SEBELUMNYA :

'aku yang asli ini...tidak mungkin kalah dengan mata sialan itu' batin Zabuza lalu tubuhnya terbawa arus dari jurus Kakashi barusan dan menabrak pohon.

"sudah selesai..." ucap Kakashi sambil membawa kunai. Namun sebelum dia melemparkan kunainya beberapa senbon berhasil menancap dibagian leher Zabuza.

"hu..hu..hu..akhirnya tewas" ucap orang yang melempar senbon tersebut.

...

...

...

...

DISCLAIMER : MASHASHI KISHIMOTO

AU

Rated : T

Genre : Adventure & Friendship

Naruto U. & Sasuke U. & Team 7

Warning : OOC, Semi-canon,Typo

Pair : Naruto x ? , Sasuke x ?

RnR

.

.

.

Naruto Rikudou

Chapter 9 : Battle In The Bridge

.

.

.

Seluruh anggota team 7 secara reflek langsung melihat siapa pelaku yang melempar sebon-senbon tersebut ke Zabuza, tampak seorang tengah berdiri diatas cabang pohon sambil menatap kearah zabuza yang sudah tak berdaya orang tersebut memakai topeng dan tepat didahinya memiliki lambang desa 'kirigakure'.

'dilihat dari penampilannya tampaknya dia seorang seorang hunter-nin...' batin Kakashi tanpa mengalihkan pandangannya terhadap orang tersebut.

Orang itu lalu melompat turun dari pohon yang tengah di pijakinya dan berjalan kearah Zabuza "terima kasih telah membunuh orang ini, aku sudah lama mencarinya" ucap hunter-nin itu sambil mengendong tubuh Zabuza lalu menghilang menggunakan shunshin.

Sesaat setelah Hunter-nin itu menghilang Kakashi lalu berjalan menuju ketempat Tazuna diikuti dengan Naruto dan Sasuke dibelakangnya. "baiklah Tazuna-san kita lanjutkan perjalanan, tolong tunjukkan jalannya" ucap Kakashi menyadarkan Tazuna dari lamunannya.

"a-ah...baiklah kita akan segera sampai dirumahku. Mari berangkat." Ucap Tazuna lalu berjalan terlebih dahulu.

.

.

.

SKIP TIME

...

Tazuna beserta Team 7 akhirnya sampai di rumah Tazuna, sesampainya di depan pintu Tazuna langsung mengetuk pintu tersebut 'tok...tok...tok' "Tsunami...ini aku, aku membawa shinobi konoha untuk membantu kita" ucap Tazuna sedikit berteriak.

Setelah beberapa saat menunggu akirnya muncul seorang wanita cantik memiliki rambut bewarna hitam "ah...tou-san sudah pulang, dan mereka shinobi konoha itu..." ucap wanita yang dipanggil Tsunami oleh Tazuna yang ternyata anaknya, "benar, ayo silahkan masuk semuanya" ucap Tazuna sambil mempersilahkan team 7 masuk.

"siapa orang yang memakai topeng tadi Kakashi-sensei?" tanya Sakura yang sedikit bingung oleh kehadiran orang yang tiba-tiba menyerang Zabuza tadi.

Kakashi melirik sebentar kearah satu-satunya gadis di teamnya tersebut "dilihat dari topeng yang dia gunakan, dia berasal dari kelompok khusus pembunuh dari kirigakure. Namun dilihat dari caranya membunuh kurasa dia bukan dari kelompok tersebut." Ucap Kakashi.

" ?" ucap Sasuke yang juga mendengarkan penjelasan Kakashi.

"dilihat dari caranya membereskan buruannya seharusnya mereka membereskan tanpa ada satupun jejak dari ninja yang mereka buru dan seharusnya dia memusnahkan tubuh Zabuza ditempat itu langsung jika untuk bukti cukup hanya kepala saja. Di dalam tubuh seorang ninja terdapat informasi tentang ninjutsu maupun rahasia yang mereka miliki dan hal itu dapat membongkar rahasia tentang desanya.

Contohnya aku jika aku mati mereka dapat mempelajari semua rahasia sharingan, kalau kau tidak berhati-hati maka akan berbahaya jika musuh mampu mengetahui tentang jutsumu dan bisa mengancam desammu. Tubuh seorang ninja mengungkapkan semua rahasia yang sangat penting dengan kata lain ninja pemburu itu memburu ninja yang melarikan diri dari desanya dengan cara melenyapkannya untuk mencegah tesebarnya informasi tentang desa mereka tanpa suara dan bau itulah arti dari seorang ninja" terang Kakashi mengakhiri penjelasannya.

Naruto memejamkan matanya sebentar sambil melipat tangannya di depan dada "dengan kata lain zabuza masih hidup?"

Kakashi menganggukkan kepalanya "ya, bisa dibilang begitu. Aku jadi merasakan hal yang tidak menyenangkan... haaah" ucap Kakashi lalu menghela nafas "ku perkirakan dia akan kembali menyerang seminggu dari sekarang jadi persiapkan diri kalian baik-baik" lanjutnya.

"hn/ha'i" jawab mereka bertiga.

.

.

.

Another Place

...

Disebuah rumah ditengah hutan terlihat dua orang sedang beristirahat disana, tampak seorang yang lebih tua tengah mengalami luka yang cukup parah "seharusnya kau tidak perlu sekasar itu melukaiku" ucap orang yang menggunakan perban untuk menutupi wajahnya yaitu Zabuza.

"ah...kau sudah sadar ya Zabuza-sama. Sebaiknya kau mencabut jarum tersebut pelan-pelan" ucap hunter-nin yang menyerangnya tadi.

"sampai kapan kau memakai topeng itu, cepat lepaskan" ucap Zabuza

"topeng ini mengingatkanku tentang masa lalu selain itu topeng ini cukup berguna untuk penyamaran tadi" ucap hunter-nin itu sambil membuka topengnya perlahan memperlihatkan wajahnya yang cantik dengan iris mata berwarna hitam.

Zabuza yang melihat orang itu sedikit kesal karena perbuatannya tadi hampir membunuhnya "kalau kau ingin membuatku mati suri seharusnya kau jangan menyerangku di bagian leher, masih ada bagian yang lebih aman kan?"

Sedangkan yang diajak bicara hanya menghela nafas "baiklah...sebaiknya kau istirahat dulu tubuhmu masih terlalu lemah untuk digerakkan, kira-kira selama seminggu kau sudah fit."

"kau masih saja tidak berubah...selain itu kau masih terlalu polos dan juga cerdas itu yang ku suka darimu HAKU" ucap Zabuza sambil sedikit penekanan saat mengucapkan nama hunter-nin itu yang bernama Haku.

Haku hanya tersenyum manis kearah Zabuza, dimata Haku Zabuza itu sudah seperti ayahnya dia sangat bersyukur bisa bertumu dengan pria tersebut jika dia tidak bertemu denganya mungkin dia sudah tidak ada di dunia ini lagi "itu karena aku masih anak-anak" ucap Haku.

Zabuza hanya menghela nafas lalu memintanya untuk kembali mengobati lukanya akibat pertarungannya dengan Kakashi dan murid-muridnya tadi "hah...baiklah ayo kita kembali dan obati lukaku"

"baiklah Zabuza-sama" balas Haku lalu mereka berdua menghilang menggunakan shunshin.

.

.

.

Keesokan harinya dirumah Tazuna

Meskipun hari masih pagi tampak seluruh orang yang tengah berada di rumah itu sudah disibukkan dengan aktifitasnya masing-masing "waktunya sarapan..." ucap seorang wanita berambut hitam memanggil orang-orang yang berada di rumah itu untuk melakukan aktifitas sarapan.

Seluruh anggota keluarga Tazuna termasuk team 7 langsung menuju ke ruang makan untuk mengisi perut mereka sebelum melakukan kegiatan-kegiatan lainnya. Merekapun langsung duduk ditempatnya masing-masing untuk melaksanakan sarapan dengan hikmat "setelah sarapan kita akan melakukan latihan" ucap Kakashi memberitahu anggota timnya ketiga muridnya hanya menganggukkan kepalanya meng'iya'kan.

Setelah acara sarapan selesai team 7 langsung meninggalkan rumah Tazuna dan mencari tempat untuk mereka latihan, Kakashi lalu berhenti disebuah hutan yang berada tidak jauh dari kediaman Tazuna "baiklah disini sepertinya cocok, latihan pertama adalah berjalan di pohon dan aku yakin Naruto dan sasuke sudah menguasainya dan untukmu Sakura alirkan chakra ke kakimu jangan terlalu sedikit dan juga jagan terlalu banyak usahakan seimbang akan ku peragakan"

Kakashi lalu meuju kesebuah pohon yang tak jauh dari tempatnya berdiri lalu mengalirkan chakra kekakinya dan dia berjalan ke pohon tersebut "baiklah, coba kau lakukan Sakura" ucap Kakashi menginstruksikan agar Sakura melakukan apa yang diperintahkannya.

Sakura tampak serius mendegarkan itruksi dari sensei-nya itu lalu dia melakukan apa yang dikatakan Kakashi tadi dan berjalan kearah pohon yang berada di sebelah pohon tempat Kakashi berada.

Kakashi tampak memperhatikan setiap pergerakkan Sakura dengan serius 'hm...nampaknya dia mempunyai control chakra yang bagus' batinnya lalu turun dari pohon yang tengah dipanjatnya tersebut sambil mengeluarkan novel kesanyangannya. Tak jauh berbeda dengan Kakashi kedua muridnya yang lain tampak memiliki pemikiran yang sama dengan sensei-nya tersebut.

"Sasuke-kun, Naruto-kun, Kakashi-sensei... aku bisa!" ucap Sakura yang ternyata sudah sampai puncak pohon yang dipanjatnya sambil melompat lompat.

"baiklah latihan selanjutnya tentang ninjutsu, alirkan chakra kalian ke kertas ini dengan begitu aku dapat mengetahui perubahan chakra kalian apa. Jika kertas tersebut terbelah berarti fuuton, terbakar katon, basah suiton, melebur doton, mengkerut raiton" ucap Kakashi lalu menyerahkan kertas chakra pada masing-masing muridnya.

"hn...aku sudah mengetahui perubahan chakraku Kakashi-sensei" ucap Naruto.

"hn, aku juga perubahan chakraku katon dan raiton" ucap Sasuke sambil melipat kedua lengannya didepan dada.

Kakashi hanya mengangguk mengerti lalu dia melihat Sakura yang tampaknya belum mengetahui elemen dasarnya "baiklah, coba kau lakukan Sakura" ucap Kakashi sambil menyerahkan sebuah kertas chakra kepada Sakura.

Sakura mengangguk lalu menerima kertas chakra tersebut lalu dia mengalirkan chakranya ke kertas chakra tersebut dan kertas itu pun basah seperti tercelup air "perubahan chakraku ternyata suiton." Ucap Sakura sambil berbinar.

"hm...Naruto apakah elemenmu ada yang suiton?" tanya Kakashi pada murid pirangnya tersebut dan hanya dijawab dengan sebuah anggukan oleh Naruto

"baiklah Naruto apakah kau mau melatih Sakura menggunakan jurus suiton?. Aku akan mengajari jurus andalanku pada Sasuke" tanya Kakashi pada Naruto.

"hn, baiklah ayo ikut aku Sakura" ucap Naruto lalu mengajak Sakura mencari tempat yang tepat untuk berlatih jurus suiton dari.

"h-ha'i" ucap Sakura senang karena bisa dilatih oleh salah satu 'pangeran'nya lalu dia mengikuti Naruto dari belakang.

"baikalah Sasuke karena perubahan chakramu sama denganku aku akan mengajarimu salah satu jurus andalanku, perhatikan ini" ucap Kakashi lalu di tangan kanannya mulai terbentuk aliran listrik "jurus ini kusebut chidori"

...

Di tempat Naruto

Saat ini Naruto serta Sakura sudah menemukan tempat yang cocok untuk Sakura berlatih jurus suiton, sebuah tanah lapang yang dekat dengan aliran sungai "tempat ini cocok untukmu berlatih suiton Sakura. Baiklah coba kau pelajari terlebih dahulu dasar dari perubahan chakra suiton" ucap Naruto lalu mengambil sebuah gulungan dari kantong senjatanya "ini ambil, aku akan mengawasimu dari sini" lanjutnya sambil berjalan menuju sebuah pohon yang cukup besar.

"ha'i" ucap Sakura lalu menerima gulungan tersebut dan langsung membacanya.

...

SKIP TIME

.

.

.

Naruto POV

...

"ruto-kun...Naruto-kun..."

Aku mendengar ada seseorang yang memanggil namaku sejenak ku kerjap-kerjapkan mataku agar kesadaranku kembali, aku melihat Sakura sedang memanggilku untuk membangunkanku dari yang kulihat tampaknya dia terlihat senang sekali tampak dari wajahnya yang berbinar dengan senyum yang terus melakat diwajahnya.

"akhirnya Naruto-kun bangun juga" ucap Sakura tanpa menghilangkan senyumannya.

"uhhh hoam...sudah sore ya?. Tampaknya kau senang sekali Sakura, ada apa? bagaimana latihanmu?" tanyaku lalu bangkit dari posisi sebelumnya.

"baik, saat ini aku sudah memahami konsep dasar perubahan chakra doton" ucap Sakura senang tampaknya dia sangat antusias saat mengucapkannya.

Aku tersenyum simpul melihat perkembangan Sakura yang termasuk cepat, bagaimana tidak pagi tadi dia berlatih memanjat pohon dan hanya satu kali mencoba langsung berhasil. Dan saat ini tampaknya dia sudah paham dengan konsep perubahan chakra suiton "baiklah latihan hari ini cukup, hari sudah sore kita lanjutkan besok saja. Ayo kita ketempat yang laninnya." Ucapku lalu berjalan menuju tempat Kakashi dan Sasuke.

Sakura menganggguk lalu berlari kecil mengikutiku "ha'i...tunggu Naruto-kun" ucap Sakura.

.

.

Normal POV

...

Ditempat Sasuke berlatih tampak area yang dia gunakan cukup kacau banyak lubang disana-sini tampaknya jurus yang dia pelajari jurus tingkat Rank-A keatas. Sasuke terlihat sangat kelelahan karena berlatih chidori "hah...hah...hah...masih belum" ucapnya lalu merapal segel tangan "CHIDORI" teriak Sasuke. Terlihat tangan kiri Sasuke perlahan-lahan muncul sebuah aliran listrik tak lama kemudian menghilang lagi.

"hm...latihan hari ini cukup kita lanjutkan besok, hari sudah mulai gelap" ucap Kakashi sambil menutup novel kesayangannya.

"hah...ba-baiklah...hah...hah..." ucap Sasuke sambil mengatur nafasnya.

"bagaimana hasil latihanmu Sasuke" ucap seseorang dari belakang mereka berdua.

"hn. Cukup bagus dobe" balas Sasuke sambil menyunggingkan senyum yang sangat tipis.

Naruto lalu berjalan kearah Sasuke lalu mengulurkan kepalan tangannya kedepan, Sasuke yang mengerti maksud Naruto lalu membalas tinju Naruto "hn, kita akan jadi partner yang hebat Dobe" ucap Sasuke.

Naruto membalas ucapan Sasuke dengan seyum tanpa melepaskan tos ala Bijuunya "hm, pasti itu Teme. Oh ya Teme selesaikan dengan cepat jurus barumu itu aku mempunyai rencana mengenai jurus barumu itu"

Sasuke mengangguk mengerti "hn, kau meremehkanku Dobe jurus ini pasti akan kuselesaikan besok"

"sudahlah kalian berdua ayo kita kembali dan beristirahat" ucap Kakashi mengajak kembali ke rumah Tazuna.

"hn/ha'i" ucap mereka bertiga.

.

.

.

Team 7 akhirnya sampai dirumah Tazuna setelah latihan selesai, Tsunami tampak tengah menyiapkan makan malam untuk mereka semua. Tsunami yang melihat kedatangan Kakashi dkk memberikan senyuman lalu melanjutkan aktifitasnya menata makanan ke meja makan tampak Sakura juga ikut membantu.

"ah.. kalian sudah kembali rupanya" tanya seseorang dari belakang rumah, yakni Tazuna tampaknya dia juga baru saja kembali dari tempat kerjanya.

Kakashi hanya memberikan eye-smile miliknya "ah, ya Tazuna-san bagaimana, proses pembangunan jembatannya? Kapan dimulai"

"seminggu dari sekarang' jawab Tazuna. Kakashi hanya mengangguk paham

"Makanan Siappp!" teriak Tsunami

"mari kita makan dulu semuanya" ucap Tazuna mempersilahkan.

Tiba-tiba ada anak kecil tengah berjalan dari dalam rumah menuju ke arah mereka, sejenak anak itu melihat kearah anggota tim 7 "kalian akan mati" ucap anak itu lalu pergi keluar melewati meja makan begitu saja.

Semua orang kecuali Tazuna serta Tsunami bertanya-tanya ada apa engan anak itu, Tazuna yang melihat raut kebinggungan dari wajah Sakura dkk hanya menghela nafasnya "haahh.. dia Inari cucuku, maaf kalau kata-katanya kurang sopan" ucap Tazuna dengan senyum yang agak dipaksakan sambil melihat kearah mereka berempat.

Sakura lalu menolehkan kepalanya kearah Tazuna "jadi itu cucu anda Tazuna-san?." Tazuna mengangguk.

"kenapa dia terlihat murung begitu Tazuna-san? Apa ada masalah dengannya?" tanya Kakashi

Tazuna yang mendengar pertanyaan dari Kakashi sejenak diam lalu dia melihat kearah ananknya Tsunami yang terlihat khawatir dengan Inari lalu dia menganggukkan kepala seakan memberikan isyarat pada Tazuna.

Tazuna mengambil nafas sebentar lalu menceritakan tentang kehidupan cucunya itu "dulu Inari mempunyai ayah, tapi bukan ayah kandung mereka berdua sangat dekat seperti halnya anak dan ayah yang sesungguhnya. Waktu itu Inari adalah anak yang ceria...tetapi dia berubah sejak peristiwa itu" terlihat semuanya dengan serius mendengarkan cerita dari Tazuna.

"peristiwa itu? Apa yang sebenarnya terjadi Tazuna-san?" tanya Sakura penasaran.

Tazuna lalu menceritakan tentang ayah Inari dan hubunganya dengan Inari yang sangat dekat sampai kejadian dimana ayah Inari yang dihukum mati oleh Gatou di depan seluruh warga desa Nami no kuni.

Setelah menceritakan semua kejadian tersebut ruangan tersebut mendadak hening, seluruh anggota tim Kakashi sedikit terkejut dengan apa yang baru saja diceritakan oleh Tazuna. Naruto tiba-tiba berdiri lalu berjalan mennuju pintu untuk keluar sebentar.

"mau kema kau Naruto-kun?" tanya Sakura yang melihat kepergian Naruto

"aku ingin keluar sebentar untuk mencari udara segar" balas Naruto tanpa membalikan badannya lalu keluar.

.

.

.

Di sebuah jembatan kecil terlihat seorang anak kecil sedang duduk dengan tatapan yang sulit diartikan, anak itu terus menatap lurus kedepan melihat aliran sungai yang tampak mengalir dengan tenang tanpa dia seseorang tengah berjalan tenang kearahnya.

"bolehkah aku duduk disini?" tanya orang tersebut namun yang ditannya hanya diam saja "namamu Inari kan? Kenapa kau malam-malam disini?" tanya orang itu.

Anak yang bernama Inari itu hanya melirik sedikit melihat siapa orang yang ada disampingnya itu remaja laki-laki berambut pirang yaitu Naruto "bukan urusanmu" balas Inari dingin

Sejenak Naruto tersenyum tipis mendengar ucapan Inari lalu membalasnya "hn, kau mengingatkanku pada sahabatku saat pertama kali kita bertemu. Aku mengerti apa yang kau rasakan".

"tau apa kau tentangku? aku berbeda denganmu, kau tak pernah merasakan apa yang aku rasakan selama ini." Teriak Inari sambil mengeluarkan air matanya.

Naruto melirik ke Inari sebentar lalu membalas ucapan Inari "aku tau apa yang kau rasakan, kau lebih beruntung masih mempunyai orang-orang yang masih menyanyangimu kau seharusnya bersyukur. Coba kau pikir ayahmu itu melakukan semua itu untuk kemakmuran rakyat negara ini, agar kalian hidup bahagia"

"seharusnya kau itu bahagia mempunyai ayah seperti itu, dia itu seorang pahlawan. Setidaknya kau meneruskan apa yang belum sempat ia lakukan pada negara ini. Jangan hanya menangis kau laki-laki kan?" lanjut naruto sambil menolehkan kepalanya kearah Inari dia sempat melihat tubuh anak itu menegang mendengar ucapannya sebelumnya namun dia tetap diam lalu Naruto membalikkan badannya berniat kembali kerumah Tazuna.

Saat Naruto sudah melangkahkan kakinya untuk berjalan tiba-tiba Inari memeluk tubuhnya dari belakang. Naruto menolehkan kepalanya menuju anak itu dilihatnya Inari yang kembali menagis sambil memeluknya.

"hm..aku 'kan sudah bilang kau laki-laki 'kan?" tanya Naruto

Inari menganggukkan kepalanya "arigatou nii-san.." ucap Inari sambil menhapus air mata yang masih menempel di wajahnya dengan tangannya.

Naruto tersenyum mendengar ucapan Inari "baiklah, ayo kita kembali. Ibumu mencemaskanmu" ucap Naruto dan hanya dibalas anggukan oleh Inari.

.

.

.

Satu Minggu Kemudian

...

Disebuah jembatan besar yang terlihat masih belum selesai pembangunannya tampak lima orang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, namun salah seorang dari mereka tampak merasakan sedikit kekhawatiran lalu memasang posisi siaga lalu memberikan instruksi pada empat orang lainnya agar waspada.

"kalian semua bersiaplah Sasuke Naruto Sakura bentuk formasi dan lindungi Tazuna-san" ucap Kakashi memberikan instruksi untuk melindungi Tazuna dan selang beberapa saat muncul kabut seperti sebelumnya.

'kabut ini..' batin Sasuke

"Kakashi-sensei ini 'kan jurus orang yang menyerang kita beberapa hari yang lalu?" tanya Sakura

Kakashi hanya mengangguk "hm, bersiap lah..."

"dia datang!"

Tiba-tiba muncul beberapa bunshin Zabuza tepat dihadapan mereka lengkap dengan kubikiribochonya "lama tak jumpa Kakashi...aku akan membalas kekalahan waktu itu" ucap zabuza datar.

Kakashi hanya menunjukkan eye-smilenya "baiklah Zabuza kali ini aku akan bersunguh-sungguh"

"wush" "wush"

Bunshin Zabuza langsung menyerang Kakashi dan lainnya dengan mengayunkan pedangnya namun dengan sigap mereka mampu memblok serangan tersebut. Naruto tampak mengambil sebuah gulungan dari kantong ninjanya dan segera membuka gulungan tersebut dengan cepat dia menghentakkan tangannya ke gulungan itu lalu muncul sebuah katana (mirip katana Sasuke di canon namun dengan gagang berwarna hitam).

Naruto langsung beradu pedang dengan bunshin Zabuza yang dia lawan Naruto mencoba menebaskan pedangnya secara horizontal kearah Zabuza namun dia cupuk sigap dengan mengunakan pedangnya yang berukuran besar itu untuk menjadi tameng. Naruto hanya mendecih melihat serangannya gagal dia lalu melompat kebelakang sedikit menjaga jarak dengannya dan langsung merapal jutsu

"Fuuton: Shinkuuha" setelah mengucapkan nama jurusnya tersebut katana Naruto tadi terlihat diselimuti angin dan Naruto langsung menyerang Zabuza lagi.

Zabuza yang menyadari serangan Naruto hanya mengarahkan pedangnya kearah depan, namun dia sedikit terkejut pedangnya yang dia gunakan untuk menjadi tameng terbelah menjadi dua saat terkena serangan Naruto. Dia yang tak bisa menghindar lalu terkena tebasan dari Naruto dan "byurr" bunshin Zabuza langsung menjadi air Naruto hanya menghela nafasnya lalu menghilangkan jurusnya dan melihat rekan-rekannya yang lain yang masih bertarung dengan bunshin Zabuza.

Pertarungan antara Sasuke melawan bunshin Zabuza tampak cukup sulit bagi Sasuke karena dia kesulitan untuk mendekati Zabuza karena dia selalu menebaskan pedangnya, Sasuke lalu mengaktifkan sharinggannya lalu maju menyerang Zabuza dia melemparkan beberapa kunai kearah Zabuza namun Zabuza bisa menangkis serangan tersebut dengan mudah.

Zabuza yang masih fokus dengan kunai tadi sedikit dikejutkan dengan pukulan yang lancarkan Sasuke namun Zabuza dengan mudah menghindarinya dan dia melihat celah untuk menyerah Sasuke dengan menebas perutnya. Zabuza menyeringai dibalik balutan tisu yang di gunakannya sebagai penutup wajah.

"booff" tubuh Sasuke yang dia serang berubah menjadi sebuah kayu

'kawarimi?'

"Katon: Endan" tiba-tiba beberapa bola api menghantam tubuhnya dari belakang dan dia tidak sempat menghindar.

"heh.." Sasuke hanya tersenyum mengejek pada Zabuza yang sudah menjadi air.

"SHANNARO" "blaarr" Sasuke lalu melihat ke arah sumber teriakan tadi dia melihat Sakura yang sudah berhasil mengalahkan bunshin Zabuza lalu dia tersenyum simpul.

Sakura tampak ngos-ngosan setelah melakukan serangan terakhirnya tadi, tampak tempat berdiri Zabuza tadi sudah hancur terkena pukulan maut dari Sakura tak berselang lama muncul dua rekannya dan Kakashi yang juga sudah mengalahkan bunshin Zabuza serta Tazuna yang berada di belakang mereka bertiga.

"wah..wah..tampaknya mereka sudah mengalahkan mizubunshinku"ucap Zabuza yang berada di depan mereka berlima dan terlihat juga seorang hunter-nin yang bersama Zabuza beberapa hari lalu.

"Sakura kau jaga Tazuna-san Naruto Sasuke kau lawan orang yang memakai topeng itu, dan aku akan melawan Zabuza" ucap Kakashi pada ketiga muridnya, ketiga muridnya hanya mengagguk.

Zabuza yang melihat Kakashi sudah siap bertarung lalu memerintahkan Haku untuk melawan dua bocah laki-laki yang ada disana "Haku kau lawan mereka berdua"

Haku lalu mengagguk dan langsung menyerang Naruto dan Sasuke.

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

HOLLA Reader-san saya kembali lagi unutk mengupdate cerita ini, maafkan saya selama ini karena saya tidak punya ide untuk cerita ini jadi ceritanya nyandet. Satu bulan terakhir ini saya kembali lagi ke dan membaca fic dari author-author lainnya membuat saya kembali bersemangat untuk mengupdate cerita ini saya sudah mendapatkan alur cerita ini dan beberapa hari ini saya juga sibuk membuat chapter-chapter selanjutnya jadi saya tidak khawatir lagi cerita ini nyandet lagi dan saya juga sudah memperbaiki chapter-chapter sebelumnya (3, 4, 5). chapter yang belum di perbaiki nyusul sambil nunggu waktu update chapter selanjutnya.

Itu saja yang saya sampaikan Arigatou~

...

Terima kasih untuk review kalian maaf untuk saat ini maaf ngak bisa balas

Diablo, uzucha, LuckyKittens, Naminamifrid, alta0sapphire, Dewi15, Varian Andika, Kanzaki Yuki, ahmadbima27, Afdhal azmi, m. ,Uchiha XXXXXX, tian, antoniy, amada, , lukas, Arif, Hirukakagawa, mu,uzumaki chaniago, Dragon warior, Dark Namikaze Ryu, , , alta0sapphire, .94, Aldho, antoni yamada, rikudou,, , Rahmat, alta0sapphire, NMO, Namikaze Ichza, , , sasukeET99, faisal kumagawa, Kyosuke Kitsune, Arruka Seijuuro Tetsuya, Matematika, Nyuga totong, Ymd, Dewi15, , cinta terlarang, mitsuka sakurai, , Blue-Temple Of The King, Naminamifrid, monkey D nico, .58, Hadinamikaze, Uzumaki 21, Dragon warior,, Kyosuke Kitsune, Arruka Seijuuro Tetsuya, Surya,NameKiri no Kaz, Penggemar, yuichi, Mimicucu, kun-cici naru, Hadinamikaze, minyak tanah, rifal-chan,21senpai12, Saladin no jutsu,Uzumaki Prince Dobe-Nii, Naminamifrid ...

...

Uzumakifaisal out