" Benarkah paman, ayahku masih hidup !"
Minato yang mendengar cerita itu langsung mendadak gembira, matanya berbinar-binar, menandakan kepuasan tersendiri mendengar apa yang Sasuke utarakan
" Aku belum tau pasti Minato, tapi aku yakin akan hal itu "
Tiba-tiba sasuke agak memutuskan kebahagiaan sesaat Minato, wajah murung pun kembali terpancar dari raut muka semua yang hadir di ruangan itu, kecuali Minato
" Ah, aku tak peduli akan ku cari orang itu, dan akan ku bawa kehadapan Ibu ku, sudah lama dia menghilang "
Sambil menatap tajam ke arah Hinata, dengan semangat menggebu-gebu, seketika itupun Hinata yang menyaksikan Minato tersenyum lebar
" Lalu apa yang akan Kita lakukan Hokage-sama "
Onizuka yang tadinya diam kini angkat bicara, bertanya kepada sang pemimpin
" Kalian harus mempersiapkan diri, ujian akhir Chunin masih 2 bulan lagi, masih cukup untuk berlatih keras, aku rasa mereka akan menyerang kala itu, baiklah ! semua bersiap ! "
Semua penghuni ruangan itu tersentak dan bersemangat, mereka harus berlatih keras lagi entah apa yang akan mereka hadapi, dari pengalaman silam Raja Tengu sangat keihatan kuat, apalagi ia sudah punya pasukan.
" Baik Hokage-sama "
Semua serentak menjawab apa yang di utarakan Hokage mereka, nampaknya kesibukan akan segera dimulai kali ini, 2 bulan bukan waktu yang lama, semua harus mempersiapkan diri.
Sekarang semua bergerak menuju rumah masing-masing, setelah rapat dadakan ini selesai
" Minato tinggallah sejenak, aku ingin bicara pada mu "
Minato yang mendengar perintah itu langsung diam di tempat, entah apa yang akan dibicarakan oleh Sasuke terhadapnya, nampaknya begitu serius
" Aku merasakannya Minato, sejak awal ujian Chunin "
" Apa maksudmu paman? "
Sepertinya Minato tak mengerti apa yang dibicarakan oleh Sasuke
" Dia datang, ayahmu, Uzumaki Naruto, tapi aku hanya merasakan Cakranya, cakra yang begitu aku kenal, kau bertemu dengannya? "
Mata Minato bergerak kesana kemari seolah-olah ingin mengingat apa yang terjadi
" Kami hanya bertemu dengan tim Brother paman, ia membantu kami saat kami di serang Tim devil, yang katanya salah-satu panglima iblis "
" Lalu apa yang terjadi Minato "
" Aku tak ingat apa-apa lagi paman, yang ku tahu saat itu aku terluka parah, namun tiba-tiba aku berada dalam ruangan yang terdapat mahluk dengan ekor 9, dan yang aku tahu seluruh badanku terasa hangat, serta mata Byakuganku bisa aktiv, menurut Hitachi Cakraku telah mengalir "
" Itu Kurama Minato, atau Kyubi, ia adalah sekutu ayahmu, dan aku rasa segelmu telah terbuka, aku yakin pasti ayahmu yang melakukan "
" Tapi paman, dia menghilang bagaikan tertiup angin "
" Itu hanya cakra, dia mengirim cakranya, setahuku hanya ada 2 orang yang bisa seperti itu, kakekmu yondaime dan ayahmu "
Minato agak terkejut mendengar itu, tangannya mengepal seakan menahan emosi, entah apa yang ia rasakan, marah atau senang.
" Minato tolong rahasiakan pembicaraan Kita "
Tatapannya berubah agak tenang, mata biru saphirnya kini kembali mungil tidak tajam seperti beberapa menit tadi.
" Baik paman, kalau begitu aku permisi "
Minato kini beranjak meninggalkan ruangan Hokage, pikirannya melayang seperti ada beban tersendiri, ia berfikir apakah ini mimpi belaka, ia hanya merasa tak percaya akan hal ini, tadinya ia hanyalah seorang bocah biasa yang tahunya cuma sekolah, bermain, dan bermain, namun itu kemarin-kemarin sekarang ia adalah seorang ninja dan yang ia tau, ia adalah keturunan Hokage...
Langkahnya terhenti sejenak melihat ke arah taman mendapati sebuah keluarga lengkap yang sedang bercengkarama ria, matanya pun kini melihat ke langit-langit luas, memicingkan mata namun kali ini mengeluarkan air mata,
Hanya sejenak ia mengeluarkan air mata lalu mengusapnya perlahan, mencoba menegarkan hatinya,
" Ayah, dimana kau saat ini "
" Aku pulang "
" Slamat datang Minato "
Lelah, itulah yang dirasakan Minato, saat ini yang dipikirannya hanyalah tempat tidur yang terasa nikmat, peralatan Ninja yang ia bawa-bawa kini diletakan di meja kamarnya, baru ia akan merebahkan badannya terdengar suara ketukan dari balik pintu kamarnya.
" Hey bocah!, bukan saatnya bermalas-malasan, keluarlah "
Suara dari balik pintu itu kini mengagetkan Minato, walaupun ia sudah tahu itu Hiashi.
" Diam kau orang tua ! Seenaknya saja mengganggu orang ! "
Tak kalah kencangnya suara dari Minato membalas dari tempat tidurnya.
Karena tak sabaran Hiashi mendobrak pintu kamar Minato dengan Jyuken dan mata Byakugan, sontak membuat Minato bergidik horor ketakutan
" Jangan bermalas-malasan bocah ! "
Teriakan itu menggema di kediaman Mansyon Hyuga, membuat para penghuni Mansyon menggeleng-gelengkan kepala, di dapur pun para pembantu Clan Hyuga protes.
" Kakek dan cucu itu tak pernah akur phufff "
Kembali ke Hiashi dan Minato, kini Minato telah di seret-seret oleh Hiashi ke taman tempat kediaman mereka yang luas, melemparkn Minato hingga terhenti karena ada pohon yang besar dibelakangnya.
" Kita tidak punya waktu banyak bocah, aktifkan Byakuganmu, kita Latihan Ninja cara clan Hyuga "
Perkata Hiashi sentak membuat Minato berbinar-binar tak percaya, sebenarnya sudah sejak lama ia ingin dilatih oleh kakeknya yang satu ini, namun sepertinya kemarin-kemarin tak mungkin, mengingat mereka selalu bertengkar, namun kali ini impiannya terwujud.
" Kenapa kau ingin melatihku orang tua "
Dengan senyum yang kecut Minato bertanya kepada Hiashi
" Aku tak ingin ada yang lemah di Clan Ku apalagi dia Familiy ku, lagipula aku tak ingin kehilangan mu untuk yang kedua kalinya Bocah ! "
Minato kini tersenyum gembira mendengarkan perkataan Hiashi barusan, nemun kegengsiannya menutupinya.
" Baiklah kakek terima ini, taju kage bunshin no jutsu "
Ribuan bunshin Minato dengan mata Byakugannya mengelilingi Hiashi dan siap akan menyerang, namun itu percuma karena Hiashi menggunakan jyuken, dan jurus yang pernah dilakuakn Neji saat menghadapi Naruto di ujian Chunin, hasilnya semua bunshin Minato hilang menjadi kepulan asap.
" Hanya itu kemampuanmu Minato, percuma kau memiliki Byakugan "
Sebenarnya tanpa Hiashi sadari memang itu kemampuan Minato saat ini, selain Taijutsu dan keterampilan senjata Ninja, baru bertambah satu kemampuannya yaitu Bunshin, selebihnya NOL besar.
" Cerewet kau orang tua, apakah kau pura-pura tidak tahu kemarin-kemarin cakraku masih tersegel ! "
Hiashi hanya bengong melihat tungkah Cucunya marah-marah, dia baru menyadarinya kemarin-kemarin cakra Minato masih tersegel
" Ya, salahkan saja ayahmu "
Minatopun memonyongkan mulutnya menandakan protesnya terhadap kakenya itu.
" Baiklah Bocah, kita belajar Jyuken, apa kau siap "
Pukulan 6, pukulan 12, pukulan 24 dan seterusnya kakek dan Cucu itu berlatih bersama
Dari kejauhan nampak dua orang wanita sedang memperhatikan Hisahi dan Minato,
" Sudah ku bilang Nee-san, ayah sangat menyayangi Minato "
" Ah, kau benar Hanabi, Minato sangat beruntung bisa dilatih langsung oleh ayah, seperti mu Hanabi, langsung dilatih oleh ayah "
" Sudahlah Nee-san jangan bahas masalah lalu "
" Maaf Hanabi aku tak bermaksud begitu "
" Tidak apa-apa nee-san, bagaimana kalau Kita berlatih juga "
" Ah, ide bagus, baiklah ayo "
Keduanya kini bergabung dengan Hiashi dan Minato.
" Ada apa sensei kau memanggilku, kau seenaknya saja mengundurkan diri dari mentor team 7 "
" Hahahha, maaf Minato aku dapat tugas rahasia dari Hokage, aku memanggilmu karena rasanya sudah waktunya aku menurunkan apa yang ayahmu ajarkan pada ku "
Seperti mati kegirangan Minato, ada hal apa semua ini kemarin-kemarin Hiashi yang mentraining nya, sekarang dia akan diajarkan jurus-jurus ayahnya. Berarti ia juga akan punya katak besar seperti dalam potret ayahnya, dan menurut kabar jurus putaran angin ayahnya tidak ada yang menandingi.
" Baiklah Minato, ini adalah jurus andalan ayahmu yang pertama, juga jurus andalan, yondaime, jiraiya, dan aku "
" Siapa jiraiya itu paman? "
" Dia adalah legenda sannin, dia adalah guru yondaime dan ayahmu, dia orang besar tapi mesum "
Sambil membisikkan di telinga Minato, Konohamaru memberitahu Minato.
" Ini adalah jurus putaran angin atau disebut juga rasengan "
Konohamaru segera memperlihatkan Rasengan miliknya dan menjelaskan caranya kepada Minato.
" Minato "
Suara yang lama tak terdengar kini muncul lagi, yah suara Kyubi memanggil Minato, tanpa disuruhpun Minato langsung masuk ke alam bawah sadarnya.
" Ada apa Kurama, aku sedang latihan jurus baru "
" Jurus yang mudah, lebih sulit jurus biju dama ku, kau hanya perlu menyatukan cakra yin dan yang, tidak seperti bijudama yang harus menyatukan 3 bentuk cakra "
" Bagaimana caranya bodoh "
" Lihat diriku "
Kyubi pun memberi contoh kepada Minato, kecerdasan Minato memang lebih hebat dari Naruto, wajar saja menginngat dia keturunan clan Hyuga juga
" Paman lihat ini "
Betapa terkejutnya Konohamaru yang baru mau bersantai, karena ia mengira latihan ini akan memakan waktu yang lama, namun prediksinya salah besar, Minato dengan mudah dapat menguasai Rasenngan bahkan tanpa bantuan Bunshin, matanya melotot dan mulutnya menganga lebar.
" Ba-ba-ba gaimana bisa, anak ini mengerikan, pantas saja ia begitu di incar iblis itu "
Tak mau kalah, Konohamaru merapalkan segel tangan dan memanggil raja kera miliknya, tak memerlukan waktu lama raja kera sudah ada di hadapan mata
" Wah itu jurus pemanggilan hewan ya paman "
Takjub, hanya itu yang mewakili perasaan Minato saat ini, tangan-tangannya tak sabar untuk melakukan jurus itu
" Yah, benar Minato ini jurus pemanggil "
" Bisakah aku memanggil hewan yang lain paman, ajarkan aku, aku inngin memanggil katak raksasa itu "
Konohamaru berfikir keras, ia bingung karena saat ini belum ada yang bisa memanggil hewan dari myobokuzan selain Naruto
" Maaf Minato, kau tak bisa memanggilnya karena tidak ada yang bisa selain ayahmu saat ini, bagaimana kalau kau kontrak dengan raja kera saja, sama sepertiku "
Dengan gaya Hasirama yang sedang galau, Minato mendeklarasikan protesnya
" Ternyata selama ini aku salah pilih guru "
" Hey bicara apa kau anak Bodoh, memangnya aku dewa "
Dengan gigi tajam ala khas animme Konohamaru memaki-maki Minato yang sedikit meremehkannya.
Dengan sekejap aksi itupun terhenti saat Konohamaru ingat sesuatu
" Aku tahu, pasti disimpan disana "
" Apa paman "
Sambil merasa malas Minato menanggapi perkataan Konohamaru
" Peta menuju gunung Myobokuzan "
" Dimana Paman "
" Ada di tempat latihan kakekmu dan tuan Jiraiya "
" Tunggu apa lagi mari kesana paman! Yoshhhh! "
Yah akhirnya perjalanan dimulai, tapi waktu mereka sempit hanya tinggal satu setengah bulan lagi
" Hinata, hoy Hinata ! "
Dalam ruangan gelap itu terdengar suara orang berteriak-teriak memanggil Hinata, tiada sedikit rasa takutpun terpancar dalam dirinya, karena suara ini adalah suara yang lama telah Hinata rindukan, suara yang selalu membuatnya memerah tak kala memanggilnya, suara yang selalu membuatnya gembira, dan suara yang selama ini membahagiakannya.
Hinata hanya bisa berlari, ingin rasanya mendekati sumber suara itu, langkahnya tak pernah terhenti terus berlari seiring dengan harapannya.
" Naruto, Naruto, tunggu aku ! "
Hanya itu yang Hinata teriakan untuk membalas teriakan Naruto.
" Ayo cepat Hinata-chan, kemarilah "
Hinata menambah kecepatan berlarinya, napasnya ter engah-engah, sampai ia terjatuh tersungkur di tanah.
Tanpa ia sadari, kini ada tangan yang menyambutnya membangunkannya dari jatuhnya.
Senyumpun tergambar di bibir Hinata yang mungil
" Hai Cintaku apa kabarmu "
Tanpa berkata-kata lagi, Hinata langsung memeluk sosok yang memang dianggap Naruto itu, tangisannya pecah seketika, air matanya mengalir tak mau henti, entah apoa yang ia rasakan, semua perasaan tercampur aduk jadi satu.
" Hey, kenapa kau diam membisu "
Naruto mulai protes karena pertanyaannya tak dijawab, Hinata yang mendengar protes dari Naruto hanya diam tak berkata apa-apa
" Hehehheh sekarang kau cengeng ya "
" Diam kau, aku tak perduli "
Untuk pertama kalinya Hinata membuka suara dengan sedikit marah, rasanya moment ini tak mau diganggu dengan segudang pertanyaan Naruto, Naruto pun hanya tertawa kecil sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
" Maaf Hime aku baru mengunjungimu, pasti merepotkan sekali ya mengurus Minato sendirian "
" Tidak masalah Naruto-kun, kami baik-baik saja "
Naruto pun melepaskan pelukan Hinata, baju kebesarannya dengan motif api dibawahnya melambai-lambai tertiup angin membuatnya seperti api yang menyala, rambutnya yang mulai panjang membuatnya agak Mirip dengan yondaime Hokage.
" Kau mau kemana Naruto-kun "
Naruto kini membelakangi Hinata yang rasanya belum cukup untuk menuangkan rasa rindunya itu.
" Tenang Hime, aku tidak akan kemana-mana, aku ada didalam hati mu dan Minato, aku hanya titip sesuatu, tolong berikan Kunai yang selama ini kau simpan Hinata "
" Jangan pergi Naruto-kun "
Tanpa menghiraukan teriakan Hinata, Naruto pergi dan berlalu, menghilang seperti di tiup angin.
" Naruto ! "
Kesadaran Hinata kini sudah pulih, ternyata semua yang dialaminya hanyalah Mimpi belaka, namun Mimpi itu terasa begitu nyata adanya, air matanya masih mengalir deras
Ia pun segera membangunkan badannya menuju taman tempat Minato sedang berlatih bersama ayahnya
Sungguh Mimpi di siang hari yang tidak mengenakan, namun ada secercah harapan dari Mimpi itu, Naruto mengatakan ia akan kembali,
" Rasengan "
Minato yang kini telah berhadapan dengan Hiashi telah bersipa dengan Rasengannya, Hiashi yang melihat itu mulai terkejut, karena perpaduan Jyuken dan Rasengan yang begitu mengerikan, tak mau cidera Hiashi mengeluarkan sedikit lebih banyak untuk menghadapi Minato
" Rupanya banyak perkembangan juga kau bocah "
Minatopun hanya menyeringai penuh makna
" Tentu saja orang tua, karena aku juga Cucu mu heheh "
Hiashi hanya tersenyum senang dengan perubahan Minato.
" Minato "
Suara lembut itu menghentikan latihan mereka, dan mendengar namanya disebut Minato lengsung menghampiri asal suara itu.
" Iya ibu ada apa "
Minato dan Hiashi menghampiri Hinata yang kini telah berada di tempat duduk taman kesiaman mansyon Hyuga.
" Loh ibu habis menangis "
" Ada apa denganmu Hinata "
Minato dan Hiashi mem berikan pertanyaan kepada Hinata.
" Aku tidak apa-apa "
Tanpa melanjutkan kata-katanya lagi Hinata segera mengeluarkan Kunai mata 3 yang sedaritadi ia pegang
" Ambilah ini Minato, ini kepunyaan ayahmu dan satu-satunya yang aku punya, dan ini hattae milik ayahmu waktu dia belum jadi Hokage "
" Ah, ini kan Kunai itu "
" Ya Minato, ambillah "
Minato mengambilnya dan bergaya sekeren mungkin
" Bagaimana kek aku keren kan "
Dengan hattae milik ayahnya dan Kunai mata 3 nya.
Tanpa mereka sadari Hanabi dan Konohamaru sudah berada di hadapan mereka
" Maaf paman Hiashi aku mengganggu "
Hiashi yang terkejut melihat Hanabi dan Konohamaru tiba-tiba datang, batin Hiashi menggerutu, kenapa semua anaknya suka dengan orang-orang aneh, Hinata yang suka dengan Naruto dan sampai menikah, sekarang Hanabi yang terlihat dekat dengan Konohamaru.
" Yah terserah "
Hanya itu jawaban judes Hiashi.
" Nee-san, saatnya aku dan Minato pergi ke gunung Myobokuzan, untuk berlatih "
" Apah!, pasti kau mau membuat kontrak dengan binatang menjijikan itu ya, aduh Minato ! "
Hiashi pun kini pingsan jatuh ke tanah, rupanya Hiashi tidak senang dengan katak,
" Oh, baiklah Konohamaru "
Tanpa basa-basi Hinata melepas anaknya itu, segera Minato mengganti pakaian Ninjanya dan mengambil perlengkapannya,
" Jaga dia Konohamaru "
Hanabi mengamcam Konohamaru dengan muka masamnya
" Tenang saja sayang "
Hinata sungguh bahagia melihat adiknya itu, tapi tak lupa membangunkan ayahnya yang pingsan tak sadarka diri
Semuanya telah siap dan perjalanan ke gunung Myobokuzan pun akan dimulai
GOMEN ya updatenya agak lama, saya lagi sibuk hehhehe, lagian reviewnya sedikit jadi kurang semanngat...
Oke!. nantikan lagi kelanjutannya yyy
Jangan lupa review nya kalau mau ceritanya berlanjut... Bye...
