Gyahhhhh~ This Fict is back!
terima kasih bagi yang mengikuti kisah ini dari awal, aku tidak akan ada tanpa kalian
spesial cinta dari kim chi hee, chuuuuuu~
Seperti biasa drama ini openingnya lagunya Kim Heechul - Chobyeol dan untuk ending lagunya Kim Jaejoong - i'll protect you, dan untuk backsoundnya apa ya? ahhh~
Tittle: Love Behind The Scene
Cast: All member SUPER JUNIOR & DBSK
Pair: YUNJAE, HANCHUL, HORELLA, dan HANJOONG
Warning: Yaoi dan mungkin ada adegan , Typo berserakan, pokoknya karya amatiran dehh
.
.
.
DOKK DOKK DOKK
Pintu apartemen Yunho diketuk sembarangan saat Yunho yang sedang santai dan semangat menyantap sarapan paginya, ya walaupun hanya dengan sepanci ramyun, namun entah mengapa ramyun itu terlihat dan terasa sangat lezat di lidah Yunho. Mungkin karena lidah Yunho sudah tidak pernah lagi merasakan masakan rumah.
Dengan tampang ditekuk Yunho beranjak menuju pintu apartemennya. Jaejoong pun masih dengan tenang menyantap hidangan di depannya.
Yunho membuka pintu apartemennya dengan malas. Dalam hati dia menggerutu sebal karena telah mengganggu waktu sarapannya yang berharga. "Ya siapa?"
"YUNHO HYUNG!" seorang laki-laki yang kelewat tinggi menghambur ke dalam pelukan Yunho. Yunho yang tidak siap dengan serangan mendadak itu langsung jatuh terjengkang diikuti oleh seorang laki-laki lain dengan postur tubuh yang tak kalah tingginya masuk ke dalam apartemennya.
"Yah! Bisa kau lepaskan tanganmu dari leherku?" Seru Yunho sambil berusaha melepaskan tangan Changmin yang melingkar indah atau bisa kita bilang hampir mencekik leher Yunho.
"Katanya, kepala hyung kena pukul botol? Apakah itu sakit?" Seru Changmin sambil memeriksa kepala Yunho yang diperban dan terdapat bercak merah di dekat pelipisnya. "Ini sakit tidak?" Changmin tanpa dosa memencet becak merah itu dan seketika saja Yunho berteriak keras. "Oh sakit ternyata." Seru Changmin tanpa dosa. Changmin pun akhirnya melepaskan pelukannya, meninggalkan Yunho yang tengah meringis kesakitan.
"Kepalaku~" Rajuk Yunho. Jaejoong yang mendengar ringisan Yunho buru-buru menghambur ke arahnya.
"Kau tidak apa-apa?" Jaejoong memeriksa kepala Yunho dengan seksama.
"Sakit." Rajuk Yunho sambil tak terasa tangannya memeluk pinggang Jaejoong.
CEKREK
Suara kamera dari ponsel Changmin berbunyi menganggetkan Yunho dan Jaejoong, dengan seketika Yunho menolehkan kepalanya. Mata Yunho melotot saat melihat Siwon yang tengah tersenyum setan bersama dengan Changmin yang berdiri di sampingnya. Tangan Siwon tergenggam ponsel Changmin dengan arah kamera masih menyorot kepada Yunho dan juga Jaejoong.
"Kita dapat bukti kalau kau sedang selingkuh Jung Yunho." Seru Siwon datar lengkap dengan senyum setan yang senantiasa menghiasi bibirnya.
"Tunggu dulu!" Changmin menginterupsi. Changmin berjalan menuju Jaejoong, ia menarik tangan Jaejoong hingga terpaksa membuat Jaejoong berdiri. Dengan tampang bingung awalnya Jaejoong keberatan, ia menatap Yunho sekilas, namun akhirnya Jaejoong menurut pada Changmin.
Changmin menangkupkan tangannya di pipi Jaejoong, menggerakannya ke kiri dan ke kanan. Memperhatikannya dengan seksama. Matanya melebar seketika saat mengetahui siapa orang yang ada di depannya. "Dia Kim Jaejoong?" Desis Changmin.
Yunho berdiri sambil tersenyum penuh kemenangan. Entah kemenangan apa yang di maksud, yang jelas dia benar-benar ingin pamer pada Changmin dan juga Siwon kalau dia bisa kenal dengan laki-laki cantik macam Jaejoong. "Dia emang Kim Jaejoong. Kenapa?" Tanya Yunho penuh senyum. Yunho berjalan menuju meja makan, menuangkan air mineral ke dalam gelas lalu meminumnya.
"Hyung selingkuh dengan Jaejoong?" Tanya Changmin penuh selidik, satu pertanyaan dari Changmin yang sukses membuat Yunho menyemburkan kembali air mineral yang baru saja sempat ditelannya.
"Enak saja!" Seru Yunho sewot –berniat berkilah pada pertanyaan Changmin yang terdengar sangat konyol dan sangat di luar dari pemikirannya.
"Terus kenapa Jaejoong ada di sini?" Kali ini giliran Siwon yang bertanya –menuntut jawaban dari Yunho. Jaejoong gelagapan sambil menatap bingung Yunho dan dua orang asing yang baru dilihatnya saat ini bergantian.
"Yunho ini siapa?" Tanya Jaejoong tanpa suara.
Dengan kesal Yunho berjalan menuju Changmin, Yunho menoyor kepala Changmin dengan kasar. "Aku bukan selingkuh bodoh! Ah~ bagaimana aku menjelaskannya ya?" Yunho akhirnya kebingungan sendiri saat ia ingin menjelaskan asal muasal bagaimana caranya ia bisa mengajak Jaejoong menginap di apartemennya. Yunho berpikir keras.
"Yah~ pokoknya seperti itulah!" Akhirnya Yunho menyerah juga. Jaejoong tertawa melihat tingkah aneh Yunho.
"Begini, aku yang akan menceritakannya." Akhirnya Jaejoong menceritakan bagaimana ia bisa berada di dalam apartemen Yunho mulai dari pertemuannya di super market, kejadian Yunho yang terkena pukulan di kepalanya sampai ia mengantarkan Yunho ke apartemennya. "Jadi akhirnya aku menginap di sini karena hari sudah sangat larut." Jelas Jaejoong.
"Begitu." Seru Changmin dan Siwon berbarengan membentuk sebuah koor yang sangat kompak. "Jadi, kau tidak selingkuh dengan dia?" Tanya Siwon yang masih kurang percaya dengan penjelasan Jaejoong yang baru saja didengarnya.
"Kan tadi sudah dijelaskan!" Sembur Yunho.
"Baiklah~ baiklah~ aku percaya." Siwon terkikik geli melihat ekspresi Yunho. Siwon mendekati Jaejoong lalu menariknya untuk duduk di depan meja serbaguna di ruang tengah apartemen Yunho. "Kau artis itu kan?" Selidik Siwon. Jaejoong mengangguk sambil tersenyum.
"Hyung! Apakah pukulan di kepalamu berefek sangat dahsyat?" Teriak Changmin tiba-tiba dari arah dapur. Tiga kepala yang ada di sana sontak menoleh kearah Changmin. Mata Changmin melayap ke seluruh penjuru dapur Yunho. Bersih. Semua tartata rapi. Changmin mencolekan jarinya di meja dapur yang terbuat dari marmer itu. Sama sekali tak ada debunya.
Siwon pun akhirnya mengedarkan padangannya ke arah lain. "Oh ya, di mana baju-bajumu yang selalu berantakan? Bahkan kau tidak bisa membedakan mana baju kotor dan baju bersih." Siwon menatap Yunho –meminta penjelasan. "Sepertinya efek pukulan itu berlaku dahsyat di kepalamu."
Yunho memutar bola matanya malas. Ingin sekali ia melemparkan gelas beling yang ada di tangannya pada Changmin atau Siwon yang telah teganya menjelek-jelekan dirinya di depan Jaejoong dan juga dirinya. "Tidak sebegitunya." Seru Yunho malas.
Jaejoong tertawa sendiri saat melihat ekspresi orang-orang yang baru ditemuinya ini, bahkan menurutnya ekspresi Yunho yang terlucu. "Aku yang membereskannya." Seru Jaejoong yang masih diselingi tawa.
"Begitukah?" Changmin mengusap-saup dagunya. Akhirnya ia memutuskan untuk ikut bergabung bersama Siwon dan juga Jaejoong. changmin memilih untuk duduk di depan Jaejoong dan juga Siwon. Ia berubah semangat saat melihat panci mie yang tergeletak di atas meja ternyata masih penuh dengan mie buatan Jaejoong tadi.
"Ini boleh untukku?" Tanya Changmin pada Jaejoong. Jaejoong tersenyum menjawab pertanyaan Changmin. "Terima kasih." Dengan semangat membara Changmin menguasai spanci di depannya yang masih terisi penuh. "Kebetulan perutku lapar. Selamat makan!"
Yunho yang melihat jatah makannya akan dihabiskan begitu saja oleh si perut karet bvuru-buru menyambar panci yang sudah jadi hak patennya tersebut. "Ini milikku!" Seru Yunho.
Changmin pun tak mau kalah. Ia kembali mengambil pancai itu dari tangan Yunho. "Kan tadi Jaejoong. err… bagaimana aku memanggilmu? Kau lebih tua dariku bukan?" Jaejoong mengangguk bingung. Sebenarnya ia sama sekali tidak tahu dengan pertanyaan Changmin barusan, namun Siwon yang melihat kebingungan Jaejoong buru-buru menjelaskannya.
"Iya, Jaejoong lebih tua darimu." Jelas Siwon.
Changmin mengangguk-angguk mengerti. "Baguslah, tadi Jaejoong hyung sudah memberi izin kok." Ternyata adegan tarik menarik panci antara Changmin dan juga Yunho masih saja terjadi. Jaejoong yang melihatnya berusaha melerai dua laki-laki dewasa di hadapannya yang kali ini bertingkah benar-benar mirip anak kecil.
"Kita bagi dua mie ini. Atau aku bisa memasaknya lagi." Tawar Jaejoong yang akhirnya berhasil merebut panci mie itu.
"Ide bagus!" Sahut Changmin dan Yunho berbarengan. Akhirnya sambil tersenyum Jaejoong beranjak menuju dapur.
"Ngomong-ngomong, kalian tahu dari mana kepalaku terluka?" Tanya Yunho memecah keheningan yang tadi beberapa menit sempat terjadi karena entah mengapa mereka bertiga malash asyik memandangi punggung serta belakang tubuh Jaejoong yang tengah memasak di dapur.
"Eh, itu kami diberi tahu oleh…." Ucapan Siwon terhenti seketika saat Changmin menyikutnya.
"Informan kami ada dimana-mana. Jangan remehkan kekuatan Super Max Changmin." Seru Changmin yang tanpa dosanya menyerobot ucapan Siwon.
Yunho memutar bola matanya malas. "Iya deh percaya."
"***"
DOKK DOKK
Saat asyik-asyiknya Heechul dan Hankyung perang bantal. Sebuah ketukan dari pintu apartemen Hankyung menghentikan aktifitas mereka berdua. Mereka berdua berhenti sesaat dan masih tidak menyadari posisi mereka yang terlihat er… sangat mengundang curiga. Dengan posisi saat ini Heechul yang tengah berada di bawah, sedangkan Hankyung berada di atasnya.
Dalam beberapa saat mata mereka saling menatap. Dengan jarak yang sedekat ini mereka berdua bahkan bisa merasakan hembusan nafas masing-masing. Tak terasa muka mereka berdua memerah bersamaan. Bukan hanya posisi mereka yang bisa dibilang sangat intim, namun tadi hampir saja bibir mereka beradu saat Heechul tak sengaja menyenggol kaki Hankyung yang tengah digips hingga membuat Hankyung menundukan badannya menahan sakit.
"Maafkan aku." Seru Heechul malu-malu. Ia membuang mukanya ke arah lain menghindari wajah Hankyung. Hankyung mengulum senyumnya saat melihat ekspresi yang ditunjukan Heechul. Cukup, bukan cukup lagi tapi terlalu manis.
DOKK DOKK
Ketukan dipintu ternyata belum berhenti. Dengan terburu-buru Hankyung bangkit dari posisinya, namun sayangnya aksinya yang terlalu buru-buru membuat kakinya tak sengaja membentur pinggiran ranjang. "Sakit~" Ringis Hankyung.
Heechul buru-buru bangkit dari rebahnya saat melihat Hankyung yang tengah mringis kesakitan sambil mengelus-elus kakinya. Akhirnya ia berinisiatif untuk membukakan pintu apartemen Hankyung sendiri. Heechul turun dari ranjang Hankyung dengan tampang awut-awutan dengan kancing kemeja yang terbuka dua di atas –karena memang ia tadi sempat terlibat perang dengan Hankyung. Dengan lankah santai tanpa membetulkan penampilannya Heechul membukakan pintu.
"Ya, ada apa?" Tanya Heechul saat pintu yang dibukanya telah sempurna terbuka dan menampakan dua orang laki-laki yang memakain jas dokter.
Sesaat terjadi keheningan di antara mereka. Dua orang di depan Heechul menatap Heechul dari ujung kepala hingga ujung kaki. Heechul yang bingung ditatap seperti itu mengikuti arah pandang dua orang itu.
"Apa ada yang salah?" Tanya Heechul santai.
"Kau siapa?" Tanya salah seorang dari mereka.
"Kok malah kamu yang bertanya. Seharusnya kan aku yang bertanya. Kau siapa pagi-pagi sudah bertamu." Seru Heechul ketus.
"Kalian berdua, ada apa?" Tanya Hankyung dari belakang yang sukses mengangetkan mereka bertiga. Heechul sontak menolehkan kepalanya ke belakang.
"Kau kenal dengan orang-orang ini?" Tanya Heechul.
Hankyung mengangguk. "Mereka semua rekan kerjaku di rumah sakit."
"Hyung! Selingkuh dengan orang ini?" Seru salah satu dari dua orang yang baru saja datang itu. "Hyung tega!" Lanjutnya.
Heechul melotot mendengar pernyataan orang itu. Ingin sekali ia meninju bibir orang itu yang telah dengan kurang ajarnya menuduhnya berselingkuh.
"Tidak," Hankyung menggeleng.
"Lalu kenapa wanita ini ada di sini? Bahkan penampilannya mengundang curiga." Lanjut orang itu lagi.
Sekali lagi Heechul dibuat syok karena ucapan orang kurang ajar di depannya. What? Wanita? What the heck? Kali ini Heechul benar-benar ingin meninju orang itu. Namun, sebelum niatnya terlaksana, Hankyung buru-buru mencegahnya.
"Aku bukan wanita sialan!" Seru Heechul. Tangannya kini sudah digenggam oleh Hankyung agar dia tidak kelewat emosi.
"Panjang ceritanya Kyu~ atau mungkin kau malah sudah tahu ceritanya dari Kibum." Seru Hankyung. Akhirnya ia mempersilahkan dua orang tamunya itu untuk masuk. Mereka berdua tidak lain dan tidak bukan adalah Kyuhyun dan Kibum. Dua orang dokter sekaligus sahabat Hankyung.
Hankyung masuk ke dalam sambil terus menggandenga tangan Heechul. Entah karena ia tak sadar atau apa, yang jelas kedua tangan yang tengah menyatu itu membuat dahi dua orang di belakangnya berkerut. Mereka berempat akhirnya memutuskan untuk duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
"Hyung, kau yakin tidak ada hubungan khusus dengan wanita, ehm maksudnya laki-laki ini?" Kibum tersenyum salah tingkah saat ucapannya tadi sempat keceplosan menyebut Heechul dengan wanita. Heechul pun sempat ingin meninju wajah Kibum juga.
Hankyung tertawa canggung. "Kalian ini."
"Hyung, kakimu benar tidak apa-apakan ya? Direktur mengirim kami kemari untuk memberikan surat cuti dan juga surat perjalanan dinas hyung ke Thailand." Kyuhyun meletakan dua amplop yang ber-cap rumah sakit mereka di atas meja.
"Eh?" Kibum menatap Kyuhyun bingung. Yang ditatap hanya tersenyum tanpa dosa. Namun dengan capat Kibum menyadari sesuatu dari senyum tak berdosa yang Kyuhyun keluarkan. Kibum memukul kepala Kyuhyun hingga membuatnya meringis kesakitan.
"Kok dipukul sih?" Ringis Kyuhyun.
"Kau membukanya? Dasar bodoh!" Sembur Kibum.
"Gak sengaja tadi kebuka kok hyung." Seru Kyuhyun sambil tersenyum kikuk.
"Ke Thailand? Maksudmu?" Hankyung mengambil dua amplop itu dan membukanya satu persatu. Surat pertama berisi surat pemberian cuti untuknya dan surat kedua berisi surat pemberitahuan tentang kepindahannya ke Thailand.
"Direktur hanya menjelaskan pada kami kalau kau akan dipindah tugaskan ke Thailand sekalian mengawasi perkembangan cabang rumah sakit yang ada di sana." Jelas Kibum. "Kalau hyung masih belum jelas hyung bisa menelpon direktur langsung."
Dahi Hankyung berkerut –bingung. "Aku kan bukan dokter bedah ataupun dokter hebat yang biasa menanggulangi pasien-pasien dengan penyakit-penyakit aneh. Kenapa harus aku yang ditugaskan untuk mengawasi rumah sakit di sana? Aku hanya seorang psikolog."
"Ih~ kan tadi sudah dibilang sama Kibum hyung, kalau belum jelas silahkan telpon dokter." Celetuk Kyuhyun. "Lagipula hitung-hitung ini liburan buatmu hyung! Hanya sebulan kok. Ngomong-ngomong tamu tidak disediakan minum nih?" Kyuhyun menatap Heechul yang duduk di sebrangnya dengan tatapan memelas ditambah senyum tulus bak malaikat –berharap Heechul mengerti maksudnya.
"Kau menyuruhku mengambil minum gitu?" Tanya Heechul datar. Heechul menekuk wajahnya, tangannya di lipat di depan dada, punggungnya menyender pada sandaran sofa serta kakinya yang dilipat di atas kursi menambahkan kesan tidak sukanya pada ucapan Kyuhyung barusan.
"Bingo!" Seru Kyuhyun senang. "Kan tuan rumahnya sedang sakit dan itu untuk menolongmu, sekarang kau harus membalas jasanya." Seru Kyuhyun.
"Kyu~" Kibum menyikut lengan Kyuhyun.
Heechul memajukan bibirnya –mencoba membuat ekspresi wajahnya menjadi sejelek dan mengesalkan mungkin. Heechul bangkit dari duduknya lalu meloyor pergi ke arah dapur dengan tampang ditekuk dan hati dongkol. Kyunhyun tertawa cekikian melihat tampang Heechul seperti entah mengapa tampang Heechul yang seperti itu malah membuat tiga orang laki-laki yang tengah duduk di sofa itu merasa gemas dengannya.
"Dia lucu ya hyung!" Bisik Kyuhyun pada Hankyung. Entah sadar atau tidak Hankung mengangguk mengiyakan ucapan Kyunhyun, begitu pun dengan Kibum.
"Dia artis terkenal itu kan?" Bisik Kibum.
"Iya~ dia Kim Heechul." Sahut Hankyung.
"Kau enak sekali hyung bisa berpacaran dengan Kim Jaejoong si-primadonna Korea, apalagi sekarang kau bisa bertemu dan kelihatannya akrab dengan Kim Heechul cinderella-nya Korea. Kau hebat hyung!" Celetuk Kyuhyun.
"Dia cantik." Seru Hankyung pelan. Hankyung langsung menutup bibirnya saat ia tak sadar keceplosan mengatakan hal itu.
"Ingat Jaejoong, hyung!" Seru Kyuhyun.
"Kalian kalau sedang membicarakan orang jangan keras-keras! Bodoh!" Seru Heechul dari dapur. Tiga orang laki-laki yang berada di ruag tamu pun refleks menolehkan kepala mereka ke asal suara. Ternyata Heechul mendengar semua percakapan mereka. Saking malunya mereka bertiga hanya bisa cekikikan.
Heechul akhirnya kembali dari dapur sambil membawa nampan berisi empat buah minuman dingin. Tiga orang laki-laki yang ada di sana memelototkan mata mereka. Bagaimana bisa di saat musim dingin seperti ini orang menyediakan es untuk tamunya.
"Kau bisakan menyediakan kami yang hangat, kau tidak tahu udara dingin sekali." Celetuk Kyuhyun.
"Ck! Tidak tahu terima kasih, sudah bagus aku menyediakan kalian minuman, aku bahkan sempat ingin menyiramkan es-es ini ke kepalamu." Seru Heechul malas.
"Sudahlah~ oh ya kalian sedang tidak sibuk?" Hankyung melirik ke arah jam dinding.
Kibum serta Kyuhyun melirik jam tangan mereka masing-masing bersamaan. "Benar." Seru mereka berdua bersamaan pula.
Kyuhyun dan juga Kibum bangkit dari duduknya. Setelah berpamitan, mereka akhirnya keluar dari apartemen Hankyung. Setelah melihat dua orang itu keluar, Heechul mulai buka suara. Segala macam dumelan dan sumpah serapah keluar begitu saja dari mulutnya.
Heechul duduk bersila di aats sofa sambil melipat tangannya di dada dan tak lupa jangan lupakan bibirnya yang dimajukan imut. Entah kenapa sungguh imut di mata Hankyung. Hankyung mendekati Heechul setelah tadi mengantarkan kedua tamunya –Kibum dan Kyuhyun ke pintu depan, ia memilih untuk duduk di samping Heechul.
"Kau tak mandi? Mandi sana. Ada air panas, setelah ini kau pulang."
Heechul menatap garang Hankyung. "Kau mengusirku?" Seru Heechul galak.
Hankyung mendesah pelan. "Bukan begitu. Apa kau sedang tidak ada janji atau pekerjaan hari ini?" Tanya Hankyung lembut. Heechul menggeleng.
"Ya sudah aku mandi. Aku habis ini mau pulang saja dan tidur." Heechul pun akhirnya pergi melenggang menuju kamar mandi setelah sebelumnya menyambar handuk yang sudah Hankyung siapkan sebelumnya.
"***"
"Si Heechul kemana, sayang?" Tanya Kangin sambil sesekali menciumi tengkuk Leeteuk. Leeteuk yang sedang mengiris bawang merasa terganggu dengan hembusan napas, dan bibir Kangin yang sedari tadi tak henti-hentinya mengerjai tengkuknya. Dan jangan lupakan tangannya yang melingkar indah di pinggang. Dengan kesal Leeteuk membanting pisau yang tadi dipegannya serta dengan cepat Leeteuk memutar badannya.
"Kau jangan menggangguku!" Seru Leeteu ganas sambil tak lupa mengacungkan pisau yang tadi dipakainya untuk mengiris. Kangin melotot melihat perlaku Leetuk, dengan susah payah Leeteuk menelan ludahnya.
"Sayang, kamu PMS? Pagi-pagi marah?" Goda Kangin –mencoba menghilangkan kemarahan yang terpancar dari mata Leeteuk.
"Aku laki-laki!" Seru Leeteuk dingin. Ia kembali memutar tubuhnya –kembali melanjutkan aktifitasnya yang tertunda sesaat. "Kau tunggu saja di kursi oke! Tadi aku sudah menelponnya. Dia masih berada di tempatnya Hankyung. Kita harus berterima kasih pada laki-laki itu karena telah menyelamatkan Heechul."
"Kekasih Jaejoong itu bukan? Dia orang Cina yah?" Akhirnya Kangin mneurut untuk tidak mengganggu aktifitas Leeteuk. Entah mengapa Kangin merasa Leeteuk akhir-akhir ini mudah marah.
"Ya, dia orang Cina. Bukankah mereka cocok?" Leeteuk masih sibuk dan berkutat dengan penggorengan serta peralatan mask lainnya.
"Menurutku sih iya, mereka cocok. Yang ku tahu Jaejoong itu penyabar dan kekanakan ditambah sifatnya yang halus dan kupikir Hankyung sifatnya juga tak terlalu berbeda." Kangin mulai mengambil keripik kentang yang tadi tersaji dalam toples di meja makan. Dengan santai ia memakannya. "Aku juga dapat pesan dari Yunho kalau dia mengalami kecelakaan."
"Apa?" Leeteuk memutar tubuhnya sambil membawa spatula panas di tangannya. "Coba katakan apa yang kau bilang tadi." Seru Leetuk sambil mengacung-acungkan spatula itu tepat di depan wajahnya. Kangin sedikit memundurkan badannya. Siapa yang ingin tersentuh spatula panas, apalagi di bagian wajah?
"Sayang, bisa tidak kau jauhkan spatula itu?" Tanya Kangin ragu.
"Oh?" Leeteuk menatap spatulanya sebentar. "Okeh." Leeteuk mematikan kompor gasnya, menaruh spatulanya di atas penggorengan, lalu melepas celemek biru bergambar bebek kuning yang tadi dipakainya, lalu setelahnya memilih untuk duduk di pangkuan Kangin. "Ceritakan cepat!" Seru Leeteuk bagai diktator. Sungguh! Perilaku yang sangat mirip dengan Heechul –artis mereka.
"Semalam Yunho menelponku. Dia kecelakaan, kepalanya bocor akibat terkena pukulan botol kaca."
"Dia tidak apa-apa kan?" Tanya Leeteuk khawatir.
Kangin menggeleng. "Dia kuat. Kau tahu kenapa dia bisa begitu? Dia menyelamatkan Kim Jaejoong."
"Kim Jaejoong?" Leeteuk bangkit dari pangkuan Kangin. Ia menggeret kursi makan yang lain dan meletakannya tepat di depan Kangin. "Kenapa dia?"
Kangin akhirnya menceritakan kronologis kejadian kenapa Yunho bisa terluka. Dimulai dari pertemuannya di super market dengan Jaejoong, hingga sampai pada kecelakaan yang mengharuskan Yunho menerima tujuh jahitan di kepala serta tiga jahitan di telapak tangan kanannya.
"Lalu, apakah Junsu mengetahuinya?"
"Sepertinya iya, buktinya mereka tahu kalau Jaejoong sedang menginap di apartemen Yunho saat ini."
Leeteuk mengangguk-angguk mengerti. "Lalu, bagaimana dengan masalah pertukaran agensi? Kapan kita akan memulainya?"
"Minggu depan." Kangin mengambil ponselnya dan menunjukan sebuah email dari Jaekyu.
"Jadi Jaekyu memundurkan rencana drama itu?" Dahi Leeteuk berkerut setelah membaca email dari Jaekyu.
"Sudah kubilang dia kurang waras. Kita sudah terlanjur membuat skenario itu. Toh, semua orang telah percaya. Aku juga sudah bicara pada Yoochun semalam. Aku rasa minggu depan kita bisa menjalankan skenario itu." Kangin bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah meja kompor. "Kau tidak melanjutkan masakanmu?" Tanya Kangin heran.
"Aku tidak selera. Kau saja!" Tanpa perasaan bersalah Leeteuk meloyor pergi meninggalkan Kangin yang sedang merana memikirkan cacing-cacing di perutnya yang sudah minta jatah.
"Honey! Aku lapar." Rajuk Kangin.
"Kau bikin saja sendiri!" Teriak Leeteuk yang setelahnya diikuti dengan bunyi tertutupnya pintu. Kangin memajukan bibirnya kesal. Dengan langkah gontai ia beranjak dari dapur menuju kamarnya dan juga Leetuk. "Kita makan di luar." Seru Kangin saat mendapati Leeteuk yang tengah meringkuk di atas ranjang mereka.
"Nah, begitu dong!" Seru Leeteuk semangat. Dengan cepat ia melompat turun dari ranjang dan lalu langsung menghambur ke arah Kangin. Leeteuk tersenyum manja sambil berlndotan ria pada lengan Kangin. Kangin memutar bola matanya malas, dengan gemas ia mengecup pipi Leeteuk.
"Ayo!" Leeteuk menyeret Kangin untuk mengikutinya.
"***"
"Honey." Panggil Yoochun pada Junsu yang tengah menghidangkan sarapan di atas meja.
Setelah semuanya telah tertata rapi di atas meja, Junsu memilih untuk duduk di sebuah kursi yang berada tepat di depan Yoochun. Junsu mengambil sepotong roti dan mengolekan selai kacang di atasnya dan setelahnya meletakan roti itu di atas piring Yoochun.
"Honey." Panggin Yoochun sekali lagi. Junsu tak menyahut, ia masih tetap berkutat dengan kegiatannya untuk mengoleskan rotinya.
"Honey~ jawab aku kalau aku sedang bicara!" Suara Yoochun meninggi membuat Junsu kaget dan langsung meletakan roti dan pisau yang tadi dipegangnya ke atas meja. Junsu menatap Yoochun dengan tatapan berkaca-kaca dan hampir menangis. Mata Yoochun melebar seketika saat melihat Junsu yang hampir mennagis, buru-buru ia menghampiri Junsu dan memeluknya dari belakang.
"Maafkan aku yang telah membentakmu." Seru Yoochun lembut sambil menciumi pucuk kepala Junsu.
"Bukan, justru aku yang harus minta maaf. Aku tidak becus menjadi manajer." Tangisan Junsu pecah sudah.
"Ssst… sayang jangan menangis." Yoochun makin mengeratkan pelukannya. "Kenapa kau jadi cengeng seperti Jaejoong hyung sih? Kau laki-laki kuat sayang. Berhentilah menangis." Bujuk Yoochun.
"Tapi, kau lihat sekarang. Kasus Jaejoong hyung makin panas di media. Aku gagal Yoochun." Junsu membenamkan wajahnya pada dua lengan Yoochun yang tengah memeluknya.
"Kau tidak gagal. Aku sudah bicarakan ini pada Kangin. Kita akan hiatus dulu sampai musim semi."
Junsu mendongakan kepalanya, menatap Yoochun bingung. "Hiatus?"
Yoochun mengangguk mantap. "Kita buat Jaejoong hyung hiatus sampai musim semi. Kau tahu, Jaekyu mengundurkan jadwal dramanya. Lagipula aku baru dapat email tadi dari Jaekyu dan dia juga sudah mengirimkan contoh naskahnya padaku dan juga Kangin. Sepertinya drama ini sangat berat."
"Maksudmu?"
"Aku sudah membaca resensi drama itu. di dalam drama itu Jaejoong menjadi seorang mata-mata atau bisa dibilang agen pemerintah yang terlibat kisah cinta segi empat dengan seorang dokter bedah." Jelas Yoochun. Yoochun melepaskan pelukannya. Ia memutar kursi yang Junsu duduki lalu ia berjongkok di depannya.
"Biar kutebak. Dokter bedah itu Heechul hyung?" Tanya Junsu. Yoochun mengangguk mengiyakan.
"Sepertinya drama ini akan sangat menarik." Seru Junsu semangat.
"Itulah sebabnya Jaekyu mengundurkan drama ini agar kedua artis itu bisa matang dalam akting mereka. Maka dari itu Kangin dan aku berinisatif untuk membuat mereka berdua hiatus sampai musim semi tahun ini."
Junsu tersenyum sumringah. "Ide bagus."
Akhirnya Fict ini kembali setelah masa hiatusnya yang panjang #apadeh
bener-bener gak nyangka kalo ada yang menunggu FF ini ^_^ terharu saya T_T
