~* Little Sweet Heart *~

KyuMin fanfiction

AlisyaRamadhani

Rate : T

Warning : Typo(s), Gaje, BL, Yaoi, BoysxBoys

.

DONT LIKE! DONT READ!

Chapter 10


"Hyung!"

Kyuhyun menumpuhkan kepala nya di lengan kanannya. Menatap bocah kecil manis yang sedang sakit itu sembari terkekeh kecil. "Hm?"

Sungmin mengerjab sebentar lalu merubah posisi berbaringnya menjadi terlentang. "Minnie bosan hyung." Bocah manis itu masih mengerjab polos sambil menatap langit-langit kamarnya yang bernuansa merah muda. Pilihannya sendiri tentunya.

"Lalu?" tanya Kyuhyun sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Ayo bermain!" ujar Sungmin semangat lalu segera bangkit dari posisi berbaringnya.

"Tidak-tidak! Kau masih sakit!" Kyuhyun menarik bahu mungil itu agar kembali berbaring dan mendekapnya erat. "Tidur saja.."

"Hyung! Sesak!" Sungmin memukul-mukul lengan pemuda tampan itu. Seolah mengisyaratkannya untuk melonggarkan pelukannya.

Sembari tersenyum canggung, Kyuhyun melonggarkan pelukannya. "Maafkan aku.."

Sungmin mengangguk. "Minnie tidak mengantuk hyung, sejak kemarin Minnie tidur terus sih." Adu bocah kecil itu sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

"Tidur terus?"

"Heumm!" Sungmin mengangguk imut. "Hyung.." panggil Sungmin lagi.

"Hmm?"

"Minnie ingin bercerita saja boleh?"

Kyuhyun tidak menjawab, ia masih sibuk memikirkan perbincangannya dengan Seohyun tadi siang. Tidak menghiraukan Sungmin yang mulai bercerita.

.

"D-dia.."

"Tunangan mu Oppa?" tanya Yeoja itu langsung.

Kyuhyun tersentak mendengar ucapan yeoja itu yang tepat sekali. Kedua mata Kyuhun mengerjab. Ia bingung harus bagaimana. "Ba-bagaimana kau tahu?" tanya Kyuhyun tergagap.

Yeoja itu tersenyum kecil. "Heechul Ahjumma mengunjungi ku setelah kau mengusirku kemarin. Beliau sudah menceritakan semuannya padaku Oppa.."

Kyuhyun terdiam. Ia tidak memberi tanggapan apapun. Hanya sedikit bergerak untuk menyamankan duduknya.

Seohyun menyenderkan tubuh langsingnya di kursi taman. "Bolehkah aku bertanya Oppa?"

"Hmm.."

Seohyun terdiam sebentar lalu beralih menatap Kyuhyun dalam. "Apa kau mencintai nya?"

Kyuhyun masih terdiam.

"Katakan sejujurnya Oppa.. Aku tak ingin kau mendapatkan orang yang salah untuk menggantikan Vic eonni.." sahut Yeoja itu lembut.

Kyuhyun mengangkat bahunya bingung. "Aku tidak tahu Seo-ah."

Seohyun tergelak. "Kau bagaimana sih Oppa? Pantas saja Vic eonni meninggalkanmu dulu.." ujarnya –sedikit- sinis.

Kyuhyun memejamkan matanya. "Itu tidak ada hubugannya Seohyun.. Victoria meninggalkanku murni bukan karena kesalahanku, jangan kau sangkut-pautkan dengan masalah ini."

"Dia tidak benar-benar meninggalkanmu, kau tahu?"

Kyuhyun membuka matanya lalu menoleh dan menatap yeoja cantik itu bingung. "Maksudmu?"

"Sebelum Vic eonni meningalkanmu, ia datang padaku." Seohyun menegadahkan kepalanya. "Ia menitipkanmu padaku. Dan bercerita padaku tentang alasan kenapa ia pergi meninggalkanmu.."

Kyuhyun sedikit menegang. Tiba-tiba saja kilasan memori tentang kebersamaannya dengan yeoja cantik bernama Victoria itu memenuhi pikirannya. Namja penyuka game starcraft itu mengangkat lengan kanannya dan mengurut pelipisnya. "Bisakah kau menceritakannya?"

Seohyun mengangguk. "Tentu. Vic eonni mendatangi ku sehari setelah Yeunghwan Halabeoji menemuinya. Ia terpaksa meninggalkanmu Oppa.. Yeunghwan Halabeoji sudah mengatakan padanya perihal rencana pertunanganmu dengan salah satu sahabat sekaligus kolega bisnisnya. Yeunghwan Halabeoji memintanya untuk meninggalkanmu.."

Seohyun terdiam sebentar lalu sedikit melirik Kyuhyun yang masih terdiam mematung.

"..Ia menangis padaku. Memintaku untuk menjagamu sampai waktu perjodohan itu tiba. Memintaku untuk menjauhkanmu dari sifat Play-boy mu itu.." Seohyun tertawa sendu. "Padahal aku masih bocah saat itu. Tau apa aku tentangmu?"

Kyuhyun memejamkan matanya. Ya tuhan.. ia merasa jahat sekali sekarang. Ia ingat betul saat itu ia memaki-maki yeoja mungil itu dengan tuding-tudingan tidak masuk akal. Bahkan saat yeoja itu menangis keras dan memintanya untuk mendengarkan alasannya, Kyuhyun sama sekali tidak gentar dan malah meninggalkan yeoja cantik bernama Victoria itu di taman sendirian. Tapi ia harus bagaimana? Ia sudah terlalu kecewa karena yeoja itu yang –menurutnya- memutuskan hubungan mereka yang sudah berjalan selama satu tahun itu sepihak. Yang membuat perasaannya pada yeoja itu luntur sepenuhnya. Ia sekarang sudah tak menyimpan perasaan apapun terhadap yeoja itu atau entahlah..

"Kenapa Vic harus memenuhi permintaan Halabeoji, huh?"

"Tentu saja karena Vic eonni ingin yang terbaik untukmu Oppa! Vic eonni mengatakan padaku jika Yeunghwan Halabeoji tidak mungkin mengambil keputusan begitu saja. Ia berpikir bahwa keputusan Yeunhwan Halabeoji adalah yang terbaik untukmu! Maka dari itu Vic eonni rela meninggalkanmu." Seohyun mengambil napas sebentar. "Lalu Oppa.. apa kau masih ingin mengecewakan pengorbanan Vic eonni, huh?"

Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Maksudmu?"

"Kau dan Sungmin, bukankah kalian saling mencintai?"

Kyuhyun memandang tajam Seohyun. "Jangan bercanda! Sungmin masih terlalu kecil.. mana mungkin ia mengerti dengan perasaannya! Bahkan aku ragu ia mengerti apa itu cinta.." Kyuhyun tersenyum mengejek. Ia kembali teringat saat Sungmin mengigau semalam. Bahkan bocah itu tidak menyebut namanya sama sekali.

"Lalu menurutmu Sungmin mencintai Siwon, huh?" Seohyun terkekeh. "Bukankah itu lebih tidak masuk akal?"

"Menurutku Sungmin hanya terbawa suasana Oppa.. Ia yang sejak kecil selalu bersama dan di manjakan oleh hyung satu-satu nya itu menjadi bergantung pada Siwon. Dan dari pengamatan ku beberapa waktu lalu saat kita bertemu di Restaurant, Sungmin mencintaimu oppa.. kau ingat? Bahkan ia sampai terluka seperti itu.." Seohyun kembali terkekeh.

Kyuhyun terdiam sebentar. Mencoba memikirkan ucapan Seohyun. Apa benar bocah manis itu mencintaimu?

"Benar sekali!" sahut yeoja itu seakan tahu apa yang tengah dipirkirkan Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun mengerjab. "Hah?"

"Hehehe.."

"Jadi ini alasanmu selama ini selalu menempel padaku?" ujar Kyuhyun sinis. "Menjaga? Mengamatiku? Ck.."

Seohyun tertawa. "Hehe.. begitulah.. apa kau merasa terganggu?"

"Tentu saja!"

"Maafkan aku." Yeoja itu tersenyum manis. "Sekarang tinggal memantapkan perasaanmu saja Oppa.. bagaimana? Apa kau mencintai Sungmin?"

"Sudah ku bilang aku tidak tahu Seo-ah!" jawab Kyuhyun jengkel.

"Bukankah Sungmin sakit sekarang? Bagaimana kalau kau menjenguknya?"

"Tidak-tidak!"

"Waeyo? Bukankah ini bisa membantumu menentukan perasaan kalian?"

"Aku..aku.."

"Ck! Tidak usah gengsi Oppa!" cibir Seohyun. Yeoja cantik itu lalu beranjak berdiri. "Sudahlah Oppa, aku harus pergi.." yeoja itu melirik jam tangan merah muda yang melingkar rapi di pergelangan tangan kanannya. "Potongan harga akan habis sebentar lagi.. aku pergi dulu nde, hwaiting!" ujar yeoja itu sambil mengangkat kedua lengannya membentuk posture semangat dan segera berlalu meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam.

Kyuhyun menghela napas sebentar lalu meraih tas nya dan segera berlalu dari taman yang sepi itu. Mungkin tidak ada salah nya melakukan saran Seohyun.

'Mianhae.. Vic-ah.. selamat tinggal..'

.

"Hyung!"

"Hyuuuuungggg! Kyunnieee hyungg!"

Kyuhyun tersentak saat mendengar suara melengking Sungmin menyapa indra pendengarnya. "Aish! Apasih?"

Sungmin mengerucutkan bibir mungilnya. Lalu memukul pelan lengan Kyuhyun. "Nappeun! Kyunnie hyung tidak mendengarkan cerita Minnie kan?"

"Aku mendengarkan kok!" ujar Kyuhyun tidak terima.

"Tidak! Kyunnie hyung melamun!"

Kyuhyun mendengus. "Baik-baik. Maafkan aku, aku memang tidak mendengarkanmu tadi." Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Bisakah kau mengulanginya?"

"Ish! Baik-baik! Kali ini dengarkan nde?"

Kyuhyun mengangguk.

"Minnie kemarin bermimpi hyung." ujar Sungmin memulai lagi ceritanya.

"Hm.. lalu?"

"Minnie bermimpi menjadi princess-nya Kyunnie hyung, hehehe." sahut Sungmin sembari tersenyum malu.

"Princess?"

"Heumm." Sungmin mengangguk. "Tapi.. tapi.. ada pangeran jahat juga hyung!" Kedua mata Sungmin membulat lucu. "Pangeran jahat itu bertengkar dengan Kyunnie hyung! Ciat.. ciat.." Sungmin bercerita heboh. "Tapi akhirnya Kyunnie hyung yang menang!" ujar Sungmin sembari mengangkat kedua tangannya lalu mengepalkan kedua telapak tangannya dan tertawa senang.

Kyuhyun tergelak lalu tertawa. "Tentu saja aku yang menang! Hahaha.."

Sungmin ikut tersenyum. Lalu beberapa detik kemudian ia menguap lebar. "Hyung, Minnie mengantuk." Ujar Sungmin sambil membaringkan tubuhnya dan memeluk dada Kyuhyun yang masih dalam posisi berbaring.

"Tidurlah kalau begitu.." Kyuhyun menghentikan tawanya lalu mengusap surai hitam Sungmin.

"Hyung.."

"Hm?"

"Minnie ingin pulang bersama Kyunnie hyung." Ujar bocah itu sembari melesakkan kepala nya di dada bidang Kyuhyun. "Kyunnie hyung akan tidur disini dan pulang besok bersama Minnie kan?"

"Hmm.. tidurlah.. tubuhmu masih demam.." Kyuhyun mengecup kening bocah mungil itu sebentar.

Selang beberapa menit, Sungmin sudah berkelan ke dalam mimpinya. Kyuhyun memang tidak tidur sendari tadi, namja tampan itu hanya sibuk memandangi Sungmin yang sudah terlelap di alam mimpi itu.

Deg.. deg.. deg..

"Aku benar-benar mencintainya ternyata.." ujarnya sembari terkekeh lalu mengecup kening itu sekali lagi. Mendekapnya semakin erat dan ikut menyusul ke alam mimpi.


.

.


Siwon mendudukan dirinya di salah satu kursi yang tersedia di Balkon utama Mansion itu. Namja itu memejamkan matanya. Bahkan rasa lelah nya hari ini pun masih belum bisa di bandingkan dengan rasa sakit hatinya.

.

"Hyung~"

"Nde?"

Bocah itu mengerjab polos. "Kenapa Wonnie hyung mengajak Minnie ke taman?" tanya bocah itu penasaran.

Siwon tersenyum lalu berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Sungmin dan mengacak sayang surai hitam namja kecil itu. "Kenapa? Minnie tidak senang?"

"Minnie senang kok!"

"Lalu kenapa bertanya, hm?"

"Tidak.. tidak jadi, hehehe.."

Siwon terkekeh lalu mengangkat tubuh mungil Sungmin ke dalam gendongannya. Ia lalu berjalan ke salah satu kursi yang berada di taman dan mendudukan dirinya di sana masih dengan Sungmin dalam pangkuannya. "Minnie?"

Sungmin yang masih sibuk meneguk susu vanila nya mengangkat wajahnya. "Nde, hyung?"

"Minnie mau berjanji satu hal?"

Sungmin mengangguk.

"Wonnie hyung harus pergi sebentar.. mau kah Minnie menunggu hyung?"

Kedua mata Sungmin membulat kaget. "Eh? Kemana?"

"Nanti Minnie pasti mengerti.. jadi Minnie mau berjanji?" Siwon mengangkat jari kelingking tangan kanannya. Lalu Sungmin ikut menautkan jari kelingking mungilnya.

"Yaksok?"

"Yaksok!"

Siwon tersenyum lalu kembali mengacak lembut surai hitam Sungmin.

"Hyung?"

"Hm?"

"Tadi malam Minnie bermimpi.."

"Bermimpi apa?"

"Bertemu dengan pangeran tampan.. hehehe.."

"Pangeran tampan?"

Sungmin mengangguk. "Namanya.. eungghh.. yu.. kkyuu.. siapa ya? Minnie lupa.. hehehe."

.

"Siwon-ah?"

Siwon menoleh. Lalu berdiri dan sedikit membungkukan tubuhnya menyambut sang Appa.

Kangin tersenyum lalu berjalan menghampiri putra sulungnya dan memeluknya hangat. "Bagaimana kabarmu, hm? Maafkan Appa tidak bisa menjemputmu di Bandara.."

Siwon balas memeluk Kangin. "Gwaenchana. Kabar Appa bagaimana?"

Kangin mengangguk. "Hah, seperti yang kau lihat, Appa bertambah tua sekarang. Hahaha."

Siwon hanya tersenyum kecil.

Kangin melepaskan pelukan mereka dan mengajak Siwon untuk kembali duduk . "Siwon-ah?"

"Nde?"

"Maafkan Appa.. tapi bolehkah Appa bertanya satu hal?"

Siwon mengangguk. "Tentu Appa.."

Kangin terdiam sebentar. Lalu mulai bertanya hati-hati. "Apakah kau masih memiliki perasaan pada Minnie?"

Siwon menunduk. Apakah ia harus benar-benar berkata jujur pada Kangin?

"Jawab nak.."

Siwon mengangguk ragu.

Kangin menghela napas. "Apa kau tak mencintai Kibum?"

"Aku mencintainya Appa.. sangat.. hanya saja.."

"Kau masih mencintai Minnie? Begitu?" tanya Kangin langsung.

Siwon kembali mengangguk. "Nde Appa.."

Kangin mengurut kening nya perlahan. "Kau tidak bisa seperti nak."

Siwon mengangguk lagi. "Aku mengerti Appa, tapi.."

"Maukah kau berjanji satu hal pada Appa?" ujar Kangin memotong ucapan Siwon.

"N-nde."

"Lupakan Minnie. Minnie sudah menjadi milik Kyuhyun, Siwon-ah. Kibummie lah masa depan mu, cobalah bersikap dewasa. Cintai Kibum dengan sepenuh hatimu. Kau mau kan?"

Siwon menggingit bibir bawahnya. "Ak-akan ku coba Appa."

Kangin tersenyum lembut lalu beranjak mendekati Siwon. Memeluk putra sulungnya sekilas dan menepuk bahunya. "Kau pasti bisa," ujarnya lalu beranjak meninggalkan Siwon.

Siwon tak menjawab apapun. Namja tampan itu masih terdiam dan menunduk.

.

"Apa kau mencintai hyung, Minnie-ah?"

"Eungghh, Minnie menyayangi Wonnie hyung! Tapi Minnie lebih mencintai pangeran Minnie, hehehe.."


.

.


Tidak terasa sudah 4 bulan Sungmin tinggal di Apartemen Kyuhyun. Tentu saja kini Kyuhyun sudah tidak sedingin dulu pada Sungmin. Bahkan sekarang namja penyuka game itu sudah terbiasa dengan sifat keras kepala dan manja Sungmin. Seperti sekarang ini.

"Ming, apa yang ingin kita lakukan disini, huh!" ujar Kyuhyun kesal. Kedua matanya masih sibuk menyusuri sekelilingnya. Tempat yang sangat luas dan ramai. Kyuhyun mendengus kesal.

"Minnie kan ingin melihat Bunny, hyung!" jawab Sungmin sambil ikut memperhatikan sekelilingnya dengan mata yang berbinar.

Kyuhyun melongos kesal. "Iya. Tapi tidak perlu ke Kebun Binatang kan!"

"Kata Hyukkie, di Kebun Binatang ada banyaaaakkk.." Sungmin merentangkan kedua tangannya. "..Sekali Bunny! Minnie kan ingin melihat!" Sungmin membulatkan kedua matanya. Topi kelinci berwarna merah muda dengan ornamen kelinci putih kecil di atas kepalanya semakin menambah kesan imutnya.

"Yak! Yak! berhenti melalukan Aegyo di depanku!"

"Eoh?" Sungmin mengerjab bingung sambil sedikit memiringkan kepala cantiknya.

"Aish!" Kyuhyun mengumpat. "Baik-baik! Kajja!"

Sungmin tersenyum lebar lalu mengangkat kedua tangannya. Mengisyaratkan agar Kyuhyun segera menggendongnya.

Kyuhyun menggerang. Tetapi namja tampan itu tidak menolak. Ia tetap membuka tangannya dan membawa tubuh mungil Sungmin ke dalam gendongannya.

"Kajjaaaa~"


.

.


"Hyung, itu namanya apa?" tanya Sungmin sambil menunjuk hewan berkaki empat dengan tanduk indahnya dari balik jeruji besi.

Kyuhyun mengikuti arah yang di tunjuk Sungmin. "Itu Rusa." jawab Kyuhyun sambil membenarkan posisi gendongannya yang sedikit merosot karena Sungmin yang terus bergerak.

"Kalau itu hyung?"

"Itu Panda."

"Panda? Wahhh~ Panda imut sekali seperti ! Minnie suka!"

Sungmin bertepuk heboh lalu tertawa senang. Yang mau tak mau membuat Kyuhyun ikut tersenyum.

"Hyung-hyung! Itu apa?"

Kyuhyun mengikuti arah pandang Sungmin. "Ahh.. itu Harimau. Kau tak tahu? Apa Seosaengnim-mu tidak mengajarimu? Ck! Bodoh sekali.." cibir Kyuhyun.

"Minnie tahu kok! Tapi Minnie lupa!" Jawab Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya. "Eh tapi hyung, kenapa Harimau mirip dengan hewan peliharaan eomma di rumah ya?" tanya Sungmin bingung.

"Hah?"

"Iya hyung! Wajahnya mirip, hyung!"

"Kucing?"

"Iyaaa! Wah.. Kyunnie hyung pintar!"

Kyuhyun tergelak. Lengan kanannya refleks ia angkat untuk mengamit hidung mungil Sungmin gemas.

"Ya! Hyung!"

"Waeyo? kenapa kau Bodoh sekali, sih?" Kyuhyun menyentil dahi Sungmin dengan jari telunjuknya.

"Ish! Nappeun!" sahut Sungmin sembari mencebik.

"Jangan mencebik seperti ini, kau jelek sekali, eoh?" cibir Kyuhyun. "Hei, apa kau tak lapar?"

"Minnie lapar!" jawab Sungmin sambil mengangguk. "Tapi Minnie ingin Ice Cream, hyuungg~" rengek Sungmin sambil menunjuk box Ice Cream yang merada agak jauh dari tempat mereka berdiri.

Kyuhyun berjalan ke arah kursi taman yang tersedia di Kebun Binatang itu dan menurunkan Sungmin dari gendongannya. "Kau di sini saja bagaimana? Biar aku saja yang beli."

"Minnie sendiri di sini?"

"Ck!" Kyuhyun mengumpat. "Tentu saja!"

"Baiklah.. jangan lama-lama nde?"

"Kau jangan kemana-mana! Tunggu aku di sini sampai kembali, arrachi?"

"Arraseo."

Kyuhyun mengangguk sebentar sebelum berjalan berbalik meninggalkan Sungmin dan berjalan menuju ke Box penjual Ice Cream.


.

.


"Kanginnie,"

"Kenapa kau diam saja?"

Kangin tersenyum singkat sebelum menarik namja cantik itu agar semakin mendekat padanya. "Gwaenchana." Kangin mengecup lembut kening namja cantik itu.

"Apa yang kau bicarakan dengan Siwon, dulu?"

"Maksudmu?"

Leeteuk tertawa. "Aku melihatnya, Kanginnie.."

"Melihat apa?"

Leeteuk semakin menyamankan dirinya pada pelukan sang 'Suami'. "Aku mengikuti Siwon yang kulihat sedang mengintip kamar Minnie. Lalu seperti nya ia kecewa."

"Kecewa?"

"Yaa. Menurutku begitu. Raut wajahnya sudah ketara sekali."

"Hmm, lalu?"

"Aku mengikuti Siwon yang sedang berdiri di balkon kamarnya. Lalu kau menghampirinya, tapi belum sempat aku mendengarkan pembicaraan kalian, Kibummie memanggilku. Tetapi, aku tidak mengerti kenapa ia memanggilku. Mungkin bermaksud menghalangi ku mendengarkan pembicaraan mu."

Kangin menghela napas sebentar. "Lalu Kibum mengikutimu?"

"Sepertinya tidak." Leeteuk terdiam sebentar. "Apakah pikiranmu sama denganku?"

Kangin mengangguk sebentar. "Ia mendengarnya.."

"Hah.." Leeteuk mendengus. "Aku tidak pernah mendidik Siwon menjadi seperti ini." gumamnya.

"Aku punya satu berita.. yang entah ini baik atau buruk.."

Leeteuk mengangkat wajahnya. "Apa?"

"Yeunghwan Ahjussi dan Hangeng akan kemari besok, mereka harus menyelsaikan semua nya. Pertunangan Kyuhyun dan Sungmin tidak bisa di tunda lagi. Apakah menurutmu ini jalan yang terbaik?"

Leeteuk mengangguk. "Semoga saja begitu.."


.

.


Kyuhyun melenggang santai sambil kedua tangannya menggenggam Cone Ice Cream miliknya dan Sungmin. Pemuda tampan itu sedikit bersiul santai. Ide Sungmin untuk bermain ke taman bermain seperti nya tidak buruk. Kyuhyun terkekeh kecil saat membayangkan Sungmin dengan topi merah muda dan hoodie putihnya yang mengerucut kesal karena Kyuhyun yang tak kunjung kembali. Jangan salahkan Kyuhyun. Salahkan saja Ahjussi tua itu yang terlalu banyak bertanya. Yang membuat antrian Ice Cream itu semakin panjang dan lama. Kyuhyun mempercepat langkahnya.

"Ming.. Maaf terlalu la.. Ming?"

Kyuhyun menjadi panik saat tak mendapati bocah kecil itu di kursi taman tempat ia meninggalkan Sungmin tadi. Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. "Ming?"

"Ming? Sungmin?"

Kyuhyun semakin panik. Ia tak menemukan bocah itu di manapun. Termasuk sekeliling taman itu. Cone Ice Cream yang di genggamnya sudah terjatuh sendari tadi. Namja tampan itu berlari kecil mengelilingi Kebun Binatang yang luas itu sambil terus berteriak. Bahkan kedua Obsidiannya memandang tajam siapapun yang meliriknya.

"Sungmin-ah?"

Kyuhyun terus berteriak. Pikirannya kalut dan perasannya khawatir. Ia tidak bisa membayangkan apapun. Yang ada di pikirannya hanyalah Sungmin dan Sungmin. Otak jenius nya sudah tidak bisa berpikir jernih. Ia takut bocah itu kenapa-napa. Sungmin masih terlalu kecil. Bagaimana kalau bocah polos dan lugu itu di culik? Ya tuhan.. Kyuhyun bahkan tidak bisa membayangkannya.

"SUNGMIN!"


.

TBC

.


Maaf kalau ceritanya makin aneh ya? Ini baru pengalaman pertama bikin FF Chaptered.

Yang tanya kapan Ming nya Gede, sabar ya? Insyaallah 1 chap lagi okeehh? FF ini habis ini juga END kok, 2 chap lagi maybe. Sabar ya Chingudeul.. *Bow*

Reader baru ataupun Reader lama, Thanks for Jejaknya! *Bow*

Kritik/Saran di tunggu..

Last, RnR?