365 Hari, 12 Bulan, 1 Tahun
Disclaimer : Bleach © Tite Kubo
Rated : T
Genre : Friendship, Romance, Humor
Warning : OOC, Typo(s)?, AU, GaJe, Abal
Makasih buat kakak-kakak yang udah review dan baca di chapter sebelumnya. Saya udah update XD
Balasan anonymous reviewer :)
Siti Yuhi Ishida : emang mesum kan (-_- )" hehe... makasih dah RnR
Tiwie ozaka : thanks for RnR... dah kulanjutin :)
Don't Like, Don't Read, so…
Enjoy it!
.
.
.
Thursday
April 18th 2013
.
#New Friends and the Statement#
.
.
Sepatu Rukia sudah terkelupas kulitnya. Entahlah, Rukia malas menanggapinya. Selama dia masih bisa berjalan, bukan masalah sepatu itu rusak.
Brak! Tubuh Rukia terjatuh ketika ada seseorang yang menyandung kakinya. Sambil mengusap seragamnya, Rukia berdiri. Melanjutkan langkah kakinya, berusaha menghiraukan semua yang menatapnya dengan tawa cemoohan.
"Kenapa Nell membenci gadis ini?" Sebuah pertanyaan tertangkap di telinga Rukia. oh... dia sudah menyangka. Gadis tosca itulah yang membuatnya jadi sasaran seperti ini? Ada apa dengan gadis itu? Apa dia membenci Rukia. Alasannya?
"Hoi... cepat bangun!" Rukia menengadahkan kepalanya dan mendapati sebuah tangan terulur padanya. Siapa orang ini? Cara bicaranya kasar, tapi niatnya baik.
Seorang gadis berambut hitam jabrik yang tidak terlalu panjang. Parasnya cantik walaupun dahinya berkerut. Ia sedang mengulurkan tangannya pada... Rukia?
Dengan malu-malu, Rukia menyambut uluran tangan itu dan dengan terpaksa harus merasakan rasa ngilu di pergelangan bahunya saat tangan gadis di depannya menarik tubuhnya paksa.
"Te... Terima kasih," sahut Rukia pelan sambil menundukkan sedikit tubuhnya.
"Jika Ichigo melihat ini aku yakin kalian tak akan selamat," sahut gadis itu sambil menatap tajam pada orang-orang yang memperhatikan mereka. Sungguh, Rukia saja merasa takut dengan nada sinis gadis ini, apalagi orang-orang yang menjadi sasarannya.
"Baik, Kuchiki... ayo!" Mata Rukia terbelalak saat tiba-tiba gadis itu menarik tangannya. Dengan was-was Rukia mengikuti langkah sang gadis. Ia merasa aneh, ada apa dengan gadis ini? Apakah dia salah satu suruhan Nell? Tidak... itu... gawat.
Rukia menghentikan langkahnya dan menatap gadis itu. Sang gadis membalikkan badannya.
"Kenapa berhenti?" tanyanya. Rukia mengernyitkan dahinya takut.
"Jangan takut. Aku bukan suruhan Nelliel. Aku dipihak Ichigo. Ah... maaf, sepertinya aku tidak sopan. Perkenalkan, aku... Arisawa Tatsuki." Gadis bernama Tatsuki itu mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan diri. Sebuah senyuman mengembang di bibir Arisawa Tatsuki.
"Aku... Kuchiki Rukia," kata Rukia sambil menjabat tangan Tatsuki, melihat senyuman gadis itu, Rukia pun ikut tersenyum.
"Tatsuki-chan!" sebuah teriakan melengking tertangkap di telinga Tatsuki dan Rukia. Namun, mengetahui suara siapa itu membuat tubuh Rukia menegang.
"Ah... Orihime." Tatsuki berbalik dan menyapa Orihime. "Ohayou..." sapa Orihime pada Tatsuki. Tatsuki membalas dengan balasan yang sama.
"Ah... Kuchiki-san, Ohayou.." sapa Orihime. Rukia ternganga. Tadi... Orihime menyapanya? Bercanda! Tidak mungkin, bukankah Orihime teman Nell, kenapa ia menyapa Rukia?
"Jangan kaget begitu, Kuchiki-san. Tenang, aku dipihak Kurosaki-kun, aku tidak akan menjahilimu seperti yang lain. Maafkan aku karena tidak bisa menahan Nell-chan dan yang lainnya. Nell-chan... hanya iri karena kau terlalu dekat dengan Kurosaki-kun," terang Orihime. Mulut Rukia masih ternganga. Ia hampir tidak percaya. Orihime berada di pihaknya? Nell membencinya karena ia terlalu dekat dengan Ichigo.
"Baiklah... ayo... Kuchiki-san, kita kembali ke kelas!"
(...)
(..)
(...)
Ini hebat. Seharian ini Rukia dilindungi oleh Tatsuki dan Orihime. Mereka berdua selalu menghalangi orang-orang yang ingin mengganggunya. Dan Rukia merasa senang. Ini pertama kalinya ia mempunyai teman yang mau melindunginya. Ehm... Ichigo diluar hitungan.
Bel istirahat ketiga dibunyikan dan Orihime langsung menarik Rukia keluar ketika gurunya telah menghilang dari luar kelas.
"Oh iya, Inoue, Tatsuki itu kelas berapa?" tanya Rukia. Sekarang mereka hendak menuju kantin bersama.
"Kelas 1-3."
"Satu kelas dengan Ichigo?" kaget Rukia. Inoue mengangguk.
"Yo... Kuchiki," panggil Tatsuki dari belakang. Rukia dan Inoue menghentikan langkah mereka, lalu berbalik dan menatap Tatsuki.
"Ah... Arisama, hai..." sapa Rukia. Akhirnya, mereka berjalan bersama menuju kantin.
"Oh iya... Arisawa, kau tahu di mana Ichigo?" tanya Rukia di tengah jalan. Tatsuki mengendikkan bahu.
"Entahlah... dia pergi," jawab Tatsuki santai.
(...)
(..)
(...)
Kenyang!
Rukia, Tatsuki dan Orihime baru saja menyelesaikan makan mereka. Untunglah, anak-anak di kantin yang hendak mengganggu Rukia sudah menyingkir saat melihat Tatsuki. Sepertinya, Tatsuki salah satu anak yang ditakuti.
"Yo..." Hampir saja Rukia terjungkal ke belakang saat seseorang berambut jeruk mengagetkannya.
"I... Ichigo," sahut Rukia gagap. Entah mengapa ia langsung mengidap penyakit gagap saat bertemu Ichigo.
"Ikut aku..." tiba-tiba Rukia ditarik oleh Ichigo. Hei.. apa-apaan anak ini? Dia datang entah dari mana setelah menghilang, dan tiba-tiba menyeret Rukia pergi.
"Ah... Tatsuki, Inoue terima kasih karena sudah menjaga Rukia," teriak Ichigo kuat.
"Sama-sama," jawab Tatsuki.
...
Ichigo membawa Rukai pergi, entah ke mana. Sekarang mereka berjalan ke... tempat yang sama dengan kemarin? Halaman belakang sekolah, di bangku itu.
Ichigo memaksa Rukia duduk.
"Kita mau apa di sini?" tanya Rukia bingung.
"Menikmati waktu istirahat."
"Kau dari mana saja tadi?"
"Bolos."
"Sudah kukatakan jangan bolos!"
"Berisik!"
Rukia diam. Lagi-lagi dia tak bisa menjawab omongan Ichigo. Dasar. Ada apa, sih? Kenapa dia merasa aneh saat bersama Ichigo? Dadanya berdebar dan seakan ada perasaan senang dalam hatinya.
"Oh iya... Ichigo, terima kasih... telah melindungiku," lirih Rukia sambil menunduk.
"Sama-sama. Apakah tadi Tatsuki menjagamu dengan baik?" tanya Ichigo. Rukia mendelik, apa maksudnya? "Tadi aku menitipkanmu padanya, supaya kau mempunyai teman. Inoue juga. Bagaimana, senang punya teman baru?"
Wajah Rukia memerah. Ichigo mencarikan teman untuknya? Ah... secara tidak langsung memang begitu, bukan? Tapi, sebenarnya Ichigo ke mana?
"I... Iya, terima kasih. Ah... sebenarnya kau ke mana tadi?" tanya Rukia lagi.
"Aku bolos untuk menghajar anak-anak yang mengganggumu."
"Jangan bercanda!"
"Aku serius."
"Kenapa kau melakukan itu?"
"Karena aku ingin melindungimu."
"Kenapa kau ingin melindungiku?"
"Karena aku menyukaimu."
"Kenapa kau..." Rukia menghentikan pertanyaannya. Wajahnya memerah seketika. Tidak... Ichigo pasti bercanda.
"Ja... Jangan bercanda!" kesal Rukia sambil menonjok perut Ichigo dengan wajah memerah total.
"Aku serius. Aku menyukaimu... argh... kenapa kau selalu menganggap omonganku bercanda. He? Hei.. hei... kenapa wajahmu memerah?" Ichigo menggoda Rukia. Dengan takut, Rukia memundurkan sedikit tubuhnya.
Dengan kesal, Rukia memalingkan wajahnya. Bercanda! Kenapa dadanya berdebar sekencang ini? Kenapa tiba-tiba ia merasa senang.
"He...? Apa kau juga menyukaiku?"
"A... Aku tidak menyukaimu..." elak Rukia. Wajahnya semakin memerah, bertambah ketika Ichigo mulai mendekatkan diri. "Me... Menjauhlah..." Rukai mendorong dada Ichigo menjauh darinya, namun, hal itu justru membuat Ichigo semakin senang menggodanya.
Ichigo meletakkan kedua tangannya di sebelah pinggul Rukia, membuat gadis itu kini terperangkap oleh tangan besar Ichigo.
"Me.. Menjauhlah..." Rukia meninju pipi Ichigo, membuat laki-laki itu mundur dan terpaksa mengaduh kesakitan sambil memegangi pipinya.
"Sakit..." lirih Ichigo. Disaat itu juga, Rukia melangkahkan kakinya dan berlari menjauh. Wajahnya memanas malu. Sial, kenapa sih?
"Hoi.. tunggu!" Rukia terperanjah kaget saat menyadari Ichigo mengejarnya. Ia menambah kecepatan berlarinya, tapi Ichigo malah semakin dekat dengannya.
"Kau menyukaiku, kan? Jujurlah..." Bagus. Sekarang Ichigo sudah berada di sebelahnya. Sial.
Rukia mengumpat, namun... saat itu juga ia terjatuh ketika Ichigo memeluknya manja. Bocah sialan. Apa maunya. Dia pasti bercanda.
"Hei... jujurlah..." goda Ichigo.
"Aku tidak menyukaimu, tawake!" kesal Rukia sambil menutup wajahnya. Sedangkan ichigo masih memeluknya manja. Sedikit tidak elit karena Ichigo memeluknya di tanah. Tapi, apa peduli Ichigo?
"Apa yang membuatmu berani mengatakan hal itu?"jengkel Rukia sambil mendorong tubuh ichigo.
"Kau itu cantik dan baik (mungkin)," jawab ichigo.
"Hanya itu?" kesal Rukia.
"Ada banyak alasan dan aku malas menyebutkannya!" Ichigo mengeratkan pelukannya. Ia merasa nyaman dipelukan RUkia.
"LEPASKAN!" teriak Rukia.
.
.
TBC/END
.
(A/N)
Saya balik dengan chapter 10 ^^
Maaf... untuk sementara saya akan istirahat mengarang dikarenakan seorang motivator saya sudah tidak ada lagi. Saya sangat minta maaf yah.. hehe...
Saya tahu chapter kali ini terlalu aneh. Tapi, ini saya buat karena dikejar waktu. Maaf.. maaf... sekali. Untuk sementara saya istirahat mengarang dulu. nanti saya akan kembali setelah berhasil menenangkan diri. ^^
Terima kasih bagi yang menikmati, maaf bagi yang tidak menikmati
Terima kasih juga bagi yang telah membaca
salam, Ichiru
Jaa Nee~ ^^
