Summary: Karin berubah menjadi jahat gara-gara Naruto? Gawat! Apa yang terjadi? .
Disclaimer: Masashi Kishimoto Ajinomoto! XDD *lari sebelum dilempar*
Pair: SasuNaru, ItaNaru, SasuSaku.
Genre: Romance? Fantasy? Angst? Hurt comfort? o.O… silahkan pilih sendiri! XD.
Rated: -T-
ItalicBold: (Kata2 yang diulang)
A/N: maaf pink buat sedikit OOC, karena ini menurut imajinasi pink. No protesting, ^^V ,
Warning: YAOI! EYD berantakan! Sedikit OOC!
Sepertinya DON'T LIKE DON'T READ ini tidak berlaku lagi, baiklah saya kasih kata yang paling bisa dimengerti.
Anda BUTA? Atau memang sengaja DIBUTAKAN? Jika anda tidak menyukai YAOI atau Fict Saya! Tolong untuk tidak membacanya, karena mata anda bisa RUSAK! KLIK BACK dan JANGAN BACA!
.
.
.
Hari Minggu adalah hari paling menyenangkan sekaligus membosankan. Kenapa? Jangan tanya kenapa, karena setiap orang berbeda-beda. Orang yang bilang hari minggu itu menyenangkan pastinya orang itu sudah mempunyai kekasih dan akan berkencan dengan kekasihnya. Namun, orang yang bilang hari minggu itu membosankan pastinya mereka sedang jomblo atau masih lajang.
Oke balik ketopik Naruto…
Menurut yang dikategorikan diatas, Naruto tidak termasuk dua kategori itu. Kenapa? Yaah… karena Naruto tipe yang simple. Dia menganggap hari minggu ini adalah hari untuk istirahat. Dimana dia harus mengistirahatkan kaki, badan, dan pikirannya. Karena selama ini pikirannya penuh dengan Cinta.
Namun, bukan berarti Naruto bersantai-santai di hari minggu, malahan saat ini dia sedang bergelut sendiri diatas kasurnya. Tampaknya kucing hitam yang satu ini, sedang memikirkan sesuatu.
Bluk.
Naruto sedang keadaan posisi terlentang.
Blak.
Sekarang berpindah posisi menghadap kekiri.
Bluk.
Berpindah lagi ke posisi menghadap kekanan.
Blak.
Kali ini posisinya meringkuk dan memeluk guling.
Blak.
Sepertinya posisi yang ini agak sulit, Naruto menutupi wajahnya dengan bantal, lalu tetap meringkuk memeluk guling.
"Gaah! Pusing!" kali ini kita bisa mendengar suara Naruto yang merdu alias cempreng menggema di ruangannya—tepatnya di kamarnya—.
'Mata birumu sangat tidak asing bagiku' kata-kata itu terus tergiang di telinga Naruto.
"Ukh~! Kenapa aku memikirkan kata-kata Sasuke-senpai?" tanya Naruto kepada dirinya sendiri.
"Haah…lebih baik aku jalan-jalan sebentar," ujarnya lagi.
=_SasuNaru_ItaNaru_SasuSaku_=
Kediaman Uchiha
Seoranng pemuda berambut raven, sedang mencari target yang ada dirumahnya. Siapa targetnya? Yang jelas adalah kakaknya sendiri. Dengan tergesa-gesa, dia menghampiri kamar kakaknya, lalu membuka pintu kamar kakaknya dengan keras.
BRAK!
"Otouto? Ada apa?" tanya Itachi dengan ekspresi yang bingung.
"Hn, aku ingin bertanya, apa kau berpacaran dengan Naruto?" tanya Sasuke to the point.
"Memangnya kenapa? Untuk apa kau memikirkannya? Bukankah kau sendiri yang menyakiti hati Naruto dengan cara meninggalkannya? " tanya Itachi dingin.
"Cih! Sialan kau!" Sasuke langsung menarik kerah baju Itachi. Dia kesal dengan perkataan Itachi yang tepat sasaran.
"Kau itu terlalu serakah, otouto! Ingat! Kau itu sudah mempunyai tunangan, buat apa kau mencintai dia lagi? Lupakan Naruto! Karena dia itu milikku! " kali ini Itachi menatap tajam kearah adiknya.
"KAU!" Bugh! Sasuke langsung memukul wajah kakaknya, hingga Itachi terpental karena tinjuan maut dari sang adik. "Aku akan membatalkan tunanganku," lanjutnya lagi dengan geram.
"Membatalkan? Cih… jangan mimpi Otouto, ayah tak akan setuju! Sudah kubilang, lupakan Naruto! Dia mlikku! Bukan milikmu! Aku mencintainya, ingat itu!" Itachi langsung menghapus darah yang mengalir di sela-sela bibirnya.
"Tidak peduli! Karena Sampai kapanpun aku tetap mencintai Naruto, tak akan ku serahkan Naruto pada kau! Dan akan kubuat dia mencintaiku lagi," kali ini Sasuke berbicara dengan nada meyakinkan.
"Cih! Kau sudah meninggalkan Naruto dengan seenakmu! Dan sekarang? Kau bilang kau tidak akan menyerahkan Naruto padaku? Dan akan membuat dia mencintaimu lagi? Hahahahahaha… Otouto…otouto… apa kau sadar? Naruto bilang kepadaku kalau dia akan melupakanmu!" ujar Itachi lagi.
Bugh!
Satu pukulan lagi mengenai perut Itachi, membuat dia terbatuk-batuk.
"Aku tau aku salah, Seenaknya meninggalkan dia! Dan sekarang aku sadar, bahwa aku mencintai Naruto! Tak akan kubiarkan Naruto bahagia bersama kau," ujar Sasuke setengah berteriak.
"Bermimpilah kau sesuka hati! Itu tak akan terjadi, Naruto milikku! MILIKKU! Dan kau tahu otouto? Aku sudah mendapatkan ciuman pertamanya," ujar Itachi tersenyum puas, membuat Sasuke mengepalkan tangannya.
"Kau seenaknya saja meminta ciuman dari dia, aku mendengar dan melihatnya! Kau memang brengsek!" geram Sasuke.
"Hahahaha… jadi kau sudah melihatnya? Apakah kau dengar pernyataan cinta Naruto kepadaku? Hahaha… Baguslah!" ujar Itachi menyeringai.
"Cih! Brengsek kau Aniki!" Sasuke langsung pergi meninggalkan Itachi dikamarnya.
Setelah Sasuke benar-benar menghilang dari kamar Itachi. Itachi langsung tersenyum puas.
'Adikku ini memang benar-benar bodoh!' batinnya sambil menyeringai puas.
=_SasuNaru_ItaNaru_SasuSaku_=
Sementara itu, Naruto sekarang sedang berada diluar menikmati hari minggu yang cerah. Sepertinya kata 'menikmati' bukanlah kata yang tepat. Saat ini, Naruto sedang memikirkan, bagaimana caranya agar hatinya bisa mencintai Itachi-nii sepenuhnya dan melupakan Sasuke selamanya? Itu yang ada dipikirannya.
"Huuh! Menyebalkan!" ujar Naruto frustasi, membuat orang-orang disekitarnya hanya memandang aneh kearah Naruto.
'Apa lebih baik aku ketempat itu saja,' batin Naruto berpikir, lalu akhirnya dia memutuskan untuk pergi 'ketempat' itu lagi.
=_SasuNaru_ItaNaru_SasuSaku_=
Sementara Sasuke, sedang mengendarai mobilnya dengan kesal.
'Cih! Tak akan kubiarkan!' geram Sasuke dalam hati. Saking kesalnya Sasuke dengan Itachi, dia pun membantingkan stir mobilnya ke pinggir jalan.
CKIT!
Mobilnya pun berhenti di pinggir jalan. Dengan geram, Sasuke pun memukul stir mobilnya dengan tangannya.
"Sial!"
'Kenapa aku melepaskan dia? Cih! Bodohnya aku!' batin Sasuke lagi sambil meremas rambutnya.
Sasuke mengingat-ingat kejadian kemaren, disaat dia mengatakan sesuatu yang membuat Naruto kaget.
"Kenapa dia terlihat kaget?' tanya Sasuke kepada dirinya sendiri, memejamkan matanya mengingat Sasuke berkata 'itu' kepada Naruto kemarin.
"..Mata birumu sangat tidak asing bagiku," jawab Sasuke tiba-tiba, sontak Naruto langsung kaget mendengar Sasuke berkata seperti itu.
"Apa maksudmu?" tanya Naruto tidak mengerti sekaligus kaget.
"Lalu…Kalung itu? Benda paling berharga katanya?" ujar Sasuke sambil memikirkan kata-kata yang waktu itu Naruto katakana.
"Apa itu?"
"Ini kalung! Masa kau tidak tau,"
"Heh, Rupanya kau suka dengan benda yang begituan? seperti perempuan saja,"
"Jangan mengejek! Ini adalah benda paling berharga bagiku!"
"Cih!" Sasuke langsung menghidupkan mesin mobilnya, dan melesat pergi menuju kesuatu tempat.
=_SasuNaru_ItaNaru_SasuSaku_=
"Wah~, tempat ini memang indah, untung Itachi-nii mengajakku kesini," ujar Naruto kagum. Tak henti-hentinya dia menatap danau yang indah, dan pohon rindang yang sejuk, membuat Naruto memejamkan matanya merasakan angin sepoi-sepoi yang menyentuh kulit tubuhnya.
"Benar-benar sejuk," ujarnya lagi sambil tetap memejamkan matanya. Sekilas, dia pun merentangkan tangannya dan tersenyum menikmati angin sejuk yang menyentuh kulitnya, seperti melawan arus.
"Fuh…entah kenapa perasaanku tenang," Naruto membuka matanya dengan perlahan, lalu menurunkan tangannya yang tadi dia rentangkan.
'Sasuke,'
'DEG' jantung Naruto langsung berdetak kencang saat dia menyebutkan nama 'Sasuke' , Naruto hanya syok dengan apa yang diucapkannya barusan.
"Heh? Ampun deh! Aku bisa gila kalau mikir dia terus! Jangan sampai deh, aku kan sudah punya Itachi-nii," ujar Naruto sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, lalu mengelus dadanya dengan penuh tak berperasaan.
'Hatiku harus bisa mencintai Itachi-nii! Itu HARUS! Dan aku ingin melupakan si Teme itu!' teriaknya dalam hati.
"Tapi, setelah dipikir-pikir, kenapa aku tidak menghentikan pesta tunangan Sasuke-senpai dan Sakura-chan ya?" ujar Naruto bingung dengan perkataannya.
Lalu tiba-tiba Naruto ingat dengan perkataan Itachi-nii waktu mereka berada ditempat ini.
"Sebenarnya, ayahku ingin Sakura bertunangan denganku, namun… Sakura tidak mencintaiku,melainkan mencintai adikku, dan memutuskan untuk bertunangan dengan Sasuke,"
"Lalu?"
"Lalu… awalnya Sasuke sempat menolak, namun ayah mendesaknya dan akhirnya Sasuke menyetujui pertunangannya dengan Sakura," lanjut Itachi, Naruto hanya terdiam mendengarkan cerita Itachi.
"Aku hanya bisa diam, setelah mendengar bahwa Sakura-chan menyukai Sasuke-senpai," ujar Naruto sambil memandang langit, lalu dia mulai berpikir lagi, mengingat Itachi pernah berkata mengenai 'Kalung' kepada Naruto.
"Ah! Aku juga ingat, dulu waktu Sasuke masih kecil, dia memberikanku sebuah hadiah yang lucu
"Hadiah? Apa itu?"
"Berupa sebuah kalung…" .
'Kalung?'.
"Namun, kalung itu hilang entah kemana… aku sama sekali tidak mengingatnya,"
"Kalung itu hilang dimana?"
"Kalau gak salah… hmm, waktu itu aku… seperti bertemu dengan seseorang…" jawab Itachi ragu-ragu, namun dia berpikir lagi.
"Bertemu dengan seseorang? Siapa itu?"
"Tetapi, kenapa dia terlihat ragu-ragu, saat dia menjawab bahwa dia bertemu dengan 'seseorang'?" tanya Naruto lagi semakin bingung.
Naruto kelihatan sedang berpikir keras, entah apa yang dipikirkannya hanya Naruto yang tahu. Dan sesaat itu, kupu-kupu bewarna putih melintas melewati wajah Naruto, membuat Naruto membuka matanya dan melihat kupu-kupu tersebut.
"Kupu-kupu!" teriak Naruto girang, dan langsung mengejar kupu-kupu tersebut. Layaknya seperti seekor kucing yang sedang mengejar kupu-kupu. Seekor kucing? Bukankah Naruto adalah siluman kucing hitam? Kenapa dia mengejar kupu-kupu tersebut? Bukankah Naruto sekarang ini manusia?.
Lalu Naruto pun berhenti mengejar kupu-kupu tersebut, karena kupu-kupu itu sudah terbang entah kemana. Naruto hanya heran dengan tubuhnya sendiri.
'Kenapa dengan tubunku? Dia tidak mau menurut,' batin Naruto melihat tubuhnya yang tadi bergerak sendiri mengejar kupu-kupu tersebut. Entah kenapa dia seperti tidak mengingat apa-apa atau semcamnya.
"Apa mungkin…" sebelum Naruto selesai berbicara, tiba-tiba seekor kupu-kupu melewati dia lagi.
"Kupu-kupu!" teriak Naruto lagi, lalu dia mengejar lagi. Dan tanpa disadari Naruto mengeluarkan suara 'khasnya'.
"Miaw!"
POOF!
"Eh?" Naruto langsung berhenti mengejar kupu-kupu tersebut, karena dia seperti mendengar suara, entah apa itu Naruto tidak tahu.
"Apa itu, Miaw?" tanya Naruto sendiri dengan bingung, sepertinya dia tidak menyadari sesuatu yang aneh kepada dirinya.
'Eh? Miaw?' Naruto langsung melihat tangannya yang seperti tangan kucing, lalu dia melihat bulu-bulu hitam di tangannya, dan melihat keatas sambil menggerak-gerakkan telinganya yang berbentuk kecil, lalu dengan tatapan yang mungkin tidak bisa ditebak, dia melihat kebelakang dan ada sebuah tali yang goyang-goyang, bukan! bukan sebuah tali, melainkan… Ekor?.
"Kok sepertinya aku seperti kembali menjadi kucing, miaw?" tanya Naruto kepada diri sendiri, sepertinya otaknya sangat lambat memproses apa yang terjadi dengannaya. Naruto diam sebentar.
5 detik.
10 detik.
20 detik.
30 detik, Daan…
"GYAAAAAAAAAAAAA!" teriak Naruto sekencang-kencangnya, membuat burung yang bertengger di pohon yang rindang, dengan terpaksa terbang menjauhi suara yang sangat tidak enak didengar.
"Huwaaaaa! Miaw! Miaw!" Naruto panik sambil berlari berputar-putar.
"Apa yang terjadi, Miaw? Kenapa aku menjadi kucing lagi?" tanya Naruto tidak mengerti sambil menatap kedua tangannya dengan tatapan horror.
"Huwaaaa! Kalau begini aku tidak bisa melihat Sasuke-senpai lagi, miaw!" ujar Naruto tidak sadar dengan apa yang diucapkannya.
"Eh? Salah, miaw! Bukan Sasuke-senpai, melainkan Itachi-nii, miaw! Huwaaa! Jauhkan aku dari bayangan Sasuke-senpai! Jauhkan! Jauhkan, miaw!" sepertinya Naruto mengalami gila sesaat, sampai-sampai dia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat. dan bergumam tidak jelas layaknya kucing yang sedang stress.
Tiba-tiba muncullah cahaya didepan Naruto, membuat Naruto yang tadinya menutup mata, membuka matanya lebar-lebar.
TRING! Sesosok perempuan berambut merah tersenyum tipis kepada Naruto, siapa lagi kalau bukan Karin si penyihir.
"Karin-sama, miaw!" teriak Naruto terkejut.
"Kyaaa~! Kawai! Naru-chan, kau memang lucu kalau dalam bentuk kucing," ujar Karin langsung memeluk Naruto dengan sangat erat.
"Mi-miaw, se-sesak!" protes Naruto, membuat Karin melepaskan pelukan mautnya.
"Hahaha…gomen Naru-chan… kau sangat imut dan lucu, kalau menjadi kucing," ujar Karin sambil menepok kepala Naruto.
"Katakan! Kenapa aku berubah menjadi kucing, miaw?" tanya Naruto to the point.
"Hm… mungkin karena waktumu sudah mulai habis," ujar Karin sambil berpikir.
"Bukankah aku akan berubah menjadi boneka, miaw? Kenapa sekarang ini aku berubah menjadi kucing! Aku tidak terima!" protes Naruto tidak terima.
"Sihirku yang ku berikan padamu sudah hampir habis dengan seiring berjalannya waktu, tapi Naru-chan…perjanjian tetap perjanjian," ujar Karin menyeringai.
"Kenapa Kau tidak memberitahukannya kepadaku, miaw?" Naruto marah kepada Karin, sampai-sampai Naruto berkata 'kau' kepada majikannya sendiri.
"Hm…" Karin menyeringai, "Khu…Khu…Khu…" lalu dia pun tertawa. Membuat Naruto sedikit takut.
"Ini tidak lucu, miaw! kembalikan aku kebentuk semula!" ujar Naruto kesal.
"Tenang Naru-chan, sebentar lagi akan selesai," kata Karin, membuat Naruto tidak mengerti.
Tiba-tiba… POOF!
Naruto berubah lagi menjadi manusia, membuatnya kaget.
"Eh? Eh? Aku sudah kembali?" tanya Naruto sambil meraba-raba mukanya sendiri. Lalu Naruto melihat kebelakang, ternyata tidak ada ekor.
"Apa maksudnya ini?" tanya Naruto yang benar-benar tidak mengerti.
"Naru-chan… sihir yang aku berikan, sudah mulai menghilang. Sedikit demi sedikit kau akan bertingkah seperti kucing lagi," ujar Karin, membuat Naruto membelalakkan matanya lebar-lebar.
"Tidak mungkin!" ujar Naruto tidak percaya.
"Lalu, jika kau mulai tidak sadar dan tiba-tiba mengeluarkan kata-kata 'miaw' maka kau akan berubah menjadi kucing selama 5 menit," lanjut Karin lagi.
"Seperti…kupu-kupu tadi?" tanya Naruto, diikuti dengan anggukan dari Karin.
"Waktumu tinggal seminggu lagi, apa hatimu sudah menerima untuk mencintai Itachi?" tanya Karin lagi.
Naruto menggeleng lemah, "Belum sepenuhnya," kata Naruto dengan lemas.
"Kalau begitu, putuskan Itachi, batalkan tunangan Sasuke, lalu katakanlah cinta kepada Sasuke," ujar Karin to the point.
"Eh? Karin-sama, tidak bisa begitu! Aku sudah berjanji kepada Itachi-nii," ujar Naruto.
"Tapi, sampai sekarang kau tidak bisa mencintai dia! Sadarlah kau Naru-chan!" ujar Karin lagi, sambil memegang bahu Naruto dengan keras.
"Cukup! Aku tidak mau mencintai Sasuke!" ujar Naruto setengah berteriak sambil menepis tangan Karin, membuatnya kaget.
"Go-gomen, aku tidak sengaja, Karin-sama…" kata Naruto gugup, melihat Karin menundukkan kepalanya.
"Kau! Kurang ajar! Apa salahnya jika kau mencoba apa yang kukatakan! Kau bodoh! Kau tidak mau nurut dengan perintahku! Kau tidak mau mengejar Sasuke dengan alasan dia sudah punya tunangan! Selama ini aku sudah membantumu! Tapi, kau malah menyerah untuk mencintai Sasuke! Dan terpaksa mencintai Itachi yang kau tidak cintai! Itu sama saja dengan MENYERAH!" teriak Karin dengan keras, membuat Naruto diam dan tidak bisa berkutik apa-apa.
"Kau tahu? Aku sudah MUAK denganmu NARUTO! Sekarang ini, aku tidak akan peduli denganmu lagi!" lanjut Karin dengan kesal dan marah.
"Ka-karin-sama… Ma-maaf," ujar Naruto gugup, sambil memegang tangan Karin.
Tetapi, Karin menepis tangan Naruto dengan kasar, membuat Naruto kaget.
"Ka…"
"CUKUP! MULAI SEKARANG INI, AKU BUKAN MAJIKANMU LAGI!" tiba-tiba Karin merasa pusing, dan memegang kepalanya dengan keras, dan mengerang.
"Argh! Aaah! A-apa yang…! Arrggh!" teriak Karin, lalu mata merah Karin berubah menjadi mata bewarna ungu tua dan menyala, kuku tangannya yang semula pendek menjadi panjang, tiba-tiba muncul aura hitam disekeliling Karin, membuat Naruto takut dan mundur beberapa langkah.
"Khu…khu…khu…Akhirnya aku bisa keluar juga, inilah wujudku, aku tidak butuh dia lagi, wujud seorang putri yang jahat! Hahahahaha…" Karin tertawa, dan menatap Naruto yang ketakutan dengan mata ungu tuanya.
"Kenapa, kau takut?" Karin menyeringai lalu mendekat kepada Naruto, dan memegang dagu Naruto dengan kukunya yang panjang.
'A-apa ini? Auranya berbeda? Ba-badanku tidak bisa digerakkan,' batin Naruto takut.
"Naruto… kali ini majikan yang kau sebut 'Karin-sama' itu tidak ada lagi, sekarang hanya ada Karin yang baru, fufufu… terima kasih sudah membuat dia marah, perkenalkan aku seorang putri yang ada dalam tubuh Karin, namaku Shion, seorang putri yang pernah diceritakan oleh Karin," ujar Shion menyeringai.
Naruto terkejut dengan perkataannya, dia ingat nama putri yang pernah diberitahu oleh Karin.
"Dan… oh ya? Kau punya perjanjian dengannya ya? Khu…khu… menarik! Baiklah, kali ini biar aku saja yang mengurusmu, jika kau tidak bisa mencari cinta pertamamu atau membuat hatimu menerima cinta dari orang yang tidak kau cintai, maka…" Shion berhenti sejenak.
"Tanggal 30 tepat jam 12, aku tidak akan merubahmu menjadi boneka kucing seperti yang dikatakan oleh Karin, melainkan aku akan datang untuk mengambil NYAWAMU atau MEMBUNUHMU! hahahahahaha…. Bersiap-siaplah kau!" Shion tertawa licik lalu dia pun menghilang dihadapan Naruto.
Setelah Karin alias Shion menghilang, Naruto langsung terduduk lemas, dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sekarang ini yang dilihat Naruto bukanlah Karin, melainkan putri Shion yang tersegel dalam diri Karin.
"Di-dia… putri Shion, kenapa dia ada didalam tubuh Karin-sama," gumam Naruto sambil ketakutan. Akhirnya, Naruto ingat semua dengan kata-kata Karin saat dia masih menjadi kucing.
Flashback
"Naru-chan, kemarilah…" panggil Karin kepada Naruto.
"Ada apa, miaw?" Naruto langsung mendekat kepada Karin, lalu melompat dan duduk di pangkuan Karin.
"Aku ingin bertanya denganmu."
"Bertanya apa, miaw?"
"Apa kau masih ingat dengan putri yang pernah kuceritakan kepadamu?" tanya Karin dengan lembut.
"Tentu, miaw! Menurutku dia itu jahat, miaw! Seenaknya saja merebut pemuda yang dicintai kucing hitam itu," ujar Naruto kesal, Karin hanya tersenyum lembut.
"Hm…kenapa kau kesal?" tanyanya lagi.
"Hm, tidak tahu, miaw," ujar Naruto dengan innocent, membuat Karin tersenyum geli.
"Apa kau tahu, nama putri itu?" tanya Karin lagi.
"Tidak tahu, Karin-sama tidak pernah menyebutkan nama putri itu, miaw."
"Baiklah, namanya adalah putri Shion," ujar Karin.
"Putri Shion? Lalu pemuda itu siapa namanya? Miaw?" tanya Naruto penasaran.
"Hm… kau mau tahu?"
"Tentu saja, miaw," Naruto bersemangat.
"Namanya Suigetsu," lanjut Karin lagi.
"Huwaa… namanya sugoi! Miaw," Karin hanya tertawa melihat kucingnya yang lucu ini.
"Naru-chan… aku ingin minta tolong kepadamu."
"Apa? Miaw?"
"Jangan pernah membuatku marah, Karena jika seseorang membuatku marah, maka segel yang ada dalam diriku akan rusak, dan seseorang yang ada dalam diriku akan mengendalikan tubuhku," ujar Karin panjang lebar, membuat Naruto diam.
"Jika hal itu terjadi, maka aku tidak akan bisa lagi mengambil tubuhku kembali, aku akan tertidur selamanya didalam diriku, dan aku hanya akan bangun jika dia sudah mati," lanjut Karin lagi.
"Baiklah! Aku tidak akan membuat Karin-sama marah, aku janji! Miaw!" ujar Naruto dengan semangat, membuat Karin tersenyum.
"Lalu kenapa orang itu bisa ada dalam tubuh Karin-sama, miaw?" tanya Naruto.
"Dia adalah seorang putri yang aku bunuh, gara-gara aku tidak menyetujui pernikahannya dengan pemuda yang aku cintai," ujar Karin lirih, Naruto hanya diam memandang wajah karin yang terlihat sedih.
"Ini semua salahku," Karin tersenyum, "Sehingga aku jadi ikut mati," lanjutnya lagi.
"Apa maksud Karin-sama? Miaw?" Naruto tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya.
"Ya… gara-gara aku membunuh putri itu, aku pun dibakar dan menjadi penyihir seperti sekarang ini," ujar Karin.
"Lalu… beberapa bulan kemudian, aku bertemu lagi dengan putri itu, wujud kami sama-sama menjadi penyihir, namun dia berwujud penyihir jahat, dia datang untuk membalas dendan kepadaku, dia bilang dia akan membunuhku, karena aku sudah membunuhnya dan pemuda itu,"
"Lalu… apa yang terjadi, miaw?"
Karin tersenyum, "Pertarungan terjadi, aku hampir kalah beberapa kali, karena dia sangat kuat, dan satu-satunya cara adalah menyegelnya dalam tubuhku," ujar Karin lagi.
"Dan...aku berhasil menyegelnya, namun resikonya… aku tidak boleh marah, kesal ataupun dendam kepada orang lain," kali ini wajah Karin benar-benar terlihat seperti menangis.
"Begitu ya… tapi, kenapa ceritanya hampir mirip dengan cerita siluman kucing hitam itu? Miaw," tanya Naruto bingung, membuat Karin kaget.
"Hey! Itu tidak sama, dasar…!" Karin menjitak pelan kepala Naruto. Membuat Naruto meringis kesakitan.
"Iya…iya… yang terpenting, aku tidak akan pernah membuat Karin-sama marah besar!" ujarnya, Karin pun hanya tersenyum.
End Flashback
"Ja…jangan-jangan kucing hitam itu… adalah Karin-sama?"
-TBC-
A/N: gomen minna-san pink telat updet! (_ _) , bagi yang tidak suka dengan cerita pink, harap untuk tidak membacanya!
Nah ,bagi yang belum mengerti jalan ceritanya, pink akan menjelaskannya, mudah2an kalian mengerti... T_T
Pertama, cerita Flashback (yang diatas) itu sesudah cerita siluman kucing hitam yang diceritakan Karin, dan sebelum Naruto bertemu dengan cinta pertamanya.
Kedua, cerita siluman kucing itu, sudah diceritakan dua kali oleh Karin… di chap satu alias prolog, Karin menceritakan cerita itu kepada Naruto kan? Itu Naruto sendiri yang minta untuk diceritakan lagi, karena menurut Naruto cerita itu sangat menarik, dan itu sesudah bertemu dengan cinta pertama Naruto.
Ketiga, putri yang dibunuh oleh Karin, bernama Shion, pemuda yang dicintai Karin adalah Suigetsu, dan kucing hitam itu adalah Karin sendiri.
Keempat, lalu, Karin bilang, kalau putri Shion datang untuk membalas dendamnya kepada Karin kan? Ya itu benar, menurut Shion, Karin lah yang membunuh Suigetsu, padahal Suigetsu nya sendiri yang menancapkan pisau yang dipegang Karin ditubuhnya. Sehingga Shion marah besar, dan tidak bisa mati dengan damai. Namun terakhirnya Shion lah yang kalah.
Kelima, apa kalian sudah mengerti dengan jalan ceritanya? o.O.
Balasan Review:
Pink: Moshi-moshi Minna-san! Maaf pink telat updet! Dikarenakan pink sibuk dengan urusan pink sendiri, jadinya tidak melanjutkan fict pink… T^T
Ruu: Apaan! Padahal elu cuman nonton film Yaoi doing! =^=
Pink: tapi itu termasuk sibuk! .
Ruu: Masih ngelak aja lu! Noh tuh fict lu numpuk kan? ==.
Pink: hehehe… iya. ^^ (watados)
Ruu: (sweatdrop) kalau begitu langsung saja balas review dari LUKIAST.
Pink: hehhe… makasih sudah menyukai fict pink yang ancur ini, (ketawa watados)
Ruu: (sweatdrop) , dan jangan manggil dia dengan embel-embel –san , soalnya dia itu masih anak kecil yang umur 5 tahun.
Pink: Baka! *jitak Ruu* , ehem! Ini udah updet, walaupun gak kilat. ^^, nanti pink akan banyakin romance nya. ^^/
Ruu: *usap kepala* kalau begitu dari Takazawa Kazuki.
Pink: Kazu~! XD . ini sudah updet walaupun gak kilat! ^^ , mudah-mudahan mengerti jalan cerita yang pink buat.
Ruu: dari GaryPolary.
Pink: Guaryy-chan~! XD *bletak* , ini sudah updet walaupun gak kilat! ^^, mudah-mudahan mengerti jalan cerita yang pink buat. ne…ne… kapan ceritamu updet? O.o ? .
Ruu: Hn, Dari Lady Spain.
Pink: Naru memang manis! *dirasengan* , nyahahha… SasuNaru atau ItaNaru ya? XD , dipikir dulu deh! *dilempar* , ini sudah apudetooo… XD
Ruu: == , Dari Chiraeru el Zuwet.
Pink: PP nya SERAM! DX . hu-huwaaa… tidak terima kasih… ^^ , jangan perlihatkan pp yang lebih seram lagi oke. ^^
Ruu: Lihatkan saja, dijamin pingsan dah dia.
Pink; KEJAM!
Ruu: bodo amat!
Pink: JAHAT!
Ruu: emang gw pikirin!
Pink: lihat aja komik lu, pink bakar Nanti!
Ruu: (nelan ludah) i-iya deh, aku minta maaf (ngalah)
Pink: back to story… iya, Naru kok selalu deg2an ya? O.o? jangan! Sasuke buat pink saja! Itachi buat senpai! *dilempar*. Ini sudah updet, walaupun gak kilat! mudah-mudahan mengerti jalan cerita yang pink buat. ^^
Ruu: Hhh. *menghela nafas* dari Fi Suki Suki.
Pink: huwaa… nee bingung mau jawab satu2 _ . tenang saja Fi, XD . nanti juga kebongkar sendiri. *plak* , oke ini sudah updet walaupun gak kilat. mudah-mudahan mengerti jalan cerita yang nee buat. ^^.
Ruu: Dari.. Miichan 94
Pink: Itachi memang jahat! X( *dimangekyou* . begitulah Uchiha… *ikutan geleng2*.
Ruu: *sweatdrop* ==" . dari Dallet no Hebi
Pink: pecinta ItaNaru ya? O.o ? hahha… maaf di chap ini Itachi dan Sasuke hanya muncul sedikit. ^^ , gomenne… ini sudah updet, walaupun gak kilat. mudah-mudahan mengerti jalan cerita yang pink buat.^^
Ruu: kau ini, masa Sasuke lebih sedikit munculnya. =="
Pink: biarin! Peran utamanya kan si Naruto! XD
Ruu: lalu Karin?
Pink: Pembantu… *digiles FC Karin* , maksudnya peran pembantu…
Ruu: Hn. Dari nick name alias Clarha.
Pink: Kyaa~~! Sukiyaki! *Q* , hehehe… ini sudah updet walaupun gak kilat… ^^ mudah-mudahan mengerti jalan cerita yang pink buat.
Ruu: makanan melulu yang kau pikirkan, == . lanjut aja dari Hikarii Hana.
Pink: Neechan disini! XDD , gak kok, gak nee buat angsty… ^^ , yang ngasih kalung? O.O… oke lihat nanti! XD
Ruu: dari Shiki Raven-Sakuraii
Pink: yang ngintip Sasuke kok…XD , dia masuk uks karena pusing kali soalnya Naru diambil oleh Itachi! XDD . ini sudah updet… XD , mudah-mudahan mengerti jalan cerita yang pink buat. ^^
Ruu: lalu dari Fuu males login
Pink: iyap benar! XD , ini tak boleh dibiarkan! *bletak* … oke ini sudah updet, walaupu gak kilat. mudah-mudahan mengerti jalan cerita yang pink buat. ^^
Ruu: lama-lama gw ngantuk baca review satu-satu. ==
Pink: aku apalagi! DX , haus~
Ruu: noh minum aer kali tuh.
Pink: JAHAAT!
Ruu: *nutup telinga* , langsung saja dari Yuuchan no Haru999.
Pink: kurang panjang ya? Iya… makanya dia chap ini pink agak panjangin… ^^ , ini sudah updet walaupun agak lama. mudah-mudahan mengerti jalan cerita yang pink buat. ^^
Ruu: dari sukiNaruto.
Pink: oke ini sudah panjang! XDD … mau berteman dengan pink? O.o? boleh! XD, pink sangat senang… *jabat tangan*, ini sudah updet ^^ , mudah-mudahan mengerti jalan cerita yang pink buat.
Ruu: waah, ada yang dari fandom Junjo Romantica noh, namanya Amieres
Pink: Ara? Salam kenal Amieres-san… *bungkuk* , arigatou sudah membaca fict pink nan ancur ini… ^^ , arigatou! Baiklah pink akan mencoba untuk bikin fict junjou romantic! ^_^
Ruu: dari Orenji no Neko-chan
Pink: heheh… makasih… ^^ , ini sudah updet, mudah-mudahan mengerti jalan cerita yang pink buat. ^^ . tentu saja boleh di fave! XD , pink sangat senang.
Ruu; hoaahhm… dari alwayztora
Pink: iya iya… nanti pink usahakan Naruto sama Sasuke… XD *bletak*.
Ruu: akhirnya selesai juga… fiiuuh.
Pink: TUNGGU DULU! *ngeliat isi review* , sepertinya ada yang kurang.
Ruu: *ikut ngeliat*, ooh dari Ryuzaki Hitomi Rheighatsu.
Pink: *sweatdrop* ==" , Helmi~ kenapa malah review di chappie 6? == , oalah nih anak … ckckckck… (-.-) , baka!
Ruu: sudahlah == ,
Pink: kalau begitu pink akhiri dengan… Akhir Kata? o.O.
Ruu: == , Review or Flame?
