Can I Fallin love with you?
Cast : Kyuhyun, Sungmin, Go Ara, Leeteuk, Kangin, Donghae, Eunhyuk, and other
Rating : T+
Genre : Family, Angst, Romance
Chapter : 10/?
GENDERSWITCH
Hello. Author comeback. Mian lama updatenya. Gak sempet ngetiknya . ini aku panjangin^^
Let's read!
Author POV
"Kyuhyun?" kata Sungmin, Eunhyuk, dan Tiffany.
"Mengapa kau bela dia, Kyu! Jelas-jelas dia salah Kyu!" emosi Eunhyuk meluap.
"Mereka memang anak-ku! Aku salah. Aku membuat Sungmin jadi meninggalkanku" kata Kyuhyun.
Sungmin hanya bisa diam mendengar perkataan dari 'suami'nya itu.
"Hiks.. Hiks. Ternyata aku hanya benalu dirumah tangga mu Kyu. Mianhaeyo Sungmin" Tiffany keluar dari ruangan itu.
"Puas kau Kalian menyakiti Tiffany?" Eunhyuk menyusul Tiffany.
Sungmin kaget ternyata Tiffany tidak bisa hamil. Sungmin merasa bersalah pada Tiffany. Kyuhyun dan Sungmin hanya bisa diam. Sungmin menoleh kearah Kyuhyun.
"Kyu" panggil Sungmin. Kyuhyun menoleh kearah Sungmin.
"Waeyo, Min?" Kyuhyun menatap istrinya lembut.
"Kejarlah Tiffany. Dan minta maaf padanya." Kyuhyun mebulatkan matanya. Dia kaget. Mengapa Sungmin berkata seperti itu.
"Aniyo Min! Aku ingin bersamamu!" Kata Kyuhyun pelan.
"Andwaeyo Kyunnie. Aku tidak bisa bersama mu! Kau milik Tiffany, Kyu" Sungmin menatap Kyuhyun lembut.
"baiklah, Min." Kata Kyuhyun pasrah.
Kyuhyun meninggalkan Sungmin sendiri dan mengejar Tiffany.
Sungmin POV
YaTuhan kenapa menjadi serumit ini? Apa salahku meninggalkan Kyuhyun waktu itu? Aku hanya sakit dengan perasaanku sendiri. Apa aku salah membiarkan Kyuhyun bersama diriku?
'Umma, Appa, Unnie. Sungmin terlalu tersiksa seperti ini.' batinku
"Chagiya. Mianhae. Seharusnya mommy tidak meninggalkan daddy kalian. Hiks hiks mommy menyesal. Halmoni sudah membenci umma" Aku mencium Sunghyun dan Minhyun. Entah kenapa hati ku merasa sakit dengan kejadian tadi. Eunhyuk umma membentak-ku. Apa aku salah mengakui ini anak Kyuhyun?
Drtt..drrtt..
Ku mengambil iPhone-ku yang bergetar.
"Yeoboseo"
"..."
"Aniyo unnie. Waeyo?"
"..."
"Baiklah unnie. Gwenchanayo"
"..."
Aku memutuskan pembicaraannya. Selemah itukah aku? Ya Tuhan berikanlah aku jalan keluarnya.
Tok Tok
"Nuguseyo?" aku mengarah ke pintu yang dibuka oleh seseorang.
"Annyeong, Sungmin. Saya ingin membersihkan Sungmin dan Minhyun." Ternyata suster yang hendak memandikan Sunghyun dan Minhyun.
"Ne, Suster. Gomawo" aku membalas senyumannya itu. Ke dua suster itu mengarah ke ranjang Sungmin dan Minhyun untuk dimandikan. Aku tersenyum. Kenapa kedua bayi-ku tidak pernah rewel. Andai saja Kyuhyun di samping-ku untuk menemani mereka.
"Annyeong kami datang!" aku melihat Taemin dan Minho datang.
"Aunty. Bogoshipo" Taemin berlari untuk memelukku.
"Aigoo. Minnie-ah. Nado bogoshipoyo chagiya" ucapku sambil membalas pelukan Taemin.
"Annyeong unnie. Heh? Minho-chagi. Umma merindukan-mu" aku melihat Minho di gendong oleh Heechul unnie.
"Aigoo. Sungminnie-ah, kau itu masih saja kaya dulu. Tidak malu oleh anakmu eoh?" bentak Heechul unnie padaku.
"Sungmin aunty~ dimana Minhyun dan Sungmin?" Taemin mencari Minhyun dan Sunghyun.
"Sunghyun dan Minhyun sedang mandi. Sebentar lagi mereka datang kok hihi. Kamu bertambah besar saja Minnie-ah" godaku.
"Aish aunty. Tentu saja Taemin bertumbuh besar. Taemin bukan anak kecil lagi aunty~" Taemin mem-poutkan bibirnya. Sangat lucu sekali.
"Liatlah kelakuan anak-mu unnie ahaha" Heechul unnie menatapku.
Aku menggendong Minho. Minho menangis saat menatap-ku.
"Chagiya? Kenapa menangis? Umma disini. Uljima chagi" aku menghapus air mata Minho.
"Hiks.. Hiks.. Umma kenapa meninggalkan Minho sendirian. Huwee." Minho menangis tambah kencang.
"Shh.. Uljima.. Ada apa chagi? Umma janji tidak akan meninggalkan dirimu. Mianhae chagi" Aku memeluk Minho.
"Aunty. Taemin kasian melihat Minho seperti itu." Aku melepaskan pelukan Minho dengan lembut. Aku menatap Taemin dan Heechul unnie.
"Waeyo Taeminnie-ah? Apa yang terjadi dengan Minho?" aku menatap Heechul unnie secara bergantian.
"Hiks.. Taemin hyung jangan katakan itu pada umma. Jebal hyung." Minho melarang Taemin untuk memberi tahu-ku.
"Mianhae, Minho-saeng. Hyung terpaksa memberitahu ini pada umma. Mianhae." Taemin menghela nafasnya.
"Sebenarnya, Minho-saeng pernah di pukul oleh Tiffany-ahjumma dan Halmoni. Umma, Sungmin-ahjumma." Taemin menunduk.
"MWOYA?" teriak-ku bersamaan dengan Heechul-unnie.
"Tidak mungkin halmoni seperti itu pada Minho, Taemin-ah" aku menatap Minho sekilas.
"Kalau aunty tidak percaya, aunty bisa membuka baju Minho. Di punggungnya masih ada bekas lukanya?" aku menatap tidak percaya. Kenapa umma bisa sekasar itu?
OTHER SIDE
Author POV
Namja itu memakirkan mobilnya digarasi. Dan langsung masuk kedalam rumah. Namja itu tidak mau semua masalahnya bertambah rumit. Apalagi ini salahnya sendiri.
"Fanny-chagi. Oppa minta maaf. Oppa bukan bermaksud seperti itu." Teriak namja itu didepan kamar-nya.
"Hiks.. bela saja Sungmin unnie, oppa! Kyu oppa jahat sama fanny. Hiks hiks" teriak Tiffany pada namja itu.
"Aniyo, chagi. Jebal. Buka pintunya. Oppa ingin menjelaskan semuanya padamu, chagi." Teriak Kyuhyun pada Tiffany
"Mian. Tuan muda, cho. Anda dipanggil oleh Nyonya cho di ruangannya." Maid itu memberitahu Kyuhyun.
"Ne. Gomawo, Hyoyeon-ah" Kyuhyun memhampiri ruangan umma-nya itu. Dengan berat hati Kyuhyun mengetuk pintu ruangan yang bertulisan 'Mrs. Cho Eunhyuk'
Tok Tok.
"Umma. Ini Kyuhyun" Kyuhyun mengetuk pintu itu.
"Masuk saja Kyuhyun. Tidak di Kunci" Umma-nya mempersilahkan Kyuhyun masuk. Kyuhyun segera masuk keruangan ummanya itu.
"Mianhae umma. Kyuhyun tadi lancang." Kyuhyun membungkuk-an badannya.
PLAK!
Kyuhyun mengusap pipinya yang barusan ditampar oleh eomma-nya.
"Aku membesarkan mu, Kyu bukan untuk membela orang yang salah Kyu! Eomma tidak habis pikir oleh kamu, Kyu. Sampai sampai kau menyakiti Tiffany. Yang notabene-nya istri sahmu Kyu!" Eunhyuk menatap Kyuhyun intens.
"umma. Sungmin itu masih menjadi tanggung jawab-ku. Sunghyun dan Minhyun itu benar murni anak-ku umma. Kyu mohon jangan menyakiti mereka lagi" pinta Kyuhyun.
Eunhyuk masih berfikir apa yang dikatakan Kyuhyun. Mengapa Kyuhyun membela Sungmin ketimbang Tiffany?
"Kyuhyun, bawalah Minhyun dan Sunghyun kemari tapi tidak membawa Sungmin." Kyuhyun terkejut mendengar apa yang dikata-kan ummanya barusan.
"maksud umma membawa Minhyun dan Sunghyun untuk menjadi anak-ku untuk tinggal disini tanpa Sungmin-noona?" Eunhyuk mengangguk.
"Andwae umma! Sunghyun dan Minhyun pasti membutuh-kan kasih sayang juga dari Sungmin, umma!" lanjutnya.
"Kyu, apa kau tega melihat Tiffany? Dia itu tidak bisa punya anak, Kyu!" teriak Eunhyuk.
Kyuhyun masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Di satu sisi, dia ingin membawa Sunghyun dan Minhyun juga Sungmin kerumah ini tapi umma-nya melarang untuk membawa Sungmin. Dan sisi lain, Kyuhyun merasa kasihan kepada Tiffany. Bagaimana pun caranya, Tiffany tidak akan bisa memberikan keturunan pada 'Cho Family'
Kyuhyun keluar dari ruangan Umma-nya. Dia berjalan kearah kamarnya.
Klek.
Kyuhyun melihat Tiffany yang sudah tidur dikasur yang berukuran King Size. Kyuhyun menarik selimut itu untuk menghangatkan tubuh Tiffany. Tidak lupa Kyuhyun mencium dahi Tiffany.
'Mianhae Fanny-ah. Aku memang jahat. Aku sampai sekarang tidak bisa mencintai-mu, Fanny-ah. Aku sangat mencintai Sungmin. Mianhaeyo ' batin Kyuhyun.
Kyuhyun POV
Aku bergegas keruang kerja-ku. Sungguh, rumah tangga-ku sangat rumit. Dulu aku di jodoh-kan oleh Sungmin dan menikah dengan dirinya, Aku terperogok jalan berdua oleh Tiffany oleh Sungmin pada saat setelah aku menyatakan cintanya pada Sungmin. Pada akhirnya Sungmin meninggalkan tanpa jejak kakinya dan Tiffany terus memaksa-ku untuk menikah dengan-nya. Sebelum pernikahan-ku dengan Tiffany, Sungmin datang dengan hamil dan melayangkan surat gugatan cerai. Aku tidak mau menanda tangan surat cerai itu. Karena simple alasannya. Aku masih sangat mencintai Cho Sungmin. Dan pada akhirnya, aku mendapat cobaan. Minho bukan anak kandung-ku. Ara bermain api dibelakang-ku. Dan pada akhirnya Sungmin melahirkan Sunghyun dan Minhyun , umma menyuruh-ku untuk membawa mereka.
'YaTuhan, berikan jalan keluar-nya. Aku ingin bersama keluarga kecil-ku' batin-ku.
Aku membuka laci yang berada di ruang kerja-ku. Laci itu adalah tempat penyimpanan rahasia-ku. Tidak ada seorang pun yang tahu termasuk Umma dan Appa. Aku mengambil sebuah figura dalam laci itu. Aku tersenyum pahit. Aku merindukan suasana bersama Sungmin.
Flashback
Author POV
Kyuhyun dan Sungmin sarapan bareng dirumahnya. Hening. Memang, mereka melakukan sarapan dengan keadaan diam.
"Minniemin" panggil Kyuhyun
Sungmin mendongakan kepalanya dan menoleh kearah Kyuhyun.
"Apa yang kamu pikirkan hmm?" tanya Kyuhyun
"Aniyo, chagi. Aku merindukan Minho, Kyu" Sungmin menatap aegyo pada Kyuhyun.
"Baiklah, siap-siap untuk pergi bareng Minho ne?"
"Jeongmal,chagi? Gomawoyo, Kyunnie" Sungmin memeluk Kyuhyun.
"Ne,yeobo" Kyuhyun tersenyum kepada Sungmin. Sungmin langsung berlari ke meja Kyuhyun dan mencium Kyuhyun.
CUP!
Kyuhyun mematung setelah dicium oleh Sungmin. Wajahnya memerah. Sungmin barusan menciumnya.
'Apa aku sedang bermimpi dicium oleh Sungmin?' batin Kyuhyun.
"Kyunnieee, ppaliwa" Sungmin sekali lagi menujukan aegyo-nya itu kepada Kyuhyun.
"Ne,yeobo. Aku mandi dulu ne?" Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya. Kemudian langkahnya terhenti dan berbalik menuju ke arah Sungmin, istri-nya itu.
"Minniemin. Kau melupakan sesuatu" Kyuhyun mendekati Sungmin.
"Mwoya yeobo?" Kyuhyun langsung mencium bibir Sungmin.
"Morning Kiss yeobo" Kyuhyun tersenyum evil kepada istri-nya.
Tak lama kemudian. Kyuhyun dan Sungmin siap menjemput Minho di rumah umma-mya.
"Kyunnie, kajja" Sungmin menarik tangan Kyuhyun dan masuk kedalam mobil.
"Minniemin chagi~" bisik Kyuhyun.
"Waeyo,Kyu? Kamu sakit eoh?" tanya Sungmin pada Kyuhyun.
"Aniyo. Aku hanya mau bilang. Eunghh" Kyuhyun berbicara grogi.
"Apa Kyunnie?" Sungmin penasaran apa yang yang ingin Kyuhyun ucapkan pada dirinya.
"Saranghaeyo Cho Sungmin" jawab Kyuhyun dengan lantang.
"Nado saranghaeyo, Cho Kyuhyun" Sungmin membalas perkataan Kyuhyun.
Kyuhyun dan Sungmin tersenyum. Dia langsung melesat kerumah umma-nya Kyuhyun. Tak lama diperjalan. Mereka sudah sampai disana.
"Umma, Appa, Minho. Kami datang" teriak Kyuhyun saat memasuki rumahnya itu.
"Kyunnie? Minnie? Annyeong chagiya." Sapa Hankyung pada pasangan baru itu.
"Annyeong Hankyung oppa. Umma dimana oppa? Apa umma bersama Minho dan Heechul unnia?" tanya Sungmin pada kakak ipar-nya itu.
Hankyung mengangguk pelan.
"kalau begitu aku menemui mereka dulu, ne?" Sungmin masuk kedalam rumahnya. Kyuhyun mengikuti-nya dari belakang.
"Umma, bogoshippo" Sungmin memeluk Eunhyuk yang bernotabene-nya sebagai Umma dari suami-nya itu.
"Minnie? Nado chagiya" Eunhyuk memeluk erat Sungmin.
"ehm.. sudah acara peluk-pelukannya?" Kyuhyun berdehem dan menghentikan aktivitas aksi peluk memeluk antara mertua-menantu.
"Aigoo, Kyunnie. Semakin hari, semakin tampan saja" goda Eunhyuk pada Kyuhyun.
"Ne, siapa dulu. Cho Kyuhyun" Kyuhyun tersenyum evilnya pada Eunhyuk.
"Jessica-ah, dimana Minho?" tanya Sungmin.
"Ada di kamarnya unnie" Jessica tersenyum pada Kyuhyun dan Sungmin.
"Gomawo, nae dongsaeng" Sungmin berjalan kearah kamar bekas Kyuhyun dulu.
Cklek!
"Minnie?" Heechul unnie kaget melihat-ku.
"Annyeong unnie, Minho chagi, Taemin-ah" sapa-ku.
"Kapan kau datang, Minnie?" tanya Heechul dan mempersilahkan Sungmin masuk.
"Baru saja, Unnie. Aku hanya ingin mengajak Minho berjalan-jalan dengan Kyuhyun" Sungmin tersenyum pada Heechul.
"Baiklah. Kajja kita keluar." Sungmin mengendong Minho dan mengikuti Heechul keluar dari kamar itu.
"Chagi." Kyuhyun menghampiri Sungmin yang sedang menggendong Minho.
"Ap..pa" Minho tersenyum pada Kyuhyun. Sungmin tersenyum saat melihat Kyuhyun dan Minho. Dia merasa bahagia setelah Kyuhyun mengatakan cinta pada dirinya.
"Umma.. Unnie... Aku pamit untuk berjalan-jalan ne? Annyeong." Sungmin pamit kepada umma-nya.
"Hati-hati chagi" Eunhyuk melabai lambai-kan tangannya.
"Minho, sama umma ne? Appa mau menyetir." Minho mengangguk senang.
"Kyunnie, aku sangat senang akhirnya bisa berjalan-jalan bersama dirimu dan Minho" ucap Sungmin.
Kyuhyun tersenyum mendengar pernyataan itu dari Sungmin. Dia sekarang sangat bahagia dengan Sungmin.
"Kita ke kebun binatang saja,ne?" Sungmin dan Minho mengangguk senang.
Setelah sampai di kebun binatang. Kyuhyun, Sungmin, dan Minho berkeling untuk melihat binatang. Tak lama kemudian mereka beristirahat sejenak disebuah taman yang berada di sana.
"Umma, Appa, Minho cenang" Sungmin dan Kyuhyun tersenyum dan mereka langsung mencium pipi mungil Minho.
"nado chagi. Appa juga bahagia apalagi bersama kamu dan Minnie umma." Kyuhyun mengacak-ngacak rambut Minho dengan lembut.
Sungmin yang mendengar itu langsung menunduk. Wajahnya sudah memanas karena Kyuhyun.
'Terima Kasih Tuhan. Aku bahagia bersama keluarga kecil-ku. Walaupun Minho bukan anak kandung-ku sendiri' batin Sungmin.
Flashback off
Tidak disadari bahwa Kyuhyun sudah menangis. Dia benar benar merindukan Sungmin dan Minho. Apa lagi Kyuhyun sudah menyandang status sebagai seorang appa dari buah hatinya dengan Sungmin. Dan sekarang Umma tidak mengakui itu pada anak-nya. Dia juga tidak ingin membuat Tiffany sakit hati. Kyuhyun memasukan album foto itu dan beranjak keluar dari ruangan-nya.
OTHER SIDE
Sungmin POV
Aku masih diam untuk melihat Minhyun dan Sunghyun. Apa umma setega itu pada ku dan mereka? Mereka adalah anak-ku dan Kyuhyun. Kulihat ada Heechul unnie yang sedang menatap-ku.
"Minnie, gwenchanayo?" tanya Heechul unnie pada-ku.
"Gwenchanayo unnie." Aku tersenyum yang agak dipaksa-kan bahwa aku tidak apa-apa.
"Minnie, jangan bohong. Unnie tahu, kamu sedang ada pikiran. Katakan pada Unnie, apa yang membuat kamu seperti itu?" Heechul unnie menghampiri-ku dan mengusap rambutku.
Aku langsung memeluk Heechul unnie. Aku menangis sejadi-jadinya.
"Hiks hiks kenapa Tuhan jahat padaku dan kedua anakku, unnie hikshiks" aku menangis dipelukan unnie.
"Shh. Uljima, chagiya. Waeyo?" Heechul unnie membelai rambutku.
"Hiks hiks. Eunhyuk umma tadi datang kesini. Dia menuduh-ku bahwa Minhyun dan Sunghyun bukan anak kandung Kyuhyun. Hiks umma kenapa berkata seperti itu?" Aku masih menangis.
"Mwo? Umma berkata seperti itu pada-mu? Keterlaluan!" Heechul unnie melepaskan pelukanku.
"Ne unnie, hiks hiks"
"Sabar Minnie. Tuhan pasti sedang merencanakan sesuatu untukmu dan keluargamu."
Aku menatap Heechul unnie.
"Unnie bantu aku!" kataku pelan.
"Waeyo?"
"bawa Minhyun ke rumah Kyuhyun, unnie" rengek-ku.
Heechul unnie terkejut dengan perkataan-ku tadi.
"Mwo? Andwae! Dia anak-mu, Kim Sungmin!" Heechul unnie marah dengan-ku.
"Jebal unnie, aku mohon. Mungkin dengan kehadiran Minhyun. Tiffany-ssi akan merawat dia. Dan umma akan mengakui semuanya bahwa Sunghyun dan Minhyun adalah anak-nya aku mohon unnie"Aku tetap kekeuh dengan pendirian-ku.
"Baiklah, unnie akan membantu-mu tapi dengan satu syarat." Heechul unnie menatap-ku.
"Apa syarat itu?" tanyaku.
"Pindahlah ke Amerika. Aku tak ingin kau terluka lagi." Ucap Heechul unnie.
Apa yang terjadi selanjutnya? Update Kilat hehe
RnR
