DON'T
AUTHOR : Keun Yoon
.
.
.
.
.
.
Disclaimer : Author, S.M. ENT, God
Rate : Teen
.
.
.
NB: GS-ChanBaek EXO
This story is mine, hopefully enjoy the plot, may any risk on the story.
.
.
.
.
.
ENJOY!
.
.
.
.
.
CHAPTER NINE
AGAPE
.
.
.
.
Chanyeol mengambil ponsel miliknya dari saku kemeja karena ponsel itu bergetar dan berdering. Ia pun langsung mengangkat tanda telepon masuk dari ponsel itu karena kini ia tengah menyetir mobil
"halo?"
"Ch-chanyeol…"
Chanyeol mengernyit dan terdiam sejenak. Siapa perempuan yang meneleponku?
"ya? Ini saya sendiri"
"ah… sudah lama sekali rasanya"
"ini siapa?"
"aku Jaehee"
Chanyeol yang mengetahuinya memutuskan untuk memarkir mobilnya ke pinggir jalan raya.
"tumben sekali kau meneleponku, Jae"
Chanyeol dapat mendengar kekehan di sebrang telepon
"aku sedang menunggu hujan berhenti karena aku tengah terjebak. Karena aku bosan, aku mencoba meneleponmu"
"ah begitu… ada apa?"
"apa kau tengah sibuk? Aku ingin mendengar ceritamu yang tengah berada disana"
"tidak, tidak. kau berbicara seolah-olah aku sudah di negara lain, Jae"
"haha, benarkah?"
Chanyeol tersenyum dan berdeham "hm" mengiyakan pertanyaan Jaehee
"bagaimana hari-harimu di kampus, Chan?"
"seperti biasa, tugas kian menumpuk saja"
"hehe, aku pun juga begitu. Menyebalkan, bukan?"
"ya begitulah" jawab Chanyeol sambil mengedarkan pandangannya ke penjuru pejalan kaki dan toko-toko di sisi jalan raya
"bagaimana kabar Baekhyun? Aku sudah lama sekali tidak berinteraksi dengannya"
"aku sering menemuinya dalam keadaan baik-baik saja"
"ah syukurlah… jangan sampai ia salah pergaulan di kampus. Ia masih seperti adik kecil"
"kau berlebihan sekali Jae. Dia masih seperti dulu" Chanyeol yang tengah mengedarkan pandangan ke penjuru pejalan kaki mulai menyipitkan mata pada dua sosok yang membelakangi dirinya yang menurut Chanyeol familiar
"apa ia sudah mendapatkan kekasih?"
Chanyeol yang melihat dua sosok berlainan jenis kelamin dimana seorang pria tengah membawa seorang wanita—yang menurut Chanyeol itu adalah kekasihnya—dalam gendongan di punggungnya. Setelah melihat lebih jeli pada sosok wanita, ia berpikir bahwa itu adalah Baekhyun.
"Chan? kau disana?"
"y-ya aku masih disini"
"aku bertanya apa Baekhyun sudah memiliki kekasih?"
Seketika Chanyeol teringat pembicaraan Baekhyun dengan Hongki di lorong rak buku perpustakaan. Ia tak sengaja mendengarnya ketika ingin mengambil buku pinjaman untuk mengerjakan tugas
"a-aku tak tahu pasti, Jae"
"tak tahu pasti?"
Chanyeol melihat dua sosok itu tengah berhenti di pinggir jalan. Chanyeol sedikit melajukan mobilnya agar dapat melihat dua sosok itu dengan jelas. Ia melihat sosok pria memasukkan tubuh wanita ke dalam taksi. Pria itu masuk ke dalam taksi dan menutup pintu taksi. Matanya melebar melihat wajah dari samping sosok pria dari kaca mobil taksi
"Jae, aku ada keperluan mendadak jadi aku harus menutup teleponmu. Maafkan aku"
"begitukah? Kalau begitu tak apa Chan, lagipula hujannya sudah mulai reda"
"kalau begitu aku tutup, bye"
"bye, Chan"
Chanyeol langsung menancapkan gas mobilnya mengejar taksi tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
Chanyeol telah sampai di apartemen Baekhyun-Luhan. setelah memarkirkan mobilnya, ia segera menggendong tubuh Baekhyun ala bridal style.
"eungh…"
Tepat lenguhan Baekhyun mengeluarkan suatu bau mulut yang Chanyeol berpikir bahwa Baekhyun menghabiskan waktu kencan dengan Hongki ke suatu pub. Mengingat wajah pria itu membuat Chanyeol kembali naik darah
Setelah sampai di lantai apartemen Baekhyun-Luhan menggunakan lift ia sampai di depan pintu apartemen. Kini terdiam memikirkan cara agar Luhan segera membukakan pintu untuknya yang tengah menggendong tubuh Baekhyun
Tanpa basa-basi lagi, ia memencet bel menggunakan ujung hidungnya
Tak lama terdengar deritan kunci pintu yang terbuka dan terbukalah daun pintu menampilkan sosok Luhan yang tengah melongo. Chanyeol yang ditatap begitu hanya tersenyum canggung menyatakan bahwa kejutan yang dibawanya akan berdampak baik-baik saja untuk Luhan
Luhan langsung melebarkan pintu apartemennya
"bawa dia ke kamarnya" ucap Luhan. Chanyeol yang mendengar perintah langsung masuk dan melihat pintu terdapat tulisan 'BAEKHYUN'S ROOM—BOYS ARE NOT ALLOWED' langsung saja Chanyeol membuka pintu dan melirik penjuru kamar Baekhyun
Meja rias dengan isinya tak tertata
Baju kotor tergeletak di lantai dimana-mana
Lipatan selimut yang tak sempurna
Buku-buku pinjaman perpustakaan memenuhi meja belajar
Dan beberapa barang pendukung keadaan kamar Baekhyun seperti pasar tradisional
'pantas saja laki-laki tidak boleh masuk' batin Chanyeol
Chanyeol meletakkan tubuh Baekhyun ke atas kasur. Ia melepas sepatu yang dipakai Baekhyun dan meletakannya ke bawah ranjang lalu menarik lipatan selimut ke tubuh Baekhyun
"ada apa dengannya, Chan?" tanya Luhan yang tiba-tiba muncul di belakangnya
Chanyeol menceritakan apa yang ia alami sebelumnya hingga ia berhasil membawa Baekhyun pulang dengan selamat. Luhan yang mendengar cerita Chanyeol hanya menutup mulutnya karena kaget
"Hongki itu vokalis band mu itu, bukan?"
"iya. Aku yang tak sengaja mendengar pembicaraan Baekhyun dengan Hongki bahwa Hongki mengajak kencan Baekhyun tak tahu bahwa Baekhyun berujung begini"
Luhan menghela nafas "syukurlah kalau begitu. Aku sangat berterima kasih padamu, Chan"
"ya Luhan jangan percaya omongan tiang listrik itu"
Chanyeol dan Luhan terkejut oleh suara Baekhyun tiba-tiba mengikuti alur pembicaraan mereka. Baekhyun yang mencoba bangun tertahan oleh kepalanya tiba-tiba berdenyut sakit dan terasa pusing. Luhan yang melihat Baekhyun langsung menghampirinya
"kau sudah sadar? Apa yang kau rasakan sekarang?"
"ugh… pusing sekali, Lu" ucap Baekhyun lalu mencoba kembali bangun agar dapat berposisi duduk dengan bantuan Luhan
"ada apa denganmu? Mengapa kau pingsan?"
"ish… mengapa aku bisa berada disini?"
"Chanyeol mengantarmu pulang karena ia mengira bahwa Hongki itu ingin berbuat tak senonoh padamu jadi ia membuatmu pingsan karena minum banyak alkohol"
"eoh? Ku bilang jangan percaya pada omongannya. Aku tidak minum, tahu" elak Baekhyun sambil memegang kepalanya yang masih berdenyut
"buktinya mulutmu sedikit bau alkohol" ucap Chanyeol
"kau ke pub, ya?" tanya Luhan. Baekhyun pun menggeleng pelan
"tidak, bodoh. Aku pergi kencan ke aquarium dan kami makan siang ke restoran Jepang. Tiba-tiba aku merasa pusing dan semuanya gelap" ucap Baekhyun. Luhan yang mendengar pernyataan Baekhyun langsung mendelik tajam pada Chanyeol yang tersenyum canggung
"ma-maafkan aku. Aku kan hanya mengira begitu" ucap Chanyeol
"lalu mengapa kau sampai pingsan begitu?" tanya Luhan. Baekhyun menggeleng tidak tahu penyebabnya
"jangan-jangan kau makan di restoran Jepang yang memasak memakai alkohol, ya?" tanya Chanyeol
"sepertinya begitu" ucap Baekhyun acuh
"kau bodoh sekali! Kau mencoba bir kaleng milik Sehun sedikit saja sudah pusing. Makanan yang memasak pakai alkohol masa kau tak kenal baunya?"
"aku benar-benar lapar, Lu. Jadi walaupun ada bau aneh itu aku tak mempedulikannya"
"aish! Mengapa aku bisa punya teman bodoh sepertimu?"
"sudahlah, aku ingin tidur saja" ucap Baekhyun sambil mengerucut bibirnya. Ia kembali memposisikan tubuhnya terbaring dan menarik selimut hingga leher lalu membelakangi Chanyeol dan Luhan
.
.
.
.
.
.
"baiklah kalau begitu aku pulang"
"terima kasih, Chan. maafkan sikap Baekhyun, dia selalu saja begitu"
Chanyeol tersenyum simpul "iya tidak apa-apa, Lu. Aku pulang dulu"
"hati-hati, Chan" ucap Luhan dan Chanyeol meninggalkan pintu yang tertutup oleh Luhan
Beberapa saat kemudian Chanyeol sampai di rumah pamannya dimana ia tinggal selama ia kuliah. Setelah memarkirkan mobil, ia masuk ke dalam rumah yang cukup besar itu sepi oleh penghuni karena pamannya sedang bekerja. Jadi Chanyeol dengan leluasa menempati rumah itu karena hanya ada dia dan pamannya yang sudah cerai dengan istrinya dua tahun lalu
Setelah melepas sepatu ia mendapat ponselnya bergetar tanda pesan masuk. Ia melihat notifikasi bahwa itu pesan dari Jaehee
'APA KEADAAN BAIK-BAIK SAJA?' isi dari pesan itu. Chanyeol yang melihat pesan hanya tersenyum miring dan menelepon nomor Jaehee sambil menaiki anak tangga ke balkon rumah
Matahari terbenam membuat lukisan oranye yang indah di langit yang cerah. Chanyeol masih menunggu jawaban dari sebrang telepon
"hai"
"hai, Jae"
"giliran kau yang menelepon sekarang"
Chanyeol pun terkekeh
"mungkin agar impas"
"apa keadaan baik-baik saja disana?"
"yeah, tentu saja. Aku baru saja mendapat pengalaman konyol"
"memangnya ada apa?"
Chanyeol kembali menceritakan pengalamannya sejak bagaimana Baekhyun dan Hongki berkenalan dan berakhir ia salah kira dari kejadian tadi. Jaehee yang mendengarnya tentu terkejut dan tertawa karena cerita yang terdengar konyol dan lucu
"bagaimana bisa kau mengira dia seperti itu? kau harus meminta maaf pada temanmu bernama Hongki itu"
"kesalahanku cukup fatal juga padanya hingga memaki-maki dia. Semoga saja besok ia tidak menendangku setelah aku meminta maaf"
"kau berlebihan sekali, Chan" lalu terdengar kekehan Jaehee
"oh ya, Jae. Aku ingin bertanya sesuatu"
"tanya apa?"
"apa ada sesuatu pada Baekhyun pada masa lalu? Saat aku bercanda bahwa aku memberikan lollipop beracun agar ia tertidur, lalu ia pernah berkata 'kau mengingatkanku pada hari itu' dan ia tiba-tiba termenung. Apa maksudnya?"
Lalu disebrang telepon Jaehee pun terdiam. Cukup terkejut atas pertanyaan Chanyeol
"Jae? Kau disana?"
"i-iya aku disini. Emm…"
Chanyeol hanya menunggu respon Jaehee yang masih bergumam
"ya? Ada yang ingin kau katakan?"
"apa kau pernah mendengar kejadian Baekhyun tepat sebelum ia putus dengan Junshi?"
"hah?"
"kau tak tahu?"
"aku tidak tahu. mungkin kau bisa ceritakan padaku"
Keheningan kembali menghampiri sambungan telepon
"jadi… aku diceritakan oleh Baekhyun sendiri. Mungkin aku akan menceritakan pokoknya saja"
"oke, baiklah"
"saat itu mereka tengah berkencan di rumah Junshi. Baekhyun saat itu meminum minuman yang disuguhkan Junshi dan ia tiba-tiba merasa pusing dan semua gelap. Ia terbangun dimana ia di kamar Junshi dan ia mendapati dirinya bahwa kemeja sekolahnya telah terbuka. Tepat Junshi keluar dari kamar mandi Baekhyun merasa shock dan mereka berkelahi. Junshi hanya menjelaskan bahwa ia tidak sampai 'inti' dan menganggap bahwa anggapan Baekhyun itu berlebihan. Baekhyun menampar Junshi dan meminta menyudahi hubungan. Setelah esok hari Baekhyun selalu menghindari Junshi yang ingin meminta maaf dan meminta agar mereka kembali berhubungan. Baekhyun memaafkannya tetapi tetap menolak permintaan Junshi agar mereka tetap berhubungan. Namun akhirnya Junshi merelakan Baekhyun"
Chanyeol yang mendengarnya cukup terkejut. Ia benar-benar baru mengetahui berita yang sebenarnya.
"keparat sekali pria itu"
"sudahlah, itu sudah lama sekali, Chan"
Chanyeol pun mencoba meredam emosinya
"aku harap kau jangan mengungkit hal ini di depan Baekhyun. Bagaimana pun ini adalah aib baginya. Aku harap juga kau dapat menjaganya sebagai teman lelakinya, maka dari itu aku menceritakannya padamu. Aku mohon, aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri"
Chanyeol terdiam dan tampak berpikir. Lalu menghela nafas
"baiklah Jae"
"terima kasih, Chan. kau memang terbaik"
.
.
.
.
.
.
.
.
Chanyeol keluar dari kelas fisika langsung dirangkul secara tiba-tiba oleh seseorang sehingga membuat pria tinggi itu terkejut
"ya! Apa-apaan kau ini?" elak Chanyeol atas rangkulan itu dan tersadar siapa yang telah merangkulnya secara tiba-tiba langsung terdiam dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat Hongki menyengir lebar pada Chanyeol
"emm… Hongki ada yang aku jelaskan. Aku—" tiba-tiba sebuah telunjuk milik Hongki langsung mengunci mulut Chanyeol. Chanyeol mengernyit dan menatap heran pada tingkah aneh Hongki yang masing nyengir lebar
"tak perlu kau jelaskan. Aku sudah mengerti"
Chanyeol yang mendengarnya hanya melongo
"k-kau memangnya tahu dari siapa?" tanya Chanyeol. Hongki pun kembali merangkul Chanyeol dan mendekatkan bibirnya pada telinga Chanyeol
"kau menyukai Byun Baekhyun itu, ya?"
Hongki pun menyunggingkan sudut bibirnya pada Chanyeol yang tengah melebarkan matanya. Hongki menaik-naikkan kedua alisnya tersirat 'benarkan aku?'
"y-ya kau ini—" Hongki kembali menaruh telunjuknya mengunci mulut Chanyeol dan menggeleng imut yang dibuat-buat olehnya
"aku sudah mengerti, Yeol. Aku bisa merelakannya padamu" ucap Hongki melepas rangkulannya dan menepuk bahu Chanyeol lalu meninggalkannya. Chanyeol masih melebarkan matanya ditambah mulutnya yang ternganga, tidak percaya apa yang didapatinya tidak sesuai dengan perkiraannya.
Chanyeol pun menghela nafas. Mungkin dia bisa berbicara lain waktu, pikirnya. Ia teringat bahwa ia harus menghadiri sebuah pertemuan antara mahasiswa arsitektur dengan desain interior dimana ia sudah dikelompokkan bersama teman-teman arsitektur dengan mahasiswa tertentu dari desain interior yang akan bergabung dalam sebuah proyek sebagai tugas kuliah
Setelah ia bertemu dengan teman-temannya, kini mereka tinggal menunggu mahasiswa dari desain interior
"kira-kira kita bisa bergabung dengan mereka?"
"tentu saja. Jangan beranggapan macam-macam dulu, kita saja belum pernah bertemu seperti apa mereka"
Tak lama beberapa mahasiswa dari desain interior datang dan menduduki kursi yang di sediakan di ruang pertemuan. Chanyeol yang tengah bermain ponsel terusik oleh kedatangan mahasiswa desain interior langsung melihat kira-kira siapa saja yang akan ikut bermain dalam proyeknya. Ia terkejut melihat ada Byun Baekhyun yang juga terkejut dengan keberadaannya
"baiklah, karena beberapa kawan desain interior sudah datang kita akan mulai rapatnya. Disini kami sebagai mahasiswa arsitektur ingin meminta bantuan kepada kalian untuk ikut bekerjasama dalam proyek kelompok kami. Kami akan mempresentasikan apa yang akan kami bangun dan apa yang kami butuhkan dari kalian"
Kemudian sang pembicara sekaligus ketua kelompok mempresentasikan isi dari rencana proyek. Beberapa mahasiswa desain interior mencatat dan bertanya lalu sebagian mahasiswa arsitektur ikut membantu untuk menjelaskan hal-hal yang direncanakan
"baiklah, sekarang diantara kalian silahkan memilih partner sesuai divisi yang telah ditentukan" ucap sang pembicara. Kemudian Chanyeol menangkat tangan
"ya Chanyeol, kau ingin bertanya apa?" sahut temannya yang tengah menjadi pembicara
"aku ingin bekerjasama kepada yang mahir sekali membuat sketsa. Kau tahu, aku perancang ruangan dalam" ucap Chanyeol
"Baekhyun saja, dia mahir sekali membuat sketsa"
"iya Baekhyun saja" sahut beberapa mahasiswa dari desain interior. Baekhyun yang tengah mencatat isi persentasi hanya mengernyit tanda protes
"baiklah, Baekhyun-ssi. kau tidak keberatan bekerjasama dengan Park Chanyeol?" tanya sang pembicara. Baekhyun menggigit bibirnya, ragu. Ia pun melirik Chanyeol yang tengah menatapnya ' kau harus setuju'. Baekhyun yang bisa membaca arti tatapan itu hanya menghela nafas pasrah
"baiklah, saya akan bekerjasama dengannya" ucap Baekhyun
"terima kasih, Baekhyun-ssi" ucap Chanyeol sambil menampilkan wajah lugu dan tersenyum yang dibuat-buat. Baekhyun yang melihatnya hanya berdesis kesal menatap jijik
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"APA KAU BILANG? CHANYEOL INGIN KEMARI? KE APARTEMEN KITA?" seru Luhan pada Baekhyun yang tengah menutup kedua telinganya menggunakan dua telapak tangan
"bisakah kau tidak berteriak, eoh?! Malu sama tetangga, tahu! berlebihan sekali" seru Baekhyun
"biar saja. Lagipula ruangan apartemen ini kedap suara, Baek" ucap Luhan lalu menjulurkan lidah mengejek
"pergi kau sana!" seru Baekhyun sambil menyingkirkan tubuh Luhan menggunakan kaki karena tubuhnya hampir menghalangi pandangannya pada televisi yang tengah menampilkan girl band menyanyikan lagu 'Oh!'
TING TONG
"ITU PARK CHANYEOL! KYAAAA AKU BELUM MERAPIKAN DAPUR" seru Luhan sambil terbirit-birit ke dapur. Baekhyun yang melihat reaksi Luhan hanya mendengus kesal. Mau tak mau dia yang harus membuka pintu untuk pria itu, ia melempar makanan ringan sembarang ke sofa dan pergi melihat intercom. Dan benar tamunya adalah Park Chanyeol
Baekhyun membuka pintu dan mendapat Chanyeol yang tengah tersenyum lebar sambil menunjukkan bungkusan berisi makanan yang masih hangat
"kau beli apa?"
"odeng. Kita mengerjakan tugas sambil memakan odeng"
Baekhyun melirik bungkusan di depannya lalu mengangguk-anggukan kepalanya
"baiklah, kau boleh masuk" ucap Baekhyun lalu meninggalkan Chanyeol yang tengah masuk ke dalam dan melepaskan sepatunya
"Lu, ada Chanyeol" ucap Baekhyun. Tiba-tiba muncul Luhan tengah membawa dua cangkir teh diatas nampan
"hai, Chan. Duduklah aku sudah menyajikan teh hangat, pasti di luar sedang dingin sekali" ucap Luhan sambil menaruh dua cangkir teh. Chanyeol berterima kasih dan duduk di sofa.
"kalian kerjakanlah apa yang harus kalian kerjakan, aku harus mencuci dan memasak di belakang" ucap Luhan sambil tersenyum lebar. Baekhyun yang mendengar penuturan Luhan langsung terkejut
"jadi kau yang mencuci, Lu? Ah… baguslah kalau begitu" ucap Baekhyun sambil berpura-pura merenggangkan tubuhnya dan kembali menjatuhkan tubuhnya ke sandaran sofa. Luhan yang melihat reaksi Baekhyun mendengus kesal. Tidak tahu kalau sebenarnya itu hanyalah pencitraannya saja
Baekhyun mengambil secangkir teh miliknya dan menyeruputnya sambil menonton TV. Chanyeol sebagai tamu merasa canggung karena keheningan diantara mereka berdua, ia pun ikut menyeruput teh hangat di depannya sambil ikut menonton TV disana
"Baek"
"hm?" deham Baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari TV. Chanyeol pun menghela nafas
"kalau kita tidak menyelesaikannya hari ini kau bisa mendapat nilai C besok" ucap Chanyeol yang berhasil membuat Baekhyun mengalihkan pandangannya dari TV. Lalu ia mencebik
"ini hari Minggu, aku malas sekali" ucap Baekhyun kembali menyeruput teh
"setidaknya kita membuat sesuatu hingga setengah bagian dan aku dapat menyelesaikannya di rumah agar kau selamat" ucap Chanyeol. Baekhyun yang mendengar tawaran Chanyeol langsung beranjak duduk tegak dari sandaran sofa, lalu tersenyum lebar
"kalau begitu ayo kita kerjakan"
"aish, dasar pemalas" gumam Chanyeol sambil tersenyum miring
.
.
.
.
.
.
Baekhyun kini tengah membuat sketsa desain dan Chanyeol tengah menghitung beberapa material yang harus dibeli dan mengukur kembali melalui sebuah gambar yang telah dicetak dari komputer
"aku rasa kau dapat menambah kesan vintage di dalamnya" ucap Baekhyun sambil menunjuk gambar yang Chanyeol gunakan. Chanyeol yang mendapat saran Baekhyun kembali bergumam dan berpikir
"apa materialnya mahal?"
"karena kau menginginkan ruangan yang berkesan nyaman dan cukup classic, jadi aku ingin menambah vintage dengan furniture-nya. Tidak harus yang bergambar bunga-bunga, ukiran juga cukup mendukung dan harganya cukup murah" ucap Baekhyun. Chanyeol pun mengangguk setuju
"baiklah, nanti akan ku pertimbangkan kembali dengan teman-temanku" ucap Chanyeol
Cukup lama mereka berinteraksi dan mengerjakan tugasnya masing-masing, mereka pun memutuskan untuk beristirahat
Chanyeol mengambil bungkusan makanan yang ia beli
"odeng?" tanya Chanyeol. Baekhyun yang melihat makanan yang kelihatannya lezat langsung pergi ke dapur untuk mengambil mangkuk. Setelah mendapat mangkuk, Chanyeol menuangkan isi ke dalam mangkuk. Mereka pun memakan odeng sambil menonton acara TV yang menampilkan reality show bayi-bayi lucu
"mengapa bayi itu menggemaskan" ucap Baekhyun sambil mengunyah odeng
"itu kata kakakku namanya Seo Jun, dia punya kembaran" ucap Chanyeol
"Yoora eonnie suka menonton acara seperti ini?" tanya Baekhyun. Chanyeol mengangguk
"calon seorang ibu, sepertinya itu yang membuatnya merengek ingin segera menikah"
"bukankah kakakmu baru lulus?" tanya Baekhyun
"tidak, dia sudah bekerja"
"oh begitu.." ucap Baekhyun sambil mengangguk-angguk
Mereka tanpa sadar telah menghabiskan odeng dan menyisakan kuah di dalam mangkuknya saja. Baekhyun dan Chanyeol masih mengikuti acara reality show itu karena keseruan isi acara
"aku jadi ingin mempunyai anak seperti mereka" ucap Baekhyun sambil tersenyum lebar
"kalau begitu nikahi saja ayah-ayah mereka" ucap Chanyeol yang membuat Baekhyun berteriak "YA !" dan dibalas tawa Chanyeol
"mengapa kau selalu menyebalkan" ucap Baekhyun sambil mencebik. Chanyeol pun hanya nyengir lebar
Mereka kembali menonton acara hingga episode itu habis
"ah… aku ingin mempunyai anak sekarang, pasti keturunanku lucu-lucu. Pantas saja kakakmu ingin segera menikah" ucap Baekhyun lugu
"kau ini sudah berpikiran jauh saja, lihat saja tugas di depanmu itu masih terbengkalai" ucap Chanyeol dan Baekhyun hanya nyengir
"nanti aku akan punya anak-anak seperti mereka" ucap Baekhyun
"kau punya anak tergantung suami mu siapa, bodoh"
"nanti aku akan menikah dengan orang tampan agar anakku juga tampan" ucap Baekhyun sambil memainkan pensil sketsanya
"kalau begitu kau menikah denganku saja" ucap Chanyeol sambil tersenyum lebar. Baekhyun yang mendengar penuturan Chanyeol dan melihat ekspresi pemuda itu hanya menatap horror
"dalam mimpimu, Park Chanyeol" ucap Baekhyun sambil bergidik ngeri
"tak perlu dalam mimpi, sekarang kita menikah juga bisa" ucap Chanyeol sambil menaik-naikkan alis matanya yang membuat Baekhyun semakin menatap Chanyeol dengan tatapan horror dan merona
"nanti kita berbulan madu ke Maldives seperti Sungmin sonsaengnim lalu kita melakukan malam perta—" ucapan Chanyeol terpotong oleh pukulan bantal sofa dari Baekhyun
"Ya! Ya! Hentikan Baek!"
"rasakan ini dasar kau alien tinggi bodoh menyebalkan!" seru Baekhyun lalu kembali memukul Chanyeol yang berusaha menghindari pukulan dari Baekhyun sambil tertawa
Chanyeol pun memutuskan untuk menghindar dan berlari dari Baekhyun. Baekhyun yang merasa gemas masih berusaha mengejar Chanyeol
PRANG
Tak sengaja tubuh Chanyeol menyenggol sebuah vas bunga dan menjatuhkannya. Aktivitas kejar-kejaran itu terhenti karena bunyi nyaring dari benturan vas dengan lantai serta teriakan "apa itu?" dari belakang
"Chan, itu vas milik Luhan"
"apakah itu mahal….."
"dia baru membelinya dan aku yang menemaninya melirik harga vas itu bisa menaruh saham di google"
"oh tidak…"
.
.
.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.
.
.
.
.
HAI AKU BALIK MEMBAWA KECERIAAN HIYAHAHAHA /tebar kembang tujuh rupa/
TADAAA~ ternyata Hong Ki bukan rival sesungguhnya wahahaha lalu siapakah rival sebenarnya? ada beneran gak sih rival Chanyeol? Rahasianya akan terungkap nanti :v
CIYE BANGET SIH CHANBAEK AWAWAWAWA /efek selca mereka bareng Seo Jun/
Masih ada Jaehee? MASIH DONG WAHAHAHA /slapped
Aku juga kaget ternyata Baekhyun sudah dijamahi ._. sudah tidak suci ._. /apaansih
TUNGGU LANJUTANNYA YAAA MASIH BANYAK KEJUTAN-KEJUTAN LAINNYAA :3
DAN TERIMA KASIH FOR MA BASES YANG MENDUKUNG CERITA INI SARANGHAE /SIGN LOVE/
Your love
Author
