Disclaimer: SnK © Isayama Hajime


Title: Märchen Romeo Beauty-Juliet Beast

Genre: Humor/Parody

Rate: T

Written by: Cherry-Sakura05


..

Nothing to bashing chara here. So, calm down.

Enjoy it.

..


~Irvin with Rivaille~

"Tak kusangka ternyata maksudnya pindah ke Wall Sina itu bukan hanya kita, tapi juga MEREKA," tunjuk Irvin agak sakit hati dengan ujung bibir sedikit ditarik ke atas yang ditujukan ke arah antrian penonton yang memadati pintu masuk markas Military Police, tak jauh dari gedung dinas sementara Scouting Legion.

"Siapa suruh membuat drama jelek begini?" sergah Rivaille yang sedang mengepas kostumnya.

Irvin menoleh gusar. "Harusnya kalian berterimakasih padaku, kalian terkenal berkat aku dan bakat kalian tersalurkan dengan baik,"

"─bakat, eh?" ulang si pemilik tinggi 160cm itu dengan mimik ekspresi 'U Don't Say' sambil memutar matanya malas. "Kalau aku tidak ingat kalau kau berjasa besar demi kelangsungan hidup umat manusia, kau pasti sudah kucincang,"

Rivaille berbalik.

"..."

Sadar dirinya dipelototi secara intens, perwira berpangkat Corporal itu menyipitkan matanya tajam. "Lihat apa kau?"

Irvin menggeleng secepat cahaya sambil mengusap ujung bibirnya yang mulai meneteskan air liur diam-diam. "Tidak, tidak ada,"

"─ternyata diam-diam, Irvin Smith suka pedo sama bawahan..." terdengar samar suara si pemuda bermanik gelap bisik-bisik sambil mencatat sesuatu di buku sakunya. "─termasuk senang menistai harga diri prajuritnya..."

Irvin yang telinganya runcing, langsung meneriakkan ultimatum. "Siapa sebenarnya yang sedang terinjak harga dirinya di sini? Kalau pertunjukan ini berhasil berkat diriku, aku akan bernyanyi dangdutan diarak keliling markas!"

Sang Heichou melirik tajam. "Lalu bagaimana dengan harga diriku yang sudah masuk tong sampah karena telah kau nodai pikiran orang-orang yang tadinya menganggapku pahlawan, sekarang berbalik menganggapku seorang pemain kabuki? Dangdutan katamu? Kampungan. Kenapa tidak sekalian goyang ngebor saja,"

"APA!"

"Ngomong-ngomong, dangdut itu apa?" tanya Rivaille menautkan alisnya bingung.

"Lho? Goyang ngebor itu apa?" sahut Irvin dengan wajah tidak kalah bingungnya.

"..."

"..."

Barangkali mereka akan bereinkarnasi di Indonesia kelak.

.

.

.

~Hanji with Armin~

"Aku kadang bertanya-tanya," cetus Hanji saat ia tengah membantu si pemuda pirang mengenakan gaun ala victoria style.

"Tentang apa?" sahut Armin penasaran.

"Kau itu laki-laki atau perempuan?"

"─laki-laki..."

"Kok kau lebih cantik dibandingkan perempuan tulen?"

Armin langsung gemetar. "H-H-Hanji, jangan buat orang lain salah paham─" pemilik manik biru cemerlang itu menoleh gugup ke arah kekasihnya yang mengeluarkan kabut aura gelap yang aneh dari balik dinding. "─Mayor memang sering bicara yang tidak-tidak, ahahah..."

Suami takut isteri.

Sepertinya akan ada api yang tersulut hari ini.

.

.

.

O3O

.

.

.

"Tidak ada naskah─LAGIIII?!" jerit Auruo pilu. Wajahnya yang tampak 20 tahun lebih tua, tambah menua 40 tahun dari umur sebenarnya.

Rico mengangguk mantap. "Karena Romeo-Juliet ini kisah yang terkenal, kupikir kalian tidak butuh naskah. Kemampuan akting spontan kalian akan diuji lagi di sini. Ada pertanyaan─ya, silahkan, Marco Bodt?"

"Bukan, tanganku pegal," sahut Marco iseng.

"Kita, 'kan, bukan anak sekolah. Mau diuji apa lagi?!" protes Jean sedikit cemberut.

"─sudahlah, lagipula kita punya kesempatan emas yang sayang dilewatkan di pertunjukan ini," sahut Mikasa kalem.

"Petra, kau siap, 'kan?" tanya Rico ke arah seorang gadis berambut light brown yang menjawabnya dengan anggukan.

Gadis berambut abu-abu itu kemudian membalik sebuah lembar kerja sejenak. "Seperti prosedur sebelumnya─"

"WAHAI TUAN PUTERI! TERIMALAH KUTUKAN DARIKU! KAU AKAN MENJADI SANGAT JELEK, MENJIJIKKAN BAGI SIAPAPUN YANG MELIHATMU! BERSIAPLAH! TAKUTLAH! SANGAT TAKUTLAH!" Hanji mendadak muncul sambil menggoyangkan tongkat sihirnya meliar ke sembarang arah, nyaris mencolok mata Mikasa, kalau saja gadis berambut hitam silky tersebut tidak punya insting reflek yang bagus.

Beberapa orang menimpuki Hanji dengan batu karena mereka jadi tidak bisa mendengar instruksi Rico dengan jelas.

"Naskahnya tidak ada, Mayor. Apa yang kau hapal?" Mikasa memalingkan perhatiannya ke satu titik. "Bisa diulangi, Senior Brzenska?"

"─jangan lupa earphone kalian,"

"Oh."

"Mari semua mengheningkan cipta sejenak menjelang kepergian Komandan Elit kita di akhir pertunjukan..." ujar Rico sembari menundukkan kepala khusyuk.

"Hei, apa ini, aku belum mati," Irvin dongkol setengah mati.

Terdengar sayup-sayup celotehan anak buahnya dengan mulut komat-kamit. "Semoga dosa-dosanya dibalas setimpal..."

"KUBILANG AKU BELUM MATI!"

.

.

.

oOoOoOoOoOoOoOoOo

MÄRCHEN ROMEO BEAUTY-JULIET BEAST, START!

OOoOoOoOoOoOoOoOo

Tirai tersibak dengan suara drum bertalu-talu. Layar menampakkan sesosok pria membelakangi penonton dengan penampilan yang menunjukkan status sosialnya yang kaum borju kaya-raya.

Beberapa penonton berjenis kelamin wanita sibuk berbisik-bisik, menebak siapa pria misterius tersebut. Lelaki itu tiba-tiba sengaja terbatuk berat, membuat penonton terperangah dan mulai mengaktifkan imajinasi masing-masing.

"Suara batuknya saja sudah bikin meleleh, apalagi tampangnya," cetus Mina berkhayal tinggi ke arah Thomas yang mesem-mesem geli melihat kelakuan rekan satu timnya ini.

"SIAL!"

Sang pria di dalam layar berteriak mengumpat dan berbalik menghadap penonton.

Auruo Bossard─berpose dengan ekspresi yang ia pikir ekspresi terkeren yang ia punya.

"GYAAAAAAAAA!" jerit para penonton langsung broken kokoro.

"Ganteng, ya, huh?" sindir Thomas dengan senyum mengejek.

"..."


"Dikisahkan di kota Verona, Italia, tinggallah dua keluarga super power yang paling berpengaruh dan saling bermusuhan sejak lama, yaitu keluarga Montague dan keluarga Capulet,"


Fokus kamera beralih dari adegan awal langsung menyorot sebuah halaman kastil terbuka di mana terlihat dua lelaki sedang bergulat diiringi sorakan cheers dari para aktor yang berada di sana.

"Sialan kau! Lancang sekali sudah menggoda isteri orang!" marah Keith Shadis sambil meninju pipi Irvin keras.

"HEI AKU TIDAK MENGGODA! AKU CUMA MENGEDIP SAJA KOK!" Irvin mencoba membela dirinya sendiri.

"─L-Lord Capulet..." Armin yang pucat hanya bisa menonton dari jauh tanpa berani memisahkan dua petarung itu.

"Salah adegan, nih. Harusnya Lord Capulet berkelahi dengan Lord Montague. Tapi kenapa..." Mikasa tak berminat melanjutkan ucapannya.

"─A-anu... aku bagaimana?" celetuk Marco yang hawa kehadirannya tidak diacuhkan oleh yang lain sambil menunjuk dirinya sendiri bingung.

"MIKE! BANTU AKU!"

"Sip, Komandan! Arsip 'hubungan terlarang' milikmu semakin lengkap!" Mike mengacungkan jempol mantap usai memotret momen tersebut dengan kamera hp.

"BUKAN ITU MAKSUDKU BODOH!"


"Namun, keluarga Capulet memiliki suatu masalah. Puteri tunggal mereka, Juliet, menolak dijodohkan dengan salah satu pemuda bangsawan yang sudah sejak lama mengincar dirinya untuk dinikahi,"


"Wahai, Juliet anak Capulet. Embunnya udara pagi dan permatanya langit malam. Maksudku datang kemari adalah ingin meminangmu sebagai pasanganku sehidup-semati. Maukah kau jadi isteriku?" Auruo berlutut dengan sebelah tangan menggenggam sekotak cincin berlian dan menghadapkannya ke wajah Rivaille yang tampak asam-asam pahit.

'Belajar merayu dari mana makhluk ini?' batin Rivaille merinding sendiri digombali kata-kata manis oleh tipe macam Auruo. "Tidak, terima kasih," tolaknya dingin.

"Kalau kau bersedia, akan kubelikan mobil,"

"Sudah banyak," sahut Rivaille malas.

"Aku akan membeli menara Eiffel untukmu,"

"Tidak muat masuk rumah,"

Auruo belum menyerah. "Akan kuberi pulau pribadi yang kunamai dengan namamu,"

"Terlalu mainstream,"

"Akan kuberi seluruh cintaku hanya untukmu,"

"Mati saja kau,"

Auruo berpikir lagi, pantang menyerah. "Akan kuberikan seorang budak bernama Eren Jaeger khusus untuk memenuhi kebutuhanmu," yang disebut namanya langsung misuh-misuh tidak karuan di belakang panggung.

"Kalau begitu akan kupertimbangkan lagi,"

Auruo tersenyum lebar. "Jadi, kau benar-benar bersedia menjadi isteriku?"

"Sama sekali tidak."

Karangan bunga mawar yang sedang digenggam Auruo seketika berguguran ditiup angin.


"Count Paris merasa sangat terhina dan marah ketika Juliet menolak lamarannya dengan tegas. Ia pun berencana untuk mengutuk Juliet dengan bantuan seorang penyihir,"


Auruo mendatangi tempat praktek 24 jam jasa pelayanan Penyihir (tanpa sertifikat dan asuransi yang dapat dipercaya) disertai para pengawal yang mengekori dari belakang. "Hei, Hanji!" teriaknya pongah.

"Ah, Yang Mulia Count Paris. Ada perlu apa datang ke tempat Hamba?" jawab wanita berjubah itu sambil membungkukkan badannya hormat.

"Kutuk Juliet dari keluarga Capulet! Ubah dia menjadi keong emas!"

Hanji menggeleng pelan. "Maaf, Hamba hanya bisa mengubahnya jadi keong racun. Bisa dipilih, maunya jadi Shinta atau Jojo,"

"HEH AKU TIDAK MENGERTI APA MAKSUDMU! KALAU BEGITU KUTUK DIA JADI BURUK RUPA! KALAU TIDAK, ANAK-ANAKMU AKAN KUBUNUH DAN AKAN KUGUSUR TEMPAT INI!"

"─atau mau mengubah tuan puteri Juliet jadi Briptu Norman?"

"SIAPA LAGI ITU! PRAJURIT, BUNUH ANAK-ANAK PENYIHIR INI!"

Mendengar ultimatum tersebut (meski hanya pura-pura), Hanji segera bersujud di kaki sang Count. "B-baiklah. Maafkan kelancangan Hamba yang tidak indah,"

'ANJIR. Kenapa akting si old face itu keren banget,' batin Petra berusaha menahan diri untuk tidak bersorak.


"Lalu di waktu yang sama, Juliet secara misterius berubah menjadi gadis yang begitu menyeramkan dan buruk rupanya,"


Fokus kamera berganti setting lagi di sebuah ruang keluarga.

"Kenapa rupaku yang cantik menjadi begini? Apa salahku?" ujar lelaki berwajah stoic itu datar sambil memutar bola matanya.

Armin berakting menangis dengan sempurna. "Huhuhuhuh, anakkuuu... Apa yang sebenarnya yang terjadi pada dirimu, Nak?! Kau kulahirkan sehat walafiat dan rajin ikut imunisasi cacar air, lalu kenapa badanmu jadi penuh bulu begini?!"

"M-manisnya..." gumam Jean dari belakang panggung terpesona.

"Ini pasti salah Ayahku yang gila itu," sahut Rivaille expressionless.

Armin memegang pundak perwira dengan tinggi di bawah rata-rata itu. "Nak, Ayahmu itu tidak gila, tapi─SANGAT GILA."

Mata pemuda pirang itu jelalatan ke sana ke mari mencari obyek yang sedang dibicarakan, lalu menangis lagi.

"Ya, Ayah sangat tergila-gila pada Ibu,"

"Itu urusan orang dewasa," sahut Armin kalem kemudian kembali menyusut ingus.


"Akhirnya untuk beberapa lama, terpaksa Juliet diasingkan di suatu tempat di rumahnya sendiri yang tidak diketahui orang lain selain keluarga dan pengasuhnya yang setia,"


"Kasihan anakku. Tidak ada pria yang mau meminangnya jika ia masih berwujud seperti ini," gumam Shadis dengan muka sedih. "Tapi anehnya, dia tidak kelihatan sedih,"

"Peter, bawakan aku dua porsi kalkun lagi," perintah Rivaille sambil menjilat jarinya.

"Baik, Nona Juliet," Bertholdt datang membawakan apa yang diinginkan sang Majikan dengan sikap tubuh sempurna.

Fokus kamera menyorot lelaki bertubuh mungil itu sedang asyik menghabiskan sepiring utuh kalkun panggang berukuran besar sendirian. Mengacuhkan sang Ayah yang hanya bisa menelan air liur dan memegangi perutnya yang ribut minta makan.


"Suatu ketika, tuan besar Capulet, yaitu Ayah Juliet, berencana mengadakan pesta besar dan mengundang semua rekan bisnis serta teman-temannya─kecuali keluarga Montague. Namun, pewaris keluarga Montague yang bernama Romeo, nekat menyusup ke dalam pesta demi menemui pujaan hatinya yang bernama Rosaline, salah satu gadis cantik yang berasal dari keluarga Capulet,"


"Tuan Muda Romeo, Anda yakin ingin menyusup ke pesta itu?" tanya Mike yang berpakaian ala butler sopan sambil menundukkan kepalanya.

Eren sedang mengikir kukunya santai. "Aku juga tidak mengerti, Abram. Buat apa aku capek-capek hanya untuk bertemu si Dungu Je─maksudku, Rosaline, di pesta yang diselenggarakan Pamannya yang bawel itu?" di sudut panggung tampak Jean ngamuk sambil membawa pentungan. "─yah, tapi apa mau dikata, hati ini, pikiran ini, jiwa ini, sangat ingin bertemu dengan kekasihku," tambahnya sambil mencibir panjang ke arah si pemuda Kirschtein.

"Hamba siap dan setia membantu Tuan Muda Romeo hingga ke ujung dunia sekalipun," Mike membungkuk dalam-dalam, lalu mengangkat kepalanya sedikit. "─tapi gajiku dinaikkan tiga kali lipat, ya, Tuan,"

"Katanya setia padaku," protes Eren.

"Ya, Hamba setia kepada Tuan Muda asal diberi makan. Tidak ada gaji, tidak ada bantuan,"

Eren mendecih keras sambil sibuk menghitung uang palsu (yang selalu ia mainkan dalam permainan Monopoli) di dompetnya yang tebal. "Nih. Cukup?" Mike menggeleng.

Eren menambah beberapa lembar uang di tangannya. "Segini?" Mike masih menggeleng.

Menghela napas panjang, Eren membentuk uang-uang kertas tersebut menjadi kipas dan menambah beberapa lembar pecahan mata uang di tangannya. "Bagaimana kalau begini?" Mike tetap menggeleng.

"AH SUDAHLAH! AMBIL SAJA SEMUA! SISANYA DI DOMPETKU!" teriak pemilik manik zamrud itu jengkel sambil menerbangkan semua uangnya di udara sehingga menghujani kepala sang pelayan yang telah lama mengabdi pada keluarga Montague tersebut.

Barulah Mike tersenyum lebar. Sangat lebar.

"Tuan ingin menyamar jadi apa di pesta nanti?"

.

.

.

"Penjagaaaaa! Usir makhluk ini keluar! Tamu-tamuku kabur semua gara-gara dia!" perintah Shadis kepada para pengawalnya yang gemetar ketakutan.

"T-t-t-tapi, Tuanku, dia terlalu besar untuk kami seret,"

"SIAPA PEDULI? CEPAT USIR DIA─HUWAAAAAA!─CEPAT SEBELUM DIA MEMAKAN KITA SEMUAAA!" Shadis lari tunggang-langgang duluan diikuti hampir seluruh hadirin yang ada di ruang dansa tersebut.

"Mission success, Tuan Muda," celetuk Mike mengacungkan jempolnya sok mantap ke arah Titan Eren.

"Mission success nenekmu,"

Titan Eren mulai mengejar Mike yang kabur menggunakan sepeda roda tiga─entah apa yang ada di pikiran staff bagian properti.


"Begitu sampai di tengah pesta, perhatian Romeo justru teralihkan oleh pesona Juliet yang ketahuan mengintip suasana pesta dari balik dinding dan ajaibnya, Romeo pun jatuh cinta,"


Beberapa kru berniat membantu Eren keluar dari transformasi Titannya. Tapi melihat kebuasan Titan Eren yang membanting-banting Mike sampai nyawa korban tinggal separuh, membuat para kru yang tadinya siap maju, jadi mundur beringsut-ingsut.

~Jeda 10 menit~

~Segera setelah Eren dikeluarkan dari tubuh jelmaannya dan Mike dilarikan ke rumah sakit~

"Good Morning, Young Lady," sapa Eren memulai akting tebar pesonanya ke arah gadis berambut hitam pendek yang hanya melongokkan kepala dari balik dinding.

"Tidak usah sok akrab menyapaku," balas Rivaille ketus.

Mengabaikan respon yang tidak diharapkan, pemuda berambut cokelat itu terus mencoba. "Kalau boleh saya tahu, siapakah namamu, wahai gadis jelita?"

Chu.

Eren mencium punggung tangan sang gadis dengan sopan.

BUAGH

"Jangan mengotori tanganku dengan kuman dari mulutmu," ujar Rivaille dingin usai menjitak kepala si iris emerald dan segera membersihkan tangannya dengan hand sanitizer.

'─tipe seme tsundere.'

Itu pikiran yang serentak terlintas di pikiran penonton.


"Di tengah masa saling mengagumi satu sama lain, keduanya harus menelan kekecewaan setelah mengetahui mereka lahir dari dua keluarga yang saling bermusuhan,"


"Juliet anakku,"

"Ya, Ayah?"

Shadis berdehem sejenak. "Apa benar kau bertemu dengan anak laki-laki Montague saat di pesta kemarin?"

"Ya, Ayah. Meski dia seorang bocah sial, tapi aku tidak bisa melupakannya. Apa boleh jika dia kuangkat menjadi bagian dari keluarga kita?" sahut Rivaille datar─sambil mencontek dialog yang diacungkan tinggi-tinggi oleh Hanji.

"TIDAK BOLEH!" Shadis menggebrak meja tiba-tiba. "Keturunan Capulet yang terhormat tidak sudi jika dipasangkan dengan kaum Montague yang, ehm, yang─apa?"

"─yang rendahan," sambung Rivaille.

"YA! YANG RENDAHAN!" Shadis mengisap cerutu dan menghembuskan asapnya dramatis. "Nak, di luar sana banyak pangeran dan bangsawan muda yang telah menyatakan mereka siap menikahimu. Pilihlah salah satu dari mereka, tapi jangan bocah dari keluarga Montage musuh kita itu,"

"─tapi aku laki-laki,"

"Lalu aku harus bilang 'wow' gitu? Peranmu di sini sebagai seorang gadis, Anakku,"

"─tapi kenapa Ayah malah menyuruh kakek muda─Count Paris maksudku, untuk melamarku langsung?" Rivaille melipat tangannya di depan dada.

"Karena kupikir dialah yang terbaik dan masuk kriteria yang sejajar dengan keluarga kita─ngomong-ngomong, umur Count Paris itu masih 19 tahun," ujar Shadis sambil menopang dagunya lelah─ingin cepat-cepat menamatkan pertunjukan ini. "Lagipula wujudmu masih seperti ini. Kau pikir bocah itu akan tetap menerimamu jika ia tahu bagaimana rupamu yang sebenarnya?"

"Apa peduliku? Kau hanya memikirkan hartanya saja," sahut Rivaille tanpa ekspresi sambil berjalan keluar. "Kalau hubunganku tidak disetujui, lebih baik aku berhenti jadi bagian keluarga ini,"

Pintu dibanting keras.

Diam-diam, Shadis bertepuk tangan tanpa suara, mengagumi akting sang Heichou yang tidak diragukan lagi.

.

.

.

Fokus kamera berganti adegan lagi menyorot sebuah keluarga yang berbeda.

"Jadi, benar kalau kau berkenalan dengan anak gadisnya Capulet?" Marco menginterogasi Eren di ruang tamu.

"Ya, Ayah. Dia sangat cantik. Bola matanya gelap dan dalam. Tapi aku tidak tahu pasti bentuk tubuhnya seperti apa. Dia terus-terusan menyembunyikan diri dariku, seolah ada yang dirahasiakannya," jawab Eren polos.

Marco memijit dahinya pening. "Anakku, kau tidak bisa bersamanya. Dia keturunan keluarga musuh kita," Marco menoleh ke arah Mikasa yang mulai bergetar hebat. "Bagaimana menurutmu, Isteriku? Apa yang sebaiknya kita lakukan?"

"Menurutku, kita pelototi saja gadis kencur itu sampai dia ketakutan, lalu akan kutebas kepalanya dari belakang," jawab Mikasa dengan aura pembunuh menguar dari tubuhnya.

Marco facepalm.


"Meski demikian, sepasang remaja ini tidak ingin menyerah dengan permusuhan keluarga yang dihadapi. Mereka berusaha menyatukan diri di tengah ancaman dan kekerasan dari keluarga masing-masing,"


"Juliet, menikahlah denganku dan kau akan kubebaskan dari kutukan~" rayu Auruo ke arah Rivaille yang berdiri di balkon sambil memasang muka jutek sambil bernyanyi seriosa.

"Hentikan nyanyianmu itu! Fals sekali! Aku tidak akan menikahimu, kakek tua!"

JLEB

Panah imajiner terbang menusuk inner Auruo yang syok berat. Bukan karena ditolak, tapi karena pemberian julukan untuk dirinya yang tidak senonoh.

Mendadak rimbunan semak tersibak. "Juliet! Ayo kita kawin lari bersama! Aku sudah booking jadwal untuk kita berdua di tempat temanku yang seorang Pendeta!" Eren muncul dengan wajah inosen riang menggemaskan.

Hup.

Tanpa tahu malu, Rivaille mengangkat roknya dan terjun parkour ke bawah, menyongsong kekasihnya yang menyambut sambil merentangkan tangan lebar.

Dan terjadilah momen yang paling ditunggu penonton.

'Kemesraan ini~'

'Janganlah cepat berla~lu~ (cepat berlaluuu~)'

Keduanya saling berpelukan dan saling menatap mesra satu sama lain yang sukses membuat Auruo kegelian dan menggaruk-garuk dirinya sendiri.

"Apa kau masih belum percaya kalau ikatan cinta kami ini nyata?" sindir Rivaille melirik Auruo yang berekspresi 'Wat-De-Puk' ke arah mereka berdua. Jemari perwira berpangkat Corporal itu menekan kepala si bocah cokelat dan menyatukan bibir masing-masing di depan kamera.

Auruo dan semua yang sedang asyik memelototi adegan tersebut seketika terhenyak.

"Ayo kita pergi, Eren," ujar Rivaille datar sambil membopong si jelmaan titan ala bridal style.

Muka Eren bersemu merah. "Erm, Heichou? Ini bukannya terbalik? Siapa bopong siapa,"

"Memangnya aku peduli?" dengus Rivaille keras.

"ROMEOOOOOO!" Jean berlari tergopoh-gopoh memasuki panggung. "BERANINYA KAAAAUUU! SIAPA GADIS ITU? KAU BERSELINGKUH DI BELAKANGKU, YA?!"

"ROSALINE?!"

Tiba-tiba, sebuah daun jendela terbuka kasar dan mencuatlah kepala Shadis dari sana. "Sudah Ayah bilang jangan bergaul dengan keluarga Montague, kau masih tidak mau dengar juga, Juliet!"

"Lepaskan anakku Romeo!" Mikasa mendadak muncul dengan muka garang. "Heh, lepaskan dia atau mau kupotong kakimu biar makin pendek?"

"Mau protes? Ayo maju sini kalau berani," tantang Rivaille setelah meletakkan Eren di tanah.

Marco menginterupsi keadaan dengan datang membawa satu kompi prajurit dan berlusin-lusin meriam yang dipinjam dari gudang Military Police. "Capulet! Lancang sekali anakmu telah membawa kabur penerusku!"

Shadis melongo. "Siapa? Anakku? Kau pikir siapa yang mengajak anak perempuanku kawin lari duluan, hah?!" teriaknya sebal dan memberi kode siap tempur ke arah pengawal-pengawalnya.

Masing-masing meriam dari kedua pihak siap siaga meluncurkan amunisi ke arah musuh. Halaman belakang kediaman Capulet yang tenang dan damai seketika berubah menjadi medan perang salah lokasi hanya karena pertikaian dua keluarga yang salah paham.

"BUNUH! BUNUH CAPULET!" jerit Mikasa memprovokasi.

"Siaaap? TEMB─"

"STOOOOOOPPP!"

Suasana menjadi hening saat sesosok pria blonde jangkung kembali menginterupsi adegan peperangan.

"Namaku John. Akulah asisten pendeta Lawrence yang akan menikahkan anak-anak kalian. Jangan saling menumpahkan darah yang sia-sia. Lebih baik kita berdamai dan, blablablabla─kenapa kalian menatapku aneh begitu?"

"..."

"SERANG DIAAAAAAAA!"

"Eh? TUNGGU DULUUUU! AKU SALAH APAAA!" Irvin terbirit-birit kabur.

Hanji sibuk menggebuk Rico yang berada di sebelahnya sambil menahan tawa. Ternyata Irvin sama sekali tidak menyadari tempelan kertas di punggungnya yang bertuliskan 'SASARAN'. Alhasil lelaki pirang itu puas jadi bulan-bulanan dan pelampiasan dendam anak buahnya.


"Sayangnya, Juliet sekarat karena terluka saat melindungi Romeo,"


"Ju-Juliet! Buka matamu!" Eren menepuk-nepuk pipi Rivaille yang berpura-pura terpejam sambil meneteskan air mata─akting yang hebat.

"Permisi, Nak," sebuah tangan keriput menepuk pundak Eren pelan. Sekilas, seorang pria tua yang tengah memandang Eren dengan tatapan memelas itu mirip Dot Pixis─dan ternyata memang asli betulan dia. "Apakah kau punya sedikit makanan untukku?"

"KENAPA DI TENGAH ADEGAN ROMANTIS DAN PEPERANGAN ADA KAKEK-KAKEK MINTA MAKAN PADAKUUUU?!" jerit Eren frustasi sambil menjambak rambutnya gemas. "Ya sudah, nih!" pemuda setinggi 170cm itu memberi sepotong roti dari dalam sakunya kepada lelaki botak tersebut.

Sang kakek berulang kali mengangguk-anggukkan kepalanya hormat tanda ucapan terima kasih.

Namun tiba-tiba─

BWOOOOSH

Kepulan asap mengungkung Pixis. Dan selagi penonton melotot penasaran akan apa yang terjadi, Hanji berlari-lari cantik memasuki arena dan membiarkan Pixis terjerembab masuk lubang jebakan─switch place cara baru yang kedua.

"Penyihir Hanji?!"

"Hohohohoho~" tawa wanita berkacamata itu centil. "Romeo, akulah yang menaruh kutukan buruk rupa kepada kekasihmu, Juliet. Aku telah melihat sisi kebaikan hatimu, di hatimu begitu banyak cinta yang tulus, meski kau telah tahu rupa Juliet tidaklah secantik Rosaline. Maka, kutukan Juliet pun akan kucabut dan kalian bisa bersama sesuai dengan takdir yang mengikat kalian,"

Hanji pun menari balet keliling panggung sambil bersenandung kecil memainkan tongkat sihirnya. Sorot lampu dan tebaran sparkle menghujani Eren dan Rivaille yang saling berpelukan erat satu sama lain.

Pet.

Layar di hadapan penonton mendadak gelap.

"MATI LAMPUUUU!" terdengar suara Eren yang panik.

Hanji menyahut. "Bukan mati lampu, Eren. Ini memang sengaja. Bantu Rivaille menyingkirkan bulu-bulu palsu yang menyelubungi tubuhnya,"

"B-BULU-BULU?! BULU-BULU PALSU?! JADI SELAMA INI HEICHOU TIDAK PUNYA BULU?!"

"BUKAN BULU-BULU YANG ITU BOCAH!"

Kisruh antara keduanya tanpa adegan visual terus berlangsung selama beberapa menit.

Pip.

Lampu kembali dinyalakan.

Sontak, para penonton menyipitkan mata heran saat melihat latar lokasi diganti lagi menjadi suasana pesta pernikahan.

"KEMBALIKAN JULIETKUUUU!" Auruo tiba-tiba datang menerjang Eren yang sedang mengucapkan janji suci sambil menaiki Irvin sebagai tunggangan─kok mau-maunya sih?!

PLETAK

Petra berlari memasuki panggung dan menampar Auruo dengan kipas kertas.

Kamera fokus menyorot Auruo yang terkapar di lantai dengan lidah tergigit.

"Silahkan mempelai pria mencium mempelai wanita,"

Eren tergeragap malu. "Ci-ci-ci-ci-cium?!"

"Memangnya kenapa? Hei, pendeta! Kalimatnya terbalik! Ulangi! Bocah ini tidak akan mau menciumku kalau tidak kupancing," dengus Rivaille malas.

Sang pastor mengulangi perkataannya takut-takut. "B-baik! S-silahkan mempelai wanita mencium mempelai pria,"

Rivaille mendongakkan kepalanya. "Nah, Eren. Kemarilah,"

"Eh? Eh? EH?! T-T-TUNGGU DULU HEICHOU─"


"Romeo dan Juliet pun hidup bahagia selamanya dengan kisah cinta abadi penuh inspirasi yang tidak lekang oleh waktu dan zaman. TAMAT."


Penonton lupa bertepuk tangan karena terlalu terpukau fanservice yang tersaji di depan mereka. Barulah saat Raja Balto standing applause dari singgasana, rakyatnya riuh mengikuti.

"KALIAN KURESTUI! KALIAN KURESTUI! KALIAN KURESTUI!" teriaknya berkali-kali dengan sorot mata terharu.

Esoknya, Scouting Legion mendapat bantuan dana dan gedung markas baru dengan fasilitas super mewah yang sontak membuat prajurit Military Police gigit jari gondok setengah mati.

Rivaille sempat terpana saat ia dikirimi satu peti seperangkat peralatan bersih-bersih dengan kualitas terbaik.

Eren yang tanpa diduga diberi hadiah kamar pengantin khusus dari Raja Balto.

─dan keduanya sama sekali tidak tahu kalau Raja Balto (dengan hasutan Hanji) diam-diam mengatur posisi pergantian teman sekamar dan menempatkan mereka berdua dalam satu ruangan.

.

.

.

OWARI

.

.

.

A/N: AHAHAHA─oke. Saya gak tau mesti ngomong apa. Kok jadinya begini. GAWAT INI GAWAT BENER OTAK GUWE *nangis*

PLZ WILLIAM SHAKESPEARE TOLONG JANGAN KUTUK SAYA TOYONG PLZ GUWE MALO INI TOYONG SAMWAN HALP /LariPulang/

Saya mau berbagi cerita. Kemarin di grup saya mendapat kayak semacem kuis bikin cerita berdasarkan nomor hp, nomor belakang rumah, tanggal lahir, dll. Trus ada hasil yang diberikan menarik perhatian saya:

'Suatu hari Auruo mengajakku ke lapangan bola kemudian ia menertawaiku. Namun, ketika Kyuubi datang, Auruo mengatakan "I HATE YOU!" padaku, lalu kabur menggunakan becak. TAMAT.

MASYA ALLAH."

Terus ada lagi:

'Suatu hari Keith (LO KOK KEITH?) mengajakku ke lapangan bola kemudian dia memarahiku, namun ketika temanku datang, Keith mengatakan I LOVE YOU PADAKU (APAAAA?!) lalu kabur menggunakan baling-baling bambu. Tamat.

CERITA APA INI SIIIAAALL.'

Dan yang ini:

'Suatu hari Armored Titan mengajakku ke tengah laut kemudian ia memelukku. Namun, ketika Kyuubi datang, Armored Titan mengatakan, "Marry with me later" lalu kabur menggunakan baling-baling bambu(?)'

SAYA ACUNGKAN JEMPOL UNTUK PEMILIK KOMEN DI ATAS JIKA DIA MEMBACA FIC INI ASDFGHJAKLSD *ngakak terburai*

~Reply Reviews~

[NatashAurel] Levi gak protes karena dia emang dasarnya seneng dipasangin bareng Eren /headcanon/ /duar/ [Ai Kazoku06] Sayangnya ini RiRen... Oh, Jean jadi Rosaline, wanita yang dicintai Romeo sebelum bertemu Juliet :3 [Macchatorte] Nggak apa-apa, Anda ngakak, berarti saya berhasil membuat fic Humor yang baik :D [Arisa] Habisnya gak tau lagi siapa Lady Capuletnya :p [Tomoko Takami] Wkwkwkwk Levi gak ada manis-manisnya meski dia crossdress *disambit* [Ferishia09] Yah, itu memang risikonya Komandan, di-troll balik anak buahnya XD [Kiyomi Hikari] Saya gak tau lagi mau ngomong apa, tapi... ya begitulah /apaan/ ini udah apdet untukmu =))) [Rivaille Jaegar] Wakakakak, maaf, ini RiRen. Tapi untuk EreRi, mungkin lain kali akan saya buat =) [Petra Kindness Ral] Ini udah apdet! Semoga menikmati~ [Kunougi Haruka] Buwakakakak, itu bisa-bisanya saya aja makanya dua cerita bisa di-mix =D [widi orihara] Wkwkwk, ini Mbak, apdetannya XD [Linor Ayyas] Irvin kayaknya nistagh banget nih di sini, wuahahahah... Makasih, ini udah apdet XD [MANUSIA BIASA] Tenang aja, ada kok kisuannya asfghjaklag [Shiro Arceus] Saran yang menarik! Sayangnya saya gak tau kisah Ken Arok jalan ceritanya kayak gimana. Makasih sudah me-review! ^^ [Allen Scarlet] Iya, ini udah dilanjutin kok *wink* [Zoe Moonlight] Jangan-jangan fansnya Hanji, ya? KYAAAA! AYO SINI SINI! /peyuk/ hoho, ini RiRen dengan sedikit EreRi, maybe? *inosen smile* [mystic rei] Uwaaahh, makasih... ini sudah saya apdet untukmu X))) [Kagamine MiCha] Iya sama-sama. Wkwk Rivaille-nya jadi Juliet biar makin kocak gitu X3

[avamura] CIEEE YANG ULANG TAHUN! TRAKTIRANNYA KAPAN NIH MBAK? XD Anda menitipkan Irvin di tangan yang benar /salah/ [miyusibejad] Bejad? Saya gak sengaja ngakak. Beneran! Jangan bilang kalo saya juga ikutan bejad *padahal iya wkwk* kepiting kan jalannya miring ya HGHGHGHG [akihiko fukuda 71] Itu kenyataan, di Marchen keduanya bisa aja crossdress asxcvghjak [Yuukyochan0301] Iya, biar gak penasaran lagi, silahkan dibaca chapter ini ;) [Hoshigami Sheia] Iya, saya sengaja bikin SAMTING GITU PAIRNYA HSHSHSHSHSHS Semoga suka ya! [MiyazawaAkane] Hahaha, tenang aja, ini dominasi RiRen kok ;) Tuh kan, kenapa kalo saya bikin Rivaille jadi cewek kadang disalah-artikan? *nangos* [monkey D nico] Terima kasih atas pujiannya! [Kim Arlein 17] Selamat menikmati, saya sudah mengapdet chap 10~ [Yamazaki Koharu] Ini apdetannya! [Lylia00] Emang cocok, kesannya Rivaille buas dan bad boy kan... *mechom* EruRi? Semoga suatu saat saya bisa membuatnya =) [blank paper] Ahah, kayaknya di sini kurang terasa EruHannya. Tapi kalo mau baca EruHan, silahkan cek profil saya dan rekan saya, avamura. /promosi/ /jder/ [Shiori Kagome] Wakakak, ini apdetannya. Nungguinnya sambil heboh gitu ya WG [Rei Ichihara] Ini apdetannya! ^^ semoga suka ya! [Sakamaki Ama-chan] Gak seru kalo posisi mereka gak dituker XD [IsmiHana] Monggo~ silahkan dibaca~ [Rierei-09] Makasih atas pujiannya U3U [Nakashima Aya] Yup! Ini udah dilanjut! [Kazemaru Yuukito] Aduh gak apa-apa kok =))) Seperti biasa di chap ganjil selalu prolog, dan di chap genap adalah ceritanya. Ngerti maksud saya? =) jadi pembaca dibikin penasaran gitu. WKWKWK DASAR GUWE NGETROLL LIKE A BOSS *angkat gelas* [Gleam Tamers Hikari27] Iya, saya AruAni shipper :3 Mereka unyu sih XD [mirail] Monggo~ di fav~ ohya, kita baru ketemu ya, salam kenal! :3 /SUNGKEMAN/

Maaf jika ada yang kurang memuaskan dan mengecewakan :')

Tidak keberatan meninggalkan kenang-kenangan untuk saya di Review? :D