My Fake Girlfriend
…
…
Sebelumnya terima kasih karena fav/foll udah bertambah banyak banget hehe, author minta maaf. Gak ada maksud apapun, ya, gak ada pemaksaan untuk meminta review, coba kalian pikirin aja deh, semisalnya kalian bikin ff dan yang ngevisit itu banyak banget terus mereka gak ninggalin review atau nge fav bahkan nge foll, sedih gak sih? Ya sekarang balik kepada pembaca sendiri aja, kalo suka yah kasih review dimana kekurangannya, kalo gak suka ya jangan diliat atau di baca xD xD
…
…
Nyonya Byun tersenyum senang, ia berpikir bahwa makan malam hari ini akan sangat sempurna. Sempurna karena ia bisa makan malam bersama dengan suami dan putrinya. "Aku tidak akan mengecewakan mu yeobo, aku akan masak makanan kesukaan kalian berdua" serunya sambil menjing-jing barang belanjaannya dengan penuh semangat.
Pintu lift terbuka, Nyonya Byun bergegas masuk kedalamnya. Beberapa lantai sudah di lewati, sampai akhirnya pintu lift terbuka, Nyonya byun kembali menjing-jing barang bawaannya keluar dari lift. Pintu demi pintu dilewatinya sampai ia menemuka pintu yang dituju, tapi ada yang aneh, pintu apartemen baekhyun terbuka setengah. Nyonya Byun tau putrinya tidak mungkin melakukan hal seceroboh itu, atau apakah tadi ia lupa untuk mengunci pintu? Pikirnya.
"Tapi aku menguncinya kok," dumal Nyonya Byun.
Ia segera masuk, Ia sadar bahwa ada yang tidak beres. Nyonya Byun juga mencari Baekhyun tapi putrinya tidak ada dikamar ataupun diapartemennya.
"Aku harus menghubunginya," Nyonya byun merogoh tas miliknya, kemudian segera menghubungi putrinya. Tak lama terdengar dering ponsel baekhyun dari arah kamarnya. Nyonya byun langsung mengakhiri panggilannya, "Aish, Anak ini selalu membuatku khawatir." Nyonya byun berbicara sambil memandangi layar ponselnya.
"Haruskah aku menghubungi orang tua Chanyeol?" Tanya nyonya Byun pada ponselnya. "Lebih baik seperti itu." Keputusan Nyonya byun sudah bulat untuk menghubungi nyonya Park dan menanyakan apakah baekhyun bersama chanyeol atau tidak.
…
"Aku jadi tidak sabar, apa yang akan terjadi nanti." ucap Nyonya do disertai kekehan khas miliknya.
"Ne, tapi aku tidak ingin anak kita ikut dalam rapat tersebut" ujar Nyonya Park.
"Kenapa chagi?" Tanya tuan park menoleh kearah istrinya.
"Aku berpikir ini kan masalah kita, jadi lebih baik kita tidak membawa anak-anak kita, sekalian anggap saja ini reuni kita sebagai sahabat dan bulan madu kita lagi." Jawab nyonya park.
"Aku setuju." Seru nyonya do.
Ponsel Nyonya park berdering, Nyonya park melihat kelayar ponselnya. Disana tertulis nama Taeyeon.
"Jangan berisik, Taeyeon menelponku." Kata nyonya Park.
Jari telunjuk nyonya park menyentuh layar ponselnya dan menyeretnya ke arah kanan tanda bahwa ia menerima panggilan taeyeon.
"Park-ie" terdengar suara panik khas Taeyeon.
"Kau baik-baik saja Taeie?" Tanya nyonya park sambil sengaja menspeker panggilannya.
"Aniyo. Aku pergi belanja, saat aku pergi baekhyun ada dikamarnya. Lalu saat aku pulang pintu apartemen terbuka dan baekhyun tidak ada dirumah, ponselnya ada dikamarnya aku tidak bisa menghubunginya. Bisa kah kau menanyakan pada chanyeol apakah ia bersama baekhyun?" Kata Taeyeon panjang lebar.
"Baik. Jangan matikan panggilan mu ne" ujar nyonya park. "Yeobo coba hubungi chanyeol." Suruh nyonya park pada suaminya.
Tuan park segera menghubungi Chanyeol.
"Kau tenang dulu ne, jangan panik. Aku yakin baekhyun pasti bersama Chanyeol." Ujar nyonya park mencoba membuat Taeyeon tidak mengkhawatirkan putrinya lagi.
"Ne, Appa" terdengar suara khas milik chanyeol dari ponsel tuan Park.
"Chanyeol ini eomma. Jawab dengan jujur." Tegas nyonya Park. "Apa sekarang kau bersama Baekhyun? Tanya nyonya park
"Ne eomma aku bersama baekhyun" jawab Chanyeol.
"Sekarang kalian dimana?" Tanya nyonya park lagi.
Chanyeol menghela nafasnya, "Aku sedang dirumah sakit Seoul dekat apartemen Baekhyun. Baekhyun sakit jadi aku menolongnya." Ucap Chanyeol.
"Ya tuhan. Chanyeol kalian tidak sedang mengaborsi anak-kan?" Tanya nyonya park panik dan tak kalah khawatir dari taeyeon.
"Aniyo eomma. Kalau tidak percaya kalian bisa datang sendiri ke rumah sakit Seoul, kamar VVIP" jawab chanyeol tegas.
"Uri baekhyun," ucap taeyeon sambil mengakhiri panggilannya.
"Memangnya baekhyun sakit apa?" Tanya tuan park dengan suara beratnya.
"Baekhyun sakit karena aku appa. Tadi pagi aku memesankan cappucino untuknya, tapi ternyata baekhyun tidak bisa minum-minuman yang menggandung cafein appa." Jelas Chanyeol.
"Lalu bagaimana keadaan baekhyun sekarang?" Tanya tuan park.
"Baekhyun sekarang sedang tidur kata dokter dia sudah baik-baik saja." Jawab chanyeol lagi.
"Baiklah chan. Eomma dan Appa akan segera kesana." Seru nyonya Park.
"Aish tidak usah eomma, jika baekhyun sadar ia sudah boleh untuk pulang." Tolak halus chanyeol.
"Anni, eomma dan appa akan kesana. Tunggu kami ne. Pai uri Chanyeollie" ujar Nyonya Park sambil mengakhiri panggilannya.
"Nanti kami akan memberitahumu untuk kelanjutan rapat keluarga ini." Katanya nyonya Park
"Kajja chagi, kita harus kerumah sakit sekarang" ujar nyonya park menyeret suaminya keluar dari kediaman rumah do.
…
Untuk kesekian kalinya chanyeol menatap wajah tenang baekhyun yang sedang tertidur pulas. Tapi wajah baekhyun mengingatkan seseorang dimasa lalu chanyeol.
"Yeolli," gumam baekhyun sambil tersenyum.
"Cih, masih sempat-sempatnya menyebut nama namja lain disaat seperti ini." Chanyeol berdecak kesal. Ia mengusak rambutnya kesal, hatinya terasa sakit saat baekhyun menyebutkan nama laki-laki lain selain dirinya.
"Aish ada apa dengan diriku, kenapa aku jadi kesal seperti ini" eluh chanyeol sambil menjambak-jambak rambutnya.
Pintu kamar inap baekhyun diketuk. Tak lama muncul wanita yang tidak asing lagi bagi Chanyeol. Chanyeol segera bangun dari duduknya dan memberikan salam pada Taeyeon. "Ahjumma silahkan duduk" Chanyeol mempersilahkan Taeyeon untuk duduk.
"Chanyeol terima kasih ya sudah menjaga baekhyunku" ucap taeyeon sambil membelai rambut baekhyun.
"Ah, tidak ahjumma. Baekhyun sakit juga karena aku. Aku minta maaf yah ahjuma sudah membuatmu jadi susah." Sekali lagi chanyeol membungkukan badannya.
"Sudah tidak apa-apa chanyeol. Aku bersyukur kamu sangat perhatian pada putriku." Ucap taeyeon sambil mengelus dahi putrinya.
"Ne"
"E eomma" panggil baekhyun dengan suara seraknya.
"Sudah bangun sayang? Apa yang kamu rasakan sekarang?" Tanya taeyeon berurutan.
Baekhyun tersenyum, "Aku sudah tidak apa-apa eomma," Baekhyun melihat chanyeol yang sedang berdiri disamping eommanya, ia tersenyum. "Terima kasih yah chagi, maaf kalau aku membuatmu repot dan khawatir."
"Cih, harusnya kau bilang kalau kau tidak bisa minum kopi" cetuk chanyeol kesal.
"Aish, anak muda selalu bertengkar hihi, kalian mengingatkanku pada masa mudaku bersama appamu baek" seru nyony byun.
"Eomma, jangan seperti itu" eluh baekhyun.
Nyonya Byun hanya tertawa saja melihat baekhyun yang sedang malu seperti ini membuatnya tertawa dan melepaskan rasa khawatirnya. "Ah, eomma beli susu strawberry untukmu sayang, cepat diminum" ucap nyonya Byun menyodorkan sekotak susu strawberry untuk putrinya.
Dengan senang hati baekhyun menerima susu strawberry yang diberikan oleh eommanya, "Terima kasih eomma," Nyonya Byun juga memberikan sekotak susu rasa pisang untuk Chanyeol.
M
"Eoh, Ahjumma bagaimana kau tau aku suka susu rasa pisang?" Tanya Chanyeol dengan polosnya.
"Dulu sebelum Baekhyun lahir, saat umurmu sekitar satu tahun. Eommamu sering sekali membelikanmu susu rasa pisang" jawab Nyonya Byun sambil tersenyum. "Kau bahkan sering marah jika tidak dibelikan susu rasa pisang" sambung nyonya Byun.
"Aish, aku malu sekali" eluh Chanyeol menggaruk-garuk kepalanya.
Taeyeon tertawa kecil, "Memang memalukan sekali." Tambahnya, sementara itu baekhyun yang memperhatikan eommanya dan chanyeol hanya bisa tersenyum kecil. Yang ada dipikirannya bagaimana jika taeyeon tahu kalau baekhyun dan chanyeol hanya berpura-pura pacaran saja hanya untuk menolak perjodohan mereka.
"Aish, ahjumma jangan katakan itu didepan pacarku, aku malu sekali" rajuk chanyeol
"Ne, ne aku tidak akan berkata apapun lagi sekarang jagalah baekhyun." Ujar taeyeon bangun dari duduknya. "Appamu sebentar lagi akan sampai, eomma harus memasak makan malam untuknya, jika sudah baikan cepatlah pulang ne, eomma tidak mau membuat appamu khawatir karenamu." Taeyeon mengelus rambut baekhyun.
"Ne, Chanyeol akan mengantarku pulang eomma" kata baekhyun sambil menyedot habis susu strawberrynya.
"Eomma pulang kalau begitu" pamit taeyeon.
Baekhyun menatap punggung eommanya yang sudah menghilang dibalik pintu. Sekarang hanya ada Chanyeol dan Baekhyun di dalam kamar itu. Mereka saling diam, rasa canggung mulai menyelimuti mereka. Baekhyun menunggu chanyeol untuk berbicara, tapi sebaliknya chanyeol juga menunggu baekhyun berbicara.
Chanyeol menyedot habis susu yang diberikan oleh eomma baekhyun, kemudian membuangnya. "Aku lapar, mau kubelikan apa?" Tanya chanyeol akhirnya mengalah.
Baekhyun menggelengkan kepala, "Aku belum mau makan, kau saja yang makan. Makan yang banyak ya baby monkey." Ujar baekhyun diiringi tawa riangnya.
"Dasar," eluh chanyeol sambil menutup pintu kamar baekhyun.
Baekhyun terdiam setelah melihat kepergian chanyeol, ia berpikir tentang kejadian hari ini, dimana chanyeol terlihat mengkhawatirkan dirinya, tentang keakraban eommanya saat bersama chanyeol. Baekhyun berpikir bagaimana jika kepura-puraan ini diketahui oleh eommanya, itu pasti sangat menyakitkan hati eommanya, begitu juga dengan hati semua orang termasuk kyungso dan jongin.
Baekhyun merebahkan tubuhnya keranjang rumah sakit kemudian menarik selimut hingga tubuhnya tenggelam dalam selimut. Hatinya dipenuhi dengan kegundahan saat ini. Ia kembali menutup matanya.
Bunyi pintu kamar baekhyun terbuka, terdengar suara berisik dari sang pembuka pintu. "Baekhyun, apa kau tidur?" Tanya suara khas milik nyonya park. "Dimana chanyeol?" Tanya tuan park pada istrinya.
"Aku tidak tau sayang," jawabnya. "Sssst jangan berisik sepertinya baekhyun sedang tidur" ujar nyonya park.
"Arraso, chagi" gumam kecil tuan park.
