Maiden Chick Beam X Boy Bachelor Beam

Episode 10: Think about him, think about him!

Ada apa? Ada apa? Kenapa semuanya terasa hangat? Kenapa semuanya merasa panas?

-_-

Skye terbangun dari tidurnya. Napasnya tak beraturan, entah karena apa. Badannya juga terasa dingin sekali, ditambah lagi sakit-sakit menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Selamat pagi!"

Skye menoleh. Claire menggunakan apron dan sedang memasak sesuatu.

"Ayo, cepat bangun dan ayo makan. Masih ada berpuluh-puluhan hukuman yang harus kau tuntaskan," ujar Claire dengan nada meledek, namun Skye tak memperdulikannya. Rasa sakit di badannya membuatnya semakin tak berkata-kata.

"Hei, kamu kenapa? Ayo bangun dan makan!" Claire menghampiri Skye sambil melepas apronnya, meninggalkan masakannya yang masih menggelegak di kompor. "Hei, kamu kena—PANAAAAAAAASSS!!!"

Saat punggung tangan Claire menyentuh lengan Skye, terasa panas bagaikan terbakar di bagian lengan. Claire kaget dan memeriksa Skye sebisanya. "Ya ampun, kenapa badanmu panas sekali?!"

"E... Entahlah..." jawab Skye pasrah, tak mampu berkata apa-apa. "Aku... Aku harus..."

"Sudah, jangan bicara apa-apa dulu! Kau harus ke Clinic!" jawab Claire, segera mematikan kompor dan meninggalkan kare yang dimasaknya. "Aku antar kau, jadi, ayo pergi!"

Karena sedang sakit, sang pencuri tokoh utama kita hanya bisa pasrah saja.

--- Clinic ---

"Hanya masuk angin biasa saja. Tekanan darahnya memang selalu lemah di pagi hari," jelas Doctor dengan nada datar. "Dia hanya perlu cukup istirahat untuk seharian ini."

"Te, terima kasih banyak, Doc," jawab Claire sambil membayar obat penurun demam yang diangsurkan Elli. "Nah, Skye, ayo pulang dulu,"

"Hosh... Iya... Hosh..." jawab Skye ngos-ngosan, tak mampu berkata apa-apa.

--- Claire's Farm ---

"Ulurkan kedua tanganmu, Skye." Claire memegang sebuah kunci yang terbuat dari besi yang cukup kuat. "Bukan berarti kau bebas dari hukuman, tapi karena kau sakit, kau perlu istirahat."

Skye tetap saja pasrah. "Ke... Hosh, kenapa kau..."

"Ehehe," Claire tertawa kecil. "Kalau kau sakit, bagaimana kau menuntaskan hukuman-hukumanmu?"

DOENG

Skye lagi-lagi pasrah saja dengan ledekan Claire. "Uh... Terserah... Hosh... Terserah kamulah..."

Claire tertawa kecil, sambil melepaskan borgol yang melingkar di pergelangan tangan Skye. "Sekarang, istirahat di kasur dan aku akan membuatkan bubur. Jangan protes!"

"Eugh... Baiklah..." jawab Skye lagi, pasrah saat Claire dengan mudahnya membaringkan badannya yang lemah ke kasur double bed Claire. "Kau... Boleh lakukan apa saja..."

"Hihi, benar nih, apa saja...?" ledek Claire.

"Terserah..." Skye memejamkan matanya, dan langsung tertidur pulas. "Zzz..." dengkurnya pelan.

Claire menghela napas sambil tersenyum. Tak disangka seorang pencuri bisa selemah ini kalau sakit. Tentu saja, karena pencuri pun manusia, kan?

"Heeem... Nasinya mana ya..." Claire membuka kulkasnya, bermaksud mencari nasi untuk membuat bubur. "Ah, ini dia!"

Claire meletakkan nasi ke panci dan merebusnya hingga lunak, lalu meletakkannya di atas mangkuk. Tak lupa menambahkan beberapa kaldu agar ada rasa gurih di bubur buatannya. "Hei, Skye, bangun dulu! Makan~"

Skye masih saja terlelap.

"Bangun~~~!" Claire makin gemas menghampiri Skye. Oh iya, aku lupa. Dia kan sedang demam.

PLOK!

"Hwa!" Skye terbangun karena kaget. Ada sesuatu yang membuatnya tak bisa bernapas. Saat membuka matanya dia melihat sekelilingnya gelap.

"Ayo buka matamu, itu hanya lap kok," Claire mengangkat lap yang menutupi muka Skye. "Kau demam, makanya kukompres."

"Ke... Kenapa kamu..."

"Karena—" Claire berhenti. Dia baru saja sadar. Kenapa dari tadi aku menolongnya? Kenapa dari tadi aku membantunya? Bisa saja aku membiarkannya mati karena sakit disini. Tapi... Kenapa perasaanku tak bisa membiarkannya kesakitan seperti ini...

"Karena apa?"

"Ti... Tidak ada apa-apa!" Claire menyuapkan sesendok bubur yang masih panas masuk ke dalam mulut Skye, membuat Skye langsung bangkit dari kasur dan memuntahkan bubur yang masuk.

"Uhuk! Kau mau apa sih?!" bentaknya keras.

"Ma—Maaf!" Claire melap muka Skye yang kepanasan terkena bubur tumpah tadi.

"Aku bisa me... Melapnya sendi..." tangan Skye meraih lap yang dipegang Claire. "Sendiri... Aku bi..." rintihnya perlahan, namun tangannya yang panas karena demam hanya bisa menggapai sedikit lapnya.

"Dasar bodoh, kau itu sakit," tandas Claire. "Kau harus sehat supaya bisa sehat." Awalnya dia ingin menambahkan sisipan agar bisa melaksanakan hukumannya, namun dia tak tega.

"..." Skye lagi-lagi tertidur.

Claire menghela napas. Kenapa dari tadi rasanya panas, atau hanya perasaanku saja?

-_-_-_-_-