Hiya! Minna-san! Dah lama nggk jumpa :D Ok, aku tahu kalau aku itu 'NGGK UPDATE SELAMA 2 BULAN LEBIH' jadi aku mau MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA KARENA NGGK BISA UPDATE SELAMA 2 BULAN LAMANYA! Aku tahu kalau aku salah tapi bagaimana lagi :( Selama 2 bulan ini aku sama sekali nggk ada mood untuk nulis cerita :'( Lebih tepatnya aku berada dalam keadaan "FOOL MOOD" jadi aku nggk bisa nulis cerita apapun D': MAAF! HONTOU NI GOMENASAI!
Dan aku juga mau bilang kalau aku nggk bisa bales Review para Reader yang terhormat karena aku sedang nggk mood untuk membalasnya jadi, aku mau MINTA MAAF LAGI KARENA NGGK BISA BALAS REVIEW PADA CHAPTER INI dan aku juga mau bilang TERIMA KASIH BUAT PARA READER YANG MASIH MEMBACA CERITA INI, YANG SUDAH MEREVIEW, FOLLOW, ATAUPUN FAVORITE AKU UCAPKAN TERIMA KASIH SEBANYAK-BANYAKNYA! #BOWS#
Sekedar informasi lagi, di chapter ini harap dimaklumi karena banyak pergantian latarnya dan untuk yang masih bingung di chapter selanjutnya akan aku jelaskan jadi harap bersabar untuk chapter selanjutnya. Mungkin kalau mood-ku membaik chapter 11 akan aku update minggu depan, TAPI aku nggk janji ^^V
Baiklah, Selamat Membaca Chapter 10 Ini! ^_^V
Princess Lucy V.H
Disclaimer : Fairy Tail itu milik Hiro Mashima-Sensei
Warning : Charanya terlalu OOC, Typo, Abal, GaJe dll
Di Chapter sebelumnya :
"Lucy-chan kamu tidak apa-apa kan?" kata Pluviash khawatir setelah mencium bau garam dari Lucy
"Aku tidak apa-apa, Pluviash-san. Aku hanya teringat sesuatu yang membuatku terharu." sambil tersenyum membuktikan kalau dia baik-baik saja dan Pluviash pun membalas senyum Lucy sebagai tanda mengerti keadaan Lucy sekarang.
"Baiklah aku lanjutkan penjelasaanku ya Lucy-chan. Dari keterangan dan bukti yang ada membuat sebuah kemungkinan besar untukmu bisa mempelajari cabang dari sihir Dragon Slayer yang akan anda pelajari itu, Lucy-chan."
"Benarkah?"
"Maaf aku sendiri tidak tahu apakah kesimpulan yang aku buat itu benar atau tidak."
"Hime, Pluviash-sama, semuanya telah menunggu kedatangan anda daritadi. Jadi silakan anda berdua segera masuk kedalam ruang makan agar tidak membuat semuanya menunggu." kata Marine didepan sebuah pintu besar sambil mempersilakan Lucy dan Pluviash untuk segera masuk keruangan itu.
"Loh, sudah sampai rupanya. Aku tidak sadar kalau kita sudah sampai disini. Baiklah ayo kita segera masuk Lucy-chan, aku yakin mereka semua sudah menunggu kedatangan kita."kata Pluviash sambil menarik tangan Lucy yang ditanggapi dengan anggukan dan berjalan menuju ruangan itu...
Krrriiieekkk...
Tulisan Italic = Percakapan Naga dalam Telepati
Chapter 10
No One's POV
"Selamat pagi, Lucy-sama." Sapa Auquria
"Selamat pagi, Auquria-san. Ohayo minna!" Sapa Lucy pada semua yang ada diruang makan dan dibalas oleh semua yang berada diruangan itu
"Bagaimana keadaanmu sekarang, Lucy?" Tanya Esther
"Sehat, sangat bersemangat!" Jawab Lucy berapi-api membuat semua yang mengkhawatirkannya bernapas lega
"Syukurlah kalau begitu. Ayo segera duduk Lucy, Pluviash karena, ada suatu hal yang ingin kami bicarakan denganmu Lucy tapi setelah makan." Kata Esther
"Iya benar itu Luce. Cepat duduk karena aku sudah lapar sekali sekarang." Kata Igneel sambil mengusap-usap perutnya
"Baik." Sambil duduk ditempat yang telah disediakan Marine dan menunggu makanan siap disediakan.
Semua pun menunggu makanan yang disediakan oleh pelayan dalam diam dan sibuk dengan kesibukkannya sendiri (minum teh, kopi, dll).
"Pluviash, cara apa yang kau gunakan sehingga bisa membuat Lucy-sama segar seperti buah yang baru matang?" Tanya Auquria dengan menggunakan telepatinya
"Aku sendiri tidak tahu. Segar seperti buah yang baru matang? Aku tidak tahu maksudmu tapi begitu aku masuk ke kamar Lucy-chan dia sudah bangun dengan memakai baju lengkap seperti yang dipakainya sekarang."
"Apa kau tidak merasakan sesuatu sebelum masuk kekamar Lucy? Misalnya gugup atau lainnya?" Tanya Esther
"Tentu saja aku merasakan sesuatu!"
"Apa?" Tanya semuanya
"Mau tahu aja atau mau tahu tempe banget?" Goda Pluviash
"Aku mau tahu pong goreng super duper pedas!" Jawab Igneel
"Tahu kukus aja." Kata Kyoya
"Tahu besi ada nggk?" Tanya Metalicana
"Tempe kilat ada?" Tanya Raito
"Kalian ini! Mengapa jadi seperti ini alur pertanyaannya?! Salah siapa ini?" Tochi pun ikut bicara
"Pluviash." Jawab Esther dengan entengnya membuat semua menoleh dan melotot/menatap tajam pada Pluviash
"Pluviash! Jangan main-main cepat katakan! Atau kamu tidak boleh mendekati Lucy-sama pada jarak 5 meter dan kamu tidak mendapat jatah makan selama 1 bulan?!" Ancam Auquria sambil death glare ke Pluviash walau ngomongnya lewat telepati
"Ha-Hai!" Pluviash pun bergidik, berkeringat dingin membayangkan nasibnya jika membantah Auquria
"Kalau begitu ayo cepat jawab dan ceritakan apa yang terjadi sewaktu kamu pergi ke kamar Lucy-sama!" Kata Auquria sambil memberi tekanan pada setiap perkataannya
"Iya iya akan aku ceritakan tapi kalian janji tidak akan tertawa ya?"
Semua yang mendengarkan perkataan Pluviash menggerlikan matanya
"Kalau kalian semua tidak mau berjanji aku tidak akan cerita?!" Pluviash pun menggembungkan pipinya
Semuanya pun berpandangan satu sama lain kecuali Pluviash, Lucy, dan para pelayan untuk membuat keputusan tentang pernyataan Pluviash tadi. Mari kita lihat kondisi tokoh utama dalam cerita ini yang dari tadi tidak mendapatkan jatah untuk masuk kedalam cerita...
Alam pikiran Lucy
Lucy POV
Sekarang aku sangat penasaran dengan master Mavis. Bagaimana bisa dia membawa mama yang sudah tiada bertemu denganku walau di alam mimpi? Tapi master Mavis sendirikan juga sudah tiada mengapa ia bisa menggunakan sihir (Fairy Sphere, masuk ke alam bawah sadar + alam mimpi), memberi barang (gelang), mempertemukan aku dengan mama? Sebenarnya master Mavis itu siapa sih? Hahh, walaupun aku bertanya-tanya seperti ini, master Mavis pasti tidak akan menjawab pertanyaanku ini. Walaupun ia tidak mau menjawabnya aku tetap harus berterima kasih karena ia sudah mempertemukanku dengan mama lagi walau hanya sekejap saja.
...
Tapi mama tetap saja cantik, sexy, elegan ya... Mirip sekali denganku bagaikan pinang di belah dua, bagaikan melihat diri sendiri di depan cermin. Tunggu! Wujud mama yang aku lihat tadi, itu wujud ketika ia masih muda kan? (A/N: Layla yang bertemu Lucy di mimpi itu wujudnya saat di depan Aquarius, Capicron, dan Cancer. Yang masih muda itu loh! ^0^) tapi mengapa ia wujudnya masih muda ya? Ahh, tidak apa-apa yang penting aku mirip sekali dengan mama.
Mama kan cantik sepertiku, sexy sepertiku, elegan sepertiku, tapi sayang sekali selera baju mama berbeda denganku. Aku suka sih dengan model baju mama tapi itu terlalu formal, aku lebih suka dengan baju yang aku pakai sekarang. Kesannya manis, elegan dan sexy, cocok sekali dengan images-ku.
...
(-_-) Mari kita tinggalkan pemikiran tokoh utama dalam cerita ini yang mulai memasuki tahap 'Narsistis!'. Kita intip pembicaraan para naga sekarang tetapi masih menggunakan telepati.
"Jadi, kalian mau berjanji padaku untuk tidak tertawa saat aku cerita nanti kan?" Tanya Pluviash karena sudah bosan menunggu naga-naga lain membuat keputusan.
"Baik, kami tidak akan menertawakanmu saat kamu akan bercerita nanti. Dan jika nanti ada yang tertawa kamu boleh menghentikan waktu mereka selama 5 menit dan kita semua (yang tidak tertawa + Pluviash) akan mendandaninya dengan sesuka hati. Setuju?!" Kata Auquria (sebagai perwakilan untuk berbicara dan asal memutuskan) sambil tersenyum manis ke lainnya tetapi aura di belakangnya sangat mengerikan.
"Setuju~" jawab semuanya dengan nada girang dengan semangat '45
"Baiklah, sampai mana aku tadi ya?... Oh iya! Aku ingat sekarang! Tadi kalian bertanya tentang apa ada hal/sesuatu yang aku rasakan saat menuju ke kamar Lucy-chan kan?"
"Iya."
"Eto... Ano... Gimana ya cara ngomongnya..."
"..."
"A-Ano... Itu... Sesuatu halnya... Aku... Saat ke kamar Lucy-chan... Dengan Marine... Sama-sama... Ano... Pokoknya jangan ketawa ya!" #Blushing#
"Iya iya! Lama banget bilangnya! Cuman kasih tahu apa aja lama!" Bentak semuanya ke Pluviash karena sudah tidak sabar dengan pengalaman Pluviash
"Guh, aku... Aku... SebenarnyasangattakutuntukpergikekamarLucy-chan!"
"Hahh?"
"Aku... SangattakutuntukpergikekamarLucy-chan tadi."
"Apa ada yang bisa menerjemakan perkataan Pluviash?" Tanya Igneel, Metalicana dan Weislogia
"Pluviash bilang kalau dia sangat..." Kata Tochi
"Takut untuk pergi ke kamar Lucy tadi." Lanjut Esther
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
"BWUAH HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHHAHA!" Tawa Igneel, Mealicana dan Weislogia dalam telepati tetapi kenyataannya mereka menahan tawa sekuat tenaga yang menyebabkan badan mereka bergetar hebat
"Hm, ada apa dengan mereka?" Tanya Lucy penasaran
"Tidak apa-apa Lucy-sama. Mereka sedang kram perut. Biasa, kebiasaan aneh mereka sebelum makan. Ha ha ha." Jawab Auquria
"Apa itu tidak berbahaya?"
"Tidak sama sekali Lucy-sama."
"Hime, Auquria-sama, sarapan telah disediakan. Silakan dimakan agar tidak dingin." Kata Marine sambil meletakan mangkuk sup terakhir di sebelah Lucy.
"Baiklah. Semuanya mari Makan. Itadakimasu!" Kata Auquria
"Itadakimasu!"
Tlak... Yumm... Yumm... Slurp... Gluk...
Suasana makan pagi pun berjalan dengan damai. Tetapi 3 naga yang tertawa terbahak-bahak tadi masih menahan tawa sambil makan
"Menyedihkan! Masa seekor naga takut dengan anak kecil! Pufh!" Pikir Weislogia
"Tak ku sangka Bunny bisa membuat takut seekor naga sampai seperti itu! Gihi." Pikir Metalicana
"Gyahahahahaha! Sulit sekali membayangkan ekspresi Pluviash saat takut ke kamar Luce. Hahaha~" Pikir Igneel
"Oh iya sekedar pemberitahuan ya. Siapa tadi yang tertawa saat Pluviash berbicara siap-siap hukumannya ya?" Umum Auquria
"Benar sekali~" timpal Pluviash
Mendengar itu ketiga naga tadi langsung terdiam dan berkeringat dingin
"Hii... Oh MY GOUaT! Aku lupa! TIIDDAaKK! AMPuNnnn!" Kata mereka bertiga sambil berkeringat dingin dan memasang wajah puppy's eyes berharap sang ratu tega mengurangi hukumannya
"Ohh~ tidak bisa~ itu kan kesepakatan kita semua~ ya kan?" Tanya Auquria
"Iya~" jawab semua naga kecuali ke 3 naga tadi sambil memasang seringai dan senyum licik ke arah 3 naga tadi dan merencanakan dandanan apa yang akan dipakaikan ke 3 naga tadi.
ƪ(°▿▿▿▿▿▿°)ƪ ƪ(°▿▿▿▿▿▿°)ƪ ƪ(°▿▿▿▿▿▿°)ƪ ƪ(°▿▿▿▿▿▿°)ƪ ƪ(°▿▿▿▿▿▿°)ƪ ƪ(°▿▿▿▿▿▿°)ƪ ƪ(°▿▿▿▿▿▿°)ƪ ƪ(°▿▿▿▿▿▿°)ƪ ƪ(°▿▿▿▿▿▿°)ƪ
"Auquria, aku ingin bertanya." Kata Esther
"Iya?"
"Mengapa kita tidak menata ulang daftar naga yang akan mengalihkan perhatian Acnologia? Kurasa naga yang mengalihkan perhatian atau grup LiHat terlalu banyak. Bukannya Acnologia nanti malah curiga kalau kita menyembunyikan sesuatu darinya." Kata Esther
"Hmm, kurasa benar juga. Apa kau ada pendapat untuk grup LiHat yang baru?"
"Iya, aku sudah memikirkan cara untuk mengalihkan perhatian Acnologia."
"Benarkah?" Tanya semua naga
"Iya, jadi dengarkan baik-baik untuk nama yang aku sebutkan."
"Hai!"
"Grup LiHat yang baru : Yuuki, Igneel, Metalicana, Auquria, dan Marine..."
"Ehh! Marine juga ikut?!" Tanya semuanya
"Yup! Karena tanpa Marine rencana ini takkan berhasil."
"Baiklah kalau begitu. Nanti aku akan menyuruh Marine ikut rapat setelah sarapan kecuali Grup jalan-jalan." Kata Auquria
"Bagus, aku lanjutkan sekarang. Grup HiJAu : Raito, Kyoya, Pluviash, Hebi, terakhir Grandine. Dan untuk anggota khusus hanya aku seorang karena aku bertugas membuat makan siang untuk Lucy, Tochi, Skiadrum, dan Weislogia, kemudian aku harus membantu Grup LiHat. Apakah sudah jelas pembagian grupnya yang baru?"
"Jelas!"
"Ada yang bertanya?"
"Terus apa tugas masing-masing dari setiap Grup tersebut?" Tanya Kyoya
"Grup HiJAu (Hilangkan Jejak dan bAu) bertugas untuk menghilangkan jejak bau Lucy dan mengamankan area sekitar Grup jalan-jalan kecuali untuk Kyoya dan Hebi. Karena mereka berdua harus membantu Grup LiHat (pengaLih perHatian) di dapur/ruang makan. Grup LiHat bertugas untuk membuat makan siang Acnologia, menyambut Acnologia dan membuat Puding!" Kata Esther
"Hahh? Puding?"
"Iya puding, seingatku Acnologia sangat menyukai puding kan? Dia kan Puding Maniac."
"Darimana kamu tahu dia suka dengan puding?"
"Itu Rahasia. Dan terakhir untuk Grup jalan-jalan usahakan untuk menjauhi ruang makan saat kalian berkeliling nanti. Mengerti semuanya?"
"Mengerti!"
"Baiklah kalau begitu mari kita akhiri rapat rahasia dadakan ini dan jangan sampai ada kesalahan. Karena begitu ada kesalahan kalian mengerti apa yang akan terjadikan? Dan untuk Trio naga yang tertawa, hukumannya nanti setelah makan malam. Sekian." kata Auquria
"Malangnya nasibku... :'(" ucap Trio naga dalam batinnya masing-masing
Semuanya pun mengakhiri pembicaraan dan kembali pada kegiatannya masing-masing (sarapan) dalam tenang.
# Time Skip #
Setelah selesai menghabiskan sarapannnya masing-masing. Semua menikmati dessertnya (Fruit Cocktail) dengan nikmat.
General POV
"Lucy, apakah kamu mau menemaniku keliling istana? Aku tahu kalau kamu sudah mengelilinginya kemarin tapi aku ingin menunjukkan padamu lagi. Boleh?" Kata Tochi sambil memasang Puppy eyes yang sangat-sangat imut dan memelas (O_O)
Lucy yang sedang menikmati dessertnya pun speechless melihat Tochi seperti itu hingga membuatnya tersedak
"Ukh! Uhuk.. Uhuk.. Uhuk!"
"Lu-Lucy-sama! Anda baik-baik saja?!" Tanya Auquria sambil meminumkannya air putih
"Ti-Tidak apa-apa, hanya kaget melihat Tochi-san seperti itu."
"Tochi, panggil aku Tochi dan panggil naga yang lainnya dengan nama mereka. Jangan menambahkan -San, -Chan, ataupun -Kun. Karena mereka tidak menyukainya."
"Maaf."
"Tidak apa-apa."
"Tochi, bisa kau beri aku penjelasan. Mengapa kau memasang muka seperti itu pada Lucy-sama dan itu bukan sifat aslimu kan? O_O" Tanya Auquria penasaran
"Tentu saja ini bukan sifatku tapi aku hanya akan menunjukannya pada Lucy saja." #pouts#
"What The F*ck Tochi?!"
"Tochi, kenapa?" Tanya Esther
"Aku juga tidak tahu."
-SIINGG-
"OH MIE GOAT! Tochi sudah GilA!" Teriak semua naga kecuali Esther + Lucy
"Telepon rumah sakit (?)!" Kata Pluviash panik
"Jangan! Ukur dulu suhu tubuhnya!" Auquria pun ikut panik, sibuk cari termometer (?)
"Kotak P3K Kotak P3K Kotak P3K!" Panik Grandine sambil mencari kotak P3K
"Ambil obat tidur (?)!" Kata Hebi
"Buat pingsan Tochi sekarang! Mungkin otaknya sedang konslet!" Kata Metalicana sambil membuat tongkat baseball baja dari tangannya
"Ide bagus! Cepat lakukan sebelum bertambah parah! Cepat Metalicana!" Panik semuanya kecuali Esther + Lucy karena dia tidak tahu apa-apa mengenai sifat Tochi sehingga bingung setengah mati
"KALIAN SEMUA MAU MENCOBA MEMBUNUHKU HAHHH!" Teriak Tochi dengan muka merah karena marah dan membuat istana berguncang (A/N: Ingat Tochi itu The Earth Dragon).
"Ampun! Papa jangan marah!" Rengek para naga lelaki
"Papa?!" Kata Esther, Lucy, Auquria, Grandine, Pluviash, Tochi, + Weislogia (yang nggk ngomong apa-apa) sambil memiringkan kepalanya dan tanpa sadar mengeluarkan tanda tanya besar dari kepala masing-masing
"Benar~ Papa! Karena Tochi sudah T-U-A~ jadinya Papa Tochi~" kata para naga lelaki
"Auquria bolehkah aku membunuh mereka sekarang?" Tanya Tochi dengan tatapan dan hawa membunuh
"Aku ijinkan kamu membunuh mereka. Jangan terlalu keras."
Dengan keluarnya ijin Auquria, Tochi langsung membuat para naga lelaki pingsan terkena timpukan batu karang raksasa ke atas mereka dalam sekejam mata.
Bluak! Bluak! Bluak! Bluak! Bluak! Bluak!
Zeeeezzzzzz...
"Tochi, kau terlalu keras menghukum mereka. Kan repot harus memindahkannya satu per satu." Kata Grandine
"Ano Grandine, bukannya kamu yang akan menyembuhkan mereka ya?" Tanya Pluviash #sweatdrops# -_-"
"Biarkan saja, mereka tidak akan mati dengan luka seperti itu. Mereka akan bangkit dengan sendirinya dalam waktu 5 menit. Iyakan Auquria?" Sambil menyesap tehnya
"Benar sekali." Ikut-ikutan menyesap tehnya.
5 menit kemudian semua naga lelaki yang pingsan tersebut bangkit.
"Kurang ajar kau Tochi! Mau membuat kami mati hah?!"
"Jadi, Lucy, kamu mau kan ikut aku jalan-jalan?" Tanya Tochi pada Lucy, tidak menghiraukan omongan naga pria yang sedang menggerutu tidak jelas.
"Aku tidak keberatan :) tapi apa aku boleh jalan-jalan lagi, Auquria-san? #puppyeyes#"
"Tentu! Tentu saja tidak apa-apa Lucy-sama!" Sambil peluk-peluk Lucy dengan gemasnya
"Ti-Ti-Tidak bisa Na-na-pas."
"Ah, maaf." Kata Auquria
"Tapi aku ingin mengajak dua naga lainnya tidak apa-apakah Lucy? #puppyeyes#" tanya Tochi
"Uhh, tidak apa-apa!" Kalah dengan puppy's-nya Tochi
"Benar-benar tidak apa-apa? #doublepuppy'seyes#"
"Iya! Sungguh! Tidak apa-apa!" Makin kalah
"Kalau begitu aku akan mengajak Skiadrum dan Weislogia." Kata Tochi ceria tetapi semua naga langsung diam seketika
-Ssssiiiinnggg-
"Ajak saja :) Aku tidak keberatan kok, benar-benar tidak keberatan." Kata Lucy begitu mengetahui suasana menjadi mencekam
"Lucy, benar kamu baik-baik saja?" Tanya Grandine
"Tentu saja, Grandine-san. Lagipula aku juga ingin lebih mengenal mereka berdua dan aku tahu kejadian 'itu' bukanlah kesalahan mereka."
"Kamu tidak perlu memaksakan dirimu. Katakan saja jika kamu keberatan ketika bersama kami karena kami tahu kamu sedang memaksakan diri." Kata Skiadrum
"Tidak! Aku tidak memaksakan diri ketika bersama kalian berdua dan semuanya! Aku benar-benar ingin mengenal lebih jauh kalian semua! Jadi izinkan aku untuk melakukannya?!"
"Lucy-sama, lakukan apa yang ingin kamu lakukan karena kamu adalah Putri tersayang kami semua jadi jangan pernah ragu untuk melakukan apapun yang menurutmu benar, ya?" :)
"Hai!"
"Kalau begitu kapan dimulai jalan-jalannya?" Tanya Pluviash
"Sesegera mungkin, setelah Lucy siap kami akan memulai jalan-jalannya. Apa kau sudah siap Lucy?" Tanya Tochi
"Tunggu aku menyelesaikan minumanku ini ya?"
"Okay."
Yumyumyum... Glup... Tlak... Glup...
"Aku sudah selesai. Terima kasih atas hidangannya."
"Baiklah kalau begitu! Ayo kita berangkat!" Kata Tochi sambil menarik tangan Lucy keluar ruangan. Skiadrum dan Weislogia pun mengikuti mereka dari belakang
"Tochi! Pelan-pelan! Lucy-sama bisa jatuh nanti!"
"Tidak akan! Tenang saja Auquria! Bye Minna!" Kata Tochi
"Bye Minna!" Kata Lucy
"Kita pergi dulu. Ayo, Skiadrum." Kata Weislogia
"... Bye ..."
"Bye Lucy/Luce/Bunny/Lucy-chan/Lu-chi/Lucy-sama! Bye Tochi, Weislogia, Skiadrum! Hati-hati di jalan!"
Tap.. Tap... Tap... Blammm...
"Fiuh, Akhirnya! Mereka pergi juga." Kata Pluviash
"Baiklah! Bagi naga yang termasuk anggota grup HiJAu segera menghapus bau dan jejak Lucy-sama dan anggota grup LiHat harus rapat lagi. Oh ya, Marine kamu juga harus ikut rapat ini. (A/N: disini Marine menanggukkan kepalanya pada Auquria pertanda setuju) Mengerti semuanya?" Tanya Auquria
"Aye, Sir!" Dengan begitu Grup HiJAu pergi menjalankan tugasnya
Drapp... Tap... Drapp... Blammm...
"Baiklah, aku akan pergi mencari 'sesuatu' dulu. Begitu selesai aku akan pergi ke dapur langsung. Marine tolong bantu yang lainnya ya?" Kata Esther sambil keluar ruangan
Taps... Taps... Blammm...
"Kira-kira apa yang Esther cari ya?" Tanya Igneel
"Aku tidak tahu, tapi aku penasaran tentang Esther bisa mengetahui kalau Acnologia itu puding maniac." Kata Yuuki
"Aku juga penasaran dengan hal itu." Kata Metalicana menyetujui
"Sudah, kita akan menanyakannya nanti pada Esther. Sekarang aku ingin tanya pendapat kalian, jika Esther menyuruh kita membuat puding, rasa apa saja yang akan kita buat?" Tanya Auquria
"Lahar panas!"
"Besi hitam!"
"Aku tidak menanyakan rasa favorite kalian! Yang aku tanyakan itu apa rasa favorite Acnologia..." Kata Auquria sambil ber-sweetdrops
"Bagaimana kalau puding dibuat berdasarkan bau Hime?" Tanya Marine mengusulkan
"Ide yang bagus Marine! Sekarang bau Lucy-sama itu apa saja?"
"Strawberry!" Kata Igneel
"Blackberry!" Kata Metelicana
"Mint." Kata Yuuki
"Lemon dan Vanila." Kata Marine
"Baiklah sudah diputuskan kalau kita akan membuat puding berdasarkan bau Lucy-sama. Sekarang kita pergi ke dapur dan untuk Marine tolong kamu sediakan bahan membuat pudingnya ya? Sediakan yang banyak karena kita akan berhadapan dengan puding maniac dan 2 naga yang rakus makan yang mungkin saja akan mencomot puding-puding itu nanti." Kata Auquria
"Baik, Auquria-sama." Marine pun keluar ruangan terlebih dahulu
"Kalau begitu apa yang kita tunggu. Segera menuju ke dapur!"
"Yes, Ma'am!"
Di saat grup Lucy / grup HiJAu / grup LiHat sibuk dengan kegiatannya masing-masing, dari jauh sekali terlihat sesosok naga hitam dengan bercak/bermotif biru terbang menuju arah istana.
Acnologia POV
Sial! Aku pikir saat di pulau itu aku bisa membunuh Zeref! Ternyata hanya para kutu yang ada! Jangan-jangan dia sudah tahu aku akan menuju ke pulau itu?! Itu mungkin saja karena hanya aku, Acnologia, Black Dragon of Apocalipse satu-satunya naga yang dapat menandingi Zeref! Hahahahaha~
Sniff... Sniff... Sniff...
Tunggu kenapa didunia ini ada bau lain selain makhluk-makhluk aneh di istana? Dan~ Sniff... Sniff... Baunya ini sangatlah familiar... Hmm, seperti baunya. Samar-samar tercium bau Vanila dan Sniff... Sniff... Strawberry? Tapi ada campuran bau Sniff... Sniff... Lemon dan Blackberry tetapi ada sedikit bau Mintnya. Tapi hanya satu makhluk yang aku ketahui yang memiliki bau seperti itu dan dia sudah tidak ada didunia ini. Jangan-jangan ada penyusup di istana?! Tidak, itu tidak mungkin karena naga-naga yang ada di istana tidak akan membiarkan penyusup masuk ke dunia ini apalagi sampai masuk istana itu hal paling tidak mungkin terjadi. Sebaiknya aku bergegas menuju istana.
Wuuussshhhhh... Wuussshh...
Hmm, ini perasaanku saja atau beneran ya? Dari tadi aku terbang menuju istana aku tidak bertemu dengan naga yang lainnya ya? (A/N : naga menurut acnologia itu naga kelas major yang kelas minor nggk dianggap sama Acnologia. -_-) Mungkin mereka sedang berkumpul di istana. Tapi buat apa mereka berkumpul disana? Biasanya mereka mau baru berkumpul di istana kalau dia / aku (dengan paksaan dan ancaman) yang menyuruh mereka pergi ke istana.
Mungkin mereka sedang membuat pesta kejutan untukku karena aku tiba-tiba menghilang dari dunia ini dan menyambutku dengan cara membuat sebuah pesta?! Kuharap mereka menyediakan banyak sekali puding pada pesta itu :3 hmm, aku sudah tidak sabar untuk memakan puding-puding itu :3 puding strawberry, puding lemon, puding blackberry, puding mint, PUDING VANILLA! (A/N : disini para reader diharap membayangkan kondisi pikiran Acnologia sekarang ini yang sedang dikelilingi oleh puding beraneka ragam rasa dan jangan lupa ekspresi wajah Acnologia sekarang seperti ini :3)
Puding... Ayo kemari... Ayo menuju ke papa... Kemari sayang... Datanglah ke papa Acnologia :3
...
Karena sang naga Acnologia sedang berada dalam dunia fantasinya tentang puding mari kita tinggal dia sejenak untuk melihat situasi di istana sekarang ini...
General POV
Grup LiHat di dapur
"Marine bagaimana dengan persiapan bahan puding?" tanya Auquria
"Sudah selesai, Auquria-sama."
"Bagus. Igneel panaskan panci berisi air dan ovennya, apinya jangan terlalu besar atau kecil. Yuuki siapkan sihirmu karena begitu selesai kamu harus segera mengubah suhu pudingnya dari panas menjadi dingin. Metalicana bantu aku mencampurkan semua bahan puding. Terakhir Marine sekarang kamu buat makan siang bersama para koki untuk Acnologia buat yang banyak beserta cake jangan tanya aku apa alasannya. Kemudian setelah selesai membuat makan siang kamu harus men-suplay bahan pudingnya lagi hingga Esther datang dan berkata 'sudah cukup'. Segera laksanakan!"
"AYE, SIR!"
Dan mereka pun sibuk melaksanakan bagiannya masing-masing.
Grup HiJAu
"Hebi, sebarkan racun yang dapat menghilangkan bau Lucy keseluruh ruangan. Pluviash, ubah waktu ruangan kekeadaan sebelum Lucy datang, otomatis bau Lucy akan hilang. Grandine dan aku akan membuat ruang hampa dengan bantuan jarak/ruang-ku dan udara milik Grandine menjadi ruang hampa karena bau tidak dapat menyebar/tercium diruang hampa membuatnya menghilang dengan sendirinya. Terakhir Raito, bisakah kamu berpatroli keliling istana dan sekitarnya sendirian? Kupikir dengan kecepatan kilatmu kita Grup HiJAu dan Grup LiHat yang sedang sibuk jadi tahu kapan Acnologia sampai di istana. Tidak apa-apa kan kamu melakukannya sendirian?" kata Kyoya
"Aku tidak keberatan malahan aku lebih senang karena tidak akan ada yang mengganggu."
"Baiklah kalau begitu, semuanya segera berpencar, dan apabila ada hal mencurigakan yang berhubungan dengan keberadaan Acnologia segera hubungi semua naga lewat telepati. Mengerti?"
"Aye, Sir!"
Dengan begitu anggota Grup HiJAu berpencar keseluruh arah / ruangan istana...
Grup Jalan-Jalan / Lucy's Grup
"Lucy tempat apa yang ingin kamu kunjungi sekarang?" tanya Tochi
"Aku tidak tahu, mungkin Tochi-san sendiri ingin kemana?"
"Yang benar itu Tochi tidak memakai tambahan -san." #pouts#
"Maaf aku tidak terbiasa tapi akan aku coba."
"Bagaimana kalau kita pergi ke perpustakaan?" tanya Skiadrum
"Kenapa harus perpustakaan? Disana itu sangat sangat membosankan." tanya Weislogia sambil memajukan/memayunkan bibirnya
"Karena aku berpikir Lucy suka dengan buku. Makanya aku bilang perpustakaan."
"Ehh! Di istana ini ada perpustakaan? Tapi kemarin Auquria-san tidak menunjukkan padaku perpustakaan berada..." jawab Lucy dari girang menjadi lesu
"Jangan lesu begitu Lucy, sekarang aku tanya dulu. Apa kamu kemarin sudah berkeliling lantai 2 dan seterusnya?" tanya Tochi
"Belum."
"Kalau begitu itu bukan salah Auquria karena perpustakaannya berada di lantai 2 dan 3." jelas Tochi
"Du-dua lantai! Ka-kalau begitu bukunya ada banyak, banyak sekali?" tanya Lucy girang
"Apa kau bodoh? Bukannya sudah jelas kalau perpustakaannya ada 2 lantai otomatis di dalamnya ada banyak sekali buku." kata Weislogia
"Weislogia, aku harap kau bisa menjaga mulutmu. Tapi bukannya aneh kalau orang yang tidak pernah membaca buku mengatai orang yang suka baca buku itu bodoh, benarkan Skiadrum?" tanya Tochi
"Benar sekali, aku yakin 1000% kalau IQ Weislogia tidak lebih dari seekor kucing."
"HEI! KAU MAU BILANG AKU SANGAT BODOH BEGITU?"
"Tidak, aku tidak bilang kalau kamu itu sangat sangat bodoh kan? Kan kamu sendiri yang bilang kamu bodoh iyakan Tochi, Lucy?"
"Yup! Kau itu sangat bodoh Weislogia!" Tochi girang
"?" Lucy
"Kalian... AKU INI TIDAK BODOH! AKU INI SANGAT PINTAR SEKALI! JENIUS MALAHAN!" Kata Weislogia
"Hahh? Jenius? Dalam mimpimu Weis..." Kata Skiadrum
"Kau akan jadi jenius jika kau bisa mengalahkan Auquria, Weis. Itu pun kalau kau mempunyai nyawa lebih dari 20." Kata Tochi
"Hei! Aku, The White Dragon tidak akan kalau melawan naga betina itu! Kau tahu.!"
"Oh ya? Bagaimana jika aku mengatakan ke Auquria tentang kejadian 'itu' saat kita bertemu dengannya? Mungkin dia (Auquria) akan memasakmu hidup-hidup menjadi sup untuk makan malam nanti." Kata Skiadrum
"Hei! Kau duluan yang memulai kejadian 'itu' jadi kau juga akan dibunuh Auquria tahu!"
"Tidak akan karena aku akan bilang ke Auquria kalau kau melakukan 'itu' karena kau ingin memakan dia dalam keadaan t-..." Kata Skiadrum terpotong karena tangan Weislogia menutupi mulutnya
"Kau jangan berani meneruskan perkataanmu Ski. Kau ingin aku mati dulu hah?!" Kata Weislogia sambil melepaskan tangannya dari wajah Skiadrum
"Iya." Jawab Skiadrum sambil mengelap mulutnya dengan sapu tangan yang keluar entah dari mana.
"Hmm, sup naga ya? Aku jadi tidak sabar." Kata Tochi sambil mengusap-usap perutnya
"Eto, Skiadrum-san, Weislogia-san, kejadian 'itu' maksudnya apa ya?" Tanya Lucy
Weislogia pun langsung blushing, berkeringat dingin dan memohon pada patnernya untuk tidak berbicara sembarangan sementara Skiadrum menyeringai dengan jahatnya memikirkan nasib malang apa yang akan menghampiri patnernya
"Kejadian 'itu' tentang-..."
"Bu-bukan kejadian yang penting! Jadi tidak akan berguna walau diceritakan!" Potong Weislogia takut ketahuan
"Oh, baiklah, aku mengerti. Maaf sudah bertanya." Kata Lucy sambil menaiki anak tangga terakhir menuju lantai 2
"Lucy, ketika kita memasuki perpustakaan, aku harap kau tidak membuka mulutmu lebar-lebar ya? Takut ada serangga yang masuk." Goda Tochi yang sudah berhenti di depan pintu kayu raksasa.
"Te-tentu saja, Tochi-sa-... Maksudku Tochi." Kata Lucy dengan semburat merah muda di pipinya
"Baiklah! Ayo kita masuk!" Kata Tochi sambil membuka pintu tersebut
Click... Criiekk... Ffuuahh...
To Be Continue...
ஐღღღ。◕‿‿◕。ღღღஐ ஐƸ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒஐ ஐღღღ。◕‿‿◕。ღღღஐ ஐƸ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒஐ ஐღღღ。◕‿‿◕。ღღღஐ ஐƸ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒஐ ஐღღღ。◕‿‿◕。ღღღஐ
Yup! Dengan ini aku sampaikan bahwa Chapter 10 ini telah selesai! #Tepuk tangan#
Dan sekali lagi para Reader yang terhormat Maaf aku nggk membuat "Behind the Scene" seperti biasanya pada akhir cerita :'( Maaf untuk telat (Sangat!) update ini :'( dan juga Maaf nggk bisa bales Review pada chapter ini :'( Benar-benar... aku sudah gagal menjadi Author yang baik :'( MAAF!
Dan TERIMA KASIH BAGI PARA READER YANG SUDAH MENGIKUTI CERITA INI!
Oh ya hampir lupa!
PENGUMUMAN UNTUK VOTING PAIRING PADA CERITA INI DIMENANGKAN OLEH...
#Suara Drum#
NALU!
Maaf bagi yang mengharapkan pairing lainnya tidak menang tapi jangan khawatir karena aku sudah menyiapkan 4 cerita baru untuk pairing yang kalah dalam voting jadi tetap semangat ya?
UNTUK PARA READER YANG TERHORMAT AKU INGIN BERTANYA dan menjawab beberapa review yang berisi pertanyaan :
1. Haruskah aku melanjutkan cerita ini?
2. Atau ada yang ingin aku menghapus cerita ini? Kalau ada mungkin aku akan menghapusnya ._.
3. Bisakah untuk yang memberi Flames itu memakai Account? Soalnya aku berpikir kalau tindakan itu sangatlah pengecut cause yang memberi Flames tanpa Account itu bukannya Pecundang ya? Masa Flames pakai Account saja nggk berani? Tapi aku nggk marah kok walau di Flames ._.V Cause Flames-nya kan di makan Natsu jadi aku aman-aman aja :D Malahan aku suka di kritik pedas soalnya kritik pedas itu sangatlah membantu dalam proses pembuatan ceritaku ini ^_^ Makasih buat yang ngasih masukan :D
OKAY! Karena chapter ini sudah selesai aku mau ucapkan. Sampai ketemu lagi di chapter selanjutnya! :D BYE! ADIOS! SAYONARA! MATA ASHITA! :*
