Hai chingu...

Masih adakah yang minat ff saya? #mukananya

Follow sama favorite nya nambah alhamdulillah..

Semoga bisa terus nambah ya.. Aamiin.. Promote ff saya ke pacar,teman,keluarga atau siapapun buat read , follow, sama favorite ya.

Oh iya, baca juga ff saya yang "Hiuku Luhan Saranghae "

Rekomendasiin sekalian, soalnya masih dikit follow sama favoitenya.

Jebal sarang juseyeo...

Yaudah yuk cus

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Maaf typo yang bertebaran

.

.

.

.

.

Don't Like Don't Read

.

.

.

.

.

.

Enjoy!

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 10

"Kai.."

Kyungsoo memanggil pria taman di sampingnya yang membuat si pemilik nama menoleh dan tersenyum

"Ada apa Kyung?"

"Kau...eum.. sejak kapan kau memperhatikan ku? Maksudku, sejak kapan kau mengidolakanku?"

Sungguh pertanyaan itu membuatnya bingung harus jawab apa. Kenapa dia bisa bertanya seperti itu? Dia tidak mungkin mengatakan kalau dia sudah sangat menyukai nya dari MOS hari pertama.

"Kau kenapa diam?"

Hanya pertanyaan seperti itu mampu membuyarkan lamunan Kai.

"A-Aku...eng..aku..aku hanya suka melihat mu. Ya, sebenarnya sudah dari hari pertama masuk. Tapi sungguh, aku tidak punya niat jahat. Seperti hal-hal gila agar kau bertekuk lutut."

Kai terpaksa membuka semuanya kepada gadis di hadapannya.

"Ohh jadi begitu.."

Hening...

Semua kembali hening.

"Kai, aku ingin menanyakan satu hal lagi."

"Tentang apa?"

"Tentang kau"

"Aku?" Kai sungguh bingung dengan perkataan itu.

"Kau.. Sebenarnya kau sakit apa? Apa itu parah?"

GREB!

Kai pucat seketika. Apakah kyungsoo sudah tau yang sebenarnya? Apa luhan yang menceritakannya?

"Kau hanya bilang kau sakit tapi kau tidak pernah memberitahuku tentang penyakitmu. "

Syukurlah.. ternyata kyungsoo tidak tau. Hatinya sangat lega saat ini.

"Eum.. bukan penyakit serius "

Drt..drt..

"Tunggu Kai ponselku berbunyi."

"Baik, angkatlah"

.

.

"Yeoboseyo?"

"Bisakah kau ketempat biasa.?" Suara di sebrang sana terasa sangat berat.

"Ada apa chanyeol oppa?"

"Luhan pergi"

"APA?" kalimat singkat itu mampu membuat kyungsoo terkejut. Matanya membelalak. Hatinya marah dan pikirannya bingung.

"Baik..tunggu aku"

Plip!

Dan telepon itu terputus.

.

.

"Siapa yang menelpon?"

"Ini chanyeol oppa. Dia bilang Luhan eonnie pergi."

"Apa ? bagaimana bisa? Kenapa Luhan noona pergi?"

"Aku juga tidak tahu. Apa kau mau ikut?"

"Iya.. aku ikut. Ayo !"

Kyungsoo dan Kai berlari bersama . Sebenarnya ada apa?

.

.

.

.

.

Luhan berjalan menapaki lorong rumah sakit.

Kamar 12A lantai 16. Dia terus mengingat angka-angka itu. Angka – angka tempat dimana Aeri dirawat.

Ceklek.!

Dia membuka pintu kamar aeri. Dia melihat sosok malaikat kecilnya sedang terbaring dengan jarum infus dimana-mana. Matanya terpejam membuat air mata luhan terjatuh bebas.

"Aeri,," panggilnya lirih

"Ini lulu eonnie.. Ireona chagi...jebal ireona..hiks.." luhan mulai terisak.

"Aeri..hikss hikss.. kau dengar kan? Kalau kau dengar ayo bangun. Aku mohon.."

Nihil ..

Bahkan aeri tidak bergeming

Luhan mendekap mulutnya menahan isakan yang terus meluap. Dia berlari keluar. Dia sungguh tak sanggup menahannya. Dia berlari ke taman rumah sakit dan menangis disana.

"Kenapa kau menangis?" suara itu tiba-tiba datang , membuat Luhan menengok ke arah datangnya suara.

"Aku..aku tidak apa-apa" luhan menjawabnya dengan ramah.

"Kau bohong. Lalu apa itu? Bukankah itu air mata?" namja ini merubah posisinya menjadi bertekuk lutut di hadapan Luhan.

"K..Kau..kau kenapa seperti ini. Duduklah , aku tidak nyaman"

"Mian.." namja itu lalu duduk di samping luhan.

"Ada apa? Kenapa kau menangis"

"Sudah ku bilang aku tidak apa-apa. Kau siapa? Apa kau pasien disini?"

"Heum.." namja itu mengangguk.

"Aku sedang terapi. Aku punya penyakit aneh. Syndrome guillain barre. "

"Penyakit apa itu? "

"Aneh bukan? Kau saja bingung mendengar namanya apalagi aku yang menderitanya"

"Siapa namamu?" Luhan masih mempertahankan predikat manisnya

"Nama ku Yifan. Wu Yi Fan"

"Kau peranakan cina?"

"Iya.. kau juga? "

"Heumm" Luhan mengangguk manis

"Kau panggil aku Kris saja."

"Heumm. Sudah berapa lama kau disini kris?"

"Aku ? hampir 5 tahun"

"hell what? 5 tahun? Apa kau serius?"

"Tentu saja. Untuk apa aku membohongi orang yang ku kenal?"

"Kau terapi selama itu? Apa penyakit mu cukup parah?"

"Mungkin iya. Kau pasien juga disini?"

"Hemm bukan. Aku menjenguk adik kecil ku. Dia baru berumur 7 tahun. Tapi dia sedang kritis sekarang. "

"Dia sakit?"

"Iya, aku rasa bawaan lahir."

"Keturunan?"

"Aku tidak tahu. Aku dan dia sama sama anak panti. Siapa orang tua kami , kami tidak tahu."

"Maaf "

"Tidak apa-apa."

"Eumm aku harus pulang Kris. Sampai jumpa. Istirahatlah." Lanjutnya

Dia pergi meninggalkan kris yang masih tersenyum menatapnya dari belakang.

.

.

.

.

.

.

.

"Oppa..." suara melengking kyungsoo berhasil membuat 2 namja tampan yang sedari tadi menunggu ini menoleh.

"Kau sudah datang ? loh,, siapa ini?" Sehun menunjuk laki-laki yang ikut dengan nya.

"Jangan mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya apa yang terjadi?"

"Sehun membentak Luhan" dengan enteng kata-kata itu meluncur dari mulut chanyeol yang langsung berhadiah tatappan mematikan sehun.

Setelah itu Sehun menatap Kyungsoo yang sedang bersedakap duduk sambil melotot.

"Aku menunggu.." ucapnya dingin.

Sungguh, rasanya sehun ingin lari saja. Kalau adiknya sudah seperti ini , appa saja tidak berani menegurnya. Apa lagi dia? Matilah kau Sehun

"Jadi..eumm..sebenernya..aku..a..aku.."

BRAK!

Kyungsoo menggebrak meja membuat Sehun dan 2 namja disebelahnya terlonjak kaget. Jantung ketiga namja ini hampir saja lepas dari tempatnya.

"Bicara yang jelas!" bentaknya.

"Ehh..Haaaahh.." Sehun menarik napas panjang sebelum bicara.

"Jadi kau tau kan tadi aku habis ..eumm"

"Mengambil keperawanan orang?"

Perkatan kyungsoo sungguh tak ada sensor sama sekali. Entah dia sedang kesal atau karena dia sudah terbiasa.

"Iya.. jadi aku tadi membuatkan dia makanan lalu kami makan bersama" ucap sehun kembali menjelaskan

"Lanjutkan" jawab kyungsoo datar.

"Iya , dan tadi ada yang menelponnya. Mungkin dia keluarga pantinya. Sepertinya adiknya sakit. Dia minta izin pergi, tapi untuk waktu yang lama. Aku tidak bisa mengabulkannya karena aku juga membutuhkannya. Aku sangat mencintainya. Tapi dia tidak mau mendengarkanku. Aku terlalu hilang kontrol dan membentaknya. Kau tau , sama saat kau membantahku."

"Oh astaga. Kau membentaknya seperti kau membentak ku? yang benar saja, apa kau gila? Hei .. dia itu gadis lembut bodoh. Tak peduli seberapa tegar dia dan seceria apapun dia. Kau sungguhh menyebalkan. Apa kau ingin aku pukul?"

"Ya,, ini belom selesai.. jadi dia pergi dan bilang kalau dia.."

"Dia apa? " tanya Kyungsoo penasaran .

"Dia mengundurkan diri?"

"APA?"

Sungguh kyungsoo benar-benar emosi. Dia berdiri dan mengardik kakaknya di cafe itu.

"Hei Oh sehun. Kenapa kau sampai membuat dia seperti itu? Dasar laki-laki bajingan. Kalau kau mencintainya harusnya kau mengerti dia. Buanglah rasa egoismu itu brengsek. Dia satu-satunya harapan ku dan kau mengusirnya. Kau tidak menahannya? Laki-laki macam apa kau ini? Setelah kau ambil selaput dara nya kau biarkan dia pergi begitu saja? Dasar kurang ajar. Lebih baik kau mati saja. Aku sudah muak padamu. Namja idiot" Kyungsoo menarik tangan Kai dan mebuatnya pergi menjau.

Sehun hanya terdiam. Mungkin semua ini memang salahnya. Apa yang Kyungsoo katakan sama dengan yang Luhan katakan. Dia adalah laki-laki egois yang tak tau diri. Apa gunanya dia? Sungguh dia bingung.

"Hei sudah lah" Chanyeol berusaha menenangkan Sehun dengan menepuk pundaknya.

"Aku ada cara agar gadismu kembali?" lanjutnya

"Benarkah?"

"Tentu saja...'

.

.

.

.

.

.

.
.

.

Hai.. aku udah selesai nih ch 10 nya. Maaf ya mulai sekarang bakal dikit-dikit chapternya. Soalnya udah mulai sibuk nih , huft ._.

Baca ff yaoi aku juga ya yang "Hiuku Luhan Saranghae"

Jangan lupa review nya buat yang disana dan disnin. Hihihi

Minta follow sama favorite juga ya

Laflaf({})