A/N: Duuuh, kali ini saya udah kehabisan ide buat cerpen, jadi buat cerpennya ditunda dulu. Jadi, saya buat cerita yang bersifat mengkritik lagi ^^

Bab 10

Ih, Corat-Coret Tembok!

Hari ini, gua dibagikan rapor kenaikan kelas. Tapi, yang paling dikhawatirkan adalah peringkat. Gua takut peringkat gua turun drastis. Kalau terjadi, bisa jadi gua diledek sama Yashiro ubanan itu!

"Jabu!" panggil Pak Richard. "Ini rapornya. Dan sekarang, kau menduduki peringkat... tujuh. Kau naik 4 peringkat. Tapi di kelas 9 nanti, belajar yang lebih giat lagi, ya!"

Wajah gua berseri-seri. "Terima kasih, Pak! Cihuuuuuuiiiii! Sekarang temuin Seiya, ah!"

"Eh, Jabu! Bagaimana rapornya, bagus tidak?" tanya Seiya.

"Bagus, doooooong! Peringkatku juga naik 4. Lo peringkat berapa?"

"Aku peringkat 5. Tetap seperti saat pembagian rapor bayangan."

"Wah, enak dong kalo peringkatnya nggak berubah-berubah. Iiiiiiih."

"Ah, sudahlah. Lain kali lebih semangat lagi belajar, ya! OK?"

"OK."

"Aku mau beli sprite di luar. Mau ikut?"

"Mau."

Ketika kami sedang keluar, tiba-tiba aja gua ngelihat Yashiro sedang asyik corat-coret tembok. Wah wah wah, ini harus dicegah!

"Kok temboknya dicorat-coret? Apa lo nggak takut dimarahi penjaga sekolah?"

"Biarin aja kaleee. Ini kan kenaikan kelas, jadi gua pilih acara corat-coret tembok sebagai kenang-kenangan." jawab Yashiro tak peduli.

"Shiro, kalau kenaikan kelas lebih baik dengan acara makan-makan saja."

"Pokok'e gua nggak peduli!"

Tak lama kemudian, penjaga sekolah datang. Yashiro hanya bisa terkejut.

"Naaaaaah, ketahuan ya kamu coret-coret tembok! Hiiiiiiiiih, masih ada aja murid yang suka coret-coret tembok. Apa kamu tidak tahu, kalau tembok dicoret-coret akan mengganggu pemandangan. Tidak hanya itu aja, tembok juga jadi kotor. Nah, sekarang apa kamu sudah mengerti?"

"A-aku mengerti, Pak!"

"Dan, hukumannya adalah kamu harus mengecat tembok yang sudah dicoret-coret tadi!"

"Aduuuuuh, coretannya banyak lagi. Gimana nih, kita kan udah janjian makan siang sama Nick dan Bart. Yashiroooo, ini semua salahmu!" geram Shermie.

"Iya. Kau memang ketua geng kami yang 3 lot, nyolot, idiot, bolot!" kata Chris sambil melipat tangan.

"Hihihihihihihihi, rasain tuh!" gua tertawa kecil. "Makanya, jangan suka corat-coret tembok!"