Secret room
Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Note : Typo Bertebaran! Alur Yang sulit dimengerti! Tetapi cerita ini murni milik saya yang berasal dari imajinasi terindah tentang KyuMin 3~
enJOY
Chapter 10
…
Untuk pertama dan mungkin terakhir kalinya aku meminta sesuatu dari seseorang dikehidupanku. Sungguh, sebelumnya aku tidak pernah memohon apapun atau menginginkan apapun pada orang sekitarku bahkan pada tuhan. Karena seakan tahu bahwa semua yang aku inginkan tidak pernah jadi kenyataan.
Tapi kali ini, dalam hati ku beratus-ratus kali aku memohon agar detik ini berhenti dan tidak pernah bergerak. Detik dimana tangan hangat ini memeluk ku dengan lembut dan bibir itu tersenyum dengan manis kepadaku. Aku untuk pertama kalinya memohon, untuk sesuatu yang tidak mungkin terjadi.
"brukkk"
Dengan sangat lembut dan perlahan tubuhku dibaringkan diranjang yang dulu selalu menjadi saksi atas apa yang ia lakukan padaku. Tatapan mataku tidak bisa terlepas dari wajahnya yang menatapku penuh dengan kelembutan. Entah ia sungguh menatapku sebagai Sungmin atau Vincent? Aku tidak perduli, karena aku hanya ingin mengukir dengan baik kenangan ini didalam kehidupanku.
"Sreett!" perlahan tapi pasti, ia menanggalkan seluruh pakaian yang ku kenakan. Aku bisa melihat bekas tanda merah pada lenganku. Sepertinya selama 5 hari ini sudah banyak yang Kyuhyun lakukan pada tubuhku saat Vincent menempatinya.
"Berhenti menatap ku dear, apa aku begitu mempesona hingga kau tidak bisa memalingkan wajahmu walau sebentar ?" pertanyaan bodoh tetapi hanya bisa aku balas dengan senyum. Aku tidak bisa dengan terang-terangan mengatakan bahwa mataku tidak lagi bisa melihat sesuatu secara berwarna selain sosoknya. Maka jika ia memilih meninggalkan ku, akupun akan memilih menyerahkan hidupku.
"Enghhhh~ sshhh" bibir dingin miliknya menyentuh leherku dengan perlahan, kecupan kecil serta gerakan lidah miliknya membuat ku menutup mata. Menikmati setiap inchi sentuhanya.
"Jangan Tutup mata mu dear, lihat aku" Kyuhyun mengangkat daguku dan sesaat kemudian bibir nya menutup rapat bibirku. Tidak ada paksaan disana. Ia menuntun ciuma kalin ini dengan sangat lembut dan penuh perasaan. Apa benar ini hanya sebagai rasa terimakasih untuk ku Kyu ? sehingga kau bersikap sangat lembut pada Sungmin, yah bahkan aku tidak tahu apa kau benar-benar menatap ku sebagai Sungmin atau membayangkanku sebagai Vincent.
"A-Akkhhh! K-Kyuhhh" Tubuhku terlonjak dan suara desahan pun tak tertahankan saat ia menyentuh cuping telingaku dengan lidah hangat miliknya. Aku bisa merasakan senyum diwajahnya.
"Aku tidak pernah salah dalam menebak bagian terbaik dalam tubuhmu dear" ia terkekeh. Wajahku memerah, tentu Kyuhyun tahu bagian mana dari tubuhku yang sangat sensitive karena bagaimanapun tubuh ku ini tidak ada bedanya dengan tubuh Vincent beratus-ratus tahun yang lalu.
Tangan besar Kyuhyun mulai membelai dadaku dengan perlahan. Hingga tangan besar yang dingin itu berhenti pada tonjolan kecil di dadaku dan mulai memilinya perlahan. Sensasi aneh dan nikmat ini membuatku terpaksa menggigit bibirku. Memabukan sekaligus sesak.
"Jangan gigit bibirmu Min, kau bisa melukainya" Kyuhyun menyeringai. Sejenak aku tertegun saat ia menyebutkan namaku dengan nafas berat dan nada yang dalam. Perlahan tapi pasti air mata ku menetes tanpa sebab. Kyuhyun diam menatapku dan ia menghentikan aktifitasnya.
"Apa aku melukaimu ? apa kau merasakan sakit?
"Tidak, aku baik-baik saja dan kau bisa melanjutkan" wajah Kyuhyun mendekat dan kemudian lidah hangat miliknya pun menjilat air mata yang mengalir dipipiku. Aku tidak bisa menjawab apa kah rasanya sakit ataupun tidak. Aku tidak lagi sanggup menerka apa yang sedang hatiku rasakan saat ini. tetapi yang aku tahu, aku mencintainya.
"Enghhhh~ mmmhhh!" aku terlonjak saat merasakan bagian bawah Kyuhyun yang menegang bergesekan dengan kejantanan milik ku.
"Shhh! Kau mengeras Min" Kyuhyun menurunkan wajahnya hingga wajah miliknya tepat berada diperpotongan kedua kakiku. Ia tersenyum sebelum akhirnya memasukan kejantananku kedalam mulut hangatnya.
"AKHHH! He-hentikannhh! K-Kyuuhh.. A-akhhh" desahan tak terkontrol keluar dari bibirku. Hangat dan nikmat. Kyuhyun selalu sanggup membuatku merasakan kenikmatan walau ia menyetubuhiku dengan paksa sekalipun seperti sebelumnya.
"Kau sangat basah, apakah kau akan klimaks hanya dengan tanganku saja?" kali ini salah satu tangan Kyuhyun menggengam kejantanan milik ku dan menggerakanya naik-turun dengan perlahan hingga semakin dan semakin cepat.
"Ahhhhh ~ K-Kyuhhh ber-henti! A-akuhh …. AKHHH!" cairan hangat miliku pun akhirnya keluar dan membasahi kedua tangan Kyuhyun.
Kyuhyun hanya tersenyum dan kemudia mengarahkan jari-jari miliknya yang terlumuri cairanku ke hole milik ku.
"Emmmhhh! Pe-pelannhh Kyuhh" perlahan jemari milik Kyuhyun menerobos satu persatu kedalam hole ku hingga bisa ku rasakan kini kedua jari miliknya sudah berada didalam sana. Perih, tentu saja.
Dengan sangat perlahan dan lembut ia menggerakan kedua jarinya keluar dan masuk ke dalam hole ku. sangat lembut seakan takut melukaiku, hei bukankah dulu bahkan kau sangat senang bermain secara kasar ?
Senyum kecil tergambar diwajahku, Senyum iri sekaligus pedih. Aku bisa sangat membaca betapa Kyuhyun mencintai Vincent. Ia memperlakukan tubuhku dengan sangat lembut. Tentu Sungmin, ia bukanya tidak ingin melukaimu tetapi lebih kepada ia tidak ingin melukai Vincentnya.
"A-AKKHHH!" dengan tiba-tiba sebuah benda yang sudah pasti bukan jari menerobos masuk kedalam hole ku. Kyuhyun tersenyum menatapku dengan raut nikmatnya. Ia menghapus air mata yang jatuh karena rasa perih sesaat.
"Jangan memikirkan yang lain Min, hanya fikirkan diriku yang saat ini ada didepanmu" Kyuhyun menggerakan pinggulnya menjauh, menarik kejantanan miliknya yang sudah tertanam keluar dari hole ku dan sekali lagi dengan hentakan lebih keras ia memasukan kembali kejantanan miliknya. Rasanya sangat penuh.
"Shhhh! Ka-kau Menjepithhnya Kuatt Miinhhh" Kyuhyun menutup matanya dan mulai menggerakan pinggulnya cepat. Aku hanya bisa mendesah pasarah sekaligus menikmati pemandangan raut wajah Kyuhyun yang penuh akan kenikmatan.
"A-akhh! Pe-perlahan Kyuhhh..Nghhhh" hentakan demi hentakan Kyuhyun lakukan. Tubuhku semakin memanas dan bisa kurasakan bagian bawah milik-ku pun sudah bekedut.
"Ahhhh A-aku Tidak tahan Minhh" Kyuhyun menghentakan pinggulnya sangat keras sehingga kejantananya tertanam dalam dihole milik ku dan bisa kurasakan cairan hangat miliknya membanjiri holeku.
Ia menatapku dengan tatapan yang tidak bisa ku artikan. Keinginanku sudah ia penuhi maka janji yang ku ucapkan pun akan kupenuhi. Setelah ini Sungmin benar-benar tidak akan pernah ada dikehidupan. Ku raih wajahnya yang berkeringat dan tersenyum kecil.
"Terimakasih Kyu, sudah bersedia memenuhi ke inginanku" bisikan lembut serta kecupan kecil kuberikan pada pipi tirusnya. Ia hanya diam tidak berkata apapun. Masih dengan tatapanya yang dalam menatap tepat ke manik foxy milik ku.
Aku melepaskan pelukanku dan berbaring menutup kedua mataku. Tanpa sadar air mata perlahan jatuh dikedua pipiku. Aku tidak ingin menghilang, bahkan aku ingin Kyuhyun menjadi milik ku. tetapi aku sadar, itu hanyalah hanyalan dan harapan kosong belaka.
Nasib baik tidak pernah berpihak padaku, kebahagian tidak pernah menggengam erat tangan ku maka bukan hal yang salah kan jika aku menginginkan kebahagian yang saat ini aku rasakan menjadi kekal? Apa boleh aku memohon pada iblis jika tuhan tidak mengambulkanya ?
Kkk~ kau lee Sungmin yang bodoh.
Aku menarik nafasku dalam-dalam. Membuka kedua mataku dan menatap Kyuhyun sekali lagi, untuk yang terakhir. Wajah tampan itu masih menatap ku dengan tatapan tak terbaca miliknya.
"Aku mencintaimu Cho Kyuhyun… Mencintaimu .. Ya Lee Sungmin mencintaimu" kata-kata itu keluar begitu saja dari bibirku dengan air mata yang mengalir semakin menjadi. Aku menarik nafasku panjang dan menghembuskanya perlahan bersamaan dengan kedua kelopak mataku yang ku tutup kembali.
Ku tutup selamanya untuk melihat dunia yang berwarna, kututup selamanya dari pandangan sempurna orang yang ku cintai. Kututup selamanya bersamaan dengan kisah ku yang usai.
Bisa ku rasakan semakin dan semakin dalam kesadaran ku berkurang dan aku tenggelam dikegelapan. Tempat yang tidak aku ketahui dan hanya menunggu esok sampai aku benar-benar tertelan kegelapan itu dan menghilang selamanya.
Setidaknya aku sudah mengatakanya.. mengatakan bahwa aku jatuh cinta pada iblis yang memberikan ku kebahagiaan sekaligus merenggut kehidupanku.
"Selamat tidur Sungmin, dan Bangunlah secepatnya" Kyuhyun mengecup bibir mungil dihadapanya lalu tertawa kecil. Permainan yang menyenangkan… mungkin ia harus menulis kisah baru sehingga aka nada petualangan lainya. Tentu saja bersama adik tercintanya.
.
.
.
"Min! Sungmin bangunlaaah!" sebuah tepukan lembut pada pipiku membuat ku membuka kedua mataku. Menatap sosok yang berdiri disampingku dengan wajah kesalnya. Hei … bukankah seharusnya aku sudah berada di batasan kehidupan dan kematian? Mengapa aku melihat hendri berdiri didepanku dengan wajah kesalnya.
"Ck! Kau mau tidur sampai kapan Lee Sungmin yang pemalas?" Henry mencubit kedua pipiku. Saat itu juga aku tersadar jika aku berada didalam ruangan yang sangat aku kenali.
"I-ini, bagaimana bisa?"
"Huh? Apa kau masih mengantuk hingga berkata yang tidak-tidak? Ada juga aku yang bertanya bagaimana bisa kau tertidur didalam gudang kosong ini seharian penuh! Nyonya dan Tuan sudah mencarimu sejak tadi"
"A-apa? Kau bicara apa Henry ? bagaimana bisa aku disini?"
"Kau memang masih mengantuk sepertinya! Kkajja, kita harus segera turun" Henry mendorong kursi rodaku, tunggu dulu! Bukankah aku bisa berjalan? Mengapa sekarang aku masih duduk diatas kursi rodaku?
Aku tidak mengerti! Mengapa semua semakin membingungkan ? tetapi aku memilih diam dan melihat apa yang terjadi. Bahkan aku masih bisa merasakan pelukan hangat Kyuhyun. Aku masih bisa merasakanya.
"Kenapa kau lama sekali Henry-ah! Dan kau Minnie, mengapa bisa tertidur digudang huh? Membuat semua orang khawatir mencarimu" Umma memegang pipiku dengan lembut dan mengecup dahiku. Bisa ku lihat meja makan appa sudah duduk dan tersenyum ke arahku.
"Ayo kita makan Min, Tetapi sebelumnya Henry-ah tolong kau panggil anak malas yang masih saja dikamarnya itu!" Appa meminta Henry memanggil anaknya yang lain? Siapa ? bukankah aku hanya anak satu-satunya dikeluarga ini setelah Kyuhyun mati?
"Tidak Perlu, aku sudah disini"
Deg! Rasanya jantungku berdeggup kencang mendengar suara berat itu dari belakang. Aku tidak bisa bergerak, tubuhku kaku bahkan untuk berbalik dan menenggok sosok itu pun aku tidak sanggup melakukanya. Tetapi yang pasti, aku mengenal suara itu!
"Kau melamun Min? apa kau menunggu ku huh?" suara itu kini tepat dibelakang telinga ku dan berbisik dengan nada yang jail.
"K-Kyu?" suara yang tergagap keluar dari bibirku. Sosok itu mendorong kursi rodaku hingga membantuku bangun dan duduk diatas kursi.
"Kau kenapa sayang? Apa kau sakit? Bukankah sudah umma katakana untuk tidak bermain didalam gudang berdebu itu? Tubuh mu sangat lemah" Umma memegang dahiku. Tetapi aku hanya diam. tatapan ku masih saja tertuju pada sosok yang kini duduk tepat dihadapaku dengan seringaian kecilnya.
Aku tidak mengerti! Ada apa ini? kenapa semua kembali seperti semuanya seakan baik-baik saja? Kenapa Kyuhyun bisa kembali hidup dan …. Duduk dihadapanku?
Mengapa umma dan appa bisa dengan sangat santai seakan tidak pernah terjadi hal yang aneh pada Kyuhyun?
"Kau melamun Tuan, apa ada yang kau inginkan?"
"Bi-bibi Yin? Ba-bagiaman.."
"Sungmin sepertinya masih mengantuk Umma" Kyuhyun dengan cepat memotong perkataanku. Umma dan appa hanya tertawa pelan.
Demi tuhan! Apa hanya aku satu-satunya orang yang tidak mengerti apa yang sudah terjadi disini? Bagaimana bisa Kyuhyun dan bibi Yin kembali hidup? Bagaimana bisa semua berjalan seakan tidak pernah terjadi sesuatu. Apa sekali lagi Kyuhyun sudah memainkan sihirnya dan bermain-main dengan kehidupanku?
Bagaimana dengan Vincent jika saat ini akulah yang berada disini, bagaimana .. bisa ?
Selama makan malam, aku hanya diam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun. Tetapi aku bisa merasakan jika Kyuhyun terus saja menatapku dengan seringaian kecil diwajahnya. Hingga makan malam usai dan kini Kyuhyun sudah membantu mendorong kursi rodaku dan membawaku ke dalam kamar ku. kamar yang tidak berubah sama sekali.
"Apa ini semua Kyu? Apa yang terjadi?"
"Huh? Apa yang kau bicarakan Minnie ? aku tidak mengerti sama sekali" Tubuh itu berdiri di depan ku menunjukan wajah bingungnya seakan ia memang tidak mengerti apa yang kukatakan.
"Jangan bermain-main denganku!" Aku berteriak tetapi Kyuhyun hanya diam dan menunjukan wajah bingungnya.
"Sungguh kau kenapa Minnie? Apa kau bemimpi buruk? Aku tidak mengerti apa yang kau katakana dan ayo, kau istirahat! Sejak kembali dari gudang itu kau berkata yang aneh!" Kyuhyun dengan sangat mudah mengangkat tubuhku dan meletakanya diatas kasur, ia menarik selimut dan mencium keningku dengan sangat lembut.
"Tidur lah Dear, Karena mimpimu pasti menyenangkan"
Aku bisa merasakan seringaian kecil diwajahnya saat mengatakan itu padaku. Tetapi dengan cepat ia mematikan lampu kamarku dan melangkahkan kakinya keluar. Meninggalkan ku yang rasanya ingin mati karena benar-benar tidak mengerti apa yang sudah terjadi.
"Blaaam"
Suara pintu tertutup itu seakan menutup kisah yang ada. Kisah yang tidak tertebak mana yang nayata ataupun tidak. Kisah yang tidak ada yang tahu bagian mana yang benar dan bohoong. Dimana mimpi dan kenyataan serta ilusi membaur menjadi satu. Kisah yag seakan dipermainkan oleh seseorang sebagai sutradara sekaligus penulisnya.
Bahkan sungmi sendiri sebagai pemeran utama tidak mengerti apa yang telah terjadi dikehidupanya.
Setelah 15 menit berlalu kamar yang tertutup itu kembali terbuka. Sebuah langkah kaki masuk dan perlahan mendekat pada sosok yang tengah tertidur dengan nyenyak diatas ranjang bersa miliknya. Mungkin sosok itu lelah menerima apa yang telah terjadi padanya.
"Maafkan Aku, adik ku sayang… Maafkan aku yang sudah bermain-main pada kehidupanmu tetapi percayalah .. aku mencintaimu" Kyuhyun tersenyum kecil dan mengecup bibir merah ber Shap M itu.
Apa ini ulahnya? Apa semua yang Sungmin rasakan hanyalah mimpi belaka?
"Karena hanya dengan cara ini aku bisa menyentuhmu dan menuangkan seluruh hasrat yang terpemdam"
Hei .. siapa Cho Kyuhyun sebenarnya? Bagiamana bisa ia mempermainkan kehidupan seseorang dan membuatnya seakan terjadi? Apa semua ini hanya mimpi yang disusun sangat baik olehnya ? lantas bagaimana bisa Sungmin bermimpi didalam mimpi?
Hanya Kyuhyun yang tahu jawabanya…
.
.
.
TBC
hahahha tebak hayo endingnya gimana ?
mungkin next chapter bakal jadi endignya jadi mari berspekulasi XD
