(PREPARATIONS)

Setelah mendapat kesediaan Kyungsoo untuk ikut berlibur bersama Jongin dan Jungkook, keesokannya mereka segera menuju Busan untuk meminta ijin kepada orangtua Kyungsoo. Gadis itu bilang ingin meminta ijin kepada orangtuanya yang ada di Busan dan Jongin mengiyakan lalu mengantarkan Kyungsoo pada Minggu pagi.

Mereka berangkat saat matahari belum muncul ke permukaan, tepatnya pukul 5 pagi. Jongin beralasan bahwa ini hari libur jadi takut memakan waktu yang lama dijalan. Kyungsoo yang memang hanya tinggal duduk hanya mengiyakan sementara Jungkook jangan ditanya. Anak itu akan ikut dimana pun tempatnya dan kapan pun jamnya asal itu bersama Kyungsoo.

Beruntung mereka berangkat saat pagi buta jadi mereka bisa menghindari adanya kemacetan dijalan. Tidak membutuhkan waktu lama, Audy Jongin berhenti tepat didepan rumah bibi Kyungsoo yang di Busan tiga setengah jam kemudian.

Selama perjalanan Kyungsoo dan Jungkook hanya tidur karena mereka memang masih mengantuk dan membiarkan Jongin menyetir sendirian. Baru setelah masuk kawasan Busan Kyungsoo dan Jungkook bangun. Sebelum mereka melanjutkan kedaerah rumah bibi Kyungsoo, Jongin terlebih dahulu menepikan mobilnya untuk mengajak mereka sarapan.

Kembali ke depan rumah bibi Kyungsoo...

Kyungsoo keluar dari dalam mobil dan berdiri didepan pintu rumah bibinya. Gadis itu masih menunggu Jongin yang masih berjalan dibelakang dengan menggendong Jungkook sebelum mengetuk pintunya. Setelah Jongin berdiri disebelahnya Kyungsoo mengetuk pintu sebanyak tiga kali.

Tokkk... Tokkk... Tokkk...

Setelahnya terdengar suara orang berteriak 'Sebentar' dari dalam. Kyungsoo tersenyum ketika mendengar itu suara ibunya. Dan tak lama pintu dibuka oleh seseorang dari dalam. Orang yang membuka pintu itu sedikit terkejut dengan tamu tak terduganya.

Kyungsoo tersenyum lebar melihat ibunya yang terlihat tengah terkejut sekarang karena kedatangannya dengan Jongin serta Jungkook ke Busan. Dan terkejutan ibu Kyungsoo harus berhenti saat Jungkook sudah berteriak menyapa.

"Halmoni~" teriak anak itu ceria. Ibu Kyungsoo yang mendengar suara cempreng Jungkook langsung tersenyum dan merentangkan tangannya dan menyambut Jungkook kepelukannya.

Setelah Jungkook berpindah tangan ketangan ibu Kyungsoo mereka langsung disuruh untuk masuk kedalam dan ibu Kyungsoo memlih untuk kebelakang memanggil ayah serta bibi Kyungsoo. Namun sebelum ibu Kyungsoo pergi ternyata Tuan Do sudah keluar dulu karena mendengar ribut-ribut diluar.

"Oh, Kyungsoo? Jongin? bagaimana kalian bisa disini?" tanyanya kebingungan, namun kebingungannya itu harus diintrupsi dengan teriakan Jungkook lagi.

"Haraboji~ kenapa tidak menyapa Kookie juga!" protesnya. Ayah Kyungsoo yang baru sadar kalau ada Jungkook digendongan istrinya. Lelaki paruh baya itu segera mengambil alih Jungkook dan mencium pipi bulatnya.

"Aigoooo, maafkan haraboji ne... haraboji tidak melihat kookie tadi." Ucapnya menyesal. Sementara Jungkook yang sudah berada digendongannya hanya tersenyum lebar karena dihadiahi ciuaman bertubi-tubi dari ayah Kyungsoo.

"It's okey haraboji.."

Dan setelahnya, mereka berdua –ayah Kyungsoo dan Jungkook- pergi belakang untuk melihat kebun dan ternak.

Kyungsoo yang melihat ayahnya pergi begitu saja jadi cengo sendiri. Hei... disini dia anaknya, tapi kenapa setiap ada Jungkook ibu dan ayah Kyungsoo selalu melupakannya. Lihat saja bahkan ibu Kyungsoo juga langsung menyusul suami dan cucu aku-akuannya. Jadi dia hanya ditinggal berdua disini bersama Jongin. bahkan ibunya tidak memberinya minum atau apa dan malah meninggalkannya begitu saja. Jadi, apa Kyungsoo harus membuat minumannya sendiri?

"Jongin oppa, maafkan ayah dan ibuku tiba-tiba pergi begitu saja membawa Jungkook tanpa membuat menyediakan apapun." Ucap Kyungsoo tak enak. Oke, sebenarnya 2 hal yang membuat Kyungsoo kurang nyaman. Hal pertama karena sungkan dengan kelakuan ayah ibunya. Sedang hal kedua lidahnya serasa gatal saat memanggil lelaki itu oppa. Demi apa, jika bukan karena alasan terlalu formal yang digadang-gadang Jongin, Kyungsoo tidak akan mau memanggil lelaki itu oppa.

Jongin hanya tersenyum melihat kecanggungan Kyungsoo yang hanya ditinggal sendiri dengannya.

"Tidak apa Soo. Seharusnya aku yang meminta maaf karena Jungkook yang terlalu manja dengan orangtuamu."

Kyungsoo segera mengibas-ngibaskan tangannya.

"Tidak. Bukan itu oppa. Hanya saja memang dasar orangtuaku yang selalu berlebihan jika ada Jungkook."

Jongin yang ingin balas menyanggah harus menggantungkan ucapannya diudara saat Kyungsoo berdiri.

"Tunggu disini sebentar oppa, aku akan membuat minuman dulu dibelakang."

Jongin hanya tersenyum memperhatikan Kyungsoo yang mulai menghilang dibelakang dinding.

"Syukur jika orangtuamu menyukai anakku. Setidaknya itu mempermudah semua." Gumam Jongin sendiri.

.

Tidak banyak hal yang dilakukan Jongin, Kyungsoo serta Jungkook di Busan selain meminta ijin untuk membawa Kyungsoo berlibur ke Jeju.

Keluarga ibu Kyungsoo yang ada disana menyambut baik kedatangan Jongin karena sifatnya yang ramah dan sopan. Bahkan bibi Kyungsoo yang sedang sakit pun masih sempat-sempatnya berbisik menggoda Kyungsoo tentang Jongin dan Jungkook.

"Hei itu kekasihmu dan calon anakmu? Aigooo, Kyungie pintar sekali memilih pendamping eoh?"

Dan Kyungsoo hanya bisa protes mendumel kepada bibinya yang cekikikan sendiri karena berhasil membuat pipi Kyungsoo jadi merona merah.

Niat awal mereka akan pulang ke Seoul saat matahari sudah mencapai kepala atau jam 1 siang. Namun semuanya harus ditunda saat ada insiden 'saling menggilir Jungkook'.

Sedikit konyol memang. Keluarga besar ibu Kyungsoo memang tinggal di Busan. Jadi saat Jungkook dibawa ayah Kyungsoo berkeliling, anak itu seketika menjadi artis dadakan disana. Beruntung keluarga besar dari ibu Kyungsoo tak ada yang mempermasalahkan Jungkook. Mereka malah menggilai anak itu. Anak itu dibawa dari rumah satu kerumah lain. Diberi makanan dan diberi mainan. Jadi saat ayah Kyungsoo pulang dengan Jungkook, anak itu menenteng banyak mainan dan makanan.

"Noona lihat, Kookie punya banyak makanan." Adunya kepada Kyungsoo saat sampai dirumah bibi Kyungsoo.

Kyungsoo yang sedang menemani ibu dan bibinya mengobrol dengan Jongin pun dibuat kaget melihat anak itu pulang membawa beberapa kantung keresek ditangannya.

"Eoh, Kookie dapat dari mana?"

"Kookie dapat dari ahjumma-ahjumma dan ahjussi-ahsujji disana." Ceritanya dengan semangat.

Kyungsoo yang sedikit bingung melihat kearah ayahnya meminta penjelasan.

"Tadi ayah membawanya main kerumah-rumah paman dan bibimu. Dan mereka memberikan itu karena Jungkook yang menggemaskan."

Kyungsoo kembali melihat anak kecil dipangkuannya yang tengah memakan permen coklat dan tersenyum lebar kearah Kyungsoo.

Melihatnya Kyungsoo ikut tersenyum karena bersyukur anak ini banyak disayangi oleh orang-orang.

.

Tepat pukul 5 sore Kyungsoo, Jongin serta Jungkook akhirnya pulang menuju Seoul. Sedikit memalukan menurut Kyungsoo karena sebelum mereka pulang ayah Kyungsoo terus menggendong Jungkook dan enggan menyerahkannya ke Kyungsoo. Beruntung Kyungsoo memiliki ibu bak ibu peri yang dengan mudah membuat ayah Kyungsoo melepas Jungkook. Terlihat berlebihan memang, tapi hal itu selalu terjadi jadi Kyungsoo sudah tidak terlalu kaget.

Mereka sampai di Seoul pada pukul 9 malam di mansion kim. Kyungsoo memang diminta untuk bermalam disana karena Jongin harus terbang ke Jeju terlebih dahulu nanti pukul 11 malam. Kyungsoo sebenarnya sedikit kasihan karena pasti Jongin lelah setelah menyetir sendiri dari Seoul-Busan kembali lagi Busan-Seoul padahal dia malamnya harus terbang ke pulau lain.

Jadi karena rasa tidak enak itu, Kyungsoo berinsiatif untuk membantu Jongin untuk mengepak pakaiaannya.

Jungkook sudah tidur. Malam ini anak itu meminta untuk ditidurkan di kamar Jongin. jadi Kyungsoo harus mengepak pakaian Jongin secara pelan-pelan agar tidak menganggu tidur anak itu. Sementara Jongin sendiri sedang mandi didalam.

Jujur sebenarnya Kyungsoo lelah namun mau bagaimana lagi, gadis itu tidak tega membiarkan Jongin mengepak pakaiannya sendiri kedalam koper. Sementara koper Jungkook sudah dipersiapkan sedari kemarin oleh Kyungsoo. Berhubung ini liburan mendadak jadi mereka tidak memiliki persiapan yang terlalu matang.

Tepat saat Kyungsoo menarik zipper kopernya, Jongin keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang bersih dan wajah yang lebih segar.

"Oh, kau sudah selesai mengepak bajuku?" Kyungsoo mendongak lalu tersenyum simpul dan mengangguk.

"Ya, masih ada yang oppa butuhkan lagi?"

Lelaki itu menggeleng. "Tidak, kurasa sudah semua kusebutkan tadi." Kyungsoo hanya mengangguk lalu berdiri.

"Soo-ya, terima kasih karena sudah mau membantuku membereskan baju."

"Gweanchanayo oppa, bukan hal yang besar. Oh ya kapan pesawat oppa akan tag off?"

Jongin melirik jam dinding dikamarnya. "masih satu setengah jam lagi. kenapa?"

Kyungsoo sebenarnya sedikit ragu mau menanyakan ini, hanya saja dia tidak tega membiarkan Jongin terbang dengan perut kosong.

"Emmm, mau ku buatkan makanan? Kurasa para maid sudah pergi tidur dan oppa belum makan apapun setelah dari busan tadi. Jadi, jika oppa mau aku bisa membuatkan sesuatu untuk oppa makan." Cicit Kyungsoo, gadis itu melirik Jongin yang hanya diam jadi dia langsung menambahkan. "Tapi jika oppa tidak mau juga tidak apa-apa." Sergahnya.

"Sungguh tidak apa-apa?" tanya lelaki itu.

Kyungsoo yang tadi hanya menunduk langsung mendongak, "Ye?" tanyanya.

"Apa tidak apa-apa aku merepotkanmu membuat makanan?"

"Tidak apa-apa karena aku juga yang menawarinya."

"Baiklah jika tidak merepotkanmu." Ucap Jongin sembari tersenyum kearah Kyungsoo.

Kyungsoo yang tepat didepannya langsung dibuat gugup sendiri melihat senyuman manis Jongin. entah kenapa Kyungsoo merasa pipinya jadi panas juga jantungnya yang tiba-tiba berdetak tak wajar. Oh... efek apa ini?

"A-aku kedapur dulu" ucap Kyungsoo gugup.

Jongin hanya tersenyum melihat tingkah Kyungsoo yang gugup. Sebenarnya Jongin juga melihat semu merah muda dipipi gadis itu. Mungkin jika dia lupa bahwa ada akannya dikamar ini, lelaki itu akan berteriak senang karena berhasil membuat Kyungsoo perhatian kepadanya.

Oke, semoga mereka semakin dekat setelah ini.

.

.

.

.

.

DAY 1 - DEPARTURE

Kyungsoo dan Jungkook tiba dibandara kedatangan Jeju pada pukul 14.30 KST. Mereka berdua memang mengambil penerbangan siang karena Kyungsoo yang masih memiliki tanggungan tugas kepada Dosen musiknya sebelum melakukan minggu tenang sebelum ujian akhir semester.

Sedikit ada insiden tadi sebelum keberangkatan. Bagaimana Sehun yang merengek ingin ikut tapi tidak bisa karena dia ada tugas melakukan penggalang amal selama seminggu penuh disetiap kota di Seoul. Dan Sehun tidak bisa mangkir karena dia adalah panitia inti dari amal tersebut. Jadi lelaki itu hanya bisa merengut selama mengantar Kyungsoo dan Jungkook tadi dibandara.

Beda Sehun beda Jongdae. Entah bagaimana bisa teman idiotnya itu pergi kebandara masih mengenakan piyama spongebob nya hanya karena 'oleh-oleh'

Entahlah temannya itu benar-benar konyol. Bagaimana bisa dia baru bangun padahal matahari sudah berda diubun-ubun dan lari dengan terbirit-birit kebandara karena meminta oleh-oleh. Apa dia tidak berfikir untuk menghubungi Kyungsoo menggunakan ponselnya? Entah Kyungsoo sepertinya harus mengkaji ulang untuk sekiranya masih berteman atau tidak dengan si muka kotak itu.

Semua drama itu berakhir tepat saat seseorang memberitahu dispeaker bahwa pesawat yang akan Kyungsoo dan Jungkook tumpangi akan segera tag off.

Dan disinilah Kyungsoo sekarang. Berdiri dengan menggandeng Jungkook disebelah kirinya sedang tangan tangannya mendorong kereta barang.

Gadis itu melihat mana kira-kira orang yang diutus Jongin untuk menjemputnya dengan Jungkook. Sampai Kyungsoo melihat disana ada lelaki yang masih mengenakan seragam kerjanya tengah melambai kearah Kyungsoo dan Jungkook.

"Eoh, papa!" Jungkook otomatis langsung berlari kearah pria yang dipanggilnya papa itu. Sementara Kyungsoo hanya bisa menggeleng melihat tingkah Jungkook.

"Hei, bagaimana perjalanannya apa menyenangkan?" tanya Jongin kala Jungkook sudah naik kegendongan tangannya. Anak itu mengangguk.

"Ya, Kookie tadi terbang tinggi bersama noona." Jongin hanya tersenyum mendengar ocehan anaknya. Ketika matanya melihat Kyungsoo mendekat sambil mendorong kereta barang, Jongin langsung mengambil alih.

"Biar aku yang bawa."

"Tidak usah oppa. Biar aku sa_" perkataan Kyungsoo harus terpotong karena Jongin dengan seenaknya langsung mendorong kereta barangnya dan melenggang begitu saja bersama Jungkook.

Kyungsoo jadi kesal sendiri dengan sikap seenaknya Jongin. sekarang Kyungsoo tau dari mana seenaknya Jungkook berasal.

Jadi gadis itu hanya bisa menghentakkan kakinya dan menggerutu mengikuti Jongin dan Jungkook yang sudah berada jauh didepannya.

.

Tak perlu memakan waktu lama dari bandara ke hotel tempat Kyungsoo akan menginap selama liburan. Mereka sampai didepan pintu hotel. Jongin menyerahkan kunci mobilnya begitu saja saat diturun dan menggiring Kyungsoo untuk masuk kedalam.

Sungguh, ini pertama kalinya Kyungsoo menginjak hotel semewah ini. sedikit mendapat bocoran tadi Jongin sempat bilang bahwa hotel ini adalah salah satu cabang milik Jongin. jelas Kyungsoo terkejut. Bahkan gadis itu mengira-ngira seberapa kayanya lelaki disebelahnya ini, namun pikirannya itu tidak menemukan titik temu dan malah membuat kepalanya jadi pusing. Dan kyungsoo memilih untuk berhenti memikirkannya dan mengikuti Jongin membawanya kemana.

Jongin menggiringnya menuju lantai 14 menenggunakan lift. Setelah menunggu beberapa saat Jongin kembali menuntunnya kearah sayap kanan menuju kamar nomer 1412 yang Kyungsoo yakini adalah kamarnya.

Kyungsoo dipersilahkan masuk kekamar tersebut. Dan betapa Kyungsoo dibuat tercengang dengan isi dikamar itu. Demi apa, menurut Kyungsoo ini tidak terlihat seperti kamar hotel. Ini lebih terlihat seperti apartemen. Hanya saja kamar ini hanya memiliki satu kamar tidur.

Fasilitasnya benar-benar lengkap. Mulai dari ruang tamu hingga tv layar datar sekitar 50 inc. Ada dapur juga. Ada balkon yang langsung menghap kearah laut. Sempurna.

"Bagaimana? Apa kau menyukai kamar ini?" tanya Jongin ragu karena Kyungsoo sedari tadi hanya diam memperhatikan kamar ini tanpa mengeluarkan satu katapun.

"Ini benar-benar menakjubkan." Dan Jongin merasa lega karena komentar Kyungsoo.

Gadiis itu sudah sibuk dengan koper-kopernya. Mulai mengeluarkan pakaian Jungkook dari koper hendak memasukkannya kedalam lemari sebelum Jongin mulai mengintrupsi kegiatannya itu.

"Kyungsoo-ya, aku ingin berbicara sesuatu."

Kyungsoo mulai menghentikan aktifitasnya dan menatap kearah Jongin.

"Bicaralah oppa"

"Emmm, ini sebenarnya tentang kamar ini." kyungsoo yang sudah selesai memasukkan pakaian Jungkook dan beralih kekopernya harus berhenti dan diam memandang Jongin.

"Memang.. ada apa dengan... kamar ini?"

Jongin memandang kyungsoo sebentar dengan pandangan tidak enak.

"Sebenarnya, hanya kamar ini yang tersisa dari seluruh kamar yang berada dihotel ini."

Kyungsoo membulatkan matanya mendengar ucapan Jongin. "MWO?! Yang benar saja! Masa iya hotel sebesar ini tidak memiliki kamar barang tersisa satu pun!"

Oke, Kyungsoo mulai protes sekarang. Hei, apa maskudnya tidak ada kamar satupun? Yang benar saja. Katakan ini hanya lelucon kepada Kyungsoo.

"Tapi sungguh memang tidak ada yang tersisa satupun. Kau bisa tanyakan kepada reseptionis."

"Bukankah kau pemilik hotel ini?" Jongin mengangguk. "Lantas bagaimana bisa seorang pemilik hotel kehabisan kamar ditempatnya sendiri?" ucap Kyungsoo dengan nada jengkel.

"Aku memang pemilik tempat ini tapi tidak mungkin aku mengusir tamu ku yang menyewa kamar. Dan jangan lupakan bahwa liburan ini mendadak, aku dulu jauh-jauh hari hanya reservasi satu kamar dan tidak tau bahwa Jungkook akan meminta liburan disaat pengunjung hotel sudah membeludak."

Kyungsoo jadi semakin pusing mendengar penjelas Jongin yang intinya tidak ada kamar untuknya.

"Lalu? Aku bagaimana?" tanya Kyungsoo.

"Kau bisa tinggal disini bersama kami. Aku bisa tidur disofa." Ucap Jongin.

Kyungsoo segera menggeleng. "Tidak-tidak-tidak! Kau pemiliknya, jadi tidak boleh tidur disofa." Tentang Kyungsoo. Sementara Jongin dibuat bingung sendiri. "Lalu bagaimana?"

"Aku akan mencari hotel yang lain kalau begitu." Putus Kyungsoo. Jongin yag ingin melarang dibuat diam saat Kyungsoo berdiri dan mulai menyeret kopernya.

Tapi saat Kyungsoo sudah hendak berdiri didepan Jongin dan berniat pamit. Seorang anak laki-laki kecil menghampirinya dan menghadang jalannya.

"Noona mau kemana?" tanya anak itu.

Kyungsoo berjongkook menyamakan tinggi dengan Jungkook. "Noona harus pergi mencari hotel lain. Kookie tetap disini ne, bersama papa."

Mendengar itu Jungkook langsung menggeleng keras, membuat rambutnya bergoyang kekanan dan kekiri. "Andwe! Noona tidak boleh pergi!"

Kyungsoo mencoba untuk memberi pengertian kepada Jungkook tapi anak itu masih keras kepala dan tidak mau mengerti. Sungguh kepala Kyungsoo pusing harus mencari alasan apa lagi, dan kembali dibuat pusing dengan Jungkook yang sudah menangis keras dihadapannya.

Jongin yang mencoba menenangkannya harus terkena akibatnya karena anak itu terus menendang dan menangis kearah Kyungsoo.

Kyungsoo bingung, otaknya berhenti tiba-tiba rasanya. Jadi menghindari akibat lebih fatal lagi Kyungsoo pun mengiyakan untuk tinggal.

"Oke.. oke.. noona akan tinggal. Jadi Kookie diam ne?"

Dan ajaibnya kata-kata itu langsung membuat Jungkook diam tanpa ada isakan tersisa satupun.

"Sungguh?" kyungsoo hanya bisa mengangguk sambil tersenyum lemah. Jungkook langsung tersenyum senang dan memekik bahagia digendongan Jongin.

Jongin yang menyadari muka Kyungsoo yang kusut dan terlihat lelah akhirnya menyuruh Kyungsoo untuk mandi.

"Mandilah terlebih dahulu dengan air hangat. Kau lelah sehabis perjalanan jauh."

Kyungsoo yang malas berdebat hanya mengangguk dan berlalu kekamar mandi setelah mengambil baju dan peralatan mandinya dikoper.

Setelah pintu ditutup dan terdengar suara air dinyalakan. Kini berarti tinggal Jungkook dan Jongin di kamar itu.

Kedua ayah dan anak itu saling melempar pandang. Lalu keduanya ber-high five.

"Yeach... papa kita berhasil" bisik Jungkook. Sementara ayah anak itu mengangguk. "Ya, aktingmu benar-benar bagus boy."

Dan setelahnya yang terjadi hanya Jongin dan Jungkook yang terkikik senang karena rencananya berhasil.

Oh, apa ini hanya jebakan yang dilakukan duo ayah anak ini?

.

Tidak ada yang dispesial dihari pertama ini. kyungsoo hanya menghabiskan waktunya dikamar dengan Jungkook sedang Jongin kembali bekerja setelah tadi mengantar Kyungsoo dan Jungkook.

Lelaki itu hanya berpesan agar keduanya beristirahat karena perjalanan yang mereka lakukan pasti cukup menguras stamina mereka.

Sebenarnya tadi, setelah makan malam. Kyungsoo dan Jungkook sempat berjalan-jalan disekitar hotel. Mereka berjalan disepanjang pesisir pantai. Melihat orang-orang yang sibuk berlalu lalang dipinggir pantai. Merasa udara semakin dingin. Kyungsoo akhirnya menggiring Jungkook untuk kembali masuk kedalam hotel.

Mereka berbaring diatas tempat tidur karena Jungkook yang sudah tidur terlebih dahulu dipelukan Kyungsoo. Ini sudah pukul 9 malam dan Jongin masih belum pulang. Tadi memang Jongin bilang akan pulang terlambat karena masih ada rapat sampai malam jadi tidak perlu menunggu lelaki itu untuk makan malam.

Saat Kyungsoo masih diam berfikir, tiba-tiba gadis itu mendengar suara pintu kamar hotel dibuka.

Kyungsoo yang tau siapa itu langsung pura-pura tidur dengan memejamkan matanya.

Suara derap langkah semakin mendekat kearah ranjang yang ditiduri Kyungsoo. Gadis itu merasakan beban kasur bertambah diseblah kiri Jungkook. Sedikit melirik, Kyungsoo dapat melihat Jongin disana yang sedang mengelus surai anaknya sambil tersenyum lalu mencium keningnya kemudian.

Lalu setelahnya tangah besar lelaki itu beralih ke pipi Kyungsoo. Membuat Kyungsoo semakin memejamkan matanya erat dan menahan nafasnya.

Tak beberapa lama Kyungsoo merasa tangan itu sudh hilang dari pipinya, membuatnya sedikit tenang karena jantungnya tak berdetak sekeras tadi.

"Jaljayo~" bersamaan dengan suara lirih Jongin. kyungsoo merasakan seseorang menarik selimut menutupi tubuhnya hingga batas dada.

Dan saat Jongin sudah menjauh, Kyungsoo membuka matanya.

"jalyao Jongin-ah"ucap Kyungsoo saat Jongin sudah pergi. Kyungsoo tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya kepada Jungkook.

Tanpa Kyungsoo tau, seseorang mendengarnya dibalik dinding sembari tersenyum.

.

.

.

.

.

DAY – 2

Ini hari kedua Kyungsoo berada di Jeju. Tidak banyak yang terjadi pagi ini. kyungsoo akan bangun jam setengah 6 pagi lalu menyiapkan sarapan untuk Jungkook dan Jongin. kenapa Kyungsoo yang menyiapkan bukan malah memesan saja di Hotel. Tentu alasannya pasti Jungkook. Lagi-lagi kemarin anak itu merengek tidak mau makan makanan hotel lagi. katanya kurang cocok dengan rasanya dan lebih suka dengan makanan buatan Kyungsoo. Kyungsoo hanya bisa menurut dari pada melihat Jungkook menangis seperti kemarin.

Saat Kyungsoo bangun gadis itu melihat Jungkook masih tidur dengan lelap disebelahnya. Kyungsoo membenarkan letak selimutnya lalu turun dari ranjang. Saat gadis manis itu keluar dari kamar, dia bisa melihat Jongin yang masih tidur dikursi dengan posisi kurang nyaman. Lihat saja panjang kursi tidak sebanding dengan panjang tubuh lelaki berkulit tan itu. Bahkan bantal dan selimut yang digunakan sudah pergi kemana-mana. Jadi dengan hati-hati Kyungsoo menghampirinya dan membenarkan letak selimut dan bantal Jongin.

Tepat pukul 6 pagi, sarapan yang Kyungsoo buat sudah siap. Tiga piring pancake tiga lapis dengan toping coklat dan madu sudah siap dimeja makan. Ditemani dengan dua gelas susu untuk Kyungsoo dan Jungkook sedang segelas kopi untuk Jongin.

Saat Kyungsoo membereskan peralatan dapur, gadis itu mendengar suara cempreng khas bangun tidur dari anak-anak menyapanya.

"Pagi noona..." kyungsoo tersenyum melihat rambut berantakannya. Ahhh menggemaskan sekali.

"Pagi juga sayang." Dihampirinya anak itu lalu mengecup pipi tembamnya. "Jagoan sudah bangun eoh?" anak itu hanya mengangguk dipelukan Kyungsoo dengan mata tertutup.

"Jja~ pergi kemeja makan dan biarkan noona bereskan ini dulu baru nanti setelahnya kita sarapan bersama." Setelah memberi satu kecupan dibibirnya, Jungkook berbalik menuju meja makan.

Kyungsoo kembali kepada kegiatan membereskan peralatan masaknya. Tak perlu waktu lama karena dia tidak menggunakan banyak alat tadi, akhirnya Kyungsoo selesai dan menghampiri Jungkook dimeja makan.

Disana Kyungsoo juga sudah melihat Jongin yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Ini masih pagi tapi kenapa Jongin sudah bersiap kerja?

"Aku ada rapat setelah ini dengan salah satu investor. Dia akan pergi nanti siang jadi harus pagi-pagi." Tanpa perlu bertanya, ternyata Jongin sudah menjelaskan terlebih dahulu.

Kyungsoo hanya mengangguk melihat Jongin yang hanya meminum kopinya dengan cepat tanpa menyentuh makanannya.

"Kau tidak makan?" lelaki yang tengah menghisap kopi itu menaruh cangkirnya sebelum bersiap akan berdiri.

"Eoh, maafkan aku. Akan tidak sempat jika aku ikut sarapan dulu jadi aku akan makan setelah rapat nanti saja."

Kyungsoo mendesah sedikit kecewa karena makanannya tidak dimakan. Tapi dia juga tidak tega melihat Jongin yang tengah sibuk melihat-lihat kertas-kertas ditangannya. Sepertinya itu bahan rapat nanti.

"Biar kubungkuskan. Oppa bisa memakannya dijalan."

Jongin tidak bisa mencegahnya karena Kyungsoo sudah berjalan membawa piring Jongin kebelakang untuk dibungkus.

Jongin melirik sekilas Jungkook yang masih sibuk dengan makanannya tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Ahhh anak itu benar-benar jiplakan Jongin kecil dulu yang akan lupa dengan apapun jika sudah bermasalah dengan makanan.

5 menit kemudian Kyungsoo kembali dengan satu kotak bekal makanan. Beurntung di hotel ini juga menyediakan kotak makanan dilemari piringnya. Jadi Kyungsoo tidak usah susah-susah memutar otak untuk mendapatkan kota makan disini.

Diberikannya kotak itu kepada Jongin yang sibuk memperhatikan Jungkook.

"Ini, makanlah nanti dijalan."

Jongin mendongak melihat Kyungsoo lali tersenyum. "Terima kasih."

Lelaki itu berdiri lalu mengecup kepala anaknya sebelum berpamitan.

"Aku berangkat dulu. Nanti aku akan menyuruh sopirku untuk membawa kalian bermain ke resort yang ku buat." Kyungsoo dan Jungkook hanya mengangguk patuh dengan pesan Jongin.

Saat Jongin hendak berbalik pergi, Kyungsoo mencegah Jongin dengan memanggilnya terlebih dahulu.

"Oppa dasimu." Ujar Kyungsoo. Jongin yang sadar langsung membenarkan dasinya tapi bukannya benar letak dasi itu semakin tak beraturan.

Jadi dengan inisiatif sendiri Kyungsoo berdiri, memutar melewati meja menghampiri Jongin dan membenarkan letak dasinya.

"Maaf, tapi begini lebih baik." Ucap Kyungsoo. Tanpa sengaja tatapan mata keduanya bertemu membuat mereka saling diam, hingga terdengar suara menjengkelkan yang membuat mereka menjauhkan badan satu sama lain. Siapa lagi jika bukan Jungkook tentunya.

"Uhhh manisnya..."

Mendengar ucapan itu Kyungsoo langsung mendelik lucu kearah Jungkook yang cekikikan bukannya takut. Demi apa? Apa barusan anak nakal itu menggoda Kyungsoo dengan Jongin?

Jongin yang tidak enak dengan aura Kyungsoo yang terlihat malu campur kesal akhirnya memutuskan untuk berpamitan sekali lagi dan pergi meninggalkan Kyungsoo dan Jungkook sendiri dikamar hotel itu.

"Hei, seperti kookie mau noona kasih pelajaran eoh?"

Jungkook yang melihat Kyungsoo sudah menyeringai langsung menghentikan tawanya dan segera berdiri gelagapan. "Sepertinya kookie butuh kekamar kecil noona." Dan anak itu kabur begitu saja untuk menghindari Kyungsoo.

Kyungsoo yang rasa kesal campur gemasnya mencapai keubun-ubun pun berteriak memanggil dan mengejarnya.

"Yakkk! Berhenti Kim. Noona pastikan jika noona mendapatkanmu akan menggelitikimu sampai kau menangis."

Selanjutnya kalian tau pasti apa, jika bukan adegan kejar-kejaran antara Jungkook dan Kyungsoo disepanjang kamar hotel hingga kedua lelah.

Ahhh sepertinya Jungkook butuh sarapan ulang karena makanannya sudah hilang terkuras saat dia main kejar-kejaran dengan Kyungsoo.

.

.

.

.

.

~Te Be Ce~

.

.

.

.

.

Haiiiii *kedip-kedip* :p

Oke oke oke, baby vee tau ini pendek tau tau tau. Tapi emang sengaja baby vee potong dari hari keduanya padahal hari keduanya mereka masih panjang sebenarnya tapi kayaknya cukup sampek sini dulu dichapter ini. Niat awal sih mau dibuat 2 bagian, tapi berhubung ini kayaknya panjangggggg jadi baby vee niat buat 3 part sendiri buat holiday kaisookook.

Holiday mereka belum bener-bener dimulai kok. Ini masih pembukaan, dan yang beneran bakalan entar di holiday part 2 nya. Sedikit bocoran, entar kaisookook bakalan main dipantai. Tau kan kalo kepantai wajib pakek kostum apa? Ehehehe. Liat kayak apa reaksi kai entar *senyumsetan*

Udah ah cuap-cuapnya. Baby vee capek, tugasnya numpuk banget minggu ini sama minggu kemarin smpek gak sempet up waktu malem minggu. Oke curhat bentar, masak iya baby vee dapet tugas kelompok yang ngerjain baby vee doang cobak. Kesel gak tu. Sementara yang jadi pasangannya baby vee itu alasannya banyakkkk banget kalo disuruh ngerjain. Oke baby vee kesel yang ini pakek banget, 2x tugas dan 2x itu juga yang ngerjain Cuma baby vee. Coba aja kalo gak gara-gara nilai ogah mah baby vee, enak banget dia Cuma nitip nilai sama nama sementara baby vee sendiri begadang n tanya-tanya temen. Oke fix itu beneran ngeselin. Kenapa harus dapet kelompok dia, 1 semester lagi. enak dong dianya. Tau ah baby vee kesel sumpah.

Dan yang paling nyebelinnya lagi itu, masak tadi baby vee jatoh kepleset dikampus dan sialnya itu banyak kating diketawain. Kalo jatoh ada temennya sih enak malunya ditanggung bareng, lha ini baby vee jatuh sendiri gara-gara lari-lari terus kepleset padhl udah diingetin sama temen-temen suruh jalan gak usah lari. Oke kalo itu salah baby vee sendiri sihh hehehe XD untung baby vee gak punya malu jadi belagak cengengesan aja meski diketawain. Kok jadi panjang ya ceritanya? Udah ahhh

Oke see you next chap, bye-bye :* :* :*

.

Thank's to :

Rizkinovitasari : Thank's to reviewnya beb, doain aja fast up terus :* || ucrittri : tenang, konflik mereka entar gak berat-berat amat kok, cukup buat kai merana bentar aja hahaha || Lovesoo : gws ya beb :* gua juga abis sakit gigi kemarin dan rasanya demi apa gak enak sumpah, thank's to reviewnya :* || Eunmi88 : baby vee mah bakalan fast up kalo dalam mood yang baik dan tak ada beban tugas, haha tapi diusahain fast up terus kok beb :* || erikaalni : konfliknya masih lama beb, masih beberapa chap lagi || ripusi1288 : etttt kan emang disitu baby vee main-mainnya, Soo itu intinya sehun iya kai juga iya kak wkwkwkwk oke maruk sih tapi tunggu ajalah, kalo masalah sookook gak ada pertumpahan tangis baby vee gak janji :p makasih juga buat review panjangnya kak, sebenernya baby vee sendiri juga suka kalo ada yang review panjang-panjang :v|| chansekyuu : ohhh makasih beb :* oke doain aja ya moga bisa fast up terus, amin || Dinadokyungsoo1 : gak punya kok kak, benar-benar pure adek bukan adek-adek an wkwkwk XD || babytaaa : ternyata gak nama aja kita yang sama, pikiran kita juga sama ternyata wkwkwk || Kyungie love : kalo gak usil bukan kookie namanya, entar makin lama malah makin kebangetan usilnya :v || 1 : oke ;) makasih review'annya :* || itsrain222 : ini udah dilanjut, cuman gitu kaisoo momentnya masih secuil haha || wulankai500 : Aminnnnnnn...! doain aja moga aja mereka cepet dikawinin wkwkwk XD || kim gongju : sayangnya doamu gak terkabul beb hiks ;( baby vee tugasnya numpuk dan itu buat mood berantakan sumpah, tapi baby vee tetep bakalan semangat oke makasih dukungannya :* || Yoosumarcel : bukan-bukan-bukan, itu kookie nya mintak waktu soo nya udah dianter pulang kai || kim kyo jim : sama-sama beb :D || ChocoSoo : di chap ini masih 20% dari moment mereka sendiri waktu liburan jadi sabar aja oke ;) hahahaha