hanna

dul

set

'andwee! Aku tidak bisa memaafkan diriku yang telah membuat hidupmu menjadi seperti ini Siwon-ssi' Jaejoong melangkah pelan dan begitu lemas saat kembali masuk kedalam kamar rawat Siwon

.

Tampak Siwon sedang berbaring dengan mata terbuka yang meneteskan air mata membasahi pelipisnya. Jaejoong melangkah mendekati Siwon lalu menggenggam tangannya.

"wahai dewa Narsiscus-ku miane! Miane ini semua salahku" Jaejoong terisak meneteskan air matanya memandangi Siwon haru

"noona! Apa yang kau bicarakan? Aku tidak bisa mendengarnya? Apakah aku memang tidak lagi bisa mendengar? Apakah aku tuli?" Siwon bertanya dengan air mata yang terus mengalir, memandangi Jaejoong penuh duka

Jaejoong hanya menganggukan kepalanya saja lalu menangis tersedu dan membenamkan wajahnya didada Siwon.

'gwencanayeo! Biarlah aku menjadi tuli. Setidaknya aku tidak lagi harus mendengar dongengmu yang begitu menyedihkan! Aku tidak perlu mendengar suara appa dan eomma yang selalu membentak dan menuntut, aku tidak lagi harus mendengar semua keluhan dan kesedihan. Yang aku inginkan hanyalah bertemu lagi denganmu wahai yeoja pemilik wajah yang sangat indah'

.

.

At Yunho and Kibum place

Kibum begitu gelisah didalam kamar mandinya. Dia berjalan mondar – mandir tidak karuan memakai lingery yang sangat sexy dan transparan. Sementara diluar sana Yunho sang suami sudah menunggunya dengan telanjang untuk melepaskan rindu dan hasrat birahi yang selama ini tertahan.

'Tuhan aku tidak mampu melakukannya. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri yang sudah membagi hatiku pada seorang namja yang aku temui saat di Bali tempo hari. Aku harus mengatakannya pada Yunho tentang pengkhianatan yang aku lakukan dengan namja itu. aku harus mengatakannya'

Kibum segera membuka pintu kamar mandi lalu keluar menghampiri Yunho yang sudah siap untuk menggaulinya.

"yeobo! Miane aku tidak bisa melakukannya!" tiba – tiba Kibum berkata begitu lantang tanpa beban

"waeyeo? Apa maksudmu?" Yunho merubah posisinya duduk lebih tegak

"sebelumnya aku ingin meminta maaf darimu. Selama masa sulit yang kita hadapi, aku sengaja menghindarimu untuk menenangkan diri ke pulau Bali. disana aku banyak berfikir dan berfikir tentang masa depan rumah tangga kita yang sudah begitu kaku dan tidak sehat lagi" Kibum lalu terdiam dan menundukan wajahnya

"lalu?" Yunho penasaran

"aku ingin bercerai denganmu! Miane! Aku tidak menyangka sakit yang aku alami selama berada di pulau Bali adalah tanda bahwa aku sedang hamil. Ini semua diluar dugaanku. Aku hamil dan aku tidak mungkin melayangkan gugatan cerai saat ini" Kibum semakin menunduk lalu terisak meneteskan air matanya

"katakan apa alasanmu sehingga kau ingin bercerai denganku?" Yunho menarik tangan Kibum untuk duduk lebih dekat dengannya

"aku tidak lagi memiliki perasaan dan hasrat padamu yeobo! Semua terasa begitu hambar. Kau begitu jauh meski kau berada tepat dihadapanku. Miane! Miane! Yeobo" Kibum menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya

"apakah kau menemukan seorang yang baru dalam hatimu?" tanya Yunho dengan mimik wajah kecewa

"miane! Aku telah mengkhianatimu. Aku bertemu dengan namja Korea saat berada di pulau Bali. dengan begitu mudah namja itu sudah mencuri hatiku yeobo! Hingga saat ini aku masih terus teringat pada namja itu! ampuni aku aku mohon" Kibum turun untuk berlutut dihadapan Yunho karena merasa sangat bersalah telah mengkhianatinya. Kibum tidak pernah tahu Yunho jauh lebih buruk memperlakukannya yang sudah menghadirkan Jaejoong dalam rumah tangga mereka

"apakah kau tidur dengan namja itu? atau mungkin janin yang ada dalam rahimmu adalah benih cinta namja itu?" Yunho membentak dengan wajah yang merah

"astaga yeobo! Serendah itukah kau menilaiku? Kami tidak pernah melakukannya! Pengkhianatan yang aku lakukan hanyalah sebatas makan malam bersama, menghabiskan malam dipantai. Itu saja. Aku tidak pernah membiarkan namja itu menyentuhku" Kibum berdiri balik membentak dan menunjukan ketidak sukaannya pada pernyataan Yunho

"lalu bagaimana mungkin kau bisa begitu mencintainya sementara hubungan kalian hanya sebatas itu saja?" Yunho menurunkan intonasinya

"itu semua masih misterius bagiku! Sama misteriusnya saat namja itu datang dan pergi dalam hidupku. Namja itu menghilang begitu saja saat malam terakhir kami dipantai Sanur" jawab Kibum menoreh kearah Yunho dengan mimik wajah yang bingung

"apakah rumah tangga kita memang tidak bisa lagi diselamatkan?" tanya Yunho menggenggam tangan Kibum

"saat terakhir kita bertengkar hebat, aku masih ingat ucapanmu yang ingin segera menceraikan aku. Kau bilang aku terlalu sibuk sehingga aku melupakan kewajibanku sebagai seorang eomma juga istri" Kibum balik menyerah menyindir Yunho

Yunho terdiam menundukan wajahnya, menarik nafas dalam lalu kembali menatap Kibum.

"jika kau memang benar ingin berpisah denganku. Aku pasti akan mengabulkan keingiananmu. Kita akan bercerai setelah kau melahirkan anak kita" Yunho memeluk Kibum erat

"gomawo! Semoga hubungan kita jauh lebih baik saat kita mengambil jalan masing – masing! Mulai besok aku kan pindah menempati apartemen kita! Aku rasa aku sudah tidak sanggup diam satu atap denganmu yeobo! Aku tidak ingin tergoyahkan lagi" Kibum menggenggam tangan Yunho yang melingkar didadanya.

.

.

.

Pagi yang cerah itu kota Seoul sudah dibuat heboh dengan munculnya berita tentang skandal yang dilakukan satu penguasa dan pengusaha kakap mantan anak menteri dimasa lalu. Berita yang disiarkan oleh sebuah stasiun televisi dimana hampir 60% penduduk Korea menonton berita yang selalu disiarkan stasiun televisi itu. sebuah foto mesra antara sang penguasa bersama seorang yeoja menjadi potongan klip berita itu.

Kontan berita itu membuat gerah dan merah telinga tuan Lee dan nyonya Lee yang sedang menikmati sarapannya.

"kenapa bisa muncul berita seperti itu? dan bagaimana mungkin foto itu muncul? Siapa yang menyebarkannya?" tuan Lee membentak asistennya yang dia panggil untuk menjelaskan berita itu

"jeosomida tuan! Saya tidak tahu kenapa stasiun televisi itu bisa memuat berita itu" jawab sang asisten

"aku tidak menyukai ini Lee Sooman! Cari tahu siapa yang telah menyebarkannya" bentak Nyonya Lee melempar alat makan yang ada dihadapannya

"bereskan berita ini! Panggil pengacara Jung untuk mewakiliku memberikan klarifikasi pada pewarta yang akan datang untuk melakukan wawancara! Aku tidak ingin menghadapi mereka" tuan Lee beranjak berdiri dari kursinya, meninggalkan meja makan untuk segera bertolak menuju kantor

"awasi nyonya Lee! Jangan sampai dia melakukan hal yang fatal!" tuan Lee mengingatkan kepala asisten rumah tangganya

.

.

Jaejoong sudah berdandan sangat cantik memakai stelan kerja mahal hadiah dari Yunho kekasih yang akan segera menjadi mantannya. Membereskan tas Chanel-nya lalu segera keluar dari rumah sederhananya. Sejak kemarin Jaejoong memang tidak menunggu Siwon lagi dikamar rawatnya, karena nyonya dan tuan Choi yang memintanya untuk pulang.

Banyak sekali yang berubah dalam kehidupan tuan dan nyonya Choi sejak tregadi yang menimpa putera tunggal mereka. Tuan dan nyonya Choi menjadi lebih peka dan perhatian terhadap puteranya ditambah kondisi Siwon yang kini menjadi tuli.

Jaejoong menghentikan sebuah taksi yang akan mengantarkan dia pergi kesatu tempat.

"antarkan saya ke Lee Tower!" perintah Jaejoong pada sang supir.

Rupanya tujuan Jaejoong siang itu adalah tempat dimana tuan Lee bekerja memimpin perusahaannya.

.

.

Jaejoong sudah berada didalam lift menuju lantai dimana ruang kerja tuan Lee berada. Dengan memakai statusnya sebagai sekertaris Jung yunho, dengan mudah Jaejoong bisa menemui pemilik menara pencakar langit itu.

Pintu ruang kerja tuan Lee sudah didepan mata. Jaejoong melewatkan meja sekertaris tuan Lee karena memang sedang tidak ada ditempatnya. Jaejoong diam menarik nafas dalam memandangi pintu kerja yang tertutup itu lalu tiba – tiba seseorang membukanya.

"Jaejoong-ssi! apakah kau datang untuk menemui tuan Lee?" tanya sekertaris tuan Lee yang baru saja keluar dari ruang kerja itu

"nee! Aku datang untuk menenuinya" jawab Jaejoong mengontrol suaranya yang agak tegang

"masuklah! Tuan Lee memang sedang menunggu pengacara Jung" sekertaris itu memberikan ruang agar Jaejoong bisa masuk kedalam ruang kerja tuan Lee

Jaejoong masuk melangkah pelan menghampiri tuan Lee yang sedang sibuk berbicara dengan seseorang dari telponnya. Terdengar tuan Lee begitu murka pada orang yang berbicara dengannya. Karena tuan Lee berbicara dengan nada membentak juga tangan yang menggebrak meja.

Bruk

Tuan Lee menutup telponnya dengan sangat kasar. Tampak kekecewaan terlihat dari wajahnya. Tuan Lee menoreh kearah Jaejoong dengan kening yang mengerut

"kau sekertarisnya Yunho? Dimana bosmu itu? kenapa saat seperti ini aku malah susah untuk menghubunginya?" tuan Lee melampiaskan kekecewaannya pada Jaejoong yang berdiri tepat dihadapannya

"maaf tuan! Saya datang bukan sebagai sekertaris Jung Yunho pengacara anda! Tapi saya datang sebagai seorang puteri yang terbuang dan disia – siakan" jawab Jaejoong ketus memandang tuan Lee begitu sinis

"apa maksudmu?" tanya tuan Lee melotot dan membentak

"aku adalah puteri yang dilahirkan oleh seorang mantan koki yang dulu bekerja dirumahmu tuan Lee! Yeoja yang diusir dari rumah anda dengan sangat kasar bahkan hampir saja dibunuh oleh orang suruhan appamu" jawab Jaejoong tegas dengan wajah merah karena dia sunggung sedang marah

"mworago? Kau..." tuan Lee berdiri menatap Jaejoong gugup dan syock. Wajahnya sedikit pucat.

"aku adalah puteri biologismu tuan Lee!" Jaejoong melemparkan buku harian milik eommanya yang sudah dikembalikan oleh wartawan senior stasiun televisi yang menyiarkan berita skandal dirinya dimasa lalu

Tuan Lee mengambil buku harian itu lalu membuka lembar demi lembar isi buku harian itu. matanya perlahan berkaca – kaca saat membaca salah satu halaman buku harian itu.

Bruk

Tuan Lee menjatuhkan tubuhnya duduk diatas kursi kerjanya. Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya lalu menangis tersedu

"apa kau ingat sekarang? Benar aku adalah puterimu yang tidak pernah mendapatkan haknya" Jaejoong melangkah melewati samping meja kerja tuan Lee menghampiri tuan Lee lebih dekat lagi

"kau adalah puteriku? Maafkan aku! Maafkan aku" tuan Lee tidak berani mengangkat wajahnya untuk memandang Jaejoong

"aku ingin kau melihat ini!" Jaejoong melempar beberapa lembar foto mesum Donghae yang sedang bercinta dengan Hyukjae yang dia dapatkan dari Siwon beberapa waktu yang lalu, juga foto mesum Sungmin yang juga sedang bercinta dengan Kyuhyun yang juga dia dapatkan dari Siwon kemeja kerja tuan Lee

Tuan Lee mengambil satu persatu foto yang Jaejoong lemparkan kemeja kerjanya. Dan dia tambah lebih syok lagi saat melihat foto mesum milik kedua anaknya.

"bisa kau bayangkan tuan bagaimana reaksi publik jika aku mengirimkan foto mesum milik putera penguasa di Korea ini? Seorang puteri yang doyan berselingkuh dan seorang putera yang seorang gay! Image-mu sebagai seorang lelaki tidak bertanggung jawab sudah beredar dipublik! Sepertinya kehancuranmu akan sangat lengkap jika aku juga mengirimkan foto – foto ini" Jaejoong tersenyum sinis menatap tuan Lee

"apa yang harus aku lakukan agar kau tidak melakukannya?" tuan Lee memberanikan diri menatap Jaejoong dengan wajah memelas

"kau harus mengakui kepublik Korea tentang keberadaanku sebagai puterimu sulungmu! Dan dengan kekurangan yang dimiliki kedua anakmu aku ingin akulah yang akan menjadi penguasa diperusahaanmu! Aku ingin akulah yang menjadi penerusmu memimpin semua perusahaanmu!" jawab Jaejoong lantang menatap tuan Lee tegas

"aku akan melakukannya! Akan aku lakukan" bibir tuan Lee menggigil kaku menatap Jaejoong penuh sesal

"lakukan dengan cepat! Aku akan menunggu saat kau membuktikannya" Jaejoong mengusap kepala tuan Lee tanda dia melecehkannya

"datanglah malam ini kerumahku! Aku akan mempertemukanmu dengan semua anggota keluargaku" tuan Lee memejamkan matanya

.

.

.

Tuan Lee menghubungi Sungmin untuk datang menghadiri rapat keluarga yang akan dia gelar malam ini dirumahnya. Jung Yunho sang pengacara juga dia undang untuk berperan sebagai saksi. Apa yang dia rencanakan malam ini dirumahnya tidak dia ceritakan pada nyonya Lee yang sedang labil dan histeris. Dan meminta pelayan pribadinya menguncinya didalam kamar selama rapat berlangsung.

Sungmin datang ditemani Kyuhyun tanpa pelayan Kim yang sudah pergi meninggalkan mereka. Sungmin duduk berdampingan dengan Kyuhyun disofa doble diseberang mereka duduk tuan Lee dengan wajah yang amat tegang didampingi asistennya yang berdiri tegak dibelakangnya.

"kenapa Donghae tidak ikut serta dalam rapat yang appa bilang sangat penting ini?" tanya Sungmin menatap dingin

"semua serba mendadak Minnie-ah! berita itu sungguh mengejutkanku sehingga appa tidak sempat menghubungi dongsaengmu" jawab tuan Lee gugup

"Kau bukanlah suami yang sempurna appa! Dan tidak ada yang sempurna didunia ini. Setiap orang pasti memiliki masalalu dalam hidupnya! Apa istimewanya berita sebuah skandal yang dilakukan seorang namja yang memiliki banyak harta dalam hidupnya? Seorang Pnegara adi kuasa pun pernah melakukannya! Aku rasa appa terlalu berlebihan bereaksi menanggapi berita ini" Sungmin berkata bijak dan jauh lebih dewasa menanggapi berita buruk yang sedang beredar tentang appanya

"bukan masalah itu yang ingin apa sampaikan padamu malam ini Minnie-ah! appa ingin mengenalkan kau pada seseorang" tuan Lee melirik asistennya

Tiba – tiba pelayan datang mengabarkan tamu yang ditunggu tuan Lee sudah datang. Secara kebetulah Yunho dan Jaejoong bertemu dihalaman rumah keluarga Lee, masuk bersama –sama menuju ruang keluarga kaya itu.

"biarkan mereka masuk!" jawab tuan Lee

Tidak lama masuklah Jaejoong diikuti Yunho melangkah dibelakangnya. Jaejoong tampak cantik sekali malam itu. dia segera duduk disofa yang ditunjukan pelayan padanya, sementara Yunho duduk tidak jauh dengan tuan Lee.

"baiklah aku akan segera membuka pertemuan ini!" tuan Lee merubah duduknya lebih maju

"Minnie-ah! ini Jaejoong puteri sulungku! Dia puteri yang dilahirkan yeoja yang sekarang menjadi berita itu. dia lahir mungkin 7 tahun lebih dulu darimu. Aku ingin kau mengenalnya sebagai eonniemu Minnie-ah" tuan Lee membuka rapat itu dengan berita yang mampu membuat jantung Sungmin berhenti

"jadi sekertaris pengacara Jung adalah puterimu yang dilahirkan yeoja itu?" Sungmin melirik kearah Jaejoong haru

"nee!" jawab tuan Lee dengan perasaan campur aduk

"aku memiliki seorang eonni! Itu sungguh kejutan yang manis appa!" Sungmin kembali menatap Jaejoong dengan wajah yang ramah

Jauh diluar dugaan Jaejoong, reaksi Sungmin begitu terbuka dan tampak tidak ada kekecewaan dalam hatinya saat mengetahui Jaejoong adalah kakak perempuannya. Namun reaksi yang berbeda ditunjukan oleh Yunho yang terkejut dan tampak tidak percaya kekasih gelapnya adalah puteri kliennya.

"miane! Appa tidak pernah mengetahui kelahirannya. Appa tidak tahu dia tumbuh hidup sebesar ini" tuan Lee melirik kearah Jaejoong seperti ada perasaan malu saat menatapnya

"aku senang ternyata aku memiliki seorang eonnie! Dia bukan orang asing yang baru aku temui! Dia juga adalah noona dikeluarga Choi bukan?" Sungmin menatap Jaejoong tersenyum ramah

"benarkah? Apakah kau senang ternyata kau memiliki seorang eonnie sepertiku?" Jaejoong berkaca – kaca menatap Sungmin terharu

"tentu saja! Kenapa aku harus tidak senang?" Sungmin berdiri menghampiri Jaejoong lalu memeluknya

"gomawo! Gomawo" Jaejoong menangis dia merasa sangat terharu untuk pertama kalinya dia diterima dengan begitu baik oleh saudara sedarahnya

"selamat datang dikeluarga yang menyedihkan ini eonnie! Sepertinya kau kurang beruntung eonnie! Kau datang saat keluarga ini mengalami kehancuran" ujar Sungmin menatap Jaejoong tersenyum miris dan kalimat Sungmin merupakan sindiran pedas bagi Jaejoong. Karena dialah penyebab kehancuran keluarga Lee.

"satu lagi yang ingin appa sampaikan padamu Minnie-ah! sebagai puteri sulung Jaejoong eonnie adalah pewaris yang akan mengganti appa memimpin perusahaan saat appa pensiun nanti. Aku harap kau tidak keberatan dengan keputusan yang appa buat itu" tuan Lee berkata begitu cemas dan gelisah menunggu reaksi Sungmin

"aku tidak keberatan appa! Semua terserah appa. Aku sudah memiliki apa yang sangat aku inginkan didunia ini yaitu Cho Kyuhyun. Meskipun aku merupakan pewarismu, aku tidak pernah bermimpi untuk menggantikan appa diperusahaan seperti yang Donghae lakukan di Tokyo. Tapi jika saja aku diberikan sebuah kesempatan untuk meminta sesuatu, aku ingin appa menempatkan Kyuhyun calon appa dari janin yang aku kandung diperusahaan appa. Dia pengangguran sekarang setelah eomma memecat dia. Dia membutuhkan penghasilan untuk menafkahi aku juga calon anak kami" Sungmin berkata lantang menatap tuan Lee dengan serius

"tentu saja! Appa akan mencarikan tempat yang tepat untuknya Minnie-ah! appa tahu Kyuhyun-ssi ini adalah anak yang cerdas. Semoga dengan adanya dia diperusahaanku akan menambah nilai plus" tuan Lee melirik kearah Jaejoong sekilas lalu menatap Kyuhyun dan terakhir menatap Sungmin

"aku akan berusaha sangat keras tuan! Aku tidak akan membuat anda menyesal karena telah memberikan kesempatan untukku bergabung diperusahaanmu!" Kyuhyun berdiri lalu membungkuk memberi hormat pada tuan Lee.

"tepati janjimu itu Kyuhyun-ssi" balas tuan Lee ikut menganggukkan kepalanya

"tapi aku ingin mengingatkan appa satu hal. Appa masih memiliki putera yang lain yaitu Donghae. Pikirkan apa yang dia rasakan jika ternyata appa memiliki anak dari yeoja lainnya dan anak itu ternyata akan menjadi pengganti appa diperusahaan. Tugas appa belum selesai, masih ada satu PR lagi yaitu meyakinkan putera bungsu appa Lee Donghae" sungmin berkata melirik Jaejoong dengan senyum agak sinis. ucapan Sungmin begitu pedas dan menusuk hati Jaejoong juga tuan Lee

"kau harus ingat juga Minnie-ah! uri Donghae pernah hampir mati saat over dosis menggunakan obat terlarang. Dokter yang memeriksanya mengatakan kondisi dongsaengmu itu labil dan berdampak pada psykologisnya. Bagaimana mungkin appa mempercayakan perusahaan besar ini padanya? Jika saja Siwon bukanlah seorang penipu appa sudah begitu yakin untuk menitipkan perusahaan ini ketangannya. Dia begitu cerdas dan sangat kompeten untuk memimpin perusahaan ini" tuan Lee menarik nafas dalam terlihat kekecewaan dalam ekspresinya

"eonnie! Aku harap keinginanmu memimpin perusahaan appa benar – benar tulus dan benar – benar ingin memajukan usaha yang sudah appa rintis sejak puluhan tahun ini. Bukan emosi sesaat karena kau telah ditelantarkan seumur hidupmu sehingga kau berambisi untuk menguasainya. Mulai saat ini Kita adalah keluarga. Kau harus ingat kau memiliki dua dongsaeng dalam hidupmu kini. Aku juga Lee Donghae. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku akan ambisi untuk mendapatkan sebuah warisan. Aku tidak menginginkannya selama aku memiliki Kyuhyun dalam hidupku. Janji appa padaku untuk menempatkan Kyuhyun di perusahaannya, akan terus aku tagih hingga appa membuktikannya. Buatku itu sudah cukup! Tapi kau harus ingat Lee Donghae juga adalah pewaris appa" Sungmin menoreh kearah Jaejoong, memandangnya dengan ekspresi wajah yang tegas namun ada kesal disana

"Sungmin-ssi!" Jaejoong berkata gugup saat bertatapan dengan Sungmin

'Tuhan apakah yang aku dengar ini nyata? Apakah Sungmin sama sekali tidak keberatan aku yang begitu lancang ingin mengambil alih yang juga adalah miliknya? Yang dia pikirkan hanyalah hak Donghae adiknya. Semulia itukah hatinya?' Jaejoong berkata dalam hati menatap Sungmin penuh kagum

Tuan Lee meminta Yunho dihadapan Sungmin, Kyuhyun, Jaejoong juga asistennya untuk merubah daftar nama pewarisnya yang lama dan mencantumkan nama Jaejoong sebagai salah satu pewaris dalam surat wasiatnya yang baru.

Acara rapat keluarga itu diakhiri dengan acara makan malam bersama tanpa dihadiri nyonya Lee karena dikurung oleh tuan Lee. Sungmin sama sekali tidak peduli dengan absennya sang eomma dalam rapat keluarga itu. sungmin masin menyimpan amarah pada sang eomma yang sudah membuatnya kehilangan sahabat sejatinya.

Sungmin dan Kyuhyun pulang kembali ketempat barunya yang sederhana. Begitu juga Jaejoong yang pulang diantar Yunho.

.

.

Dalam perjalanan pulang menuju tempat tinggalnya, Jaejoong dan Yunho terlibat pembicaraan yang sangat serius perihal gugatan cerai yang akan dilayangkan Kibum setelah dia melahirkan anak kedua-nya.

"kenapa istrimu tiba – tiba ingin bercerai? Apa yang terjadi?" Jaejoong sontak terperanjat setelah mendengar berita dari Yunho

"dia bilang dia sudah tidak lagi mencintaiku sejak pertengkaran yang sering terjadi pada kami berdua. Dia juga bilang dia bertemu dengan seorang namja Korea saat berada dipulau Bali. dan namja itu berhasil mencuri hatinya. Aku rasa Kibum tidak sedang main – main, dia serius mencintai namja misterius itu. kami bahkan sudah tidak tinggal satu atap lagi. Kibum memutuskan untuk tinggal disalah satu apartemen kami" jawab Yunho sesekali melirik Jaejoong dan kembali fokus pada kemudinya

"ini karma untukmu Yunho-ssi! kita sudah terlalu banyak berbuat dosa padanya. Biarkan dia bahagia dengan pilihannya! Semoga dia bisa menemukan kembali namja misterius itu!" Jaejoong menyentuh tangan Yunho yang sedang memegang stirnya

"apakah kau bersedia menungguku hingga perceraian kami selesai?" Yunho menepikan mobilnya dipinggir jalan lalu menghentikan kemudianya

"pertanyaan yang sama ingin aku ajukan padamu Yunho-ssi! apakah kau juga bersedia menungguku hingga Siwon-ssi kembali pulih?" Jaejoong bergeser mendekatkan posisinya dengan Yunho

"aku bersedia!" jawab Yunho mengecup kening Jaejoong.

.

.

Tuan Lee melangkah perlahan dan mengendap – endap saat berjalan menuju tempat tidurnya. Dengan hati – hati dia membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh nyonya Lee. Dan berapa terkejutnya dia saat melihat nyonya Lee tidak ada diatas kasurnya.

"chagiya! Chagiya!" tuan Lee memeriksa sekitar kamarnya untuk mencari dimana istrinya berada

"aaaaaaaa" tiba – tiba nyonya Lee keluar dari balik pintu tempat berganti pakaian menghujamkan pisau belati untuk menyerang tuan Lee

Tuan Lee secepat kilat berhasil menangkis pisau belati yang hampir saja mengenai lehernya. Tuan dan nyonya Lee bergumul saling merebut pisau belati yang dipegang dengan begitu erat oleh nyonya Lee. Mereka saling dorong dan menepis pukulan - pukulan yang didaratkan masing - masing untuk melemahkan lawannya. Bagaimanapun juga tuan Lee adalah seorang namja yang memiliki kekuatan jauh lebih kuat dari nyonya Lee.

Blaas

Pisau belati yang menjadi rebutan tuan dan nyonya Lee menusuk dada nyonya Lee tepat dijantungnya sehingga nyonya Lee tersungkur dengan darah mengalir keluar dari bagian dadanya. Kejadian itu sungguh diluar kendali tuan Lee yang awalnya berniat untuk merebut pisau dari tangan istrinya.

"chagiya! Chagiya!" tuan Lee menjatuhkan pisau yang menusuk didada nyonya Lee, mengangkat tubuh nyonya Lee dalam pelukannya. Berteriak histeris

Nyonya Lee tidak bereaksi apapun walau tuan Lee dengan begitu keras berusaha membangunkannya.

"adakah seseorang diluar sanaaaa?" teriak tuan Lee memanggil salah satu pelayannya

.

Beberapa pelayan masuk kedalam kamar tuan Lee dan mereka terkejut saat melihat pemandangan seram dimana nyonya Lee terkapar berbaring diatas lantai bersimbah darah. Sementara tuan Lee duduk termenung disebelahnya memegang pisau belati yang berlumur darah.

"aku telah membunuhnya! Aku telah membunuh istriku sendiri" tuan Lee menceracau berkata tidak karuan.

.

Tiga puluh menit kemudian petugas polisi datang disusul mobil ambulance yang akan membawa jasad nyonya Lee menuju rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Tuan Lee dibawa petugas polisi dengan cara diborgol kedua tangannya untuk menjalankan pemeriksaan. Begitu juga beberapa pelayan yang bekerja dirumah mewah itu, mereka akan diperiksa juga sebagai saksi.

.

.

"nona! Seorang pelayan dirumah mu mengabarkan padaku. Nyonya Lee meninggal dan saat ini jenazahnya dibawa kerumah sakit untuk dilakukan otopsi. Sementara tuan Lee kini diperiksa dikantor polisi. Tuan dikabarkan adalah orang yang sudah membunuh nyonya. Nona Sungmin" Kyuhyun berlutut menyentuh paha Sungmin yang sedang duduk diatas kursi goyangnya

"mworago? Appa membunuh eomma? Eottokhe?" wajah Sungmin seketika pucat pasi setelah mendengar kabar buruk yang disampaikan Kyuhyun padanya

"lebih baik sekarang kita pergi kekantor polisi untuk menemui tuan Lee!" ajak Kyuhyun menggenggam erat tangan Sungmin

"aku takut Kyuhyun-ah!" Sungmin menangis menyandarkan wajahnya didada Kyuhyun.

.

.

Sungmin dan Kyuhyun sedang duduk diruang tunggu menunggu tuan Lee keluar dari selnya. Tidak lama tuan Lee keluar dengan borgol membelenggu kedua tangannya. Tuan Lee lalu meneteskan air matanya saat menatap Sungmin

"appa! Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?" Sungmin lebih dulu menangis menatap appanya penuh luka

"eommamu tiba – tiba kalap dan berusaha menyerang appa menggunakan pisau belati yang appa juga tidak tahu dia dapat dari mana! Appa hanya berusaha untuk membela diri. Dan beginilah yang terjadi" jawab tuan Lee menundukan wajahnya

"tuan!" tiba – tiba suara seorang yeoja memanggil

Yeoja itu adalah Jaejoong yang datang bersama Yunho sang pengacara.

"eonnie!" Sungmin berlari seketika memeluk Jaejoong lalu menangis dalam pelukannya

"Sungmin-ssi! katakan padaku apa yang terjadi?" Jaejoong ikut menangis bersama Sungmin

.

.

Yunho berjanji akan berusaha sebisa yang dia mampu untuk mengurangi hukuman yang akan dijatuhkan pada tuan Lee. Dengan alasan gangguan psykologis yang dialami nyonya Lee yang kadang kala bersikap agresif dan hampir membahayakan nyawa orang disekitarnya. Disertai keterangan beberapa saksi yang membenarkan gangguan mental yang dialami majikannya.

Kedua pasangan tak resmi itu kembali pulang karena jam besuk sudah berakhir. Jaejoong dan Sungmin semakin dekat dan intim sejak kejadian yang menimpa tuan Lee.

'eomma! Aku sudah melakukan kewajibanku untuk membuktikan pada publik Korea bahwa eomma adalah salah satu yeoja yang pernah mengisi hati tuan Lee. Aku juga sudah melakukan tugasku untuk membuktikan pada publik bahwa aku adalah puteri tuan Lee. Ijinkan aku untuk bisa menyayangi dongsaengku ini! Aku sungguh ingin menyayanginya! Ijinkan aku eomma!' Jaejoong berbisik dengan hatinya saat memeluk Sungmin sebelum mereka berpisah kembali kekediaman masing – masing

Tokyo

Bruk

Donghae menjatuhkan tubuhnya juga ponselnya setelah menerima berita dari Seoul yang mengabarkan tentang kematian eommanya yang dibunuh oleh appanya sendiri.

"chagiya! Ada apa?" tanya Hyukjae menghampiri Donghae cemas

"kita akan kembali ke Seoul sekarang juga! Eommaku meninggal" jawab Donghae menahan tangisnya

"astaga! Chagiya gwencana?" Hyukjae semakin terlihat begitu menghawatirkan kekasihnya

"aku tidak tahu apa yang sudah terjadi di Seoul! dua hari yang lalu eomma sempat menelponku. Suaranya begitu merana dan dia seperti begitu ketakutan. Dia bercerita padaku tentang skandal yang dilakukan appaku bersama seorang pelayannya hingga melahirkan seorang anak. Anak itu sekarang datang meminta pertanggung jawaban dan menuntut hak warisnya pada appa! Dan yang sangat mengejutkanku adalah appa memutuskan untuk menunjuknya sebagai penggantinya diperusahaan. Appa sama sekali tidak memandangku!" Donghae menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya

"aku menyesal kau harus mengalaminya chagiya! Apa yang harus aku lakukan untuk mengurangi dukamu?" Hyukjae memeluk Donghae

"temani aku kembali ke Seoul! aku ingin membuat perhitungan!" ujar Donghae dengan ekspresi sinis

.

.

Back to Seoul

Proses auptosi sudah selesai dilaksanakan. Hari yang mendung itu adalah hari dimana jenazah nyonya Lee akan dikremasi meski mereka adalah keluarga nasrani, tapi sudah menjadi tradisi dikeluarga itu jika ada satu anggota keluargannya yang meninggal maka jenazahnya akan di kremasi dan abunya akan disimpan disebuah tempat khusus penyimpanan abu dari beberapa jenazah. Keluarga yang berduka seragam memakai pakaian serba hitam.

Beberapa tamu undangan penting sudah datang untuk memberikan ucapan bela sungkawa pada keluarga Lee. Yunho adalah tamu yang paling awal datang tanpa Kibum disisinya.

Sungmin tampak begitu kikuk mencari satu keluarganya yang masih juga belum tiba. Orang yang Sungmin tunggu tidak lain adalah Donghae adiknya sendiri. Saat tatapan Sungmin tertuju pada pintu masuk keluarga Choi datang bersama Siwon yang duduk dikursi roda dimana Jaejoong berjalan mendorongnya.

"Siwon-ssi!" wajah Sungmin pucat saat melihat namja tampan yang masih menjadi suaminya datang bersama eonnienya

Keluarga Choi sudah semakin dekat. Sungmin segera menghampiri mereka untuk menyambutnya.

"paman! Bibi!" sambut Sungmin didampingi Kyuhyun berdiri disampingnya

Tuan dan nyonya Choi menahan diri untuk tidak menunjukan ekspresi kecewanya terhadap Kyuhyun.

"kami turu berduka cita Sungmin-ah!" tuan Choi menggenggam tangan sungmin

"gomawo!" Sungmin tersenyum getir lalu melirik kearah Siwon

"Siwon-ssi!" Sungmin berusaha tersenyum

"kau pasti sedang menyebut namaku! Aku bisa membaca gerak bibirmu! Harus kau tahu aku kini tuli. Aku tidak bisa mendengar lagi suaramu" Siwon tersenyum begitu damai dan sangat tulus berbeda dengan Siwon yang selama ini Sungmin kenal

"aku ikut menyesal Siwon-ssi!" air mata Sungmin tiba – tiba menetes karena terharu melihat nasih Siwon

.

.

Acara kremasi sudah selesai. Abu sudah disimpan ditempat yang sudah disiapkan. Donghae masih juga tidak menunjukan batang hidungnya. Saat keluarga Choi pamit pulang tiba – tiba Sungmin menahannya

"berikan aku waktu untuk berbicara dengan suamiku!" seru Sungmin gugup

Kyuhyun seketika berubah ekspresi wajahnya. Tampak Kyuhyun begitu kecewa dan cemburu.

"aku akan segera menjadi istrimu dan ibu dari anakmu! Ada yang harus aku selesaikan terlebih dahulu dengan suamiku! Ijinkan aku bicara dengannya sayang!" bisik Sungmin mesra ditelinga Kyuhyun

"baiklah! Kau akan segera menjadi milikku seutuhnya" balas Kyuhyun menatap Sungmin penuh cinta

.

.

Sungmin berjalan pelan mendorong kursi roda milik Siwon. dia lalu berhenti melangkah tepat didepan taman. Sungmin lalu duduk berhadapan dengan Siwon untuk berbicara dengannya.

"bicaralah dengan gerak bibir yang pelan! Sekarang ini aku harus membaca gerak bibir lawan bicaraku saat berkomunikasi denganku" Siwon membuka percakapan

"kita akan segera berpisah! Aku sedang mengandung anak Cho Kyuhyun! Setelah resmi bercerai denganmu aku ingin mensahkan hubunganku dengan namja yang sangat aku cintai itu! bagaimana denganmu?" Sungmin berbicara dengan gerak bibir seperti orang yang sedang belajar berbicara

"chukae atas kehamilanmu! Aku akan segera menandatangai surat cerai kita agar kau bisa bebas dan hidup bahagia! Kau memang berhak hidup bahagia Sungmin-ssi! maafkan aku atas kesengsaraan yang aku sebabkan" balas Siwon dengan senyum malaikat menghiasi wajah tampannya

"gomawo! Aku berdoa semoga kau juga hidup bahagia!" air mata Sungmin kembali menetes menatap Siwon simpaty

"aku yakin aku bisa hidup bahagia! Karena kini aku sudah menemukan cinta dihatiku! Cinta terhadap seorang yeoja" Siwon memejamkan matanya membayangkan wajah yeoja yang kini mengisi hatinya

"jinja? Nuguya?" Sungmin bereaksi begitu penasaran

"seorang yeoja yang sangat cantik yang Tuhan kirimkan dalam hidupku! Aku berharap aku bisa bertemu dengannya lagi" jawab Siwon menatap jauh kedepan dimana Jaejoong dan Yunho sedang melangkah menghampirinya

Sungmin menoreh kearah pandangan Siwon. dia melihat sosok eonnienya yang saat ini sedang dipandang Siwon

'apakah yeoja yang dia maksud adalah Jaejoong eonnie?' Sungmin bertanya dalam hati

"Sungmin-ah! miane Siwon-ssi harus segera kembali kerumah sakit! Dia masih belum diijikan tinggal lama diluar" Jaejoong menginterupsi

"tentu saja eonnie! Kami sudah selesai bicara" Sungmin menyerakan pegangan kursi roda pada Jaejoong

Siwon sudah berlalu dari pandangan Sungmin. Kyuhyun lalu menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

"berhentilah menatap punggungnya nona! Aku bisa mati karena cemburu dibuatnya" bisik Kyuhyun mesra ditelinga Sungmin

"hatiku, mataku, hidupku tubuhku hanyalah milikmu Cho Kyuhyun!" Sungmin membalikan badannya menghadap Kyuhyun lalu mereka berpelukan.

.

.

Siwon diantar kembali kerumah sakit oleh Jaejoong dan Yunho. Siwon duduk dibelakang dan termenung memandangi jalanan kota. Tuan dan nyonya Choi memang menugaskan Jaejoong untuk membawa Siwon kembali kerumah sakit karena Siwon sendiri yang menintanya.

"kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian?" tiba – tiba Siwon bertanya membuka percakapan

Jaejoong melirik kearah Yunho lalu tersenyum. Yunho memelankan kemudinya menengok kearah Siwon lalu menggerakan bibirnya agar terbaca oleh Siwon.

"setelah perceraianku selesai" jawab Yunho tersenyum riang

"mampus! Lalu kapan waktunya aku bertemu kembali dengan yeoja itu?" keluh Siwon mempout-kan bibirnya

Jaejoong dan Yunho kontan saling menatap. Mereka berdua tidak pernah tahu kalau Siwon ternyata sudah memiliki seseorang yang mengisi hatinya.

.

.

Hari itu adalah hari pertama bagi Jaejoong memimpin perusahaan milik appanya yang kini masih dalam tahanan. Jaejoong memandangi seisi ruangan kerjanya yang dulu adalah ruang kerja tuan Lee

Toktoktok

Pintu kerja Jaejoong diketuk seseorang

"masuklah" seru Jaejoong

Clek

Pintu itu dibuka sekertaris tuan Lee yang juga akan menjadi sekertarisnya

"tuan muda Lee ingin menemui anda nona!" ujar sang sekertaris pada Jaejoong

"tuan muda Lee?" Jaejoong mengerutkan keningnya

"nee! Lee Donghae!" jawab sang sekertaris

"biarkan dia masuk!" Jaejoong berdiri untuk menyambut dongsaengnya

Donghae lalu masuk ditemani Hyukjae yang dulu adalah adik angkatnya.

"selamat siang!" sapa Donghae mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya

Bank bank

Donghae menembak Jaejoong didadanya sebanyak dua kali membuat Jaejoong tersungkur ambruk dan darah keluar dari dadanya

"Donghae-ah! apa yang kau lakukan?" teriak Hyukjae histeris menatap Donghae ketakutan

"itu adalah hukuman karena kehadirannya telah membuat eomma meninggal" ujar Donghae menatap Jaejoong dingin

.

.

Donghae menyerahkan diri kekantor polisi setelah menyerang Jaejoong. Hyukjae begitu setia mendampinginya saat menjalani pemeriksaan. Jaejoong segera dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Beruntung peluru itu tidak mengenai organ jantungnya sehingga nyawa Jaejoong berhasil diselamatkan. Meski begitu Jaejoong mengalami koma membuat Yunho sangat berduka begitu juga Siwon dan Sungmin.

couple month later

Suasana kamar dimana Jaejoong dirawat selama koma siang itu sedikit lebih ramai. Jaejoong yang sudah sadar dari komanya sedang dikunjungi oleh orang – orang yang menyayanginya. Sungmin begitu telaten menyuapi eonnienya meski perutnya masih sakit karena operasi caesar saat melahirkan anak kembarnya namja dan yeoja. Dia sudah resmi menjadi istri dari Presdir Cho. Kyuhyun menjadi pemimpin perusahaan mengisi kursi Jaejoong yang koma berdasarkan keputusan Sungmin satu pewaris yang sehat.

Yunho yang juga sudah resmi bercerai dengan Kibum dua bulan yang lalu begitu setia menunggui Jaejoong selama dia koma. Begitu serius berbincang dengan Kyuhyun membicarakan masalah perusahaan.

"bagaimana nasib Donghae? Aku sungguh tidak ingin dia ditahan begitu lama" Jaejoong mengkhawatirkan Donghae dongsaengnya

"kekasihmu itu adalah pengacara yang sangat hebat! Dengan selamatnya eonnie aku yakin akan mengurangi hukuman yang akan dijatuhkan padanya! Yunho sudah melakukan yang terbaik yang dia mampu" jawab Sungmin kembali menyuapi Jaejoong

"dimana Siwon? kenapa aku tidak melihatnya?" Jaejoong melihat kesegala arah dan tidak mendapati Siwon didalam kamarnya

"aku sudah menghubungi nyonya Choi dan mengabarkan kau sudah sadar! Dia bilang dia akan memastikan Siwon akan datang hari ini" jawab Yunho tersenyum

.

.

Siwon sedang berjalan didampingi seorang namja yang adalah Lee Hyukjae menyusuri loby rumah sakit untuk menjenguk Jaejoong.

"bagaimana kabar Donghae? Aku sudah seminggu ini tidak menjenguknya" Siwon bertanya menoreh kearah Hyukjae

"dia baik! Entahlah bagaimana hatinya" jawab Hyukjae murung namun dengan gerak bibir yang sangat jelas agar Siwon yang tuli mampu mendengarnya

"7 tahun bukan waktu yang lama Hyukjae-ah! tunggulah dia! Dia berhak mendapatkan cintamu" Siwon menghibur Hukjae

"aku pasti akan menunggunya! Tidak mudah mendapatkan kekasih sejenis yang berkualitas sepertinya" Hyukjae bercanda menghibur dirinya

"babbo!" Siwon mendorong bahu Hyukjae hingga Hyukjae menubruk seseorang disampingnya

"ah miane! Miane" ujar Hyukjae membawakan tas bayi yang dibawa seseorang yang dia tubruk

"Kibum-ssi!" Siwon memanggil seorang yeoja yang baru ditubruk Hyukjae

"Sssiwon-ssi!" Kibum tercengang tampak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya

"nyonya gwencana?" tanya seorang baby sitter yang sedang menggendong bayi

"gwencana!" jawab Kibum tidak memalingkan pandangannya dari wajah Siwon

"kau mengenalnya hyung?" Hyukjae bertanya memandangi keduanya

"apa kabar?" tanya Siwon perlahan mendekati Kibum

"kabar baik" jawab Kibum kaku dan pelan gerak bibirnya tidak dapat dibaca Siwon

"aku tulis sekarang! Aku tidak bisa mendengar suaramu! Yang bisa aku lakukan adalah membaca gerak bibir lawan bicaraku! Jadi aku mohon bicaralah dengan pelan dan gerak bibir yang jelas" Siwon spontan menyentuh tangan Kibum lalu menggenggamnya

"baiklah!" balas Kibum membalas genggaman Siwon erat

"Bali memang mengesankan! Aku tidak bisa melupakan kenangan indah saat berada disana terutaman kau Kibum-ssi" Siwon menatap Kibum dan tidak dapat menguasai cara memandangnya terhadap Kibum

"terakhir kali kita menghabiskan malam di Sanur sejujurnya ada yang ingin aku katakan padamu!" Kibum tersenyum kaku

"aku juga! Kau lebih dulu" Siwon masih menatap dengan tatapan yang sama

"aku sudah menikah dan dalam masa yang sulit! Tapi kini aku adalah seorang janda dua anak" mata Kibum berkaca – kaca saat mengucapkan kalimat itu

"aku juga! Saat bertemu denganmu di Bali, aku adalah seorang suami yang sedang digugat cerai oleh istrinya. Dan entah apa yang terjadi padaku, dalam perjalananku kembali ke Korea, semua terasa gelap dan saat aku sadar aku berada didalam kamar rawat rumah sakit. Dan aku menjadi tuli! Tapi hal yang ingin aku sampaikan adalahkKini aku sudah menjadi duda tanpa anak" Siwon membelai wajah Kibum mesra dan lembut

"apakah kau mengalami kecelakaan?" tanya Kibum khawatir dan cemas

"mola" Siwon menggelengkan kepalanya

"apa yang kau lakukan disini?" tanya Kibum melepaskan genggaman tangan Siwon

"mengunjungi noonaku yang baru sadar dari komanya!" jawab Siwon menoreh kearah lorong

"bagaimana denganmu?" Siwon balik bertanya

"aku baru memeriksakan bayiku kedokter anak! Dan kebetulan sekali mantan suamiku berada disini! Dia ingin melihat bayi kami" jawab Kibum menoreh kearah baby sitternya

"oh begitu!" Siwon melirik kearah Hyukjae

"apa kau sudah menghubungi mantan suamimu?" Siwon kembali bertanya

"sudah! Aku juga ingin melihat yeoja chingunya yang baru sadar dari koma. Aku akan menghampirinya" jawab Jaejoong mulai melangkah

"dilantai berapa?" Siwon bertanya penuh harap karena dia masih ingin terus bersama Kibum

"8" jawab Kibum singkat

"tujuan kita sama!" balas Siwon riang

"jika begitu kita bisa pergi sama – sama" Kibum tersenyum geli melihat tingkah Siwon yang kekanakan

.

.

"aku sudah diruang tunggu khusus bayi! Kemarilah ruangan itu tepat didepan meja security" Kibum menelpon Yunho

"apakah kita akan bertemu lagi?" tanya Siwon menatap Kibum penuh harap

"tentu saja! Aku sangat menginginkannya" jawab Kibum menunduk dan malu – malu

'kau adalah alasan kenapa aku menggugat cerai suamiku'

"Siwon-ssi? apa yang kau lakukan disini? Jaejoong beberapa kali menanyakanmu!" Yunho datang dan langsung menyapa Siwon

"kalian saling mengenal?" tanya Kibum heran menatap Yunho dan Siwon

"apa kau mengenalnya?" Yunho balik bertanya menatap Kibum

"dialah namja yang aku ceritakan itu saat aku di Bali!" jawab Kibum melirik kearah Siwon

"mwo?" Yunho tersentak karena apa yang didengarnya sangatlah tidak mungkin.

Kibum berjumpa Siwon dipulau Bali saat Siwon mengalami koma. Itu artinya Kibum bertemu dengan jiwa Siwon yang berkelana saat koma sebelum jiwa itu kembali ketubuhnya.

THE END

annyeong!

tamat juga nih ff

gmn ama endingnya?

happy for everyone kan?

walau masih gantung gmn cara Siwon dan Kibum ketemu #gakpentingcozbukanffsibum

gomawo udh mau setia nungguin vai update ff ini

waduuh vai bener' haru baca reviewers yang masih berharap vai bikin ff kyumin lagi

daaaan vai udh mutusi untuk bertahan bikin ff kyumin

buat yang gak suka tolong gak usah baca yah! dan jgn ngebash plisss

baca yang suka aja

vai udh nyiapin ff kyumin yaoi loh judulnya Evil Fountain

review buat yang masih ngarep vai publish ff Evil Fountainnya!

gomawo gomawo

sekali lagi miane kalo ada KMS yang udah merasa tersakiti krn ulah vai

deep bow

saranghae kisseu

muaacchh

annyeong!