Yo! Uchida akan menjelaskan beberapa tokoh dific ini yang mungkin reader tidak mengetahuinya.

-Orochii (Dari game warrior orochii ps2/3)

-Card magician (Hero lost saga)

Dan mungkin Uchida akan memperkenalkan tokoh yang lain dichapter depan :D, jika Reader mempunyai pertanyaan bisa langsung PM atau meninggalkan coment :v.

¤HAPPY READ¤

Op' ost: Courage (Haruka Tomatsu)

¤Uchida Tokugawa¤

-Present-

.Naruto belong's Masashi Kishimoto.

.

.

.

.

.

.Shin seikatsu Uzumaki Naruto.

-At cafe-

Disebuah cafe yang berada dipinggir kota kuoh lebih tepatnya disebuah cafe yang bernama Cafe Ice island jika kita perhatikan maka kita akan melihat bahwa ada dua orang pasangan yang sedang menjadi pusat perhatian, ralat hanya sang wanitanya saja yang menjadi pusat perhatian karena kecantikannya yang sangat mempesona sehingga membuat kaum adam yang lewat terpesona termasuk juga si pria yang menemani wanita tersebut.

"Mau pesan sesuatu tuan?" Tanya seorang Pelayan kepada Naruto.

"Aku memesan ice chocolate saja,kalau kau kaguya?" Balas Naruto kepada sang pelayan kemudian bertanya kepada Kaguya untuk memesan.

"Emmmmm...aku memesan..." Pikir Kaguya sambil meletakan jari telunjuknya dibibir yang memberi kesan manis dan imut bahkan sang pelayan dan Naruto sempat merona tipis saat melihatnya, "Rainbow ice" Sambung Kaguya pelan sambil tersenyum.

Sang pelayan yang sudah sadar dari acara kagumnya dengan segera mencatat pesanan Kaguya.

"Ok, pesanan kalian akan segera tiba tuan dan nyonya" Ucap pelayan tersebut sebelum melangkah pergi menuju dapur.

Setelah kepergian pelayan tersebut terjadi keheningan diantara Naruto dan Kaguya, namun keheningan tersebut hilang saat suara Kaguya yang mengintrupsi terlebih dahulu kepada Naruto.

"Emmm...Dunia yang kita tempati kali ini indah ya Ashura-kun?" Ucap Kaguya sambil memandang Naruto lembut.

Naruto yang ditanyai hanya gugup karena terus dipandang serta diberi senyuman lembut oleh Kaguya, dan dengan kikuk Naruto hanya bisa nyengir.

"Ah! Mungkin kau benar Kaguya" Balas Naruto sedangkan Kaguya hanya cemberut saat mendengar panggilan Naruto yang terkesan biasa kepadanya.

"Muuu~ panggil aku Kagu-chan, Ashura-kun" Ngambek Kaguya saat mendengar panggilan Naruto yang terkesan biasa kepadanya dan perkataan tersebut malah terdengar sangat imut ditelinga Naruto.

"A-aku tidak mempercayai ini! Saat aku bertempur dengannya dulu, dia sangat mengerikan dan menakutkan! Namun apa apan suara imut barusan!?" Batin Naruto yang sudah sering memperdebatkan masalah ini dengan batinnya saat bertemu Kaguya didunia barunya ini.

Kaguya yang melihat Naruto melamun sambil memandangnya malah semakin Cemberut karena merasa diabaikan serta mendengar kata hati Naruto barusan dan mengambil inisiatif untuk memanggil Naruto.

"Ashura-kun!" Ucap Kaguya agak nyaring yang sukses membuat Naruto keluar dari alam lamunannya dan langsung memperhatikan Kaguya yang mengerucutkan bibirnya.

"M-maafkan aku Kaguy-, Kagu-chan" Perkataan Naruto sempat terhenti saat akan menyebut nama Kaguya dan menjadi Kagu-chan karena melihat delikan tajam namun imut milik Kaguya yang diarahkan untuk Naruto.

"Hihihi" Suara kikikan Kaguya sesaat setelah mendengar panggilan Naruto untuknya barusan.

"Semua diluar akal sehat jika dia sedang dalam mode manusianya namun semua itu akan jadi bencana jika ia bertindak seperti didunia shinobi dulu" Batin Naruto sambil memandang Kaguya yang malah senyam senyum.

"Kau memikirkan sesuatu Ashura-kun?" Tanya Kaguya sambil tersenyum yang membuat beberapa pengunjung terpesona namun berbalik kenyataan dengan Naruto saat melihat senyuman tersebut.

"T-tidak kok Kagu-chan" Balas Naruto cepat sambil menyengir, mungkin dia lupa bahwa Kaguya ini bisa membaca kata hati seseorang.

Tidak lama setelah itu pesanan mereka berduapun datang dan mereka memakanya dalam suasana tenang , meskipun sempat tidak tenang saat dengan tiba tiba Kaguya berbicara agak nyaring dengan mengatakan bahwa ini adalah makan terenak yang pernah ia makan dan membuat Naruto sweatdrope bahkan juga sempat berpikir bahwa Kaguya ini mempunyai sifat tsundere yang dihadiahi sebuah sendok yang melayang ke wajahnya oleh sang pelempar yaitu Kaguya.

Sedangkan diruang Club penelitian ilmu gaib sedang ramai karena terdengar suara yang sepertinya sedang membicarakan Naruto, Ralat hanya tiga orang gadis yang membicarakan Naruto yaitu Rias,Akeno dan Mittelt yang baru saja pulang dari perjalanannya dalam beberapa hari yang lalu, mereka semua hanya kesal kepada Naruto saat mengetahui bahwa Naruto telah pergi bersama Kaguya entah kemana, sedangkan yang lain hanya geleng geleng melihat kelakuan para perempuan itu, berbeda dengan Issei yang sedang menangis bombay dipojok ruangan sambil menyumpah serapahi Naruto dengan kata kata 'Matilah para pria tampan' yang membuat Kiba semakin sweatdrope.

"Onii-chan bersiaplah menerima hadiah dariku nanti, karena sudah berani berkencan dengan wanita lain" Ucap Mittelt seperti pyscho dengan mata yang bersinar merah dan membuat Issei bergidik ngeri saat melihat Mittelt kemudian membatin.

"Badannya memang Loli imut namun didalamnya seperti mahluk yang dapat membuat Draig lari terbirit birit" Batin Issei saat melihat Mittelt yang sedang dilanda Kecemburuan, dan juga Issei sempat mendapat beberapa kalimat sumpah serapah dari Draig yang berada ditubuhnya karena tadi mengejeknya.

"Naru-kun jahat, apakah dia tidak ingat bahwa sudah mempunyai istri!, atau dia ingin membuat harem? Jika begitu aku harus jadi alphanya" Ucap Akeno yang sedang manyun saat mengetahui bahwa Naruto sedang berkencan, dan dia mendapat delikan dari dua wanita yang sama sama meributkan Naruto saat mendengar kalimat 'Istri' dari bibir Akeno.

"Hei! Naruto-kun itu miliku karena aku yang menemukannya!" Ujar Rias yang menyatakan kepemilikan atas Naruto.

"Naru-kun itu bukan barang Rias, dan juga dia sudah melamarku saat waktu makan siang saat itu" Balas Akeno yang tidak terima saat mendengar perkataan Rias yang menyatakan hak kepemilikan Naruto.

Sedangkan Mittelt yang mendengar perkataan Akeno yang mengatakan bahwa Naruto telah melamarnya itu membuatnya Shock, kemudian dengan mata yang beruraian air mata Mittelt lari menuju kamarnya dan Naruto sambil meneriaki kalimat 'Onii-chan no baka!' dan membanting pintunya.

Rias yang melihat kelakuan Mittelt barusan kemudian memandang Akeno kesal, "Lihat apa yang kau perbuat Akeno!, kau membuatnya sedih karena seenaknya mengatakan bahwa Naruto telah melamarmu" Ucap Rias sambil memandang Akeno yang tersenyum tipis.

"Kau juga ikut membuatnya sedih Rias" Balas Akeno yang membuat Rias terdiam karena perkataan Akeno memang benar kenyataanya.

Kiba yang hanya memperhatikan sedari tadi berinisiatif untuk menegur kingnya dan juga queennya agar tidak mempermasalahkan hal yang sepele, namun ia urungkan semua niatnya saat mendengar suara seseorang yang memasuki ruang klub tersebut dengan seorang wanita bersurai putih yang berada disamping pemuda tersebut.

"Yo! Ada apa ini ribut ribut?" Tanya Pemuda yang diketahui bernama Naruto tersebut sambil celingak celinguk kesana kemari sebab dia hanya ditatap oleh semua penghuni klub tersebut tanpa ada yang berniat menjawab pertanyaanya barusan.

"Kau kemana saja Naruto-kun" Tanya Rias yang sudah sadar dari acara bengongnya.

"Aku bar- Aduh!"

Naruto yang akan menjawab pertanyaan Rias harus terputus saat mendapat jitakan penuh kasih sayang dari Akeno dikepala Naruto.

"K-kenapa kau menjitaku Akeno-chan" Tanya Naruto Sambil memandang Akeno takut.

Sedangkan Akeno hanya tersenyum misterius saat mendengar perkataan Naruto barusan, "Ufufu Aku hanya mau memberi pelajaran kepada suamiku agar tidak bermain dibelakangku saja ufufu~" Ucap Akeno semanis mungkin, namun berbanding terbalik jika Naruto yang mendengar perkataan manis Akeno barusan, Naruto serasa akan menemui ajal sebentar lagi saat mendengar perkataan Akeno barusan.

"A-apa! A-ku tidak bermai-! Hei aku belum menjadi suamimu!" Ucap Naruto saat ingin membela diri, sedangkan Akeno yang mendengar kalimat Naruto barusan semakin tersenyum manis dan dengan kecepatan penuh Akeno segera menggendong Naruto bridal style -_- kemudian mengaktifkan lingkaran sihir teleportasi.

"Naruto aku bawa sebentar ya! Ini urusan rumah tangga ufufu~" Ucap dan pamit Akeno sebelum menghilang dengan lingkaran sihirnya, sedangkan Naruto hanya bisa berteriak seperti anak kecil saat dibawa oleh Akeno barusan.

Rias yang akan mengatakan sesuatu kepada Akeno tidak jadi karena Akeno keburu menghilang dengan lingkaran sihirnya dan hanya bisa mengumpat didalam hatinya.

Sekarang diruang klub hanya tinggal Kaguya yang kebingungan sehabis menonton acara drama percintaan antara Rias,Akeno dan Mittelt barusan dan juga Kaguya sedikit tersenyum kecil saat mendengar kata hati para wanita yang memperebutkan Naruto tadi.

"Ternyata didunia ini banyak yang menyayangimu ya Ashura-kun" Batin Kaguya sambil tersenyum sendiri.

Rias yang sudah usai dari acara mengumpatnya kemudian mengalihkan perhatianya kearah Kaguya yang sedang berdiri dihadapanya seusai ditinggal Naruto tadi karena dibawa paksa oleh Akeno, dengan nada canggung akhirnya Rias berbicara dengan Kaguya.

"Anoo anda siapa ya?" Tanya Rias bingung dan belum mengenali Kaguya yang sedang berada didalam mode human nya.

"Ah aku adalah Kaguya Ootsuki yang menyelamatkan pangeranmu pada saat waktu itu" Jawab Kaguya yang membuat semua penghuni klub itu kaget, dan hanya Issei saja yang tidak kaget karena kedua matanya sedang auto fokus kearah Oppai milik Kaguya.

"A-apa! Anda Kaguya?" Tanya Rias memastikan sekali lagi.

"Iya aku sekarang sedang dalam mode human" Balas Kaguya sambil tersenyum kemudian menoleh kearah Issei yang masih memperhatiakan kedua Oppainya yang tergolong perfect itu, Issei yang merasa diperhatikan oleh Kaguya kemudian melihat kearah wajah Kaguya dan dengan seketika langsung meluncur indah dengan hidung yang mimisan saat melihat wajah Kaguya yang sayu dan Kaguya dengan sengaj menjilat bibirnya agar terkesan erotis.

Kiba yang sedari tadi sweatdrope dan akhirnya harus sweatdrope lagi saat melihat adegan barusan akhirnya membatin,"Ada apa dengan hari ini ya?" batin Kiba yang bertanya tanya entah pada siapa, sedangkan Koneko hanya memandang datar adegan dihadapanya barusan itu.

Rias yang sempat sweatdrope saat melihat kelakuan Kaguya itu akhirnya kembali menanyai Kaguya, "Baiklah kalau begitu , apakah Kaguya-san bisa menjelaskan diri anda itu sebenarnya siapa? Seperti yang anda katakan waktu itu" Ucap Rias yang teringat janji Kaguya, bahwa Kaguya akan menjelaskan dirinya diruang klub.

"Ah..baiklah" Balas Kaguya sambil tersenyum, "Kapan aku membuat janji ya? Perasaan itu janji Ashura-kun" Batin Kaguya yang mengingat ingat apakah ia pernah membuat janji kepada Rias.

Setelah itu Kaguya pun dipersilahkan duduk oleh Rias dan mendapat beberapa pertanyaan dari Rias yang dijawab apa adanya oleh Kaguya serta mendapat teh buatan Kiba karena Akeno sedang menghukum Naruto entah seperti apa.

-With mittelt-

Sedangkan dengan Mittelt sekarang sedang berjalan sendiri ditaman karena ia lagi kesal jika bertemu Naruto dan juga bosan jika terus berada didalam kamar.

"Onii-chan no baka" Ucap Mittelt pelan sambil menendang kerikil kecil yang tergelatak dihadapanya, kemudian setelah itu Mittelt kembali berjalan dan akhirnya duduk dibangku taman yang berada dibawah pohon sakura.

Mittelt yang sedang duduk sambil memejamkan mata karena sedang menikamati semilir angin yang membelai wajahnya dengan halus, namun itu tidak bertahan lama saat dia mendengar suara dari arah belakangnya.

"Emmm, jadi kau orang yang ketua suruh untuku bunuh ya" Ucap Sosok tersebut yang membuat Mittelt melompat kedepan dan memasang posisi siaga.

"Siapa kau?" Tanya Mittelt sambil membuat sebuah tombak cahaya ditangannya.

Sosok tersebut yang masih didalam gelapnya malam hanya terkekeh saat mendengar perkataan Mittelt.

"Aku adalah orang yang akan membunuhmu sesuai yang ketua telah perintahkan" Balas sosok tersebut yang melangkah semakin dekat.

"A-apa!" Kaget Mittelt seusai mendengar kalimat balasan dari sosok tersebut,dan dengan kekuatan penuh Mittelt melemparkan sebuah tombak cahaya miliknya kearah sosok yang masih didalam .itu.

Wusssh!

Pyaar!

Suara tombak cahaya yang dilemparkan Mittelt kepada sosok itu dan tanpa diduga tombak cahaya milik Mittelt hancur berkeping keping saat ditebas oleh sabit milik sosok tersebut.

"kau kira, kau bisa melukaiku dengan tombak mainan itu? Jangan membuatku tertawa" Ucap sosok tersebut yang sudah nampak akibat terkena sinar bulan purnama, dan sekarang terlihatlah sesosok pemuda beesurai coklat memakai pakaian perang cina kuno dan membawa sabit yang dipegang ditangan kanannya, yang sedang menyeringai kearah Mittel.

Sedangkan Mittelt matanya melebar saat melihat sosok didepanya ini, karena ia mengetahui sosok didepanya ini dari Azazel dulu saat ia diajak untuk keruang perpustakaan milik Azazel dan membaca sebuah buku yang berjudul 'Iblis dari daratan cina'.

-Flash back-

Sore hari dikota kuoh dan bertempat disebuah ruangan bawah tanah terdapat dua orang pria dan wanita loli yang sedang sibuk membaca buku yang entah tentang apa.

"Apakah ini adalah Ruangan tempat Azazel-sama meneliti Secret gear?" Tanya wanita loli tersebut buku yang ia baca.

Sedangkan pria yang dipanggil Azazel-sama oleh wanita loli itu hanya menoleh kearahnya dan kembali memandang buku yang sedanh dibacanya, "iya memangnya kenapa Mittelt?" tanya Azazel yang tetap membaca buku tanpa menoleh kearah wanita loli yang bernama Mittelt itu.

"Tidak apa apa kok Azazel-sama" Jawab Mittelt sambil tersenyum, setelah Itu Mittelt kemudian berdiri dan berjalan kearah rak buku untuk mencari buku selanjutnya yang akan ia baca.

"Emm, yang mana ya..." Ucap Mittelt pelan saat sedang memilih milih buku yang akan ia baca, namun perhatian Mittelt terhenti saat melihat buku bersampul hitam yang berada dibarisan buku paling bawah dan sudah berdebu, dengan pelan Mittelt mengambil buku itu dan sedikit meniupnya agar debunya menghilang setelah itu membukanya dihalaman utama, "Iblis dari daratan Cina" Ucap Mittelt pelan saat membaca judul dari buku yang ia ambil barusan itu.

"Anoo ini buku tentang apa ya Azazel-sama?" Tanya Mittelt kepada Azazel sambil melangkah menuju sofa dan duduk disebelah Azazel.

Azazel yang merasa dipanggil oleh Miiteltpun menoleh dan melihat buku bersampul hitam yang sedang dibawa oleh Mittelt itu.

"Kalau tidak salah buku itu tentang legenda Iblis dari daratan cina ya?" Tanya Azazel yang diberi Mittelt yang sudah duduk disebelah Azazel, "Kalau begitu, buku itu mengisahkan tentang seorang Iblis yang bernama Orochii yang mempunyai suatu ambisi untuk menjatuhkan seluruh kerajaan diCina dan menguasainya,.namun seluruh kerajaan bersatu dan melawanya meskipun akhirnya pasukan aliansi seluruh kerajaan itu tetap kalah melawanya, namun saat akan kalah tiba tiba muncul tiga sosok kesatria yang membela pasukan aliansi kerajaan dan berhasil membuat Orochii terdesak dan akhirnya kalah, namun didetik detik terakhir Orochii akan dimusnahkan tiba tiba saja ia menghilang tanpa jejak sampai saat ini" jelas Azazel panjang lebar.

Sedangkan Mittelt hanya mengangguk kemudian bertanya kembali saat melihat sebuah lukisan dari buku tersebut, "Apakah ini Orochii itu Azazel-sama?" Tanya Mittelt sambil menunjuk Dua sosok pria dan sesok perempuan yang sedang tersenyum dilukisan tersebut.

"Ini adalah tiga ksatria itu Mittelt, yang berambut putih ini bernama Taigong wang, yang berambut hitam ini bernama Fu Xi dan terakhir yang perempuan bersurai putih itu adalah Nu Wa" Jawab Azazell sambil menunjuk setiap gambar yang ia jelaskan tadi, "dan jika kau penasaran dengan Orochii ,maka ini adalah gambar lukisanya" Sambung Azazel sambil membuka beberapa halaman dibuku itu yang menampakan seorang pria bersurai coklat yang membawa sebuah sabit besar dipunggungnya.

"oh ini yang bernama Orochii ya" Batin Mittelt sambil memandang lukisan itu.

-End flashback-

"K-kau Orochii?!" Ucap Mittelt sedikit gemetar saat merasakan energi kegelapan yang sangat besar dari sosok yang Mittelt sebut Orochii barusan.

Sosok yang bernama Orochii itu hanya terkekeh pelan saat dirinya dapat diikenali oleh targetnya ini, "He he he, kau benar sekali bocah, dan sebagai hadiahnya karena telah mengenaliku, akan kubunuh kau tanpa harus menderita" Ucap Orochii yang kemudian menghilang dan langsung berada dibelakang Mittelt.

Wuusssh!

Jleeb!

Suara Orochi yang mengayunkan sabitnya dan Mittelt yang melebarkan matanya serta memuntahkan banyak darah karena punggungnya telah tertusuk sabit milik Orochii sampai menembus keperutnya.

"Ugh!" Rintih Mittelt yang semakin banyak memuntahkan darah saat Orochii dengan cepat menarik sabitnya kembali sehingga membuat bekas bolong pada tubuh Mittelt.

"He he he dengan begini tugasku hampir selesai!" Ucap Orochii pelan,kemudian berjalan kearah tubuh Mittelt yang tergeletak lemah dan menaruhnya dipundak setelah itu membuat robekan dimensi, "Nah ayo pergi" Ucap Orochii pada dirinya sendiri yang kemudian memasuki robekan dimensi tersebut, namun sebelum robekan tersebut tertutup rapat kembali ,mittelt yang sedang dalam keadaan lemah hanya bisa menggumamkan satu patah kalimat.

"S-sayonara Onii-chan" Ucap Mittelt sebelum hilang dalam robekan dimensi milik Orochii.

-At Naruto-

Naruto yang sedang berjalan pulang menuju ruang klub dalam diam dan kalau diperhatikan maka disekitar leher Naruto terdapat tanda kissmark yang membekas dan membuat Naruto bergidik ngeri saat mengingat bagaimana tanda kissmark ini bisa tercipta disana.

"Untung aku bisa kabur, kalau tidak, bisa bisa aku mati muda" Ucap Naruto pelan pada dirinya sendiri melangkah pelan menuju sekolah kuoh, "Akeno-chan wanita yang ganas juga ya, harus diwaspadai" Tambah Naruto sambil merinding saat mengingat kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu.

DEG!

"Perasaan apa ini!" Ucap Naruto sambil memegang dadanya saat tiba tiba jantungnya berdebar entah karena apa, "Semoga tidak terjadi hal yang merepotkan" Sambung Naruto yang kembali melanjutkan jalannya namun lebih cepat dari sebelumnya.

¤FBC¤

Next chap:

"M-mitlet!"

Bruk!

Suara Naruto yang jatuh terduduk saat melihat sebuah kepala yang diletakan diujung tiang tersebut.

"Ada ap-!" perkataan Issei terputus dan memandang shock sama seperti Naruto saat melihat kearah pandang yang sama dengan Naruto.

Issei yang telah sadar dari shocknya dengan perlahan mendekat kearah Naruto yang masih berlutut sambil menunduk, "N-naruto tenanglah" Ucap Issei pelan sambil memegang bahu Naruto yang bergetar menandakan bahwa Naruto sedang menangis.

"S-siapa yang melakukan ini *hiks*" Isak Naruto pelan sambil tetap menunduk.

"Tenang Naruto, kendalikanlah dirimu" Ucap Issei saat merasakan energi Naruto yang tidak stabil.

Saat Naruto yang masih dalam keadaan shock serta Issei yang sedang menenangkanya, tiba tiba tercipta robekan dimensi kemudian muncul sosok Orochii yang keluar dari robekan dimensi itu dengan perlahan.

"Hahaha bagaimana hasil karyaku ini?" Tanya Orochii yang baru keluar dari sobekan dimensinya yang membuat Naruto meliriknya tajam.

"Jadi kau yang melakukan semua ini!?" Ucap Naruto dengan nada tajam.

Orochii yang mendengar perkataan Naruto barusan hanya tertawa, "Hahaha memang benar, dan selanjutnya kaulah yang seperti itu!" Balas Orochii sambil memandang Naruto remeh.

Naruto hanya diam,namun beberapa saat kemudian Naruto mulai berdiri dan berbalik menghadap Orochii sambil menunduk.

"N-naruto" panggil Issei ke Naruto yang masih menunduk dan kedua matanya tertutup poninya yang melambai tertiup angin.

"Pergilah Issei" Balas Naruto pelan.

"Na-!"

"PERGI!" teriak Naruto yang membuat Issei kaget dan segera menjauh.

Naruto yang sudah merasa bahwa Issei telah menjauh kemudian mulai mengalihkan perhatianya ke Orochii yang masih menyeringai.

"Bersiaplah pembalasan" Ucap Naruto pelan.

"INCURSION EVOLUTION GEAR!" dan seketika armor Naruto meledakan sinar cahaya keemasan yang membuat Orochii terpental ratusan meter.

"Omoshiroi!" Seringai Orochii saat melihat armor Naruto yang kekuatanya lebih besar dari pada saat pertama kali mereka bertemu.

-end-

.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.

.Shin seikatsu Uzumaki Naruto Belong's Uchida Tokugawa.

.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.

-SAYONARA-