sedikit tidak nyaman. Kemudian ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan.

.

.

Siwon langsung berdiri dari duduknya saat ia melihat Yesung berjalan menghampirinya.

"Kau datang Yesung-ah. Aku pikir kau tidak akan datang.."

"Maaf aku terlambat. Bukankan aku sudah katakan aku akan datang?"senyum Yesung sedikit canggung.

Siwon melirik kearah jalan saat matanya menangkap sebuah mobil yang terpakir tak jauh dari tempat mereka sekarang. Ia pun tersenyum samar "Jadi kau datang bersama dokter itu Yesung-ah?"

Yesung menatap Siwon tanpa memperlihatkan ekspresi apapun dan hanya mengangguk.

"Apa dia takut kalau aku akan membawamu pergi, hm?

Yesung menggelengkan kepalanya ragu.

Siwon sedikit terkekeh "Hei, Yesung-ah.. santailah sedikit. Kenapa kau jadi kaku seperti ini padaku?"ucapnya sembari mendudukkan tubuhnya pada bangku taman dan memasukkan kedua tangannya kesaku jubah hangatnya.

"Apa kau memang berpikir aku akan berbuat sesuatu sampai kau harus ikut membawanya kemari?"

Yesung yang masih berdiri itu pun kembali menggelengkan kepalanya "Bukan seperti itu Siwon.."

Siwon menghela nafas pelan dan menatap kolam air mancur kecil yang ada didepannya "Wajar saja jika ia mengkhawatirkanmu. Sudahlah, kita tidak perlu membahas ini. Aku mengajakmu bertemu bukan untuk membicarakan hal itu.."

Yesung hanya terdiam ditempatnya, sedikit menundukkan kepalanya. Suasana canggung begitu terasa. Dan jujur ia tidak menyukai suasana seperti ini.

"Dan sampai kapan kau akan berdiri seperti itu disana Yesung-ah.."kekehnya pelan.

"Eh?" Yesung kembali memperlihatkan senyum canggungnya tapi akhirnya ia ikut mendudukkan tubuhnya disamping Siwon.

Mereka pun sama-sama terdiam. Tak ada yang mencoba untuk memecahkan keheningan dan kecanggungan yang kini melanda.

"Maaf/Maaf"ucap mereka bersamaan.

Yesung dan Siwon bersamaan menoleh, saling menatap satu sama lain.

Tapi kemudian Siwon tersenyum memperlihatkan dimple –nya itu sedangkan Yesung? Ia hanya menatap Siwon tak mengerti.

"Maaf.."ucap Siwon sekali lagi.

Yesung menggeleng dan dengan nada cepat ia berkata "Tidak Siwon. Bukan kau, tapi aku yang harus meminta maaf.."

Siwon tertawa dan menatap Yesung "Baiklah, kita sama-sama bersalah. Bagaimana? adil?"

"Tidak. Tetap saja aku yang salah Siwon..aku minta ma—"

"Bisakah kau dengarkan aku terlebih dahulu sebelum kau melanjutkan permintaan maafmu itu Yesung-ah?"

Yesung masih menatap Siwon tidak mengerti. Tapi akhirnya ia mengangguk.

Siwon tersenyum tipis dan kembali mengalihkan pandangannya pada kolam air didepannya "Maaf karena aku tidak membalas pesan-pesanmu beberapa hari yang lalu. Aku hanya butuh waktu untuk bisa menerima semuanya.."

"Aku sudah memikirkan hal ini semalaman. Dan kukira apa yang kulakukan padamu itu sudah sangat keterlaluan.."

"Mungkin aku terlalu terbawa emosi hingga tanpa sadar aku menyakitimu. Aku hanya tidak suka jika aku harus melihatmu menangis lagi karena dia.."lanjutnya.

Yesung hanya menatap Siwon, memilih untuk mendengarkan apapun yang dikatakan Siwon.

"Tapi sepertinya aku memang tidak bisa melakukan apapun untuk membuatmu tidak bersamanya dan…"

Siwon menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya " berusaha mencintaiku…Karena sejak awal kau memang hanya mencintainya.."

Yesung tertunduk dan membuka suaranya sedikit lirih "Maafkan aku Siwon.."

Siwon menoleh dan menatap Yesung "Yesung, aku tanya padamu untuk yang terakhir kalinya. Apa kau yakin dengan keputusanmu dengan memilih bersamanya walau kau tau dia sudah memiliki tunangan?"

Yesung mendongak, menatap Siwon dalam. Kemudian mengangguk yakin.

"Dan apa kau juga sudah siap menerima resiko apapun saat kau memilih bersamanya?"

Yesung kembali menganggukkan kepalanya "Selain karena aku memang mencintainya aku punya alasan lain mengapa aku memilih untuk bersamanya. Tapi aku memang tidak bisa mengatakan alasan itu padamu Siwon. Kuharap kau mengerti posisiku sekarang. Dan lagi, aku juga bukan tidak memikirkan perasaan tunangan Kyuhyun hyung. Tentu saja aku memikirkannya..."

Yesung menghela nafasnya "Tapi ada yang harus kau ketahui disini, mereka dijodohkan. Dan Kyuhyun hyung tidak mencintai tunangannya itu tapi..."

"Dia mencintaimu... dan lalu, apa maksudmu dia akan membatalkan pertunangan itu, apa benar begitu?"potong Siwon ingin tau.

Yesung menunduk dan mengangguk pelan "Andai aku memiliki pilihan yang lebih baik dengan perasaan ini tanpa harus menyakiti orang lain pasti itu sudah kulakukan. Namun sayangnya aku memang tidak punya pilihan lain selain harus menjadi pihak ketiga diantara hubungan mereka saat ini.."ucapnya pelan

"Apa kau yakin kau bisa bertahan dengan semua ini Yesung-ah? Jujur, ini berat. Aku sungguh mengkhawatirkanmu. Dan kau tau bukan, aku juga mencintaimu. Aku hanya tidak ingin melihatmu terluka lagi.."

Yesung semakin menundukkan kepalanya dalam. Perasaan tak nyaman mulai muncul kedasar hatinya. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Siwon. Sanggupkah ia bertahan? Akankah semua bisa berjalan mulus seperti yang ia dan Kyuhyun inginkan?

"Aku tidak tau. Tapi yang aku tau sekarang aku hanya ingin bersama hyung. Menemaninya, meringankan semua beban yang ia kini ia tanggung"

Yesung meremas pelan tangannya "Aku hanya ingin berada disampingnya, membuatnya bahagia dengan cintaku. Apa itu terlihat berlebihan Siwon?"

Untuk kesekian kalinya Siwon menghembuskan nafas berat. Jujur, ia tidak mengerti apa alasan Yesung sebenarnya hingga memilih untuk menjerumuskan dirinya sendiri dalam kelukaan yang mungkin bisa saja membuat dirinya rapuh. Tapi ia juga tidak memiliki hak untuk melarang apapun yang ingin Yesung lakukan dengan hidupnya. Ia tidak ingin memaksa Yesung untuk meninggalkan Kyuhyun dan berpaling mencintainya. Ia bisa lihat cinta yang dimiliki Yesung untuk namja bernama Kyuhyun itu begitu besar. Bahkan ia rela menjadi pihak yang tersakiti disini. Dan jika ia juga ikut memaksakan kehendaknya untuk bisa memiliki Yesung bukankah itu akan semakin membuat Yesung semakin berada diposisi yang sulit?

"Baiklah, jika itu memang sudah keputusanmu. Aku tak bisa berkata apapun lagi. Kini, aku hanya bisa mendukung apapun yang ingin kau lakukan selama itu bisa membuatmu bahagia akupun akan ikut merasa bahagia"senyum Siwon tulus

Yesung mengangkat wajahnya dan menatap Siwon tak percaya "Ka-kau mendukungku?"

Siwon mengangguk dengan senyum tulus yang masih menghiasi wajahnya. Ya, mungkin ia harus melepaskan Yesung. Mencoba untuk merelakan namja yang ingin ia miliki dan lindungi dalam hidupnya. Mencoba melupakan rasa cintanya. Dan lebih memilih kebahagiaan Yesung dibandingkan kebahagiaannya sendiri.

Ini tidak mudah. Ia butuh waktu. Tapi ia yakin suatu saat ia juga akan mendapatkan cintanya walaupun orang itu bukan Yesung. Ia yakin Tuhan pasti sudah menyiapkan seseorang yang lain untuk ia cintai dalam kehidupannya kelak.

Mata Yesung masih menatap Siwon tak percaya "Be-benarkah? Kau tidak membenciku Siwon?"

Tangan Siwon terangkat mengacak lembut rambut Yesung "Aku tidak akan pernah bisa membencimu Yesung-ah"

"Ta-tapi.."

"Lupakan perkataanku saat aku mengatakan aku tidak akan peduli lagi padamu. Aku tidak mengatakannya sungguh-sungguh. Dan kita masih bisa bersahabat bukan?"

Dengan cepat Yesung mengangguk "Tentu saja Siwon! Tentu saja. Tapi benarkah?"

Siwon terkekeh "Hei, kau tidak percaya padaku? Apa kau masih berpikir aku akan merebutmu dari dokter itu, hm?"

Yesung tersenyum manis dan menggeleng cepat "Siwon! Terima kasih. Terima kasih untuk segalanya. Sungguh terima kasih. Kau sahabat terbaik yang pernah kumiliki!"ucapnya semangat.

"Haha, Ne..ne…tapi aku ralat ucapanmu, aku bukan sahabat terbaik tapi aku sahabat tertampan dan terkeren yang pernah kau miliki..Bukankah begitu?"tawa Siwon

Yesung mendengus kecil membuat Siwon kembali tertawa. Akhirnya suasana yang terasa canggung itu kini mencair.

"Ne, kau memang tampan dan keren Choi Siwon.. aku akui itu.."

"Baiklah, semuanya sudah selesai bukan? Dan sepertinya dokter itu sudah gelisah menunggumu.." ucap Siwon sambil berdiri dari duduknya.

"Semoga kau bahagia Yesung-ah. Dan ingat, aku akan selalu siap membantumu kapanpun kau membutuhkanku. Aku akan dengan senang hati membantumu.."

Yesung pun ikut berdiri, menatap Siwon dengan mata yang berkaca-kaca. Kemudian ia bergerak maju dan memeluk Siwon erat "Siwon, sungguh..aku sangat berterima kasih padamu.."ucapnya pelan menahan tangis.

Siwon sedikit terkejut saat Yesung memelukknya tapi kemudian ia tersenyum dan membelai punggung Yesung lembut "Sampai kapan kau akan terus berterima kasih padaku, hm?"

Yesung melepaskan pelukannya dan tersenyum.

"Dan apa kau mau dokter itu sekarang memukulku karena mengira aku yang membuatmu menangis Yesung-ah?" tanya Siwon saat ia melihat airmata Yesung menetes.

Dengan cepat Yesung menggeleng dan menghapus airmatanya.

Siwon hanya tersenyum dan menghela nafas lega "Baiklah, aku antar kau kemobil.."

.

Kyuhyun keluar dari mobilnya saat ia melihat Yesung dan Siwon berjalan kearahnya. Ia menatap bingung Yesung yang kini tersenyum lebar padanya. Kemudian ia mengalihkan pandangannnya pada Siwon.

"Aku mengembalikan dia dengan sangat baik bukan?"ucap Siwon saat Kyuhyun menatapnya penuh pertanyaan.

Kyuhyun menatap Siwon tak mengerti.

Siwon tersenyum kecil "Aku sudah melepaskannya"

Mata Kyuhyun masih menatap Siwon tidak mengerti. Ia hanya diam tak merespon perkataan Siwon padanya.

"Aku serius. Dan sebagai orang yang juga mencintainya, aku minta padamu untuk membahagiakannya.."ucap Siwon kemudian.

Raut wajah Kyuhyun berubah lembut, ia tersenyum pada Siwon "Tanpa harus kau minta pun aku pasti akan melakukannya.."

Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Siwon "Terima kasih"

Siwon pun menyambut uluran tangan Kyuhyun dan menjabatnya "Tidak perlu mengucapkan hal itu. Cinta memang tidak bisa dipaksakan bukan? Baiklah, aku permisi sekarang.."pamit Siwon sambil melepaskan jabatan tangannya.

Kyuhyun menepuk bahu Siwon pelan dan tersenyum. Siwon membalas senyuman Kyuhyun dan menoleh pada Yesung yang berdiri disampingnya dan ikut tersenyum.

Tanpa berkata apapun lagi, Siwon berbalik pergi meninggalkan Yesung dan Kyuhyun ditempatnya. Mungkin hatinya memang terasa sakit tapi entah mengapa jauh dilubuk hatinya ia juga bisa merasakan sebuah kelegaan.

Siwon terus berjalan menjauhi Yesung dan Kyuhyun dengan senyum tulus menghiasi wajahnya.

'kuharap kalian bisa melewati semuanya dan hidup bahagia..'

.

.

"Dan sekarang jelaskan padaku, kenapa kau tadi memeluknya?"tanya Kyuhyun sedikit kesal

Yesung terkekeh "Kau cemburu hyung?"

Kyuhyun hanya mendengus "Tentu saja!" Ia pun berbalik dan masuk kedalam mobilnya.

Yesung tertawa dan mengikuti Kyuhyun masuk kedalam mobil.

Cup!

Yesung mengecup singkat pipi Kyuhyun "Apa itu cukup untuk membayar cemburu mu itu hyung?"senyumnya

Kyuhyun menoleh dan menggeleng. Kemudian ia sedikit memajukan tubuhnya dan…

Cup!

Mengecup singkat bibir Yesung "Ini baru cukup.."kekehnya.

Yesung memukul lengan Kyuhyun dan menunduk menyembunyikan rona merah wajahnya. Kyuhyun hanya tertawa kemudian mengemudikan mobilnya. Pulang.

.

.

.

...

.

.

.

Kyuhyun masuk kedalam ruang kerjanya di RS dengan langkah yang terasa berat. Ia pun langsung menghempaskan tubuhnya dan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dibelakangnya. Penat. Mungkin itu yang ia rasakan. Ia melepaskan kacamatanya dan memijit pelipisnya yang terasa pening.

Ia kembali menegakkan tubuhnya dan membuka laci meja kerjanya. Mengeluarkan sebuah kertas atau lebih tepatnya sebuah surat.

Kyuhyun menghela nafasnya berat dan kembali meletakkan surat itu kedalam laci. Kemudian ia menumpu wajahnya dengan kedua tangannya.

Benarkah ini jalan terbaik yang harus ia ambil? Entahlah. Ia sendiripun tidak tahu. Tapi mungkin ini memang yang terbaik. Setidaknya untuk dirinya sendiri.

.

Flashback : On

.

Kyuhyun berdiri didepan sebuah ruangan yang bisa dikatakan cukup besar itu. Ruang kepala Rumah sakit ini. Calon mertuanya. Ia menghela nafas panjang dan dalam sebelum akhirnya ia membuka pintu ruangan itu. Dilihatnya Minho tengah memeriksa berkas-berkas yang ada dihadapannya. Tapi kemudian ia tersenyum ramah saat melihat siapa yang datang keruangannya.

"Ah, Kyu.. kebetulan kau datang kemari. Ada hal yang harus kita bicarakan.."ucapnya sambil bangkit dari duduknya dan mengitari meja kerjanya menuju sofa yang ada diruangan itu.

"Mari, silakan duduk"Ajaknya pada Kyuhyun

Kyuhyun mengangguk sopan dan mendudukkan tubuhnya dihadapan Minho.

"Ada hal yang saya ingin katakan juga pada Anda, Tuan Lee"

"Ah, jadi rupanya Taemin sudah mengatakan rencananya itu padamu?"senyum Minho

"Rencana? Rencana apa?"tanya Kyuhyun bingung

Minho sedikit mengerutkan alisnya "Jadi kau memang belum tau?"

Kyuhyun menggeleng.

"Ini tentang pernikahan kalian.."

Deg!

"Pe-pernikahan?"

"Kita akan mempercepat pernikahan kalian Kyu..sepertinya putraku itu sudah tidak sabar menunggu lagi" senyum Minho

"Aku memang belum bertemu Junho tapi kami sudah berjanji akan bertemu dan membicarakannya malam ini"lanjutnya

Kyuhyun menghela nafasnya "Maaf sebelumnya Tuan Lee, saya datang kesini bukan untuk membicarakan itu. Tapi saya hanya ingin mengatakan bahwa…"

Kyuhyun tidak langsung melanjutkan perkataannya. Ia menatap Minho yang kini juga menatapnya, menunggu apa yang ingin ia katakan selanjutnya.

"Saya ingin membatalkan pertunangan kami.."

Raut wajah Minho langsung berubah. Menatap Kyuhyun tak mengerti, kenapa tiba-tiba Kyuhyun mengatakan hal itu padanya. Bukankah selama ini yang ia tau pertunangan anaknya itu baik-baik saja? Tidak ada masalah apapun. Bahkan Taemin terlihat begitu mencintai Kyuhyun. Tapi kenapa? Kenapa Kyuhyun ingin memutuskannya.

"Apa alasanmu? Bukankah kalian saling mencintai?"

Kyuhyun memilih diam.

"Katakan apa alasanmu ingin membatalkan pertunangan ini!"Bentak Minho yang mulai tidak sabar dengan sikap diam Kyuhyun itu.

"Maaf, tapi Anda salah Tuan. Kami tidak saling mencintai, atau lebih tepatnya saya yang tidak mencintai putra Anda..Maafkan jika saya harus mengatakan hal ini pada Anda.."

Minho berdiri dari duduknya menatap marah Kyuhyun "Kau! Apa maksudmu?!"geramnya

"Kau tau bukan, Taemin sangat mencintaimu! Kalau kau berani mengecewakannya, aku tidak akan pernah memaafkanmu!"

Kyuhyun menghela nafas berat "Saya tau itu, dan selama ini saya sudah berusaha untuk mencintainya tapi…tetap saja saya tidak bisa.."ucapnya penuh penyesalan.

"Jadi, kau hanya memanfaatkan perasaan Taemin saja selama ini? Dan kau baru mengatakannya sekarang, saat semuanya sudah berjalan cukup jauh?!"

Kyuhyun menggeleng "Bukan. Bukan seperti itu. Saya tidak pernah memanfaatkan perasaan Taemin. Tapi jika saya boleh katakan disini, bukankah sejak awal semua ini adalah rencana Aboji dan Tuan Lee tanpa menanyakan pendapat saya terlebih dahulu dan juga tanpa memikirkan perasaan saya?"Bela Kyuhyun

Minho menatap marah kearah Kyuhyun.

"Maafkan saya, tapi sebelum semuanya benar-benar terlalu jauh saya ingin menghentikannya cukup sampai disini"

"Tidak. Ada. Yang. Boleh. Mengecewakan. Anakku."ucap Minho dengan nada penuh penekanan.

"Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti putraku. Aku tidak mau menerima alasanmu. Nikahi dia!"ucap Minho keras.

Tanpa ragu Kyuhyun menggeleng. Ini saatnya ia berontak. Ia lelah jika harus terus menerus mengikuti garis takdir yang bertindak tidak adil padanya, menjauhkan ia dengan mimpi dan juga kebahagiaannya. Dan inilah saatnya ia keluar dari garis itu. Meraih kebahagiaannya sendiri. Walau harus menyakiti berbagai pihak.

Wajah Minho semakin mengeras menatap tajam kearah Kyuhyun.

Kyuhyun berdiri dari duduknya dan menatap Minho dengan penuh rasa bersalah "Maafkan saya Tuan Lee. Tapi saya memang sudah tidak bisa melanjutkan semuanya. Sungguh, maafkan saya.."

Kyuhyun membungkuk dalam dihadapan Minho.

"Saya harap Anda bisa menerima keputusan saya. Taemin namja baik, dia berhak untuk mendapatkan orang yang mencintainya sepenuh hati. Namun sayangnya orang itu bukan saya..sekali lagi saya mohon maaf…"ucap Kyuhyun sembari kembali membungkukkan badannya .

Minho tidak mengatakan apapun, ekspresi wajahnya masih sama, menahan amarah yang sudah dipastikan sebentar lagi akan meledak.

Merasa tidak ada gunanya berlama-lama disana, Kyuhyun pun pamit keluar dari ruangan Minho "Apa yang ingin saya katakan sudah saya katakan semuanya. Saya permisi dulu Tuan Lee" Pamit Kyuhyun. Tapi Minho masih tetap diam tak merespon perkataan Kyuhyun. Dan untuk yang terakhir kalinya Kyuhyun pun membungkuk dan pergi dari sana.

.

Flashback : Off

.

Tok..Tok..Tok..

Sebuah ketukan menyadarkan Kyuhyun dari pikirannya.

"Masuklah.."

Pintu terbuka dan menampakkan seorang yeoja dengan tubuh semampai berjalan menghampiri mejanya.

Kyuhyun mengangkat alisnya "Ada apa Sulli Ssi?"tanya Kyuhyun pada yeoja didepannya.

"Maaf Dokter, ada surat yang harus saya sampaikan pada Anda secara langsung. Ini permintaan Tuan Lee Minho" jelas Sulli sambil menyerahkan sebuah map bewarna hijau keatas meja Kyuhyun.

Kyuhyun membuka map tersebut dan langsung tersenyum. Lebih tepatnya ia tersenyum samar. Atau miris? Entahlah.

"Apa aku harus menandatanganinya sekarang juga?"tanya Kyuhyun

Sulli hanya mengangguk menyesal "Ne, Dokter"

Kyuhyun menarik nafas dan menghembuskannya. Kemudian ia mengambil pena dari kantung kemejanya dan menandatangi kertas yang ada didalam map itu.

Kyuhyun menyerahkan kembali map itu pada Sulli "Terima kasih Sulli Ssi"

Sulli hanya mengangguk dan keluar dari ruangan Kyuhyun.

Kyuhyun kembali tersenyum samar. Ia membuka laci dan mengambil surat yang tadi ia keluarkan.

Sret!

Suara robekan kertas terdengar, kemudian ia membuang potongan-potongan kertas itu ke tong sampah. Ia melepas jubah dokternya dan meletakkan dikursi. Kemudian mengikuti jejak Sulli, keluar dari ruangannya.

.

.

.

...

.

.

.

Kyuhyun keluar dari mobilnya dan berjalan dengan sedikit terhuyung-huyung ke sebuah rumah.

Tok..Tok..Tok..

"Jongwoon-ah~~"panggilnya

Tok..Tok..Tok..

"Buka pintunya~~"

Tok..Tok..Tok..

Tubuh Kyuhyun terhuyung kebelakang saat pintu rumah itu terbuka.

Kyuhyun langsung tersenyum dan memeluk tubuh orang yang ada didepannya itu.

"Jongwoon-ah, Bogoshipo~~"

Orang itu –Heechul- hanya menatap bingung namja yang dengan seenaknya memeluknya itu. Dengan kasar Heechul menyentakkan tubuh Kyuhyun. Ia menutup hidungnya saat mencium aroma alcohol dari tubuh Kyuhyun.

"YA! kau siapa? Beraninya memelukku. Dan aku bukan Jongwoon!"Kesal Heechul

Kyuhyun mengerjapkan matanya dan tersenyum "Ah, maaf~ Jongwoon. Bisakah aku bertemu dengannya"ucap Kyuhyun sedikit tak jelas.

Heechul melihat Kyuhyun dari ujung kepala hingga ujung kaki "YA! Woonie! Kemari! Siapa orang mabuk ini?"

Yesung yang sedang berada diruang tengah bersama Kibum dan kedua orang tuanya itupun langsung beranjak dari tempatnya saat ia mendengar teriakan Heechul.

"Ada ap—, Kyu hyung!"kaget Yesung. Ia langsung menangkap tubuh Kyuhyun yang masih berdiri dengan sedikit terhuyung-huyung karena mabuk itu.

Kyuhyun pun memeluk tubuh Yesung "Jongwoon-ah~~ Bogoshipo~~"

"Hyung, ada apa denganmu?"Tanya Yesung dan membawa Kyuhyun masuk kedalam rumahnya.

"Eh, bukankah dia dokter tampan itu Woonie? Ada apa dengannya..?"Tanya Leeteuk bingung

Yesung menggelengkan kepalanya tak mengerti dan masih terus berusaha untuk menopang tubuh Kyuhyun yang tentu saja berat menurutnya.

"Annyeong Ajumonim~~" sapa Kyuhyun yang masih dalam keadaan sadar dan tidak sadar.

Leeteuk tersenyum dan menepuk pundak Kyuhyun pelan "Annyeong dokter.."

"Woonie, lebih baik kau bawa dokter ini kekamarmu saja, biarkan dia beristirahat disana.." Tawar Leeteuk

Yesung pun mengangguk. Baru saja ia akan melangkah naik ke kamarnya, Kyuhyun kembali meracau tak sadar "Ajumonim~~, apa Anda tau saya sangat mencintai Jongwoon?"

Leeteuk mengalihkan pandangannya menatap Yesung "Mm, jadi rupanya kalian sudah berpacaran Woonie-ah?"Tanya Leeteuk menggoda. Kibum dan Kangin yang sedari tadi berdiri dibelakang Leeteuk pun ikut tersenyum menggoda.

Yesung tidak menjawab dan langsung membawa tubuh Kyuhyun menaiki tangga rumahnya dengan sedikit susah payah.

"Jawab saja iya atau tidak Woonie"tambah Kibum

"Hei, lebih baik kau membantuku membawanya ke kamarku Bummie.."kesal Yesung

Kibum pun tertawa sebelum akhirnya membantu Yesung menopang tubuh Kyuhyun.

.

.

'hyung, apa yang sebenarnya terjadi. kenapa kau seperti ini?'

Yesung menatap Kyuhyun yang sudah tertidur itu. Wajah lelah begitu jelas tergambar. Ia pun merapatkan selimut yang menutupi tubuh Kyuhyun kemudian meraih tangannya, menggenggamnya.

'Kau membuatku khawatir hyung..'

Yesung sedikit memajukan tubuhnya dan mencium pipi Kyuhyun.

"Ehem.."

Yesung menoleh dan sebuah cengiran pun langsung menghiasi wajahnya "Hyung.."panggilnya saat ia mendapati Heechul berdiri didepan pintu kamarnya dengan tangan yang ia lipat didepan dadanya.

"Malam ini kau tidur dikamarku Woonie-ah.."

"Tapi, siapa yang akan menjaganya hyung?"

"Woonie. Dia tidak sakit. Dia hanya mabuk. Jadi kau tidak perlu menunggunya.."

Ia pun menghampiri Yesung dan sekilas melirik Kyuhyun kesal karena sudah seenaknya memeluknya tadi. Kemudian ia menarik tangan Yesung.

"Ta-tapi hyung.."

"Tidak ada tapi-tapian.."Tegas Heechul sambil terus menarik tangan Yesung membawanya masuk kedalam kamarnya.

Yesung pun hanya mendengus kesal dan mengikuti kemauan Heechul.

.

.

Flashback : On

.

Mata Taemin menatap tajam kearah namja yang sekarang duduk dihadapannya itu "Apa yang kau katakan pada Appa.."

"Aku hanya mengatakan apa yang seharusnya kukatakan.."jawab Kyuhyun datar

"Jadi kau benar-benar rela kehilangan segalanya hanya untuk seorang namja seperti dia Kyu?"

"Jika memang itu terbaik.."singkat Kyuhyun

"Ck, kau pikir akan semudah itu Kyu?"

Kyuhyun menghela nafasnya "Kumohon, jangan membuat semuanya semakin sulit Taemin-ah.."

Taemin kembali berdecih "tidakkah kau sadar, kau sendiri yang sudah membuat keadaan semakin sulit Kyu?"

Kyuhyun hanya diam.

Taemin meraih tangan Kyuhyun mengecupnya singkat "Semuanya tidak akan menjadi rumit jika kau memilih untuk menikah dan hidup bersamaku Kyu. Percayalah.."

Kyuhyun melepaskan tangannya dari genggaman Taemin "Dan mengorbankan kebahagiaanku untuk yang kesekian kalinya?"

"Kau tau, pernikahan Appa dan 'Omma' juga merupakan suatu perjodohan tapi buktinya… mereka hidup bahagia sampai sekarang"

"Itu mereka bukan aku.."

"Tapi aku yakin kita juga bisa bahagia seperti mereka Kyu.."

Helaan nafas Kyuhyun kembali terdengar "Cukup Taemin-ah. Apapun yang kau katakan, tidak akan merubah apapun. Aku sudah melepaskan segalanya, jadi kumohon kau juga lepaskan aku.."

Taemin berdiri dari duduknya dan menatap tajam Kyuhyun "Tidak. Aku tidak akan melepaskanmu. Aku akan membuatmu kembali padaku. Aku tidak peduli, apapun caranya.."ucapnya sembari melangkahkan kakinya meninggalkan Kyuhyun.

"Taemin-ah.."panggil Kyuhyun.

Tapi Taemin terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan Kyuhyun.

Kyuhyun mengusap wajahnya kasar. Meremas rambutnya. Frustasi.

'Tuhan, tidak bisakah semuanya selesai sekarang? Aku hanya ingin bahagia dengan orang yang kucintai, apa itu salah?'

Sekali lagi Kyuhyun mengusap wajahnya. Kepalanya tersa begitu berat. Penat. "Pelayan, berikan aku dua botol Soju.."

.

Flashback : Off

.

.

.

TBC

.

.

.


Jujur aku juga ngerasa Taemin emang kurang cocok sama karakter yang aku buat disini deh..hehehe.. Tapi karena aku sudah terlanjur milih namanya ya sowes lah ya.. Terima aja…Hihihi..*plak* :p

Sorry juga kalau semakin aneh dan kacau ya..dan untuk yang sudah bosan, ini sudah menuju ending kok..:DD

Oh iya, untuk ryu j cloud pertanyaanmu sdh aku jawab via PM ya..:)

.

Reader, Mind To Review?

.

.

BIG THANKS TO :

.

yoon HyunWoon, Jmhyewon, LalaClouds, TaraZein10, aKyuCloud, yesungismine, ryu j cloud, sjflywin, Cha2LoveKorean, cloud3024, rinny agustya, Cloud'sHana, aku suka ff, TrinCloudSparkyu, Magieapril, cloudyeye, TamamaChan, Nakazawa Ryu, maycloudself13, nerita, kyusungshipper, KyusungFanfict

.

.

Saranghae...! And Happy New Year! ^^