~From Far Away~

.

Author : Kiela Yue

Genre : Boys love. Romance, Fantasy

Cast : Luhan, Sehun, Kai, Chanyeol, Baekhyun, and EXO members.

Plus~ 2min, Daezel dan Henry Lau…

Rating : T

Chapter : 10/?

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan YME, kecuali OC. Cerita ini benar – benar murni dari otak saya yang selalu di penuhi oleh makhluk planet EXO. NO PLAGIAT! Thanks.

Yang plagiat semoga jadi amnesia.. dan mukanya kea kelindes pasukan kuda... Amiin.

.

Fantasy

.

Summary

Setiap generasi, negeri Oberon selalu kedatangan manusia dari dunia Lain yang memiliki kekuatan. Manusia itu akan menikah dengan raja yang sedang berkuasa agar keturunannya tetap memiliki kekuatan magis. Tapi bagaimana jika manusia dari dunia lain itu ternyata namja dan rajanya juga namja? HunHan/Kailu/Baekyeol another pairs.

.

.

.

Chapter 10

.

.

Sehun datang kemari? B-benarkah?

Langkah Luhan untuk menghampiri Sehun terhenti saat tangannya dipegang oleh seseorang.

"Bisa bicara sebentar, Luhan?"

Luhan sama sekali tidak merasa kaget kenapa yeoja ini bisa tahu namanya karena yeoja yang tengah bicara padanya adalah Yuri, kakaknya si manis Yoona.

"Nanti saja bisa?" Tanya Luhan. Ia sibuk memperhatikan Sehun. Namun seketika raut wajahnya berubah sendu karena Sehun sudah tidak lagi ditempatnya semula.

"Sekarang saja karena ini benar – benar penting!"

Suara ini? Luhan membulatkan matanya karena yang tengah bicara padanya adalah Jessica. Yeoja yang tadi siang menyenggol lengannya.

"Ada apa?"

"Benar – benar tidak sopan!" bentak Jessica. "Kamu langsung menurut saja kenapa?"

Luhan membulatkan mulutnya. Sepertinya mereka bertiga ini adalah genk nya yeoja – yeoja tengik yang sok mantap, sok oke dan pastinya sok cantik walau menurut Luhan bedak mereka terlalu tebal seperti topeng. Bahkan mungkin Jessica tidak sadar kalau garis hitam diatas matanya miring sebelah. Baekhyun jauh lebih cantik saat memakai yang seperti itu.

Kemungkinan besar mereka jadi seperti ini karena mereka iri dengan Luhan. Lagian kalau hanya menghadapi Yuri, Jessica dan seorang lagi yang tidak ia kenali Luhan tidak takut sama sekali. Ia mempunyai kekuatan yang sangat hebat. Kalau mereka macam – macam padanya, ia bisa… tidak tidak. Luhan berusaha untuk tidak memikirkan apapun karena itu bisa saja terjadi.

"Baiklah, aku akan mendengarkan. Apa yang ingin kalian bicarakan?" Tanya Luhan dengan nada sok baik yang jelas dibuat – buat.

Yuri membuang pandangannya kesamping. Ia sudah tidak tahan dengan kelakuan Luhan. Mentang – mentang si raja item itu memilihnya..Cih! padahal penguasa Utara jauh lebih PERKASA. Tapi karena kedudukan Kai lebih tinggi, jadi yah…

"Ikuti kami!" Ujar Yuri. Lalu Luhan berjalan dengan santai dibelakang ketiga yeoja itu. ternyata mereka membawanya keluar dari aula besar itu dan mereka baru berhenti ditempat yang sepi dan agak gelap. Hanya ada seorang yeoja yang sepertinya pelayan menunggu mereka dengan tiga ember didekatnya.

"Kalian mau bicara apa?" Tanya Luhan saat mereka berhenti berjalan.

"Kami hanya mau melakukan…"

Byurr… seketiga Jessica mengambil ember yang berisi air dan menyiramkannya ketubuh Luhan hingga ia basah kuyup.

Belum sempat Luhan berkata – kata, Yuri sudah melakukan hal yang sama diikuti yeoja yang seorang lagi.

Luhan mengusap wajahnya. Ia bisa saja melawan ketiga yeoja keparat ini, tapi karena ia kedinginan, ia tidak bisa berpikir apapun. Luhan tidak terlalu tahan dengan cuaca yang dingin.

"Itu masih tidak seberapa. Lain kali kalau kamu masih sok hebat dan berani merayu Yang Mulia Kai, kami tidak akan segan – segan untuk melakukan hal yang lebih."

"Apa lagi yang mau kalian lakukan?" Tanya Luhan.

"Seperti ini misalnya?" Yuri mulai menjambak rambut Luhan. Luhan yang ketakutan setengah mati rambut palsunya terlepas sontak berteriak.

"Apa yang kalian lakukaaan!"

Namun ketiga yeoja brutal itu tidak mempedulikannya mereka semakin semangat untuk menghancurkan penampilan Luhan hingga sebuah suara yang lebih dingin dari udara malam ini menginterupsi kegiatan mereka.

"Aku tidak menyangka yeoja – yeoja dari keluarga terhormat melakukan hal yang memalukan seperti ini."

Tubuh mereka membeku seketika. I..ini kan suara Sehun? Ketiga yeoja itu beringsut mundur, sedangkan Luhan hanya menunduk karena ia tidak sanggup melihat Sehun. Ia juga berusaha semaksimal mungkin agar mereka bertiga tidak mengetahui kalau ia mengenal Sehun.

"Apa yang kalian lakukan?" Sehun bertanya dengan suara dan ekspresi yang tegang. Biasa, ekspresi celana dalam baru.

Yuri menelan ludahnya dengan paksa sebelum ia berkata, "Kami..kami hanya…."

"Hanya apa? Menyiksa yeoja yang dipilih raja?"

Kali ini sepertinya mereka sedang mengalami sport jantung yang luar biasa. Sehun itu benar – benar menakutkan. Kalau misalnya yang memergoki mereka Kris, mereka masih bisa sedikit merayunya karena Kris terkenal sebagai Don Juan. Tapi Ini? Niat untuk merayu Sehun pun mereka tidak terpikir. Wajahnya terkesan menakutkan, ekspresi datar, sorot mata tajam seperti silet dan kening yang terlihat seperti berkerut. Sehun terkenal sangat dingin pada yeoja dan semua orang, kecuali pada orang – orang terdekat dan kudanya yang sok mentel itu.

Sehun mengangkat sebelah alisnya melihat ekspresi mereka yang sepertinya ketakutan setengah mati. Ia hanya melirik Luhan sekilas. Kalau tidak, bisa – bisa akan memeluk namja itu sekarang juga.

"Jessica, Yuri, dan Luna. Tiga yeoja yang merupakan putri orang – orang terhormat dinegeri ini ternyata cemburu pada yeoja pilihan raja dan menyiksanya bersama – sama ditempat yang gelap dan jauh dari keramaian. Bagaimana? Bisa jadi berita yang bagus bukan?"

"Maaf.. maaf…" Yuri dan teman – temannya membungkuk dalam. Kalau sampai Sehun menyebarkannya, tamat sudah riwayat mereka.

"Kami mohon, Yang Mulia, anda jangan mengatakannya pada yang lain. K-kami janji kami tidak akan melakukannya lagi.. sungguh…"

Sehun hanya diam saja dan tetap memandangi mereka dengan seksama hingga mereka merasa seperti ditelanjangi. Suasana jadi semakin tegang. Dan karena tidak tahan, akhirnya Luna pun berteriak…

"Waaaa….." lalu ia berlari menjauh diikuti dua yeoja lainnya. Sedangkan pelayan yang tadi berjalan menjauh juga hingga kini hanya ada Sehun dan Luhan. Berdua.

Luhan yang tadinya hanya diam saja sambil menunduk, perlahan mulai mengangkat kepalanya dan menatap Sehun. Hanya beberapa hari tidak bertemu Sehun ia sudah merasakan kerinduan yang dalam seperti ini. Ia merasa bahagia karena ternyata ia masih bisa bertemu dengan Sehun.

"Yang Mulia Se…"

"Apa yang kau lakukan disini?" Sehun memotong kata – kata Luhan dan Luhan melihatnya dengan mata yang berkaca – kaca..

"A..saya…."

Sehun memalingkan wajahnya. "Jangan keluar. Tetaplah didalam karena kamu yeoja kesayangan Yang Mulia Kai bukan? Nanti ia akan kesulitan mencarimu."

"A..a tidak.."

"Aku yakin ia sangat murka jika menemukanmu meninggalkannya seperti ini. Aku pergi. Dan kamu juga masuklah kembali." Sehun langsung berbalik dan berusaha sekuat tenaga untuk mengabaikan Luhan yang mulai meneteskan air matanya.

Air mata Luhan langsung mengalir deras saat Sehun mengabaikannya. Ia menatap punggung Sehun dengan pandangan yang kabur oleh air mata. Benarkah ia tidak akan bisa memiliki namja itu? Entah kenapa Luhan merasa kalau ia membiarkan Sehun pergi sekarang, maka ia akan benar – benar kehilangan namja yang ia cintai itu. Luhan pun berlari untuk mengejar Sehun yang sudah menjauh darinya.

Grep! Luhan memeluk Sehun dari belakang dan dengan sangat erat seolah ia tidak mau untuk melepaskan namja itu. Perlakuan Luhan membuat Sehun tidak jadi pergi. Bagaimana mungkin ia pergi jika orang yang ia sukai dalam diam menahannya?

"Jangan pergi…aku mohon.." ujar Luhan disela isakannya. "Aku… tidak tahu apapun tentang dunia ini. Jadi kumohon, jangan tinggalkan aku, ne? Aku.. aku mencintaimu Yang Mulia.."

Sehun tersentak, rasanya ia kurang percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Luhan mencintainya? Ia pun berusaha untuk berbalik dan menatap Luhan, namun kepalan tangan Luhan malah semakin kuat.

"Jangan lepaskan tanganku. Nanti kamu pergi dan membiarkan aku sendirian disini," Luhan tidak tahu kenapa ia jadi cengeng seperti ini. Tapi inilah yang memang benar – benar ia rasakan, ia tidak mau kehilangan Sehun! Sudah cukup Sehun mengirimnya kemari dan membiarkan namja lain menciumnya.

Mungkin karena berpikir, kepalan tangan Luhan melonggar dan itu dipergunakan Sehun untuk berbalik menatap Luhan yang langsung menunduk.

"Luhan…" Sehun mencoba meraih pipi Luhan namun Luhan malah menepisnya. "Kamu kenapa?" tanyanya dan Luhan menggelengkan kepalanya. Sehun mengerutkan keningnya. Luhan baru saja mengatakan mencintainya lalu kenapa sekarang malah menolak untuk menatap wajahnya? Aneh sekali.

Luhan sadar kalau yang baru saja ia pikirkan sangat egois. Ia ingin memiliki seorang Oh Sehun yang merupakan penguasa di Selatan Oberon? Sepertinya ia bermimpi di dalam mimpi. Tidak tahu diri.

"Mianhe, Yang Mulia. Tadi itu aku sedang kalut. J-jadi.. perkataanku barusan tidak usah dihiraukan. Si-silakan anda pergi. Aku kembali saja ke dalam seperti yang anda katakan. Annyeo…" Luhan tidak jadi melanjukan kalimatnya karena Sehun sudah menempelkan bibirnya tepat diatas bibir Luhan dan melumatnya dengan kasar. Ia menyesapi bibir atas dan bawah Luhan bergantian, menggigit pelan bibir pink itu untuk meminta akses agar lidahnya bisa masuk. Ia meluapkan kekesalannya saat Kai dengan seenak jidatnyanya mencium Luhannya. Mata Luhan terbelalak, sama sekali tidak menyangka akan mendapat perlakuan begini dari Sehun. Sehun menciumnya? Lagi? Luhan cepat – cepat membuka mulutnya dan membiarkan lidah Sehun masuk untuk mengabsen semua yang ada di dalam goa hangat miliknya. Tangan Sehun terus menahan tengkuk Luhan untuk memperdalam ciuman mereka. Sedangkan Luhan tidak tahu apa yang harus ia lakukan dengan tangannya dan hanya membiarkannya tergantung.

"Ngghh~ " Luhan melenguh saat Sehun melepaskan ciuman mereka. Rasanya wajahnya sangat panas dan ia tidak sanggup untuk menatap wajah Sehun yang sangat dekat dengan wajahnya.

"Nado.. …" ujar Sehun sambil kembali mengecup bibir Luhan berkali – kali. Lagi – lagi Luhan terbelalak. Ia tidak salah dengar kan? Nado.. itu berarti Sehun mencintainya?

"Ta..tapi aku ini namja…." Ujar Luhan takut – takut. Sehun menggelengkan kepalanya. Lalu ia memeluk tubuh mungil Luhan dengan sangat erat.

"Aku tahu. Tapi aku tidak peduli sekalipun kamu dari dunia lain."

Luhan kembali menangis. Menenggelamkan wajahnya di dada Sehun dan meremas baju namja yang ia cintai itu dengan kuat. Mereka berpelukan dan diam dalam posisi itu untuk waktu yang lama. Begitu juga dengan Sehun, ia merasa bodoh karena tidak bisa mengungkapkan cinta lewat bibirnya. Setidaknya ia tahu kalau Luhan mengerti akan semua sikap peduli yang ia tunjukkan lewat perlakuannya.

Selang beberapa saat, Sehun melepas pelukannya dan menatap dalam ke mata Luhan, mata yang begitu jernih seolah meminta untuk dilindungi. "Kamu baik – baik saja kan?" tanyanya.

Luhan mengangguk dan tersenyum manis. Ia akan baik – baik saja disini selama Sehun ada disampingnya. Sehun yang tahu kalau Luhan berbohong, segera membuka mantelnya dan memakaikannya pada Luhan. Wajah Luhan bersemu merah mendapat perlakuan lembut dari Sehun, apalagi saat Sehun kembali mendekatkan wajahnya dan mereka kembali tenggelam dalam ciuman yang dalam.

.

.

.

"Barang – barangmu hanya ini?" Tanya Sehun saat ia dan Luhan membereskan barang Luhan. Mereka memutuskan untuk langsung pulang malam ini.

Luhan mengangguk dan ia merasakan pipinya memerah saat Sehun menggenggam erat tangannya. Rasanya masih seperti mimpi kalau ia dengan Sehun sekarang. Duduk berdua didalam kereta kuda yang sempit, dan entah yang keberapa kalinya Sehun menciumnya. Ia mencoba untuk menghitung berapa banyak ciuman yang sudah ia dapatkan malam ini, atau sejak ia datang ke dunia aneh ini. Tapi ternyata ia tidak bisa melakukannya karena pikirannya terasa kosong. Ia bahagia. Luhan yang selalu hidup menjomblo di dunianya hingga mahasiswa -_- ternyata sangat laris manis disini? Wah~

Awalnya ia masih menjaga jarak dan duduk agak dipinggir, namun Sehun meraih pinggangnya dan tubuhnya pun benar – benar rapat dengan Sehun.

Sebenarnya Luhan sama sekali tidak menolak saat Sehun terus menciuminya ditempat ini. Menyesapi bibirnya bergantian, mengecup pipinya, bahkan Sehun sudah meninggalkan sesuatu yang disebut kiss mark dilehernya. Padahal dulu ia hanya bisa menelan ludah saat Henry pamer kissmark yang diberikan pacarnya. Andai Henry ada disini, dia akan pamer kalau ia punya namjachingu yang luaarrrr biasa tamvan. Tiba – tiba saja ia merasakan sesuatu yang aneh dihidungnya dan Luhan pun mengerutkan bibirnya.

Sehun yang tidak mempedulikan perubahan ekspresi Luhan kembali mendekatkan wajahnya karena ia ingin kembali merasakan manisnya bibir Luhan.

"Haa…Haa… haaaatsssyiiiii!" Luhan bersin dan menyembur TEPAT diwajah Sehun yang begitu dekat dengannya.

"Aaah…." Luhan bernafas lega karena akhirnya ia jadi juga bersin meski ia sudah merasakan tanda – tanda dari tadi. Semua ini gara – gara yeoja tengik tadi yang menyiramnya dengan air dingin. Tapi seketika ia membulatkan matanya karena ternyata wajah Sehun sudah berlumuran dengan semburannya.

"A..ma..maaf maaf,," Luhan langsung mengeluarkan saputangannya dan mengelap wajah Sehun. Dalam hati ia merutuki kebodohannya. Bagaimana mungkin ia malah bersin disaat – saat yang romantis seperti ini? Merusak suasana saja.

Tiba – tiba saja Sehun menahan tangan Luhan yang tengah membersihkan wajahnya. Luhan yang heran mengerutkan keningnya? Apa mungkin Sehun sangat murka padanya? Tentu saja! Siapa sih yang berani menyembur di wajah yang jarang berekspresi itu?

Seharusnya Sehun marah ada yang melakukan hal yang tidak sopan padanya walau tanpa sengaja. Tapi karena Luhan yang melakukannya, ditambah wajah Luhan yang pucat karena ketakutan, ia malah merasa terhibur. Aneh sekali. Sehun menampilkan smirk-nya saat ia menemukan cara untuk menggoda Luhan.

"Berhentilah mengelap wajahku dengan sapu tangan itu. Kamu harus membersihkannya dengan bibirmu."

Glek. Luhan menelan ludahnya dengan paksa. Rasanya sejak ia menyatakan kalau ia mencintai Sehun, ke-pervert-an namja itu langsung menguar. Dalam beberapa jam ini sudah berkali – kali ia hampir mati kehabisan nafas Sehun menciuminya hampir tanpa jeda sekalipun mereka berada di tempat ini. Lalu sekarang Sehun menyuruhnya, apa itu tadi? Membersihkan wajahnya pakai bibir? Pakai bibir? Whatttt?

"Ayo, cepat lakukan!" perintah Sehun.

Ugh, Luhan ingin menghilang dan bersembunyi di kamar Kiela sekarang. Tapi itu tidak mungkin. Dengan jantung yang berdetak seperti genderang perang, ia pun mendekatkan wajahnya pada wajah Sehun. Namun alangkah kagetnya ia saat Sehun ternyata malah menahan tengkuknya dan menciumi bibirnya dengan penuh hasrat. Ck, ternyata Sehun hanya mengerjainya saja. Tapi karena mendapat ciuman dari Sehun memang impian banyak orang, Luhan merasa ia beruntung mendapatkannya. Jadi ia menikmatinya saja. Heheheheee~

Selesai acara cium – ciuman di dalam kereta, Luhan merasa mengantuk dan ia pun tertidur dibahu Sehun. Suara dengkurannya yang halus membuat Sehun yakin kalau Luhannya memang sudah terlelap. Menurutnya Luhan itu terlalu gampang untuk tidur. Ia jadi ingat kembali pertemuan mereka. Saat itu Luhan juga tertidur selalu.

Sehun tersenyum simpul saat mengingat kejadian itu, dimana Luhan marah – marah saat ia tidak mempercayai kalau Luhan itu namja. Sekarang saja kalau hanya melihat penampilan luarnya, tidak akan ada seorangpun yang percaya kalau Luhan itu namja. Ia terlalu cantik. Sehun sama sekali tidak menyesali keputusannya untuk pulang malam ini menaiki kereta kuda meski sebenarnya mereka akan lebih cepat sampai jika mereka pulang dengan kekuatan angin yang ia miliki. Tapi karena ia ingin menghabiskan malam dengan Luhan, ia pun tidak menggunakan kekuatan anginnya.

Selang beberapa saat suasana hening, matahari baru akan terbit sekitar satu jam lagi. Sehun sudah hampir tertidur saat ia mendengar suara kesakitan kusirnya.

"Akh…" bruk. Sepertinya itu suara kusirnya yang terjatuh. Setelah itu ia mendengar suara ringkikan kuda yang kesakitan. Sehun langsung waspada. Sebelum ia sempat melakukan apapun, kereta kuda yang mereka tumpangi oleng dan langsung berguling, sepertinya mereka terjatuh ke tebing yang tidak terlalu tinggi. Sehun tidak apa – apa karena ia masih bisa bertahan, sedangkan ia melihat kepala Luhan terbentur dan berdarah, Luhan pingsan.

.

.

.

Deg. Henry tersentak saat ia bangun dari tidur siangnya yang sangat tidak nyaman. Ia tersentak bukan karena kaget melihat Daehyun dan Zelo yang sedang berciuman mesra diatas kursi yang ada diruang tengah. Tapi karena ia bermimpi Luhan seperti hampir mati. Keringat dingin bercucuran disekujur tubuhnya. Ia ketakutan sekarang! Sangat. Bagaimana jika memang sesuatu yang buruk benar – benar menimpa Luhannie nya yang sangat tidak bisa melawan itu? bagaimana jika ia diculik orang untuk dijual? Bagaimana jika….

"AAARRGGHHHHHH!" Henry berteriak sambil menjambak rambutnya karena frustasi. DaeZel couple yang tengah asyik langsung menghentikan kegiatan mereka.

"A..ada apa hyung? Mimpi buruk?" Zelo bertanya dengan wajah yang memerah.

Henry mengangguk. Air matanya keluar tanpa bisa ia tahan. Daehyun yang tadinya cuek saja langsung ikutan duduk dilantai disamping Henry.

"Kenapa hyung? Ada sesuatu yang terjadi?"

Henry mengelap air matanya dengan cepat. "Aku bermimpi tentang Luhan…"

DaeZel berpandangan. "Seperti apa mimpinya hyung?"

"Sekarang kamu ketakutan kehilangannya. Padahal kalau dia ada disini, kamu senang mengerjainya." Minho yang baru datang dengan Taemin langsung mencibir.

Henry mendelik. Ia memandang Minho dengan penuh kebencian. Ia tidak tahu kenapa ia membenci pasangan itu setelah Luhan menghilang.

"Kau tidak penasaran aku mimpi apa?"

Minho memutar matanya bosan. "Tidak."

"Meski kamu tidak ingin tahu. Tapi aku katakan saja. Aku bermimpi Luhan dijual oleh Taemin pada orang – orang jahat. Mafia. Mereka menyiksa Luhan dan sekarang dia sekarat. Tidakkah menurutmu mimpiku sangat aneh?"

Urat nadi Taemin menegang seketika. Meski hanya mimpi, tapi hal itu tidak jauh berbeda sengan kenyataan. Minho juga diam. Padahal biasanya ia akan selalu menyudutkan Henry. Henry yang menyadari perubahan ekspresi mereka langsung berdiri dan menghadap Taemin yang duduk dikursi.

"Ada apa denganmu Taeminnie? Kenapa kamu seperti ketakutan mendengar mimpiku? Apa kamu tahu sesuatu?"

.

.

.

Sehun memandangi Luhan yang terlihat seperti tertidur, walau kenyataannya ia pingsan. Ini lebih baik, batin Sehun. Ia sudah bisa menduga akan ada yang menyerangnya. Tapi kalau Luhan pingsan, ia bisa meninggalkannya dalam kereta. Lagipula sepertinya penyerangnya tidak akan tahu kalau ia sedang bersama seseorang. Ia semakin yakin saat mendengar suara orang yang menyerangnya dari luar.

"Keluar kau, Sehun!"

Sehun bisa saja langsung menghancurkan kereta ini daripada harus bersusah payah keluar dari pintunya yang sudah rusak. Namun jika ia lakukan itu, maka Luhan akan terlihat. Karena itulah Sehun memilih untuk bersikap biasa saja.

Hanya sedetik setelah ia keluar, sebuah panah langsung melesat kearahnya. Sehun menghindar dengan cepat. Disekeliling tubuhnya terdapat pusaran angin yang akan menerbangkan siapa saja yang mendekat.

"Apa…kalian belum bosan untuk berusaha membunuhku?"

"Tidak, sampai kami akan mendapatkan kepalamu dan menyerahkannya pada pemimpin kami," jawab pria yang paling dekat dengan Sehun. Ia menduga pria inilah ketua kelompok penyerang ini. Sehun memperhatikan sekeliling, mereka semua ada lima orang, dengan tiga orang pemanah yang sudah siap untuk menembakkan panahnya kapan saja dan dua orang yang bersenjatakan pedang.

Sehun tersenyum simpul. "Pemimpin itu…,Kris?" tanyanya dengan santai seperti biasa. Ia sudah tahu dengan jelas siapa yang selalu menginginkan kematiannya. Ck, sepertinya si angry bird itu tidak pernah belajar dari pengalaman. Apa ia tidak bosan melakukan hal yang sama dengan hasil yang selalu sia – sia? Tapi Sehun tetap hati – hati. Ia yakin kelima orang ini bukanlah prajurit sembarangan. Apalagi saat mereka mulai menembakkan anak panah mereka kearah Sehun dengan membabi buta. Sehun santai saja, toh senjata itu tidak akan pernah bisa menyentuhnya. Namun ia jadi panik saat melihat dua orang menaiki kereta kuda yang sudah hampir hancur itu. Kalau mereka bisa menemukan Luhan, bisa gawat jadinya.

Saat itulah Sehun lengah hingga kekuatan anginnya melemah dan sebuah panah melesat dengan kecepatan tinggi. Ia tidak sempat lagi menghindar, namun untung saja panah itu hanya mengenai sedikit lengan kirinya. Ia yakin lukanya tidak seberapa karena anak panah itu bahkan tidak menancap dilengannya. Tapi, kenapa rasanya sangat panas? Tubuhnya juga terasa lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Sehun jadi sadar sesuatu. Kris keparat! Ia pasti sudah memasukkan kekuatan apinya kedalam setiap ujung anak panah yang digunakan prajurit itu. Tidak cuma itu saja, Kris juga pasti mengoleskan racun.

"Arrgghhhh..!" Sehun berteriak kesakitan. Lengannya seperti terbakar. Sehun memegangi lengannya dan ia langsung berlutut karena kesakitan. Kelima orang itu mulai mendekat dan mengelilingi Sehun. Mereka sudah siap untuk menghabisi nyawa penguasa selatan saat itu juga.

Dalam hati Sehun senang jika mereka semakin dekat dengannya. Meski kesakitan, ia masih memiliki kesempatan untuk mengeluarkan kekuatannya. Seorang pria bertubuh kurus sudah berdiri tepat didepannya dan mengangkat pedangnya.

"Bersiaplah untuk mati!"

Sebelum pedang itu mengenai wajah Sehun, ia langsung membuat pusaran angin kencang yang melemparkan pembunuh yang mengelilinginya. Ada yang terbentur ke batang pohon, tercampak dan berguling ditanah. Sisanya terlempar ke kereta kuda yang tadinya ditumpangi Sehun.

Ugh, Sehun meringis pelan karena lengannya benar – benar sakit. Ia cepat – cepat mengikat lengannya dengan kencang agar racun yang itu tidak menyebar ditubuhnya. Ia juga merasakan pandangannya mulai kabur karena ia baru saja menggunakan kekuatan anginnya dalam kondisi yang tidak sehat. Menggunakan kekuatan yang ajaib itu pasti membutuhkan tenaga yang berkali – kali lipat lebih besar daripada berkelahi biasa. Tubuhnya juga sudah melemah. Jangankan berdiri, bernafas saja rasanya sangat sulit. Akhirnya ia pun ambruk seketika dan sebelum matanya benar – benar terpejam, ia melihat tiga orang pembunuh yang selamat sudah mendekat padanya dan bersiap untuk membunuhnya saat itu juga.

.

.

.

Luhan membuka matanya dengan perlahan saat ia merasa tubuhnya seperti terhempas.

"Ugh,, aku kenapa?" Luhan memegang kepalanya yang terasa pening. Ia hampir meloncat saat melihat ada darah dikeningnya.

"A..apa i..ni?" Luhan gemetaran. Seingatnya ia tertidur dibahu Sehun tadinya. Lalu kenapa sekarang..

"Sehun!" Luhan terlonjak. Ia tidak menemukan Sehun disampingnya. Meski kepalanya masih sakit, ia keluar dengan sudah payah. Luhan memandangi kereta yang sudah hampir tidak berbentuk itu dengan mata yang melotot. Hanya keajaiban yang membuatnya selamat berada didalam kereta yang seperti itu. Rodanya sudah terangkat keatas, dindingnya retak dan sebagian sudah bolong. Dua ekor kuda yang membawanya sudah tidak kelihatan lagi. Sepertinya mereka melarikan diri karena ikatannya terlepas.

Luhan tidak pernah merasa sepanik ini sebelumnya, sebelum ia melihat Sehun yang terbaring lemah diatas tanah dan tiga orang yang membawa pedang mendekatinya.

"Matilah kau, Sehun!"

Pria yang ditengah meludah kearah Sehun. Luhan berlari mendekati Sehun dan ia berteriak.

"JANGAAAAANNN!"

Deg, pembunuh itu merasa seluruh urat ditubuhnya berhenti bergerak. Ia bahkan hampir kesulitan bernafas. Mereka tidak tahu kenapa gerakan mereka terhenti secara – tiba – tiba. Pedang yang mereka ayunkan berhenti diudara. Tapi meski demikian, mereka masih bisa melihat seorang yeoja, atau namja karena rambutnya pendek duduk didepan mereka sambil memeluk erat tubuh Sehun yang tidak berdaya.

Orang itu, yang berpenampilan aneh menurut mereka menutup matanya dan mereka merasa seperti mendapat perintah untuk mundur. Setelah mundur beberapa langkah, mereka kembali bisa bergerak. Namun sebelum mereka sempat mengangkat tangan untuk mengayunkan pedang, tubuh mereka bertiga tertimpa pohon besar yang tumbang tiba – tiba dan mereka mati seketika.

Sesaat setelah membuka mata, Luhan melihat tiga pembunuh tadi sudah berlumuran darah dan sepertinya ia selamat. Luhan membalikkan badannya dan menepuk – nepuk pipi Sehun untuk membangunkan namja itu. Namun Sehun tetap tidak membuka matanya dan nafasnya tinggal satu – satu.

"Sehun… cepat sadar Sehun…" Luhan mulai memeriksa tubuh Sehun meski ia merasakan sakit dikepalanya semakin menjadi – jadi karena terbentur tadi.

Ia kaget saat melihat tangan Sehun yang terluka parah. Cairan yang agak kental berwarna hijau mulai mengalir keluar dari luka Sehun. Awalnya ia berpikir kalau orang – orang disini memiliki darah hijau. Namun sejenak ia sadar, itu bukan darah, tapi racun. Karena Sehun mengikat tangannya dengan sangat kencang, racun itu tidak mengalir melalui pembuluh darahnya. Luhan cepat – cepat berlari kearah kereta kuda untuk mencari barang – barangnya. Ia ingat Tiffany menitipkan beberapa macam obat karena takut ia akan terluka selama perjalanan.

Setelah hampir sejam mencari karena hampir semua barang yang ia bawa terlempar, akhirnya Luhan menemukan bungkusan obat itu dibawah tubuh salah seorang pembunuh Sehun. Ia tidak tau mana yang harus digunakan karena saat Tiffany menjelaskan, ia sama sekali tidak mendengarkan. Saat ini Luhan merutuki kebodohannya. Setelah diam beberapa saat, akhirnya Luhan mulai mencampurkan semua serbuk itu dengan ukuran yang berbeda – beda. Ia tidak tahu sama sekali obat apa yang ia pakai. Luhan hanya berharap Sehun tidak mati.

"Sial!" Luhan mengumpat karena ternyata obat itu sudah tidak bisa masuk kedalam mulut Sehun. Air matanya mulai keluar karena ia benar – benar takut jika kehilangan Sehun. Padahal ia memiliki kekuatan yang sangat hebat, kenapa malah tidak berguna saat orang yang ia sayangi tengah sekarat seperti ini?

Karena sudah putus asa dan tubuhnya terasa makin lemah, Luhan memasukkan obat itu kedalam mulutnya. Rasa aneh yang ia rasakan sudah tidak ia pedulikan lagi. Luhan kemudian membuka mulut Sehun dan ia mentransfer obat yang didalam mulutnya ke dalam mulut Sehun. Meski obatnya tetap keluar, tapi Luhan yakin sebagian lagi pasti ada yang masuk karena beberapa saat setelahnya nafas Sehun mulai stabil. Orang yang ia sayangi itu tidak lagi seperti orang yang mau mati. Luhan bernafas lega, sepertinya ia berhasil menyelamatkan Sehun. Tindakan yang harusnya ia lakukan. Karena sudah merasa lega, sakit kepala yang mendera dan tubuhnya yang mulai kesakitan karena terbentur, Luhan pun menutup matanya. Tidak butuh waktu lama baginya untuk terlelap meski matahari mulai menampakkan sinarnya dari ufuk timur.

*.*.*.*.*

*.*.*

.

.

Te Be Ce

.

.

.

Side Story.

Sehun : "Stay Cool 1"

Kalau boleh jujur, sebenarnya Sehun merasa perkataan Chanyeol memang benar. Ia yang salah menyuruh Luhan memakai pakaian yeoja dan membiarkan namja itu pergi ke pesta Kai. Salahnya. Sekarang ia tidak bisa membohongi perasaannya karena ia memang menginginkan namja itu.

Daripada ia lebih mirip orang bengong yang blo'on, Sehun pun melangkahkan kakinya dari halaman depan tempat ia mengantarkan kepergian Luhan tadi. Kepalanya terasa sakit. Saat melewati pintu kamar Luhan, ia berhenti sebentar. Belakangan ini setiap dia melewati pintu itu, ia selalu mendengar suara – suara jeritan atau teriakan Tiffany dan Luhan dari dalam. Atau mungkin suara – suara aneh lainnya seperti benda yang terjatuh, ringkikan, tertawa dan kadang suara yang begitu kuat seperti ada gunung meletus di dalam kamar.

Tapi sekarang ia tidak mendengarkan suara apapun. Hanya detak jantungnya saja yang mendominasi pendengarannya. Kamar itu kembali kosong setelah beberapa bulan ini dihuni oleh makhluk lain, ah bukan, lebih tepatnya manusia dari dunia lain.

Sehun menghela nafas pelan. Bagaimanapun ini terlalu aneh. Ia jatuh pada seorang namja jadi – jadian yang amat sangat tidak sopan? Oh, tapi sepertinya ia sadar kalau cinta memang tidak bisa ditebak seperti apa caranya muncul.

Ia benar – benar kesal sekarang. Sehun kalut kenapa perasaannya tidak karuan begini sejak Luhan pergi. Ia ingin menghancurkan isi kamarnya, menjatuhkan semua benda yang ada diatas mejanya atau memukuli orang – orang yang lewat didepannya. Tapi karena waktu kecil Taeyeon pernah berkata padanya kalau seorang raja harus menjaga image nya dan tetap stay cool, ia pun mengurungkan niatnya walau hati berteriak ingin.

"Anda baik – baik saja? Kenapa kening anda berkerut seperti pakaian kusut yang minta disetrika?" Tiffany bertanya sambil tersenyum saat ia berpapasan dengan yeoja itu.

Kalau biasanya ia mengabaikan perkataan Tiffany, tapi karena sekarang ia sedang galau, ia hampir mencekik leher yeoja itu. Namun sayangnya ia tidak melakukannya karena bagi seorang Oh Sehun image sangat penting!

Belum lagi Baekhyun yang muncul tiba – tiba dan menanyakan keberadaan Luhan membuat kekesalannya semakin memuncak. Yeoja itu juga merengek padanya untuk mengatakan kenapa Luhan tiba – tiba pergi tanpa berpamitan padanya. Apa Luhan tidak menganggapnya sebagai teman setelah mereka melakukan banyak hal bersama – sama? Ia kesal kesal kesal. Kenapa tidak ada seorangpun yang pengertian padanya?

Taeyeon! Sehun pun mencari yeoja yang biasanya mampu membuat perasaannya jadi lebih baik. Namun sayangnya sepertinya penyakit Tiffany berhasil menulari Taeyeon.

"Sepertinya kerutan dikening anda akan jadi permanen kalau anda terus menekuk wajah seperti itu. Tersenyumlah sesekali dan jangan selalu berekspresi tegang seperti itu, Yang Mulia."

Sh*t! Sehun memaki dalam hati. Kata – kata jorok seperti itu tidak boleh lolos dari bibirnya. Ia tidak menyangka kalau Taeyeon juga tidak menghiburnya.

"Apa anda jadi begitu karena Luhan pergi?"

OH! Taeyeon memang mind reader nya yang terbaik. Tadinya Taeyeon terlihat sangat sedih saat berpisah dengan Luhan. Lalu kenapa sekarang malah senyum – senyum melihat wajahnya? Menyebalkan sekali.

Sehun sangat ingin membanting pintu dengan keras, kalau perlu sampai daun pintunya terlepas dan hancur berkeping - keping. Namun mantra stay cool tertancap terlalu dalam diotaknya. Jadinya ia tetap menutup pintu dengan amat sangat pelan hingga hampir tidak bersuara.

Akhirnya Sehun pun berjalan kearah halamannya yang begitu luas sambil sesekali membuang nafas berat. Saat itu ia melihat kearah jendela kamar Luhan yang tertutup. Ia merindukan pandangan Luhan yang sering meliriknya diam – diam dari atas sana. Ia berharap Luhan akan melambaikan tangan padanya. Namun itu hanya bayangannya karena Luhan memang telah pergi. Karena gatelnya sudah tidak tahan, akhirnya ia pun mengeluarkan kekuatan anginnya dan terbang menuju istananya Kai. Persetan dengan tanggapan orang – orang. Pokoknya ia akan merebut Luhan kembali! Titik! Ia harus melakukannya sebelum Kai menemukan Luhannya yang imut kayak marmut terjepit.

Namun apa yang Sehun dapatkan malah membuat pikirannya makin kusut! Ia baru menemukan Luhan setelah pesta dimulai. Karena ia datang diam – diam, jadi ia pun memasuki hall dengan diam – diam juga. Gayanya tidak lebih elit dari seorang penguntit. Disana, ia menemukan Luhannie si marmut terjepitnya tengah terjepit betulan di dalam pelukan si item Kai. Belum lagi Kai yang tiba – tiba mencium bibir Luhan! Kai sialan! Bibir itu hanya miliknya. Hanya ia yang boleh menggigit dan menyesapinya. Tangan Luhan itu juga seharusnya hanya bergelayut manja ditengkuknya. Punggung Luhan hanya ia yang boleh mengelusnya. Kai yang seenaknnya mengambil miliknya. Ini sama saja dengan ngajak perang. Luhan juga bodoh! Kenapa ia diam saja diperlakukan seperti itu oleh kkamjong pesek? Luhan agak gampangan juga ternyata…. Aish!

Keinginan Sehun saat ini hanyalah memegang sebelah kaki Kai dengan tangan kanannya, lalu memutar – mutarkan tubuh Kai diatas kepalanya hingga Kai merasa pusing dan mual dan akhirnya melemparkan tubuh gosong itu ke kutub! Oh, atau ia juga ingin mengeluarkan jurus pedang angin seperti milik si cantik Kagura di komik Inuyasha dan memotong – motong tubuh Kai yang mesum itu. Hal yang paling real mungkin ia akan menarik Luhan dari cengkeraman Kai dan mendaratkan bogem mentah diwajah Kai, seperti di sinetron – sinetron. Tapi tetap saja ia tidak melakukan apapun dan hanya memandangi mereka berdua sambil bersender di dinding. Tangannya ia lipat didada. Kening berkerut efek kekesalannya. Ia yakin pandangan matanya akan mampu membunuh lalat karena ketajamannya.

Akhirnya, karena Sehun amat sangat mementingkan ke-jaim-annya, ia pun hanya jadi penonton adegan HOT KISS Kai dan Luhan yang disiarkan secara live. Didepannya. Poor Sehun.

Side Story.

Sehun : "Stay Cool 1"

End.

.

.

.

Pertanyaan #kepoakut : Readers yang terhormat, kalian suka ga sama cerita tambahan atau side story yang Kiela buat?

.

.

.

Kalo suka, biar Kiela buatin lagi. Kalo ga, yaaah… tetep Kiela buatin juga. Heheh… engga deng, becanda. ;)

.

Pertama sekali marilah kita ucapkan….. SELAMAT BUAT EXO~ yang udah mendapatkan kemenangannya ditiga tempat(?). *DUAAAARRRRRR #efekkembangapi.

Ehem. Meski Kiela sempet baca komentar pedes orang lain ttg kemenangan yang kita nantikan ini, Kiela tetap mendukung EXO…..

Haters? GO TO HELL!

;)

.

.

.

Ugh, sepertinya Kiela ga berbakat untuk menuliskan adegan yang ada pertarungannya. . Tapi semoga saja readers sekalian ga bosen yooo..

Kiela suka banget sama lagunya abang Henry "TRAP". Kereeeeeeeeen!

.

Kiela minta maaf kalau ternyata HunHan moment nya tidak memuaskan. *BOW

.

.

.

Balasan Review~

ajib4ff,,, namanya suka~ jadinya dia terus nempeeel. . Dichapter ini Sehun udah merebut LULU kok. ;)

fleur,,, ak koook. Kai memang romantic euy!

Lkireii0521,,, aduh… kok ga ngerti ngomong apa? o.O

finky'lulu,,, Kiela emang pengen eksis. Di chapter ne dah Kiela buatin tuh HunHAN. Semoga ajah suka~

dian deer,,, ah,,, sory banget, kakak lupa. u_u. pake air zam zam? Waks! Kakak ngakak bacanya. Tenang ajah dear, Udah dibersihin sama si Sehun tuuuu~ 20 ronde semalam? Wah… apa pinggang Lulu ga patah tuh?

Azura Lynn Gee,,,, neh udah Kiela kasi HunHan moment nya. Makasih udah ngejawab pertnyaan Kiela…

Tania3424,,, semoga ajah chapter ne ga mengecewakan kalo udah sesiap itu menunggunya….

0312luLuEXOticS,,,, Sehun emg cemburu. Lulu nya kan dipoppo kkamjong di depan mata. Aduh Liyya, siapa sih yang ga keenakan disosor sama kkamnjong? Rina juga mau. #eh *ditabokLuhan. Kok keselek Liiyya? Tapi asyik kan, nyempil dikit? *wink

Sehunhan,,,, kya.. makasih udah bilang cantik dan manis. *mmuaach. Tuuuu HunHan udah ketemu. *tunjuktunjuk.

dini Kusuma,,, biarpun kea oom oom suaranya, tapi suaraanya sexy loooh *wink.

hunhanie,,, ah,, Kiela ga tau moment ini dahsyat atau ga. Tapi semoga aja hunhanie suka….

PutriiPootree,,,, ah.. ga papa kook. Marathon? Ga cape baca sambil lari? *dicincang. Kiela ikutan ne angkat jempol soo man. Hmm,, Kaisoo? Karena nama D.O udah kiela masukkan di chap 2 sebagai tmn sekampus Luhan, jadinya bunging, u.u…. Tapi pastinya bakal kie masukkann..

park do bi,,, mungkin luhan keenakan makanya diam aja. Hunhan udah ada di chap neee

baby exo sehun,.,, Hunie ga sabar. Disini luhan udah dijadiin miliknya…..

oncean Fox,,, ekspresi Kai keanya biasa je. Dia kan emg suka cowo.

kimberly lavenders,,, seipritt? Wkwkwkwkwk Kiea ngakak baca kata yg tu… Kalo Kris suka Luhan, nanti abang Luhan keenakan, banyak yang suka ntar kepalanya jd besar, ;) *makasih buat tanda cintanya.

Jameela,,,, Ne dilanjuuut. Makasih udah jwb pertanyaan kepoakut.

rinie hun… semoga aja HunHan momentnya ga mengecewakan kalo udah nyia[in jiwa raga. Hehehe

ferinaref,,,, yes! Dia nongol!

chyshinji0204,,, Ga usah kasian ama Sehun. Aslinya dia juka nyosorrr kok. WAKS! Makasih udh jwb pertnyaan Kiela….

uri aegy,,, Kris emg kemaruk. Naga minta digaruk! Kai sama Sehun sama Kris tuuuuh masi ada hubungan darah entah dari kakek nya kakek mereka. Yaah,, semacam silsilah gituuuu.

Ryu Que,,,, Wah,,, sampe lumutan? Maaf yeee. . Luhan keanya keenakn dapet kisseu dari Kai. Hehee

Fleur,, Hibernasi?! What? -_- duh, Kiela ne kagak tahan tidur lama – lama. Pegal.

Deer Panda,,,, Gogo HunHan….

asroyasrii,,,, Hahahaa… suka lagu batak? Keren lah tuuuu…

Sisca'Chan,,, okey! Dilanjuuuuuuut

kyeoptafadila,,,, ok. Ga pa pa. makasih udah bilang kereeen. *muuach. Ini dilanjuuut

lisnana1,, semoga aja HunHan moment ini ga mengecewakan ya deaaar….. ini dilanjuuut

Park Ha Woo,,,, kalo cerita tambahannya dibuat jd oneshoot, nanti ga nyambuuung. Kkk~ mkasih udh jwb. Chika kucing cowo? Kiela pikir cewe. Hehehe

Vicky98Amalia,, NE. Dilanjuut

Jenn2797,,, Demen Kailu? Seneng dong liat adegannya? O.O

Riyoung Kim,,, BERARTI SI Jong Out berhasil. Kkk`

Mel,, yes! Ini HunHan! Endingnya masiiih rahasiaaaa dear. *digampaaarrr

WinterHeaven,,, aduh,,, jangan sampe nangis… Kiela ikutan sedih niiih. Waaah~ ga capek tuh, kibar bendera sebanyak tuuu? Tapi pasti HunHan shipper seneng dah!

EzzaLuhan,,,, ahhh.. gak pa pa oiiii. Suka sama kejahatan Kris kah?o.O

Manchungi98,,, makasih udah review dan udah menyempatkan baca FF Kiela ne.

Riyoung6398,,,, jangan envyyy deaaar. Bayangin aja itu kamu. Heheheheheheheeeee Kiela juga pengen kok. *eh.

Kim Mika,,, ngebut? Penasaran kaah? Seperti lagu dangut? Makasih buat semangatnya Mika…

Byun Soo Ra,,, Kaisoo nanti yo. Heheheheee makasih buat semangatnyaaaa.

.

.

.

Kiela ne ga pernah bosen buat ngucapin TERIMA KASIH sama readers yang udah REVIEW, FOLLOW sama FAV. FF Kiela neee. MAKASIH SEMUANYAAAAAA…

Mmuaaacch…

.

RnR LAGI?

.

Biar Kiela makin semangat?

WAKS!