.
.
baekhyun benar2 tidak peduli sekarang dengan teleponnya..
sementara chanyeol tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan sekarang , ia benar2 lelah dengan sikap baekhyun yang selalu seperti ini.
.
"eomma, aku berangkat" ucap baekhyun sambil mengambil kunci mobilnya
"kau mau kemana ?"
"eomma tidak lihat?, aku akan sekolah"
"tidak usah membawa mobil"
"wae?"
"kau berangkat dengan chanyeol saja ne ?, dia sudah didepan"
"hah?!, eomma tau dari mana chanyeol?"
"sudah jangan banyak bicara, dia sudah menunggumu "sambil mendorong baekhyun kedepan
"eom..eomma ! aku tidak mau "sambil mengehentikkan pergerakan sang eomma
"hai! chanyeol , cepat bukakan pintunya"
chanyeol langsung membukakan pintu mobilnya untuk baekhyun
dengan berat hati baekhyun memasuki mobil namja itu
"hati2 di jalan ne ?" ujar sang eomma
"kami berangkat dulu ahjumma"ucap chanyeol
"jangan terlalu formal chanyeol-ssi , panggil saja eomma , kalau begitu cepatlah jalan "
"ne, eomma , kami berangkat "
sementara baekhyun sama sekali tidak menjawab satu kata pun .
flashback~
"sekarang kau telpon hyuna" ucap sang eomma
kangin langsung menelpon temannya itu
"ne?" *hyuna
"aku ingin menanyakan sesuatu mengenai chanyeol"
"apa itu ?"
"apa chanyeol baik-baik saja ?"
"ne, memangnya knp?"
"aku khawatir pada hubungan mereka, sepertinya sesuatu telah terjadi "
"aku rasa begitu, saat pulang sikap chanyeol menjadi aneh"
"baekhyun pun begitu, apa kau tau apa yang terjadi?"
"ania, mungkin mereka sedang bertengkar"
"hm, aku takut rencana kita tidak akan berhasil "
"akan kupastikan berhasil, kita hanya perlu menunggu , lagian mereka bukannya sering seperti itu ?"
"aku harap begitu, apa kau bisa menyuruh chanyeol agar besok ia menjemput baekhyun?"
"memangnya ada apa dengan baekhyun ?"
"tidak ada apa2 , bisakah?"
"ne"
"gomawo"
.
.
"chanyeol"
"ne , eomma?" jawab chanyeol sambil bersiap2 untuk berangkat ke sekolahnya
"bisakah kau pergi bersama baekhyun?"
"apa?, bagaimana eomma bisa tau baekhyun?"
"eommanya sahabat eomma, tentu saja eomma tau"
"tapi knp?"
"sudahlah sebaiknya kau jemput dia, ne ?"
"eomma tidak biasanya seperti ini"
"sudah jangan banyak bicara , nanti kau kesiangan"
"ta..tapi eomma aku dan bae—"
"eomma tidak mendengarnya! lalala cepat berangkat " meninggalkan chanyeol dengan menutup telinganya
"ck!"
flashback off~
"knp kau kerumahku?!"tanya baekhyun
"bukan aku yang mau!"
baekhyun sedikit tersentak dengan jawaban chanyeol
"di..dia membentak ku?"
"kalau kau tidak mau knp kau datang ?!"
"eomma ku yang menyuruh!"
"jadi kau tidak ikhlas mengantarku?!"
". . ."
"aku tanya padamu, apa kau mau berangkat bersama ku?!"
"tidak!"
deg
sakit yang baekhyun rasakan , dalam beberapa jam sebelum nya chanyeol tidak bersikap seperti itu
"turunkan aku" dengan nada yang begitu rendah
"apa?"
"aku bilang turunkan aku!"
chanyeol menghentikkan mobilnya, tidak berlama-lama baekhyun keluar dari mobil chanyeol , baekkhyun berpikir chanyeol akan mencegahnya , namun sayang prediksinya salah , nyatanya setelah baekhyun keluar dari mobil , namja itu malah melajukan mobilnya meninggalkan baekhyun.
"kau tega padaku park chanyeol!"
mau tidak mau baekhyun berjalan menuju sekolahnya
.
..
"hei! chanyeol"teriak sehun
"hm?"
"kau mau ikut acara kecil-kecilan ku dengan luhan "
"acara apa ?"
"acara anniversary ku dengan luhann~"
"ck! minggir kau !" chanyeol mempercepat langkahnya
"yak! ada apa dengan mu?!"
"chanyeol!" kali ini kyungsoo yang memanggilnya
"mwo?"
"apa kau melihat baekhyun? tidak biasanya dia telat sperti ini''
"aku tidak tau ''
"sejak tadi telpon ku tidak diangkat2"
chanyeol kembali memikirkan baekhyun , apa baekhyun baik2 saja setelah ia meniggalkannnya ditengah jalan . dan tiba2 ia mulai memikirkan yang tidak2 mengenai baekhyun.
"dia pasti baik2 saja , sudahlah "
"ada apa dengan mu?"
"ania, aku duluan "
"apa mereka bertengkar lagi?"monolog kyungsoo
.
.
sudah beberapa jam bel berbunyi, namun baekhyun belum muncul juga . teman2 nya terus menghubunginya namun baekhyun masih belum mengangkatnnya
, begitupun dengan chanyeol tapi ia mengurungkan niatnya untuk menelpon yeoja itu .
"annyeong seongsaenim, maaf aku terlambat"
"dari mana saja kau? , apa kau tidak melihat pukul berapa sekarang ?"
"mianhae, aku tidak akan mengulanginya lagi"
"ada apa dengan bajumu?"
"eu.. a.. aku terjatuh"
"kau terjatuh dimana? bajumu sangat kotor, sebelum mengikuti pembelajaran ku cucilah baju mu atau kau bisa membelinya di koperasi"
"ne, seongsaenim"
"baju sialan!, argh!" beberapa siswa yang lewat menatapnya
"apa yang kau lihat?!"
"knp kau membeli baju lagi hah?"ucap salah satu pegawai koperasi
"kau pikir knp aku membeli baju ini hah?!"
"aigoo~sikapmu ini benar2"
baekhyun mengambil baju tersebut dan langsung segera menggantinya.
saat ia akan menuju kamar mandi untuk mengganti bajunya, di tengah perjalanan ia melihat chanyeol yang tengah berjalan kearahnya
sekilas chanyeol benar2 terkejut dengan penampilan baekhyun, namun ia segera menutupinya.
saat jarak mereka semakin dekat , baekhyun begitu ingin sekali chanyeol bertanya padanya , atau bahkan bersikap empati padanya . tapi..
chanyeol melewatinya begitu saja
tanpa ekspresi apapun~
baekhyun sempat berhenti sejenak dan melihat kearah chanyeol , chanyeol sama sekali tidak meliriknya, baekhyun merasakan hatinya begitu sakit, chanyeol benar2 tidak peduli padanya
sementara disisi lain
"ada apa dengannya? knp pakaian nya kotor sekali? apa dia. . . tertabrak?, terjatuh?" monolog chanyeol
chaanyeol benar2 ingin menanyai itu pada baekhyun , ia sungguh tidak tega pada yeoja itu. tapi ia harus melakukan ini pada baekhyun demi kebaikannya
"mood ku benar benar hancur! " teriak baekhyun di dalam kamar mandi
"knp ia menjadi seperti itu?! aku membencimu!"
"argh! sebaiknya aku ke kantin, aku malas mengikuti pembelajaran"
.
.
.
"apa kau tau? baekhyun kembali menjadi seperti dulu" bisik yeoja lain
"aku rasa begitu, semenjak baekhyun tidak dekat lagi dengan chanyeol sikapnya langsung seperti dulu "
"benarkan?, padahal aku sudah merasa aman saat sikap nya sudah berubah, tapi .. sekarang seperti itu lagi "
"iya sangat disayangkan, tapi yausdah lah untuk apa kita mencampuri urusan mereka , lagian kita sudah terbiasa kan dengan sikapnya "
"hm , kau benar "
tanpa sengaja baekhyun mendengar obrolan yeoja yang melewatinya
"jadi mereka tidak suka dengan sikapku ini hah?! lucu sekali "
.
.
..
"sejak tadi ia terus melamun" bisik kris
"aku tau"
"hei! chanyeol !"
"chanyeol!"teriak kai
"eh? wae?"
"ada apa denganmu?"
"aku tidak apa2"sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
"apa kau yakin? sudah beberapa puluh menit kau melamun"
"jinjja? , oh ya , mana seongsaenim?" menelusuri sekitar
"lihat kan? apa yang sudah aku bilang" ucap sehun sambil memutar bola matanya malas
"seongsaenim ada urusan di luar sekolah , apa kau tidak mendengarnya? bahkan semua murid disini bersorak gembira" ujar kris
"ah~"
"ceritakan masalahmu"
"aku tidak apa2, sudahlah" chanyeol langsung meninggalkan kelasnya
"anak itu benar2 harus kupaksa untukk bercerita "
"knp aku terus memikirkan baekhyun ?"monolog nya sambil berjalan menuju kantin
.
"aww!"
"ba..baekhyun maafkan aku , aku tidak sengaja "ucap seorang yeoja
". . ."
"baek, aku mohon maafkan aku , aku benar2 tidak sengaja " baekhyun terus membersihkan kemeja nya yang terkena minuman yeoja itu
"minggir" ucapnya dengan dingin
yeoja itu dengan cepat bergerak
baekhyun dengan santai berjalan melewatinya
"baek, maafkan aku "
baekhyun tidak mempedulikannya
"baekhyun aku mohon "
"diam!berhentilah meminta maaf! kau benar2 membuat ku kesal . aku sudah memaafkanmu"
ia langsung melanjutkan langkahnya
dan tidak sengaja chanyeol melihat adegan itu .
"sial!, bagaimana ini? noda nya tidak mau hilang ! argh! knp hari ini menjadi hari sial ku?!"ia terus menggosok noda bandel itu di lorong sekolah
"ishh! ccepatlah hilanggg!"
"itu tidak akan hilang, beli lah yang baru "
sontak saja baekhyun terkejut
"apa peduli mu hah!?''
"aku bilang beli yang baru, sampai kapanpun noda itu tidak akan hilang"
"jika aku tidak mau membeli yang baru bagaimana?!"
"terserah" chanyeol kembali meninggalkan baekhyun
"sebenarnya kau itu peduli tidak sih?!"
runtuk baekhyun
baekhyun benar2 malas sekarang ,ingin rasanya untuk berhenti sekolah , hari ini benar2 sial bagi baekhyun bagaimana tidak ? , sikap chanyeol yang tiba2 berubah, chanyeol menurunkan nya ditengah jalan, saat dijalan baju nya terkena cipratan mobil,dan setekah itu tidak sengaja kakinya tersenggol batu yang membuat ia terjatuh, lalu dengan terpaksa ia membeli seragam baru,dan tak sengaja seorang yeoja menumpahkan minumannya tepat diseragam benar2 hari sial baekhyun
sekarng baekhyun berada dikelas nya , karena bel istirhat telah berbunyi sehingga selruh murid dikelasnya kosong.
"aapa aku diciptakan untuk sendri?" ucapnya sambil menopang dagunya dengan keduatangannya
"baekhyun-ah~" sahut tao yang muncul dari pintu kelasnya
"mana yang lain?"
"annyeong!"ucap serempak –kyungsoo,luhan,-
"kau tau? aku mencari mu dari tadi, ternyata kau disini"
"hm"
"ada apa dengan bajumu?''
"hari ini aku benar2 sial"
"ceritakan padaku"
"aku malas, mood ku benar2 tidak bagus''
"bgaimana dengan chanyeol ?"
"kenapa kau menanyakan dia?!"
"waae?"
"ck! jangan membahas nya "
"ada apa dengan kalian?"
"knp kau menanyakan nya seolah aku dan chanyeol ini sedang berhubungna?!"
"ania, aku hanya bertanya"
"aish! sudah aku tidak mau membahasnya!, kalian benar2 membuat mood ku semakin hancurr"
mereka ber3 –kyungsoo, luhan,tao- saling bertatapan
"kalau begitu ayo kita kekantin~"
"aku tidak mau"ucap baekhyun dengan dingin
"bukannya itu tempat favoritmu?''
"aku malas bertemu dengan orang itu"
"nugu?"
"luxury itu"
luhan menatap kyungsoo seakan2 ini adalah pertanda buruk bagi mereka
"jangan begitu baekhyun , bagaimanapun dia telah baik padamu"
"knp kau membelanya!? ah~ aku tau , apa kalian bekerja sama dengannya?!"
"siapa bilang, tidak kok"
"lalu knp kau membelanya?!"
"sudahlah jika seperti ini terus tidak akan ada ujungnya "
mereka semua terdiam , baekhyun terdiam karena ia benar2 lelah dengan semua yang terjadi padanya tadi, smentara kyungsoo,tao,dan luhan terdiam dan memikirkan bagaimana agar kedua orang itu kembali seperti dulu.
"aku ke kantin "ucap kyungsoo
"aku juga"
"aku juga "ucap luhan
"yak! kalian semua akan meninggalkan ku ?!"
"kau sendiri yang bilaang tidak mau kesana "
"ck!"
"bahkan sahabatku sendiri seperti itu!".
.
.
.
"aku benar2 bosan , bagaimana aku bisa seperti ini?! "baekhyun berjalan dengan lemas menyusuri lorong ,karena bokong nya sudah terlalu sakit untuk terus-menerus duduk dikursinya.
tiba2 ia mendegar suara tertawa yang ia sangat kenal yaitu suara tawa sahabat-sahatbatnya , ia beralih menuju suara itu yang berasal dari kantin, tiba2 matanya membulat penuh.
"kita harus merayakn hari jadi kita luhannie~"ucpa sehun dengan manja
"aigo~ baiklah"
"jangan lupa undang kami"sahut tao
"hmm"
baekhkyun benar2 tidak menyangka atas perlakuan sahabat2 nya , ia seperti . . .dicampakkan
"jadi ini penyebab mereka membela anak2 itu, hah~ sudah kuduga "
ia benar2 sakit hati, tidak sahabatnya tidak chanyeol mereka telah membuat dirinya kesal, marah,bahkan kecewa.
"mereka semua sama saja!" dengan tekad yang kuat baekhyun mengahmpiri mereka
"sudah berapa bulan kalian semua seperti ini hah?!"
sontak saja mereka semua terkejut
"ba..baekhyun ini tidak seperti yang kau duga "timpal luhan
"hah~ aku tidak menyangka padamu, ternyata kau memiliki hubungan dengan sehun, seharusnya aku tau dari awal, dan kau kyungsoo sudah berapa bulan kau dekat dengan kai? oh apa jangan2 kau berpacaran juga dengannya?, dan kauu tao, aku tidak percaya pada kalian smua , knp kalian menyembunyikan ini dariku?!"
"hari ku sudah buruk! aku butuh penyemangat, penenang, penghibur, tapi apa yang aku dapat?! sebuah kejutan! ,kejutan bahwa kalian semua mencampakkan ku! kalian membohongi ku! "
"baek aku bisa jelaskan"
"aku tidak ingin mendengar penjelasanmu"
"aku benar2 muak dengan semua ini!"lanjutnya dan meninggalkan mereka semua
dari arah timur chanyeol langsung menyusul baekhyun
''hiks.. knp kalian tega padaku " ucap nya sambil berlari ke balkon sekolahnya
"hikss ,, hikss"
dengan nafas yang ter-engah2 chanyeol menatap punggung yeoja itu yang bergetar
"baekhyun"
baekhyun langsung membalikkan badannya
"wae?"
"knp kau memarahi mereka ?"
ingin baekhyun berkata kasar, apa yang telah diucapkan namja ini?!, baekhyun pikir namja ini akan menenangkannya, tapi .. apa yang ia dapat? .. chanyeol malah berpihak pada yang lain
"kau bilang apa salah mereka?!, buka mata mu park chanyeol! mereka semua telah membohongiku!, kau tau berapa lama mereka berbohong?! sudah berbulan2! oh! atau jangan2 kau juga sudah tau tentang hal ini?! "
"jika meraka memberitahumu dari awal apa kau akan menyetujuinya?"
". . . "
"lihat kan?, kau itu bukan ibu mereka semua yang berhak mengatur hidup mereka"
"jadi kau menyalahkan ku?"
"apa kau merasa begitu?"
"wae?! knp kau menjadi seperti ini?! , knp kau berubah seperti ini!?" teriak nya
"bukannya kita sudah biasa seperti ini?kau tidak ingat?"
"hikss. jadi ..jadi kau.. hikss"
"aku membencimu! kau membuat kecewa! aku membencimu!" ucap baekhyun sambil berlari menuruni balkon
"mianhae"
dengan hidung yang memerah dan pipi yang sudah dibanjiri air mata , baekhyun berlari sekencang mungkin, hingga tak sadar telah menabrak seseorang yang berada di depannya.
"baekhyun?"
itu sehun
"menyingkir dari ku " baekhyun bangkit dan langsung pergi menjauh dari situ
sehun hanya menatap kepergian yeoja itu, sebenarnya banyak yang ia ingin katakan pada baekhyun mengenai sahabat2nya tapi apa boleh buat, baekhyun sudah pergi.
.
.
baekhyun sengaja datang ke taman untuk menenangkan pikirannya, ia berteduh disebuah pohon besar dengan mata yang tertutup baekhyun mencoba untuk menjernihkan pikirannya dengan hal2 yang terjadi barusan, semua kejadian yang tidak ingin baekhyun ingat lagi.
ia terus menarik nafasnya, sambil sesekali sesenggukan akibat menahan tangis nya, ia bahkan tidak pernah menangis selama ini, ini akan menjadi sebuah rekor untuk nya .
setelah dirasa cukup untuk menenangkan dirinya, ia mulai berjalan ke arah rumah nya , namun saat akan keluar dari taman tersebut , ia melihat papan nama yang membuat nya ingin pergi ketempat itu, disana terdapat seseorang yang bisa membaca semua tentang dirnya hanya melihat dari garis tangan ataupun dari sebuah kartu , entah dorongan dari mana baekhyun ingin mencobanya.
"ahjussi"
"ne?"
"bisakah kau meramalku?"
"tentu saja, berikan tanganmu"
"a..ania, pakai kartu saja "
"eh? i..tu kartu nya tidak lenngkap jadi tidak bisa dipakai untuk smentara , jadi gunakan tangan mu saja "
"mwo? bagaimana bisa begitu?"
"kau mau diramal atau tidak ?"
"eu.. baiklah " baekhyun menyerahkan telapak tangannya
"kau ingin tau tentang apa, kekasih mu?, temanmu?"
"ania, aku . . . ingin tau tentang diriku dan keluarga ku "
ahjussi itu tersenyum kemenangan.
.
.
tbc~
